Anda di halaman 1dari 45

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Ny.

I DENGAN
MASALAH OSTEOARTRITIS DI DUSUN RUNGKANG
DESA JENGGIK KEC: TERARA 2015

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Stase Keperawatan Keluarga

Di Susun Oleh :
AHYAR ROSIDI.,S.Kep

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) HAMZAR
MAMBEN LOMBOK TIMUR
2015

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Profesi Ners dengan judul Asuhan Keperawatan
Keluarga Pada
Ny. I Dengan Masalah Osteoartritis Di Dusun Rungkang
Desa Jenggik Kec: Terara 2015
telah di syahkan dan disetujui pada :
Hari

Tanggal

Mahasiswa

( Ahyar Rosidi.,S.Kep )
Pembimbing Akademik

Pembimbing Klinik

( Ns.

(NS. Muh. Rusdi.,S. Kep)

Saifurrahman.,S.Kep.,MPd )

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,yang telah
melimpahkan

rahmat

serta

inayah-Nya

sehingga

penyusun

dapat

menyelesaikan penyusunan Laporan Asuhan Keperawatan Keluaraga Ny. I


dengan salah satu anggota keluarganya menderita Osteoartritis dalam Stase
Komunitas dan Keluarga Profesi Ners yang Alhamdulillah selsai tepat pada
waktunya.
Penulisaan

laporan

ini

dalam

rangka

menerapkan

praktek

Keperawatan Keluarga yang merupakan salah satu mata kuliah atau


kurikulum yang harus dilalui dalam proses pendidikan program Frofesi Ners.
Dalam penyusunan laporan ini penyusun banyak mendapatkan bantuan,
bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam
kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada:
1. Bapak Ns. Saifurrahman.,S.Kep Selaku pembimbing akademik yang
banyak memberikan masukan untuk kesempurnaan laporan ini.
2. Bapak kepala Desa Jenggik yang telah memberi izin tempat untuk
melakukan asuhan keperawatan keluarga.
3. Bapak Kadus Dan Ibuk Kader Di Dusun Rungkang, Desa Jenggik, Kec :
Terara, yang telah banyak membantu kami dalam proses asuhan
keperawatan keluarga di lingkungannya.
4. Kepada Keluarga-ku, teman-teman seperjuangan profesi Ners yang telah
bannyak memberi dukungan kepeada saya.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih sangat jauh
dari kesempurnaan, untuk itu penyusun sangat mengharapkan kritik serta
saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata penyusun mengucapkan terimakasih semoga laporan ini
bermanfaat bagi penyusun khususny serta pembaca pada umumnya. Dan
semoga kebaikan semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini
mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT.
Jenggik,

September 2015

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL DEPAN................................................................
LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................
KATA PENGANTAR.................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................

i
ii
iii
iv

BAB I PENDAHULUAN...........................................................................
A. Latar Belakang..............................................................................
B. Rumusan Masalah.........................................................................
C. Tujuan............................................................................................

1
1
1
1

BAB II LANDASAN TEORI....................................................................


A. Konsep Keluarga...........................................................................
1. Definisi Keluarga.....................................................................
2. Struktur Keluarga.....................................................................
3. Ciri-Ciri Keluarga....................................................................
4. Tipe Keluarga...........................................................................
5. Fungsi Keluarga.......................................................................
6. Tahap-Tahap Perkembangan Keluarga....................................
7. Tugas perkembangan Keluarga................................................
8. Tingkat Kemandirian Keluarga................................................
9. Level Pencegahan Perawatan Keluarga...................................
B. Konsep Osteoartritis......................................................................
1. Definisi Osteoartritis ...............................................................
2. Etiologi Osteoartritis ...............................................................
3. Klasifikasi Osteoartritis ..........................................................
4. Patofisiologi Osteoartritis .......................................................
5. Manifestasi Osteoartritis .........................................................
6. Komplikasi Osteoartritis .........................................................
7. Pemeriksaan Penunjang...........................................................
8. Penatalaksanaan.......................................................................
9. Pencegahan Osteoartritis .........................................................
10. Obat Alami Osteoartritis..........................................................

2
2
2
2
3
3
5
6
8
9
11
12
12
12
14
14
14
15
15
16
18
19

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA


KELUARGA Ny. I DENGAN MASALAH OSTEOARTRITIS
DI DUSUN RUNGKANG DESA JENGGIK KEC : TERARA.............

21

BAB IV PENUTUP....................................................................................

22

C. Kesimpulan....................................................................................
D. Saran..............................................................................................

22
22

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................

23

LAMPIRAN-LAPIRAN ...........................................................................

24

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keluarga pada hakekatnya merupakan satuan terkecil sebagai inti
dari suatu sistem sosial yang ada dimasyarakat. Sebagai satuan
terkecil, keluarga merupakan miniatur dan embrio berbagai unsur
sistem

sosial

manusia.

Suasana

keluarga

yang

kondusif

akan

menghasilkan warga masyarakat yang baik karena dalam keluargalah


seluruh

anggota

keluarga

belajar

berbagai

dasar

kehidupan

masyarakat.
Perawatan keluarga yang komprehensip merupakan suatu proses
yang rumit, sehingga memerlukan suatu pendekatan yang logis dan
sistematis untuk bekerja dengan keluarga dan anggota keluarga.
Pendekatan ini disebut proses keperawatan.
Pelayanan
keperawatan
keluarga
yaitu

dituntut

untuk

mengabdikan diri kepada masyarakat khusunya pada keluarga untuk


dibina

sepanjang

pengalaman

proses

belajar

pendidikan

yang

melalui

dilaksanakan

berbagai

dan

bentuk

dikembangkan

dimasyarakat. Oleh karena itu, sasaran pelayanan keperawatan


keluarga adalah individu dan keluarga.
Individu yang dilayani adalah bagian dari keluarga. Pelayanan ini
mencakup

upaya

pencegahan

penyakit,

pemeliharaan

dan

peningkatan, penyembuhan serta pemulihan kesehatan.


Dengan diadakannya program keluarga binaan yang di lakukan
oleh mahasiswa Program Profesi Ners (STIKES) Hamzar diharapkan
keluarga tersebut dapat memahami tentang pentingnya kesehatan
dan jika di temui ada masalah kesehatan dapat segera di tanggulangi
walaupun hanya di laksanakan dengan penyuluhan sehingga dapat
meningkatkan derajat kesehatan bangsa menuju indonesia sehat.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah ada masalah kesehatan keluarga pada keluarga Ny. I?
2. Bagaimana proses asuhan keperawatan pada keluarga Ny. I yang
salah satu anggota keluarganya yaitu Ny. I yang menderita
Osteoartritis?
C. Tujuan

1. Untuk mengetahui masalah kesehatan keluarga pada keluarga


Ny. I
2. Untuk dapat memahami proses asuhan keperawatan pada
keluarga Ny. I yang salah satu anggota keluarganya yaitu Ny. I
yang menderita Osteoartritis

BAB II
KONSEP DASAR
A. KONSEP KELUARGA
1. Definisi Keluarga
Dibawah ini ada beberapa pendapat tentang pengertian keluarga
menurut Padila (2010) :
a. Pendapat yang menganut teori interaksional, memandang
keluarga sebagai suatu arena berlangsungsnya interaksi
kepribadian. Sedangkan mereka berorientasi pada perspektif
system social memandang keluarga sebagai social terkecil
yang

terdiri

dari

seperangkat

komponen

yang

sangat

tergantung dan dipengaruhi oleh struktur internal dan systemsistem lain.(Padila,2012)


b. Spradley dan Allender, mengemukakan satu atau

lebih

individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan


emosional dan mengembangkan dalam ikatan social, peran
dan tugas
c. UU No. 10 tahun 1992, mengemukakan keluarga adalah unit
terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami, istri dan anak
atau suami istri, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan
anaknya.
d. Depkes RI, mendefinisikan keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa
orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah
suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan
e. Friedman, mendefinisikan keluarga sebagai suatu system
social. Keluarga merupakan sebuah kelompok kecil yang
terdiri dari individu-individu yang memiliki hubungan erat satu
sama lain, saling tergantung diorganisasi dalam satu unit
tunggal dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
2. Struktur Keluarga
Struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga
melaksanakan fungsi keluarga dimasyarakat. Ada beberapa
struktur keluarga menurut Padila (2012)
a. Patrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara


sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu
disusun melalui jalur ayah.
b. Matrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara
sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu
disusun melalui jalur ibu.
c. Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga
sedarah ibu.
d. Patrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga
sedarah ayah.
e. Keluarga Kawin
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan
keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian
keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.
3. Ciri Ciri Keluarga
Keluarga Indonesian memiliki beberapa ciri-ciri menurut Padila
(2012):
a. Keluarga merupakan hubungan perkawinan
b. Keluarga berbentuk suatu kelembagaan

yang

berkaitan

dengan hubungan perkawinan yang sengaja dibentuk atau


dipelihara.
c. Keluarga mempunyai suatu system tata nama (Nomen clatur)
termasuk perhitungan garis keturunan.
d. Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh
anggota-anggotanya berkaitan dengan kemampuan untuk
mempunyai keturunan dan membesarkan anak.
e. Keluarga merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau
rumah tangga.
4. Tipe Keluarga
Berbagai bentuk
sumber,

dan tipe keluarga, berdasarkan berbagai

dibedakan

berdasarkan

keluarga

tradisional

dan

keluarga non tradisional seperti menurut


Maclin dalam Padila (2012), pembagian tipe keluarga :
a. Tradisional

1) The Nuclear family (Keluarga inti) yaitu keluarga yang


terdiri dari suami istri dan anak (kandung atau angkat).
2) The dyad family , suatu rumah tangga yang terdiri dari
suami istri tanpa anak.
3) Keluarga usila, Keluarga terdiri dari suami dan istri yang
sudah usia lanjut, sedangkan anak sudah memisahkan diri.
4) The childless, Keluarga tanpa anak karena telambat
menikah, bisa disebabkan karena mengejar karir atau
pendidikan.
5) The Extended family , keluarga yang terdiri dari keluarga
inti ditambah keluarga lain, seperti paman, bibi, kakek,
nenek dan lain-lain.
6) Single Parent yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang
tua dengan anak (kandung atau angkat). Kondisi ini dapat
disebabkan oleh perceraian atau kematian).
7) Commuter family, kedua orang tua bekerja diluar kota, dan
bisa berkumpul pada hari minggu atau libur saja.
8) Multigeneration family, Beberapa generasi atau kelompok
umur yang tinggal bersama dalam satu rumah.
9) Kin-network family, beberapa keluarga yang

tinggal

bersama atau saling berdekatan dan menggunakan barangbarang pelayanan seperti dapur, sumur yang sama.
10)
Blended family, keluarga yang dibentuk dari janda atau
duda dan membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya.
11)
Single adult living alone yaitu suatu rumah tangga
yang terdiri dari satu orang dewasa.
b. Non Tradisional
1) The unmarried teenage mother, Keluarga yang terdiri dari
satu

orang

dewasa

terutama

ibu

dengan

anak

dari

hubungan tanpa nikah.


2) The Step parent family, keluarga dengan orang tua tiri.
3) Commune family, yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian
darah yang hidup serumah.
4) The non marrital heterosexual cohabiting family, keluarga
yang hidup bersama, berganti-ganti pasangan tanpa nikah.
5) Gay and lesbian family, seorang yang mempunyai
persamaan sex tinggal dalam satu rumah sebagaimana
pasangan suami istri.

6) Cohabitating couple, orang dewasa yang hidup bersama


diluar ikatan perkawinan karena alasan tertentu.
7) Group marriage family, beberapa orang dewasa yang telah
merasa saling menikah, berbagi sesuatu termasuk sex dan
membesarkan anak.
8) Group network family, beberapa keluarga inti yang dibatasi
oleh norma dan aturan, hidup berdekatan dan saling
menggunakan barang yang sama dan bertanggung jawab
membesarkan anak.
9) Foster family, keluarga yang menerima anak yang tidak ada
hubungan saudara untuk waktu sementara.
10)
Homeless family, keluarga yang terbentuk

tanpa

perlindungan yang permanen karena keadaan ekonomi


atau problem kesehatan mental.
11)
Gang, Keluarga yang destruktif dari orang-orang muda
yang

mencari

ikatan

emosional,

berkembang

dalam

kekerasan dan kriminal.


5. Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga merupakan hasil atau konsekuensi dari struktur
keluarga atau sesuatu tentang apa yang dilakukan oleh keluarga.
Terdapat beberapa fungsi keluarga menurut Achjar (2012) yaitu :
a. Fungsi Afektif
Merupakan respon dari keluarga terhadap kondisi dan situasi
yang dialami tiap anggota keluarga baik senang maupun
sedih,

dengan

melihat

bagaimana

cara

keluarga

mengekspresikan kasih sayang.


b. Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi tercermin dalam melakukan pembinaan
sosialisasi pada anak, membentuk nilai dan norma yang
diyakini anak, memberikan batasan perilaku yang boleh dan
tidak

boleh

pada

anak,

meneruskan

nilai-nilai

budaya

keluarga.
c. Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan keluarga merupakan fungsi
keluarga dalam melindungi keamanan dan kesehatan seluruh
anggota keluarga serta menjamin pemenuhan kebutuhan
perkembangan

fisik,

mental

dan

spiritual,

dengan

cara

memelihara dan merawat anggota keluarga serta mengenali


kondisi sakit tiap anggota keluarga.
d. Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti
sandang, pangan, papan dan kebutuhan lainnya melalui
keefektifan sumber dana keluarga.
e. Fungsi Biologis
Fungsi biologis, bukan hanya ditujukan untuk meneruskan
keturunan tetapi untuk memelihara dan membesarkan anak
untuk kelanjutan generasi selanjutnya.
f. Fungsi Psikologis
Fungsi psikologis, terlihat bagaimana keluarga memberikan
kasih sayang dan rasa aman, memberikan perhatian diantara
anggota

keluarga,

membina

pendewasaan

kepribadian

anggota keluarga dan memberikan identitas keluarga.


g. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan diberikan keluarga dalam rangka
memberikan pengetahuan, ketrampilan, membentuk perilaku
anak,

mempersiapkan

anak

untuk

kehidupan

dewasa,

mendidik anak sesuai dengan tingkatan perkembangannya.


6. Tahap Tahap Perkembangan Keluarga
Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang
terjadi pada sistem keluarga meliputi; perubahan pola interaksi
dan hubungan antar anggota keluarga disepanjang waktu.
Perubahan ini terjadi melalui beberapa tahapan atau kurun waktu
tertentu. Pada setiap tahapan mempunyai tugas perkembangan
yang harus dipenuhi agar tahapan tersebut dapat dilalui dengan
sukses.
Perawat perlu memahami setiap tahapan perkembangan
keluarga serta tugas tugas perkemabangannya. Hal ini penting
mengingat tugas perawat dalam mendeteksi adanya masalah
keperawatan yang dilakukan terkait erat dengan sifat masalah
yaitu potensial atau aktual.

Berikut diuraikan kedelapan tahap siklus kehidupan keluarga


berikut tugas perkembangannya menurut Friedman dalam Padila
(2012) :
a. Tahap 1 : Keluarga Pemula
Perkawinan dari sepasang

insan

menandai

bermulanya

sebuah keluarga baru, keluarga yang menikah atau prokreasi


dan perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke
hubungan baru yang intim.
b. Tahap II : Keluarga Yang Sedang Mengasuh Anak
Tahap kedua dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga
bayi berumur 30 bulan. Biasanya orang tua bergetar hatinya
dengan kelahiran anak pertama mereka, tapi agak takut juga.
Kekhawatiran terhadap bayi biasanya berkurang setelah
beberapa hari, karena ibu dan bayi tersebut mulai mengenal.
Ibu dan ayah tiba-tiba berselisih dengan semua peran-peran
mengasyikkan yang telah dipercaya kepada mereka. Peran
tersebut

pada

mulanya

sulit

karena

perasaan

ketidakadekuatan menjadi orang tua baru.


c. Tahap III : Keluarga Yang Anak Usia Prasekolah
Tahap ketiga siklus kehidupan keluarga dimulai ketika anak
pertama berusia 2,5 tahun dan berakhir ketika anak berusia 5
tahun. Sekarang, keluarga

mungkin terdiri tiga hingga lima

orang, dengan posisi suami - ayah, istri ibu, anak laki-laki


saudara, anak perempuan saudari. Keluarga menjadi lebih
majemuk dan berbeda.
d. Tahap IV : Keluarga Dengan Anak Usia Sekolah
Tahap ini dimulai ketika anak pertama telah berusia 6 tahun
dan mulai masuk sekolah dasar dan berakhir pada usia 13
tahun, awal dari masa remaja. Keluarga biasanya mencapai
jumlah anggota maksimum, dan hubungan keluarga di akhir
tahap ini.
e. Tahap V : Keluarga Dengan Anak Remaja
Ketika anak pertama melewati umur 13 tahun, tahap kelima
dari siklus kehidupan keluarga dimulai. Tahap ini berlangsung
selama 6 hingga 7 tahun, meskipun tahap ini dapat lebih
singkat jika anak meninggalkan keluarga lebih awal atau lebih

lama jika anak masih tinggal dirumah hingga brumur 19 atau


20 tahun.
f. Tahap VI : Keluarga Yang Melepaskan Anak Usia Dewasa Muda
Permulaan dari fase kehidupan keluarga ini ditandai oleh anak
pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan
rumah kosong, ketika anak terakhir meninggalkan rumah.
Tahap ini dapat singkat atau agak panjang, tergantung pada
berapa banyak anak yang ada dalam rumah atau berapa
banyak anak yang belum menikah yang masih tinggal di
rumah.
g. Tahap VII : Orang Tua Pertengahan
Tahap ketujuh dari siklus kehidupan keluarga, tahap usia
pertengahan dari bagi oarngtua, dimulai ketika anak terakhir
meninggalkan rumah dan berakhir pada saat pensiun atau
kematian salah satu pasangan. Tahap ini biasanya dimulai
ketika orangtua memasuki usia 45-55 tahun dan berakhir
pada saat seorang pasangan pensiun, biasanya 16-8 tahun
kemudian.
h. Tahap VIII : Keluarga Dalam Masa Pensiun Dan Lansia
Tahap terakhir siklus kehidupan keluarga dimulai dengan salah
satu atau kedua pasangan memasuki masa pensiun, terus
berlangsung hingga salah satu pasangan meninggal, dan
berakhir dengan pasangan lain meninggal.
7. Tugas Perkembangan Keluarga
Tugas perkembangan keluarga menurut Friedman Friedman
dalam Padila (2012) yaitu :
a. Tahap I : Keluarga Pemula
1) Membangun perkawinan yang saling memuaskan.
2) Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.
3) Keluarga berencana (keputusan tentang kedudukan sebagai
orangtua).
b. Tahap II : Keluarga Yang Sedang Mangasuh Anak
1)
Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang
2)
3)

mantap
(mengintegrasikan bayi baru kedalam keluarga)
Rekonsilisiasi
tugas-tugas
perkembangan

yang

bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga.

4)
5)

Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan.


Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan

menambahkan peran-peran orangtua dan kakek-nenek.


c. Tahap III : Keluarga Dengan Anak Usia Pra Sekolah
1)
Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti rumah,
2)
3)

ruang bermain,privasi, keamanan.


Mensosialisasikan anak.
Mengintegrasikan anak yang baru

4)

memenuhi kebutuhan anak-anak yang lain.


Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga

sementara

tetap

(hubungan perkawinan dan hubungan orangtua dan anak)


dan diluar keluarga (keluarga besar dan komunitas).
d. Tahap IV : Keluarga Dengan Anak Usia Sekolah
1)
Membantu sosialisasi anak dengan tetangga, sekolah dan
2)
3)

lingkungan
Mempertahankan hubungan perkawinan bahagia
Memenuhi kebutuhan dan biaya hidup yang semakin

4)

meningkat
Meningkatkan komunikasi terbuka

e. Tahap V : Keluarga Dengan Anak Remaja


1)
Menyeimbangkan kebebasan dengan
2)
3)

tanggung

jawab

ketika remaja menjadi dewasa dan semakin mandiri


Memfokuskan kembali hubungan perkawinan
Berkomunikasi secara terbuka antara orangtua dan anak-

anak
f. Tahap VI : Keluarga Dengan Melepaskan Anak Usia Dewasa
Muda.
1)
Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
2)
Mempertahankan keintiman pasangan
3)
Membantu orang tua suami/isteri yang sedang sakit dan
4)
5)
g.
1)

memasuki masa tua


Membantu anak untuk mandiri di masyarakat
Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga
Tahap VII : Orangtua Usia Pertengahan.
Mempertahankan
kesehatan
dan
Mempertahankan
hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya dan

anak-anak
2)
Meningkatkan keakraban pasangan
h. Tahap VIII : Keluarga Dalam Masa Pensiun Dan Lansia
1)
Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan.

10

2)

Adaptasi dengan perubahan kehilangan pasangan, teman,

3)

kekuatan fisik dan pendapatan.


Mempertahankan
keakraban

4)

merawat.
Mempertahankan

5)
6)

masyarakat.
Melakukan life review.
Mempertahankan penataan yang memuaskan merupakan

hubungan

suami/istri
dengan

anak

dan
dan

saling
sosial

tugas utama keluarga pada tahap ini.


8. Tingkat Kemandirian Keluarga
Keberhasilan asuhan keperawatan keluarga yaitu dilakukan
perawat

keluarga,

dapat

dinilai

dari

seberapa

tingkat

kemandirian keluarga dengan mengetahui kriteria atau ciri-ciri


yang menjadi ketentuan tingkatan mulai dari tingkat kemandirian
I sampai tingkat kemandirian IV, menurut Achjar (2012) sebagai
berikut :
a. Tingkat kemandirian I (keluarga mandiri tingkat I/ KM-I)
1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat
2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai
dengan rencana keperawatan
b. Tingkat kemandirian II (keluarga mandiri tingkat II/ KM-II)
1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat
2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai
dengan rencana keperawatan
3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara
benar
4) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang
dianjurkan
5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif
c. Tingkat kemandirian III (keluarga mandiri tingkat III/ KM-III)
1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat
2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai
dengan rencana keperawatan
3) Tahu dan dapat mengungkapkan maslaah kesehatan secara
benar
4) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang
dianjurkan
5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif
6) Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran
d. Tingkat kemandirian IV (keluarga mandiri tingkat IV/KM-IV)
1) Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat

11

2) Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai


dengan rencana keperawatan
3) Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatan secara
benar
4) Melakukan tindakan keperawatan sederhana sesuai yang
dianjurkan
5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif
6) Melaksanakan tindakan pencegahan sesuai anjuran
7) Melakukan tindakan promotif secara aktif

Tabel : Kriteria tingkat kemandirian keluarga


No

Kriteria

Tingkat Kemandirian
I
II
III
IV

Menerima petugas
V
V
V
V
Perawatan
Kesehatan pelayanan
Masyarakat
2 Menerima
keperawatan
V
V
V
V
yang diberikan sesuai
dengan
3 Tahu
danrencana
dapat
V
V
V
mengungkapkan
masalah kesehatan
4 Melakukan
tindakansecara
V
V
V
keperawatan
sederhana sesuai
yang
5 Memanfaatkan
fasilitas
V
V
V
pelayanan
kesehatan secara
aktif
6 Melaksanakan
tindakan
V
V
pencegahan
sesuai anjuran
7 Melakukan
tindakan
V
promotif secara
aktif
9. Level Pencegahan Perawatan Keluarga
Pelayanan keperawatan keluarga, berfokus pada tiga level
prevensi menurut Achjar (2012) yaitu:
a. Pencegahan primer (primary prevention), merupakan tahap
pencegahan

yang

dilakukan

sebelum

masalah

timbul,

12

kegiatannya berupa pencegahan spesifik (specific protection)


dan promosi kesehatan (health promotion) seperti pemberian
pendidikan kesehatan, kebersihan diri, penggunaan lunitasi
lingkungan yang bersih, olah raga, imunisasi, pembahan gaya
hidup, Perawat keluarga harus membantu keluarga untuk
memikul tanggungjawab kesehatan mereka sendiri, keluarga
tetap mempunyai peran penting dalam mrmbantu anggota
keluarga untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
b. Pencegahan sekunder (secondary prevention), yaitu tahap
pencegahan kedua yang dilakukan pada awal masalah timbul
maupun
deteksi

saat
dini

masalah
(early

berlangsung,

diagnosis)

dan

dengan

melakukan

melakukan

tindakan

penyembuhan (promp treatment) seperti screening kesehatan


deteksi dini adanya gangguan kesehatan.
c. Pencegahan
tersier
(tertiary
prevention),

merupakan

pencegahan yang dilakukan pada saat masalah kesehatan


telah selesai, selain mencegah komplikasi juga meminimalkan
keterbatasan (disability limitation) dan memaksimalkan fungsi
melalui rehabilitasi(rehabilitation) seperti melakukan rujukan
kesehatan,

melakukan

konseling

kesehatan

bagi

yang

bermasalah, memfasilitasi ketidakmampuan dan mencegah


kematian. Rehabilitasi meliputi upaya pemulihan terhadap
penyakit atau luka hingga pada tingkat fungsi yang optimal
secara fisik, mental, sosial dan emosional.
B. KONSEP OSTEOARTRITIS
1. Defenisi Osteoartritis
Osteoartritis
degeneratif

yang

dikenal

sebagai

sendi

atau osteoartrosis (sekalipun terdapat inflamasi )

merupakan kelainan sendi yang paling


kerapkali

penyakit

menimbulkan

sering

ditemukan

dan

ketidakmampuan (disabilitas).

(Smeltzer , C Suzanne, 2002 hal 1087) dalam Puspita 2014.


Osteoartritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab
kecacatan yang menduduki urutan pertama dan akan meningkat

13

dengan meningkatnya usia, penyakit ini jarang ditemui pada usia


di bawah 46 tahun tetapi lebih sering dijumpai pada usia di atas
60 tahun. Faktor umur dan jenis kelamin menunjukkan adanya
perbedaan frekuensi (Sunarto, 1994, Solomon, 1997) dalam
Puspita 2014.
Sedangkan menurut Harry Isbagio & A. Zainal Efendi (1995)
dalam Puspita 2014, Osteoartritis merupakan
non

inflamasi

yang

mengenai

kelainan

sendi

yang

dapat

sendi

digerakkan, terutama sendi penumpu badan, dengan gambaran


patologis yang karakteristik berupa buruknya tulang rawan sendi
serta terbentuknya tulang-tulang baru pada sub kondrial dan
tepi-tepi tulang yang membentuk sendi, sebagai
terjadi

perubahan

biokimia,

metabolisme,

hasil

fisiologis

akhir
dan

patologis secara serentak pada jaringan hialin rawan, jaringan


subkondrial dan jaringan tulang yang membentuk persendian.( R.
Boedhi Darmojo & Martono Hadi ,1999) dalam Puspita 2014.
2. Etiologi
Beberapa penyebab dan faktor predisposisi adalah sebagai
berikut:
a. Umur
Perubahan fisis dan biokimia yang terjadi sejalan dengan
bertambahnya umur dengan penurunan jumlah kolagen dan
kadar air, dan endapannya berbentuk pigmen yang berwarna
kuning.

b. Pengausan (wear and tear)


Pemakaian sendi yang berlebihan secara teoritis dapat
merusak

rawan

sendi

melalui

dua

mekanisme

yaitu

pengikisan dan proses degenerasi karena bahan yang harus


dikandungnya.
c. Kegemukan
Faktor kegemukan akan menambah beban pada sendi
penopang berat badan, sebaliknya nyeri atau cacat yang

14

disebabkan

oleh

osteoartritis

mengakibatkan

seseorang

menjadi tidak aktif dan dapat menambah kegemukan.


d. Trauma
Kegiatan fisik yang dapat menyebabkan osteoartritis adalah
trauma yang menimbulkan

kerusakan

pada

integritas

struktur dan biomekanik sendi tersebut.


e. Keturunan
Heberden node merupakan salah satu bentuk osteoartritis
yang biasanya ditemukan
tuanya

terkena

pada

pria

yang

menimbulkan reaksi peradangan


matriks

orang

osteoartritis, sedangkan wanita, hanya

salah satu dari orang tuanya yang terkena.


f. Akibat penyakit radang sendi lain
Infeksi (artritis rematord; infeksi akut,
perusak

kedua

rawan

dan

sendi

infeksi

kronis)

pengeluaran

enzim

oleh membran sinovial

dan sel-sel radang.


g. Joint Mallignment
Pada akromegali karena pengaruh hormon pertumbuhan,
maka rawan sendi akan
sendi

menjadi

membal

tidak

dan

menyebabkan

stabil/seimbang sehingga

mempercepat proses degenerasi.


h. Penyakit endokrin
Pada hipertiroidisme, terjadi produksi air dan garam-garam
proteglikan
penyokong

yang

berlebihan

sehingga

merusak

pada
sifat

seluruh
fisik

jaringan

rawan

sendi,

ligamen, tendo, sinovia, dan kulit. Pada diabetes melitus,


glukosa akan menyebabkan produksi proteaglikan menurun.
i. Deposit pada rawan sendi
Hemokromatosis, penyakit Wilson, akronotis, kalsium
pirofosfat
polimer,

dapat
asam

mengendapkan hemosiderin, tembaga


hemogentisis,

kristal

monosodium

urat/pirofosfat dalam rawan sendi.


3. Klasifikasi
Osteoartritis diklasifikasikan menjadi :
a. Tipe primer ( idiopatik)

tanpa kejadian

atau penyakit

sebelumnya yang berhubungan dengan osteoartritis

15

b. Tipe sekunder seperti akibat trauma, infeksi dan pernah


fraktur (Long, C Barbara, 1996 hal 336) dalam Puspita 2014.
4. Patofisiologi
Penyakit
kronik,

sendi

degeneratif

merupakan

suatu

penyakit

tidak meradang, dan progresif lambat, yang seakan-

akan merupakan proses penuaan, rawan


kemunduran

dan

degenerasi

disertai

sendi

mengalami

dengan pertumbuhan

tulang baru pada bagian tepi sendi.


Proses degenerasi ini disebabkan oleh proses pemecahan
kondrosit

yang

merupakan

unsur

penting

rawan

sendi.

Pemecahan tersebut diduga diawali oleh stress biomekanik


tertentu. Pengeluaran enzim lisosom menyebabkan dipecahnya
polisakarida protein yang membentuk matriks di sekeliling
kondrosit sehingga mengakibatkan kerusakan tulang rawan.
Sendi yang paling sering terkena adalah sendi yang harus
menanggung berat badan, seperti panggul lutut dan kolumna
vertebralis. Sendi interfalanga distal dan proksimasi.
Osteoartritis pada beberapa kejadian akan mengakibatkan
terbatasnya gerakan. Hal ini disebabkan oleh adanya rasa nyeri
yang dialami atau diakibatkan penyempitan ruang sendi atau
kurang digunakannya sendi tersebut.
Perubahan-perubahan

degeneratif

yang

mengakibatkan

karena peristiwa-peristiwa tertentu misalnya cedera sendi infeksi


sendi deformitas congenital dan penyakit peradangan sendi
lainnya akan menyebabkan trauma pada kartilago yang bersifat
intrinsik dan ekstrinsik sehingga menyebabkan fraktur ada
ligamen atau adanya perubahan metabolisme sendi yang pada
akhirnya mengakibatkan tulang rawan mengalami erosi dan
kehancuran, tulang menjadi tebal dan terjadi penyempitan
rongga sendi yang menyebabkan nyeri, kaki kripitasi, deformitas,
adanya hipertropi atau nodulus. ( Soeparman ,1995).
5. Manifestasi Klinis
a. Rasa nyeri pada sendi

16

Merupakan gambaran primer pada osteoartritis, nyeri akan


bertambah apabila sedang melakukan sesuatu kegiatan fisik.
b. Kekakuan dan keterbatasan gerak
Biasanya akan berlangsung 15 30 menit dan timbul setelah
istirahat atau saat memulai kegiatan fisik.
c. Peradangan
Sinovitis sekunder, penurunan pH jaringan, pengumpulan
cairan dalam ruang sendi akan menimbulkan pembengkakan
dan

peregangan

simpai

sendi

yang

semua

ini

akan

menimbulkan rasa nyeri.


d. Mekanik
Nyeri biasanya akan lebih dirasakan setelah melakukan
aktivitas lama dan akan berkurang pada waktu istirahat.
Mungkin ada hubungannya dengan keadaan penyakit yang
telah lanjut dimana rawan sendi telah rusak berat.
Nyeri biasanya berlokasi pada sendi yang terkena tetapi
dapat menjalar, misalnya pada osteoartritis coxae nyeri
dapat dirasakan di lutut, bokong sebelah lateril, dan tungkai
atas.
Nyeri dapat timbul pada waktu dingin, akan tetapi hal ini
belum dapat diketahui penyebabnya.
e. Pembengkakan Sendi
Pembengkakan
sendi
merupakan
karena

reaksi

peradangan

pengumpulan cairan dalam ruang sendi biasanya

teraba panas tanpa adanya pemerahan.


f. Deformitas
Disebabkan oleh distruksi lokal rawan sendi.
g. Gangguan Fungsi
Timbul akibat Ketidakserasian antara tulang pembentuk
sendi.
6. Komplikasi
a.
b.
c.
d.

Gangguan/kesulitan gerak
Kelumpuhan yang menurunkan kualitas hidup penderita.
Resiko jatuh
Patah tulang

7. Pemeriksaan Penunjang
a. Sinar-X.

17

Gambar sinar X pada engsel akan menunjukkan perubahan


yang terjadi pada tulang seperti pecahnya tulang rawan.
b. Tes darah.
Tes darah

akan

membantu

memberi

informasi

untuk

memeriksa rematik.
c. Analisa cairan engsel
Dokter akan mengambil contoh sampel cairan pada engsel
untuk

kemudian

diketahui

apakah

nyeri/ngilu

tersebut

disebabkan oleh encok atau infeksi.


d. Artroskopi
Artroskopi adalah alat kecil berupa kamera yang diletakkan
dalan engsel tulang. Dokter akan mengamati ketidaknormalan
yang terjadi.
e. Foto Rontgent menunjukkan penurunan progresif massa kartilago
sendi sebagai penyempitan rongga sendi
f. Serologi dan cairan sinovial dalam batas normal
8. Penatalaksanaan
a.

Medikamentosa
Sampai sekarang belum ada obat yang spesifik yang khas
untuk osteoartritis, oleh karena patogenesisnya yang belum
jelas, obat yang diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa
sakit,

meningkatkan

mampuan.

Obat-obat

mobilitas
anti

dan

mengurangi

inflamasinon

steroid

ketidak
(OAINS)

bekerja sebagai analgetik dan sekaligus mengurangi sinovitis,


meskipun tak dapat memperbaiki atau menghentikan proses
patologis osteoartritis.
1) Analgesic yang dapat dipakai adalah asetaminofen dosis
2,6-4,9 g/hari atau profoksifen HCL. Asam salisilat juga
cukup efektif namun perhatikan efek samping pada saluran
cerna dan ginjal
Jika tidak berpengaruh, atau tidak dapat peradangan maka
OAINS

seperti

fenofrofin,

piroksikam,ibuprofen

dapat

digunakan. Dosis untuk osteoarthritis biasanya -1/3 dosis


penuh

untuk

arthritis

rematoid.

Karena

pemakaian

biasanya untuk jangka panjang, efek samping utama

18

adalahganggauan mukosa lambung dan gangguan faal


ginjal.
2) Injeksi cortisone.
Dokter akan menyuntikkan cortocosteroid pada engsel
yang mempu mengurangi nyeri/ngilu.
3) Suplementasi-visco.
Tindakan ini berupa injeksi turunan asam hyluronik yang
akan mengurangi nyeri pada pangkal tulang. Tindakan ini
b.

hanya dilakukan jika osteoarhtritis pada lutut.


Perlindungan Sendi
Osteoartritis
mungkin timbul atau diperkuat

karena

mekanisme tubuh yang kurang baik. Perlu dihindari aktivitas


yang berlebihan pada sendi yang sakit. Pemakaian tongkat,
alat-alat listrik yang dapat memperingan kerja sendi juga perlu
diperhatikan. Beban pada lutut berlebihan karena kakai yang
c.

tertekuk (pronatio).
Diet
Diet untuk menurunkan berat badan pasien osteoartritis yang
gemuk

harus

osteoartritis.
d.

menjadi

Penurunan

program
berat

utama

badan

pengobatan

seringkali

dapat

mengurangi timbulnya keluhan dan peradangan.


Dukungan psikososial
Dukungan psikososial diperlukan pasien osteoartritis oleh
karena sifatnya yang menahun dan ketidakmampuannya yang
ditimbulkannya. Disatu pihak pasien ingin menyembunyikan
ketidakmampuannya, dipihak lain dia ingin orang lain turut
memikirkan

penyakitnya.

Pasien

osteoartritis

sering

kali

keberatan untuk memakai alat-alat pembantu karena faktore.

faktor psikologis.
Persoalan Seksual
Gangguan seksual dapat dijumpai pada pasien osteoartritis
terutama pada tulang belakang, paha dan lutut. Sering kali
diskusi karena ini harus dimulai dari dokter karena biasanya

f.

pasien enggan mengutarakannya.


Fisioterapi
Fisioterapi
berperan
penting

pada

penatalaksanaan

osteoartritis, yang meliputi pemakaian panas dan dingin dan


program latihan ynag tepat. Pemakaian panas yang sedang

19

diberikan sebelum latihan untk mengurangi rasa nyeri dan


kekakuan. Pada sendi yang masih aktif sebaiknya diberi dingin
dan obat-obat gosok jangan dipakai sebelum pamanasan.
Berbagai sumber panas dapat dipakai seperti Hidrokolator,
bantalan elektrik, ultrasonic, inframerah, mandi paraffin dan
g.

mandi dari pancuran panas.


Program latihan bertujuan untuk memperbaiki gerak sendi dan
memperkuat otot yang biasanya atropik pada sekitar sendi
osteoartritis. Latihan isometrik lebih baik dari pada isotonik
karena mengurangi tegangan pada sendi. Atropi rawan sendi
dan tulang yang timbul pada tungkai yang lumpuh timbul
karena berkurangnya beban ke sendi oleh karena kontraksi
otot. Oleh karena otot-otot periartikular memegang peran
penting terhadap perlindungan rawan senadi dari beban,

h.

maka penguatan otot-otot tersebut adalah penting.


Operasi
Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien osteoartritis
dengan kerusakan sendi yang nyata dengan nyari yang
menetap dan kelemahan fungsi. Tindakan yang dilakukan
adalah osteotomy untuk mengoreksi ketidaklurusan atau
ketidaksesuaian, debridement sendi untuk menghilangkan
fragmen tulang rawan sendi, pebersihan osteofit.
1) Penggantian engsel (artroplasti).
Engsel yang rusak akan diangkat dan diganti dengan alat
yang

terbuat

dari

plastik

atau

metal

yang

disebut

prostesis.
2) Pembersihan sambungan (debridemen).
Dokter bedah tulang akan mengangkat serpihan tulang
rawan yang rusak dan mengganggu pergerakan yang
menyebabkan nyeri saat tulang bergerak.
3) Penataan tulang.
Opsi ini diambil untuk osteoatritis pada anak dan remaja.
Penataan
i.

dilakukan

agar

sambungan/engsel

tidak

menerima beban saat bergerak.


Terapi konservatif mencakup penggunaan kompres hangat,
penurunan berat badan, upaya untuk menhistirahatkan sendi

20

serta

menghindari

penggunaan

sendi

yang

berlebihan

pemakaian alat-alat ortotail. Untuk menyangga sendi yang


mengalami inflamasi ( bidai penopang) dan latihan isometric
serta

postural. Terapi

membantu

pasien

okupasioanl

untuk

dan fisioterapi

mengadopsi

strategi

dapat

penangan

mandiri.
9. Pencegahan
Untuk mencegah osteoarthritis, lakukan hal-hal berikut:
a.

Konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayur dan

b.
c.

kacang-kacangan.
Minum obat yang direkomendasikan dokter.
Pertimbangkan untuk menggunakan alat

d.
e.

beraktivitas untuk mengurangi bahaya.


Jaga gerakan yang dapat menyebabkan cidera tulang.
Jika mengangkat benda, usahakan beban terbagi merata pada

f.
g.

seluruh sambungan tulang.


Pilih sepatu yang tepat.
Ketahui batas kemampuan

h.

mengangkat beban.
Teknik relaksasi juga dapat membantu, seperti mengambil

gerakan

dan

bantu

saat

kemampuan

napas dalam dan hipnosis.


10.

Obat Alami Osteoarthritis

a. Daun Dewa

Siapkan bahan alami yaitu 30 gr daun dewa, 25 gr temu


hitam, 2 kuntum bunga soka dan 2 kuntum bunga mawar.
Setelah semua bahan tradisional tersedia maka rebus dengan
600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring dan airnya diminum.
Minum air hasil ramuan tadi sebanyak 2 kali tiap sehari.
b. Juice Noni

21

Berikut adalah cara sederhan membuat jus mengkudu:


1) Carilah 2 atau 3 buah mengkudu yang besar dan setengah
matang

sudah berwarna kuning tapi belum berbau, pilih

pohon mengkudu yang tumbuh di kebun bukan di got atau


2)
3)
4)
5)

tempat sampah.
Kupas dan buang bijinya
Potong-potong kemudian masukkan kedalam blender
Blender sampe benar benar cair
Campurkan syrup atau gula merah untuk rasa, boleh juga

madu
6) Saring dengan saringan.
7) Minum segera (bisa untuk 3x minum)

c. Jamur Kuping Hitam


Foto Jamur Kuping Hitam (Auricuralia polytricha)

Untuk mencegah atau mengobati Osteoartritis yang aman


tampa menimbulkan effek samping (side effect ) dapat
digunakan bahan obat alami yang cocok yaitu jamur kuping
hitam. Karena khasiatnya sebagai anti koagulan yang dapat
melancarkan

aliran

darah.

dikonsumsi dalam bentuk

Jamur

kuping

hitam

masakan atau juga

dapat
diseduh

dengan air panas sebagai obat. Cara penyeduhannya dapat


dilakukan sebagai berikut: ambil 10-20 gram jamur kuping

22

hitam,

kemudian

masukan

dalam

panci,

setelah

itu

tambahkan 3 butir jahe, selanjutnya tuangkan air bersih


sebanyak 6 gelas, rebus sampai air yang tersisia dam panci
kira-kira 2 gelas, siapkan 2 gelas kosong, kemudian angkat
dan tuangkan dalam masing-masing gelas, dan dibiarkan
dingin. Minumlah dua kali sehari pagi dan sore.Selamat
mencoba, minumlah secara rutin setiap hari sampai keadaan
badan sehat.

BAB III
23

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA Ny.


I DENGAN MASALAH OSTEOARTRITIS DI DUSUN
RUNGKANG DESA JENGGIK KEC : TERARA

24

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


PADA KELUARGA Ny. I DENGAN MASALAH OSTEOARTRITIS DI
DUSUN RUNGKANG DESA JENGGIK KEC : TERARA

KEPERAWATAN KELUARGA

OLEH
AHYAR ROSIDI.,S.Kep

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HAMZAR
LOMBOK TIMUR - NTB
2015

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Ny. I DENGAN


MASALAH OSTEOARTRITIS DI DUSUN RUNGKANG DESA
JENGGIK KEC : TERARA
I.

PENGKAJIAN
Hari / Tanggal : Senin, 18 Agustus 2015
Waktu : 16 : 00 Wita
Metode
: Wawancara
A. Data Keluarga
1. Identitas Keluarga
Nama KK
: Ny. I
Jenis Kelamin
: Perempuan
Umur
: 78 Thn
Pendidikan
: Tidak Sekolah
Pekerjaan
: IRT
2. Alamat
: RT 01 Dusun Rungkang, Desa Jenggik, Kec : Terara
3. Susunan Anggota Keluarga
No
1.
2.

Nama
Ny. I
Ny. I

Hubungan
Dengan KK
KK
Anak

JK

Umur/Th

Pendidikan

Agama

L
P

78 Thn
45 Thn

T. Sklh
T. Sklh

Islam
Islam

GENOGRAM

Keterangan :
= Laki-laki ( Meninggal )

------- = Tingal serumah

= Laki-laki ( masih hidup )

= Perempuan ( masih hidup )

= Perempuan ( meninggal )

= Klien ( Ny I )

4. Tipe keluarga : Keluarga Tradisional, Dan termasuk keluarga Single Parent


yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak (kandung atau
angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian).
5. Suku / Bangsa : Penduduk asli Sasak-NTB, tinggal di Lombok Timur, Dusun
Rungkang, Desa Jenggik, kecamatan Terara, Indonesia. Keluarga Ny. I
berbusana sesuai dengan adat istiadat dan lingkungan tempat tinggal mereka,
dan keluarga Ny. I menggunakan bahasa daerah ( Sasak ) sebagai bahasa
sehari-hari untuk berintraksi.

6. Agama : Islam, Keluarga Ny. I tidak memiliki kebiasaan-kebiasan yang luar


dari agama yang di anutnya.
7. Status Ekonomi: Keluarga Ny. I termasuk keluarga dengan status ekonomi
menengah dengan pengeluaran Rp. 20.000/Hari semuanya di biayai oleh
anaknya karena Ny. I sudah tidak bekerja lagi karena faktor usia, Sehingga
semua pemasukan hanya berasal dari anak-anaknya, per bulan sekitar Rp.
1.000.000.
8. Aktivitas rekreasi atau waktu luang : Waktu rekreasi tidak pernah, hanya
istirahat di rumah. Kadang-kadang kumpul-kumpul dengan sanak saudara dan
tetangga dekat.
9. Tahap perkembangan keluarga : Pada saat ini keluarga Ny. I berada pada
tahap perkembangan ke VIII. Dimana keluarga dengan usia lanjut.
10. Riwayat keluarga saat ini:
a.Riwayat penyakit keturunan: dalam keluarga Ny. I tidak ada yang menderita
penyakit keturunan.
b.
Riwayat status kesehatan masing-masing anggota keluarga: pada saat
dilakukan pengkajian, ada anggota keluarga yang sakit yakni Ny. I yang
menderita Osteoartritis.
B. Pola Kesehtan Keluarga
1. Kebersihan diri
: Ny. I selalu menjaga kebersihan diri dengan cara
mandi 2 X sehari dengan menggunakan sabun.
2. Penyakit yang pernah diderita :
Riwayat penyakit dahulu : Ny. I sebelumnya hanya menderita penyakit

nyeri lutut dan pinggang, batuk, panas dan flu biasa


Riwayat penyakit keturunan : dari hasil wawancara yang dilakukan kepada

Ny. I mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada penyakit keturunan.


Riwayat penyakit kronis : Ny. I mengalami Osteoartritis sudah 6 tahun
belakangan ini tetapi masih mampu beraktifitas mandiri seperti jalan,

makan dan mandi sendiri.


3. Pola nutrisi
: Ny. I makan 3 X sehari dengan lauk dan pauk seadanya.
4. Pola istirahat : Ny. I istirahat atau tidur malam pada jam 20 :00 dan bangun
pada 05:30 Wita, dan siangnya hanya Ny. biasa istirahat tidur siang pada jam
14:00 sampai 16:00 Wita
5. Pola eliminasi : Ny. I biasa BAB 1 X dalam 2 Hari dan keluarga Ny. I
memiliki jamban/Kamar Mandi sendiri.
6. Pola aktivitas : Ny. I dalam aktivitas sehari-harinya hanya mampu memenuhi
kebutuhan sendiri dan sudah tidak mampu bekerja.

7. Kesehtan reproduksi : Tidak terkaji secara Objektif, tetapi dari hasil


wawancara didapatkan bahwa Tn.M dan Ny. I memiliki alat Reproduksi yang
sehat, normal dan tidak ada kelainan.
8. Sumber pelayanan kesehatan : keluarga Ny. I biasanya jika mengalami sakit
sering berobat ke Puskesmas.
C. Data Lingkungan
1. Karakteristik Rumah :
a. Denah rumah :

Keterangan :
A = Ruang Keluarga
F = Sawah
B = Dapur, WC/Kanar Mandi
G = Jalan
C = Kamar 1
D = Ruang Tamu
E = Rumah Menantu
b. Pembuangan air kotor : keluarga Ny. I membuang limbah air kotornya
dialirkan begitu saja ke aliran sawah.
c. Pembuangn sampah : keluarga Ny. I membuang sampah pada tempat
pembuangan sampah umum dan kadang dibakar sendiri.
d. Jamban keluarga : Ny. I memiliki jamban sendiri dan tampak terawat
pembungannya dibuatkan lubang penampungan.
e. Sumber air minum : keluarga Ny. I mengambil air minum dari sumur gali
tetangga yang ada didekat rumah, air tersebut kadang dimasak dan kadang
tidak untuk dikonsumsi sebagai air minum.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
a. Keluarga Ny. I hidup dilingkungan tempat tinggal yang merupakan daerah
perdesaan . Sebagian besar dari tetangga di lingkungan tempat tinggal dari
Ny. I adalah penududuk asli (sasak), dulu bekerja sebagai buruh harian dan
petani karena paktor usia Ny. I tidak bekerja lagi. Interaksi antara warga
banyak dilakukan pada pagi dan malam hari karena pada siang hari
umumya warga sekitar bekerja.
b. Keadaan tempat tinggal dan jalan kurang terpelihara masih jalan tanah dan
banyak sampah.
c. Pengangkutan sampah hanya di buang di pinggir jalan dan kadang dibakar

d. Polusi udara berasal dari debu jalan yang masih tanah dan asap tungku
masak.
e. Kelas sosial rata-rata sedang artinya tidak kekurangan tetapi juga tidak
berlebihan (biasa-biasa saja).
f. Lembaga pelayanan kesehatan dan sosial yang ada dalam lingkungan
adalah rumah ibadah (musolla), PAUD dan komunitas seperti Posyandu
(ada), tempat rekreasi tidak ada dan kasus kriminal yang terjadi di
komunitas tidak ada.
3. Mobilisasi gegrafis keluarga: Keluarga Ny. I sudah menempati rumah yang
baru dibangun oleh anaknya, tempat rumah tersebut berada di perdesaan dekat
dengan persawahan dan kebun.
4. Sistem pendukung keluarga:
a. Jarak untuk pelayanan kesehatan terdekat
Puskesmas
: 4 km Jarak rumah ke Puskesmas
Puskesmas pembantu : 1 km jarak rumah ke PUSTU
Rumah sakit
: 24 km jarak rumah ke rumah sakit
Posyandu
: 400 m jarak rumah ke posyandu
b. Pasilitas sosial
Masjid/Musolla
: 1 buah masjid dan 1 buah musollah
Pasar
: hanya ada 1 pasar di rarang
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga : Antar anggota keluarga terbina hubungan yang
harmonis, pembuat keputusan adalah kepala keluarga tetapi tidak menutup
kemungkinan anggota keluarga yang lain sebagai pengambil keputusan karena
segala permasalahan dipecahkan dengan cara musyawarah yang mengatur
disiplin dan aktivitas anak adalah orang tua.
2. Struktur kekuatan keluarga: Keluarga Ny. I merupakan keluarga yang saling
menghormati dan kepala keluarga sebagai pusat penuh pemegang keputusan
dalam keluarga tetapi tidak menutup kemungkinan anggota keluarga yang lain
memberikan saran dan masukan.
3. Struktur peran :
a. Ny. I sebagai orang tua dan menjadi panutan keluarga
b. Ny. I sebagi anak perperan sebagai ibu rumah tangga dan berperan sebagai
tulang punggung keluarga.
4. Nilai dan norma keluarga:
Nilai yang berlaku dalam keluarga menyesuaikan dengan nilai agama islam
yang dianut serta norma masyarakat disekitar.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif: Seluruh anggota keluarga saling

menghormati

dan

menyayangi. Keluarga saling membantu satu dengan lainnya. Keluarga


menyadari adanya kebutuhan masing-masing anggota keluarga. Dari aspek

psikis keluarga khususnya Ny. I butuh dukungan untuk menghadapi


penyakitnya ( Osteoartritis ). Dari aspek kesehatan, keluarga butuh informasi
dan perawatan kesehatan sebagaimana mestinya. Keluarga cukup rukun dan
perhatian dalam membina rumah tangga.
2. Fungsi Perawatan Keluarga
Fungsi Perawatan Kesehatan Persoalan dalam keluarga selalu dibicarakn
bersama dan seluruh anggota keluarga saling menghormati dan saling
menyayangi. Fungsi Perawatan Kesehatan meliputi lima tugas kesehatan
keluarga yaitu:
a. Kemampuan keluarga mengenal masalah
Keluarga Ny. I khususnya Ny. I mengatakan belum pernah mendengar apa
itu Osteoartritis.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Saat ditanya apa keputusan keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan,
Ny. I menjawab tidak pernah di obati sebagaimana mestinya, yaitu berobat
ke instansi kesehatan, Ny. I hanya pernah berobat ke dukun.
c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Keluarga Ny. I merawat Ny. I dengan penuh kesabran dan selalu
menemaninya dalam berobat, menyiapkan makanannya.
d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah.
Keluarga Ny. I khususnya Ny. I mengatakan tidak pernah mencari informasi
atau bertanya tentang penyakitnya, Ny. I hanya mengatakan sakitnya ini
karena sudah tua.
e. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
Keluarga Ny. I menggunakan fasilitas kesehatan hanya bila ada anggota
keluarga yang sakit.
3. Fungsi Reproduksi
Ny. I mengatakan bahwa sistem reproduksinya tidak ada kelainan dan normalnormal saja.
4. Fungsi Sosialisasi: Seluruh anggota keluarga berinteraksi dengan baik dan
berusaha untuk saling menjaga dan mendukung. Keluarga menanamkan nilainilai yang baik untuk saling mengenal tetangga sekitar lingkungannya, saling
menghormati setiap orang. Keluarga juga saling membantu orang lain disaat
membutuhkan. Dan keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan nilai
agama, norma dan prilaku sosial yang baik
5. Fungsi Ekonomi
Keluarga Ny. I khususnya mengatakan bahwa saat ini sudah dalam masa tua
dan sudah tidak mampu lagi mencari napkah sendiri. Dari segi ekonomi
keluarga Ny. I di tanggung oleh anak-anaknya.

F. Stress Dan Koping Keluarga


a. Stresor jangka pendek: Stressorstressor yang dialami oleh keluarga yang
berkaitan dengan ekonomi adalah keuangan/pendapatan yang kadang
tidak mencukupi keluarga. Dalam hubungan sosialnya, biasa terjadi
masalah kecil tetapi keluarga mampu menyelesaikan sendiri, sehingga hal
itu tidak menimbulkan ketegangan antar keluarga.
b. Stresor jangka panjang: Stressor yang yang bisa dialami oleh keluarga
yang berkaitan dengan kesehatan masa tua karna sudah tidak mampu
mengurus diri dan anaknya sebagai tulang punggung keluarga yang harus
bekerja.
c. Strategi koping yang digunakan:
Jika keluarga menghadapi situasi yang penuh stress keluarga menghadapi
dengan penuh kesabaran. Strategi yang digunakan untuk menyelesaikan
masalah adalah musyawarah dengan anggota keluarga.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Keluarga sabar dalam menghadapi cobaan.
G. Persepsi Keluarga Terhadap Masalah
Keluarga mampu bertindak berdasarkan penilaian yang obyektif dan realistis
terhadap masalah yang dihadapi, mampu melihat dan menempatkan situasi dan
kondisi yang tepat.

PENGKAJIAN TAHAP II
I.

ANALISA DATA
No
1

Data
Etiologi
Data Subjektif :
Ketidaktahuan
Keluarga dan Ny. I menyatakan keluarga
tentang
dia
tidak
tau
mengenai penyakit
Osteoartritis
Osteoartritis.
Keluarga dan Ny. I menyatakan

Problem
Kurang
pengetahuan
keluarga
mengenai
Osteoartritis

bahwa mereka tidak tahu akibat


dari Osteoartritis
Keluarga dan Ny. I menyatakan
bahwa tidak mengetahui jenis
makanan yang dihindari untuk
Osteoartritis
Keluarga Ny. I menyatakan bahwa
pinggang dan lututnya mengalami
nyeri saat bergerak..
Data Objektif :
Keluarga dan Ny. I terlihat
bingung mengenai Osteoartritis
2

Data subjektif :
Ny.
I
menyatakan

Ketidaktahuan
tidak

keluarga guna dari


mempunyai tanaman obat untuk tananman obat
Osteoartritis
keluarga
Ny. I menyatakan tidak tau jenis
tanaman obat untuk Osteoartritis
Keluarga Ny. I menyatakan tidak
pernah

menggunakan

Tidak
epektifnya
pemanfaatan
sumber
tanaman obat
keluarga

tanaman

obat untuk Osteoartritis


Data objektif :
Keluarga Ny. I terlihat tidak
memiliki

jenis

tanaman

obat

untuk Osteoartritis

II.

RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


a. Kurang pengetahuan keluarga mengenai penyakit Osteoartritis berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga tentang penyakit Osteoartritis
b. Tidak epektifnya pemanfaatan sumber tanaman obat keluarga berhubungan

III.

dengan Ketidaktahuan keluarga guna dari tananman obat keluarga


SKORING DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Kurang pengetahuan keluarga mengenai penyakit Osteoartritis berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga tentang penyakit Osteoartritis

No
1.

Kriteria
Sifat masalah
aktual

Skor
3/3 x 1= 1

Pembenaran
Masalah sudah terjadi karena dari hasil
pengkajian didapatkan data bahwa Ny. I
sering nyeri pinggang dan lutut.

2.

Kemungkinan
masalah

3.

1/2 x 2 = 1

dapat

Pengetahuan

keluarga

Osteoartritis masih kurang.

masalah
Tapi ada

diubah sebagian

motivasi dari keluarga untuk mengetahui

Potensi masalah

masalah Osteoartritis.
Masalah lebih lanjut belum sudah terjadi,

2/3 x 1 = 2/3

untuk dicegah :

keluarga belum melakukan tindakan yang

cukup

maksimal

karena

pengetahuan
4.

tentang

tersebut
Keluarga

Menonjolnya
masalah :
Ada
tetapi

1x1=1

Masalah

untuk

mengaggap

merupakan

masalah,

biaya

mengatasi
sakitnya
tapi

dan

masalah
Ny.

tidak

memerlukan penanganan segera karena sudah

tidak

perlu ditangani
Total

masalah

berjalan lama.
3 2/3

b. Tidak epektifnya pemanfaatan

sumber tanaman obat keluarga berhubungan

dengan Ketidaktahuan keluarga guna dari tananman obat keluarga.


No
.
1.

Kriteria

Skor

Sifat masalah Resiko

Masalah sudah terjadi karena dari hasil


3/3 x 1= 1

2.

Kemungkinan masalah
dapat diubah mudah

3.

Potensi masalah untuk


dicegah : tinggi

Pembenaran

pengkajian bahwa Keluarga Ny. I tidak tau


jenis obat herbal Osteoartritis
Pengetahuan keluarga tentang masalah

2/2 x 2 = 2

3/3 x 1 = 1

tanaman obat kurang, tetapi ada upanya


untuk mencari tau.
Masalah lebih lanjut belum terjadi, karena
pengetahuan tentang tanaman obat kurang
dan usaha yang dilakukan masih kurang

4.

Menonjolnya masalah :
Masalah dirasakan dan
harus segera ditangani
Total

IV.

Masalah tersebut dirasakan oleh keluarga


1x1=1

sehingga Ny. I bertanya jenis tanaman atau


buah apa yang bisa mengatasi Osteoartritis

PRIORITAS DIAGNOSA
a. Tidak epektifnya pemanfaatan sumber tanaman obat keluarga berhubungan
dengan Ketidaktahuan keluarga guna dari tananman obat keluarga.
b. Kurang pengetahuan keluarga mengenai penyakit Osteoartritis berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga tentang penyakit Osteoartritis.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


N
o
1.

Tujuan
Diagnosa
Kriteria
Standar
Intervensi
Keperawatan
Tujuan Umum
Tujuan Khusus
Tidak epektifnya Diharapkan klien Setelah
dilakukan Respon
Jenis
tanaman Diskusikan pada keluarga Ny. I
pemanfaatan

dan

keluarga kunjungan selama 3 Verbal

sumber

tanaman mampu

kali pertemuan selama

obat

keluarga memamfaatkan

20 menit diharapkan

berhubungan

tanaman

dengan

keluarga.

obat keluarga Ny. I mampu


menyebutkan

jenis

Ketidaktahuan

tanaman

obat

keluarga guna dari

Osteoartritis

tananman

kriteria :

obat

keluarga.

1. Ny.

obat Osteoartritis
a. Daun Dewa
b. Juice Noni
c. Jamur

tentang :
1. Beri penjelasan kepada klien dan
keluarga manfaat tanaman obat
2. Beri penjelasan kepada klien dan

Kuping

keluarga jenis tanaman obat yang

Hitam

dapat

membantu

menurunkan

mengatasi penyakit Osteoartritis.


3. Beri penjelasan cara membuat

dengan

ramuan tradisional tanaman obat


I

mampu

untuk Osteoartritis
4. Sarankan kepada

Menyebutkan

klien

dan

keluarga agar berusaha untuk

jenis/Nama

memiliki tanaman obat keluarga.

tanaman obat
2. Ny. I mampu
merincikan
kembali

Cara

pengolahan
2.

tanaman obat
dilakukan Setelah
dilakukan Respon

Kurang

Setelah

pengetahuan

kunjungan

pertemuan selama 3 Verbal

Verbal :
Keluarga

1.
dapat

Kaji

pengetahuan

keluarga

penyakit Osteoartritis (tanda dan

keluarga mengenai keluarga,

kali pertemuan selama

menyebutkan

penyakit

pengetahuan Ny. I 20 menit diharapkan

pengertian

Osteoartritis

dapat

penyakit

berhubungan

tentang

mengenal

dengan

Osteoartritis.

penyakit Osteoartritis

meningkat keluarga klien mampu


masalah

2.

tentang

ketidaktahuan

menjelaskan

keluarga

tanda

3.

menjelaskan
penanganan
penyakit
Osteoartritis.

gejala dan penatalaksanaan)


Motivasi
keluarga
untuk
Osteoartritis,

Osteoartritis.
Keluarga dapat

Osteoartritis

4.

Tanggal dan
Waktu

Implementasi
1. Memberikan penjelasan kepada klien dan keluarga S :

tanda

tanda

Osteoartritis,

penyebab

Osteoartritis

dan

penatalaksanaannya.
Berikan reinforcement
pada

keluarga

karena

positif
mau

berdiskusi tentang penyakit Ny. I

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


No
DX
2

Osteoartritis

menyebutkan kembali pengertian

dan

gejala penyakit

penyakit

penyakit

(pengertian, penyebab, tanda dan

Osteoartritis.
Keluarga dapat

tentang

gejala dan penatalaksanaan)


Beri
pendidikan
kesehatang

Evaluasi

mamfaat tanaman obat


2. Memberikan penjelasan kepada klien dan keluarga

mengatakan

jenis

tanaman

obat

Osteoartritis yaitu daun dewa, Jus Noni, Dan Jamur

macam dan jenis tanaman obat yang dapat membantu


menurunkan tekanan darah
3. Memberikan penjelasan cara membuat ramuan

Ny.

kuping hitam

Ny. I mengatakan cara pembuatan ramuan

tradisional tanaman obat untuk Osteoartritis


4. Menyarankan kepada klien dan keluarga agar

tradisional yaitu Carilah 2 atau 3 buah mengkudu,

berusaha untuk memiliki tanaman obat keluarga.

masukkan kedalam blender/diparut, campurkan

Kupas dan buang bijinya, potong-potong kemudian


syrup atau gula merah untuk rasa, boleh juga madu,
minum segera (bisa untuk 3x minum)

Ny.

mengatakan

akan

berusaha

untuk

mendapatkan tanaman obat untuk Osteoartritis


O:

Ny. I terlihat memperhatikan penjelasan yang


disampaikan

A:
Masalah pemanfaatan tanaman obat teratasi
P:
Intervensi dihentikan
Ttd
2

( Ahyar Rosidi.,S.Kep )
penyakit S :
Ny. I mengatakan mengerti tentang penyakit
Osteoartritis (tanda dan gejala dan penatalaksanaan).

1.Mengkaji

pengetahuan

2.Memberi

pendidikan

keluarga

tentang

kesehatan

tentang

penyakit

Osteoartritis (pengertian, penyebab, tanda dan gejala

Osteoartritis mengenai Pengertian, penyebab, tanda


dan gejala, dan penanganan penyakit Osteoartritis.

dan penatalaksanaan)
3.Memotivasi keluarga untuk
pengertian

Osteoartritis,

menyebutkan

tanda-tanda

kembali

Ny. I mengatakan puas setelah mendapat penjelasan


tentang Osteoartritis.

Osteoartritis,

O:
penyebab Osteoartritis dan penatalaksanaannya.
4.Memberikan reinforcement positif pada Ny. I karena mau Ny. I mampu menjelaskan tentang pengertian, tanda
dan gejala, penyebab serta penanganan penyakit
berdiskusi tentang penyakitnya

Osteoartritis.
Ny. I tampak senang setelah diberikan penyuluhan
tentang penyakit Osteoartritis.

A:
Masalah teratasi.
P:
Intervensi dihentikan.
Ttd
( Ahyar Rosidi.,S.Kep )

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Asuhan keperawatan keluarga merupakan salah satu bentuk dari asuhan
keperawatan yang bersifat komprehensip karena yang dikaji adalah semua anggota
keluarga dalam satu rumah. Asuhan keperawatan keluarga pada pada Ny. I dengan
masalah Osteoartritis di Dusun Rungkang Desa Jenggik Kec : Terara termasuk
keluarga Single Parent yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang
tua

dengan anak

(kandung atau angkat). Kondisi ini dapat

disebabkan oleh perceraian atau kematian).


Ny. I termasuk usia lanjut dan lebih mengkhususkan pengkajian pada klien
dengan usia lanjut. Usia lanjut adalah usia yang rentan berbagai macam penyakit.
Untuk itu pengawasan pada klien dengan usia lanjut sangat penting agar klien tidak
terkena penyakit
B. Saran
Bagi mahasiswa, sebagai perawat nantinya bisa mengaplikasikan ilmu ini atau
menerapkannya dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan baik dan
benar.

22

DAFTAR PUSTAKA
1. Alutfifa. 2012. http://asuhan-keperawatan-keluarga.html. Diakses
tanggal 28 Agustus 2015 jam 17:20 WIB.
2. Agatha. 2014. http:// laporan-pendahuluan-osteoartritis-oa.html.
Diakses tanggal 29 Agustus 2015 jam 08.20 WIB.
3. Cania. 2014. http://askep-osteoartritis.html. Diakses tanggal 28
Agustus 2015 jam 08.20 WIB.
4. Mawarti
dan

Farid,

2014,

http://davvhieedreeo.blogspot.com/2014/03/laporanpendahuluan-osteoartritis-oa.html. Di akses 29 Agustus 2015 jam


08.20 WIB.
5. Puspita. 2014.

http://asuhan-keperawatan-osteoartritis_2.html.

Diakses tanggal 28 Agustus 2015 jam 08.20 WIB.

23

LAMPIRAN - LAMPIRAN

24