Anda di halaman 1dari 2

BAB 3

PERANCANGAN PROGRAM
Seperti yang sudah dijelaskan pada landasan teori mengenai teori-teori artificial
neural networks, travelling salesman problem (TSP) dan kohonen self-organizing
map (SOM), suatu system neural networks terdiri dari neuron-neuron yang saling
terhubung satu sama lain. Dengan perancangan menggunakan metode SOM,
neuron-neuron tersebut dibuat agar saling bersaing satu sama lain untuk mencapai
kondisi menang, kemudian neuron yang mencapai kondisi menang akan
memperbaiki dirinya sendiri (mendekati nilai input), kemudian neuron-neuron yang
mendekati kondisi menang akan memperbaiki dirinya sendiri juga (tetapi mendekati
neuron yang menang). Pada bab ini akan membahas gambaran permasalahan,
gambaran pemecahan masalah dan perancangan program aplikasi yang akan
ditampilkan dalam bentuk STD, perancangan layarnya, pseudocode yang dalam
bentuk modul-modul.
3.1 gambaran umum permasalahannya
Pada perancangan program aplikasi ini digunakan beberapa contoh kasus yaitu
untuk mencari rute terpendek dari 10 kota yang di input secara random, dimana
setiap kota terhubung dengan kota lainnya secara langsung. Permasalahan dalam
mencari rute terpendek di dalam TSP ada 2 macam, yaitu symmetric TSP atau biasa
disebut dengan asymmetric TSP. jumlah kombinasi perjalanan yang dihasilkan untuk
kasus asymmetric TSP adalah (n-1)! Pada kasus symmetric TSP, jumlah kombinasi
perjalanannya adalah setengah dari jumlah kombinasi perjalanan asymmetric TSP
yaitu (n-1)!/2 untuk n > 3. Untuk memecahkan masalah TSP dalam pencarian rute
terpendek diperlukan suatu algoritma yang dapat mengurangi pengecekan
terhadap semua kombinasi yang mungkin. Perancangan program aplikasi ini dapat
digunakan untuk menentukan tour TSP terpendek di mana setiap node-nya memiliki
edge yang menghubungkan node yang sat dengan yang lainnya, dan posisi masingmasing node di input secara random oleh computer.
3.2 gambaran pemecahan masalah
Pada skripsi ini pembahasan difokuskan pada pemecahan masalah untuk symmetric
TSP atau selanjutnya disebut TSP. untuk mencari rute terpendek penyelesaian TSP
ini akan digunakan kohonen self-organizing map. Pemilihan kohonen self-organizing
map sebagai metode yang digunakan didasarkan pada beberapa pertimbangan
sebagai berikut:
a. SOM tidak memerlukan keluaran pembanding dalam proses pelatihannya
(unsupervised), sehingga menghasilkan proses yang sederhana dan efisien.
Hal ini sangat dibutuhkan untuk aplikasi yang bersifat real time.
b. SOM secara otomatis menentukan kelompok tanpa perlu campur tangan dari
luar (self-organizing) dan dapat mengklasifikasikan data yang tidak lengkap
c. SOM mempunyai kecepatan komputasi yang tinggi dibandingkan dengan
teknik lain.

Sedangkan keunggulan SOM secara khusus yang diungkapkan oleh S.A shumsky
antara lain: SOM mampu membuat data berdimensi banyak dari basis data untuk
dapat ditampilkan dalam suatu bentuk dua dimensi yang lebih mudah dimengerti,
sehingga mempermudah pengguna untuk menggunakannya.

3.1 perancangan program aplikasi


3.3.1 penerapan kohonen self-organizing map
Penerapan kohonen self-organizing map untuk menyelesaikan permasalahan diatas
dapat digambarkan sebagai berikut: