Anda di halaman 1dari 8

SINOPSIS

KISAH INSPIRATIF PROSES BELAJAR ILMUWAN ILMUWAN DUNIA


RICHARD DECAPRIO
DIVAPRESS, 2012
Ilmuwan ilmuwan besar dunia, seperti Leonardo Da Vinci, Albert
Einstein, dan Thomas Alfa Edison merupakan ilmuwan yang dikenang
sepanjang masa, mereka memiliki caranya sendiri untuk sampai pada
tujuannya, mulai dari otak yang brilian, lingkungan pertumbuhan yang
mendukung, dan latar belakang pendidikan yang tepat.
Namun dari semua cara itu tersimpan cara tersirat yang membawa
mereka sampai pada tujuannya, yaitu proses belajar yang mereka lalui. Itu
karena tidak mudah untuk menghasilkan sebuah temuan ataupun
gagasan yang mampu mengubah dunia, semua itu tidak terlepas dari
proses belajar yang mereka tempuh.
1. Albert Einstein
Albert Einstein merupakan ilmuwan penemu teori relativitas,
ia juga dikenal sebagai tokoh fisika terbesar sepanjang masa yang
lahir di Bern, Swiss pada 14 Mei 1894 dan meninggal di Woods Hole,
Messachusetts, Amerika Serikat pada 26 Juli 1973. Albert Einstein
tidak serta merta terlahir sebagai anak yang genius dan juga hanya
berasal dari keluarga yang sederhana, bahkan masa kanak
kanaknya sebagai anak yang lemah dan terbelakang ia sering
diperolok karena kemampuan berbicaranya sangat terbelakang
dibandingkan teman sebayanya, hal itu membuatnya sulit
berkomunikasi dan mendapatkan teman, gurunya pun
menganggapnya sebagai anak yang bodoh, hingga ia diperiksakan
ke dokter dan disarankan untuk dilatih intensif oleh orang tuanya,
Albert kecil dikenal sebagai anak yang lamban dalam segala
hal,hingga kepala sekolahnya hendak mengeluarkannya, inilah titik
tolak balik Albert dalam berjuang melawan kebodohan, ia belajar
dengan gigih untuk dapat membuktikan dirinya bukan anak yang
bodoh, pertama ia belajar mengenai pemahaman berbahasa supaya
dapat berkomunikasi dengan wajar, dan cemoohan semua orang
disekelilingnya pun dibuktikan salah oleh Albert dengan
pencapaiannya yang luar biasa, meskipun awalnya banyak orang
menganggapnya gila karena sering berbicara sendiri, setelah lepas
dari keterbelakangannya dalam berbicara, Albert menunjukan
kegigihan yang luar biasa dalam belajar dan kehausannya akan ilmu
yang tak terbatas, ia tidak pernah merasa puas akan ilmu yang ia
dapatkan dari pembelajaran formal di sekolah karena dirasanya
kurang untuk mengasah otaknya, untuk memenuhi hasratnya akan
ilmu yang tak terbatas, Albert belajar secara otodidak, hal pertama
yang dipelajarinya adalah mengenai kalkulus diferensial dan
integral, ia mengorbankan waktu bermainnya untuk belajar, dimana
anak anak sebayanya menghabiskan waktu untuk bersenang
senang, Albert lebih tertarik untuk menghabiskan waktunya di

kamar untuk mempelajari ilmu matematika, dan hasilnya ia sudah


menguasai kalkulus diferensial dan integral sebelum berusia lima
belas tahun, kegigihannya untuk mengasah otaknya berbuah manis,
Albert tumbuh menjadi anak yang jenius dan kemampuan
intelegensinya telah melampaui rata rata kemampuan teman
sebayanya.
Albert Einstein berpendapat bahwa segala pelajaran
disekolah akan dapat dikuasai setelah ia menguasai pelajaran
matematika, ini bisa dimaknai bahwa ketika otak mampu
menguasai pelajaran matematika maka otak tersebut telah memiliki
kemampuan yang tinggi sehingga akan lebih mudah untuk
mempelajari pelajaran yang lain, dalam pelajaran matematika,
Albert Einstein sangat menggemari bidang aritmatika terapan, hal
ini didukung oleh orang tuanya dengan dibelikannya buku buku
matematika untuk dipelajarinya, dan ia mampu menguasai
setengahnya dengan mempelajarinya selama liburan musim panas.
Siapa menyangka seorang ilmuwan sekelas Albert Einstein
pernah tidak lulus SMP dan SMA, namun perlu diketahui bahwa hal
ini tidak disebabkan karena ia bodoh, akan tetapi ia lebih suka
menghabiskan waktunya untuk belajar secara otodidak dan
melakukan banyak eksperimen, disekolah ia hanya mengikuti
pelajaran yang digemarinya saja, seperti matematika, sains dan
ilmu berlayar, sedangkan saat jam pelajaran selain itu, ia lebih
memilih membolos dan berada di rumah untuk mempelajari
pelajaran yang disukainya dan melakukan eksperimen. Hal itu
membuatnya gagal dijenjang SMP karena dinilai sering membolos
dan membangkang perintah gurunya.
Meskipun tidak memiliki ijazah SMP namun Albert tetap
bertekad untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu
ke jenjang SMA, tentu akan banyak SMA yang menolaknya, namun
kegigihannya tanpa batas membawanya ke titik terang dimana ada
sekolah yang mau menerimanya, saat SMA sikap Albert Einstein
tidak berubah, itu sebabnya ia juga gagal untuk lulus di jenjang
SMA, pada saat SMA ia hanya menyukai pelajaran matematika dan
fisika saja.
Hasratnya akan ilmu yang tak terbatas tak pernah patah,
Albert Einstein bertekad untuk melanjutkan studinya ke perguruan
tinggi, meskipun tidak memiliki ijazah SMA, ia tetap semangat dan
berusaha untuk dapat diterima di perguruan tinggi, ketika ia
mendaftarkan diri ke Politeknik Federal di Zurich, Swiss, ia ditanyai
mengenai ijazah SMA-nya, dengan jujur ia menjawab bahwa ia tidak
memiliki ijazah SMP dan SMA, namun dengan berani ia menantang
pihak perguruan tinggi tersebut bahwa ia memiliki kemampuan
yang layak diuji di bidang matematika dan fisika, dan setelah
melalui tes, Albert Einstein menunjukan hasil yang luar biasa dan
akhirnya diterima karena matematika dan fisika merupakan jurusan
yang diperhitungkan, disana ia menjelma menjadi seorang pakar
fisika yang terkenal dan terus mengembangkan sayapnya.

Ada satu hal yang tak kalah penting yang telah


menhantarkannya pada pencapaian ini, yaitu pemikiran yang krtitis
mengenai hal hal yang sederhana sekalipun, dan suka
mendebatkan teori teori yang ada untuk menemukan hal baru, rasa
ingin tahunya yang luar biasa mengenai bagaimana bisa begini,
bagaimana hal itu terjadi, apakah hal itu bisa dirubah dan lain
sebagainya, pertanyaan itulah yang menghantaarkannya untuk
tahu banyak dan selalu ingin mencari tahu
Satu hal yang bisa dipetik dari proses belajar Albert Einstein
adalah, hendaknya seseorang menekuni sesuatu sesuai bakat dan
minatnya, karena sebuah keahlian dan popularitas sebenarnya
dapat dibangun dari bakat dan minat yang dimiliki seseorang

2. Thomas Alfa Edison


Thomas Edison merupakan ilmuwan besar yang berhasil
menemukan lampu pijar dan 1093 penemuan lainnya yang hingga
kini masih menerangi dunia yang lahir di Milan, Ohio, Amerika
Serikat, dari pasangan Samuel Ogden yang bekerja sebagai tukang
kayu dan Nancy Elliot yang merupakan seoarang guru, Thomas kecil
mengalami masa yang silit dalam karir akademisnya, ia dikenal
sebagai anak yang bodoh, bahkan kerap disebut anak tolol, dalam
kondisi demikian tentu gurunya sering memarahinya, saking bebal
otaknya, banyak orang yang memperlakukannya secara
diskriminatif. Hal ini membuat ibu Thomas tidak tinggal diam dan
mengambil keputusan nekat, yaitu mengeluarkan Thomas dari
sekolah karena menganggap sekolah bukanlah tempat yang tepat
untuknya. Ia memutuskan untuk berhenti menjadi guru dan
mendidik Thomas kecil di rumah hingga bisa tumbuh menjadi anak
yang cerdas, ini merupakan langkah awal kebangkitan jiwa
keilmuwanan Thomas Edison, ia menunjukan kegemaran dan
antusiasme yang luar biasa ketika ibunya sendiri yang
mengajarinya layaknya pelajaran di sekolah.
Nancy membelikan Thomas banyak buku pelajaran untuk
dipelajarinya secara otodidak, dan hal itu ditunjukan dengan
kegemaran Thomas kecil dalam membaca buku buku yang dibelikan
ibunya, hingga ia menyadari bahwa pembentukan dasar karakter
dan keilmuwannya merupakan hasil dari perjuangan ibu
kandungnya, ia sering mempraktekan teori yang terdapat pada
buku bacaanya, rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi
inilah yang membuatnya selalu semangat dalam meneliti, hingga
ibunya membuatnya sebuah laboraturium kecil dirumahnya.
Ketangguhannya dalam menghadapi kegagalan membuatnya
semakin teguh pendirian, menjadi seorang ilmuwan dunia tidaklah
mudah dan selalu melalui jalan yang mulus, bahkan Thomas Edison
kehilangan pendengarannya pada usia 12 tahun karena pukulan
seorang kondektur kereta api yang merasa terganggu oleh

eksperimen yang dilakukan Thomas di kereta api kala itu, namun ia


selalu berpikir positif dan hal tersebut tidak menjadi akhir ataupun
alasan bagi Thomas Edison untuk berhenti berkarya, ia justru
menganggap bahwa hilangnya pendengarannya akan membuatnya
lebih fokus dan jauh dari gangguan kebisingan, sehingga bisa
berpikir lebih tenang dan berkonsentrasi dengan oenuh
Beberapa hasil temuannya ia jual dan hasilnya dikumpulkan
untuk membuka perusahaan dan laboraturium di Menlo Park, New
Jersey, disinilah terlahir bola lampu pijar, phonograf, sistem elektrik,
motion picture camera, telegraf, mesin X-ray serta ribuan hak paten
lainnya.
Pelajaran yang bisa dipetik dari Thomas Edison adalah
bagaimana ia mampu melewati kegagalan demi kegagalan sebagai
langkah untuk memperbaikinya. Berkat kesungguhannya, pada
tahun 1882, untuk pertama kalinya dalam sejarah bola lampu pijar
menerangi dunia.
3. Isaac Newton
Isaac Newton merupakan ilmuwan fenomenal penemu teori
gravitasi, ia memiliki dua tanggal lahir yang berbeda, yaitu menurut
kalender gregorian pada 4 Januari 1643 dan wafat pada 31 Maret
1727, lalu menurut kalender julius pada 25 Desember 1642 dan
wafat pada 20 maret 1727. Dikenal sebagai pakar matematika,
fisika, dan astronomi, ia berhasil menemukan prinsip kekekalan
momentum dan sudut, serta kalkulus diferensial dan kalkulus
integral bersama Gottfried Liebniz. Newton terlahir dalam
kehidupan yang sulit, ayahnya meninggal tiga bulan sebelum
kelahirannya, saat usia balita ibunya memutuskan untuk menikah
lagi, Newton lalu berada dalam asuhan neneknya, dengan dibiayai
neneknya dan tempaan kerasnya kehidupan, ia menunjukkan
semangat yang luar biasa dan prestasi yang cemerlang,
kegigihannya membuatnya memiliki keccerdasan diatas rata rata
temannya, Newton sering mengalami kegelisahan dalam
kesehariannya akibat rasa penasaran yang tinggi dan belum
menemukan jawabannya secara rasional, akan tetapi hal inilah
yang menghantarkannya pada ilmu yang luas.
Ketika menginjak bangku SMA keluarganya menyuruhnya
untuk berhenti sekolah dan menjadi seorang petani, namun
kapatuhannya terhadap orang tua dan agama membuatnya
melaksanakannya dengan tekun, meski dengan hati terpaksa.
Disela sela kegiatan bertaninya ia tetap menyempatkan untuk
membaca dan bereksperimen, karena itulah dunia yang
digemarinya. Hal ini membuat takjub orang yang melihatnya,
termasuk mantan kepala sekolahnya ketika SMA dulu, beliau lalu
mendesak keluarga Newton untuk membolehkannya bersekolah
lagi. Akhirnya keluarganya luluh dan meminta Newton untuk
kembali bersekolah.

Meskipun selama beberapa bulan berhenti sekolah, Newton


tetap bisa mengimbangi kecerdasan tementemannya, tidak hanya
itu, ia tetap menjadi anak terpandai diantara siswa siswa yang lain,
dan ketika berusia 18 tahun ia berhasil lulus dengan predikat
sempurna dan nilai yang sangat memuaskan.
Merasa ilmu yang dimilikinya masih dangkal, Newton
memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Trinity College di
Universitas Cambridge. Untuk membayar tagihan kuliah yang
mahal, biaya hidup, dan kos, Newton menjalani masa kuliahnya
sambil bekerja. Semua itu dijalaninya dengan penuh kesabaran.
Newton menggemari teori dari Ilmuwan sebelumnya, seperti
Descartes, Copernicus, Galileo, dan kepler, ia kemunian
menemukan teorema binomial umum dan berkembang menjadi
kalkulus. Newton juga menemukan teori fisika mengenai bagaimana
benda bisabergerak, yang kini dikenal dengan hukum Newton.
4. Charles Darwin
Chales Darwin merupak ilmuwan yang dikenal sebagai
penemu teori evolusi manusia, yang menyutakan bahwa manusia
tercipta dari binatang yang menyerupai kera hal ini tentu menjadi
temuan yang kontroversial dan mendapat banyak tentangan,
apalagi tanpa dasar teori yang kuat.
Tidak seperti ilmuwan pada umumnya, Charles dilahirkan
oleh keluarga yang kaya raya dan mapandan merupakan orang
terkemuka di Inggris, hal ini membuatnya bisa mengembangkan
bakat dan minatnya dengan leluasa
Dalam menemukan jati dirinya sebagai seorang iilmuwan,
Charles tidak pernah bergantung pada dogma agama dan orang
tuanya, ia lebih memilih untuk belajar langsung pada alam raya, ia
beranggapan bahwa mempelajari hakikat kehidupan tidak bisa
dilakukan dengan patuh pada teori teori ilmiah yang telah dianggap
mapan, karene semua itu bersifat subjektif, bisa benar dan bisa
salah.
Pada usia 16 tahun ia dipaksa orang tuanya untuk menjadi
seorang dokter karena akan dinggap mempermalukan keluarga
apabila tidak bisa menjadi dokter, karena pada saat itu profesi
sebagai dokter, apalagi dokter ahli adalah profesi yang bergengsi.
Ia lalu masuk ke Universitas Edinburg dan mengambil studi
kedokteran
Namun hal ini tentu bertentengan dengan bakat dan minat
Charles Darwin dalam bidang spesies, untuk itu ia memutuskan
untuk keluar dari Universitas Edinburg dan pindah ke Universitas
Cambridge untuk mempelajari unsur administrasi perkantoran, ia
melakukan semua itu untuk melarikan diri dari ilmu kedokteran
Pada tahun 1831 Universitas Cambridge mengadakan
pelayaran penyelidikan mengelilingi lautan Amerika dengan kapal
H.M.S. Beagle, namun ini hanya diperuntukan bagi mahaguru atau
profesor saja, Charles Darwin ngotot untuk bisa ikut serta, namun ia

tidak memnuhi persyaratan karena ia hanyalah seorang mahasiswa


dan masih dalam usia yang muda, ia dengan semangat berusaha
membuktikan bahwa dirinya layak ikut serta karena keahlian dan
kegemarannya di bidang spesies yang diyakininyaberguna dalam
pelayaran tersebut. Hampir seluruh profesor menolak
keikutsertaannya, namun ia berhasil membujuk salah satunya dan
mendorongnya supaya ikut sebagai seorang naturalis
Keputusan Charles Darwin untuk ikut serta mendapat
penolakan dari ayahnya, namun ia meyakinkan ayahnya bahwa ini
adalah kesempatannya untuk menjadi seorang ilmuwan yang akan
menekuni bidang spesies. Perjalanan ini memakan waktu selama 5
tahun, kegigihannya membuat para profesor takjub, dengan usia
yang muda ia menunjukan kapasitas calon ilmuwan besar. Ia
mengunjungi suku suku primitif di Amerika dan mengumpulkan fosil
fosil kehidupan manusa dan hewan yang berusia ratusan juta tahun,
ia juga meneliti tumbuhan endemik.
Ia tampak lebih aktif dibanding yang lain dalam perjalanan
itu, ia membuat banyak catatan catatan penting dalam perjalanan
itu. Ia tetap membaca buku, namun hanya sebagai pembanding, hal
ini membuat temuannya dianggap rapuh karena tidak dilandasi oleh
landasan landasan ilmiah yang konkret.
Dengan cara belajar yang radikal tentu membuat hasil yang
radikal juga. Charles Darwin menyembunyikan hasil temuannya
selama bertahun tahun dan hanya memberitahu teman terdekatnya
saja , karena ia yakin akan mendapat banyak penolakan dari
banyak pihak, hingga akhirnya seorang temannya, Alfred Russel
Wallace yang mendesaknya untuk segera merampungkan bukunya.
Pada tahun 1859 buku Charles darwin terbit dengan judul The
Origin of Species, buku itu ternyata laku keras dipasaran, tidak
seperti yang Charlesbayangkan sebelumnya, walaupun ulasannya
kontroversial di mata khalayak.

5. Bill Gates
Selain karirnya sebagai ilmuwan yang cemerlang, Bill Gates
merupakan orang terkaya di dunia dan diperkirakan hingga 20
tahun ke depan, merupakan penemu program microsoft yang
membuat kita dengan cepat dan mudah untuk menguasai
penggunaan teknologi komputer, impiannya adalah suatu saat
semua akan permasalahan akan lebih mudah diselesaikan dan
banyak kebutuhan yang bisa dipenuhi melewati komputer, dan kini

keberadaan Internet menjadi bukti impian Gates mulai terwujud,


dan ketergantungan akan teknologi komputer makin nampak.
Terlahir sebagai sesok yang biasa, putra William H. Gates II,
seoarang Jaksa dan Mary Gates seoarang guru di kota kelahirannya
tidak serta merta membuat Gates menjadi anak yang jenius, seperti
rata rata ilmuwan lainnya, kecerdasan dan kejeniusan yang mereka
dapat merupakan hasil dari proses belajar yang panjang dan tidak
instan.
Kecerdasan yang diperoleh Gates adalah karena ia rajin
dalam belajar, membaca dan bereksperimen, kegigihan Gates
menarik simpati ayahnya untukmenyekolahkannya di sekolah yang
berkompetensi tinggi di Lakeside, saat itu sekolah ini baru membeli
perangkat komputer baru, inilah momen awal Gates mengenal
komputer, sejak saat itu tidak hari Gates tanpa komputer, seperti
ilmuwan lainnya, setelah mereka menemukan minat dan bakatnya,
itu akan menjadi fokus hidupnya dan memprioritaskannya dari
apapun, inilah yang terjadi pada Gates, dia mengabaikan pelajaran
selain komputer, sehingga nilainya selalu memburuk, sedangkan
untuk pelajaran komputer selalu mendapat nilai sempurn a.
Keunikan proses belajar Gates adalah ia belajar dengan cara
merusak atau hacking, karena kegiatan hacking memicu otak untuk
mencari solusi hingga akhir, ini tentu akan mengasah otak dengan
baik, ia tidak memerlukanwaktu yang lama untuk bisa meretas
komputer sekolah, seperti penempatan siswa, jadwal pelajaran,
ataupun mengubah jumlah siswa sehingga membuat administrasi
sekolah kacau. Ia melakukan itu karena merasa tertantang karena
gurunya menyebutkan bahwa komputer itu sudah dikunci, yang
artinya hanya bisa dibuka oleh orang yang sudah ditentukan.
Guru gurunya yang pada awalnya jengkel menjadi takjub
dengan kemampuan Gates karena dengan begitu cepat dapat
menguasai basic, atas keahliannya ia dapat menamatkan seluruh
pelajaran komputer yang seharusnya di jalani selama satu tahun
dalam seminggu.
Pada awal karirnya ia bekerja di Computer Center Corp untuk
menjadi tester sistem keamananperusahan mereka, disini Gates
mendapat banyak fasilitas yang bisa ia gunakan secara bebas untuk
mengasah kemampuannya.
Seni belajar Gates dalam memperoleh hasil yang maksimal
adalah do it bit by bit, yaitu belajar dengan sedikit demi sedikit dan
fokus pada bakat dan minat sehingga hasilnya tidak setengah
setengah, menurutnya belajar dalam waktu singkat untuk
menamatkan banyak hal sekaligus adalah hal yang salah. Gates
pernah menjalani pendidikan di Universitas Harvard, namun
memutuskan untuk keluar, karena menurutnya masuk ke perguruan
tinggi adalah tindakan yang dapat membuat otaknya lelah karena
tidak fokus pada satu bidang.
Ambisi yang menguatkannya hingga pencapaian besarnya
adalah menghasilkan mahakarya yang sangat berguna bagi

kemanusiaan, sesuai impiannya membuat komputer menjadi alat


yang mempermudah pekerjaan manusia. Bersama sahabat karibnya
semasa kanak kanak Paul Allen, Gates membentuk Microsoft. Ia
ingin kelak Microsoft menghasilkan mahakarya yang berguna, bisa
membuat komputer menjadi perangkat yang penting dan bisa
digunakan siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.
Atas dasar itu, Gates membangun sebauh perangkat lunak
untuk mengoperasikan komputer, harapannya kelak akan ada
komputer yang memiliki kemampuan tinggi dan dapat digunakan
tanpa pertimbangan status ekonomi.