Anda di halaman 1dari 12

BAB 1

MANUSIA DAN AGAMA

1.1 Pengertian Manusia


. Sebagai makhluk yang paling sempurna, Allah SWT. menjadikan mausia sebagai
khalifah di muka Bumi yang mumpung mengelola sumber daya alam yang terdapat di
muka Bumi demi kesejahteraan semua makhluk hamba Allah juga wajib beribadah
kepada-Nya.
1.2 Pengertian Agama
Agama dapat disimpulkan pengertian agama ineliputi 3 sistem penting, yaitu (1) Suatu
kepercayaan kepada Tuhan, (3) Suatu sistem penyembahan kepada Tuhan, (3) Suau
sistem yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan.
1.3 Persebaran Dan Jenis Agama Di Indonesia
Indonesia Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti
di Jawa dan Sumatera. Dalam jumlah yang lebih kecil, banyak penganut Hindu yang
berpindah ke Bali, sebagian Jawa dan Sumatera.
1.4 Peran Dan Fungsi Agama Terhadap Manusia
Diharapkan agama menjalankan fungsinya sehingga masyarakat merasa
sejahtera, aman, stabil, dan sebagainya. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan
sebagai fungsi edukatif, fungsi penyelamatan, fungsi pengawasan, fungsi memupuk
persaudaraan, dan fungsi transforatif.
1.5 Hubungan Tuhan, Manusia, Dan Agama
Quraisy Shihab mengatakan, walaupun Al-quran menegaskan bahwa nafsu berpotensi
positif dan negatif, namun diperoleh pula isyarat bahwa pada hakikatnya potensi positif
manusia lebih kuat daripada daya tarik negatifnya, hanya saja daya tarik keburukan lebih
kuat daripada daya tarik kebaikan.
Untuk menjaga kesucian nafsu ini, manusia harus selalu mendekatkan diri pada Tuhan,
dan di sinilah letaknya kebutuhan manusia terhadap agama dan dapat menghindarkan
manusia dari perilaku tak bermoral, dewasa ini.
1.6 Kewajiban Dan Tanggung Jawab Manusia Terhadap Agama
Kewajiban yang pertama adalah kewajiban manusia terhadap Allah SWT antara lain
untuk mengesakannya dan menjalakan ibadah sesuai dengan ketentuan agama Islam,
berkewajiban untuk menyeru yang makruf dan mencegah mungkar untuk memperoleh
kebahagian hidup dunia dan akhirat, dan kewajiban pribadi manusia selanjutnya adalah
terhadap sesama makhluk Allah.

BAB 2
Makna dan Karakteristik Islam

2. 1 PENGERTIAN ISLAM
Secara etimologi, kata Islam berasala dari bahasa Arab, diambil dari derivasi kata
dasar salima-yaslamu-salamatan wa salaman, yang artinya sellamat, damai, tunduk, patuh,
pasrah, menyerahkan diri, rela, puas, menerima, sejahtera dan tidak cacat. (Al-Munawwir
1984:669).
Dari ilmu morfologis, Islam diambil dari aslama-yuslimu-islaman, yang memiliki
berbagai makna, yaitu ketaatan, menyerahkan diri, dan tunduk atau patuh. Secara terminologis
atau istilah, Islam adalah agama atau peraturan-peraturan Allah SWT yang diwahyukan
kepada nabi dan rasul-Nya sebagai petunjuk bagi umat manusia agar mencapai kebahagiaan
di dunia dan di akhirat.
2.2 ISLAM AGAMA FITRAH DAN TAUHID
. Islam memiliki makna dan karakteristik keislaman, salah satunya fitrah dan tauhid. Islam
sebagai agama yang fitrah, agama yang sesuai dengan naluri, tabiat dan bawaan alam
manusia, yang dalam istilah agama disebut sifat jibilyah.



Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah
yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Ar-Rum: 30)
Islam sebagai Agama yang Tauhid seperti yang telah dijelaskan diatas, agama Islam
(Din Al-Islam) lahir untuk mengembalikan manusia pada ajaran monotheisme (keesaan
Tuhan).




Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula)
memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu,
maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim (QS, 10:106).

2.3 ISLAM AGAMA FLEKSIBEL


Dalam Islam dikenal adanya konsep azimah (tuntutan) dan rukhsah (keringanan).

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu (QS
Al-Baqarah, 2: 185)
2.4 ISLAM AGAMA KEBEBASAN DAN KEMERDEKAAN
Al-Quran sebagai kitab suci agama Islam, menjunjung tinggi kebebasan dan
kemerdekaan yang bertanggung jawab.

Tidak ada paksaan untuk memasuki agama, sesungguhnya telah jelas yang benar daripada
jalan yang salah ( QS. Al-Baqarah, 2:256)
2.5 ISLAM AGAMA KEBENARAN
Allah s.w.t. berfirman:

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang
yang ragu. (QS. al-Baqarah, 2:147)
2.6 ISLAM AGAMA UNIVERSAL
Universalitas Islam tidak bisa terlepas dari misi Islam yang ajarannya rahmatan lil
alamin (merupakan rahmat bagi alam semesta). Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran:

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai
pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada
mengetahuinya. (QS. Saba, 34:28)

2.7 ISLAM AGAMA YANG SEMPURNA

Artinya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk


kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu
jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat
dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
2.8 ISLAM BERSIFAT GRADUAL
.

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.


Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia,
tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa
yang mereka nafkahkan. Katakanlah: Yang lebih dari keperluan. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.

BAB 3
SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
Hukum-hukum yang terkandung dalam Alqur'an, meliputi : Hukum-hukum
I'tiqadiyyah, Hukum-hukum Khuluqiyyah, Hukum-hukum Amaliyah.
Kebijaksanaan Alqur'an dalam menetapkan hukum menggunakan prinsip: memberikan
kemudahan dan tidak menyulitkan, menyedikitkan tuntutan, bertahan dalam menterapkan
hukum, dan Alqur'an memberikan hukum sejalan dengan kemaslahatan manusia.

3.1 Kehujjahan Alqur'an:


Alqur'an yang diturunkan secara mutawatir, dari segi turunnya berkualitas
qath'i (pasti benar) akan tetapi, hukum-hukum yang dikandung Alqur'an ada kalanya bersifat
qath'i dan ada kalanya bersifat zdanni (relatif benar).
Sunnah secara bahasa berarti ' cara yang dibiasakan' atau ' cara yang terpuji. Sunnah lebih
umum disebut hadits. Yang membedakan antara hadist dan sunnah ialah hadits / khabar
berorientasi kepada ucapan, sedangkan sunnah berorientasi kepada perbuatan. Hubungan AlSunnah dengan Alqur'an dilihat dari sisi materi hukum yang terkandung di dalamnya sebagai
Muaqqid dan sebagai Bayan.
Macam-macam Sunnah adalah Sunnah Qauliyah, Sunnah Fi'liyah, dan Sunnah
Taqririyah.
Dilalah Al-Hadits
Hadits dibagi kepada menjadi Hadits Mutawatir dan Ahad, hadits masyhur masuk
pada pembagian hadits ahad menurut ulama jumhur.
a
b

Hadits Mutawatir
Hadist Ahad
1 Hadist masyhur
2 Hadits Shahih Hasan Hadits Dhaif
Ijtihat menurut istialah ulama Ushul berarti : Mencurahkan segenap kemampuan untuk
memperoleh hukum syara dengan jalan melakukan penelitian / kesimpulan dari Kitab
dan Sunnah.Ditinjau dari subyek yang melakukan ijtihad, maka ijtihad terbagi 2 :
a Ijtihad Fardi, yaitu ijtihad yang dilakukan secara perorangan.
b Ijtihad Jami, yaitu Ijtihad yang dilakukan oleh sekelompok orang.
Maslahah mursalah menurut ulama Usul adalah perbuatan yang bermanfaat yang telah

diperintahkan oleh Allah swt. kepada hambanya tentang pemeliharaan agamanya, jiwanya,
akalnya, keturunannya dan hartanya. Dari kepentingannya maslahah mursalah terbagi menjadi
Mashlahah Dharuriyah, dan Maslahah Hajiyah, Mashlahah Tahsiniyah
Urf secara etimologi berarti sesuatu yang dipandang baik, yang dapat diterima akal
sehat. Menurut kebanyakan ulama Urf dinamakan juga Adat sebab perkara yang telah
dikenal itu berulang kali dilakukan manusia. Dari sisi obyeknya terbagi menjadi Al-Urf alLafdhi dan
Al-Urf al-Amali. Dari sisi cakupannya terbagi menjadi Al-Urf al-Aam dan Urf al-Khash. Dari
sisi keabsahannya terbagi menjadi Al-Urf al-Shahih dan Al-Urf al-Fasid

Qiyas ialah menyamakan suatu peristiwa yang tidak ada hukumnya dalam nash kepada
kejadian yang lain Rukun Qiyas ada empat, yaitu: Al-ashl, Al-far'u, Hukum Ashl , dan 'Illah
Istihsan adalah kecenderungan seseorang pada sesuatu karena menganggapnya lebih baik,
dan ini bisa bersifat lahiriah (hissiy) ataupun maknawiah; meskipun hal itu dianggap tidak
baik oleh orang lain atau dapat diartikan dengan penangguhan hukum seseorang mujtahid dari
hukum yang jelas ( Qur'an, sunnah, Ijma' dan qiyas ) ke hukum yang samar-samar.
Ijma secara bahasa yaitu kesepakatan atau konsensus. Ada beberapa unsur yang kandung
dalam Ijma yaitu, terdapat beberapa orang mujtahid, harus ada kesepakatan di antara mereka,
kebulatan pendapat harus tampak nyata, baik dengan perbuatannya.
Saddu Dzarai yaitu jalan yang menyampaikan kepada yang dilarang, dan ini harus
dicegah atau disumbat supaya yang dilarang tidak terjadi. Contoh dari Saddu Dzarai yaitu
menebang dahan pohon yang dapat menimbulkan gangguan lalu lintas,
Syarun man qablana adalah segala apa yang diajarkan kepada kita dari hukumhukum syari yang telah disyaratkan Allah SWT bagi umat-umat dahulu melalui nabi-nabinya
yang diutus kepada umat itu seperti Nabi Ibrahim As, Nabi Musa As, dan Nabi Isya As.
BAB 4
ISLAM DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW

4.1 Potret Kehidupan Nabi di Periode Mekkah


a. Keadaan Masyarakat Sebelum Datangnya Islam

Kondisi Ekonomi Bangsa Arab


Mereka melakukan perjalanan bisnis ke Yaman pada musim dingin dan
perjalanan bisnis ke Syam pada musim panas.

Masa Fatrah (Masa terputusnya kenabian dalam jangka tertentu)


Terjadi sekitar tahun 610 SM. Di masa itulah masyarakat dunia
mengalami degradasi moral dalam kadar yang sangat tinggi.

b. Silsilah Nabi Muhammad SAW

Kelahirannya
Ia dilahirkan di Mekah pada tahun Gajah sekitar tahun 570 M/52
Sebelum Hijrah. Pada saat ayahnya meninggal beliau masih berupa janin yang
belum lahir ke dunia. Kemudian ibunya meninggal sebelum beliau genap
berusia enam tahun.

Di Bawah Pemeliharaan Kakeknya


Abdul Mutthalib adalah salah seorang pembesar Quraisy. Kakeknya
memelihara Muhammad saw. hingga dia mencapai umur delapan tahun. Di
saat itulah kakeknya meninggal dunia. Sepeninggal kakeknya, paman Abu
Thalib memeliharanya.

Di Bawah Pemeliharaan Pamannya


Abu Thalib memeliharanya sejak umur Rasulullah delapan tahun
hingga tahun kesepuluh kenabian. Tatkala umurnya telah mencapai delapan
belas tahun, bersama pamannya beliau keluar ke Syam untuk melakukan
bisnis. Saat itulah beliau dilihat oleh pendeta Bahira. Pendeta itu
memerintahkan kepada pamannya agar tidak membawanya ke Syam karena
khawatir pada kejahatan yang akan dilakukan oleh orang-orang Yahudi
atasnya.

c. Masa Awal Islam di Mekkah


. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi rasul Allah SWT terjadi pada
tanggal 17 Ramadhan 610 M, ditandai dengan turunnya wahyu Allah melalui malaikat
Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Ajaran Islam periode Mekah yang harus Rasululllah SAW ajarkan adalah
keesaan Allah, hari kiamat sebagai hari pembalasan, kesucian jiwa, dan ersaudaraan
dan persatuan

d. Masalah yang Dihadapi Rasulullah SAW


Salah satu masalah yang mendasar adalah bahwa masyarakat Arab jahiliyah,
masih sangat kuat mempertahakan tradisi dan kepercayaan mereka, yaitu menyembah
berhala. Jalan yang ditempuh oleh Rasulullah mengatasi masalah ini adalah dengan
berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan menyeru orang-orang terdekatnya untuk
masuk Islam selama 3-4 tahun.
Berdakwah secara terang-terangan mulai dilakukan pada tahun ke-4 dari
kenabian, yakni setelah diturunkannya ayat berisi perintah untuk dakwah
diselenggarakan secara terang-terangan (surah 26: 214-216).
1.2 Pembangunan Masjid, Persaudaraan Muhajirin Anshar, dan Piagam Madinah
Isi Piagam Madinah
A. Point-Point Yang Berkait Dengan Kaum Muslimin
1. Kaum mukminin yang berasal dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah),
dan yang bergabung dan berjuang bersama mereka adalah satu umat,
yang lain tidak.
2. Sesungguhnya kaum mukminin tidak boleh membiarkan orang yang
menanggung beban berat karena memiliki keluarga besar atau utang
diantara mereka (tetapi mereka harus-pent) membantunya dengan baik
dalam pembayaran tebusan atau diat.
3. Orang-orang mukmin yang bertaqwa harus menentang orang yang
zalim diantara mereka
4. Jaminan Allah itu satu. Sesungguhnya mukminin itu saling
membantu diantara mereka, tidak dengan yang lain.
5. Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kaum mukminin berhak
mendapatkan pertolongan dan santunan selama kaum Yahudi ini tidak
menzhalimi kaum muslimin dan tidak bergabung dengan musuh dalam
memerangi kaum muslimin

B. Point Yang Berkait Dengan Kaum Musyrik


o Kaum musyrik Madinah tidak boleh melindungi harta atau jiwa kaum
kafir Quraisy (Makkah) dan juga tidak boleh menghalangi kaum
muslimin darinya.
C. Point Yang Berkait Dengan Yahudi

o Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam


peperangan.
o Kaum Yahudi berkewajiban menanggung biaya perang mereka dan
kaum muslimin juga berkewajiban menanggung biaya perang mereka.
Kaum muslimin dan Yahudi harus saling membantu dalam menghadapi
orang yang memusuhi pendukung piagam ini
D. Masjid Masjid yang didirikan oleh Rasulullah adalah Masjid Quba,
Masjid Nabawi. Masjid jumat, Masjid Qiblatain, dan Masjid Al - Jin

1.3 Peperangan Mempertahankan Dakwah dan Perjanjian Hudaibiyyah


Perang
P. Badar

Lokasi & Waktu Terjadi


Alasan
Badar, 17 Romadhon, 4 tahun kedua Melanggar perjanjian

P. Uhud

Hijriyah
Uhud, 23 Maret 625

P.Khondaq
P.

Muslimin atas kekalahan P. Badar


Perbatasan Madinah, 5 Syawal Hijriah Menghambat gerakan musuh
Tahun ke-6 setelah Rasulullah hijrah Melanggar perjanjian Hudaibiyah

Hudaibiya

dari Mekah ke Madinah

saling bantu

dan melindungi oleh kaum Yahudi


Aksi balas dendam terhadap kaum

h
a. Perjanjian Hudaibiyah
Perjanjian Hudaibiyyah adalah perjanjian antara kaum Muslimin Madinah
dengan kaum musyrikin Mekah ditandatangani di lembah Hudaibiyah, pinggiran
Mekah pada tahun ke-6 setelah Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah. Perjanjian
tersebut meliputi gencatan senjata antara Mekah dengan Madinah selama 10 tahun
sedangkan status kaum Muslimin lebih kuat dari kaum Quraisy.
a. Fathu Makkah, Haji Wada, dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
a. Fathu Makkah
Fathu Makkah terjadi disebabkan adanya kabar bahwa suku Bani Bakar yang
bergabung dengan suku Quraisy berencara melakukan pembalasan kepada suku
Kuzaah yang bergabung dengan Rasulullah SAW, padahal itu melanggar perjanjian
Hudaibiyyah. Pada 17 Ramadhan 8 H, Rasulullah tiba di Mekkah. Rasulullah
memasuki Masjidil Haram lalu segera melakukan thawaf dan menghancurkan berhala
di sekitar Kabah dan di dalam Kabah. Pembebasan Makkah ini membuat penduduk
Mekkah bisa melihat kebenaran.

b. Haji Wada
Pada 10 H, Rasulullah melaksanakan ibadah haji bersama rombongan umat
Muslim.. Dalam Haji Wada, beliau menyampaikan beberapa khutbah yang berisi
larangan mengambil hak orang lain dan tidak boleh menumpahkan darah, membunuh
sesama Muslim, saling bunuh dengan tujuan balas dendam, dan melakukan hal yang
dibanggakan dan dipraktikkan oleh orang-orang di masa jahiliah (sebelum datangnya
Islam) dan berlaku baik kepada perempuan serta berpegang teguh pada al-Quran dan
Sunnah, melaksanakan rukun Islam
c. Wafatnya Rasulullah SAW
Rasulullah wafat pada usia 63 tahun, tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal 11 H.
Rasulullah meninggal berada di pangkuan Aisyah.

BAB 5
Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia
5. 1 Proses Masuknya Islam di Indonesia
Jalur masuknya Islam ke Nusantara :

Jalur Utara bermula dari daerah Mesopotamia yang waktu itu terkenal sebagai Persia.
Dari wilayah Persia, Islam menyebar ke timur melalui jalan darat Afganistan, Pakistan,
dan Gujarat, kemudian melalui laut menuju Indonesia.

Jalur Tengah yaitu

dari

bagian

barat Lembah Yordania dan

di

bagian

timur

melaluisemenanjung Arabia, khususnya Hadramaut yang menghadap langsung ke

Indonesia.
Jalur Selatan yang berpangkal di wilayah Mesir. Dari kota Kairo yang merupakan pusat
penyiaran agama Islam secara modern. Indonesia memperoleh pengaruh terutama dari
organisasi keagamaan yang disebut Muhammadiyah. Muhammadiyah merupakan gerakan
kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits dan tidak terikat kepada salah satu mazhab.

5.2 Teori Masuknya Islam di Nusantara


1.

Teori Gujarat

Menurut teori Gujarat, Islam masuk ke Indonesia melalui wilayah-wilayah di anak Benua
India seperti Gujarat, Bengali, dan Malabar. Pendapat ini didasarkan pada temuan nisan-nisan
kuburan di beberapa wilayah di Indonesia yang dibuat dan dibawa langsung dari Kota
Gujarat.
2.

Teori Persia

Teori kedua masuknya Islam di Nusantara bahwa Islam masuk melalui Persia. Hal ini terjadi
pada abad 12. Dasar pendapat ini adalah maraknya paham syiah pada awal-awal masuknya
Islam di Nusantara.
3.

Teori Arab

Teori ketiga adalah teori Arab. Berdasarkan teori Arab, Islam di Nusantara bukan berasal dari
Gujarat India atau Persia melainkan langsung dari Arab, yaitu Mekah dan Madinah pada abad
VII Masehi.
4.

Teori Cina

Teori Cina mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia (khususnya di Jawa)
berasal dari para perantau Cina. Orang Cina telah berhubungan dengan masyarakat Indonesia
jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia.

5.3 Proses Penyebaran Islam di Indonesia


1. Perdagangan
2. Pengajaran (Pendidikan)
3. Sosial
4. Dakwah

Penyebaran Islam di Nusantara, terutama di Jawa, sangat berkaitan dengan pengaruh para
wali yang kita kenal dengan sebutan wali sanga. Mereka inilah yang berperan paling besar
dalam penyebaran agama Islam melalui metode dakwah.
Adapun para wali yang berjumlah sembilan (wali sanga) itu sebagai berikut :
1.

Sunan Ampel atau Raden Rahmat, dimakamkan di Ampel (Surabaya).

2.

Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi, dimakamkan di Gresik.

3.

Sunan Giri atau Raden Paku, makamnya di Giri dekat Gresik.

4.

Sunan Drajat, putra Sunan Ampel, dimakamkan di Sidayu, Lawas.

5.

Sunan Bonang atau Makdum Ibrahim seorang putra Sunan Ampel.

6.

Sunan Kudus.

7.

Sunan Muria ,makamnya terdapat di sebelah kawah Gunung Muria.

8.

Sunan Sunan Gunung Jati

5.4 Bukti Masuknya Islam di Indonesia


Berita Cina dari Dinasti Tang, berita Jepang dari tahun 749 M, batu nisan Fatimah Binti
Maimun, di Leran (Gresik) berangka tahun 475 H (1082 M), berita marcopolo dari Venesia,
ltalia, makam Sultan Malik Ash Shaleh yang meningal pada bulan Ramadhan tahun 676 H
atau tahun 1297 M, berita dari MA-HUAN, 1416 M, Komplek Makam Tralaya, di Trowulan,
Mojokerto, berangka tahun 1300-an s/d 1600-an.