Anda di halaman 1dari 1

LONG CASE ANESTESI

1. Laki2 dvg benjolan diperut kanan bawah akan dilakukan op. Hernia. Td :
180/110 HR: 100x/m RR 12x /m. Lab normal. Umur 60 tahun. BB 60 kg.
Bagaimana peersiapan anestesi dan cara anestesinya
2. Laki2 dgn jejas diperut, sesak, TD: 70/40 nadi 130x/m RR 30 x /m. Datang
ke igd ap yg km lakukan sbgg dokter jaga igd?
Jawab?
1. List :
- Prosedur anestesi pada hernioraphy geriatri
- Teknik anestesi pada hipertensi
Pada pasien ini akan dilakukan op. Hernia diregio perut kanan bawah.
Berdasarkan lokasi pembedahannya maka operasi dapat dilakukan dengan
anestesi regional (spinal). Anestesi spinal (subaracnoid) adalah anestesi regional
dengan tndakan penyuntikan obat2 anestetik lokal ke dalam ruang subaraknoid.
Anestesi spinal dapat diberikan dengan indikasi : bedah ekstremitas bawah,
bedah panggul, tndakan sekitar rektum perinium, bedah obstetrik ginekologi,
urologi, abdomen bawah dan bedah abdomen atas dan bawah pediatrik biasanya
dikombinasikan denan anestesia umum ringan.
Persiapan anestesi yang dilakukan adalah persiapan anestesi regional (spinal).
Vital sign pasien pada tekanan darah didapatkan tekanan darah yang tinggi yaitu
180/110 (hipertensi), dimana pada pasien yang akan dilakukan anestesi atau
operasi dengan anestesi spinal juga memperhatikan tekanan darah yang tinggi
sebaiknya dikontrol terlebih dahulu. Menurut AHA/ACC mengeluarkan acuan
bahwa TDS >= 180 mmHG dan /atau TDD >=110 mmHg sebaiknya dikontrol
terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi, terkecuali operasi yang bersoifat
urgensi, TD dapat dikontrol dalam beberapa meniit smpai bbrp jam dgn
omberian obat antihipertensi yg bersifat rapid acting. Perlu dipahami ada 2 fase
yg harus mnjadi pertimbangan yaitu, tindakan anestesia dan postoperasi.
Berdasarkan penjelasan diatas persiapan preoperatif atau persiapan anestesinya
ditentukan berdasarkan urgensi atau tidaknya kasus tersebut untuk menentukan
apakah operasi ditunda menunggu pengobatan hipertensinya (TD stabil /
terkontrol) atau langsung melakukan operasi karena kasus yang emergensi.
Pada pasien hipertensi yg terkontrol dgn teratur memiliki toleransi blockade
epidural yang lebih baik serta pasien preoperatif yang sudah dikontrol tekanan
darahnya dengan baik akan mempunyai hemodinamik yang lebih stabil
dibandingkan yang tidak dkontrol dengan baik.
Untuk persiaan anestesi spinalnya yaitu :