Anda di halaman 1dari 6

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2015

ISSN : 2302-3805

STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015

PENERAPAN METODE PROFILE MATCHING UNTUK


APLIKASI MULTI CRITERIA DECISION MAKING
(Studi Kasus : Pemilihan Guru Berprestasi)
Ripto Mukti Wibowo1, Adhistya Erna Permanasari2, Indriana Hidayah3
1), 2), 3) Jurusan

Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Email : ripto.ti14@mail.ugm.ac.id1), adystya@te.ugm.ac.id2), indriana.h@ugm.ac.id3)

2,3 Jurusan

Abstrak
Untuk meningkatan kemajuan perusahaan,,
perusahaan memberikan reward kepada karyawan. Hal
yang dicermati yaitu bagaimana cara untuk menentukan
multiatribut atau kriteria yang tepat dalam memberikan
penilaian terhadap karyawan terbaik. Multi-criteria
decision making (MCDM)
merupakan teknik
pengambilan keputusan yang mengandung unsur
attribute, obyektif, dan tujuan. Penentuan atribut
penilaian yang tepat dan diimpelementasikan dalam
sistem
pendukung
keputusan(SPK)
mencegah
kecurangan dalam penilaian kandidat terbaik agar proses
penilaian berjalan tanpa subjektivitas dengan tetap
menggunakan objektivitas kualitas kinerja karyawan.
Salah satu metode MCDM adalah metode
Profile Matching. Dimana metode ini merupakan salah
satu metode dalam memecahkan permasalahan yang
memberikan perangkingan kepada kandidat terbaik dari
kriteria - kriteria yang telah dipetakan. Tujuan penelitian
ini adalah mengimplementasikan Metode Profile
Matching untuk merancang aplikasi Sistem Pendukung
Keputusan Multi kriteria pada kasus yang sebenarnya
yakni Pemilihan Marketing Officer di lingkungan Bank
Rakyat Indonesia. Sebelum menggunakan metode profile
matching pada kasus marketing officer penulis ingin
mengimplementasikan metode profile matching pada
kasus lain yang mirip yakni perancangan aplikasi
MCDM pemilihan guru berprestasi sehingga nantinya
dapat ditarik kesimpulan dapat diterapkan pada
penelitian tesis penulis pada kasus Bank BRI.
Kata kunci: SPK, MCDM, Profile Matching, Marketing
Officer, Pemilihan Guru Berprestasi.
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Untuk meningkatan kemajuan perusahaan dan
kinerja sumber daya manusia dalam suatu perusahaan,
perusahaan memberikan reward kepada karyawan
terbaik atau penghargaan berupa prestasi.
Dalam
perusahaan atau instansi yang memiliki pegawai dalam
jumlah besar proses evaluasi
(penilaian) kinerja
karyawan relatif sering dilakukan sehingga perusahaan
memerlukan prosedur yang baku dalam menetapkan
persyaratan bagi seorang karyawan untuk mendapatkan
promosi atau
menempati jabatan tertentu dalam

perusahaan tersebut [1]. Hal yang harus dicermati yaitu


bagaimana cara untuk menentukan multiatribut atau
kriteria yang tepat dalam memberikan penilaian terhadap
karyawan terbaik
Multi-criteria decision making (MCDM)
merupakan teknik pengambilan keputusan dari beberapa
pilihan alternatif yang ada. Di dalam MCDM ini
mengandung unsure attribute, obyektif, dan tujuan [2].
Penentuan atribut penilaian yang tepat mencegah
kecurangan dalam penilaian kandidat terbaik agar proses
penilaian berjalan tanpa subjektivitas semata yakni
dengan tetap menggunakan objektivitas dalam
menilaiakualitas kinerja karyawan. Subjektivitas menjadi
momok bagi perusahaan untuk melakukan penilaian
kinerja secara fair dan akurat agar tercapainya tujuan
demi kemajuan suatu perusahaan.
Salah satu metode Multi-criteria decision
making (MCDM) adalah dengan menggunakan metode
Profile Matching. Dimana metode ini merupakan salah
satu metode dalam memecahkan permasalahan yang
memberikan perangkingan kepada kandidat terbaik dari
kriteria - kriteria yang telah dipetakan. Profile matching
merupakan proses penting dalam manajemen Sumber
Daya Manusia (SDM) untuk menentukan pemetaan
kompetensi (kemampuan) kandidat dalam suatu jabatan.
Kompetensi jabatan tersebut harus dapat dipenuhi oleh
kandidat/ calon kandidat untuk menempati posisi
jabatan. Secara garis besar profile matching
membandingkan antara kompetensi kandidat ke dalam
kompetensi jabatan sehingga akan diketahui gap. Nilai
gap yang dihasilkan kecil maka bobot nilai akan semakin
besar dan berpeluang karyawan tersebut menduduki
posisi jabatan yang telah ditentukan [3] [4].
SMPN 02 Tulungagung adalah salah satu
sekolah menengah pertama favorit pada Kecamatan
Tulungagung Kabupaten Tulungagung yang tidak lepas
dari permasalahan diatas. Proses seleksi pemilihan guru
berprestasi merupakan salah satu proses peningkatkan
kualitas sekolah dan tenaga pendidik yang dilakukan
oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan
Kurikulum pada SMPN 02 Tulungagung. Dengan
jumlah guru yang cukup banyak maka sulit untuk proses
penilaian dan mengajukan kandidat guru berprestasi
pada SMPN 02 Tulungagung dengan manual karena
akan menghabiskan waktu yang lama. Beberapa
dokumen penilaian harus dicari satu persatu dan sangat
tidak efektif karena memperlambat proses penilain dan

2.2-73

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2015

ISSN : 2302-3805

STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015

reward kepada guru cenderung diberikan terlambat dan


asal asalan.
Beberapa indikator penilaian yang dinilai dalam
sistem pendukung keputusan penentuan guru berprestasi
adalah aspek sikap kerja, aspek kecerdasan, aspek
kemampuan mengajar. Aspek sikap kerja membantu
dalam memetakan penilaian berdasarkan beberapa
subaspek yakni: tanggung jawab guru kepada peserta
didik, ketetelitian, penggendalian perasaan dan beberapa
sub aspek lainnya. Aspek sikap kerja membantu
melakukan perbaikan dalam kualitas sikap kerja guru
secara personal di lingkungan mengajar. Aspek
kecerdasan membantu dalam memetakan penilaian
kecerdasan berdasarkan beberapa subaspek yakni:
kemampuan berpikir guru, verbalisasi ide, sistematika
berpikir, penalaran secara logis dan beberapa sub aspek
lainnya. Aspek kecerdasan membantu pola berpikir
secara tepat untuk menyelesaikan masalah atau
memberikan solusi. Aspek kemampuan mengajar
membantu dalam memetakan penilaian kemampuan guru
mengajar peserta didik berdasarkan beberapa subaspek
yakni: komunikasi dengan siswa, responan peka
terhadap peserta didik, pemberian contoh praktis di
lingkungan sekitar, pemilihan metode pengajaran yang
sesuai dengan peserta didik.
Tujuan
penelitian
ini
adalah
mengimplementasikan Metode Profile Matching untuk
merancang aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Multi
kriteria pada kasus yang sebenarnya yakni Pemilihan
Marketing Officer di lingkungan Bank Rakyat Indonesia.
Pada Bank Rakyat Indonesia dengan jumlah Marketing
Officer yang cukup banyak mempersulit pihak
manajemen dalam melakukan penilaian secara tepat,
sehingga dibutuhkan sistem pendukung keputusan(SPK)
yang terkomputerisasi diharapkan subyektifitas dalam
pengambilan keputusan dapat dikurangi. Sebelum
menggunakan metode profile matching pada kasus
marketing officer penulis ingin mengimplementasikan
metode profile matching pada kasus lain yang mirip
yakni aplikasi pemilihan guru berprestasi terbaik
sehingga nantinya dapat ditarik kesimpulan metode
tersebut dapat diterapkan pada penelitian tesis penulis
pada kasus bank BRI.
1.2 Rumusan Masalah
Melihat latar belakang di atas, dapat diambil
suatu perumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimna mengimplementasikan Metode
Profile Matching untuk merancang aplikasi
Sistem Pendukung Keputusan Multi kriteria.
2. Bagaimana mengimplementasikan Metode
Profile Matching pada pemilihan guru
berprestasi
sebelum
menerapkan
pada
Pemilihan Marketing Officer Bank Rakyat
Indonesia.
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengimplementasikan Metode Profile
Matching untuk merancang aplikasi Sistem
Pendukung Keputusan Multi kriteria.

2. Mengimplementasikan Metode Profile


Matching pada pemilihan guru berprestasi
sebelum menerapkan pada Pemilihan Marketing
Officer Bank Rakyat Indonesia.
1.4 Multi-Criteria Decision Making (MCDM)
Multi-criteria decision making merupakan
teknik pengambilan keputusan dari beberapa pilihan
alternatif yang ada. Di dalam MCDM ini mengandung
unsur attribute, obyektif, dan tujuan.[2]
- Attribute menerangkan, memberi ciri kepada suatu
obyek. Misalnya tinggi, panjang dan sebagainya.
- Obyektif menyatakan arah perbaikan atau kesukaan
terhadap attribute, misalnya memaksimalkan umur,
meminimalkan harga, dan sebagainya. Obyektif dapat
pula berasal dari attribute yang menjadi suatu obyektif
jika pada attribute tersebut diberi arah tertentu.
- Tujuan ditentukan terlebih dahulu. Misalnya suatu
proyek mempunyai obyektif memaksimumkan profit,
maka proyek tersebut mempunyai tujuan mencapai profit
10 juta/bulan.[2].
Kriteria merupakan ukuran, aturan-aturan
ataupun standar-standar yang memandu suatu
pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan
dilakukan melalui pemilihan atau memformulasikan
atribut-atribut, obyektif-obyektif, maupun tujuan-tujuan
yang berbeda, maka atribut, obyektif maupun tujuan
dianggap sebagai kriteria. Kriteria dibangun dari
kebutuhan-kebutuhan dasar manusia serta nilai-nilai
yang diinginkannya. Ada dua macam kategori dari
Multi-criteria decision making (MCDM), yaitu :
1. Multiple Objective Decision Making (MODM)
2. Multiple Attribute Decision Making (MADM)
Multiple Objective Decision Making (MODM)
menyangkut masalah perancangan (design), di mana
teknik-teknik matematik optimasi digunakan, untuk
jumlah alternative yang sangat besar (sampai dengan tak
berhingga) dan untuk menjawab pertanyaan apa (what)
dan berapa banyak (how much). Multiple Attribute
Decision Making (MADM), menyangkut masalah
pemilihan, di mana analisa matematis tidak terlalu
banyak dibutuhkan atau dapat digunakan untuk
pemilihan hanya terhadap sejumlah kecil alternatif saja.
Metode Profile Matching merupakan bagian dari teknik
MADM [2].
1.5 Penilaian Guru Berprestasi
Pemetaan Potensi Karyawan (P2K) merupakan
suatu program kerja yang dilakukan oleh departemen
Sumber Daya Manusia dengan lebih menitikberatkan
pada potensi aspek-aspek psikologis yang meliputi tiga
aspek, yaitu intelektual, sikap kerja dan tingkah laku
[2][3].
Pada Penilain Guru aspek tingkah laku
ditiadakan dan diganti dengan aspek kemampuan
mengajar, karena dalam lingkungan sekolah kemampuan
mengajar guru salah satu indikator penentu dalam
perbaikan kualitas peserta didik. Berikut kriteria
penilaian guru berprestasi :

2.2-74

ISSN : 2302-3805

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2015


STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015

a. Aspek Sikap Kerja :


1. Ketelitian Dalam Bekerja
2. Tanggung Jawab
3. Pengendalian Perasaan
4. Dorongan Berprestasi
5. Vitalitas Perencanaan
6. Energi Psikis
b. Aspek Kecerdasan :
1. Kemampuan Berpikir Guru
2. Verbalisasi Ide
3. Sistematika Berpikir
4. Konsentrasi Mengajar
5. Imajinasi Kreatif
6. Penalaran Logis
7. Logika Praktis
8. Fleksibilitas Berpikir
c. Aspek Kemampuan Mengajar:
1. Kemampuan Komunikasi dengan peserta didik
2. Respond dan Peka Terhadap siswa
3. Pemberian contoh praktis di lingkungan sekitar
4. Metode pengajaran.

1.

Core Factor
Perhitungan
Core
Factor
menggunakan rumus di bawah ini:

ditunjukan
.(2)

Keterangan
NFC
NC(i,s,p)

:
: Nilai rata-rata core factor
: Jumlah total nilai core factor
(Kecerdasan, Sikap kerja, Perilaku)
IC
: Jumlah item core factor
2. Secondary Factor
Perhitungan Secondary Factor bisa ditunjukan
dengan rumus berikut:
.(3)

1.6 Metode Profile Matching


Merupakan metode dalam memecahkan
permasalahan yang memberikan perangkingan kepada
kandidat terbaik dari kriteria - kriteria yang telah
dipetakan
a. Pemetaan Gap Kompetensi
Gap : perbedaan/selisih value masing-masing
Aspek/attribut dengan value target.
.(1)
Gap = Value Attribut Value Target
Contoh : Menghitung Gap Jabatan di suatu
perusahaan:Gap = ProfilKaryawan ProfilJabatan
b. Pembobotan
Setelah diperoleh Gap pada masing-masing
individu, setiap profil individu diberi bobot nilai sesuai
ketentuan pada Tabel Bobot Nilai Gap.
Tabel 1. Tabel Bobot Nilai Gap :

Keterangan
NSF
NS(i,s,p)

:
: Nilai rata-rata secondary factor
: Jumlah nilai total secondary factor
(kecerdasan, sikap kerja, perilaku )
IS
: Jumlah item secondary factor
d. Perhitungan Nilai total
Dari perhitungan setiap aspek yang diatas,
berikutnya dihitung nilai total berdasarkan presentase
dari core factor dan secondary factor yang diperkirakan
berpengaruh terhadap kinerja tiap-tiap profil. Contoh
tiap- tiap penghitungan bisa dilihat pada rumus dibawah
ini:
(x)%NCF(i,s,p) + (x)% NSF(i,s,p) = N(i,s,p) .(4)
Keterangan
NCF(i,s,p)
NSF(i,s,p)
N(i,s,p)
(x)%

:
:
Nilai
rata-rata
core
factor
(Kecerdasan, Sikap, Perilaku)
: Nilai rata-rata secondary factor
(Kecerdasan, Sikap, Perilaku)
: Nilai total dari aspek (Kecerdasan,
Sikap, Perilaku)
: Nilai persen yang diinputkan

e. Perhitungan Rangking
Hasil akhir dari proses profile matching adalah
ranking dari kandidat yang diajukan untuk mengisi suatu
jabatan tertentu. Penentuan ranking mengacu pada hasil
perhitungan tertentu Perhitungan tersebut bisa
ditunjukkantertentu. Dengan rumus dibawah ini:

c. Perhitungan Dan Pengelompokan Core Dan


Secondary Factor
Setelah menentukan bobot nilai gap untuk
ketiga aspek, yaitu aspek kecerdasan sikap kerja dan
perilaku dengan cara yang sama setiap aspek
dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu:
2.2-75

Ranking = (x)%.Ni + (x)%.Ns + (x)%.Np


.(5)
Keterangan :
Ni
: Nilai kecerdasan
Ns
: Nilai Sikap Kerja
Np
: Nilai Perilaku
(x)%
: Nilai Persen yang diinputkan

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2015

ISSN : 2302-3805

STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015

2. Pembahasan
Pada penelitian akan dibahas mengenai rancangan UML
meliputi Usecase Diagram, Activity diagram dan
implementasi sistem pendukung keputusan pada
pemilihan guru berprestasi dengan menggunakan
penilaian multi atribut.
2.1 Pemodelan Dengan Unified Model Language
a. Perancangan Use Case
Berikut rancangan Use Case Diagram dari sistem :

Gambar 2. Activity Diagram SPK Guru Berprestasi

Gambar 1. Use Case SPK Penentuan Guru Berprestasi


Gambar di atas dijelaskan 2 aktor yaitu admin,
Kepala Sekolah. Admin berfungsi sebagai administrator
dari Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Guru
Berprestasi diantaranya mengatur manajemen jurusan,
manajemen user Login , manajemen data guru,
manajemen data penilai, manajemen ketetapan
penilaian(kriteria),
manajemen
penilaian
guru
berprestasi, manajemen hasil perhitungan dan melakukan
semua yang ada di sistem tanpa batasan. Kepala Sekolah
berfungsi sebagai user dari Sistem Pendukung
Keputusan Seleksi Beasiswa PPA diantaranya melihat
laporan dari sistem tersebut.

Pada gambar menunjukkan aktivitas alur Admin


untuk manajemen data penilaian Guru Berprestasi.
Admin melakukan Login dan sistem merespon dengan
melakukan validasi Login untuk mencocokkan Login.
Setelah Login sistem menunjukkan menu utama yang
ditunjukkan kepada admin, kemudian admin memilih
menu manajemen data penilaian Guru Berprestasi.
Admin akan menambah data, mengubah data,
menghapus data, mengambil data, melakukan pencarian
data dan sistem akan menyimpan perubahan data.
Setelah selesai admin melakukan logout.
2. 2 Rancangan Sistem Pendukung Keputusan
Berikut pembahasan rancangan form dari SPK
Pemilihan Guru Berprestasi :

b. Perancangan Activity Diagram


Berikut rancangan Activity Diagram dari sistem :

2.2-76

ISSN : 2302-3805

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2015


STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015

Dari Form Penilaian Guru terdapat 3 kandidat


yang dibandingkan melalui nilai nilai tiap aspek dari
perhitungan sebelumnya tiap sub aspek yang mengacu
dengan ketentuan penilain pada masing masing aspek
yakni=0.5*Nilai_aspek_sikap)+(0.3*nilai_aspek_kecerd
asan) + (0.2 * NilaiKemampuanMengajar) yang hasil
nilainya ditampilkan pada gambar 4 :

4.1 Rancangan Form Ketetapan

Gambar 5. Hasil Akhir Penilaian Guru Berprestasi

Gambar 3.Transaksi Ketetapan


Pada form ini berfungsi untuk mencatat
ketetapan penilaian minimal atau acuan nilai yang
disepakati pada SPK Pemilihan Guru. Form Ketetapan
ditampilkan dengan memilih menu Transaksi dilanjutkan
dengan menu Untuk Ketetapan.
4.2 Rancangan Form Penilaian Guru

Dari pemilihan guru berprestasi, guru dengan NIP


0804030020047 direkomendasi menjadi guru berprestasi
peringkat pertama dengan hasil akhir 3,897 (nilai aspek
sikap = 3,8 ; nilai aspek kecerdasan = 3,925 dan nilai
aspek kemampuan mengajar = 4,1). Untuk peringkat
kedua dan ketiga adalah guru dengan NIP
0804030020080 dengan hasil akhir 3,58 (nilai aspek
sikap = 3,6 ; nilai aspek kecerdasan = 3,8 dan nilai aspek
kemampuan mengajar = 3,2) dan guru dengan NIP
0804030020088 dengan hasil akhir 2,995 (nilai aspek
sikap = 3,1 ; nilai aspek kecerdasan = 3,15 dan nilai
aspek kemampuan mengajar = 2,5).
3. Kesimpulan
Proses Pemilihan Guru Berprestasi merupakan
suatu faktor yang sangat penting dalam SMPN 02
Tulungagung untuk mengetahui tingkat kualitas kinerja
suatu guru dalam sekolah dan dapat meningkatkan
kualitas sekolah. Dengan adanya Sistem Pendukung
Keputusan Penentuan Guru Berprestasi mempermudah
kerja bagian Bidang Kesiswaan dan Kurikulum dalam
dokumentasi data dan laporan penilaian secara obyektif
dan akurat. Dapat disimpulkan metode metode Profile
Matching berhasil diimplemntasikan dalam membangun
aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Multi kriteria
(MCDM) yakni aplikasi pemilihan guru berprestasi.
Langkah selanjutkan adalah menerapkan metode profile
matching dalam kasus yang sebenarnya yakni Pemilihan
Marketing Officer terbaik di Bank Rakyat Indonesia.
Sistem ini juga membantu lebih efisien dan
mempercepat proses pengecekan data penilaian dan
ketetapan pada per periode penilaianya.
Daftar Pustaka

Gambar 4.Transaksi Penilaian Guru


Pada form berfungsi hanya untuk mencatat
penilaian guru atau hasil penilaian dari SPK Pemilihan
Guru. Form Penilaian ditampilkan dengan memilih menu
transaksi dilanjutkan dengan menu untuk penilaian guru.

[1] Kusrini, M. Awaluddin, Sistem Pendukung Keputusan Evaluasi


Kinerja Karyawan Untuk Promosi Jabatan.
[2] R. E. Stok dan R. Yustina, Penerapan Multi-Criteria
Decision Making Dalam Pengambil Keputusan Sistem Perawatan,
pp. 112, 2000.
[3] A. Handojo, D. H. Setiabudi, A. Fakultas, T. Industri, J. T.
Informatika, dan R. Yunita Pembuatan Aplikasi Sistem
Pendukung Keputusan Untuk Proses Kenaikan Jabatan Dan
Perencanaan Karir Pada PT. X, vol. 4, no. 2, pp. 98106, 2003.

2.2-77

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia 2015


STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015

[4] A. H. Kridalaksana and A. R. Hakim, Sistem Pendukung


Keputusan Sertifikasi Badan Usaha Pelaksana Jasa Konstruksi
Pada BPD GAPENSI Kaltim, vol. 5, no. 1, pp. 19, 2010.

Biodata Penulis
Ripto Mukti Wibowo, memperoleh gelar Sarjana
Komputer (S.Kom), Jurusan Sistem Informasi
Universitas Kanjuruhan Malang, lulus tahun 2012. Saat
ini sedang menempuh Program Pasca Sarjana Magister
Teknik Elektro dengan minat studi Teknologi Infomasi
Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Adhistya Erna Permanasari, memperoleh gelar Sarjana

dan Magister pada jurusan Teknik Elektro dan Teknologi


Informasi
pada
Universitas
Gajah
Mada
Yogyakarta.Memperoleh gelar doktor pada Universitas
Petronas Malaysia. Saat ini menjadi Dosen di
Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Indriana Hidayah, memperoleh gelar Sarjana dan


Magister pada jurusan Teknik Elektro dan Teknologi
Informasi pada Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Saat ini menjadi Dosen di Universitas Gajah Mada
Yogyakarta.

2.2-78

ISSN : 2302-3805