Anda di halaman 1dari 29

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
TANGERANG SELATAN

LAPORAN STUDI LAPANGAN


HASIL STUDI LAPANGAN PADA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
PADA UNIT KERJA KEPEGAWAIAN KANTOR WILAYAH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK JAKARTA UTARA
Disusun oleh:
Achmad Sobari
(131020001418)
Aminatunnaza
(131020001218)
Dede Riadi
(13102000
Hendra H. Simanjuntak
(131020001577)
Moch. Drieanto Prayogo A.
(131020001106)
Ridwan Abdurrasyid
(131020001119)
Taufik Ismail
(131020001269)
Mahasiswa Program Diploma 1 Keuangan
Spesialisasi Pajak
Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Organisasi dan Tata Kerja
Pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Profil Organisasi
A.1. Gambaran Umum
Kementerian Keuangan, disingkat Kemenkeu, (dahulu
disebut Departemen Keuangan, disingkat Depkeu) adalah
kementerian negara di lingkungan Pemerintah Indonesia
yang

mempunyai

tugas

menyelenggarakan

urusan

dibidang keuangan dan kekayaan negara untuk membantu


Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Kementerian Keuangan dipimpin oleh Menteri Keuangan
berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada
Presiden. Fungsi dari Kementerian Keuangan antara lain:
a. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaaan kebijakan
di bidang keuangan dan kekayaan Negara;
b. Pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara

yang

menjadi tanggung jawab Kementerian Keuangan;


c. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan
Kementerian Keuangan;
d. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas
pelaksanaan

urusan

Kementerian

Keuangan

di

daerah;
e. Pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional;
dan
f. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke
daerah.
2

Mengingat

bahwa

dalam

rangka

mendukung

pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen Keuangan di


wilayah

serta

untuk

meningkatkan

penyelenggaraan

pelayanan pemerintahan agar dapat berjalan lancar,


berhasil guna dan berdaya guna, perlu menetapkan
organisasi dan tata kerja instansi vertikal di lingkungan
Departemen Keuangan, maka melalui Peraturan Presiden
Nomor 95 Tahun 2006 sebagaimana diubah terakhir
dengan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2007 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan
Departemen Keuangan, pelaksanaan tugas dan fungsi
Departemen
Instansi

Keuangan

Vertikal

di

Direktorat

wilayah

dilaksanakan

Jenderal.

Adapun

oleh

instansi

vertikal di lingkungan Departemen Keuangan terdiri dari:


1. Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak;
2. Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
3. Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Negara;
4. Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.
Direktorat Jenderal Pajak adalah sebuah direktorat
jenderal di bawah Kementerian Keuangan Indonesia yang
mempunyai

tugas

merumuskan

serta

melaksanakan

kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan.


Direktorat Jenderal Pajak dipimpin oleh seorang direktur
Jenderal. Sedangkan Instansi Vertikal Direktorat Jenderal
Pajak terdiri dari :
3

1. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;


2. Kantor Pelayanan Pajak;
3. Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan.
Kantor

Wilayah

Direktorat

Jenderal

Pajak

yang

selanjutnya disebut Kantor Wilayah (Kanwil DJP) dalam


Peraturan
tentang

Menteri
Organisasi

Direktorat
terakhir

Keuangan

Jenderal

dengan

167/PMK.01/2012

dan

Tata

Pajak

Peraturan
adalah

Nomor

62/PMK.01/2009

Kerja

Instansi

sebagaimana
Menteri
instansi

Vertikal

telah

diubah

Keuangan

Nomor

vertikal

Direktorat

Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung


jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pajak. Kantor
Wilayah dipimpin oleh seorang Kepala Kantor Wilayah.
Kantor

Wilayah

koordinasi,

mempunyai

bimbingan

teknis,

tugas

melaksanakan

pengendalian,

analisis,

evaluasi, penjabaran kebijakan serta pelaksanaan tugas di


bidang perpajakan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Berdasarkan pemaparan umum di atas, maka kami
membatasi objek pengamatan yang terpusat pada Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara sebagai
salah satu instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak
dengan objek kajian utama pada subbagian Kepegawaian
dari bagian Umum Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta
Utara.
4

A.2. Deskripsi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak


Jakarta Utara
Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara yang merupakan
instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada
dibawah DJP dan bertanggung jawab langsung kepada
Direktur Jenderal Pajak dibentuk berdasarkan Peraturan
Menteri Keuangan

RI

(PMK) Nomor

167/PMK.01/2012

tanggal 06 Nopember 2012 tentang Perubahan Kedua


Peraturan Menteri Keuangan Nomor 627/PMK.01/2009
Tentang

Organisasi

dan

Tata

Kerja

Instansi

Vertikal

Direktorat Jenderal Pajak. Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara


mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi dan
pengendalian pelaksanaan tugas pokok Direktorat Jenderal
Pajak dalam wilayah kerja berdasarkan kebijaksanaan
teknis

yang

ditetapkan

Direktorat

Jenderal

Pajak.

Sedangkan fungsi yang dijalankan oleh Kanwil DJP Jakarta


Utara antara lain:
1. Pemberian bimbingan dan evaluasi pelaksanaan
tugas Direktorat Jenderal Pajak;
2. Pengamanan

rencana

kerja

dan

rencana

penerimaan dibidang perpajakan;

3. Bimbingan konsultasi dan pembinaan penggalian


potensi perpajakan serta pemberian dukungan
teknis komputer;
4. Pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data
serta penyajian informasi perpajakan;
5. Penyiapan
perpajakan,

dan

pelaksanaan

pemberian

bantuan

kerjasama
hukum

serta

bimbingan pendataan dan penilaian;


6. Bimbingan pemeriksaan dan penagihan, serta
pelaksanaan dan administrasi penyidikan;
7. Bimbingan

pelayanan

dan

penyuluhan,

serta

pelaksanaan dan administrasi penyidikan;


8. Penyelesaian keberatan dan pengurangan, serta
pelaksanaan urusan banding dan gugatan;
9. Pembetulan

surat

ketetapan

pajak

dan

pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak


yang tidak benar;
10. Pelaksanaan administrasi Kantor Wilayah.
Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara mempunyai wilayah
kerja yang meliputi seluruh Kotamadya Jakarta Utara terdiri
dari 6 (enam) Kecamatan dengan 31 (tiga puluh satu)
Kelurahan dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
yang terdiri dari 2 (dua) Kecamatan dengan 6 (enam)
Kelurahan yaitu:
6

a. Kotamadya Jakarta Utara:


1. Kecamatan
Penjaringan

meliputi

Kelurahan

Penjaringan, Kelurahan Pluit, Kelurahan Pejagalan,


Kelurahan Kapuk Muara dan Kelurahan Kamal
Muara
2. Kecamatan

Pademangan

Pademangan

Timur,

meliputi

Kelurahan

Kelurahan
Pademangan

Barat, Kelurahan Ancol


3. Kecamatan Tanjung Priok meliputi

Kelurahan

Tanjung Priok, Kelurahan Sungai Bambu, Kelurahan


Warakas, Kelurahan Papanggo, Kelurahan Kebon
Bawang, Kelurahan Sunter Jaya, Kelurahan Sunter
Agung,
4. Kecamatan

Koja

meliputi

Kelurahan

Koja,

Kelurahan Tugu Utara, Kelurahan Tugu Selatan,


Kelurahan Lagoa, Kelurahan Rawa Badak Utara
dan Kelurahan Rawa Badak Selatan.
5. Kecamatan Kelapa Gading meliputi

Kelurahan

Kelapa Gading Barat, Kelurahan Kelapa Gading


Timur dan Kelurahan Pegangsaan Dua.
6. Kecamatan Cilincing meliputi Kelurahan Cilincing,
Kelurahan

Sukapura

Kelurahan

Rorotan,

Kelurahan Marunda, Kelurahan Semper Timur,


Kelurahan Semper Barat dan Kelurahan Kalibaru.
b. Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu:
1. Kecamatan Kepulauan Seribu Utara meliputi
Kelurahan

Pulau

Harapan,

Kelurahan

Pulau

Panggang, dan Kelurahan Pulau Kelapa.


7

2. Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan meliputi


Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kelurahan Pulau
Tidung, dan Kelurahan Pulau Pari.
Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak
Nomor : 19/PJ/2007 tanggal 13 April 2007 tentang
Persiapan

Penerapan

Sistem

Administrasi

Perpajakan

Modern Pada Kantor Wilayah DJP Dan Pembentukan Kantor


Pelayanan Pajak Pratama Di Seluruh Indonesia Tahun
2008 , Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara membawahi : 1
(satu) KPP Madya dan 7 (tujuh) KPP Pratama sebagai
berikut :
1. KPP Madya Jakarta Utara
2. KPP Pratama Jakarta Penjaringan
3. KPP Pratama Jakarta Pademangan
4. KPP Pratama Jakarta Tanjung Priok
5. KPP Pratama Jakarta Koja
6. KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading
7. KPP Pratama Jakarta Pluit
8. KPP Pratama Jakarta Sunter
Kantor Pelayanan Pajak merupakan instansi vertikal
Direktorat Jenderal Pajak yang berada dibawah Kantor
Wilayah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala
Kantor Wilayah.
A.3. Visi dan Misi
8

Visi Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara mengacu kepada


Visi dari Direktorat Jenderal Pajak sesuai telah yang diatur
dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP334/PJ/2012,

yakni

Menjadi

institusi

pemerintah

penghimpun pajak negara yang terbaik di wilayah Asia


Tenggara. Visi tersebut merupakan suatu gambaran dan
tantangan keadaan masa depan Direktorat Jenderal Pajak
yang sungguh-sungguh diinginkan untuk ditransformasikan
menjadi realitas melalui komitmen dan tindakan oleh
segenap jajaran Direktorat Jenderal Pajak khususnya pada
Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara.
Dalam pernyataan visi tersebut terkandung 2 (dua)
cita-cita utama yang ingin dituju oleh Direktorat Jenderal
Pajak, khususnya oleh Kanwil DJP Jakarta Utara yaitu:
1

Menjadi

suatu

menjalankan

institusi

fungsi

pemerintah

administrasi

yang

perpajakan

modern, efektif, efisien dan dipercaya masyarakat.


Efektif dan efisien artinya bahwa DJP melakukan
pengukuran

dan

pertanggungjawaban

terhadap

sistem modern yang dijalankan tersebut. Dipercaya


oleh

masyarakat

memastikan

memiliki

masyarakat

arti

yakin

yaitu
bahwa

DJP

sistem

administrasi perpajakan memberikan manfaat yang

sebesar-besarnya kepada masyarakat, bangsa dan


negara.
2

Peran Sumber Daya Manusia diangkat melalui kata


integritas dan profesionalisme, sehingga sistem
administrasi

perpajakan

dimaksud

di

atas

dilaksanakan oleh sumber daya manusia DJP yang


berintegritas dan memiliki profesionalisme tinggi.
Kantor

Wilayah

DJP

Jakarta

Utara

mendapatkan

mandat dari DJP untuk mendukung tercapainya visi dan


misi DJP. Dalam hal ini Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara
berperan
negara

serta
dari

membantu

sektor

menghimpun

perpajakan.

penerimaan

Sedangkan

Sasaran

Strategis yang ditetapkan adalah penerimaan pajak yang


optimal.
Untuk mencapai visi tersebut, maka Kantor Wilayah
DJP Jakarta Utara

menetapkan misinya. Misi Kantor

Wilayah DJP Jakarta Utara sesuai dengan misi Direktorat


Jenderal Pajak yakni Menyelenggarakan fungsi administrasi
perpajakan
Perpajakan

dengan
secara

menerapkan
adil

dalam

Undang-Undang

rangka

membiayai

penyelenggaraan negara demi kemakmuran rakyat


Maksud misi tersebut adalah suatu pernyataan yang
menggambarkan tujuan keberadaan (eksistensi), tugas,
fungsi, peranan dan tanggung jawab Kantor Wilayah DJP
10

Jakarta Utara sebagai bagian dari Direktorat Jenderal Pajak


sebagaimana

diamanatkan

oleh

undang-undang

dan

peraturan serta kebijakan pemerintah dengan dijiwai oleh


nilai-nilai

strategis

organisasi,

harus

mampu

menyelenggarakan fungsi perpajakan yang sesuai dengan


ketentuan perundang-undangan secara adil agar tercapai
pembiayaan

negara

demi

terwujudnya

kemakmuran

rakyat.

A.4. Nilai
Guna mewujudkan visi dan misi tersebut maka Kantor
Wilayah DJP Jakarta Utara sejalan dengan langkah yang
telah ditetapkan Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian
Keuangan berpedoman pada nilai-nilai sebagai berikut :
1. Integritas artinya berpikir, berkata, berperilaku dan
bertindak dengan baik dan benar serta memegang
teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.
2. Profesionalisme artinya bekerja tuntas dan akurat atas
dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung
jawab dan komitmen yang tinggi.
3. Sinergi artinya membangun dan memastikan hubungan
kerjasama internal yang produktif serta kemitraan yang
harmonis dengan para pemangku.

11

4. Pelayanan

artinya

memberikan

layanan

yang

memenuhi kepuasan pemangku kepentingan yang


dilakukan dengan sepenuh hati, transparan, cepat,
akurat dan aman.
5. Kesempurnaan artinya senantiasa melakukan upaya
perbaikan

di

segala

bidang-untuk

menjadi

dan

memberikan yang terbaik.


A.5. Tujuan
Tujuan adalah implementasi atau penjabaran dari
pernyataan misi dan merupakan hasil akhir yang akan
dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu)
sampai dengan 5 (lima) tahun. Untuk memberikan arah
dan langkah-langkah yang akan diambil tersebut, maka
terlebih dahulu disusun suatu tujuan yang ingin dicapai
oleh Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara.
Tujuan yang ingin dicapai oleh Kantor Wilayah DJP
Jakarta

Utara

adalah

"Meningkatkan

koordinasi

dan

pengawasan diantara unit-unit kerja di lingkungan Kantor


Wilayah DJP Jakarta Utara untuk pencapaian penerimaan
pajak yang telah ditetapkan dan mewujudkan visi dan misi
Direktorat Jenderal Pajak".
A.6. Sasaran
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan atau suatu hal,
secara terukur yang akan dicapai atau dihasilkan oleh
12

instansi

pemerintah

dalam

jangka

waktu

tahunan,

semesteran, triwulanan atau bulanan. Sasaran merupakan


bagian integral dalam proses perencanaan strategis.
Berdasarkan uraian di atas Kantor Wilayah DJP Jakarta
Utara mempunyai sasaran yaitu Penerimaan Pajak yang
Optimal.
Sasaran yang ingin dicapai Kantor Wilayah DJP Jakarta
Utara adalah tercapainya rencana penerimaan pajak yang
dibebankan kepada Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara.
Sasaran ini harus SMART yaitu : spesific (spesific), dapat
dinilai

atau

diukur

(measurable),

dapat

dicapai

(anttainable), berorientasi hasil (result oriented), dan


dapat dicapai dalam waktu satu tahun atau berlaku pada
masa

sekarang

(time

bound).

Implementasi

sasaran

Direktorat Jenderal Pajak tersebut dirumuskan menjadi


sasaran kegiatan yang hendak dicapai oleh Kantor Wilayah
DJP Jakarta Utara dan Kantor Operasional dilingkungannya
dengan indikator sebagai berikut:
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara
terukur yang akan dicapai secara nyata dalam jangka
waktu tertentu. Sasaran merupakan bagian integral dalam
proses perencanaan strategis. Berdasarkan uraian di atas
Kanwil DJP Jakarta Barat mempunyai 9 (sembilan) sasaran
strategis, yaitu:
a. Penerimaan pajak negara yang optimal
b. Tingkat kepatuhan Wajib Pajak yang tinggi
13

c.

Peningkatan efektivitas, pelayanan, penyuluhan

dan humas
d. Optimalisasi pelaksanaan ekstensifikasi
e. Peningkatan efektivitas pengawasan
f. Peningkatan efektivitas penegakan hukum
g. Penataan struktur organisasi yang efektif
h. Sistem Manajemen yang handal
i. Peningkatan kapasitas lembaga
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara diatur
berdasarkan Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI (PMK)
Nomor :167/PMK.01/2012 tanggal 06 Nopember 2012 tentang
Perubahan

Kedua

Peraturan

Menteri

Keuangan

Nomor

627/PMK.01/2009 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi


Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagai berikut:
a) Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara
1. Bagian Umum, terdiri atas:
Sub Bagian Kepegawaian;
Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga;
Sub Bagian Keuangan;
Sub Bagian Bantuan Hukum dan Pelaporan;
2. Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi, terdiri atas:
Seksi Dukungan Teknis Komputer;
Seksi Bimbingan Konsultasi;
Seksi Data dan Potensi;
3. Bidang Kerjasama, Ekstensifikasi, dan Penilaian, terdiri
atas:
Seksi Bimbingan Kerjasama Perpajakan;
Seksi Bimbingan Ekstensifikasi Perpajakan;
Seksi Bimbingan Pendataan dan Penilaian;
Seksi Bimbingan Pengenaan;
4. Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak,
terdiri atas:
Seksi Bimbingan Pemeriksaan;
Seksi Administrasi Penyidikan;
Seksi Bimbingan Penagihan;
14

5. Bidang

Penyuluhan,

Pelayanan,

dan

Hubungan

Masyarakat, terdiri atas:


Seksi Bimbingan Penyuluhan;
Seksi Bimbingan Pelayanan;
Seksi Hubungan Masyarakat;
6. Bidang Pengurangan, Keberatan, dan Banding, terdiri
atas:

Seksi
Seksi
Seksi
Seksi

Pengurangan,
Pengurangan,
Pengurangan,
Pengurangan,

Keberatan,
Keberatan,
Keberatan,
Keberatan,

dan
dan
dan
dan

Banding
Banding
Banding
Banding

I;
II;
III;
IV;

Selain itu, Kanwil DJP Jakarta Utara juga membawahi 1


(satu) Kantor Pelayanan Pajak Madya dan 7 (tujuh) Kantor
Pelayanan Pajak Pratama seperti yang telah kami sebutkan di
atas.

15

Bagan Struktur Organisasi Kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara

Kantor Wilayah
DJP Jakarta Utara

Bagian Umum

Bidang Dukungan
Teknis dan
Konsultasi

Bidang Kerjasama
Ekstensifikasi dan
Penilaian

Bidang
Pemeriksaan,
Penyidikan, dan
Penagihan Pajak

Bidang
Penyuluhan,
Pelayanan, dan
Hubungan
Masyarakat

Bidang Keberatan
dan Banding

Subbag
Kepegawaian

Seksi Data dan


Potensi

Seksi Kerja Sama


Perpajakan

Seksi Bimbingan
Pemeriksaan

Seksi Bimbingan
Penyuluhan

Seksi Keberatan
dan Banding I

Subbag
Keuangan
Keuangan

Seksi Bimbingan
Konsultasi

Seksi Bimbingan
Ekstensifikasi
Perpajakan

Seksi
Administrasi
Penyidikan

Seksi Bimbingan
Pelayanan

Seksi Keberatan
dan Banding II

Subbag Bantuan
Hukum dan
Pelaporan

Seksi Dukungan
Teknis dan
Komputer

Seksi Bimbingan
Pendataan dan
Penilaian

Seksi Bimbingan
Penagihan

Seksi Hubungan
Mayarakat

Seksi Keberatan
dan Banding III

Subbag Tata
Usaha dan
Rumah Tangga

Seksi Bimbingan
Pengenaan

Kelompok
Fungsional

KPP
Madya
dan
KPP

Seksi Keberatan
dan Banding IV

Keterangan :
Instansi Vertikal dari Kanwil DJP Jakarta
Objek Kajian Utama Dalam Pembahasan
=

16

BAB II
PEMBAHASAN

A. Uraian Jabatan dan Kondisi di Lapangan


Objek kajian utama dari pengamatan kami ialah pada
subbagian kepegawaian dari unit bagian Umum Kantor
Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara. Pengamatan
dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Juni 2014 bertempat di
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara, Jalan
Gatot Subroto 40-42, Gedung utama DJP Lt. 26. Pejabat yang
ditemui antara lain:
1) Kasubbag Kepegawaian
: Subechan
2) Kasubbag Tata Usaha dan Rumah Tangga
: Endang
3) Pegawai dari subbagian Kepegawaian
: Siwi dan Sri
Wahyuni
Bagian pertama yang kami kunjungi ialah Bagian
Umum.

Bagian

Umum

mempunyai

tugas

melaksanakan

urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha, rumah tangga,


dan bantuan hukum.
Dalam
melaksanakan

tugasnya

menyelenggarakan fungsi :
a. pelaksanaan urusan kepegawaian

Bagian
dan

Umum

pemantauan

penerapan kode etik;


b. pelaksanaan urusan keuangan;
c. pelaksanaan urusan bantuan hukum;
d. pelaksanaan penyusunan rencana strategik dan laporan
akuntabilitas;
e. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan;
f. pelaksanaan urusan tata usaha dan penyusunan laporan.
Bagian Umum dari Kanwil DJP Jakarta Utara terdiri dari:
16

1. Subbagian

kepegawaian;

melakukan

urusan

penerapan

kode

yang

mempunyai

kepegawaian
etik,

serta

dan

tugas

pemantauan

administrasi

Jabatan

Fungsional. Kepala Subbagian Kepegawaian Kanwil DJP


Jakarta Utara dijabat oleh Bapak Subechan (pejabat
eselon IV) yang mempunyai 5 (lima) pegawai;
2. Subbagian keuangan; yang mempunyai tugas melakukan
urusan keuangan. Kepala Subbagian Keuangan Kanwil DJP
Jakarta

Utara

dijabat

oleh

Bapak

mempunyai 4 (empat) pegawai;


3. Subbagian bantuan hukum dan

Sharranto

yang

pelaporan;

yang

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan


pelaksanaan administrasi bantuan hukum atas kasus
yang diproses pada Peradilan Umum dan Tata Usaha
Negara,

penyusunan

laporan,

penyiapan

bahan

penyusunan rencana strategik, dan laporan akuntabilitas.


Kepala Subbagian Bantuan Hukum dan Pelaporan Kanwil
DJP

Jakarta

Utara

dijabat

oleh

Bapak

Cahyonandi

Wardhono yang mempunyai 3 (tiga) pegawai;


4. Subbagian tata usaha dan rumah tangga;

yang

mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga, tata


usaha,

kesejahteraan,

dan

perlengkapan.

Kepala

Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga dijabat oleh Ibu


Endang yang mempunyai 6 (enam) pegawai.

17

Bagan Struktur Organisasi Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Utara.


Kepala Kanwil
DJP Jakarta
Utara

Singal
Sihombing

Kepala Bagian
Umum

Plt.
(Bambang)

Kasubbag
Kepegawaian

Subechan

5 Pegawai

Kasubbag
Keuangan

Sharranto

4 Pegawai

Kasubbag Tata
Usaha dan
Rumah Tangga

Endang

6 Pegawai

Kasubbag
Bantuan
Hukum dan
Pelaporan
Cahyonandi
W.

3 Pegawai

Bagian Umum dipimpin oleh seorang kepala bagian. Di


Kanwil DJP Jakarta Utara, Bagian umum dipimpin oleh seorang
pejabat eselon III. Namun ketika kami berkunjung, ternyata
pejabat definitif tidak ada karena sudah pensiun dan belum
ada pejabat baru yang ditunjuk dari Kantor Pusat untuk
menempati jabatan sebagai Kepala Bagian Umum Kanwil
Jakarta Utara. Oleh karena itu, di Bagian Umum untuk
sementara waktu ditempatkan Pejabat Plt (Pelaksana Tugas)
sebagai pejabat pengganti. Pejabat pengganti ini berasal dari
kabag/kabid lain yang sejajar (artinya sesama unit eselon III).
Dalam hal ini Posisi Kepala Bagian Umum dirangkap untuk
sementara waktu oleh Pak Bambang yang juga menjabat

18

sebagai

Kepala

Bidang

Kerjasama,

Ekstensifikasi,

dan

Penilaian.
Uraian tugas dan kegiatan dari Kepala Bagian Umum
antara lain:
1. Menyetujui rencana kerja Bagian Umum sebagai bahan
penyusunan rencana kerja Kantor Wilayah;
2. Mengarahkan penyusunan rencana strategik
Wilayah;
3. Mengarahkan

urusan

tata

persuratan,

Kantor

ekspedisi,

dan

kearsipan Kantor Wilayah untuk menunjang kelancaran


tugas penatausahaan;
4. Mengarahkan pemberian bantuan hukum di lingkungan
Kantor Wilayah;
5. Mengarahkan pelaksanaan urusan kepegawaian dalam
wilayah wewenang Kantor Wilayah untuk mencapai tertib
administrasi kepegawaian;
6. Melaksanakan pemantauan penerapan Kode Etik Pegawai
di lingkungan Kantor Wilayah;
7. Mengarahkan pengelolaan keuangan Kantor Wilayah untuk
kelancaran dan ketertiban administrasi keuangan;
8. Mengarahkan pelaksanaan urusan administrasi penggajian,
TKPKN dan IPK pegawai di lingkungan Kantor Wilayah;
9. Mengarahkan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah
tangga untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas
Kantor Wilayah;
10. Mengarahkan pengelolaan arsip pada bidang-bidang di
lingkungan Kantor Wilayah sesuai dengan pedoman yang
berlaku;
11. Mengarahkan penyelenggaraan perpustakaan Kantor
Wilayah;
19

12.

Menyetujui penyusunan laporan berkala Bagian Umum

sebagai

bahan

Wilayah;
13. Menyetujui

penyusunan
konsep

tindak

laporan
lanjut

berkala

Kantor

Laporan

Hasil

Pemeriksaan (LHP) dari instansi pengawasan fungsional;


14. Menyetujui penyusunan konsep Laporan Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kantor Wilayah.;
15. Mengarahan penyusunan konsep Surat Keputusan
Pemberhentian Pembayaran (SKPP) Gaji, TKPKN Kantor
Wilayah bila ada pegawai yang dipindahkan dan yang akan
pensiun.
Berdasarkan pengamatan lapangan yang kami peroleh,
agenda Pengawasan Laporan Bulanan (pada bulan Juni 2014)
dari Bagian Umum antara lain:
a. Subbagian Kepegawaian
Laporan bulanan ketertiban dan Disiplin Pegawai
diserahkan ke Setditjen (u.p Bagian Kepegawaian).
Laporan Daftar Urut Kepangkatan Pegawai
diserahkan ke Setditjen (u.p Bagian Kepegawaian).
b. Subbagian Keuangan
Laporan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak
diserahkan ke Setditjen (u.p Bagian Keuangan).
Laporan Perbandingan Pagu Realisasi DIPA per
program diserahkan ke Setditjen (u.p Bagian
Keuangan).
Permintaan

Dropping

TKPKN

diserahkan

ke

Setditjen (u.p Bagian Keuangan).

20

Laporan pertanggungjawaban Pengelolaan TKPKN


dan Daftar Pembayaran TKPKN diserahkan ke
Setditjen (u.p Bagian Keuangan).
Data Perhitungan Anggaran diserahkan
Setditjen (u.p Bagian Keuangan).
Laporan
Triwulanan
Pelaksanaan

ke

Kegiatan

diserahkan ke Setditjen (u.p Bagian Keuangan).


Laporan Keuangan diserahkan ke Setditjen (u.p
Bagian Keuangan).
c. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga
Laporan Kompilasi Pelaksanaan Belanja Modal
diserahkan ke Sekjen (u.p Biro Perlengkapan).
Laporan Persediaan Pembantu Pengguna Barang
Wilayah

diserahkan

ke

Sekjen

(u.p

Biro

Perlengkapan).
Laporan Semester I Sistem Akuntansi Barang Milik
Negara (SABMN), diserahkan ke Setditjen (u.p
Bagian Perlengkapan).
d. Subbagian Bantuan Hukum dan Pelaporan
Laporan Pemenuhan Panggilan dan Penyelesaian
Perkara

diserahkan

ke

Dit.

PP2

(c.q.

Subdit

Bantuan Hukum).
Laporan Evaluasi Renstra DJP diserahkan ke Dit
KISDA (Subdit Transformasi Organisasi).
Laporan Inventarisasi Permasalahan, Pelaksanaan
Tugas/ Pekerjaan diserahkan ke Dit KISDA (Subdit
Transformasi Organisasi).
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP), diserahkan ke Setditjen (u.p Organta).

21

Dari data Pengawasan Laporan Bulanan Bagian Umum di


atas, kami dapat mengetahui peranan dari Kantor Wilayah
yakni

Kantor

Wilayah

mengkompilasi/menyusun

laporan

terkait untuk dilaporkan ke kantor pusat. Artinya Kanwil


sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak memiliki
peranan signifikan dalam proses bisnis Kantor Pusat.
Kemudian fokus kami beralih ke objek utama yakni
Subbagian Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian Kanwil DJP
Jakarta Utara dipimpin oleh Kepala Subbagian bernama Bapak
Subechan.

Untuk

Kepegawaian,

menduduki

minimal

posisi

memiliki

Kepala

Subbagian

pangkat

golongan

Penata./III/c, Mengikuti pendidikan formal Strata 1, mengikuti


diklat/Kursus Diklatpim Tk.IV dan DPT III Perpajakan. Tugas
dari

seorang

memastikan

Kepala

Subbagian

penyelenggaraan

Kepegawaian

urusan

kepegawaian

ialah
dan

pemantauan kode etik, serta administrasi Jabatan Fungsional


Kantor Wilayah sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi
terwujudnya penyelenggaraan urusan kepegawaian untuk
mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Kantor Wilayah
berdasarkan

ketentuan

yang

berlaku.

Kepala

Subbagian

Kepegawaian seharusnya memiliki 6 pegawai berdasarkan


uraian jabatan Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara, yakni:
1. Penelaah Bahan Telaahan Tingkat 1
2. Penelaah Bahan Telaahan Tingkat II
3. Pemroses Bahan Telaahan Tingkat 1
22

4. Pemroses Bahan Telaahan Tingkat II


5. Penyaji Bahan Telaahan Tingkat 1
6. Penyaji Bahan Telaahan Tingkat II
Namun di Subbagian Kepegawaian hanya memiliki 5
pegawai, artinya ada 1 posisi pegawai/pelaksana yang kosong
dan belum diisi. Adapun Uraian Tugas dan Kegiatan dari
Kepala Subbagian Kepegawaian antara lain:
1. Menyusun konsep Rencana Strategis, Rencana Kerja
Tahunan, Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kantor Wilayah
sebagai bahan masukan untuk penyusunan Renstra,
RKT, PK, dan LAKIP DJP;
2. Mengelola
penyusunan
pengangkatan

Calon

konsep

Pegawai

Negeri

surat

usulan

Sipil

menjadi

Pegawai Negeri Sipil dan kenaikan pangkat pegawai


sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
3. Mengelola penyusunan konsep surat usulan kenaikan
pangkat di lingkungan Kantor Wilayah sesuai dengan
ketentuan yang berlaku;
4. Mengelola penyusunan konsep surat usulan Kenaikan
Gaji Berkala pegawai, sesuai dengan peraturan yang
berlaku;
5. Menyusun konsep surat usulan calon peserta diklat agar
pegawai

memperoleh

melaksanakan

tugas

keterampilan

kedinasan

sesuai

dalam
dengan

kebutuhan organisasi;
6. Mengelola penyusunan Daftar Urut Kepangkatan (DUK),
sesuai dengan peraturan yang berlaku sebagai bahan
23

pertimbangan

pimpinan

dalam

rangka

administrasi kepegawaian;
7. Mengelola pelaksanaan pemrosesan

pelayanan

izin

cuti

dan

masalah lainnya yang berkaitan dengan cuti, sesuai


dengan

peraturan

yang

berlaku

agar

kepentingan

pegawai dalam memperoleh haknya dapat dipenuhi;


8. Mengelola
pemrosesan
usulan
mutasi
Account
Representative,
berdasarkan

Pejabat

Fungsional,

dan

pimpinan

dalam

petunjuk

pelaksana
rangka

pembinaan karier pegawai;


9. Mengelola pemrosesan usulan penetapan pembagian
Wajib Pajak untuk Account Representative dan Pejabat
Eselon IV;
10.
Mengelola

pemantauan

penerapan

kode

etik

pegawai sesuai ketentuan yang berlaku;


11.
Mengelola pemrosesan usulan hukuman disiplin
pegawai dan kepegawaian lainnya sesuai ketentuan
yang berlaku;
12.
Mengelola pemrosesan surat keberatan pegawai
yang

terkena

kepegawaian

hukuman

lainnya

disiplin

berdasarkan

dan

hukuman

ketentuan

yang

berlaku;
13.
Mengelola penyampaian DPCP kepada pegawai
yang akan mencapai masa pensiun untuk melengkapi
data kepegawaian terakhir;
14.
Mengelola
pemrosesan

usulan/permohonan

pensiun/pemberhentian pegawai sesuai ketentuan yang


berlaku;
24

15.

Mengelola permohonan pindah pegawai sesuai

ketentuan yang berlaku;


16.
Mengelola pemantauan

dan

evaluasi

laporan

ketertiban pegawai dan laporan kepegawaian lainnya


pada Kantor Pelayanan Pajak;
17.
Mengelola penyelenggaraan

penataan

berkas

kepegawaian (dosier) surat atau dokumen di lingkungan


Kantor

Wilayah

untuk

memudahkan

penelusuran

kembali;
18.
Mengelola penyelenggaraan absensi/daftar hadir
pegawai pada Kantor Wilayah dalam rangka membina
ketertiban/kedisiplinan pegawai;
19.
Mengelola
permohonan

izin

dan

laporan

melanjutkan sekolah di luar kedinasan sesuai dengan


ketentuan yang berlaku;
20.
Mengelola penyelenggaraan

pengelolaan

LP2P, dan KP4 sesuai ketentuan yang berlaku;


21.
Mengelola pemrosesan permohonan

DP3,

menjadi

peserta Askes/Taspen;
22.
Mengelola pemrosesan permohonan izin menjadi
anggota Parpol, permohonan Kartu Istri/Kartu Suami
(Karis/Karsu), Karpeg dan lain-lain mutasi keluarga
pegawai;
23.
Memastikan penyelenggaraan upacara pelantikan,
sumpah jabatan dan serah terima jabatan serta sumpah
PNS di lingkungan Kantor Wilayah;

25

24.

Mengelola penyusunan konsep surat usulan Calon

Penerima Satyalancana Karya Satya dan penghargaan


lainnya;
25.
Mengelola

penyusunan

dan

penyajian

data

penilaian angka kredit bagi tenaga fungsional dalam


rangka pembinaan karier pegawai;
26.
Mengelola
penyelenggaraan
persuratan

pada

Subbagian

tata

usaha

Kepegawaian

untuk

menunjang tertib administrasi surat masuk dan surat


keluar;
27.
Menyusun konsep tindak lanjut Laporan Hasil
Pemeriksaan (LHP) dari instansi pengawasan fungsional;
28.
Membimbing
pegawai
untuk
meningkatkan
efisiensi,

produktivitas,

dan

profesionalisme

di

Subbagian Kepegawaian;
29.
Mengelola penyusunan laporan berkala Subbagian
Kepegawaian

sebagai

bahan

berkala Bagian Umum;


30.
Menyusun
usulan

penyusunan

laporan

pengembangan

atau

penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP) di


Kanwil yang berorientasi pada penjaminan mutu;
31.
Menyusun
Laporan
Kegiatan
Subbagian
Kepegawaian sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan
tugas.
Dalam

hal

hubungan

kerja,

Kepala

Subbagian

Kepegawaian berhubungan dengan Kepala Bagian Umum


dalam

hal

mengajukan

menerima

tugas,

saran,

pendapat

petunjuk,
dan

pengarahan

telaahan

dan

mengenai
26

pelaksanaan

tugas

Subbagian

Kepegawaian.

Kepala

Subbagian Kepegawaian juga berhubungan dengan Para


Kepala Subbagian di lingkungan Bagian Umum dalam hal
koordinasi tugas. Juga dalam hal meminta data kepegawaian,
Kepala Subbagian Kepegawaian berhubungan dengan Para
pejabat/pegawai dalam lingkungan Kantor Wilayah, dan dalam
hal memberikan tugas dan pengarahan, menerima usul, saran
dan

pendapat

mengenai

pelaksanaan

tugas,

Kepala

Subbagian Kepegawaian berhubungan dengan Pelaksana pada


Subbagian Kepegawaian.
Dimensi Jabatan dari Kepala Subbagian Kepegawaian
berorientasi dalam masalah Sumber Daya Manusia. Kepala
Subbagian Kepegawaian mempunyai wewenang:
Mengajukan usul rencana kerja Subbagian Kepegawaian
Mengajukan usul, saran dan pendapat mengenai
pelaksanaan tugas
Menyetujui konsep

surat-surat

yang

berhubungan

dengan kepegawaian
Meminta kelengkapan data kepegawaian
Menjaga kerahasiaan data kepegawaian
Mengajukan usul mutasi Account Representative,
Pejabat Fungsional, dan Pelaksana di lingkungan Kantor
Wilayah
Menyusun
Pelayanan

konsep
Pajak

surat
atas

tegoran

kepada

keterlambatan

Kantor

penyampaian

laporan kepegawaian
Mengajukan usulan pemeriksaan atas pelanggaran Kode
Etik
27

Mengusulkan mutasi kepegawaian


Mengusulkan hukuman disiplin kepada pegawai yang
melanggar ketentuan
Menegakkan disiplin pegawai
Membimbing dan memberikan pengarahan pelaksanaan
tugas kepada pegawai
Masalah dan tantangan

yang

dihadapi

Subbagian

Kepegawaian saat ini ialah dituntut untuk dapat menguasai


tugas pokok dan fungsi serta peraturan perundangan yang
terkait

dan

perkembangan

teknologi,

sehingga

dapat

dihasilkan output yang optimal sesuai dengan ketentuan yang


berlaku dalam tugasnya. Untuk mengatasi hal ini maka
berdasarkan

Surat

Edaran

Direktorat

Jenderal

Pajak

No.59/PJ.1/UP.50/2003 Tentang Pemutakhiran Data Pegawai,


mulai

diimplementasikan

Sistem

Informasi

Kepegawaian

(SIPEG) yaitu suatu sistem dimana data semua pegawai DJP


disimpan, diolah, dan disajikan secara komputerisasi sehingga
informasi yang dihasilkan dapat diakses secara langsung oleh
setiap pegawai DJP. Dalam bidang Kepegawaian DJP Sistem
tersebut terealisasi dalam bentuk SIKKA (Sistem Informasi
Keuangan, Kepegawaian, dan Aktiva) dengan tujuan utama
SIKKA ialah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas tata
kelola SDM melalui otomatisasi proses-proses bisnis di bidang
kepegawaian.
B. Budaya Organisasi di Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara

28