Anda di halaman 1dari 2

Tugas Manajemen Resiko

Nama : Dania Alfis F


NPM : 1306370511
Versi Australia/New Zealand Standards (1999), manajemen risiko merupakan suatu proses
yang logis dan sistematis dalam mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi,
mengendalikan, mengawasi, dan mengkomunikasikan risiko yang berhubungan dengan
segala aktivitas, fungsi atau proses dengan tujuan perusahaan mampu meminimasi kerugian
dan memaksimumkan kesempatan. Implementasi dari manajemen risiko ini membantu
perusahaan dalam mengidentifikasi risiko sejak awal dan membantu membuat keputusan
untuk mengatasi risiko tersebut.
Menurut NIST (Stoneburner et al.,2001;E-2), The total process of identifying, controlling and
mitigating information sysytem related risks; encompasses risk assesment; cost-benefit
analysis; implementation, test and security evalution of safeguards. (Manajemen risiko adalah
proses dari mengidentifikasi, mengontrol dan meringankan sistem informasi terkait risiko
dan melingkupi pengkajian risiko, analisa manfaat biaya, dan pemilihan, implementasi,
pengetesan dan evaluasi keamanan dari usaha perlindungan.)
Menurut Djohanputro (2008), Manajemen risiko merupakan proses terstruktur dan sistematis
dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan
resiko, dan memonitor dan mengendalikan penanganan resiko.
Menurut Noshworthy, 2000:600 : Implementation of measures aimed at reducing the
likelihood of those threats occurring and minimising any damage if they do; Risk analysis
and risk control form the basis of risk management where risk control is the application of
suitable controls to gain a balance between security, usability and cost. (identifikasi dari
ancaman dan implementasi dari pengukuran yang ditujukan pada mengurangi kejadian
ancaman tersebut dan menimalisasi setiap kerusakan. Analisa risiko dan pengontrolan
risiko membentuk dasar manajemen risiko dimana pengontrolan risiko adalah aplikasi dari
pengelolaan yang cocok untuk memperoleh keseimbangan antara keamanan, penggunaan dan
biaya)
Menurut Clough and Sears (1994) Manajemen risiko didefinisikan sebagai suatu pendekatan
yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian.
Smith (1990) mendifinisikan manajemen resiko sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan
kontrol keuangan dari sebuah resiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah
perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan
tersebut.
Menurut William, et.al.,1995,p.27 Manajemen risiko juga merupakan suatu aplikasi dari
manajemen umum yang mencoba untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menangani sebab
dan akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi.
Menurut Siahaan (Manajemen Risiko : 2007), manajemen risiko adalah perbuatan (praktik)
dengan manajemen risiko, menggunakan metode dan peralatan untuk mengelola risiko
sebuah proyek.

Menurut Tampubolon (Risk Management;2004) Manajemen risiko juga dapat diartikan


sebagai kegiatan atau proses yang terarah dan bersifat proaktif, yang ditujukan untuk
mengakomodasi kemungkinan gagal pada salah satu, atau sebagian dari sebuah transaksi atau
instrumen.
Menurut Fahmi (2010;2) Manajemen resiko adalah suatu bidang ilmu yang membahas
tentang bagaimana suatu organisasi menerapkan ukuran dalam memetakan berbagai
permasalahan yang ada dengan menempatkan berbagai pendekatan manajemen secara
komprehensif dan sistematis.
Menurut Dorfman, (1998;9) Manajemen risiko dikatakan sebagai suatu proses logis dalam
usahanya untuk memahami eksposur terhadap suatu kerugian.
Menurut pandangan Siagian dan Sekarsari (2001), Manajemen risiko adalah luas tidak hanya
terfokus pada pembelian asuransi tapi juga harus mengelola keseluruhan risiko-risiko
organisasi. Definisi tentang manajemen risiko memang bermacam-macam, akan tetapi pada
dasarnya manajemen risiko bersangkutan dengan cara yang digunakan oleh sebuah
perusahaan untuk mencegah ataupun menanggulangi suatu risiko yang dihadapi (Kerzner,
2004)
Menurut Djojosoedarso (2003;4) manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi
manajemen dalam penanggulangan resiko, terutama resiko yang dihadapi oleh
organisasi/perusahaan, keluarga dan masyarakat. Jadi mencakup kegiatan merencanakan,
mengorganisir, menyusun, memimpin/mengkordinir, dan mengawasi (termasuk
mengevaluasi) program penanggulangan resiko.