Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa Karena atas berkat, hikmat,
dan tuntunan-Nya sehingga kelompok bisa menyelesaikan tugas tentang Konsep Dasar Keperawatan
Gerontik.
Adapun tujuan dari pembuatan tugas ini ialah untuk memenuhi tugas yang diberikan kepada
kelompok.
Pembuatan tugas ini berisi tentang Konsep Dasar Keperawatan Gerontik.
Dalam pembuatan tugas ini, kelompok banyak menerima bantuan dari berbagai pihak baik
secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih.
Kelompok menyadari bahwa dalam pembuatan tugas ini masih terdapat kekurangan
kekurangan, ini tidak terlepas dari kemampuan kelompok yang masih terbatas. Menyadari akan hal
itu, maka kelompok mengharapkan bantuan baik berupa kritik dan saran yang bersifat membangun
dari pembaca.

Manado,

Januari 2013

Kelompok 1

KONSEP DASAR GERONTIK

A. Pengertian Gerontik
Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Menurut Bernice
Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang
dapat merasa puas dengan keberhasilannya.
Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan
proses penuaan yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia.
Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan
terintegrasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4
yaitu : usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun,
lanjut usia tua (old) 75 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun. Orang
yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 56 tahun ke atas, tidak
mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi
kehidupannya sehari-hari.
Berdasarkan istilah, gerontik berasal dari kata gerontologi + geriatrik. Keperawatan
Gerontik adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan
kiat/teknik keperawatan yang berbentuk bio-psiko-sosio-spritual dan kultural yang
holistik, ditujukan pada klien lanjut usia, baik sehat maupun sakit pada tingkat individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat.
B. Pengertian Gerontologi
Gerontologi berasal dari Geros = lansia dan logos = ilmu. Gerontologi adalah suatu
pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses penuaan, yaitu biologis, psikologis, social,
ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan lain-lain (Depkes RI.2001 ).
Menurut Kozier (1987), Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek
penuaan.
Menurut Miller (1990), Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari proses menua dan
masalah yang mungkin terjadi pada lansia.
Gerontologi adalah suatu ilmu yang mempelajari proses penuaan dan masalah yang
terjadi pada lansia( Kozier, 1987). Dalam referensi lain dikatakan gerontology merupakan
suatu pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses penuaan, yaitu kesehatan, social,
ekonomi, perilaku, lingkungan dan lain-lain (Depkes RI, 2000).
Pada tahun 1995 WHO menggariskan bahwa focus pembinan bagi kelompok usia
lanjut adalah upaya promotif dan minimalkan ketergantungan pada usia lanjut.
C. Pengertian Geriatri
Istilah geriatri berasal dari bahasa Yunani Geron berarti orang tua dan iatros yang
berarti penyembuh.
Geriatri merupakan cabang ilmu dari gerontology dan kedokteran yang mempelajari
kesehatan pada lansia dalam berbagai aspek, yaitu promotif, preventif, kuratif dan

rehabilitatif. Pada prinsipnya geriatrik mengusahakan masa tua yang bahagia dan berguna
(Depkes RI, 2000).
Geriatri adalah cabang ilmu tentang merawat orang yang berusia lanjut terhadap
penyakitnya. Geriatri dapat pula diartikan sebagai cabang ilmu kedokteran yang
mempelajari
tentang
penyakit
pada
lansia.
Menurut Black dan Jacob (1997), geriatrik adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus
pada penyakit yang timbul pada lansia.
D. Tujuan Pelayanan Geriatri
Tujuan pelayanan geriatri adalah sebagai berikut :
1. Mempertahankan derajat kesehatan setinggi-tingginya sehingga terhindar dari penyakit
atau gangguan/kesehatan.
2. Memelihara kondisi kesehatan dengan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan aktivitas
mental yang mendukung.
3. Melakukan diagnosis dini secara tepat dan memadai.
4. Melakukan pengobatan yang tepat.
5. Memelihara kemandirian secara maksimal
6. Tetap membersihkan bentuan moril dan perhatian sampai akhir hayatnya agar
kematiannya berlangsung dengan tenang.
E. Perkembangan Geriatri
Perkembangan geriatri baru terjadi pada abad ke-20. I Indonesia, geriatri baru
berkembang dan masi dalam masa peintisan. Pada prinsipnya geriatri mengusahakan agar
para lansia dapar menjadi lansia yang berguna dan bahagia, sehingga tidak menjadi beban
bagi keluarga dan masyarakat.
Menurut dr. Hermawan Soejono dari Divisi Geriatri Departemen Penyakit Dalam
FKUI, salah satu masalah penting yang dihadapi para lansia adalah kesehatan. Masalah
kesehatan populasi lansia bukan saja terletak pada aspek penyakit kronis atau degeneratif,
melainkan juga kerentanan terhadap penyakit infeksi yang cukup tinggi.
Penyakit yang paling banyak diderita lansia adalah infeksi akut paru-paru (pneumonia)
dan kardiovaskular. Penyakit pneumonia saat ini menjadi ancaman lansia dan berdampak
pada morbiditas serta mortalitas, cara mencegahnya ialah dengan melakukan imunisasi.
Adapun imunisasi yang wajib bagi lansia adalah imunisasi flu dan pneumonia. Sayangnya
iminusasi ini tidak dibiayai serta pasien harus membeli sendiri vaksinnya yang masih
diimpor.
Imunisasi influenza memang merupakan referensi WHO, sebab organisasi kesehatan
dunia itu mencatat antara tahun 1957-1958 terjadi wabah flu Spanyol (Spanish Flu),
kemudian pada tahun 1968 1969 terjadi wabah flu Hongkong. Kedua wabah itu banyak
menewaskan lansia. Oleh karena itu, pada tahun 2004 WHO mencanangkan perlunya
imunisasi pada lansia untuk setiap Negara. Imunisasi influenza diberikan sekali dalan
setahun dan imunisasi pneumonia diberikan satu kali seumur hidup, bias juga lima tahu
sekali.
Vaksinasi ini tidak 100% memproteksi tubuh lansia dan serangan virus. Namun
sekitar 77-84% vaksin ini mampu memproteksi tubuh terhadap serangan virus. Imunisasi
ini relative baru dan belum banyak diketahui orang. Saat ini baru empat rumah sakit

pendidikan yang memiliki dokter geriatri, yaitu RSUPN Cipto Mangunkusomo Jakarta,
RSUD Karyadi Semarang, RSUD Sardjito Yogyakarta dan RSUD Sanglah Bali.
Terdapat beberapa efek samping saat tubuh lansia menerima vaksinasi, yaitu terjadi
kemerahan pada kulit dan demam. Tetapi hal ini dapat diatasi dengan meminum obat
paracetamol 1 tablet. Untuk tingkat sedang, efek samping imunisasi bias menyebabkan
sesak napas dan diare. Bahkan pada tingkat berat bisa menimbulkan kebiru-biruan, saluran
napas tersumbat dan menyebabkan kematian.
F. Fungsi perawat
Menurut Eliopoulous tahun 2005 fungsi dari perawat gerontology adalah :
1. Guide person of all ages toward a healthy aging process.
( Membimbing orang pada segala usia untuk mencapai masa tua yang sehat).
2. Eliminate ageism
( Menghilangkan perasaan takut tua).
3. Respect the right of older adultsand ensure others do the same.
( Menghormati hak orang dewasa lebih tua dan memastikan yang lain melakukan hal
yang sama).
4. Oversee and promote the quality of service delivery.
( Memantau dan mendorong kualitas pelayanan)
5. Notice and reduce risk to health and well-being
( Memperhatikan serta mengurangi risiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan)
6. Teach and Support caregives
( Mendidik dan mendorong pemberi pelayanan kesehatan).
7. Open channels for continued growth.
( Membuka kesempatan untuk pertumbuhan selanjutnya).
8. Listen and sitpport.
(Mendengarkan dan memberi dukungan).
9.Offer optimism, encourgement, and hope.
(Memberikan semangat, dukungan, dan harapan).
10. Generate, support, use, and participate in research.
(Menghasilkan, mendukung, menggunakan, dan berpartisipasi dalam penelitian).
11. Implement restorative and rehabilitative measures.
(Melakukan perawatan restoratif dan rehabilitatif).
12. Coordinate and managed care.
(Mengoordinasi dan mengahtur perawatan).
13. Asses, plan, Implement, and evaluate care in an individualized, holisticmaner.
(Mengkaji, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi perawatan individu dan
perawatan secara menyeluruh).
14. Link services with needs.
(Memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan).
15. Nurture future gerontological nurses for advancementof the specialty.
(Membangun masa depan perawat gerontik untuk menjadi ahli di bidangnya).
16. Understand the unique physical, emotional, social, and spiritual aspects of each other.
(Saling memahami keunikan pada aspek fisik, emosi, sosial, dan spiritual).

17. Recognize and encourage the appropriate management of ethical concern.


(Mengenal dan mendukung manajemen etika yang sesuai dengan tempatnya bekerja).
18. Support and comfort through the dying process.
(Memberikan dukungan dan kenyamanan dalam menghadapi proses kematian).
19. Educate to promote self care and optimal independence.
(Mengajarkan untuk meningkatkan perawatan mandiri dan kebebasan yang optimal).

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilyn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan


dan pendokumentasian perawatan pasien. Alih Bahasa: I Made Kariasa, Ni made
Sumarwati. Edisi: 3. Jakrta: EGC.
Smeltzer, Suzanne C. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart.
Alih Bhasa: Agung Waluyo. Edisi: 8. Jakarta: EGC.
file:///C:/Users/User/Downloads/Documents/gerontik/GERONTIK(materipertemuan1).Ad
hyPunyaKreasi.html