Anda di halaman 1dari 7

Go Blog

I'll share all things I know'


Rabu, 14 April 2010

Analisa Parasetamol Metode Spektrofotometer


UV-VIS
ANALISA PARASETAMOL DENGAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
A. ACARA
Analisa parasetamol dengan spektrofotometer UV-VIS
B. PRINSIP
Pengukuran kadar parasetamol pada panjang gelombang maksimum
244 nm setelah sampel diencerkan.
C. TUJUAN
Mengetahui kadar parasetamol dalam sampel
D. DASAR TEORI
a. Spektrofotometer
Dalam analisis spektrofotometri digunakan sumber radiasi yang
menjorok kedalam daerah ulatraviolet spectrum itu. Dari spectrum itu,
dipilih panjang-panjang gelombang tertentu dengan lebar pita kurang
dari 1 nm. Instrument ini sebenarnya terdiri dari dua instrument dalam
satu kotak yaitu sebah spectrometer dan sebuah fotometer.
spektrofotometer optis adalah sebuah instrument yang mempunyai
system optis yang dapat menghasilkan sebaran (dispersi) radiasi
elektromagnetik yang masuk, dan dengan mana dapat dilakukan
pengukuran kuantitas radiasi yang diteruskan pada panjang gelombang
terpilih dari jangka spectral itu. Sebuah fotometer adalah peranti untuk
mengukur intensitas radiasi yang diteruskan atau suatu fungsi intensitas
ini, bila digabungkan dalam spektrofotometer, spectrometer dan
fotometer itu digunakan secara gabungan untuk menghasilkan suatu
isyarat yang berpadanan dengan selisih antar radiasi yang diteruskan
oleh bahan pembanding dan radiasi yang diteruskan oleh contoh pada
panjang-panjang gelombang yang terpilih.
b. Parasetamol
Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesic dan antipiretik
yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengalsengal dan sakit ringan, dan demam. Digunakan dalam sebagian besar
resep obat analgesic salesma dan u. Ia aman dalam dosis standar,

tetapi karena mudah didapati, overdosis obat baik sengaja atau tidak
sengaja sering terjadi.
Struktur molekul parasetamol
Parasetamol (Asetaminofen) merupakan salah satu obat yang paling
banyak digunakan sehari-hari. Obat ini berfungsi sebagai pereda nyeri
dan penurun panas. Setelah berpuluh tahun digunakan, parasetamol
terbukti sebagai obat yang aman dan efektif. Tetapi, jika diminum dalam
dosis berlebihan (overdosis), parasetamol dapat menimbulkan kematian.
Berbeda dengan obat analgesik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen,
parasetamol tak memiliki sifat antiradang. Jadi parasetamol tidak
tergolong dalam obat jenis NSAID. Dalam dosis normal, parasetamol
tidak menyakiti permukaan dalam perut atau mengganggu gumpalan
darah, ginjal atau duktus arteriosus pada janin.
Parasetamol dapat dijumpai di dalam berbagai macam obat, baik
sebagai bentuk tunggal atau berkombinasi dengan obat lain, seperti
misalnya obat u dan batuk. Antidotum overdosis parasetamol adalah
N-asetilsistein (N-acetylcysteine, NAC). Antidotum ini efektif jika
diberikan dalam 8 jam setelah mengkonsumsi parasetamol dalam jumlah
besar. NAC juga dapat mencegah kerusakan hati jika diberikan lebih dini.
Overdosis parasetamol dapat menyebabkan kerusakan hati. Jika
kerusakan sangat berat, mungkin perlu transplantasi hati agar korban
bisa bertahan hidup.

E. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
Spektrofotometer UV-VIS
Neraca analitik
Spatula
Labu ukur 10, 25, 50, 100, 250 mL
Batang pengaduk
corong gelas
Beaker glass
2. Bahan
Parasetamol murni
Methanol
Aquadest
F. PROSEDUR
1. Larutan parasetamol standar
a. larutan A (250 mg/L)
menimbang 0,0625 g parasetamol murni dan masukan dalam labu
ukur 250 mL
melarutkannya dengan 10 mL methanol
menambahkan aquadest sampai tanda batas

b. Larutan B
memipet 50 mL larutan A dan mengencerkannya dengan aquadest
sampai 250 mL dalam labu ukur.

2. Pembuatan larutan standar kerja


mengambil larutan B sebanyak 5,00 ; 10,00 ; 15,00 ; 20,00 ; dan
25,00 mL dan memasukannya masing-masing kedalam labu ukur 100
mL, lalu menambahkan aquadest pada masing-masing labu ukur samapi
tanda batas.
3. mengukur masing-masing larutan standar pada maksimal (200-300
nm)
4. mengukur masing-masing sampel pada maksimal, dan menghitung
konsentrasi sampel dalam mg.
G. DATA HASIL PENGAMATAN
1. Pengukuran larutan standar
Standar C (ppm) A (Absorbansi)
1 0,25 0,2053
2 5 0,3657
3 7,5 0,5320
4 10 0,6977
5 12,5 0,8592
persamaan linier : Y = OX2 + 0,06559X+0,09004
r = 0,9999
2. Pengukuran sampel
No Nama A (Absorbansi) C (ppm) Volume larutan (mL) Cakhir (mg)
Csebenarnya (mg)
1 Adhyatnika Nugraha 0,734 10,586 100 1,0586 1
2 Bertha Julisti 0,892 13,039 250 3,2598 3
3 Fauziah 0,364 4,9313 1250 6,1641 6
4 Rahma Eka A 0,564 7,9851 125 0,9981 1
5 Yenih Kurniasih 0,679 9,7383 125 1,2172 1,25

H. PEMBAHASAN
Sampel yang dipergunakan dalam analisa kadar parasetamol dengan
spektrofotometri UV-VIS adalah parasetamol murni. Analisa
parasetamol dalam sampel ini dilakukan oleh masing-masing personel
dan konsentrasi parasetamol dalam sampel telah diketahui terlebih
dahulu, dan hasil dari analisa oleh personel tersebut dibandingkan
dengan konsentrasi sebenarnya.
Persiapan larutan deret standar dilakukan dengan cara pengenceran
dari larutan standar dengan konsentrasi 250 mg/L (ppm), larutan ini
didapatkan dengan cara menimbang dengan teliti parasetamol murni
sebanyak 0,0625 g dan dilarutkan dengan methanol sebanyak 10 mL
kemudian ditambahkan aquadest sampai 250 mL pada labu ukur.

Dari larutan dengan konsentrasi 250 ppm ini kemudian dipipet sebanyak
50 mL dan dimasukan kedalam labu ukur 250 mL, kemudian ditera
dengan menggunakan aquadest. pengenceran 5 kali ini diperoleh
konsentrasi 50 ppm.
dari konsentrasi 50 ppm ini merupakan larutan standar yang akan
dipergunakan untuk membuat larutan deret standar untuk pengukuran
dengan spektrofotometer. Dengan memipet larutan 50 ppm sebanyak
5,00 ; 10,00; 15,00 ; 20,00 ; dan 25,00 mL dan masing-masing
dimasukan kedalam labu ukur 100 mL maka dapat diketahui konsentrasi
dari masing-masing secara berurutan adalah 2,5 ; 5 ; 7,5 ; 10 ; dan 12,5
ppm, hasil ini didapatkan dari hasil perhitungan menggunakan rumus
pengenceran :

Keterangan : V1 : Volume awal


N1 : Konsentarasi awal
V2 : Volume akhir
N2 : Konsentrasi akhir
Setelah konsentrasi dari larutan deret standar diketahui, proses
selanjutnya adalah pengukuran absorbansi dan konsentrasi dengan
spektrofotometer. dari hasil pengukuran maka dapat diketahui bahwa
nilai absorbansi dari larutan deret standar tersebut adalah :

Standar C (ppm) A (Absorbansi)


1 0,25 0,2053
2 5 0,3657
3 7,5 0,5320
4 10 0,6977
5 12,5 0,8592
Dengan persamaan linier Y = OX2 + 0,06559X+0,09004 dan regresi
linear 0,9999. Regresi linear adalah ketelitian pembuatan standar yang
dipergunakan untuk pengukuran dan regresi linear yang baik adalah
mendekati 1, dan hal ini membuktikan nilai 0,9999 saat pengukuran
berarti sangat baik.
Pengukuran selanjutnya adalah pengukuran sampel, sampel
parasetamol yang diberikan kepada masing-masing personel adalah
parasetamol murni dengan konsentrasi yang sudah diketahui
sebelumnya akan tetapi konsentrasi tersebut tidak diketahui oleh
personel.
Sampel diberikan dalam tabung reaksi dengan konsentrasi yang
berbeda-beda untuk masing-masing personel, larutan dalam tabung
reaksi tersebut dipindahkan secara kuantitatif kedalam labu ukur, untuk
menghindari larutan yang terlalu encer maka labu ukur yang
dipergunakan saat praktikum adalah labu ukur dengan volume 25 mL,
jika larutan tersebut diencerkan kedalam labu ukur dengan volume yang

lebih besar maka jika hasil pengukurannya terlalu rendah (encer) analisa
tidak dapat dilanjutkan karena larutan sampel hanya diberikan 1 kali.
Proses pengukuran dilakukan dengan menggunakan sinar tampak (VIS/
Visible) pada panjang gelombang atau lamda () antara 200-300nm,
dan setelah pengukuran larutan deret standar diketahui bahwa panjang
gelombanag maksimumnya adalah 244 nm.
Proses pengukuran sampel oleh masing-masing personel dengan
volume awal 25 mL diketahui bahwa semuanya over range. Hal ini
dikarenakan konsentrasinya terlalu pekat sehingga nilai absorbansinya
terlalu besar dan tidak sesuai dengan nilai absorbansi dari larutan deret
standar yang diukur terlebih dahulu.
Karena terlalu pekat larutan sampel kemudian diencerkan kembali,
karena setiap personel memiliki sampel dengan konsentrasi yang
berbeda-beda maka volume akhir larutan sampel secara berurutan
adalah 100, 250, 1250, 125, 125 mL. setelah pengukuran kembali maka
dapat diketahui nilai absorbansi secara berurutan untuk masing-masing
volume larutan adalah 0,734 ; 0,892 ; 0,364 ; 0,564 ; 0,679. Dan
konsentrasi untuk masing-masing secara berurutan adalah 10,586 ;
13,039; 4,9313 ; 7,97383 ; 9,7383 ppm.
Konsentrasi yang diinginkan adalah dalam mg, maka hasil dari
konsentrasi akhir tersebut dikonversikan kedalam satuan mg, dengan
menggunakan rumus :

dari hasil praktikum dan perhitungan dengan menggunakan rumus


diatas, maka konsentrasi akhir parasetamol dalam sampel secara
berurutan adalah 1,0586 ; 3,2598 ; 6,1641 ; 0,9981 ; 1,2172 mg. Hasil
dari perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan konsentrasi
yang sebenarnya yaitu 1 ; 3 ; 6 ; 1 ; 1,25.
Dari hasil analisa tersebut dan dibandingkan dengan konsentrsai
sebenarnya dalam sampel, maka hasil dari analisa tersebut memiliki nilai
akurasi yang tinggi karena nilai konsentrasinya mendekati nilai
sebenarnya.

I. KESIMPULAN
Proses pengukuran sampel parasetamol dengan menggunakan
spektrofotometer adalah dengan menggunakan daerah sinar tampak
(VIS / Visible), dan dengan panjang gelombang atau lamda 244 nm.
Dari hasil pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer diketahui
bahwa absorbansi untuk masing-masing deret standar adalah 2,5 ppm
0,2053 ; 5 ppm 0,3657 ; 7,5 ppm 0,5320 ; 10 ppm 0,6977 ; 12,5 ppm
0,8592. Dengan persamaan linier Y = OX2 + 0,06559X+0,09004 dan
regresi linear 0,9999.

Dari hasil pengukuran sampel, diketahui bahwa pengukuran sampel


yang pertama adalah over range sehingga konsentrasinya tidak dapat
diketahui, sedangkan konsentrasi akhir untuk sampel parasetamol
adalah 1,0586 ; 3,2598 ; 6,1641 ; 0,9981 ; 1,2172 mg, setelah
dibandingkan dengan konsentrasi parasetamol yang sebenarnya maka
dapat diketahui bahwa hasil dari analisa tersebut memiliki nilai akurasi
yang tinggi karena nilai konsentrasinya mendekati nilai sebenarnya.

J. DAFTAR PUSTAKA
Basset, J - Denney, R.C Jeery, G.H Mendham, J. BUKU AJAR VOGEL
KIMIA ANALISIS KUANTITATIF ANORGANIK. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran ECG
Modul PJJ SPEKTROFOTOMETRI 2008
http://www.wartamedika.com/2008/02
/keracunanparasetamol.html>Keracunan Parasetamol
http://in.wikipedia.org
Bertha Julisti di 22.02
0

1 komentar:
ida dudul 25 April 2012 02.36
terimakasih untuk infonya ^^
Balas
Tambahkan komentar

Beranda

Lihat versi web


About me
Bertha Julisti
Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia
You want to know me?? are you sure??
Lihat prol lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.