Anda di halaman 1dari 5

DISKUSI INTEGRASI

DIMAS NOOR ADITIANTO (2012-11-052) KELAS A


Pertanyaan
1. Apa saja dan untuk rasa apa saja yang dipengaruhi di daerah
itu?
a. Papilla foliata, Terletak pada lipatan dan celah bagian
lateral lidah. Sensitivitas papila ini lebih dominan
terhadap rasa asam yang diinervasi oleh nervus
glossopharyngeal (IX). Rata-rata terdapat 5-6 papila
foliata di setiap sisi lidah yang terdiri dari 117 taste
buds per papila sehingga total terdapat 1280 taste
buds di papila foliata pada setiap lidah.
b. Papilla fungiformis, terletak pada bagian ujung
(paling banyak) dan sisi lidah. pada umumnya terdiri
dari satu hingga beberapa taste buds di setiap papila
yang diinervasi oleh nervus facial (VII). Papila ini terlihat
seperti bintik-bintik berwarna merah karena kaya akan
pembuluh darah. Jumlah papila fungiform di setiap lidah
manusia adalah sekitar 200 papila. Papila ini lebih
sensitif terhadap rasa manis dan asin. Papila di lidah
bagian depan memiliki lebih banyak taste buds (1-18)
dibanding dengan papila di lidah bagian tengah (1-9).
Diperkirakan ada sekitar 1120 taste buds di papila
fungiform pada setiap lidah.
c. Papilla filiformis, Papila filiformis banyak dan
menyebar pada seluruh permukaan lidah yang
berfungsi untuk menerima rasa sentuh dari rasa
pengecapan. Filiformis merupakan penonjolan
berbentuk seperti konus.
Rasa yang dipengaruhi pada daerah tersebut adalah: asam,
manis, asin.
Penghantaran rasa asam dan asin: ion natriun & ion
hydrogen secara berurutan melepaskan sensasi kecap
rasa asin dan asam protein reseptor membuka kanal ion

spesifik pada membrane sel kecap dibagian apical


dengan mengaktifkan reseptor
Penghantaran rasa manis: molekul protein yang menonjol
ke membrane bagian apical mengaktifkan substansi second
messenger transmitter di sel menyebabkan perubahan
kimia melepaskan sinyal pengecapan.

2. Perawatan syaraf gigi yang akan dilakukan pada gigi 46 dan


37 membutuhkan bantuan pembuatan foto gigi.
Apa nama roentgenogram yang harus dibuat untuk ini?
karena yang difoto hanya gigi molar, sehingga
menggunakan radiografi intra oral. Radiografi intra oral
adalah pemeriksaan gigi dan jaringan sekitar secara
radiografi dan filmnya ditempatkan di dalam mulut pasien.
teknik yang digunakan short cone teknik Teknik ini
merupakan teknik pemotretan dengan menggunakan
sudut vertical sedemikian rupa sehingga sinar x pusat
jatuh tegak lurus pada garis bagi sumbu panjang gigi dan
film. Nama lainya teknik bisection / teknik bidang bagi
menggunakan prinsip: arah berkas sinar vertical
diarahkan tegak lurus garis bagi antara sumbu gigi dan
sumbu film. Sudut vertical: sudut yang dibentuk sinar x
dari target kea rah film terhadap bidang horizontal/
perpotongan antara arah sinar dan oklusal plane. Untuk
gigi 46 & 37, penyinaran: berkas sinar diarahkan ke
tengah film, sudut vertical 5o terhadap bidang horizontal,
sudut horizontal sejajar bidang interproximal gigi dan
tegak lurus film. Keuntungan: mudah meletakkan film
dan tidak perlu alat bantu. Kerugian: sering didapatkan
hasil yang kurang akurat.
Long cone tehnik teknik ini merupakan teknik
pemotretan dengan menggunakan sudut vertical sinar x
diarahkan tegak lurus sumbu gigi dan sumbu film
dihasilkan sumbu gigi dan sumbu film yang sejajar. Untuk

pemotretan geligi pada rahang bawah, tabung sinar x


berada di bawah garis oklusal sehingga sudutnya adalah
sudut vertical negatif (-).Untuk gigi 46 & 37, penyinaran:
berkas sinar tegak lurus film. Keuntungan: memberikan
hasil roentgen yang akurat. Kerugian: memerlukan alat
bantu.

3. Pengunyahan efektif tidak terdapat pada pasien ini apa yang


dimaksud dengan penguyahan efektif dan efisien? Apa saja
faktor faktor yang mempengaruhinya?
Pengunyahan yang efektif adalah dimana kondisi gigi
geligi yang lengkap sehingga dapat menghancurkan
makanan kedalam bentuk yang siap atau sesuai untuk
ditelan. Karena pada kondisi pasien yang mengalami
karies besar pada gigi 46, 37 dan sisa mahkota dengan
tepi yang tajam serta gigi 47 dan 36 yang sudah lama
hilang dan tidak dibuukat penggantinya yang membuat
efektifitas pengunyahan pada pasien menurun dan
kurang baik.
Faktor yang mempengaruhi
-

Tekanan
Kekerasan
Sifat dari makanan
Oklusi gigi geligi

4. Terkait dengan kejang otot yang dirasakan pasien saat


melakukan gerak buka tutup, sebutkan otot-otot yang
terlibat dalam gerakan buka-tutup dan di daerah sendi
temporomandibula
1. M. Maseter
Lapisan Superficial [lebih besar]
Origo : Processus zygomaticus ossis maxillae,2/3 ventral dari

tepi caudal arcus zygomaticus


Insersio :Tuberositas maseterica
Lapisan Profundus
Origo : 1/3 dorsal dari tepi caudal arcus
zygomaticus,permukaan dalam arcus zygomaticus
Insersio :1/2 cranial ramus mandibula dan processus
muskularis
2. M. Pterigoideus lateralis
Caput Superior
Origo : Facies infratemporalis dan Crista infratemporalis ala
magna ossis sphenoidalis
Caput Inferior
Origo : Facies lateral lamina lateralis proc pterigoideus
Insersio : Sebagian capsula dan discus articularis proc
articularis mandibula,dan sebagian fovea pterygoideus dari
colum mandibula
3. M. Pterigoideus medialis
Caput Superficial
origo : Lamina lateralis proc pterigoideus facies medialis dan
proc pyramidalis ossis palatini
Caput Profundus [lebih besar]
Origo : Proc pyramidalis ossis palatini dan tuber maxilla
Insersio : Tuberositas pterygoidea pada bagian dalam angulus
mandibula
4. M. Temporalis
Origo : Fossa temporalis, caudal dari linea temporalis inferior
dan fascia temporalis lapisan yang profundus
Insersio : Processus coronoideus dan tepi ventral ramus
mandibula
5. M. Buccinator
Origo : proc alveolaris maxillaris et mandibularis dan raphe
pterigoideus
Insersio : M. Orbicularis oris
6. M. Suprahyoid
Geniohyoid
Origo : Spina mentalis mandibularis
Insersio : Corpus os hyoid
Mylohyoid
Origo : Linea mylohyoidea
Insersio : Raphe mediana dan os hyoid

Stylohyoid
Origo : Proc styloideus
Insersio : Os hyoid antara corpus dan cornu majus
Digastricus
Venter posterior : dari fossa digastrica ke os hyoid
Venter anterior : dari os hyoid ke incisura mastoidea
Intermediate tendon : terikat pada cornu majus os hyoid oleh
jaringan apeneurotica
Buka = m.mylohyoid , m.digastrikus , m.pterygoideus
eksternus, m.infrahyoid
Tutup = m.temporalis , m.masseter