Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN

PEMBAHASAN TENTANG
BIMBINGAN KONSELING
DOSEN PENGAMPU : SAMSUL ARIFIN, S.Pd., M.Pd.

DISUSUN OLEH :
NOVI JOHANINGTYAS
FATAH NOER ADITYA
KARTIKA DWI PRASTIWI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS


FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI MADIUN
2015

Page 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala atas limpahan
rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Profesi
Kependidikan
Informasi yang disajikan dalam makalah ini diperoleh dari berbagai sumber.
Makalah ini tidak dapat terwujud tanpa bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu
pada kesempatan ini Penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Samsul
Arifin, S.Pd., M.Pd. Yang telah dengan sabar memberi bimbingan, juga kepada pihak
lainnya yang tidak dapat Penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh sempurna. Oleh karena itu,
Penulis sangat mengharapkan kritik atau saran yang konstruktif untuk perbaikan pada
masa yang akan datang.

Madiun, Oktober 2015

Penulis

Page 2

DAFTAR ISI

Halaman Judul ..................................................................................................... i


Kata Pengantar ................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................. iii
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah............................................................................................... 1
1.3. Tujuan ................................................................................................................. 1
Bab II Pembahasan
1.2.1 Arti dan pentingnya bimbingan ..................................................................... 2
1.2.2 Fungsi bimbingan dan pendidikan ................................................................. 4
1.2.3 Organisasi bimbingan di sekolah ................................................................... 4
1.2.4 Jenis-jenis masalah yang dihadapi para siswa ............................................... 7
Bab III Penutup
1.3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 10
1.3.2 Saran ............................................................................................................ 11
Daftar Pustaka .................................................................................................. 13

Page 3

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia.
Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di dalam kehidupannya menghadapi persoalanpersoalan yang silih berganti. Persoalan yang satu dapat diatasi, persoalan yang lain timbul.
Demikian seterusnya. Manusia tidak sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun
kemampuannya. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain,
tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang
lain. Khususnya bagi yang terakhir inilah bimbingan dan konseling diperlukan.
Manusia perlu mengenal dirinya sebaik-baiknya. Dengan mengenal diri sendiri ini manusia
akan dapat bertindak dengan cepat sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Namun
demikian tidak semua manusia mampu mengenal segala kemampuan dirinya. Mereka ini
memerlukan bantuan orang lain agar dapat mengenal diri sendiri, lengkap dengan segala
kemampuan yang dimilikinya, dan bantuan ini dapat diberikan oleh bimbingan dan konseling

1.2 RUMUSAN MASALAH


Rumusan masalah yang dapat penulis ambil dari latar belakang yang diuraikan adalah :
1.2.1 Arti dan pentingnya bimbingan
1.2.2 Fungsi bimbingan dalam pendidikan
1.2.3 Organisasi bimbingan di sekolah
1.2.4 Jenis masalah yang dihadapi para siswa

1.3 TUJUAN
1.3.1 Mengetahui arti bimbingan dan konseling
1.3.2 Mengetahui fungsi bimbingan dalam pendidikan
1.3.3 Mengetahui organisaasi bimbingan di sekolah
1.3.4 Mengetahui jenis masalah yang dihadapi para siswa beserta solusinya

Page 4

BAB II
PEMBAHASAN

1.2.1 Arti dan pentingnya bimbingan


Dalam bab ini akan dibicarakan secara singkat tentang bimbingan terhadap murid-murid.
Mengingat masalah bimbingan ini merupakan hal yang masih baru bagi sekolah-sekolah
kita pada umumnya, maka dalam rangka administrasi pendidikan ini masalah tersebut
akan diuraikan secara garis besarnya saja dan bersifat memberikan pengertian elementer
sebagai dasar pengertian dan pelaksanaan bagi guru-guru.
Perlu dikemukakan bahwa dalam menggunakan istilah untuk member nama kepada
masalah yang baru ini kitamelihat adanya ketidakseragaman meskipun yang dimaksud
sama. Ada yang menggunakan istilah bimbingan dan penyuluhan sebagai terjemahan
dari kata guidance and counseling, dan ada pula yang menggunakan kata bimbingan
atau guidance. Dalam uraian-uraian selanjutnya dalam buku ini menggunakan kata
bimbingan saja. Mengapa? Pengertian guidance atau bimbingan telah mencangkup
pengertian counseling atau penasihatan/penyuluhan. Bimbingan meliputi keseluruhan
dari pekerjaan member bantuan. Sedangkan penasihat/penyuluhan merupakan bagian dari
usaha bimbingan itu. Jadi, dengan kata bimbingan saja kiranya cukup jelas bahwa yang
dimaksud adalah bimbingan dan penyuluhan.
Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau
sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam
kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahteraan
hidupnya.

Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah
kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan keaddaan yang
dihadapi individu untuk memcapai kesejahteraan hidupnya.

Baik dahulu maupun sekarang, sesungguhnya telah banyak guru yang melakukan
tugasnya terhadap murid-muridnya, yang sebenarnya termasuk ke dalam apa yang

Page 5

dimaksud dengan bimbingan. Hanya soalnya ialah bahwa perbuatan atau tindakantindakan guru yang demikian hanyalah dilakukan secara incidental belaka, tidak dengan
direncanakan secara kontinyu dan diorganisasi sebaik-baiknya oleh sekolah seperti:
Seorang guru memperhatian salah seorang muridnya yang selalu tida dapat
memusatan perhatiannya epada berbagai mata pelajaran, emudian berusaha
memperbaiinya setelah mengetahi serba sediit latar belakang penghidupan
keluarganya
Seorang gurumemberian nasihat-nasihat dan pandangan-pandangan epada salah
seorang murid yang datang epadanya untuk meminta berhenti dari sekolah karena
suatu sebab dan sebagainya
Dari contoh-contoh yang sederhana ini dapat diakatakan bahwa bimbingan adalah
bantuan yang diberikan kepada seseorang dalam usaha memecahkan esukaran-kesukaran
yang dialaminya
a. Bagi siapa bimbingan itu diperlukan?
Tidak benar jika orang menganggap bahwa bimbingan itu hanya berlaku bagi anaanak yang abnormal, atau bagi anak-anak saja sedangkan orang dewasa tidak
membutuhkan bimbingan. Kita mengetahui bahwa kesulitan-kesulitan yang dialami
seseorang dalam hidupnya itu tidak hanya tumbuh pada masa kanak-kanak.
Mengingat bahwa bimbingan ini merupakan hal yang masih baru bagi kita, sudah
selayaknya adanya bimbingan itu baru diusahakan untuk sekolah yang lebih tinggi di
sekolah-sekolah lanjutan.
b. Mengapa bimbingan perlu diadakan di sekolah-sekolah?
Untuk mengetahui betapa perlunya bimbingan itu diadakan terutama bagi pelajarpelajar sekolah lanjutan. Dengan singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
Makin tinggi dan pesatnya perkembangan berbagai ilmu pengetahuan di dunia ini
makin bertambah kompleks masalah-masalah kehidupan manusia dan tata susunan
masyarakat.

Page 6

Hal tersebut mengakibatkan makin banyaknya kesukaran yang mungkin dialamioleh


anak dalam perkembangannya dan dalam menentukan pilihan hidupnya berikut
beberapa contoh yang nyata:
Banyanya di antara anak-anak kita yang tidak mengetahui kemana harus melanjutkan
sekolahnya yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
c. Siapakah yang melaksanaan bibingan itu?
Di negara-negara yang sudah lebih maju untu melaksanakan bimbingan di sekolah di
samsping guru-guru telah diadakan petugas-petugas khusus yakni orang-orang yang
memiliki keahlian tertentu dalam bidang yang diperlukan dalam melaksanaan
bimbingan itu
Orang orang itu biasanya disebut guidance counselor ada pula sekolah yang
membentuk tim guru-guru sebagai petugas bimbingan dan setiap guru anggota tim itu
disebutnya teacher counselor

1.2.2 Fungsi bimbingan dalam pendidikan


Adapun fungsi khusus bimbingan dan konseling, yakni khususnya di sekolah, menurut
H.M. Umar, dkk., adalah sebagai berikut:
a. Menolong anak dalam kesulitan belajarnya;
b. Berusaha memberikan pelajaran yang sesuai dengan minat dan kecakapan anak-anak;
c. Memberi nasehat kepada anak yang akan berhenti dari sekolahnya;
d. Memberi petunjuk kepada anak-anak yang melanjutkan belajarnya dan sebagainya

1.2.3 Organisasi bimbingan di sekolah


1. Pengertian Organisasi Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah
Organisasi bimbingan konseling di sekolah dalam pengertian umum adalah suatu
wadah atau badan yang mengatur segala kegiatan untuk mencapai tujuan bimbingan
secara bersama-sama. Sebagai suatu badan, banyak ahli menawarkan model atau pola

Page 7

organisasi mana yang cocok diterapkan disekolah. Akan tetapi pola organisasi yang
dipilih harus berdasarkan atas kesepakatan bersama diantara pihak-pihak yang terkait
di sekolah yang dilanjutkan dengan usaha-usaha perencanaan untuk mencapai tujuan,
pembagian tugas, pengendalian proses dan penggunaan sumber-sumber bimbingan.
Bimbingan dan konseling tidak akan dapat dilaksanakan tanpa organisasi yang baik
dan sempurna. Tanpa organisasi itu berarti tidak adanya koordinasi dan perencanaan,
sasaran yang cukup jelas, control dan kepemimpinan yang berwibawa, tegas dan
bijaksana. Dengan arti lain suatu organisasi yang baik ditandai oleh adanya dasar dan
tujuan organisasi, personalia dan perencanaan yang matang.
Struktur organisasi pelayanan bimbingan dan konseling pada setiap satuan pendidikan
tidak mesti sama. Masing-masing disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan yang
bersangkutan. Meskipun demikian, struktur organisasi bimbingan konseling pada
setiap satuan pendidikan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Menyeluruh, yaitu mencakup unsur-unsur penting yang terlibat di dalam sebuah
satuan pendidikan yang ditujukan bagi optimalnya bimbingan dan konseling.
2. Sederhana, maksudnya dalam pengambilan keputusan/kebijaksanaan jarak antara
pengambil kebijakan dengan pelaksananya tidak terlampau panjang. Keputusan
dapat dengan cepat diambil tetapi dengan pertimbangan yang cermat, dan
pelaksanaan layanan/ kegiatan bimbingan dan konseling terhindar dari urusan
birokrasi yang tidak perlu.
3. Luwes dan terbuka, sehingga mudah menerima masukan dan upaya pengembangan
yang berguna bagi pelaksanaan dan tugas-tugas organisasi, yang semuanya itu
bermuara pada kepentingan seluruh peserta didik.
4. Menjamin berlangsungnya kerja sama, sehingga semua unsur dapat saling
menunjang dan semua upaya serta sumber dapat dikoordinasikan demi kelancaran
dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling untuk kepentinga peserta
didik.

Page 8

5. Menjamin terlaksananya pengawasan, penilaian dan upaya tindak lanjut, sehingga


perencanaan pelaksanaan dan penilaian program bimbingan dan konseling yang
berkualitas dapat terus dilakukan.
Pengawasan dan penilaian hendaknya dapat berlangsung secara vertikal (dari atas ke
bawah dan dari bawah ke atas), dan secara horizontal (penilaian sejawat).
2. Landasan Dasar Perlunya Organisasi Bimbingan Konseling di Sekolah
Organisasi bimbingan dan konseling disekolah mutlak diperlukan, karena:
1. Pelayanan bimbingan adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
keseluruhan program pendidikan. Ini berarti bahwa seluruh staf sekolah baik kepala
sekolah, guru, Sali kelas, maupun staf admnistrasi sekolah perlu melibatkan diri
dalam usaha layanan bimbingan.
2. Pembinaan bimbingan dan konseling di sekolah ada pada kepala sekolah sebagai
administrator sekolah yang memegang peranan kunci.
3. Tanggung jawab langsung dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling di
sekolah hendaknya dilimpahkan kepada staf yang berwenang yang memilikii
persyaratan tertentu baik dalam segi pendidikan formal, sifat, sikap dan kepribadian,
ketrampilan dan pengalaman serta waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas.
4. Program bimbingan merupakan suatu bentuk kegiattan yang cukup luas bidang
geraknya.
5. Program layanan bimbingan di seklah hendaknya perlu di evaluasi untuk mengertahui
efektivitas dan efisiensi program.
6. Petugas-petugas yang diserah tanggung jawab bimbingan yang bersifat khusus,
seperti kegiatan konseling hendaknya ditangani oleh petugas yang professional da
berkompeten mengerjakan tugas tersebut.
7. Petugas-petugas bimbingan dan seluruh staf pelaksanan bimbingan mutlak perlu
diberikan latihan dalam jabatan. Sebagai suatu alat untuk memperbaiki pelayanan
bimbingan di sekolah.

Page 9

1.2.4 Jenis-jenis masalah yang dihadapi oleh para siswa adalah sebagai berikut:
a) Masalah belajar
Masalah belajar yang timbul biasanya adalah bagaimana cara belajar yang baik,
membuat tugas-tugas, mempersiapkan ujian, nilai rendah ataupun kesulitan pada mata
pelajaran tertentu. Kurangnya minat dan perhatian terhadap beberapa mata pelajaran
di sekolah. Kesulitan dalam belajar dan menerima pelajaran
b) Masalah social
Masalah social ini timbul karena terjadinya pertengkaran antar individu atau
melibatkan kelompok yang berawal dari saling mengejek atau merendahkan.
c) Masalah keluarga
Masalah keluarga ini yang terkadang terbawa dan berpengaruh pada kegiatan belajar
siswa di sekolah adalah broken home sehingga orang tua tidak memperhatikan
anaknya, masalah ekonomi, kesehatan fisik dan psikologis.
d) Masalah pekerjaan
Masalah-masalah ini berhubungan dengan pemilihan pekerjaan. Misalnya dalam
memilih jenis-jenis pekerjaan yang cocok dengan dirinya, memilih latihan-latihan
tertentuk untuk pekerjaan tertentu, mendapatkan penjelasan tentang jenis pekerjaan,
memperoleh penyesuaian yang baik dalam lingkungan pekerjaan tertentu,
penempatan dalam pekerjaan tertentu.
Pada umumnya masalah pekerjaan ini dirasakan oleh murid-murid sekolah, terutama
murid-murid sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. Tetapi murid-murid
sekolah menengah pertamapun tidak sedikit yang menghadapi masalah pekerjaan ini.
Bahkan murid-murid SD pun banyak yang tidak lepas dari masalah ini. Terutama
masalah ini dirasakan oleh murid-murid pada kelas terakhir dan oleh murid yang
tidak melanjutkan pendidikannya.
e) Masalah pribadi
Masalah ini timbul karena keterlambatan, ketidak disiplinan perilaku, pakaian dan
perkataan siswa, sehingga timbul permasalahan pribadi pada siri siswa.

Page
10

Banyaknya masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan yang menimbulkan banyak
ekses negatif yang sangat merisaukan masyarakat. Ekses tersebut antara lain makin
maraknya berbagai penyimpangan norma kehidupan agama dan sosial masyarakat yang
terwujud dalam bentuk kenakalan siswa atau kenakalan remaja.
Membahas Bimbingan dan Konseling tidak lepas dari berbagai kasus yang terkait pada
anak-anak yang masih dalam masa sekolah, terutama sekolah menengah. Atau dewasa ini
masyarakat sering menyebutnya sebagai Kenakalan Remaja. Yang dimaksud dengan
kenakalan remaja yaitu tindak perbuatan remaja yang melanggar norma-norma agama,
sosial, hukum yang berlaku di masyarakat di mana perbuatannya itu dapat merugikan
dirinya sendiri maupun orang lain, dan tindakan itu bila dilakukan oleh orang dewasa
dikategorikan tindak kriminal
Yang termasuk kenakalan siswa atau remaja meliputi:
a. Perbuatan awal pencurian meliputi perbuatan berkata bohong dan tidak jujur;
b. Perkelahian antar siswa termasuk juga tawuran antar pelajar;
c. Mengganggu teman;
d. Memusuhi orang tua dan saudara, meliputi perbuatan berkata kasar dan tidak
hormat pada orang tua dan saudara;
e. menghisap ganja, meliputi perbuatan awal dari menghisap ganja yaitu merokok;
f. menonton pornografi; dan
g. corat-coret tembok sekolah
Kenakalan remaja tersebut timbul karena adanya beberapa sebab antara lain
1. Keadaan Keluarga
2. Keberadaan Pendidikan formal
3. Keadaan masyarakat.
Berbagai masalah dan kesulitan tersebut, tidak semua dapat dilayani hanya oleh guruguru mereka. Sengan demikian pula dengan orang tua murid terutama di kota-kota
besar yang setiap harinya sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing, pada

Page
11

umumnya mereka kekurangan waktu untuk mengawasi dan mendidik anak-anak


mereka.

Kenyataan tersebut mendorong pendidik, khususnya kepala sekolah dan guru-guru,


untuk berusaha bagaimana mrngatasi masalah-masalah tersebut. Salah satu cara yang
sudah dirintis di sekolah-sekolah ialah membentuk semacam lembaga yang disebut
bimbingan konseling.
Mengatasi kenakalan remaja dengan cara bagi orang tua :
1. Hendaknya orang tua memberikan kasih sayang dan perhatian dalam bentuk apapun
2. Hendaknya komunikasi dengan si remaja senantiasa terjalin dengan baik, agar si
remaja selalu merasa tenang karena orang tua selalu mendampingi.
3. Perlu melakukan pengawasan yang penuh dan intensif terhadap media komunikasi
seperti tv, internet, radio, handphone, dll.
4. Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan
mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
5. Dan apabila anak suka berkelahi orang tua bisa mengarahkannya pada satu kelompok
kegiatan bela diri.
6. Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh
cinta, orang tua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antara pengawasan dengan
kebebasan.
Mengatasi kenakalan remaja di sekolah:
o Hindari kekerasan dalam menghadapi anak nakal
o Lakukan pendekatan secara persuasive
o Ketahui penyebab kenakalannya
o Ketahui penyebab permasalahannya
o Beri tanggung jawab
o Ciptakan kegiatan pembelajaran yang aktif dan menarik

Page
12

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN

Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau
sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam
kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai
kesejahteraan hidupnya.

Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan


masalah kehidupannya dengan wawancara dan dengan cara yang sesuai dengan
keaddaan yang dihadapi individu untuk memcapai kesejahteraan hidupnya.

Fungsi biimbingan dalam pendidikan:


a. Menolong anak dalam kesulitan belajarnya;
b. Berusaha memberikan pelajaran yang sesuai dengan minat dan kecakapan
anak-anak;
c. Memberi nasehat kepada anak yang akan berhenti dari sekolahnya;
d. Memberi petunjuk kepada anak-anak yang melanjutkan belajarnya dan
sebagainya

Organisasi bimbingan konseling di sekolah dalam pengertian umum adalah suatu


wadah atau badan yang mengatur segala kegiatan untuk mencapai tujuan bimbingan
secara bersama-sama.

Struktur organisasi bimbingan konseling yang harus diperhatikan yaitu menyeluruh,


sederhana, luwes dan terbuka, menjamin kerja sama, menjamin terlaksananya
pengawasan

Jenis-jenis masalah yang dihadapi oleh para siswa adalah sebagai berikut:
a. Masalah belajar
b. Masalah social
c. Masalah keluarga
d. Masalah pekerjaan
e. Masalah pribadi

Page
13

Yang termasuk kenakalan siswa atau remaja meliputi:


o Perbuatan awal pencurian meliputi perbuatan berkata bohong dan tidak jujur;
o Perkelahian antar siswa termasuk juga tawuran antar pelajar;
o Mengganggu teman;
o Memusuhi orang tua dan saudara, meliputi perbuatan berkata kasar dan tidak
hormat pada orang tua dan saudara;
o menghisap ganja, meliputi perbuatan awal dari menghisap ganja yaitu merokok;
o menonton pornografi; dan
o corat-coret tembok sekolah

Mengatasi kenakalan remaja di sekolah:


o Hindari kekerasan dalam menghadapi anak nakal
o Lakukan pendekatan secara persuasive
o Ketahui penyebab kenakalannya
o Ketahui penyebab permasalahannya
o Beri tanggung jawab
o Ciptakan kegiatan pembelajaran yang aktif dan menarik

Bimbingan pada hakekatnya merupakan upaya untuk memberikan bantuan kepada


individu atau peserta didik. Bantuan yang dimaksud adalah bantuan bersifat
psikologis. Tercapainya penyesuaian diri, perkembangan optimal dan kemandirian
merupakan tujuan yang ingin dicapai dari bimbingan.
Sejalan dengan dinamika kehidupan, kebutuhan akan bimbingan dan konseling tidak
hanya dirasakan pada lingkungan persekolahan, saat ini sedang dikembangkan pula
pelayanan bimbingan konseling dalam setting yang lebih luas, seperti dalam keluarga,
bisnis dan masyarakat luas lainnya.

3.2 SARAN

Sebagai mahasiswa calon konselor di sekolah kita perlu memahami perbedaan antara
profesi Bimbingan dan Konseling dengan profesi Kependidikan. Dalam memandang

Page
14

masalah, Bimbingan dan Konseling bertolak dari asumsi yang positif tentang
manusia. Potensi yang baik itulah yang harus dikembangkan setiap individu.

Page
15

DAFTAR PUSTAKA

http://ainamulyana.blogspot.co.id/2015/08/cara-guru-mengatasi-anak-nakal.html#

Sudarsono. 1995. Kenakalan Remaja : Jakarta : Rineka Cipta.

Depdiknas.2008. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bahan Belajar Mandiri


Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah), Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu
Pendidik dan Tenaga Kependidikan]

Page
16