Anda di halaman 1dari 8

TUGAS ESAI WAWASAN TEKNOLOGI

DAN KOMUNIKASI ILMIAH


studi kasus
Genangan di Kampus ITS Manyar

Disusun oleh :
ZUHROTUL MUNIROH
3113 041 093
KELAS B 2013

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan
Program Studi Diploma IV Teknik Sipil
2016

Zuhrotul Muniroh
3113 041 093

GENANGAN AIR DI AREA KAMPUS ITS MANYAR


Musim hujan merupakan salah salah satu musim yang ada di daerah tropis seperti di
Indonesia ini. Pada musim ini udara cenderung lebih lembab yang mengakibatkan turunnya air
dari langin setelah terjadinya penguapan atau evapotransportasi yang disebut hujan (Ir. Suripin
dalam Hidrologi Terapan). Pada setiap daerah memiliki curah hujan yang berbeda-beda,
tergantung dari letak geografi daerah tersebut. Pada umumnya musim hujan mencapai
puncaknya pada bulan Januari hingga bulan Maret. Pada saat-saat puncak musim hujan ini
sering kali timbul masalah-masalah seperti banjir, terjadinya genangan-genangan air di
beberapa titik, munculnya berbagai penyakit seperti demam berdarah, dan masih banyak lagi.
Permasalahan di musim hujan ini juga terjadi di salah satu institut favorit di Surabaya
yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Meskipun merupakan institut yang berbasis
teknologi, institut yang kerap disebut ITS ini
masih memiliki masalah tentang genangan air
atau banjir di beberapa area kampus. Dalam
hal ini akan difokuskan pada salah satu kampus
ITS yang berada di daerah Manyar.
Kampus ITS Manyar merupakan salah
satu kampus ITS yang di dalamnya hanya
terdapat satu program studi yakni program studi

Gambar genangan air di depan ruang TU


kampud ITS Manyar

diploma teknik sipil yagn terdiri dari D3 Teknik


Sipil dan D4 Teknik Sipil. Meskipun berada di bidang ketekniksipilan yang notabene-nya
sangat akrab dengan dunia konstruksi bangunan dan sistemnya baik bangunan gedung,
bangunan transportasi, dan bangunan keairan, namun kampus ini masih memiliki masalah
tentang banjir dan genangan.
Terjadinya banjir atau genangan tidak luput dari peran manusia di sekitarnya. Karena
terjadinya banjir atau genangan bisa terjadi akibat kelalaian manusia. Selain itu faktor
lingkungan dan sistem drainase yang salah juga menjadi penyebbab terjadinya banjir dan
genangan. Menurut Tarsoen Wiyono dan Darsiharjo, banjir terjadi akibat :

Meluapnya air sungai

Saluran air yang mampat

Tugas Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah | Kelas B | D-IV Teknik Sipil 2016 | 1

Zuhrotul Muniroh
3113 041 093

Kegagalan tanah menyerap air

Pendangkalan sungai atau saluran

Penggundulan hutan

Curah hujan yang tinggi

Waktu hujan yang lama

Perubahan sistem drainase pembuangan air

Pasang air laut / rob

Jebolnya bendungan
Menurut observasi penulis tentang kasus genangan air di kampus ITS Manyar ini terjadi

akibat beberapa faktor, diantaranya :

Sedimentasi saluran yang tinggi


Pada hakikatnya air mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah.
Aliran air ini tidak hanya mengalirkan air melainkan juga material-material yang ada
ada di daerah alairan. Material-material
ini adalah tanah-tanah ringan (penulis
tidak

menyebutkan

sampah

pada

proses pengaliran air ini karena pada


saluran-saluran di kampus ITS Manyar
sudah bersih dari sampah baik organik
maupun anorganik). Material-material
tersebut akan tertinggal dan menumpuk

Gambar saluran yang meluber dan


melebihi kapasitas tampungan

terutama di daerah hilir. Penumpukan material inilah yang disebut sedimentasi. Akibat
adanya sedimentasi maka saluran akan menjadi lebih dangkal dan mengakibatkan
kapasitas tampung air menjadi melebihi batas perencanaan saluran dan menjadikan
saluran tidak mampu lagi menampung air lebih banyak.

Sistem drainase yang salah


Menurut sumber dari Ir. Ismail Saud, MT, salah satu dosen bidang keairan program
studi diploma teknik sipil, sistem drainase di kampus ITS Manyar salah perencanaan.
Elevasi muka air rencana pada drainase yang berada di dalam kampus ITS Manyar lebih
tinggi dari elevasi muka air pada saluran sekunder yang berada di depan area kampus.
Hal ini mengakibatnya air yang ditampung oleh saluran tidak bisa mengalir langsung
ke saluran sekunder sehingga harus ditampung terlebih dahulu di boozem yang terletak

Tugas Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah | Kelas B | D-IV Teknik Sipil 2016 | 2

Zuhrotul Muniroh
3113 041 093
di belakang area kampus yang kemudian dilakukan pemompaan untuk pembuangan ke
saluran sekunder.

Permukaan tanah yang tidak rata


Permukaan tanah juga mempengaruhi adaya genangan. Permukaan tanah yang tidak
rata akan menyebabkan air tergenang di daerah yang memiliki elevasi yang lebih
rendah dari daerah sekitarnya

Tidak berfungsinya drainase pada titik


area tertentu
Di beberapa titik area yakni di sekitar
parkiran motor mahasiswa yang berada
di depan, sistem drainasenya tidak dapat
berfungsi karena terjadi penyumbatan
oleh tanah yang berasal dari taman sebelah

Gambar area parkir yang tergenang


akibat saluran yang mati

parkiran dan juga sistem drainase yang tidak memutar mengakibatkan air lama untuk
masuk ke saluran.

Overstek koridor yang kurang panjang


Overstek yang berada di koridor
kampus kurang panjang sehingga air
yang jatuh dari atap bangunan langsung
jatuh tepat di sebelah koridor sehingga
air

masuk

ke

area

koridor

dan

mengakibatkan terjadinya genangan


kecil dan menjadikan korideor menjadi

Gambar air yang masuk koridor akibat


overstek yang kurang panjang

becek dan licin.


Sebagaimana hukum alam, ada sebab maka ada juga akibat. Adanya banjir atau genangan
akan mengakibatkan kerugian bagi wilayah yang terdampak. Genangan yang terjadi setelah
hujan di kampus ITS Manyar ini juga berakibat dan berpengaaruh pada aktivitas warga kampus
ITS Manyar. Aktivitas yang terjadi menjadi terganggu akibat adanya genangan air ini seperti
lantai koridor kampus yang basah menyebabkan lantai menjadi becek dan licin, jalan atau akses
menuju masjin dan kantin kampus tergenang, akibatnya mahasiswa dan warga kampus ITS
Manyar menjadi susah untuk ke area tersebut terutama jika terjadi di jam istirahat sholat dan
makan siang yang pada umumnya tidak terrlalu panjang waktunya. Selain itu genangan air

Tugas Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah | Kelas B | D-IV Teknik Sipil 2016 | 3

Zuhrotul Muniroh
3113 041 093
yang tidak segera surut dapat menjadi sarang nyamuk untuk
bertelur. Jika hal ini terjadimaka dikhawatirkan penyakit deman
berdarah akan semakin mawabah.
Dari permasalahan di atas masa dapat diberikan beberapa
solusi untuk mengatasi terjadinya genangan air di kampus ITS
Manyar. Beberapa sosuli tersebut diantaranya :

Pengerukan sedimentasi
Pengerukan

sedimentasi

bisa

dilakukan

dengan

mengambil tanah yang mengendap pada saluran drainase


sehingga kedalaman saluran drainase bisa lebih dalam
dan diharapkan dapat menampung air hujan sesuai
perencanaan bangunan

Perbaikan sistem drainase

Gambar genangan air di


jalan menuju masjid dan
kantin

Perbaikan sistem drainase dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah
dengan melebarkan saluran drainase dan menggantinya menjadi saluran tertutup
dengan manggunakan mini box kalvert. Selain itu penambahan saluran drainase juga
diperlukan di area yang sering terjadi genangan agar air dapat segera masuk ke saluran
drainase dan tidak menggenang di area tersebut.

Perpanjangan overstek koridor agar air tidak masuk ke bagian koridor sehingga korider
tidak menjadi basah dan licin.

Perbaikan atau pemerataan tanah kembali


Pemerataan tanah dapat dilakukan dengan memperbaiki bagian-bagian yang
merupakan cekungan. Di halaman kampus ITS Manyar yang dipaving sangat mudah
dilakukan pemerataan tanah ulang yaitu dengan perbaikan pada area paving block yang
telah mengalami penurunan tanah atau konsolidasi dengan menambahkan sedikit
urugan tanah yang dipadatkan kembali (bongkar pasang paving block).

Pengaktifan kembali sistem drainase yang mati


Saluran drainase yang mati dapat diaktiffkan kembali dengan membersihkannya dari
tumpukan tanah yang menghalangi jalannya air untuk masuk ke saluran sekunder atau
ke boozem.
Demikian pembahasan tentangan genangan air di kampus ITS Manyar, meskipun saluran

drainase di kampus ITS Manyar sudah bersih dari sampah organik maunpun anorganik namun
sebagai mahasiswa kita harus tetap menjaga kebersihan lingkungan kita dan tidak membuang
Tugas Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah | Kelas B | D-IV Teknik Sipil 2016 | 4

Zuhrotul Muniroh
3113 041 093
sampah sembarangan terutama di selokan atau saluran drainase agar saluran tersebut tetap
berada pada fungsinya dan dapat menampung air hujan sesuia rencana.

Tugas Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah | Kelas B | D-IV Teknik Sipil 2016 | 5

Zuhrotul Muniroh
3113 041 093
DOKUMENTASI

Tugas Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah | Kelas B | D-IV Teknik Sipil 2016 | 6

Zuhrotul Muniroh
3113 041 093
DAFTAR LITERATUR

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/LAINNYA/DARSIHARJO/FILE_21_NASKAH_HARIA
N_CIREBON.pdf
https://staff.blog.ui.ac.id/tarsoen.waryono/files/2009/12/20-fenomena-banjir-di-wilperkotaan.pdf
http://eprints.undip.ac.id/33902/5/1837_CHAPTER_2.pdf
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=12&cad=rja&uact=
8&ved=0ahUKEwihzfO4kKjLAhXObZoKHftgAQsQFghTMAs&url=http%3A%2F%2Frepo
sitory.binus.ac.id%2Fcontent%2FS0432%2FS043236947.ppt&usg=AFQjCNH9L3hjpQOrJQ
hz8tt_AkLm0UOLzQ&bvm=bv.116274245,d.bGs
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=13&cad=rja&uact=
8&ved=0ahUKEwihzfO4kKjLAhXObZoKHftgAQsQFghZMAw&url=https%3A%2F%2Fra
hmadsigit.files.wordpress.com%2F2012%2F11%2Fpengujian-perawatan-danperbaikan.doc&usg=AFQjCNH44pQURQ9YKCiGh7tnj2VPBxDw2A&bvm=bv.116274245,
d.bGs

Tugas Wawasan Teknologi dan Komunikasi Ilmiah | Kelas B | D-IV Teknik Sipil 2016 | 7