Anda di halaman 1dari 5

SISTEM KEMUDI SEPEDA MOTOR

Sistem kemudi berfungsi untuk membengkokkan


roda depan ke kiri dan ke kanan dengan cara
mempergunakan tenaga tangan melalui batang
kemudi (stang) yang diteruskan ke garpu depan
(front fork)

Dari penjelasan kedua ukuran tersebut dapat


disimpulkan bahwa lebih besar sudut casternya,
maka lebih kecil jarak trailnya.
Caster dan trail harus diperhitungkan secara
tepat, karena berhubungan erat sekali terhadap
pengaruh kestabilan system kemudi dari sepeda
motor.

Kelengkapan kemudi berfungsi sebagai pengarah


jalan kendaraan. Selain penampilan pendeknya
stang kemudi merupakan unsure lain yang harus
diperhitungkan.
Batang kemudi yang panjang akan ringan
digerakkan, namun kendaraan menjadi kurang
lincah. Sebaliknya batang kemudi yang pendek
membuat gerakan kendaraan menjadi lincah,
namun berat untuk dikendalikan.

D. Sistem rem sepeda motor

CASTER DAN TRIAL

Gambar : 19. Prinsip pengereman

a. Fungsi
Sistem rem pada sepeda motor berfungsi untuk
mengurangi kecepatan laju sepeda motor dan
menghentikannya. Prinsip sistem pengereman
adalah merubah energi kinetik menjadi energi
panas dalam bentuk gesekan.

b. Macam-macam rem
1) Rem tromol

CASTER
Adalah sudut kemiringan dari poros kemudi
dalam satuan derajad. Dengan menarik garis
sejajar poros kemudi, maka akan didapat suatu
sudut yang dihitung dari garis yang mendatar
(horizontal).
Dengan sudut caster yang kecil berarti
memperpanjang jarak trail. Dalam hal ini
pengendalian sepeda motor terasa baik untuk
jalan yang lurus dengan kecepatan tinggi.
Tetapi pada kecepatan rendah, pengendalian
terasa berat dan kurang enak untuk tikungmenikung.
TRAIL
Adalah jarak antara titik potong/dari garis melalui
poros kemudi dengan jalan mendatar (horizontal),
ke titik tumpu ban depan diatas jalan.

Gambar : 20. Rem tromol


138
Nama komponen rem tromol
1. Tromol
2. Kampas Rem
3. Bubungan Rem
4. Sepatu Rem
5. Pegas Pengembali
6. Anchor-Pin
2) Rem cakram
2) Rem cakram

Gambar : 23. Cara kerja rem tromol

Gambar :21. Rem cakram


Nama komponen rem cakram
1. Kaliper
2. Pegas Penahan
3. Cakram (Piringan)
4. Balok rem (Pad)
5. Sil karet
6. Piston
7. Baut nipel

Apabila handle rem ditarik, maka kabel rem akan


menarik tuas pada bubungan rem, sehingga
bubungan rem akan bergerak berputar menekan
sisi ujung kedua kanvas rem. Pada saat sisi ujung
kanvas rem tertekan bubungan rem, maka
kanvas rem akan menggesek tromol rem,
akibatnya putaran tromol akan dihambar oleh
gesekan kanvas rem. Pada sistem rem hirolis,
pengereman terjadi apabila handle rem ditarik,
maka piston rem pada handle rem akan menekan
minyak rem dan tekanan minyak rem diteruskan
ke silinder roda yang terdapat pada kaliper. Pada
saat minyak rem menekan piston pada silinder
rem, maka piston akan mendorong pad (kanvas
rem) untuk menjepit cakram, sehingga terjadi
pengereman akibat putaran cakram (piringan)
tertahan oleh gesekan pad. Cara kerja rem
cakram dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Rem cakram dilengkapi dengan kaliper yang


berfungsi sebagai dudukan/tempat piston dan pad
rem. Kaliper pada rem cakram ada dua jenis
yaitu, kaliper tetap (gambar 22 A) dan kaliper
luncur (gambar 22 B).

(A)

(B)
Gambar : 22. Kaliper

c. Sistem penggerak rem


Sistem
penggerak
rem
berfungsi
untuk
mengendalikan pengereman, melalui mekanisme
tuas atau handle pengereman. Sistem penggerak
rem pada sepeda motor dilakukan oleh tangan
atau kaki pengendara. Sistem penggerak rem
terdiri dari dua macam, yaitu sistem mekanis dan
sistem hidrolis. Sistem mekanis menggunakan
kabel baja yang dihubungkan dari handle rem
tangan ke bubungan rem di dalam tromol rem
atau ke tuas rem cakram apabila menggunakan
rem cakram. Cara kerja system pengereman
mekanis pada rem tromol dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.

Gambar : 24. Cara kerja rem cakram


114411
5.Melakukan perawatan sistem rem
kemudi

dan

a. Keausan Kampas Rem


1) Drum brake/rem tromol.
Jika tanda panah pada brake panel telah
menunjukan pada tanda "D" pada saat rem
bekerja. Bukalah brake panel dari roda, dan
periksalah kampas rem dari keausan. (lihat
gambar disamping).
Periksa juga dari terjadinya keausan pada brake
drum (tromol) setiap kali membuka bake panel
dari roda. Jika tromol menunjukkan tanda-tanda
retak atau terjadi karat yang parah, tidak perlu
dibersihkan dengan kain lap atau amplas,
pastikan untuk menggantikannya dengan yang
baru.

(A)

(B)

2) Disk brake / rem cakram.


Gantilah kampas rem, apabila tanda batas
keausaan sudah mencapai garisnya. Tanda batas
keausan dapat terlihat secara jelas yang terletak
pada bagian ujung dan kampas rem, biasanya
berupa garis berwarna merah. (lihat gambar
disamping).

Gambar 24
Pemeriksaan adanya udara pada Sistem Rem
hidrolik. Pada rem hydrolik apabila handle rem
ditekan dan terasa tanpa adanya tekanan balik,
ini berarti terdapat udara didalam sistem hidrolik.
keluarkan segera udara tersebut melalui saluran
buangan udara yang bersih dibawah caliper.
b. Penyetelan Jarak main Bebas (Free Play).
Pada sistim rem mekanis, penyetelan jarak main
handle rem tangan maupun pedal rem kaki dapat
dilakukan sbb :

1) Rem Tangan
Penyetelan utama dilakukan pada brake panel
dengan cara melonggarkan lock nut dan memutar
adjuster sesuai jarak main handle rem.
Penyetelan berikutnya, adalah pada stang stir,
dengan cara yang sama. Jarak Main Bebas : 10
20 mm.

1.
2.
3.
4.

2) Rem Belakang
Lakukan penyetelon pada brake panel belakang
dengan cara memular adjuster nutsesuai free
play dari pedal rem. Jarak Main Bebas:20 30 mm.
Pastikan posisi adjuster nut berada pada pin
sesuai dudukannya, setelah free play pada brake
pedal sudah didapatkan. Setelah selesai
penyetelan, jangan lupa periksa juga:
Kencangkan adjuster lock nut pada rem depan
maupun belakang.
Kekencangan Brake Rod pin.
Kekencangan mur Broke arm,
Kekencangan baut-baut pengikat capiler pada
rem disk.

Periksa fungsi pengereman pada saat kendaraan


dikendalikan.
144
c. Minyak Rem
Periksalah kondisi permukaan minyak rem dan
endapan kebacoran yang terjadi pada sistim rem
hidrolik. Jika terjadi kebocoran pada bagianbagian dari sistim rem ini, lakukanlah perbaikan
dan ganti parts bilamana perlu. Periksalah juga
bagian-bagain pipa rem, sambungan pipa rem
dari kerusakan, atau kekendoran pengikatan dan
pastikan bahwa pipa rem hidrolik bersentuhan
dengan benda-benda yang bergerak pada saat
suspensi depan bekerja, atau terdengar suarasuara yang tidak wajar saat kendaraan berjalan.
Sebelum membuka tutup wadah minyak rem,
letakan/putar stang stir pada posisi permukaaan
minyak rem mendatar dan rata. Sebelum
memperbaiki sistim ini, hamparkan koain lap pada
benda-benda yang mudah rusak apabila terkena
minyak rem. Gunakan minyak rem yang sejenis
untuk, menambah atai mengganti minyak rem.
114455
Apabila minyak rem di dalam wadah berkurang,
tambahkan dengan cara membuka tutup dan
diafragma pada wadah, kemudian isi sampai
mencapai batas UPPER LEVEL. Periksa juga
kampas rem dari keausan. Apabila kampas rem
aus ketinggian minyak rem akan turun, ini
dikarenakan minyak rem menekan piston caliper
yang maju menekan kampas rem. Jika kampas
rem tidak terjadi keausan, akan tetapi ketinggian
minyak rem turun, periksalah dari terjadinya
kebocoran.
d. Stang Kemudi
Letakan posisi sepeda motor padakeadaan roda
depan terlelak pada lantai, kemudian putar slang
kernudi dengan gerakan yang agak lambat dan
pastikan bahwa gerakan tersebut lancer tanpa
hambatan. Apabila gerakan1terasa tidak lancar
dan agak berat,
lakukan pemeriksaan pada :
1. Kabel atau wireless dari adanyaa gangguan
terhadap pergerakan stang kemudi.
2. Kerusakan atau keausan bering stang
kemudi.Keseimbangan pada roda depan yang
mempengaruhi stang kemudi
3. Kebengkokan terhadap bagian-bagian suspensi
depan dan rangka bagian depan.
Jika stang kemudi menunjukan goncangan yang
kuat pada pengendaraan dengan kondisi normal.
Periksa bagian - bagian sbb:
1. Roda depan dari kelancaran putaran.
2 2. Ssistem dari terjadinya kelonggaran,
3. Steer ing mounting dari terjadinya kelonggaran.
Atau pemeriksa dan stel steering head bearing
dengan memutar steering bearing adjuster nut
Bagian-bagian Roda (wheel) Sepeda
Motor
Pada sepeda motor roda berfungsi untuk menopang
berat motor dan pengendara, menyalurkan daya
dorong, pengereman, daya stir pada jalan.. Disaat yang
sama roda juga menyerap tekanan/kejutan dari
permukaan jalan Pada sepeda motor roda berfungsi

untuk menopang berat motor dan pengendara pada area


yang kecil dimana permukaan ban menyentuh
permukaan jalan, menyalurkan daya dorong,
pengereman, daya stir pada jalan. Untuk itu roda harus
bersifat kuat, kaku/rigit dan ringan. Ada tiga bagian
roda pada sepeda motor, yaitu bagian hub roda, bagian
pelek roda (wheel rim), dan ban (tire). Pada hub roda
terpasang bantalan peluru (bearing), sepatu rem,
tromol dan komponen bantu lainnya. Hub dan pelek
roda dihubungkan oleh jari-jari (spokes). Ada juga
roda dengan model satu kesatuan dimana hub dan
peleknya terbuat dari bahan yang ringan (seperti pada
aluminium). Design roda/pelek tergantung dari tipe
struktur, material dan metode pembuatan roda dari
pabrik yaitu:

11 Bearing
12 Retaining plate
13 Hub cover
14 Collar
15 Axle nut

a. Tipe roda jari-jari (wire spoke wheel)

TANGKI

b. Tipe roda dari paduan tuang (cast alloy wheel)


Roda dan jari-jari menjadi satu disebut tipe Light
alloy disk wheel. Regiditas dan kekuatannya sama
dengan sebelumnya, tidak diperlukan penyetelan untuk
balancinga roda (beda dengan jarijari yang perlu
disetel untuk balancingnya). Designnya sangat trendi
biasanya digunakan motor besar, kadang-kadang pada
motor kecil dan motor-motor sport

Tipe ini paling banyak digunakan pada sepeda motor.


dimana roda terbuat dari lembaran-lembaran baja atau
alumunium alloy yang melingkar dan hub/tromol
terpasang kaku oleh jari-jari.
Bagian-bagian Roda

Mengenal macam-macam rangka sepeda motor


Single cradle frame

1 Grease seal
2 Bearing
3 Spacer
4 Hub casting
5 Brake disc bolt
6 Brake caliper
7 Speedometer cable
8 Axle
9 Speedometer drive unit
10 Speedometer drive gear

Rangka single cradle adalah rangka sepeda motor


paling awal dan memiliki bentuk yang paling
sederhana. Ciri-ciri rangka single cradle adalah
dikelilingi oleh pipa logam. Pipa utama yang terletak
diatas umumnya memiliki ukuran yang lebih besar
dibanding pipa lainnya. Jenis motor yang paling
banyak menganut sistem rangka single cradle adalah
motor off road dan motor harian.
Double crade frame

Half-duplex single cradle


Adalah rangka double Cradel dengan dudukan mesin
single , tulang punggung (spile) tunggal serta down
tube tunggal dan bisa kita temukan di rangka Motor
Suzuki TS50 misalnya
Full duplex double cradle
Adalah rangka double Cradel dengan dudukan mesin
rangkap dua, tulang punggung (spile) rangkap dua
serta down tube rangkap dua dan bisa kita temukan di
rangka Motor Norton Manx, Suzuki TS50X, BMW
500 Supercharger, Aprilia RX125, 2003 Kawasaki
Vulcan 2000, Piaggio GP800 Scooter, 1995 Suzuki
GSX-R750, 2011 KTM 150XC, dan banyak jenis
scooter matik

Backbone frame

Rangka double cradle merupakan pengembangan dari


rangka single cradle dengan modifikasi pada
penambahan jumlah pipa penyangga mesin. Rangka
jenis ini diyakini lebih kaku, lebih kuat dan lebih
ringan dibandingkan dengan rangka single frame
karena pemakaian pipa berdiameter lebih kecil.
Walaupun sekarang banyak tergantikan oleh jenis
rangka perimeter, rangka double cradle banyak di
pakai pada sepeda motor harian seperti Yamaha
Scorpio, Kawasaki Ninja R/L/RR /KRR 150 dan Bajaj
Pulsar dts-i 180.

Rangka backbone terdiri dari pipa utama tunggal yang


menjadi tempat mesin menggantung. Rangka ini cukup
sederhana dan ekonomis. Biasanya para perancang
juga menambah batang pipa dibagian depan yang
mengarah kebawah untuk membantu menyangga
mesin, seperti yang terlihat di Rangka CB92 benly.