Anda di halaman 1dari 19

A.

DEFINISI PASAR MODAL

Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang
bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh
pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Menurut Usman (1990:62), umumnya surat-
surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga bersifat
hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal
nama obligasi dan surat berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. Lebih jauh dapat
juga didefinisikan bahwa obligasi adalah bukti pengakuan hutang dari perusahaan, sedangkan saham
adalah bukti penyertaan dari perusahaan.

Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi,
termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang
keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal
adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-
saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara
pedagang efek (Sunariyah, 2000 : 4). Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka
jelaslah bahwa pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana
dengan menjual hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat.

Para pemain utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat
langsung dalam proses transaksi antara pemain utama sebagai berikut Kasmir(2001 : 183-189)

1. Emiten. Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau


melakukan emisi di bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi, para emiten
memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum
pemegang saham (RUPS), antara lain :

a. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk
meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
b. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal
asing.
c. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama
kepada pemegang saham baru.
2. Investor. Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang
melakukan emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan,
investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup
bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten dan analisis lainnya.

Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :

a. Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya


berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
b. Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin
besar pengusahaan (menguasai) perusahaan.
c. Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah
pada saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli
sahamnya.

3. Lembaga Penunjang. Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung
beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor dalam
melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal. Lembaga penunjang
yang memegang peranan penting di dalam mekanisme pasar modal adalah sebagai
berikut :

1) Penjamin emisi (underwriter). Lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi


sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
2) Perantara perdagangan efek (broker / pialang). Perantaraan dalam jual beli efek,
yaitu perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor). Kegiatan-
kegiatan yang dilakukan oleh broker antara lain meliputi :

a) Memberikan informasi tentang emiten


b) Melakukan penjualan efek kepada investor
c) Perdagangan efek (dealer), berfungsi sebagai :
1) Pedagang dalam jual beli efek
2) Sebagai perantara dalam jual beli efek
g. Penanggung (guarantor). Lembaga penengah antara si pemberi
kepercayaan dengan si penerima kepercayaan. Lembaga yang dipercaya
oleh investor sebelum menanamkan dananya.
h. Wali amanat (trustee). Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si
pemberi amanat (investor). Kegiatan wali amanat meliputi :
1) Menilai kekayaan emiten
2) Menganalisis kemampuan emiten
3) Melakukan pengawasan dan perkembangan emiten
4) Memberi nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan
dengan emiten
5) Memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi
6) Bertindak sebagai agen pembayaran
i. Perusahaan surat berharga (securities company). Mengkhususkan diri
dalam perdagangan surat berharga yang tercatat di bursa efek. Kegiatan
perusahaan surat berharga antara lain :
1) Sebagai pedagang efek
2) Penjamin emisi
3) Perantara perdagangan efek
4) Pengelola dana
j. Perusahaan pengelola dana (investment company). Mengelola surat-
surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan
investor, terdiri dari 2 unit yaitu sebagai pengelola dana dan penyimpan
dana.
k. Kantor administrasi efek. Kantor yang membantu para emiten maupun
investor dalam rangka memperlancar administrasinya.
1) Membantu emiten dalam rangka emisi
2) Melaksanakan kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham
para investor
3) Membantu menyusun daftar pemegang saham
4) Mempersiapkan koresponden emiten kepada para pemegang saham
5) Membuat laporan-laporan yang diperlukan
B. Proses Go Public

BEI pada tahun 2008 ini menargetkan sekitar 30 emiten saham yang akan mencatatkan saham di
BEI. Kendati target yang dipatok jumlahnya cukup banyak, bukan berarti untuk tercatat di BEI
menjadi gampangan. Proses go public tetap menggunakan prosedur yang berlaku, sesuai dengan
standar dan aturan yang berlaku, tanpa sedikit pun manajemen BEI terlibat di dalamnya. Karena
memang dalam proses go public ini, pintu pertama yang harus dilakukan adalah Badan Pengawas
Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Karena berdasarkan struktur dan UU Pasar
Modal, lembaga pemerintah ini yang diberikan tanggung jawab terhadap proses go public hingga
pasar perdana (pasar primer). Proses go public, secara sederhana dikatakan sebagai kegiatan
penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual saham atau Efek
kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan
Pelaksanaannya. Oleh karena penawaran umum sebuah aktivitas dari sebuah perusahaan maka
setidaknya ada tahapan-tahapan yang mesti dikerjakan oleh perusahaan yang akan melakukan
penawaran umum ini. Terlebih lagi penawaran umum tersebut mencakup penjualan saham di
pasar perdana, penjatahan saham, pencatatan di bursa efek. Dari tahapan-tahapan tersebut BEI
membagi beberapa tahapan kerja dari sebuah proses go public.

Tahap Persiapan

Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu yang
berkaitan dengan proses go public. Pada tahap persiapan ini yang paling utama yang harus
dilakukan sebuah perusahaan yang akan go public adalah melakukan Rapat Umum Pemegang
Saham terlebih dulu (RUPS). RUPS bagi sebuah perusahaan merupakan hak penting dan
merupakan kaidah yang diatur dari UU Perseroan Terbatas. Go public harus disetujui terlebih
dulu oleh pemegang saham. Karena go public akan melibatkan modal baru di luar pemegang
saham yang ada maka perlu diputuskan apakah kehadiran modal baru itu nantinya akan
mengubah masing-masing kepemilikan para pemegang saham lama. Berapa modal yang
dibutuhkan, dan berapa modal yang mesti disetor masing-masing pemegang saham harus
terjawab dan memperoleh persetujuan oleh pemegang saham lama. Mekanisme RUPS yang
dilakukan perusahaan yang akan go public ini merupakan mekanisme RUPS sebagaimana yang
ditetapkan leh UU PT.
Setelah memperoleh persetujuan go public ini maka perusahaan mulai mempersiapkan penjamin
emisi (underwriter) dari perusahaan itu. Underwriter adalah perusahaan efek yang nantinya akan
menjembatani perusahaan efek tersebut ke pasar modal. Sebagai penjamin maka perusahaan efek
itu akan menyiapkan dokumen dan bersama dengan perusahaan menunjuk pihak-pihak seperti
akuntan publik, konsultan hukum, notaris, perusahaan penilai (appraisal), dan faktor-faktor lain
yang sifatnya adminsitrasi.

Akuntan publik dibutuhkan untuk menilai berbagai pernyataan keuangan yang dikeluarkan oleh
perusahaan, konsultan hukum, tentunya antara lain melakukan audit hukum atas aspek hukum
dari bisnis, aset dan berbagai produk hukum yang pernah dikeluarkan dan yang akan dikeluarkan
perusahaan. Sedangkan notaris ditunjuk antara lain untuk mencatat setiap keputusan yang
diambil perusahaan daam rangka proses go public. Tugas notaris antara lain berkaitan dengan
perubahan modal disetor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Appraisal atau perusahaan penilai bertugas untuk menilai aset perusahaan khususnya dari sisi
nilai. Dengan adanya appraisal ini berarti bisa diketahui nilai perusahaan, nilai modal sehingga
nantinya bersama dengan komponen-komponen lainnya, kinerja keuangan dan operasional bisa
dikeluarkan nilai dan harga saham yang layak bila perusahaan itu akan go public.

Praktis dalam tahap persiapan ini yang melakukan pengolahan data-data perusahaan, tidak lagi
manajemen atau direksi, apalagi pemegang saham pendiri yang banyak terlibat, tapi sudah orang-
orang di luar perusahaan ikut terlibat. Pihak-pihak luar seperti underwriter, konsultan hukum,
akuntan, appraisal dan notaris. Mereka itu merupakan pihak-pihak yang sudah memahami tugas
dan fungsinya bagi perusahaan. Karena itu guna kelancaran proses go public sebuah perusahaan
disarankan menggunakan profesi penunjang pasar modal yang memperoleh izin dari Bapepam-
LK.

Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran

Dalam tahap ini, perusahaan bersama underwriter membawa dokumen yang terangkum dalam
prospektus ringkas perusahaan ke Bapepam-LK. Prospektus ringkas merupakan keterangan
ringkas mengenai perusahaan dalam minimal dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk itu
prospektus harus secara ringkas dan padat memuat berbagai informasi terkait dengan perusahaan,
mulai dari company profile, kinerja operasional perusahaan seperti, neraca rugi laba, proyeksi
kinerja perusahaan serta untuk kepentingan apa dana masyarakat itu dibutuhkan. Pada tahap ini
jangan heran kalau perusahaan beserta penjamin emisinya, konsultan hukum, notaris dan akuntan
publik serta appraisal, akan sering modar-mandir ke Bapepam-LK. Sebab pada tahap ini seluruh
pernyataan para profesi pendukung pasar modal itu (notaris, konsultan hukum dan akuntan),
termasuk appraisal dan penjamin emisi mulai diperiksa secara detil, satu per satu lengkap dengan
dokumen pendukungnya. Pada tahap inilah seleksi tersebut berlangsung. Kalau penjamin emisi
memperkirakan harga jual sahamya Rp 6.000 per saham, maka dokumen pendukung tentang itu
harus ada, jelas dan transparan.
Aspek full disclosure akan mulai terungkap di sini. Jadi dapat dipastikan para profesi penunjang
pasar modal itu, tidak akan main-main dalam memberikan pendapatnya. Meleset sedikit saja,
atau berbeda dengan kaidah yang berlaku ancaman bagi para profesional pasar modal itu cukup
berat, dan harus dibayar mahal. Adapun sanksinya bisa berupa denda hingga sanksi pidana atau
pencabutan izin.

Tahap Penjualan Saham

Dipastikan kurang dari 38 hari Bapepam-LK sudah memberikan jawaban atas pernyataan
pengajuan pendaftaran perusahaan yang akan go public ini. Kalau setelah melakukan pendaftaran
dan tidak ada koreksi maka pada periode waktu tersebut, pernyataan tersebut otomatis menjadi
efektif. Apabila perusahaan itu sudah dinyatakan efektif, berarti saham dari perusahaan itu sudah
bisa dijual. Penjualan dilakukan melalui penawaran umum (initial public offering/IPO).
Dalam konteks pasar modal penjualan saham melalui mekanisme IPO ini disebut dengan
penjualan saham di pasar perdana, atau biasa juga disebut dengan pasar perdana. Penjualan
saham dalam pasar perdana mekanismenya diatur oleh penjamin emisi. Penjamin emisi yang
akan melakukan penjualan kepada investor dibantu oleh agen penjual. Agen penjual adalah
perusahaan efek atau pihak lain yang ditunjuk sebelumnya dan tercantum dalam prospektus
ringkas. Oleh Bapepam-LK bagi perusahaan yang akan tercatat di BEI penjualan saham dalam
IPO ini waktunya relatif terbatas, dua atau tiga hari saja. Tapi bagi perusahaan yang setelah
menjual sahamnya tidak mencatatkan di BEI maka penjualan sahamnya bisa lebih lama lagi. Dan
tentunya akan sangat tergantung dari prospektus yang diajukan pada pernyataan pendaftaran.
Hingga tahap IPO ini, perusahaan sudah bisa dinyatakan sebagai perusahaan publik. Gelar di
belakang perusahaan menjadi Tbk (kependekan dari Terbuka). Sebagaimana diungkap
sebelumnya, perusahaan bisa langsung mencatatkan sahamnya di BEI setelah IPO bisa juga
tidak. Jadi setelah menjadi perusahaan public sama sekali tidak ada keharusan bagi saham sebuah
perusahaan untuk langsung tercatat (listed). Ingat ketika PT Abdi Bangsa Tbk perusahaan
penerbit harian Republika pertama kali go public tidak langsung tercatat di BEI, melainkan
beberapa tahun kemudian. Kendati tidak langsung listing namun perusahaan yang telah IPO
tersebut tetap mengikuti aturan mengenai keterbukaan di pasar modal. Itu berarti laporan
keuangan, corporate action dan ketebukaan informasi lainnya harus disampaikan ke publik.

Tahap Pencatatan di BEI

Setelah melakukan penawaran umum, perusahaan yang sudah menjadi emiten itu akan langsung
mencatatkan sahamnya maka yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah apakah perusahaan
yang melakukan IPO tersebut memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku di BEI (listing
requirement). Kalau memenuhi persyaratan, maka perlu ditentukan papan perdagangan yang
menjadi papan pencatatan emiten itu. Dewasa ini papan pencatatan BEI terdiri dari dua papan:
Papan Utama (Main Board) dan Papan Pengembangan (Development Board). Sebagaimana
namanya, papan utama merupakan papan perdagangan bagi emiten yang volume sahamnya
cukup besar dengan kapitalisasi pasar yang besar, sedangkan papan pengembangan adalah
khusus bagi pencatatan saham-saham yang tengah berkembang. Kendati terdapat dua papan
pencatatan namun perdagangan sahamnya antara papan utama dan papan pengembangan sama
sekali tidak berbeda, sama-sama dalam satu pasar.

Jadi perbedaaan papan perdagangan ini hanya membedakan ukuran perusahaan saja. Papan
Utama ditujukan untuk emiten atau emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan lamanya
menjalankan usaha utama sekurang-kurangnya 36 bulan berturut-turut. Sementara Papan
Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi
persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum
menghasilkan keuntungan.

STRUKTUR PASAR MODAL INDONESIA


Lembaga yang terkait dengan pasar modal

Bapepam

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (disingkat Bapepam-LK) adalah
sebuah lembaga di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang bertugas membina,
mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan
kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. Kepala Bapepam-LK saat ini
adalah A. Fuad Rahmany.

Fungsi Bapepam-LK adalah:

• Penyusunan dan penegakan peraturan di bidang pasar modal primer dan sekunder
• Penegakan peraturan di bidang pasar modal;
• Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha, persetujuan,
pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal;
• Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik;
• Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek, Kliring
dan Penjaminan, dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;
• Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal;
• Penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan;
• Pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan, sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku;
• Perumusan standar, norma, pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan;
• Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan;

• Pelaksanaan tata usaha Badan.

b) Perusahaan

Lembaga ini bertujuan untuk memperoleh dana di Pasar Modal melalui penawaran umum (Initial
Public Offering) hak kepemilikan atau Saham, dalam hal ini perusahaan berperan sebagai
emiten.

c) Self Regulatory Organizations (SRO)

Adalah organisasi yang berwenang membuat peraturan sendiri untuk kegiatan usahanya.

Bursa Efek

Adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk perdagangan
efek. Pada saat ini, di Indonesia ada 1 bursa efek yaitu Bursa Efek Indonesia.

Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)

Adalah lembaga yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi
Bursa. Lembaga yang memperoleh izin usaha sebagai LKP adalah PT Kliring Penjaminan Efek
Indonesia (KPEI)

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)


Adalah lembaga yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi Bank Kustodian,
Perusahaan Efek dan Pihak lain. Lembaga yang memperoleh izin usaha sebagai LPP adalah PT
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

d) Perusahaan Efek

Adalah perusahaan yang mempunyai aktivitas sebagai berikut :

Penjamin Emisi Efek

Sebagai penjamin emisi efek, perusahaan melakukan kontrak dengan emiten untuk melakukan
penawaran umum dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual.

Perantara Pedagang Efek

Perusahaan memperdagangkan efek untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan nasabah.

Manajer Investasi

Pihak yang kegiatan usahanya mengelola portfolio efek untuk para nasabah atau mengelola
portfolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana
pensiun dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan perundang-undangan
yang berlaku.

e) Penasihat Investasi

Pihak yang memberikan jasa penasihat mengenai penjualan ataupun pembelian efek.

f) Lembaga Penunjang Pasar Modal

• Biro Administrasi Efek


• Kustodian
• Wali Amanat

g) Profesi Penunjang Pasar Modal


Terdiri dari Akuntan, Konsultan Hukum, Penilai, Notaris dan profesi lain yang ditetapkan
dengan peraturan pemerintah.

Untuk dapat melakukan kegiatan di pasar modal, wajib terlebih dahulu terdaftar di Bapepam.
Persyaratan pendaftaran profesi penunjang pasar modal diatur dalam peraturan Bapepam.

1. Akuntan Publik

• Melakukan pemeriksaan atas Laporan KeuanganPerusahaan dan memberikan


pendapatnya.
• Memeriksa pembukuan apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia dan
ketentuan Bapepam.
• Memberi petunjuk pelaksanaan cara-cara pembukukan yang baik (apabila diperlukan)

2. Konsultan Hukum

• Melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dari segi hukum (Legal Audit)


• Memberikan pendapat dari segi hukum (Legal Opinion) terhadap emiten dan perusahaan
publik

3. Legal Audit

• Akte pendirian berikut perubahannya


• Permodalan
• Perizinan
• Kepemilikan asset harus atas nama perusahaan
• Perjanjian dengan pihak ketiga baik dalam negeri ataupun luar negeri
• Perkara baik perdata mapun pidana yang menyangkut prusahaan mapupun pribadi direksi
• UMR
• Amdal

4.Notaris

• Membuat Berita Acara RUPS


• Membuat Akte Perubahan Anggaran Dasar
• Menyiapkan perjanjian-perjanjian dalam rangka Emisi Efek

5. Penilai

Adalah pihak yang menerbitkan dan menandatangani Laporan Penilai, yaitu pendapat atas nilai
wajar aktiva yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian dan penilai.

Peran Akuntan Publik


Peran Akuntan Publik yang pertama adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat
terhadap laporan keuangan. Di pasar modal dituntut pendapat wajar tanpa syarat terhadap laporan
keuangan dari perusahaan yang akan menerbitkan (Initial Public Offering) atau yang telah terdaftar di
bursa. Pendapat wajar tanpa syarat berarti laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan yang ditetapkan oleh IAPI tanpa suatu catatan atau kekurangan dan kesalahan
material.
Akuntan yang terdaftar di Bapepam-LK diharapkan menjadi gate keeper atau guardian angel dalam
melindungi kepentingan publik dengan menghasilkan opini yang berkualitas atas laporan keuangan
Akuntan berperan dalam mengungkapkan informasi keuangan perusahaan dan memberikan pendapat
mengenai kewajaran atas data yang disajikan dalam laporan keuangan. Dalam melakukan kegiatan,
akuntan harus memperhatikan standar akuntansi keuangan yang ditetapkan oleh IAPI dan praktik
akuntansi lainnya yang lazim di pasar modal. Dalam kaitannya dengan melindungi kepentingan publik,
akuntan publik memegang peranan kunci dalam menjamin kewajaran penyajian informasi keuangan.
Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, akuntan tidak diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan
terhadap seluruh transaksi yang ada di perusahaan, namun diperkenankan hanya berdasarkan sampling.
Dengan demikian, laporan keuangan yang telah diperiksa tidak menjamin bahwa laporan keuangan telah
terbebas dari kesalahan namun kemungkinan masih mengandung kesalahan. Oleh karena itu, akuntan
dalam memberikan pendapatnya akan menyatakan kewajaran atas laporan keuangan, bukan kebenaran
atas laporan keuangan. Sepanjang akuntan telah melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing
yang berlaku, maka akuntan yang bersangkutan tidak dapat dibebankan tanggung jawab atas kesalahan
tersebut. Namun apabila dapat dibuktikan bahwa akuntan tidak melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan
standar auditing, maka jika terjadi kesalahan, akuntan tersebut dapat dimintakan pertanggungjawabannya.
Akuntan hanya bertanggun jawab atas opini yang diberikan terhadap kewajaran laporan keuangan namun
kebenaran laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen sepenuhnya.
Oleh karena itu, Akuntan publik seringkali sekadar menempati posisi sebagai pemain figuran dalam arena
bisnis di pasar modal. Perhatian investor umumnya lebih banyak ditujukan kepada emiten sebagai objek
investasi mengingat kepentingan investor berkaitan dengan investasi yang ditanamnya. Namun para
pemodal kerap kurang menyadari bahwa sahih tidaknya sebuah informasi tentang emiten, terutama yang
berkaitan dengan kinerja keuangan, sangat ditentukan oleh bobot kualitas dari akuntan publik yang
bertugas memeriksa laporan keuangan emiten. Dari sini bisa dilihat bahwa peran dan tanggung jawab
profesi akuntan terhadap perkembangan pasar modal sangat besar. Bisa dibayangkan jika akuntan publik
yang beroperasi di pasar modal memiliki kualitas dan integritas yang lemah, maka hampir bisa dipastikan
perkembangan pasar modal akan terhambat karena tingkat kepercayaan investor akan berkurang.
Profesi akuntan berkaitan dengan pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus.
Keahlian dasar yang harus dimiliki akuntan adalah melakukan pemeriksaan keuangan. Akuntan
profesional dituntut memiliki integritas dan moral untuk melindungi kepentingan masyarakat. Profesi
akuntan juga harus memiliki etika profesi yang mengikat para anggotanya. Semua ini melahirkan
kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan.
Profesi Akuntan Publik merupakan profesi yang unik yang berbeda dengan profesi lainnya karena
akuntan publik dibayar oleh klien namun bekerja atas nama masyarakat (investor) sehingga akuntan
publik dituntut harus independensi dan objektifitas dalam pengambilan keputusannya.
Berkembangnya pasar modal akan memberikan peran yang sangat penting bagi akuntan khususnya
akuntan publik mengingat keterkaitannya dengan informasi yang dibutuhkan di pasar modal. Sesuai UU
No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, peran profesi akuntan menjadi sangat penting. Secara garis besar
peran akuntan di pasar modal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) pemeriksa laporan keuangan dan
(2) sebagai penyusun standar akuntansi.
Bagi perusahaan yang telah go public, dimana sebagian sahamnya dimiliki oleh masyarakat luas, maka
informasi yang tepat, cepat, dan terpercaya sangatlah dibutuhkan untuk mengetahui posisi keuangan, hasil
usaha, dan perkembangan perusahaan yang pengelolanya dipercayakan kepada manajemen. Untuk
memperoleh informasi yang tepat, akurat dan dapat dipercaya, laporan keuangan haruslah disajikan sesuai
dengan prinsip-pronsip akuntansi yang diterima umum, dan untuk memastikan kewajarannya, laporan
keuangan tersebut harus diaudit oleh akuntan yang independen. Akuntan dalam kapasitas dan kompetensi
profesionalnya harus melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing dan mematuhi serta
menjunjung tinggi kode etik profesi.
Dalam mendorong perkembangan pasar modal di Indonesia, peranan para akuntan sebagai profesi
kepercayaan publik menjadi sangat penting. Fungsi utama akuntan adalah dalam rangka memberikan
gambaran yang transparan mengenai posisi keuangan suatu perusahaan dalam menginformasikan ke
publik.
Bidang jasa Akuntan di Pasar Modal terbagi menjadi:
Perikatan Atestasi; dan Perikatan Non-atestasi

Tanggung Jawab Akuntan Publik


Sejalan dengan pentingnya peranan akuntan publik, akuntan publik juga memiliki tanggung jawab yang
besar. Tanggung jawab akuntan tidak hanya terbatas pada kepatuhan terhadap standar profesi, namun juga
mencakup tanggung jawab hukum dan sosial. Akuntan harus mampu menilai kewajaran laporan keuangan
perusahaan dibandingkan dengan standar akuntansi keuangan yang telah ditetapkan oleh IAPI.
Pada dasarnya esensi dari pasar modal adalah full disclosure yang mencakup pengungkapan informasi
yang penting dan relevan. Oleh karena itu, akuntan yang bergerak di pasar modal harus memahami bahwa
kepentingan publik jauh lebih besar dan harus lebih diutamakan. Adapun kewajiban akuntan sebagai
pemeriksa laporan keuangan dinyatakan secara eksplisit dalam UU Pasar Modal yang menyatakan bahwa
akuntan yang terdaftar di Bapepam yang memeriksa laporan keuangan emiten, bursa efek, lembaga
kliring dan penjaminan (LKP), lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP), dan pihak lain yang
melakukan kegiatan di bidang pasar modal wajib menyampaikan pemberitahuan yang sifatnya rahasia
kepada Bapepam jika ditemukan adanya:
a. Pelanggaran yang dilakukan terhadap ketentuan dalam UU ini dan atau peraturan pelaksanaannya.
b. Hal-hal yang dapat membahayakan keadaan keuangan lembaga dimaksdu atau kepentingan para
nasabahnya.

Untuk menjamin kualitas informasi yang fair dan objektif, akuntan dilarang:
· Memberikan jasa kepada pihak yang terafiliasi dengannya
· Membuat perjanjian untuk memperoleh kepentingan dalam efek atau bagian laba dari emiten
· Memeriksa dan menyiapkan opini bagi emiten sebelum menerima pembayaran atas jasa yang diberikan
terdahulu
· Melakukan penilaian dan pemeriksaan atas pekerjaannya sendiri yang telah dilakukan bagi emiten
· Melakukan perjanjian dengan emiten yang menyatakan bahwa pembayaran jasanya tergantung pada
pekerjaanya

Tanggung jawab akuntan di pasar modal dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


a. Tanggung jawab yuridis
Berkaitan dengan opini yang diberikan akuntan yang dsampaikan kepada masyarakat, opini akuntan dan
penyampaian informasi lainnya harus sesuai dengan standar profesi dan peraturan pasar modal yang
berlaku. Pelaksanaan penugasan akuntan di pasar modal tidak terlepas dari kemungkinan adanya tuntutan
atau gugatan baik administratif, perdata, maupun pidana
b. Tanggung jawab finansial
Dalam kaitannya dengan kemungkinan munculnya kerugian yang diderita oleh pihak ketiga. Hal ini dapat
mengakibatkan tuntutan ganti rugi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan tersebut.
c. Tanggung jawab moral
Dalam kaitannya dengan kewajiban akuntan untuk menjunjung tinggi kode etik akuntan serta selalu
menjaga sikap mental yang independen. Hal ini diperlukan mengingay profesi akuntan sebagai profesi
yang dipercaya oleh masyarakat sehingga harus selalu menjaga kepercayaan yang diberikan dan
menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan masyarakat.

Apabila ketiga tanggung jawab tersebut dipahami maka diharapkan profesi akuntan yang bergerak di
pasar modal selalu berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, sehingga akuntan tidak terjebak pada hal-
hal yang dapat merugikan akuntan yang bersangkutan dan profesi akuntan secara keseluruhan.
Akuntan yang terdaftar di Bapepam-LK mempunyai tanggungjawab untuk turut menjaga kualitas
informasi di Pasar Modal melalui pemberian opini yang berkualitas dan independen atas laporan
keuangan

Tantangan dan Peluang Akuntan


Dicabutnya ketentuan pembatasan pembelian saham oleh investor asing melalui pasar modal Indonesia
merupakan tantangan bagi profesi akuntan Indoenesia. Akuntan dalam memberikan opininya dituntut
lebih berhati-hati. Para investor asing dengan pengalaman yang lebih lama dan modal yang besar dalam
bermain di pasar modal akan lebih kritis terhadap setiap opini yang diberikan oleh akuntan.
Di samping itu, ada kecenderungan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia selain mencari dana melalui
pasar modal dalam negeri, juga memalui pasar modal internasional. Keadaan ini mengharuskan akuntan
untuk mempelajari dan mengerti tentang peraturan pasar modal yang berlaku internasional.
Konsekuensi lebih lanjut dari hal tersebut adalah kemungkinan adanya tuntutan hukum atau gugatan
hukum yang diajukan oleh pihak investor atau pihak lain terhadap akuntan yang memeriksa perusahaan
yang bersangkutan.
Lahirnya organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization) dan diterimanya General Agreement
on Trade in Services (GATS) akan menciptakan tantangan tersendiri dan sekaligus memberi peluang bagi
Profesi Akuntan Indonesia. Tantangan yang timbul adalah masuknya akuntan asing di Indonesia
menciptakan iklim persaingan usaha yang ketat. Masuknya akuntan asing memberikan ancaman bagi
profesi akuntan Indonesia. Secara umum, akuntan di negara maju memiliki profesionalisme yang lebih
baik serta memiliki kelebihan dalam competitive advantages.
Tantangan lain yang cukup berat bagi profesi akuntan adalah mempertahankan sikap independen dalam
setiap pelaksanaan tugasnya dan menghindari conflict of interest.

Upaya Pemerintah Melindungi Publik


Mutu pekerjaan akuntan publik berkaitan erat dengan kode etik profesi, standar auditing, dan
pengendalian mutu. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No.423/KMK.06/2002 tentang Jasa
Akuntan Publik sebagaimana telah dirubah No.359/KMK.06/2003 menyatakan bahwa sejalan dengan
tujuan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional dan melindungi kepentingan umum, maka
diperlukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang profesional, handal, dan independen melalui
pengaturan, pembinaan dan pengawasan yang efektif dan berkesinambungan.
Kemudian Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menerbitkan beleid baru soal Akuntan Publik (AP).
Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 17/PMK.01/2008 tentang Jasa
Akuntan Publik. PMK itu sendiri merupakan penyempurnaan Keputusan Menteri Keuangan (KMK)
No.423/KMK.06/2002 dan KMK No.359/KMK.06/2006 yang dianggap sudah tidak memadai. Peraturan
yang ditetapkan pada 5 Februari 2008 itu diterbitkan guna menciptakan pengaturan, pembinaan, dan
pengawasan yang efektif terhadap AP dan Kantor Akuntan Publik (KAP). Di samping itu, PMK itu juga
untuk melindungi kepentingan umum (http//www.supriyanta.com).
Selain itu, saat ini juga sedang disusun RUU tentang Akuntan Publik yang sampai saat ini masih dalam
proses pembahasan.

Transaksi efek

PERUSAHAAN EFEK

Adalah pihak yang melakukan kegiatan sebagai:

• Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer)

• Penjamin Emisi Efek (underwriter)

• Manajer Investasi (invesment Manager)

PERANTARA PEDAGANG EFEK

1. Pengertian: Perantara Pedagang Efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli Efek
untuk kepentingan sendiri atau pihak lain.
2. Kewajiban:

a) Mendahulukan kepentingan nasabah sebelum melakukan transaksi untuk kepentingan sendiri

b) Dalam memberikan rekomendasi kepada nasabah untuk membeli atau menjual Efek wajib
memperhatikan keadaan keuangan dan maksud serta tujuan investasi dari nasabah

c) Membubuhi jam, hari, dan tanggal atas semua pesanan nasabah pada formulir pemesanan.
Memeberikan konfirmasi kepada nasabah sebelum berakhirnya hari bursa setelah dilakukan
transaksi.

d) Menerbitkan tanda terima setelah menerima Efek atau uang dari nasabah

e) Menyelesaikan amanat jual/beli dari pemberi amanat

f) Menyediakan data dan informasi bagi kepentingan para pemodal

g) Membantu mengelola dana bagi kepentingan para pemodal

h) Memberikan saran kepada para pemodal

Laporan keuangan perusahaan go public