Anda di halaman 1dari 10

Nama

Kelas/ No
Tanggal Praktikum
Kelompok

REAKSI REDOKS
: Anastasia Monique
: XII IPA 4 / 02
: 29-30 Agustus 2016
:2

I. Tujuan Percobaan
Menentukan berbagai reaksi redoks pada logam dan larutan.
II. Dasar Teori
Kata redoks adalah singkatan dari kata reaksi-oksidasi yang
terjadi dalam reaksi kimia tertentu. Reaksi tersebut adalah
persamaan kimia di mana jumlah oksidasi atom yang terlibat
dalam reaksi kimia berubah ketika reaksi terjadi.
Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai muatan yang dimiliki
suatu atom jika seandainya elektron diberikan kepada atom yang
lain yang keelektronegatifannya lebih besar. Jika kedua atom
diberikan maka atom yang keelektronegatifannya lebih kecil lebih
positif sedangkan atom yang keelektronegatifannya lebih besar
memiliki bilangan oksidasi negatif.
Bilangan oksidasi adalah angka yang persis sama dengan
valensi atom tetapi nomor oksidasi membawa tanda dengan itu.
Tanda ini mengungkapkan sifat muatan pada spesies yang sesuai
ketika terbentuk dari atom netral. Mari kita memahami hal ini
melalui contoh. Bilangan oksidasi klorin dalam asam klorida (HCl)
adalah -1, asam klor (HClO3) adalah +5 dan asam perklorat
(HClO4) itu adalah +7.
Pengertian oksidasi dan reduksi dapat ditinjau berdasarkan 3
landasan teori, yaitu :
a. Reaksi Pengikatan dan pelepasan unsur oksigen
Reaksi
oksidasi
(pengoksigenan)
adalah
peristiwa
penggabungan suatu zat dengan oksigen.
Contoh:
Si + O2
SiO2
4 Fe + 3 O2 2 Fe2O3
Reaksi oksidasi logam dikenal juga dengan nama
perkaratan. Reaksi pembakaran juga termasuk reaksi
oksidasi, misalnya pembakaran minyak bumi, kertas, kayu
bakar, dll.
Reaksi reduksi adalah peristiwa pengeluaran oksigen dari
suatu zat.
Contoh

2 CuO
2 Cu + O2
H 2 O H 2 + O2
b. Reaksi pelepasan dan pengikatan elektron
Reaksi oksidasi dan reduksi juga dapat dibedakan dari
pelepasan dan penangkapan elektron.
Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron
Contoh:
Na Na + + e
Zn Zn +2 + 2e
Al
Al +3 + 3e
Reduksi adalah peristiwa penangkapan elektron
Contoh:
Na + + e Na
Fe +3 + e Fe +2
Dari konsep kedua ini dapat disimpulkan bahwa reaksi
oksidasi dan reduksi tidak hanya hanya melibatkan reaksi
suatu zat dengan oksigen.
c. Reaksi penambahan dan pengurangan bilangan
oksidasi
Oksidasi adalah peristiwa naiknya / bertambahnya
bilangan oksidasi suatu unsur, sedangkan reduksi adalah
peristiwa turunnya / berkurangnya bilangan oksidasi.
III. Alat dan Bahan
a. Alat
Tabung reaksi 8 buah
Gelas kimia 250 mL 1
buah
Cawan porselin 1 buah
Pipet tetes
Spatula
Pinset 1 buah
Kaca penutup 1 buah
Gelas kimia 100 mL 1
buah
Tabung
berpipa
samping 1buah
Sumbat gabus 9 buah
Sumber api
Korek api

Lidi 1 buah
Kaca pengaduuk
b.
c. Bahan
Serbuk Fe
Logam Zn
Serbuk Cu
Larutan CuSO4 0,1M
Larutan ZnSO4 0,1M
Larutan NiSO4 0,1M
Logam Na+
Aquades
Fenolftalein (ppt)
Etanol 70%
Larutan Ca(OH)2
Ca(OCL)2 (kaporit)
Larutan HCl 0.1M

Serbuk KClO3
Serbuk MnO2

d.

IV. Langkah Kerja dan pengamatan


e.
N
O

h.
A

l.
B

p.
C

f.

Langkah Kerja

i. Masukkan logam Zn,


serbuk Fe sebanyak
spatula ke dalam 2 buah
tabung reaksi yang kering
dan bersih. Masing-masing
tambahkan 5 mL larutan
CuSO4 0,1M, kocok tabung 3
menit. Amati dan catat
perubahan yang terjadi !
m. Masukkan serbuk Fe,
serbuk Cu sebanyak
spatula ke dalam 2 buah
tabung reaksi yang
kering dan bersih.
Masing-masing
tambahkan 5 mL larutan
ZnSO4 0,1M, kocok
tabung 3 menit.Amati
dan catat perubahan
yang terjadi !
n.
q. Masukkan serbuk Fe
sebanyak
r. sendok spatula, satu
logam Zn, serbuk Cu
sebanyak sendok
spatula secukupnya ke
dalam 3 buah tabung
reaksi yang kering dan
bersih. Masing-masing
tambahkan 5 mL larutan
NiSO4 0,1M, kocok
tabung 3 menit.Amati
dan catat perubahan
yang terjadi !

g.

Foto Percobaan

j.
Zn + CuSO4
k.

o.
Cu + ZnSO4
+ ZnSO4

Fe+ CuSO4

Fe

u.
Cu + Ni SO4 , Fe + Ni
SO4, Zn + Ni SO4

s.
t.
v.
w. Dengan menggunakan
pinset, ambil logam Na+
D
yang telah tersedia,
simpan di atas kaca
arloji, lalu masukkan ke
dalam gelas kimia 250
mL yang berisi 50 mL
air. Tambahkan 2-3 tetes
larutan fenolftalein.
Amati dan catat
perubahan yang terjadi!
Ulangi percobaan
tersebut dengan
menggunakan larutan
HCl 0,1 M 5 mL sebagai
pengganti air.
ad. ae. Masukkan 5 mL etanol
E 70 % ke dalam cawan
porselin, lalu di bakar.
Periksa gasCO2 yang terjadi
dengan menggunakan
pengaduk yang telah
dicelupkan ke dalam larutan
Ca(OH)2. Amati dan catat
perubahan yang terjadi !
af.
ag.
ah.
ak. al. Masukkan 1 spatula
F Ca(OCl)2 ke dalam gelas
kimia 100 mL yang berisi 50
mL air emudian di aduk, lalu
teteskan
beberapa
tetes
larutan HCl 0,1 M. Amati dan
catat apa yang terjadi !
am.
aq. ar.Masukkan serbuk KClO3

x.
Na+HCl
Na+ H2O
y.
z.
aa.
ab.
ac.

ai.
Pembakaran ethanol,
dengan Ca(OH)2 diatasnya.
aj.

an.
ao.
ap.

warnanya larutan
berubah jadi
keunguan

as.

Pembakaran

sebanyak 1 spatula ke KClO3


dalam tabung berpipa
samping, tambahkan 1/8
spatula
MnO2,
tutup
mulut tabung dengan
sumbat gabus. Panaskan
tabung tersebut hingga
KClO3
dalam
tabung
meleleh. Dekatkan lidi
yang membara pada
mulut tabung, amati dan
catat perubahan yang
terjadi !

at.
au.
N
o
az.
A

av.
ksi

Perea

ba. Fe +
CuSO4

bf. bg. Zn +
CuSO4

bk. bl.
Fe +
B ZnSO4

aw.Pengamatan

ax.
uk

Prod

bb.Hasil dari
pengocokan ini
adanya
endapan yang
terbentuk,
warna larutan
menjadi keruh
bh.Hasil dari
pengocokan ini
adanya
endapan yang
terbentuk dan
warna larutan
tidak berubah
bm.
Hasil dari
pengocokan ini
tidak adanya
produk yang
dihasilkan,
tetapi warna
larutan menjadi
agak keruh

bc. Fe2(
SO4)3 +
Cu(s)

bd. Fe+
CuSO4Fe2(SO4)3
+ Cu(s)
be.

bi.
ZnS
O4 +
Cu(s)

bj.
Zn +
CuSO4ZnSO4 +
Cu(s)

bn.(Tid
ak
ada)

ay. Persamaan
Reaksi

bo. Fe +
ZnSO4 x

bp. bq. Cu +
ZnSO4

bu. bv. Fe +
C NiSO4

bz. ca. Zn +
NiSO4

ce. cf.
Cu +
NiSO4

cj. ck. H2O


D + Na

br. Hasil dari


pengocokan ini
tidak adanya
produk yang
dihasilkan,
warna larutan
tidak berubah
bw.
Hasil dari
pengocokan ini
adanya
endapan dan
cairan menjadi
sedikit lebih
keruh dari
semula
cb. Hasil dari
pengocokan ini
adanya
endapan dan
cairan menjadi
sangat keruh
dari semula
cg. Hasil dari
pengocokan ini
tidak adanya
produk yang
dihasilkan,
tidak berubah
cl. Timbul gas
yang
memenuhi
gelas kimia dan
logam Na habis
bereaksi.
Terjadi juga
sedikit ledakan
saat Na
dimasukan
kedalam gelas
kimia. Warna

bs. (Tid
ak
ada)

bt. Cu +
ZnSO4 x

bx. Fe2(
SO4)3
+
Ni(s)

by. Fe +
NiSO4Fe2(SO4)3
+ Ni(s)

cc. ZnS
O4 +
Ni(s)

cd. Zn +
NiSO4ZnSO4 +
Ni(s)

ch. (Tid
ak
ada)

ci.
Cu +
NiSO4 x

cm.
NaOH

cn. H2O +
NaNaOH +
H2(g)

co. cp. HCl


+ Na

ct. cu. CO2


E + Ca(OH)2

cy. cz. Ca(O


F
Cl)2 + HCl

dd. de.
G

KClO3

larutannya pun
berubah
menjadi warna
ungu
cq. Dari reaksi ini
timbul buihbuih yang
muncul di
permukaan
cairan, warna
larutan menjadi
ungu pudar.
cv.Dari
pembakaran
etanol yang
menghasilkan
CO2 batang
pengaduk
menjadi putih
keruh
da. Hasil dari
reaksi ini
larutan menjadi
lebih putih
pekat dari
semula.
df. Hasil dari
pembakaran ini
bara api di lidi
semakin
menyala dan
timbul api kecil

cr. NaCl

cs. HCl +
NaNaCl + H2(g)

cw.CaC
O3 +
H2O(
g)

cx. CO2(g) +
Ca(OH)2CaCO3
+ H2O(g)

db.CaCl
2 +
H2O
+ Cl2

dc. Ca(OCl)2 +
HClCaCl2 + H2O
+ Cl2

dg.KCl
+ O2

dh. KClO3KCl
+ O2

di.
dj.
dk.
V. Analisis dan Pembahasan
dl.
Di percobaan A, logam Zn dan serbuk Fe bereaksi dengan
CuSO4. Hal ini bisa terjadi karena kecenderungan Zn dan Fe itu
sebagai reduktor lebih kuat dibandingkan Cu. Dalam reaksi ini, Zn
dan Fe berperan sebagai reduktor dan CuSO4 berperan sebagai
oksidator. Karena Zn dan Fe memiliki kecenderungan ini, maka

mereka lebih mudah untuk mengalami oksidasi sehingga reaksi


dapat terjadi.
dm. Di percobaan B, serbuk Fe dan serbuk Cu tidak bereaksi
dengan ZnSO4. Karena kecenderungan Fe dan Cu itu sebagai
oksidator lebih kuat dibandingkan dengan Zn. Tetapi, karena
dalam reaksi ini Fe dan Cu bertindak sebagai reduktor dan ZnSO4
bertindak sebagai oksidator. Karena itu, maka Fe dan Cu sulit
untuk beraksi.
dn. Di percobaan C, serbuk Fe, logam Zn bereaksi dengan
NiSO4, sedangkan serbuk Cu tidak bereaksi. Hal ini disebabkan
karena Fe dan Zn memiliki kecenderungan untuk menjadi reduktor
lebih kuat dibandingkan dengan Ni. Sedangkan Cu punya
kecenderungan untuk menjadi oksidator lebih kuat daripada Ni.
Dalam reaksi ini, Fe, Zn, dan Cu berperan sebagai reduktor dan
NiSO4berperan sebagai oksidator. Karena kecenderungan ini, Fe
dan Zn dapat bereaksi dengan NiSO4sedangkan Cu sulit bereaksi
dengan NiSO4.
do. Di percobaan D, Na gampang bereaksi dengan air.
Gelembung atau buih yang dihasilkan adalah H 2 (g). Na memiliki
kecenderungan untuk menjadi reduktor lebih kuat daripada H.
Dalam reaksi ini, Na berperan sebagai reduktor dan H 2O serta HCl
berperan sebagai oksidator. Maka dari itu, karena kecenderungan
ini Na dapat bereaksi dengan H2O dan HCl. Tapi reaksi Na dengan
HCl tidak sekuat reaksi Na dengan H2O.
dp. Di percobaan E, pembakaran etanol akan menghasilkan
gas CO2. Gas ini akan bereaksi dengan Ca(OH) 2. Kecenderungan
Ca menjadi reduktor itu kuat. Dalam reaksi ini, Ca(OH) 2 berperan
sebagai reduktor dan CO2 berperan sebagai oksidator. Oleh karena
itu, reaksi ini akan terjadi dan ditandai dengan warna keruh yang
terdapat pada pengaduk kaca yang dicelupkan ke dalam Ca(OH)2.
dq. Di percobaan F, Ca(OCl)2 akan bereaksi dengan HCl.
Kecenderungan Ca menjadi reduktor itu kuat dibandingkan
dengan H. HCl berperan sebagai oksidator dan Ca(OCl) 2 berperan
sebagai reduktor. Karena kecenderungan ini, maka reaksi ini dapat
terjadi. Reaksi ditandai dengan warna larutan yang berubah
menjadi sedikit keunguan.
dr.
Di percobaan G, KClO3 dibakar bersama MnO2. MnO2
berperan sebagai katalisator dan tidak memengaruhi reaksi ini.
Reduktor dan oksidator di reaksi ini adalah KClO 3. Bara api di lidi
menyala lebih besar jika didekatkan ke pipa samping, karena hasil
pembakaran KClO3menghasilkan O2. O2 ini berperan dalam

pembakaran. Api akan menyala lebih besar jika banyaknya O 2 di


sekitarnya.
ds.
dt.
VI. Kesimpulan
Oksidasi adalah suatu proses yang mengakibatkan hilangnya
satu elektron atau lebih dari dalam zat (atom, ion atau
molekul). Bila suatu unsur dioksidasi, keadaan oksidasinya
berubah ke harga yang lebih positif. Suatu zat pengoksidasi
adalah yang memperoleh elektron, dan dalam proses itu zat
itu direduksi.
Sedangkan reduksi sebaliknya adalah suatu proses yang
mengakibatkan diperolehnya satu elektron atau lebih zat
(atom, ion atau molekul). Bila suatu unsur direduksi,
keadaan oksidasi berubah menjadi lebih negatif (kurang
positif). Jadi, suatu zat pereduksi adalah zat yang kehilangan
elektron, dalam proses itu zat ini dioksidasi.
Reaksi redoks hanya terjadi pada logam
Ciri-ciri terjadinya reaksi redoks yang terlihat secara kasat
mata, yaitu terbentuk endapan, terjadi perubahan warna dan
timbul gelembung-gelembung (ada gas yang keluar dari
reaksi seperti H2)
Suatu unsur dapat ditentukan sebagai reduktor atau
oksidator melihat dari kecenderungannya bersifat menjadi
apa sesuai dengan deret volta
Reaksi redoks tidak memerlukan bantuan faktor eksternal
dan hasilnya dapat dilihat dan dapat diuji.

du.
dv.
VII. Daftar Pustaka

dw.
Mulyadi,Tedi.Reaksi
Redoks
dan
Contohnya.
http://budisma.net/2014/12/contoh-reaksi-redoks.html . Diakses 5
September 2016.
dx.
dy. Karmen, Adrian. REAKSI OKSIDASI REDUKSI (REDOKS).
http://bahas-ipa.blogspot.co.id/2014/03/kimia.html . diakses 5
september 2016.
dz.
ea. Anonim.
Reaksi
Redoks.
http://elechtrochem.blogspot.co.id/p/reaksi-redoks.html.Diakses 5
September
eb.