Anda di halaman 1dari 44

Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ

pembentuk darah, dan penyakitnya.


Darah terdiri dari bagian padat yaitu sel darah putih (leukosit), sel
darah merah (eritrosit), trombosit dan bagian cairan yang berwarna
kekuningan yang disebut plasma. Seperti aliran sungai, darah juga
berfungsi sebagai alat angkut, namun yang diangkut atau dialirkan
dalam darah adalah zat-zat dan oksigen yang diperlukan tubuh,
mengangkut bahan kimia hasil metabolisme dan juga sebagai
pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Nah, adanya kelainan
darah dapat mendeteksi gangguan atau penyakit dalam tubuh,
inilah yang menyebabkan perlunya kita melakukan pemeriksaan
hematologi untuk mendeteksi kelainan dalam darah.
Pemeriksaan Hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk
mengetahui

keadaan

darah

dan

komponen-komponennya.

Pemeriksaan Hematologi bertujuan untuk :


1. Mendeteksi kelainan hematologi (anemia atau leukemia) di mana
diduga ada kelainan jumlah dan fungsi dari sel-sel darah.
2. Mendeteksi penyakit pendarahan yang menunjukkan kelainan faal
hemostasis.
3. Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau
penurunan jumlah leukosit serta hitung jenisnya.
4. Mengetahui kelainan sistemik pada hati dan ginjal yang dapat
mempengaruhi sel darah baik bentuk atau fungsinya.
Banyak orang beranggapan bahwa pemeriksaan hemoglobin (hb)
saja

sudah

cukup

untuk

mendeteksi

adanya

kemunculan

hematologi, sistemik, infeksi dan pendarahan, namun tenyata


periksaan hb saja tidaklah cukup karena pemeriksaan hb hanya
menentukan konsentrasi hb pada komponen darah.
Pemeriksaan hematologi lengkap terdiri dari pemeriksaan darah
lengkap, dan hitung jenis di mana pemeriksaan ini dikerjakan untuk
menunjang diagnosis penyakit.
Eritrosit (sel darah merah)

Berfungsi membawa oksigen keseluruh tubuh. Pemeriksaan ini


dilakukan

untuk

mengetahui

keadaan

anemia,

polisitermia

(peningkatan jumlah eritrosit, hb, atau hematokrit. Kehilangan 30


40% eritrosit dengan penurunan Hb <>6
/l) sedang untuk perempuan 4,2 5,4 (106/l)
Leukosit (sel darah putih)
Berfungsi melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan virus.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kelainan sel darah
putih yang bertanggungjawab terhadap imunitas tubuh, evaluasi
infeksi bakteri dan virus, proses metabolik toksik dan diagnosis
keadaan leukemia. Nilai normal leukosit adalah 4,80 10,8 (10 3/l)
Hemoglobin (Hb)
Merupakan protein yang terdapat dalam eritrosit yang berfungsi
membawa oksigen ke dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan untuk
menentukan kosentrasi Hb pada komponen darah, evaluasi anemia
hemolitik (anemia yang disebabkan rusaknya eritrosit lebih cepat).
Nilai normal untuk laki-laki adalah 14 18 (g/dL). dan untuk
perempuan 12 16 (g/dL).
Hematokrit
Merupakan perbandingan antara sel-sel darah merah, sel-sel darah
putih

dan sel trombosit dengan plasma darah. Pemeriksaan

hematokrit dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan Hb dan


eritrosit yang digunakan untuk menentukan keadaan anemia,
kehilangan darah, anemia hemolitik, polisitemia. Nilai normal untuk
laki-laki adalah 42 52 % sedang untuk perempuan adalah 37
47%.
Nilai-nilai MC
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ukuran serta
kandungan hemoglobin dalam sel darah merah.
Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH)
Untuk mengetahui rata-rata banyaknya hemoglobin yang terdapat
dalam eritrosit, untuk mendiagnosis keadaan thalassemia dan
kelainan hemoglobin lainnya. Nilai normalnya adalah 27 31 pg.

Mean Corpuscular Volume (MCV)


Adalah volume rata-rata sebuah eritrosit yang dapat digunakan
untuk mendiagnosis keadaan thalassemia dan kelainan hemoglobin
lainnya. Nilai normal untuk laki-laki adalah 80 94 fL sedang untuk
perempuan adalah 81 99 fL.
Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC)
Adalah konsentrasi hemoglobin pada volume eritrosit, pemeriksaan
ini dilakukan untuk menentukan keadaan anemia. Nilai normalnya
adalah 33 37 g/dL
Beberapa keadaan anemia menunjukkan MCH rendah dan MCV
rendah (hipokromik dan mikrositik) disebabkan oleh defisiensi besi,
thalassemia dan anemia karena penyakit kronik. Sedangkan MCH
tinggi dan MCV tinggi (hiperkromik dan makrositik) disebabkan oleh
anemia megaloblastik, yaitu defisiensi asam folat atau defisiensi
vitamin B12 dan disebabkan oleh periode awal setelah perdarahan.
Trombosit
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi, diagnosis dan
pemantauan perdarahan, leukemia, gangguan pembekuan darah
(disseminated intravascular coagulation. DIC) dan lainnya. Dengan
nilai normal 150 -450 (103/l)
Pemeriksaan Hitung Jenis
Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu diagnosis dan dalam
pemantauan perjalanan penyakit terutama penyakit infeksi dan
keganasan.
Pemeriksaan hitung jenis terdiri dari:
1) Neutrofil
Neutrofil berperan dalam melindungi tubuh melawan infeksi
Hitung jenisnya meningkat pada endokarditis, pneumonia (inflamasi
paru-paru), leukemia granulositik, luka bakar, eklampsia (tekanan
darah tinggi akibat kehamilan) dan hemolisis. Nilai normal 50 70%
2) Limfosit
Berperan untuk memproduksi antibodi dalam melawan infeksi

Hitung jenisnya meningkat pada hepatitis yang disebabkan infeksi,


penyakit yang disebabkan virus lain dan TBC. Nilai normal 25 40%
3) Monosit
Berperan dalam sistem imun
Hitung jenisnya meningkat pada leukemia monositik, TBC, infeksi dan
peradangan kronis. Nilai normal 2 8%
4) Eosinofil
Berperan dalam reaksi alergi obat serta infeksi
Hitung jenisnya meningkat pada penyakit alergi, infeksi parasit,
penyakit kolagen, anemia pernisiosa dan penyakit Addison. Nilai
normal 2 4%
5) Basofil
Berperan dalam proses imunologi dan inflamasi
Hitung jenisnya meningkat pada polisitemia, mielofibrosis, myeloid
metaplasia. Nilai normal 0 1,0%
Pemeriksaan Laju Endap Darah
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya
keganasan, penyakit kolagen atau infeksi, membedakan tingkat
radang atau pembentukan antibodi terhadap dua penyakit yang
secara klinis susah dibedakan seperti rheumatoid artritis dan artritis
akibat degeneratif. Nilai normal 0 20 mm.
Jadi kesimpulannya adalah....
Pemeriksaan
adanya

hematologi

kelainan

sejak

penting
dini

dilakukan

sehingga

untuk

mengetahui

penanganannya

dapat

dilakukan sebelum menimbulkan penyakit yang berat, selain itu juga


dengan melakukan pemeriksaan kita juga dapat menentukan jenis
terapi yang tepat.

HEMATOLOGI ANALYZER
1.

Teori Dasar

Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah dan komponen yang
terkandung didalamnya. Dari ilmu itu berkembanglah cara/metode penelitian tentang darah
yang semakin berkembang, kemudian dibuatlah alat Hematology Analyzer.
Hematology Analyzer adalah salah satu alat laboraturium yang berfungsi untuk
pengukuran dan pemeriksaan sel darah dalam sampel darah. Berikut ini akan dijelaskan teori
tentang darah sebagai bahan ukur alat Hematology Analyzer.
Darah terdiri dari 2 komponen utama :
1.2. Darah
Darah adalah jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain, berada dalam
konsistensi cair, beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakan sebagai pembuluh
darah dan menjalankan fungsi transport berbagai bahan serta fungsi homeostatis
1.3. Macam dan Jenis Sel Darah
Ada tiga macam sel dalam darah, yaitu:
a. Sel darah merah/ eritrosit/ Red Blood Cell (RBC).
b. Sel darah putih/ leukosit/ White Blood Cell (WBC).
c. Trombosit/ Platelet (Plt).
Berikut ini penjabaran dan penjelasannya:
1.3.1. Sel darah merah / Eritrosit / Red Blood Cell (RBC)
a.

Fungsi eritrosit
Untuk pertukaran O2 dari paru-paru ke jaringan dan CO2 dari jaringan ke paruparu.Yang berperan dalam transport O2 dan CO2 ini adalah Haemoglobin (Hb),yang
merupakan protein di dalam eritrosit.
Ciri-ciri

Lempeng bikonkaf tanpa inti

Diameter 7,5 m

Volume 4,5 - 5 juta/L

Membran sel yang kuat

Bentuk berubah-ubah

Gambar 1.1. Sel Darah Merah


1.3.2.
a.

Sel Darah Putih/Leukosit/White Blood Cell (WBC)

Fungsi leukosit
Membentuk antibodi yang melawan infeksi di dalam tubuh.

b.

Jenis-jenis Leukosit

1.

Granulosit (bergranula)

Neutrofil (polimorfonuklear/PMNL)
Merupakan

sel

yang

langsung

dapat

melakukan

fagositosis

yang

cukup

efektif. Jumlah 62 % dan berukuran 7 8 m.

Gambar 1.2. Neutrofil


-

Eosinofil
Merupakan Sel fagosit yang lemah dan produksinya akan meningkat pada infeksi
parasit dan alergi. Jumlah 2,3 % dan berukuran 10 12 m.

Basofil

Basofil dalam sirkulasinya mirip dengan sel mast dalam jaringan, yaitu menskresi
bahan farmakologik aktif seperti heparin, histamine, bradikinin, serotonin. Berukuran 9
10 m dengan Jumlah 0,4% dan akan meningkat pada peradangan kronik.

Gambar 1.4. Basofil


2.
-

Agranulosit.
Monosit
Merupakan sel imatur dengan kemampuan fagosit yang lemah.Setelah masuk ke
jaringan, disebut makrofag, ukurannya membesar beberapa kali lipat dan dalam
sitoplasmanya banyak mengandung lisosom, dan mempunyai kemampuan hebat untuk
menghancurkan agen-agen penyakit.
Masa hidup dalam sirkulasi 10-12 jam, setelah masuk dalam jaringan sebagai
makrofag dapat hidup berbulan-bulan atau bahkanbertahun-tahun. Berjumlah 5,3 % dengan
ukuran 15 20 m

Gambar 1.5. Monosit


-

Limfosit
Limfosit berada bersama dengan aliran limfe dari nodus limfatikus dan jaringan
limfoid lain. Hal itu menyebabkan terjadinyasirkulasi limfoid yang terus menerus di seluruh
tubuh. Berjumlah 30 % dengan ukuran 7 8 m

Gambar 1.6. Limfosit


1.3.3.

Trombosit / Platelet
Trombosit berperan besar di dalam proses koagulasi atau pembekuan darah apabila

terjadi luka atau pendarahan. Trombosit akan mengisi dan menutup jaringan yang luka
dengan jaringan fibrin untuk membatasi darah yang hilang, jaringan fibrin itu akan ditempeli
sel darah yang lama kelamaan akan berubah menjadi jaringan baru.
Berdiameter 2 4 m dan dan dapat bertahan hidup sekitar 8 12 hari dengan
konsentrasi normal (jumlah) 150.000 400.000 /L.

Gambar 1.7. Pembentukan Jaringan Fibrin saat Luka Terjadi


1.4. Fungsi Darah
a.

Pernapasan, transpor O2 Dan CO2

b.

Nutrisi

c.

Ekskresi

d.

Pemeliharaan kadar air jaringan

e.

Mengatur suhu tubuh Spesifik panas air, konduktivitas yang tinggi, latenpenguapan yang
tinggi

f.

Perlindungan & peraturan sistem penyangga (pH Darah 7,36)

1.5. Darah sebagai Sampel


Sebelum darah dijadikan sampel perlu adanya proses pemisahan komposisi
didalamnya. Setelah menjadi sampel, darah terpisah menjadi dua bagian yaitu:

a. Bagian Padat : Sel-sel darah WBC, RBC, dan Platelet (seperti yang telah dijelaskan diatas).
b. Bagian cair
-

: Serum & Plasma

Serum :
Dari darah tanpa antikoagulan kemudian disentrifuse.

Plasma :
Dari darah yang mengandung antikoagulan kemudian diendapkan.

2.

Prinsip Kerja
Berikut ini akan ditampilkan sebuah blok diagram Hematology Analyzer dan penjelasannya:

Gambar 1.8. Blok Diagram Hematology Analyzer


Prinsip Kerja Blok Diagram :
Sampel darah yang sudah dicampur dengan reagent didilusi sebanyak 200x dan
melalui proses hemolyzing untuk mengukur kadar jumlah hemoglobin dengan cara fotometri
dan mengukur kadar jumlah sel darah putih, serta didilusi lagi sebanyak 200x (jadi 40.000x)
untuk mengukur kadar jumlah sel darah putih dan platelet. Kemudian diproses pada blok data
processing dan hasilnya akan ditampilkan pada display dan print out.
3.

Metode Pengukuran
Ada beberapa macam metode pengukuran yang digunakan pada alat Hematology
Analyzer, antara lain sebagai berikut:

3.1. Elektrikal Impedance (Mengukur jumlah WBC, RBC, dan Platlet)

Gambar 1.9. Metode Electrical Impedance


Instrumen ini menggunakan metode pengukuran sel yang disebut Volumetric
Impedance. Pada metode ini , larutan elektrolit (diluent) yang telah dicampur dengan sel-sel
darah dihisap melalui Aperture. Pada bilik pengukuran terdapat dua electrode yang terdiri
dari Internal Elektrode dan Eksternal Elektrode, yang terletak dekat dengan Aperture.
Kedua elektroda tersebut dilewati arus listrik yang konstan.
Ketika sel-sel darah melalui aperture, hambatan antara kedua elektroda tersebut akan
naik sesaat dan terjadi perubahan tegangan yang sangat kecil sesuai dengan nilai tahanannya
dan diterima Detection Circuit. Kemudian sinyal tegangan tersebut dikuatkan atau diperbesar
pada rangkaian amplifier, lalu dikirim ke rangkaian elektronik. Pada rangkaian elektronik
terdapat rangkaian Treshold Circuit Yang berfungsi untuk menghilangkan sinyal noise yang
diakibatkan oleh :
-

Elektrik Noise (Gangguan listrik).

Debu.

Sisa-sisa cairan.

Partikel yang lebih kecil atau lebih besar dari sel darah yang diukur.
Untuk mendapatkan nilai puncak, sinyal dikirim ke A/D Converter, kemudian data
yang diperlukan disimpan pada memori untuk setiap nilai maksimum. Data tersebut akan
dikoreksi oleh CPU dan akan ditampilkan pada layar LCD.
Jumlah sinyal untuk setiap ukuran sel disimpan pada memori dalam bentuk
histogram. Sel RBC dan PLT yang dihitung memiliki ukuran yang berbeda sehingga CPU

dapat membedakan penghitungan untuk setiap jenis sel. Sedangkan ketiga jenis sel WBC
yang dihitung memiliki ukuran sel yang hampir sama sehingga CPU menggunakan histogram
untuk membedakan populasi ketiga jenis sel WBC.
Terkadang terdapat dua sel atau lebih yang melewati aperture secara bersamaan.
Peristiwa ini disebut Coincidence Apabila larutan sampel sudah cukup diencerkan dan
dicampur, Coincidence ini dapat diprediksi secara statistik dengan tingkat keakuratan yang
tinggi. Pada perangkat lunak terdapat tabel koreksi untuk kompensasi hal ini.
3.2. Fotometri (Mengukur jumlah Hb)
Fotometri adalah pengukuran yang hanya digunakan untuk mengukur Hb saja dengan
prinsip kerja berdasarkan absorbasi cahaya oleh foto detektor.

Gambar 1.10. Metode Fotometri


-

Sinar Polikromatik yang berasal dari lampu (Wolframat, Tungstan, Mercury), akan
dilewatkankan pada sebuah filter, dan menjadi sinar Monokromatik

Sinar Monokromatik ini melalui kuvet yang berisi sampel yang akan diperiksa.

Beberapa sinar akan diserap oleh sampel tersebut, dan sebagian akan diteruskan.

Sinar yang diteruskan ini akan diterima detektor.

Kemudian nilai yang didapat akan diproses pada rangkaian pemroses data.

3.3. Flowcytometry (Sistem Optik )

Gambar 1.11. Metode Flowcytometry


-

Sel melalui sebuah chamber flowcell, kemudian ditembakkan sumber cahaya (laser) yang
difokuskan.

Cahaya yang diterima sel akan dipendarkan saat laser ditembakkan.

Foto detektor menangkap cahaya dari berbagai sudut spesifik yang dapat membedakan jenis
sel darah. FS untuk membedakan ukuran, FLS untuk membedakan complexity-nya
(komposisi inti), dan SDS untuk membedakan granularity-nya (komposisi granula).

Informasi tentang jumlah dan ukuran sel yang telah didapat diproses dan dikonversikan
dalam bentuk digital.

3.4. Histrogram/Kalkulasi
Adalah pengukuran Parameter parameter selain yang diatas. Metode pengukuran ini
berdasarkan penjumlahan dari hasil hasil yang didapat dari pengukuran oleh dua metode
diatas. Metode ini dikenal dengan Complete Blood Count (CBC).
Complete Blood Count (CBC) adalah suatu penghitungan untuk menganalisis
berbagai macam komponen darah :
-

RBC

: Red blood cell / Sel Darah Merah.

HGB

: Hemoglobin Concentration / Konsentrasi Hemoglobin.

HCT : Hematocrit .

MCV : Mean Corpuscular Volume / Rata-rata volume sel darah.

MCH : Mean Corpuscular Hemoglobin / rata-rata sel hemoglobin.

MCHC

: Mean Corpuscular Hemoglobin Honcentration/ Rata-rata

konsentrasi sel hemoglobin.


-

RDW : Red blood cell Distribution Width / lebar distribusi sel


darah merah.

PLT

: Platelet Count / perhitungan trombosit

PCT

: Platelet crit

MPV

: Mean platelet volume / Kelompok volume trombosit.

PDW : Platelet Distribution Width/ lebar distribusi trombosit


Berikut ini beberapa rumus penghitungannya:

a. MCV : Mean Corpuscular Volume ( fL / m3)


-

MCV = Hematocrit (%) x 10RBC# (million/L)

b. MCH : Mean Corpuscular Hemoglobin (pg)


-

MCH = Hemoglobin (g/dL) x 10 RBC# (million/L)

c. MCHC : Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (%)


-

MCHC = Hemoglobin (g/dL) x 100Hematocrit (%)

d. RDW : Red Blood Cell Distribution Width (%)


-

RDW = Standard DeviationMCV x 100


Berikut ini adalah contoh Penghitungannya:
Misal :
RBC

= 5 Juta sel / m3

Hgb

= 15 g/dL

HCT

= 45 %

SD

= 11 fL

Jawab:
a. MCV = Hematocrit (%) x 10RBC# (million/L)
= 45 x 10 5
= 450 5
= 90 fL = 90 m3
b. MCH = Hemoglobin (g/dL) x 10 RBC# (million/L)
= 15 x 10 5
= 150 5
= 30 pg

c. MCHC = Hemoglobin (g/dL) x 100Hematocrit (%)


= 15 x 10 45
= 150 45
= 33,3 %
d. RDW = Standard DeviationMCV x 100
= 1 90 x 100
= 0,122 x 100
= 12,2 %
4.

Macam-macam Alat Hematology Analyzer


Berikut ini akan ditampilkan macam-macam dan jenis Hematology Analyzer dengan
fitur pengukuran yang berbeda:

a.

Jenis Semi Otomatis (dilusi dilakukan manual).

Merk Celtac

Tipe MEK-5208

Buatan Nihon Kohden

Menghitung WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 1.12. Hematology Analyzer Merk Celtac MEK-5208


b.

Jenis Otomatis WBC 3-Part(dilusi, hemolyzing, count, display, dan print out dilakukan
secara otomatis).

Merk Celtac Alpha

Tipe MEK-6318

Buatan Nihon Kohden

Menghitung 3 jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 1.13. Hematology Analyzer Merk Celtac Alpha MEK-6318


c.

Jenis Otomatis WBC 5-Part (pengambilan sampel, dilusi, hemolyzing, count, display, dan
print out dilakukan secara otomatis).

Merk Celtac F

Tipe MEK-8222

Buatan Nihon Kohden

Menghitung 5 Jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 1.14. Hematology Analyzer Merk Celtac F MEK-8222


5.

Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Hematology Analyzer adalah salah satu alat laboratorium yang berfungsi untuk pengukuran
dan pemeriksaan sel darah dalam sampel darah.

Ada beberapa metode pengukuran yang digunakan pada alat Hematology Analyzer, yaitu:
Electrical Impedance, Fotometri, Flocytometry, dan Histogram.

Komponen darah yang diukur adalah WBC (Limfosit, Monosit, Neutrofil, Eosinofil, dan
Basofil) RBC (termasuk Hb), dan Platelet

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era globalisasi ini, teknologi maupun industri semakin menunjukkan kemajuan
yang sangat pesat terutama pada alat-alat kesehatan khususnya alat-alat laboratorium. Banyak
revolusi baru yang memudahkan penggunaan alat tersebut sehingga lebih cepat dipahami.
Prinsip itulah yang diterapkan pula pada alat laboratorium diantaranya Hematologi Analyzer.
Hematologi Analyzer merupakan alat yang praktis digunakan dalam pemeriksaan sampel
darah. Pada dasarnya prinsip kerja Hematologi Analyzer hampir sama dengan Fotometer,
yang membedakannya adalah alat ini lebih canggih dan lebih teliti dibandingkan dengan
Fotometer.
B.

Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :


Mengetahui prinsip kerja dari Hematologi Analyzer.

Mengetahui prosedur pengambilan darah pada Hematologi Analyzer.

Mengetahui blok diagram Hematologi Analyzer.

Mengetahui penyebab kesalahan pada Hematologi Analyzer.

Mengetahui troubleshooting dari Hematologi Analyzer.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hematologi Analyzer
Hematologi, juga dieja hematologi (dari haima "darah" Yunani dan-o),
adalah cabang kedokteran internal, fisiologi, patologi, pekerjaan laboratorium klinis, dan
pediatri yang berkaitan dengan studi darah, organ pembentuk darah , dan darah penyakit.
Hematologi meliputi studi tentang etiologi, diagnosis, pengobatan, prognosis, dan
pencegahan penyakit darah. Pekerjaan laboratorium yang masuk ke studi tentang darah sering

dilakukan oleh teknolog medis. Ahli Darah dokter juga sangat sering melakukan studi lebih
lanjut di onkologi pengobatan medis kanker.
Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasa
digunakan dalam bidang Kesehatan. Alat ini dapat mendiagnosis penyakit yang diderita
seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll. Prinsip kerjanya hampir sama dengan alat
Fotometer namun alat ini lebih canggih.
Hematologi Analyzer adalah alat yang dapat digunakan untuk pemerikasaan darah.
Alat ini juga digunakan di pusat studi primata, untuk mengecek sampel darah hewan, apakah
darahnya normal atau tidak (berpenyakit/tidak).
The Analyzer DC bernama akhirat sebagai analyzer, adalah foto plasma darah
otomatis hemostasis instrumen optik mampu melakukan pembekuan, * berkromogen *
immunoassays serentak di akses acak atau mode batch dari tabung primer dan sekunder.
Pemeriksaan darah lengkap umumnya telah menggunakan mesin penghitung otomatis
(hematology analyzer). Pemeriksaan dengan mesin penghitung otomatis dapat memberikan
hasil yang cepat. Namun, analyzer memiliki keterbatasan ketika terdapat sel yang abnormal,
misalnya banyak dijumpainya sel-sel yang belum matang pada leukemia, infeksi bakterial,
sepsis, dsb. Atau, ketika jumlah sel sangat tinggi sehingga analyzer tidak mampu
menghitungnya. Pada keadaan seperti ini, pemeriksaan manual sangat diperlukan.
.
Gambar Hematologi Analyzer

B.

Blok Diagram Hematologi Analyzer

C. Kesalahan-Kesalahan yang Terjadi pada Hematologi Analyzer

Adapun kesalahan-kesalahan yang terjadi pada Hematologi Analyzer antara lain :


Error Leukosit :

1. Akibat eritrosit berinti, agregasi trombosit, RRBC, parasit.


2. Perhatikan tanda dari alat /flag, histogram
3. Koreksi dan bandingkan dengan sediaan apus darah tepi
4. Terlalu tinggi palsu lebih sering daripada terlalu rendah palsu.
5. Jumlah antikoagulan yang digunakan terlalu berlebih sehingga leukosit mengalami

perubahan bentuk.
Hemoglobin & parameter eritrosit :

1. Kesalahan kadar Hb, RBC, MCV dideteksi dengan melihat MCH, MCHC terlalu tinggi atau
rendah .
2. Perbandingan Hb # 1/3 Ht
3. Sebenarnya kesalahan Hb dan RBC tidak sering terjadi.

Hemoglobin tinggi palsu :


1. Jumlah leukosit yang sangat tinggi
2. Hiperlipidemi
3. Kekeruhan akibat lisis tidak sempurna
4. Hiperbilirubin
5. Cryoglobulin, paraprotein, hiperglobulin

MCV < 50 fl)

lama, hiperosmolar.
Kesalahan Eritrosit, MCV, Hematokrit :
1. Eritrosit tinggi palsu : leukosit sangat tinggi, trombosit besar,
2. Eritrosit rendah palsu : warm/cold aglutinin, aglutinasi, lisis, mikrosit
3. MCV tinggi palsu : endapan protein pada sampler, aglutinasi, sampel
4. MCV rendah palsu : hypochrom, hypoosmolar
5. Hematokrit rendah palsu : mikrositosis, lisis, cold aglutinin

6. Hematokrit tinggi palsu : MCV yang tinggi


Trombosit tinggi palsu :
1. Platelet rich plasma
2. Sel fragmen leukosit dan eritrosit,
3. Mikrositik,
4. Hb H,

5. Cryoglobulin
Trombosit rendah palsu :
1. Bekuan, agregasi, satelit (mengumpul)
2. Trombosit besar sehingga terukur sebagai RBC
3. Leukositosis lebih 50.000 /ul

D. Penyebab Kesalahan pada Hasil Hematologi Analyzer

Penyebab terjadinya kesalahan pada hasil Hematologi Analyzer antara lain :


Salah cara sampling dan pemilihan spesimen

Salah penyimpanan spesimen dan waktu pemeriksaan ditunda terlalu lama sehingga terjadi

perubahan morfologi sel darah.


Kesalahan tidak mengocok sampel secara homogen, terutama bila tidak memiliki alat
pengocok otomatis (nutator) maka dikhawatirkan tidak sehomogen saat sampel darah diambil

dari tubuh pasien. Inilah kesalahan fatal yang sering terjadi pada pemeriksaan ini.
Kehabisan reagent lyse sehingga seluruh sel tidak dihancurkan saat pengukuran sel tertentu.

Kalibrasi dan kontrol tidak benar . Tidak melakukan kalibrasi secara berkala dan darah
kontrol yang digunakan sudah mengalami expired date tapi tetap dipakai karena menghemat

biaya operasional.
Carry over, homogenisasi, volume kurang. Untuk alat jenis open tube maka, penyebabnya
salah saat pada memasukkan sampel pada jarum sampling alat, misal jarum tidak masuk
penuh ujungnya pada darah atau darah terlalu sedikit dalam tabung atau botol lebar sehingga
saat dimasukkan jarum tidak terendam seluruhnya. Untuk jenis close tube kesalahan hampir
sama juga, yaitu tidak memenuhi volume minimum yang diminta oleh alat. Untuk tipe close
tube menggunakan cara predilute, perlu dikocok dahulu saat pengenceran darah dengan

diluent.
Alat atau reagen rusak. Alat dapat saja rusak bila suhu yang tidak sesuai (warning :
temperature ambient abnormal) dan kondisi meja yang tidak baik. Reagensia yang digunakan

jelek dan mungkin terkontaminasi oleh udara luar karena packing yang jelek.
Memang sampel tersebut ada kelainan khusus.

Hasil tidak normal tanpa ada peringatan (no Flags) pada alat, biasanya ada catatan khusus

berupa warning, misal platelets flag.


Hasil tidak normal dan kurang sesuai dengan sebelumnya atau klinis yang sedang terjadi,

sehingga dapat menyebabkan terjadinya diagnosis yang sesat


Diluar batas linier alat. Artinya bahwa hasil yang diukur tidak mampu dicapai oleh alat,
misalnya kadar leukosit yang sangat tinggi pada leukemia atau pada trombosit yang sangat
meningkat atau menurun.

E.

Cara Mengatasi Masalah pada Hematologi Analyzer


1. Check, Recheck dan Troubbleshooting Kondisi

Periksa teknik sampling dan jenis spesimen yang digunakan.

Check suhu ruang memenuhi suhu pada 18-20 derajat celcius, kondisi meja harus dari beton

dan gunakan termometer.


Check cara penyimpanan dan lama penyimpanan.

Lakukan homogenisasi sebelum mengukur minimal 1 menit dan lebih bagus lagi setelah
sampling masukkan darah dengan penggiling khusus. Perhatian alat yang digunakan bukan
jenis pengocok darah tapi yang digunakan merupakan penggiling darah. Harus

membedakan kedua kata ini.


Pastikan alat telah di warm up dan telah dibuat background.

Check kondisi volume dan kemasan reagent Diluent, Lyse dan Rinse.

Lakukan pencucian setiap 20 sampel running.

Lakukan pemeliharaan dengan menggunakan larutan pencuci hipoklorit setiap minggu.

Lakukan setiap 2 minggu sekali atau sebulan sekali menggunakan larutan enzim digestif (EZ
cleanser) untuk menghancurkan sisa bekuan atau sisa pembuangan darah yang tidak

sempurna.
Jangan gunakan alat selama 24 jam penuh tanpa istirahat, karena dapat berakibat kesalahan

pencucian alat dan kesalahan keakuratan alat berkurang.


Gunakan darah kontrol yang masih baru dan tidak expired date.

Konsultasikan hasil printout hematology analyzer dengan staf ahli laboratorium dan atau
DSPK bila mencurigakan.

2. Melakukan Koreksi pada Hematologi Analyzer

Buatlah sediaan apus darah tepi yang bagus.

Hitung jenis leukosit secara manual. Untuk mengkoreksi adanya normoblast, satelit

trombosit, rouleaux formation dan lainnya.


Perhitungan sel dengan hemositometer bilik hitung untuk jumlah masing-masing sel.

Lakukan pemeriksaan hematokrit mikro secara manual.

Sediaan segar tanpa antikoagulan lebih baik.

Hangatkan sampel bila terlalu dingin dalam freezer pada suhu ruang.

Spesimen pasien langsung segera diperiksa tanpa menunggu lagi.

F. Hal yang perlu Diperhatikan pada Hematologi Analyzer


Yang perlu diperhatikan pada layar alat hematology analyzer, setelah pengukuran
spesimen darah, meliputi :
1. Perhatikan Hematokrit (PCV)
2. Hb kira-kira 1/3 Hematokrit.
3. Perhatikan MCHC

4. Kemungkinan ada kesalahan semua atau salah satu dari hasil


5. Alat yang baik maka MCHC ~ CHCM *
6. Perhatikan juga sel leukosit terutama distribusi diff. counting.

G. Prosedur Pengambilan Darah Utuh


H. Jenis Pulsa Grafik pada Hematologi Analyzer
1. Pulsa Grafik Normal

2. Pulsa Grafik Tidak Normal

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Hematologi Analyzer merupakan suatu
alat yang digunakan untuk pemeriksaan darah untuk mendiagnosa penyakit-penyakit yang
terkandug dalam darah tersebut. Selain itu, Hematologi Analyzer merupakan alat yang
mempunyai keakuratan (presisi) yang sangat tinggi karena setiap laboratorium mengklaim
bahwa hasilnya lebih akurat bahkan pakai darah kontrol dibandingkan laboratorium lain (alat
untuk pemeriksaan darah lainnya). Dari kelebihan yang dimiliki oleh Hematologi Analyzer
terapat juga kekurangan-kekurangan yang di sebabkan pemakaian alat yang tidak sesuai
prosedur sehingga dapat mengurangi kepresisi-an dari alat ini.
B.

Saran

Dalam pemeriksaan kita harus mengetahui validitas diantaranya :


Validasi analitik untuk alat hematology analyzer diperlukan karena :
1. Hasil cell counter mungkin tidak tepat
2. Merupakan tanggung jawab staf laboratorium
3. Wajib mengetahui kejanggalan suatu hasil pemeriksaan.
4. Merupakan bagian dari rangkaian proses kendali mutu
5. Memerlukan pengetahuan sifat alat
6. Memerlukan pengetahuan keterbatasan / limitasi alat
7. Memerlukan dan menguasai kalibrasi
8. Memerlukan dan menguasai kontrol mutu
9. Kemampuan menilai kebenaran hasil

HEMATOLOGY ANALYZER

A. Teori dasar

Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel


berupa darah. Alat ini biasa digunakan dalam bidang Kesehatan. Alat ini dapat membantu
mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.
Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara menghitung dan
mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi aliran listrik atau berkas cahaya
terhadap sel-sel yang di lewatkan. Mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasanya
digunakan dalam bidang kesehatan. Alat ini dapat mendiagnosis penyakit yang diderita
seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll. Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi
pemeriksaan hemoglobin, hitung sel leukosit, dan hitung jumlah sel trombosit.

B. Prinsip kerja
Cara kerja alat ini adalah darah di cuci selama 200x kemudian dicampur dengan
hemolizying kemudian akan dihitung HB dan WBC, kemudian untuk penghitungan RBC dan
platelet darah dicuci 200x dan kemudian semua data diolah di mikroprosesor yang kemudian
akan ditampilkan dalam display.

C. Metode Pengukuran

1.

Metode manual, sel-sel darah dilihat dengan mikroskop kemudian menghitungnya

sesuai jenisnya. Dalam metode ini mengandalkan penglihatan langsung dari seorang analis
kesehatan untuk menentukan jumlah sel sesuai dengan jenisnya

2.

Metode elektrik konduksi, menggunakan prinsip mengukur perubahan konduktivitas

yang terjadi pada saat tiap sel melewati sebuah lubang sel pada orifice (ruang penghitungan).

Gambar 1. 2 Metode Elektrik Konduksi.


Ketika sel darah melewati aperture, perlawanan antara elektroda sejenak perubahan
perubahan tegangan yang sangat kecil terjadi. Instrumen yang menghitung perubahan kecil
sebagai pulsa. Ketinggian pulsa tergantung pada ukuran sel darah.

3.

Metode otomatik optik mendasarkan pada pengumpulan hamburan cahaya dari sel-sel

darah dan mengonversinya ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik untuk dihitung.

Gambar 1.3 Metode Otometik Optik


Pengukuran dan penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang
gelombang tertentu dengan larutan atau sampel yang dilewatinya. Alat ini bekerja
berdasarkan prinsip flow cytometer. Flow cytometri adalah metode pengukuran (metri)
jumlah dan sifat sel (cyto) yang dibungkus oleh aliran cairan (flow) melalui celah sempit
Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per
satu, kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga dapat

memberikan informasi intraseluler, termasuk inti sell Prinsip light scattering adalah metode
dimana sel dalam suatu aliran melewati celah dimana berkas cahaya difokuskan ke situ
(sensing area). Metode ini lebih canggih disbanding metode-metode sebelumnya.

4.

Histogram

HCT: Hematocrit (%)


MCV: Mean corpuscular volume
MCH: Mean corpuscular hemoglobin
MCHC: Mean corpuscular hemoglobin
RDW: Red blood cell distribution width

Contoh : diketahui hasil analisa pada alat hematologi adalah sebagai berikut : hematrocite :
45 % , RBC 5 . 1012 , HB = 15 g/dl
Hitunglah : MCV, MCH, MCHC, RDW bila standar deviasi MCV (s) = 11fl. RDW =
(s/MCV) x 100
Jawaban :
MCV = HCT/RBC = 0,45 / 5 . 1012 = 9 . 10 -14 m3
MCH = ( HB x 10 ) / RBC = 15 x 10 = 150 / 5 . 1012 = 3.10-11pg
MCHC = HB / HCT = 15 / 0.45 = 33.33 m3
RDW = ( s / MCV ) x 100 % = (11 / 9.10-11) x 100 = 1,22 %

D. Macam macam Hematology Analyzer


1. Semi automatic
2. Automatic WBC 3 part diff
3. WBC 5 part diff

E. Kesimpulan

Hematology analyzer adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah sel darah
dengan beberapa metode penghitungan. Dalam kenyataannya alat ini sangat membantu analis
untuk menganalisa darah dengan hasil yang akurat.

A. Pengertian

Gambar Hematologi Analyzer


Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa darah. Alat
ini biasa digunakan dalam bidang Kesehatan. Alat ini dapat membantu
mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.
Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara
menghitung dan mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi aliran
listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang di lewatkan. Mengukur sampel
berupa darah. Alat ini biasanya digunakan dalam bidang kesehatan. Alat ini dapat
mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.
Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi pemeriksaan hemoglobin, hitung sel
leukosit, dan hitung jumlah sel trombosit.
B. Prinsip kerja

Pengukuran dan penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai


panjang gelombang tertentu dengan larutan atau sampel yang dilewatinya. Alat ini
bekerja berdasarkan prinsip flow cytometer . Flow cytometri adalah metode
pengukuran (=metri) jumlah dan sifat-sifat sel (=cyto) yang dibungkus oleh aliran
cairan (=flow) melalui celah sempit Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut
sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu, kemudian dilakukan
penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga dapat memberikan informasi
intraseluler, termasuk inti sel.
Prinsip impedansi listrik berdasarkan pada variasi impedansi yang dihasilkan
oleh sel-sel darah di dalam mikrooperture (celah chamber mikro ) yang mana
sampel darah yang diencerkan dengan elktrolit diluents / sys DII akan melalui
mikroaperture yang dipasangi dua elektroda pada dua sisinya (sisi sekum dan
konstan ) yang pada masing masing arus listrik berjalan secara continue maka akan
terjadi peningkatan resistensi listrik (impedansi) pada kedua elektroda sesuai
dengan volume sel (ukuran sel) yang melewati impulst / voltage yang dihasilkan oleh
amplifier circuit ditingkatkan dan dianalisa oleh elektonik system lalu hemoglobin
diukur dengan melisiskan Red Blood Cels (REC) dengan sys. LYSE membentuk
methemoglobin , cyanmethemoglobin dan diukur secara spektrofotometri pada
panjang gelombang 550 nm pada chamber. Has yang didapat diprintout pada printer
berupa nilai lain grafik sel.
Prinsip light scattering adalah metode dimana sel dalam suatu aliran melewati celah
dimanaberkas cahaya difokuskan ke situ (sensing area). Apabila cahaya tersebut
mengenai sel, diletakkan pada sudut-sudut tertentu akan manangkap berkas-berkas
sinar sesudah melewati sel itu. Alat yang memakai prinsip ini lazim disebut flow
cytometri.
C. Fungsi dari Hematologi Analyzer
Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara
menghitung dan mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi aliran
listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang dilewatkan.
Mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasanya digunakan dalam bidang
kesehatan. Alat ini dapat mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien
seperti kanker, diabetes, dll.
Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi pemeriksaan hemoglobin,
hitung sel leukosit, dan hitung jumlah sel trombosit.
Keuntungan dari Hematologi Analyzer
1. Efisiensi Waktu
Lebih cepat dalam pemeriksaan hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit
dibandingkan dilakukan secara manual dan lebih tanggap dalam melayani pasien.

2. Sampel
Pemeriksaan hematologi rutin secara manual misalnya, smapel yang
dibutuhkan lebih banyak membutuhkan smapel darah (Whole Blood). Manual
prosedur yang dilakukan dalam pemeriksaan leukosit membutuhkan sampel darah
10 mikro, juga belum pmeriksaan lainnya. Namun pemeriksaan hematologi analyzer
ini hanya menggunakan sampel sedikit saja.
3. Ketepatan Hasil
Hasil yang dikeluarkan oleh alat hematologi analyzer ini biasanya sudah
melalui quality control yang dilakukan oleh intern laboratorium tersebut, baik di
institusi Rumah Sakit atupun Laboratorium Klinik pratama.
Kerugian Hematologi Analyzer
Tidak dapat menghitung sel abnormal
Pemeriksaaan oleh hematologi autoanalyzer ini tidak selamanya mulus
namun pada kenyataannya alat ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti dalam
hal menghitung sel-sel abnormal . Seperti dalam pemeriksaan hitung jumlah sel,
bisa saja nilai dari hasil hitung leukosit atau trombosit bisa saja rendah karena ada
beberapa sel yang tidak terhitung dikarenakan sel tersebut memiliki bentuk yang
abnormal.
D. Macam-macam Alat Hematology Analyzer
Berikut ini akan ditampilkan macam-macam dan jenis Hematology Analyzer
dengan fitur pengukuran yang berbeda:
a.

Jenis Semi Otomatis (dilusi dilakukan manual).

Merk Celtac
Tipe MEK-5208
Buatan Nihon Kohden
Menghitung WBC, RBC, Platelet, dan Hb.
b.

Jenis Otomatis WBC 3-Part(dilusi, hemolyzing, count, display, dan print out

dilakukan secara otomatis).


Merk Celtac Alpha
Tipe MEK-6318
Buatan Nihon Kohden
Menghitung 3 jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.
c.

Jenis Otomatis WBC 5-Part (pengambilan sampel, dilusi, hemolyzing, count,

display, dan print out dilakukan secara otomatis).


Merk Celtac F
Tipe MEK-8222

Buatan Nihon Kohden


Menghitung 5 Jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.
E. Cara Penggunaan
1. Hubungkan kabel power ke stabilisator (stavo)
2. Hidupkan alt (saklar on/off ada du sisi kanan atas alat)
3. Alat akan self check, pesan please wait akan tampil di layar
4. Alat akan secara otomatis melakukan self check kemudian background check
5. Pastikan alat pada ready
Cara kerja Pemeriksaan sampel Darah
1. Sampel darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoagulan
2. Tekan tombol Whole Blood WB pada layar
3. Tekan tombol ID dan masukkan no sampel, tekan enter
4. Tekan bagian atas dari temapt sampel yang berwarna ungu untuk membuka dan
letakkan sampel dalam adaptor
5. Tutup tempat sampel dan tekan RUN
6. Hasil akan muncu pada layar secara otomatis
7. Mencatat hasil pemeriksaan.
Yang perlu diperhatikan pada layar alat hematology analyzer, setelah pengukuran
spesimen darah, meliputi :
1. Perhatikan Hematokrit (PCV)
2. Hb kira-kira 1/3 Hematokrit.
3. Perhatikan MCHC
4. Kemungkinan ada kesalahan semua atau salah satu dari hasil
5. Alat yang baik maka MCHC ~ CHCM *
6. Perhatikan juga sel leukosit terutama distribusi diff. counting.
F. Cara Perawatan
Cara perawatan hematologi analyzer adalah dengan menyimpan dengan baik di
tempat yang datar dan kering. Alatnya pun harus dijaga dalam keadaan kering jika
tidak digunakan untuk tetap menjaga keawetan alat. Kebersihannya pun penting
juga dijaga agar ketelitiannya tetap terjaga.
Inilah yang harus diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa alat-alat
yang bisa dikatakan bandel. Namun sebandel-bandelnya alat tersebut, tetap saja
harus mendapatkan perhatian khusus seperti :
Suhu ruangan
Lakukan control secara berkala
Selalu cek reagen : Diliuent, Rinse, Minidil, Minilyse, dsb.

Sampel jangan smapai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah ditambahkan
antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal karena akan merusak
hasil jika terisap.

Check, Recheck dan Troubbleshooting Kondisi


Periksa teknik sampling dan jenis spesimen yang digunakan.
Check suhu ruang memenuhi suhu pada 18-20 derajat celcius, kondisi meja
harus dari beton dan gunakan termometer.
Check cara penyimpanan dan lama penyimpanan.
Lakukan homogenisasi sebelum mengukur minimal 1 menit dan lebih bagus
lagi setelah sampling masukkan darah dengan penggiling khusus. Perhatian alat
yang digunakan bukan jenis pengocok darah tapi yang digunakan merupakan

penggiling darah. Harus membedakan kedua kata ini.


Pastikan alat telah di warm up dan telah dibuat background.

Check kondisi volume dan kemasan reagent Diluent, Lyse dan Rinse.

Lakukan pencucian setiap 20 sampel running.

Lakukan pemeliharaan dengan menggunakan larutan pencuci hipoklorit

setiap minggu.
Lakukan setiap 2 minggu sekali atau sebulan sekali menggunakan larutan
enzim digestif (EZ cleanser) untuk menghancurkan sisa bekuan atau sisa

pembuangan darah yang tidak sempurna.


Jangan gunakan alat selama 24 jam penuh tanpa istirahat, karena dapat

berakibat kesalahan pencucian alat dan kesalahan keakuratan alat berkurang.


Gunakan darah kontrol yang masih baru dan tidak expired date.

Konsultasikan

hasil

printout

hematology

analyzer

dengan

staf

ahli

laboratorium dan atau DSPK bila mencurigakan.

Melakukan Koreksi pada Hematologi Analyzer:


Buatlah sediaan apus darah tepi yang bagus.

Hitung jenis leukosit secara manual. Untuk mengkoreksi adanya normoblast,

satelit trombosit, rouleaux formation dan lainnya.


Perhitungan sel dengan hemositometer bilik hitung untuk jumlah masing-

masing sel.
Lakukan pemeriksaan hematokrit mikro secara manual.

Sediaan segar tanpa antikoagulan lebih baik.

Hangatkan sampel bila terlalu dingin dalam freezer pada suhu ruang.

Spesimen pasien langsung segera diperiksa tanpa menunggu lagi


G. Kalibrasi

Kalibrasi instrumen mindray (Hematologi Analyzer) diperlukan untuk beberapa


CBC

parameter-Ters.Terutama

HGB

dan

MCV

dipengaruhi

oleh

perubahanreagen.Panduan kalibrasi disebutkan di bawah ini :


1) Langkah 1: Menghitung rata untuk parameter WBC, RBC, HGB,MCV dan PLT dari
sampel yangdiukur dengan reagen Mindray asli(nilai-nilai referensi).
2) Langkah 2: Mengukur sampel yang sama, tapi sekarang dengan JT Bakerreagen.
3) Langkah 3: Menghitung rata untuk parameter WBC, RBC, HGB,MCV dan PLT dari
sampel yang sekarangdiukur dengan reagen JT Baker.
4) Langkah 4: "Main" menu, klik ikon "Kalibrasi" untukmemasuki layar "Kalibrasi". Cetak
lamafaktor-faktor kalibrasi
5) Langkah 5: Menghitung untuk setiap parameter baru kalibrasi. Sebagai contoh:
MCVmindray = 92, MCVJ.T.Baker = 88 danfaktor kalibrasi yang lama adalah
99,0maka MCVmindray baru Faktor Baru =
Rata-rata nilai tes
97,2 x 89 = ------------------ = 100,6%
1. 86
6) Langkah 6: Faktor-faktor baru masuk layar kalibrasi.
7) Langkah 7: Untuk verifikasi mengukur sampel samalagi dan membandingkan ratarata dengannilai-nilai referensi
8) Langkah

8:

Jika

nilai

masih

tidak

ok,

ulangi

langkah

untuk

7MCVJ.T.Baker92dan 88.
Bahan yang harus digunakan untuk verifikasi kalibrasi adalah berbagai
bahan dengan konsentrasi yang diketahui dapat digunakan untuk memverifikasi
kalibrasi.
Contohnya

termasuk:

sampel

uji

profisiensi

dengan

nilai-nilai

yang

diketahui; spesimen pasien dengan nilai-nilai yang diketahui; atau tersedia secara
komersial standar, kalibrator, atau control bahan dengan nilai-nilai yang diketahui
(yaitu, produsen nilai diuji). Untuk ini bahan, laboratorium harus menetapkan batas
yang dapat diterima untuk perbedaan antara nilai yang terukur yang diperoleh,
versus konsentrasi sebenarnya dari bahan. Karena tujuan verifikasi kalibrasi adalah
untuk memeriksa apakah sistem uji memberikan hasil yang akurat sepanjang
rentang dilaporkan, tiga tingkat harus diuji (satu di akhir tinggi dari kisaran
dilaporkan, satu di akhir rendah dari kisaran dilaporkan, dan satu di dekat titik tengah
kisarann dilaporkan).

Melakukan verifikasi kalibrasi setiap 6 bulan (atau lebih sering jika ditentukan

dalam petunjuk tes system ini) dan setiap kali salah satu dari berikut terjadi:
Semua reagen yang digunakan untuk prosedur uji berubah ke nomor lot baru,
kecuali laboratorium dapat menunjukkan bahwa mengubah nomor banyak reagen
tidak mempengaruhi kisaran digunakan untuk melaporkan hasil tes dan nilai-nilai

kontrol pasien tidak dipengaruhi oleh reagen perubahan jumlah banyak.


Ada perawatan preventif besar atau penggantian bagian-bagian penting yang
mungkin mempengaruhi kinerja tes ini. Ini termasuk ketika laboratorium mengirimkan
tes sistem untuk produsen untuk perbaikan. Laboratorium harus memverifikasi
kalibrasi dari sistem tes diperbaiki sebelum melanjutkan pengujian pasien dan

pelaporan hasil.
bahan Pengendalian mencerminkan tren yang tidak biasa atau pergeseran,
atau berada di luar batas yang dapat diterima laboratorium, dan sarana lainnya
menilai

dan

mengoreksi

nilai

kontrol

tidak

dapat

diterima

gagal

untuk

mengidentifikasi dan memperbaiki masalah.


Laboratorium telah menetapkan bahwa sistem tes ini kisaran dilaporkan untuk
pasien, hasil tes harus diperiksa lebih sering.

LAPORAN HEMATOLOGI PENDAHULUAN


Di laboratorium
hematologi pemeriksaan yang dilakukan meliputi sampel darah dan
sampel urine. Pada sampel darah dilakukan pemeriksaan seperti :
1.
LED (laju Endop Darah) 2.
Hb (Hemoglobin) 3.
Ht
(Hematokrit) 4.
Leukosit (WBC /White Blood Cells) 5.
Eritrosit (RBC / Red Blood Cells) 6.
Trombosit (PLT / Platelet)
7.
Hitung jenis leukosit (Drff Count) 8.
MCV (Mean RBC
Volume) 9.
MCH (Mean RBC Hb) 10. MCHC (Mean RBC Hb
concentration) 11. RDW (Red Distribution Width) 12. PDW
(Platelet Distribution Width) 13. MPV (Mean Platelet Volume)
Sedangkan pada sampel urine dapat dilakukan pemeriksaan seperti
: 1.
RBC (NL) 2.
Bilirubine (mg / 100 ml) 3.
Urabiline (mg
/ 100 ml) 4.
Keton (mg / 100 ml) 5.
Protein (mg / 100 ml)
6.
Nitrit 7.
Glukosa (mg / 100 ml) 8.
pH 9.
Berat jenis
10. Leukosit (NL) 11. Sedimen
eritrosit, lekosit, sel, epitel,
silinder, kristal, bakteri, jamur, benang lendir, dll. A.
Sampel
Darah Setiap sampel darah yang akan diperiksa di laboratorium
Hematologi harus dihomogenkan terlebih dahulu dengan alat.
Gallery Mixer AVL Prisip : darah dengan antikoogulan yang
digoyang-goyangkan agar bercampur dengan rata, kurang lebih
selama 1 menit. Cara kerja : 1.
Masukkan steker ke stop kontak
2.
Kemudian di on kan 3.
Lamanya waktu pengocokan
tergantung penggunaanya 1 (menit) 4.
Setelah selesai tombol
di ofkan dan steker dicabut di stop kontak Untuk pemeriksaan
LED (laju Endap Darah), darah yang sudah homogeny dimasukkan
dalam alat Humased 2. Prinsip : darah dengan perbandingan 1:4
dihomogenkan dan dimasukkan dalam alat Humased 20, alat akan
secara otomatis mengukur kecepatan pengendapan eritrosit dalam
waktu 12 menit. Cara kerja Humased 20 : 1. Switch on yang ada
dibelakang alat 2. Tunggu samapi muncul tanda test 3.
Tunggu sampai muncul tanda extract 4. Setelah tanda titik .
Pemeriksaan siap dilakukan dengan memasukkan tube ada
lubangnya. 5. Setelah 12 menit hasil dapat dilihat untuk 1 jam dan
2 jam, apabila ingin melanjutkan pemeriksaan dengan tube / pasien
lain tunggu sampai muncul tanda titik . Lagi, kemudian tube
dimasukkan seperti sebelumnya (no. 4) 6. Jika ingin mmeatikan,
pastikan tombol dalam pososo off Pemeriksaan Sampel : 1.

Sebelummya melakukan pemeriksaan, pastikan data pasien sudah


terdaftar di bagian hematologi sesuai dengan parameter yang akan
diperiksa. 2. Sampel darah pasien yang ada dalam tabung vakum
diletakkan diatas Gallery Mixer AVL secukupnya. Hal ini bertujuan
untuk menghomogenkan darah dengan anti koagulan. 3.
Menuangkan sampel tadi dalam tube LED sampai garis batas,
dimana tube LED sudah diberi no sitrar 0,5 ml. perbandingan No
Citrat di darah adalah 1 : 4 4. Homogenkan No Citrat dan darah
pada tube LED dengan cara membolak-balikkan tabung 5 kali. 5.
Memasukkan tube dalam Humased 20 selama 12 menit, kemudian
akan muncul hasil LED untuk 1 jam dan 2 jam pada layar Humased.
6. Mencatat hasil
Untuk pemeriksaan darah rutin seperti Hb, ht,
Difft Count, Trombosit, Eritrosit, Leukosit dll digunakan alat
Hematologi Analyzer POCH 100.
Hematology An mempunyai 3
bagian denngan berbagai pinsip prinsip dasar Hematologu
Analyzer POCH 100 adalah : DC Detection Method Sampel
didilusi dengan larutan yang memilliki konduktivitas tertentu. Sel
dialirkan melalui lubang dengan ukuran tertentu. Orifice, pada saat
yang sama suatu arus listrik dialirkan melalui electrode yang
dipasang di sisi luar dan sisi dalam orifice. Dengan alat ini dapat
mengenali jenis-jenis sel menurut ukuran dan dapat menghitung
jumlah selnya. Light Scattering Sel melalui sebuah flowcell,
dilewatkan sumber cahaya yang difokuskan . cahaya discatterkan
pada semua sel saat melewati beam, fotodetertor merangkap
cahaya dari berbagai sudut spesifik yang dapat membedakan jenis
sel darah. Informasi tentang jumlah dan ukuran sel dikonversikan
dalam benuk digital. Instrument yang menggunakan teknologi
scatter disebut flow cytometer. Hb Analysis Method Prinsip
pemeriksaan sama dngna Hb cyanmeth, kecuali sysmex corp
menggunakan non cyanide Hb. Setelah beraksi, dibaca pada
panjang gelombang 540 nm. Cara kerja Hematology Analyzer 1.
Hubungkan kabel power ke stabillisator (stavo) 2. Hidupkan alat
(saklar on/off ada disisi kanan atas alat) 3. Alat akan self check,
pesan please wait akan tampil di layar 4. Alat akan secara
otomatis melakukan self check kemudian background check 5.
Pastikan alat pada posisi ready Pemeriksaan sampel 1. Sampel
darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoogulan 2.

Tekan tombol Whole Blood WB pada layar 3. Tekan tombol ID


dan masukkan no sampel, tekan enter 4. Tekan bagian atas dari
tempat sampel yang berwarna ungu untuk membuka dan letakkan
sampel dalam adaptor 5. Tutup tempat sampel dan tekan RUN
6. Hasil akan muncul pada layar secara otomatis 7. Mencatat
hasil pemeriksaan B.
Sampel Urine Untuk pemeriksaan urine
seperti bilirubin, urobilin, keton, protein, nitrit, glukosa dll
digunakan uji carik celup. Prinsip : reagen yang terdapat pada carik
uji merupakan suatu indicator bila beraksi dengan cat terkandung
di dalam urine. Cara kerja : 1.
Memindahkan sampel urine yang
berada di pot urine ke tabung steril bagian 2.
Mencelupkan
strip dalam urine (carik celup) 3.
Perubahan warna pada strip
dibandingkan dengan indicator 4.
Mencatat hasilnya. Contoh
hasil pemeriksaan pada nomer ID 0438 Darah
: - negative
Bilirubin : - negative Urabilin
: - negative Keton
:negative Protein
: - negative Nitrit
: - negative Glukosa
:
- negative pH
: 6,0 Berat jenis : 1.020 Leukosit : Vit
C
: - negative
Untuk pemeriksaan endapan endapan
urine seperti leukosit, leukosit, epitel, silinder, Kristal, bakteri dll.
Dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis menggunakan
mikroskop. Untuk menemukan adanya unsur unsur organic dan
anorganik dalam urine secara mikroskopis dilakukan pemeriksaan
sediment. Prinsip : berat jenis unsure-unsur sedimen dan
anorganik lebih besar daripada berat jenis urine sehingga dengna
centrifuge unsure-unsur tersebut akan mengendap. Cara kerja :
1.
Menyiapkan tabung reaksi steril sebanyak 2 buah untuk 2
sampel 2.
Memasukkan urine bagian pada masing-masing
tabung 3.
Memastikan bahwa volume pada kedua tabung sama
4.
Memasukkan tabung kedalam centrifuge dengan posisi yang
seimbang dengan kecepatan 2000 rpm selama 10 menit 5.
Buang
filtrate pada urine yang telah dicentifuge, sehingga hanya tersisa
sediment urinenya. 6.
Meneteskan 1 tetes urine pada objek
glass, kemudian tutup dengan deck glass (jangan sampai ada
gelembung) 7.
Megamati dibawah mikroskop dengan perbesaran
sedang dan kecil dengan ketentuan sbb :
Jumlah unsure
sedimen yang tampak dilaporkan secara semi kuantatif yaitu
jumlah rata-rata per LPK atau per LPB
Jumlah silinder

dilaporkan rata-rata per LPB (objek 10 X)


Jumlah sel sel
epitel, bakteri, jamur, Kristal cukup dilaporkan dengan tanda
positif / negatif. 8.
Mencatat hasil pemeriksaan Contoh hasil
pemeriksaan Nama
: Ny. Desi Kurnia No. ID
: 77083 Makroskopis Warna
: Kuning Kejernihan
:Agak keruh
pH
: 6,0 Bj
: 1,020 Kimia Protein
:
- Reduksi
:-/-Mikroskopis
Eritrosit
:01
Leukosit
: 15 20 Epitel
: 10 15 Silinder
:Kristal
: - Bakteri
: + Jamur
:+
PEMBAHASAN Yang dilakukan untuk sampel darah pada
pemeriksaan hemaologi adalah memastikan darah dan
antikoogulan telah homogen. Jika tidak homogen maka
Hematology Analyser tidak dapat membaca sampel. Untuk
menghomogenkan digunakan gallery mixer AVL. Hematology
Analyzer adalah alat hematologi yang otomatis dapat memeriksa
beberapan parameter pemeriksaan sekaligus seperti leukosit
Trombosit, Eritrosit Hemoglobin, Hematokrit, Limfosit, Monosit,
Eosinofil, Neutrofil. Reagen yang digunakan diluents : cell pack
30 ml, WBC/ HGBlyse reagen (stromalyzer WH) 1,0 ml. alat ini
merupakan close rwagen yang hanya menggunakan 1 reagen.
Untuk pemeriksaan LED (laju endap darah) digunakan alat
Humased 20, karena jika dilakukan secara manual akan
membutuhkan wktu 1 2 jam. Dengan Humased 20 maka hasil akan
keluar setelah 12 menit. Pemeriksaan LED bertujuan unutk
mengetahui laju eritrosit untuk mengendap. Pemeriksaan ini
menggunakan pengencer Na Citrat dengan perbandingan 1 : 4. Na
Citrat yang digunakan sebanyak 0,5 ml dan darah yang dibutuhkan
sebanyak 2 ml. pastikan ke 2 cairan tersebut tercampur merata,
karena jika tidak maka akan mempengaruhi hail atau bahkan
sampel tidak dapat terbaca oleh alat. Pada sampel urine digunakan
uji carik celup untuk mengetahui beberapa parameter pemeriksaan
seperti darah, bilirubin, urobilin, keton, nitrit, glukosa, protein, pH,
berat jenis, leukosit dan vitamin C. selain menggunakan uji celup,
sampel urine juga dapat diperiksa dengan menggunakan uriscan
optima. Uriscan optima adalah alat yang secara otomatis akan
membaca strip yang sebelumnya telah dicelupkan dalam urine.
Dengan cara memasukkan strip dalam alat, hasil akan langsung

tertera pada layar setelah 1 menit. Tetapi alat ini mempunyai


kelemahan. Hasilnya bisa berubah bila strip tidak langsung
dimasukkan dalam tray. Apabila strip dibiarkan lama, maka akan
terjadi perubahan warna, sehingga pembacaan tidak valid. Untuk
pemeiksaan makroskopis urine dapat dilakuan dengan melihat
langsung urine pada tabung reaksi, sedangkan pada pemeriksaan
reduksi dibedakan menjadi reduksi I, reduksi II dan reduksi
sewaktu. Pada pemeriksaan reduksi I, urine yang digunakan adalah
urine hasil puasa selam 10 jam, sedangkan pada reduksi II urine
yang diambil adalah urine 2 jam sesudah makan setelah puasa 10
jam. Pada pemeriksaan reduksi sewaktu, sampel urine yang
digunakan adalah urine yang bisa diambil kapan saja. Syarat-syarat
itu harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi hasil
pemeriksaan urine. KESIMPULAN Dari pemeriksaan dengan sampel
darah dapat disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan dilaboratorium
Hetamologi dengan nomor ID 77209 adalah leukosit 7500/NL,
Eritrosit 4.820.000 / NL, Hb 14,6 g / dL, Ht 39,8%,MCV 82,6 fL, MCH
30,3 Pg, MCHC 36,7 g/dL, Trombosit 239.000 / NL, Lymfosit 35,0%,
Monosit & Eosinofil 8,5%, Neutrofil 56,6%, Lymfosit 2600/nL,
Monosit & Eosino fil 600 / NL, Neutrofil 4300 / NL, sedangkan pada
pemeriksaan dengan sampel urine dapat disimpulkan bahwa hasil
pemeriksaan di laboratorium Hematologi adalah secara
makroskopis berwarna kuning, agak keruh, mempunyai pH 6,0 dan
mempunyai berat jenis 1.020. Secara kimia urine negative protein
dan reduksinya negative. Secara mikroskopis ditemukan eritrosit
sebesar 0 1. Leukosit sebanyak 15 20, epitel sebanyak 10 -15,
sedangkan Kristal dan silinder negative. Bakteri dan jamur hasilnya
positif.
Darah manusia[sunting | sunting sumber]

Sampel darah manusia

Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk


mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah
juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa
metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang
bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon
dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen
sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah
disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang
mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya
molekul-molekul oksigen.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir
dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh
jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon
dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu
dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah
dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darahaorta. Darah
membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut
pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantungmelalui pembuluh
darah vena cava superior dan vena cava inferior.

Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan


bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang
sebagai air seni.

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45%


bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume
sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian
55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan
darah yang disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:

Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).


Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak
dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung
hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan
dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit
akan menderita penyakit anemia.
Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)
Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas
untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya
oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau
tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit akan
menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan
leukosit akan menderita penyakit leukopenia.
Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:
1. Air: 91,0%

2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)


3. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium
bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat
besi,nitrogen, dll)
4. Garam
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang
mengandung : albumin
bahan pembeku darah
immunoglobin (antibodi)
hormon
berbagai jenis protein
berbagai jenis garam
Demikian juga dengan darah Hewan, juga mengandung:air, protein
(Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen),mineral (natrium
klorida, natrium bikarbonat, garam darikalsium, fosfor, , kalium dan
zat besi,nitrogen, dll).
1). Plasma Darah

Plasma darah merupakan cairan yang berwama kuning jernih.


Plasma darah mengandung 90% air dan larutan bermacam-macam zat
sejumlah 710%. Zat-zat yang terkandung di dalam plasma darah, antara
lain sari makanan, hormon, enzim, mineral, antibodi, dan zat-zat sisa
(misalnya CO2 dan sisa pembongkaran protein). Sisa-sisa makanan tersebut
diserp dan usus halus. Mineral-mineral di dalam plasma darah terdapat
dalam bentuk garam mineral.Fungsi garam-garam mineral ialah untuk
mengatur tekanan osmotik dan pH darah. Protein yang terdapat dalam darah
(protein darah) terdiri atas albumin, globulin, dan fibrinogen.
Albumin berperan dalam pengaturan tekanan darah. Globulin biasanya
dikenal
sebagai immunoglobulin untuk
melawan
bibit
penyakit. Fibrinogen adalah protein darah yang berfungsi membentuk
benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin berperan penting dalamproses
pembekuan darah saat tubuh terluka. Apabila larutan protein di dalam
plasma darah diendapkan dengan sentrifuge (alat pemutar), akan tertinggal
cairan berwarna kuning jernih yang disebut serum. Serum mengandung
antibodi yang dapat melawan zat/benda asing atau kuman yang masuk ke
dalam tubuh. Zat asing yang masuk ke dalam tubuh disebutantigen. Antibodi
yang dapat menggumpalkan antigen disebut presipitin; yang dapat
menguraikan antigen disebut lisin; dan yang dapat menawarkan racun
disebutan titoksin.
Kesimpulan : Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan
ke seluruh sel-sel tubuh dan mengangkut zat-zat sisa metabolisme ke alat
pengeluaran

2). Sel Darah Merah

Sel darah merah (eritrosit) berbentuk bulat pipih, bagian tengahnya


cekung (bikonkaf), dan tidak berinti. Eritrosit berwarna merah karena
mengandung hemoglobin. Hemoglobin adalah senyawa protein yang
mengandung zat besi. Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum merah
tulang pipih. Selanjutnya, darah bredar ke seluruh bagian tubuh melalui
pembuluh darah. Umur sel darah merah lebih kurang 120 hari. Se! darah
merah yang telah tua akan dibongkar oleh hati dan limpa. Di dalam hati,
hemoglobin diubah menjadi zat wama empedu (bilirubin) yang kemudian
ditampung dalam kantong empedu. Bilirubin ini berfungsi memberi wama
pada feses. Zat besi yang terdapat pada hemoglobin kemudian dilepas dan
digunakan untuk membentuk sel darah merah baru. Fungsi utama dari sel
darah merah adalah mengikat oksigen dan karbon dioksida. Bagian sel darah
merah yang sangat berperan dalam mengikat oksigen adalah
hemoglobin. Proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin dalam paru-paru
dapat diikhtisarkan sebagai berikut. :

Hb (Hemoglobin) + 02 (Oksigen) HbO2, (Oksihemoglobin)


Karbon dioksida lebih mudah larut dalam air daripada oksigen. Karbon
dioksida mudah berikatan dengan air dalam plasma darah membentuk asam
karbonat. Asam karbonat kemudian membebaskan ion hidrogen yang
menyebabkan pH darah akan turun (asam). Apabila karbon dioksida hanya
diangkut dengan cara ini, metabolisme tubuh akan terganggu. Agar tidak
membahayakan, tidak lebih
dari 5-10% karbon dioksida yang dihasilkan jaringan mengalami
pengangkutan dengan cara ini. Selebihnya, pengangkutan karbon dioksida
dilakukan oleh sel darah merah. Sekitar 25% karbon dioksida berikatan

dengan
hemoglobin
dalam
membentukkarbminohemoglobin.

sel

darah

merah

Karbon dioksida tidak bergabung dengan hemoglobin di tempat yang sama


pada oksigen. Se! darah merah dan jantung yang sampai ke sel-sel tubuh
akan membebaskan oksigen dan meningkatkan pengangkutan karbon
dioksida dari sisa-sisa oksidasi sel. Se! darah merah dari sel-sel tubuh yang
sampai ke paru-paru akan mengikat oksigen. Pengikatan oksigen oleh
hemoglobin ini akan menaikkan pembebasan karbon dioksida. Dengan
adanya dua mekanisme penting tersebut, pengangkutan karbon dioksida
dapat berlangsung dengan aman dan cepat.
Pada kondisi yang normal, jumlah sel darah merah dalm tubuh manusia
lebih kurang lima juta tiap milimeter kubik (mm3) darah. Lingkungan juga
memengaruhi jumlah sel darah merah dalam tubuh seseorang. Makin tinggi
suatu tempat, kadar oksigen di atmosfer makin berkurang. Orang yang hidup
di dataran tinggi mengadakan adaptasi dengan cara memperbanyak jumlah
sel darah merah agar kebutuhan oksigen tubuh tetap tercukupi.

3). Sel Darah Putih

Sel darah putih disebut juga leukosit. Sel ini memiliki inti, tetapi tidak memiliki
bentuk sel yang tetap dan tidak berwarna. Sel darah putih dalam setiap
milimeter kubik darah lebih kurang berjumlah 8.000. Tempat pembentukan
sel darah putih adalah pada sumsum merah tulang pipih, limpa, dan kelenjar
getah bening. Semua sel darah putih memiliki masa hidup antara enam
hingga delapan hari.
Sel darah putih dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
Limfosit,

Monosit,
Neutrofil,
Eosinofil,
Basofil.

Umumnya, berukuran lebih besar daripada sel


darah merah,bentuk amoeboid (tidak beraturan), dan berinti sel bulat atau
cekung. Jenis sel darah putih yang terbanyak ialah neutrofil, sekitar
60%. Neutrofil berfungsi menyerang dan mematikan bakteri penyebab
penyakit yang masuk ke dalam tubuh, dengan cara menyelubunginya dan
melepaskan suatu zat yang mematikan bakteri. Jumlah limfosit didalam sel
darah putih sekitar 20-30%. Limfosit bertugas membentuk antibodi, yaitu
sejenis protein yang berfungsi memerangi kuman penyakit. Jumlah monosit di
dalam darah putih sekitar 5 -10%. Seperti halnya neutrofil, monosit
berfungsi menyerang dan mematikan bakteri. Jumlah eosinofil dalam darah
putih sekitar 5%. Eosinofil berfungsi menyerang bakteri, membuang sisa sel
yang rusak, dan mengatur pelepasan zat kimia pada saat menyerang bakteri.
Basofil
di
dalam
darah
putih
berjumlah
sekitar
1%. Basofil
berfungsimencegah penggumpalan di dalam pembuluh darah.
Sel darah putih memiliki sifat fagosit, yaitu dapat mematikan kuman penyakit
dengan caramemakan kuman tersebut. Untuk menghancurkan kuman
penyakit, sel darah putih dapat menembus dinding pembuluh darah.
Kemampuan itu disebut diapedesis. Peningkatan jumlah sel darah putih
yang tidak terkendali dapat mengakibatkan sel-sel darah putih memakan sel
darah merah atau bersifat abnormal. Hal ini terjadi pada penderita kanker
darah (leukemia).

4). Keping-Keping Darah


Keping-keping darah atau trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur seperti
pecahan keramik, tak. berwama, dan tidak berinti. Pada kondisi normal jumlah
keping darah dalam tubuh kita lebih kurang 250.000 tiap milimeter kubik
darah. Keping-keping darah ini berfungsi dalam proses pembekuan darah.

5). Fungsi Darah


Darah terdiri atas beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi
tertentu. Fungsi darah secara umum adalah sebagai berikut....

Anda mungkin juga menyukai