Anda di halaman 1dari 2

Dr. Sony Warsono, Ak. MAFIS Riview Artikel Rasionalisasi The Rules of Debit Credit

Review Artikel Rasionalisasi The Rules of Debit Credit

RINGKASAN

Pendahuluan

Komisi perubahan Pendidikan Akuntansi telha melakaukan berbagai upaya untuk

mendorong perubahan pembelajaran dalam akuntansi guna mengatasi masalah gagalnya profesi

akuntan dalam memenuhi kebutuhan perkembangan zaman yang konsisten, dinamis dan

kompleks. Selama kurang lebih 20 tahun telah banyak penelitian yang dilakukan untuk

menjawab permasalahan tersebut. perdebatan antara pendekatan tradisonal dan pendekatan

inovasi. Perbedatan ini merujuk pada pentingnya pembelajaran mengenai konsep pembukuan

berpasangan (DEB) dan aturan debit kredit (RDC). Perdebatan ini menjadi penting karena

banyak akademisi yang hanya menganggap konsep tersebut hanya sebagai aturan atau kebiasaan

yang telah terjadi selama kurang lebih 500 tahun.

Konsep Pembukuan Berpasangan

Konsep pembukuan berpasangan adalah warisan dari Luca Pacioli dalam bukunya yang

berjudul Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita pada bab 9 bagian

kesebelas yang berjudul Particularis De Computis et Scripturis. Luca Pacioli bukanlah seorang

akuntan melainkan seorang professor matematika yang mengajar pada beberapa universitas.

Beliau diberi gelar Bapak Akuntansi karena jasanya telah membukukan konsep pembukuan

berganda tersebut sebagai bentuk dari terapan konsep matematika dalam dunia bisnis. Konsep

DEB dari Luca Pacioli adalah warisan akuntansi untuk dikagumi dari generasi ke generasi dan

terus diterapkan sampai sekarang.

Rasionalitas Aturan Debet Kredit

Pembahasan aturan debit kredit dalam makalah ini menggunakan pendekatan matematika.

Beberapa alasannya adalah pertama, bahwa aturan ini berasal dari professor matematika. Kedua,

telah bayak ahli yang sepakat bahwa RDC adalah aplikasi dari matematika. Ketiga, bahwa RDC

adalah sebuah pemikiran atau ilmu terbaik dan sebagaimana pada dasarnya beberapa ilmu yang

terkenal dan handal berasal dari matematika.

Persamaan akuntansi ditunjukkan dalam Aset = Kewajiban + Modal. Persamaan ini jelas

menunjukkan bentuk dari persamaan aljabar. Littleton (1928, hlm.136) mengutip dari

dalam jurnal, per (oleh) digunakan untuk menunjukkan debit dan

terjemahan dari Summa "

(untuk) untuk menunjukkan kredit "(p.26). Selanjutnya berbgai literatur menjukkan bahwa sisi

Roby Aditiya

15/391673/PEK/21119

Dr. Sony Warsono, Ak. MAFIS Riview Artikel Rasionalisasi The Rules of Debit Credit

kiri (aset) adalah kredit dan sisi kanan (kewajiban + modal) adalah kredit. Aturan dasar RDC ini

digunakan untuk mewakili peningkatan (penambahan) dan penurunan (pnengurangan) aset,

kewajiban maupun modal. Sebuah kesalahan ketika menganggap bahwa debit selalu

menunjukkan penambahan dan kredit selalu menunjukkan pengurangan. Aturan untuk

pengurangan dan penambahan dalam debet kredit akan mengikuti posisi normal dari elemen

dalam persamaan dasar akuntansi.

Diskusi dan Kesimpulan

Pengajaran mengenai aturan debit kredit akan selalu relevan dalam pembelajaran dasar

akuntansi. Rasionalisasi debit kredit dapat digunakan untuk mejawab pernyataan tersebut

mengapa pengajaran debit kredit masih relevan. Rasionalitas debit kredit dapat digunakan

sebagai dasar untuk mengevaluasi kembali pendekatan persamaan dasar akuntasi konvensional

yang belakangan ini banya digunakan dalam buku teks pengajaran akuntansi.

Roby Aditiya

15/391673/PEK/21119

OPINI

Kajian rasionalitas debit kredit menjadi penting dewasa ini untuk menjukkan pentingnya

pengajaran debit kredit pada pelajaran pengantar akuntansi. Saya sepakat jika rasionalitas debit

kredit melihat dari pendekatan matematika. Hal ini menjadi wajar karena jelas bahwa konsep

pembukuan berpasangan merupakan konsep yang diusulkan oleh professor matematika.

Sehingga menjadi wajar jika menggunakan pendekatan matematika.

Persamaan akuntansi yang biasanya ditampilkan dalam pendekatan tradisional dengan

Aset = Kewajiban + Modal jelas yang kemudian dalam pendekatan inovasi menggunakan

persamaan Aset = Kewajiban + Modal + Pendapatan Biaya atau biasa juga disajikan dalam

Aset + Biaya = Kewajiban + Modal + Pendapatan. Persamaan tersebut jelas menunjukkan

persamaan aljabar. Baik pendekatan tradisional dan pendekatan inovasi seharusnya tetap

menjelaskan pengantar mengenai aturan debit kredit.

Dengan penjelasan tersebut, maka jelas bahwa aturan debit kredit tidak bisa dipisahkan

dari pembelajaran akuntansi. Konsep ini menjadi pengetahuan dasar untuk mngerti penurunan

(pengurang) dan peningkatan (penambah) dari aset, kewajiban, dan modal serta pendapatan dan

biaya. Sehingga debit tidak selalu diartikan sebagai penambahan dan kredit diartikan sebagai

pengurangan.