Anda di halaman 1dari 11

SANITASI LINGKUNGAN DAN HIGIENE

RUMAH SAKIT
Oleh
KRT.Adi Heru Husodo
Program Studi Ilmu Kesehatan Kerja
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

PENGANTAR
Sanitasi Rumah Sakit itu merupakan sesuatu yang tidak boleh diabaikan,

karena sanitasi itu kebersihan yang cenderung bersifat UNTUK UMUM.


Selanjutnya Higiene atau Hygiene adalah kebersihan yang cenderung
bersifat personal atau pribadi.
Kiranya karena maknanya itulah pihak rumah sakit harus melaksanakan
keduanya sebaik-baiknya, contoh :
Sanitasi :
- Kebersihan halaman rumah sakit
- Kebersihan UGD
- Kebersihan lahan parkir
- dsb
Higiene :
- kebersihan badan Pasien
- kebersihan tempat tidur pasien
- dsb

Sanitasi makanan dan minuman di rumah sakit mulai mendapat

perhatian sejak merebaknya infeksi nosokomial di lingkungan


rumah sakit.
Semula berbagai pihak tidak menaruh perhatian layak terhadap
sanitasi makanan dan minuman di rumah sakit, sebaliknya di
kalangan perhotelan mendapat perhatian lebih, karena :
- wisatawan mancanegara
- tarif untuk orang asing lebih mahal
- PAD, dsb
Kini setelah infeksi nosokomial merebak dan surveilance
epidemiologi mampu melacak dan membuktikan, maka sanitasi
makanan dan minuman di rumah sakit mulai mendapat perhatian.

Rumah sakit adalah sumber kegiatan medis yang hingga kini

terbukti tetap merupakan fasilitas umum yang diminati. Bukti


bahwa rumah sakit adalah fasilitas umum adalah sebagai
berikut :

Budaya Kab.Gunung Kidul :


Bertandang ke RS secara berduyun-duyun bila warganya

mondok

Gleeneagles Hospital of Kuala Lumpur:


RS sekaligus Supermarket lantai 7 & Taman parkir amat megah

RS Prof.DR.Sardjito :
Jumlah pengunjung banyak
Jumlah pekerja banyak
Jumlah PKL banyak
Parkir semrawut
RS Pendidikan (S-1,S-2,S-3, PPDS, Perawat, Bidan,dsb)
Kebiasaan masyarakat Indonesia dengan RS :
Tidur
Mencuci
Makan
Mondok di sekitar RS (di rumah-rumah penduduk)
Dsb.

PEMBAHASAN
Dalam PERMENKES RI Nomor : 986/MENKES/PER/XI/1992

tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit disebutkan


dalam Pasal 6 bahwa upaya penyehatan lingkungan rumah sakit itu
meliputi :

Penyehatan bangunan dan ruangan, termasuk :


Pencahayaan, penghawaan dan kebisingan
Penyehatan makanan dan minuman
Penyehatan air termasuk kualitasnya
Penanganan sampah dan limbah
Penyehatan tempat pencucian umum termasuk tempat pencucian

linen
Pengendalian serangga dan tikus
Sterilisasi/desinfeksi
Perlindungan radiasi
Penyuluhan kesehatan lingkungan

SELANJUTNYA MENGENAI BAKTERI ADALAH SEBAGAI


BERIKUT :

1.Lantai :
Harus selalu bersih dengan tingkat kebersihan :
Lantai ruang operasi 0-5 kuman/ Cm persegi
Ruang perawatan 5-10 kuman/ Cm persegi
2.Mutu udara Rumah Sakit
Tidak berbau (terutama H2S dan Amoniak)
Kadar debu tidak melampaui 150 ug/m kubik udara dalam
pengukuran rerata 24 jam
3. Angka kuman :

Ruang operasi kurang dari 350 koloni/m kubik udara dan bebas kuman

pathogen (khususnya alpha streptococcus haemolitikus) dan spora gas


gangrene
Ruang perawatan dan isolasi kurang dari 700 koloni/ m kubik udara dan
bebas kuman pathogen (khususnya alpha streptococcus haemolitikus)

Berikut ini hasil penelitian Suwarni & Sutomo (2000) tentang upaya
penyehatan lingkungan, infeksi nosokomial dan rerata lama hari
perawatan di rumah sakit pemerintah dan swasta di Propinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta, yaitu :
____________________________________________________________________
___
No. Kode
Sbl Sanitasi Ssd Sanitasi Penurunan Alpa Strep H Spora Gas G
RS
A.K Status A.K Status A.K %
Sbl Ssd Sbl Ssd
____________________________________________________________________
___
1 RSP1 11.250 TMS 1.225 TMS 10.025 89,1
2 RSP2
6.875 TMS 23 MS 6.852 96,6
3 RSP3
3.375 TMS 410 TMS 2.965 87,8
4 RSP4
8.312 TMS 832 TMS 7.480 90,0
5 RSP5
6.041 TMS 830 TMS 5.211 86,3
6 RSP6 39.165 TMS 1.037 TMS 38.128 97,4
7 RSSW1 1.037 TMS 207 MS
830 80,0
8 RSSW2 4.375 TMS 205 MS 4.170 95,3
9 RSSW3 440 TMS
0 MS
440 100,0
- 10 RSSW4 2.875 TMS 787 TMS 2.088 72,6
Rerata 8.374 TMS 555 TMS 7.818 89,5
____________________________________________________________________

Tabel 2.Angka Kuman Udara ruang Operasi (AKUO), Angka Kuman Lantai
ruang Operasi (AKLO), Angka Kuman Udara ruang Perawatan (AKUP), Angka
Kuman Lantai ruang Perawatan (AKLP), Angka Kuman Jari Perawat (AKJP),
Rerata Lama Hari Perawatan (RLHP) dan Infeksi Nosokomial (I.N) di Rumah
Sakit Pemerintah dan Swasta di Propinsi DIY Tahun 2000
______________________________________________________________
Kode RS
AKUO AKLO AKUP AKLP AKJP RLHP % I.N
______________________________________________________________
RSP1
1.225
122 1.250
91
166 11.2 7,46
RSP2
23
3 4.562
20
70
7,6 1,96
RSP3
410
41 7.290
86 254
4,3 0,00
RSP4
832
83 6.437 131 553
5,0 2,56
RSP5
830
83 8.937 140 348
7,2 10,00
RSP6
1.037
103 4.020
87
48
5,2 2,85
RSSW1
207
20 1.312
54
21
5,5 6,67
RSSW2
205
20 1.875
23
114 11,2 6,25
RSSW3
0
0
440
24
32
5,5 4,08
RSSW4
787
78 1.457
23
48
4,8 0,80
______________________________________________________________
Rerata
555
55 3.758
68
165
6.7 4,26

KESIMPULAN
Sanitasi rumah sakit amat perlu untuk diperhatikan dan
dikelola secara seksama.

DAFTAR PUSTAKA
Suwarni, Agus & Sutomo, Adi Heru 2000. STUDI

DESKRIPTIF UPAYA PENYEHATAN


LINGKUNGAN,INFEKSI NOSOKOMIAL DAN RERATA
LAMA HARI PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
PEMERINTAH DAN SWASTA PROPINSI DAERAH
ISTIMEWA YOGYAKARTA, Jurnal Lembaga Pengabdian
Masyarakat Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta

Depkes-RI 1995.PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI

DAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PPM & PLP


TENTANG PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
RUMAH SAKIT, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.