Anda di halaman 1dari 8

Peningkatan Sifat Mekanik Aluminium 6061 melalui

Proses Canai Dingin dan Aging


Muhammad Fitrullah1, A. Ali Alhamidi, Mirnawati Dewi
Departemen Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa; Jl. Jenderal
Sudirman Km 3 Cilegon, Banten 42435, Indonesia
1

fitrullah@ft-untirta.ac.id

Kata kunci: canai, aging, fasa kedua, strain hardening, dislokasi

Abstrak: Industri pesawat terbang membutuhkan komponen yang terbuat dari material dengan sifat
mekanik yang unggul. Al 6061 menjadi salah satu kandidatnya karena memiliki sifat mekanik yang
unggul antara lain bobot ringan, mampu las baik, ketahanan korosi baik serta harga yang murah,
tetapi memiliki kelemahan dalam hal kekuatannya. Untuk dapat memenuhi kriteria sebagai
komponen pesawat terbang, Al 6061 harus ditingkatkan kekuatannya. Salah satu metode efektif
untuk meningkatkan kekuatan adalah dengan canai dingin dan aging, sehingga memenuhi kriteria
sebagai komponen pesawat, dalam hal ini bagian yang cocok adalah skin sayap pesawat terbang.
Tahapan prosesnya, yaitu Al 6061 dilakukan proses canai dingin dengan reduksi 50%, 60%, dan
70% kemudian dilanjutkan dengan aging pada temperatur 2000C selama 1800, 3600, 5400, 7200
dan 10.800 detik. Sifat mekanik setelah proses canai dingin dan aging dipelajari. Sifat mekanik
diukur dengan uji kekerasan Brinell dan ketahanan aus. Kekerasan dan ketahanan ausnya meningkat
setelah dilakukan canai dingin dan aging. Nilai kekerasan tertinggi dicapai pada sampel dengan
reduksi 70% dengan waktu aging 5400 detik yaitu sebesar 121 HBN dari nilai kekerasan asreceived sebesar 65 HBN. Ketahanan aus meningkat dari semula 6,209951 x 10-6 mm3/mm pada
kondisi as-received menjadi 4,775436 x 10-6 mm3/mm setelah aging. Peningkatan sifat mekanik ini
disebabkan oleh strain hardening akibat proses canai dingin dan fasa kedua (presipitat) yang
dihasilkan setelah aging. Di sisi lain, fasa kedua (presipitat) berperan sebagai penghalang
pergerakan dislokasi, sehingga menyebabkan meningkatnya sifat mekanik.
Pendahuluan
Penggunaan aluminium untuk komponen yang membutuhkan bobot ringan dan ketahanan korosi
baik telah digunakan secara luas, termasuk dalam komponen industri pesawat terbang. Umumnya,
industri pesawat terbang menggunakan Al seri 2xxx dan 7xxx sebagai material untuk komponen
pesawat terbang. Namun sejak Al 6061 menjadi semakin luas aplikasinya dengan banyak
keunggulan yang dimiliki seperti mampu bentuk baik, ketahanan korosi baik, mampu las baik, dan
harga yang murah, Al 6061 menjadi sebuah alternatif material untuk komponen pesawat terbang,
dalam hal ini bagian yang cocok adalah skin pesawat terbang[1,i,ii]. Tetapi, Al 6061 memiliki
kelemahan dibandingkan dengan Al seri 2xxx dan 7xxx adalah kekuatan yang jauh lebih rendah.
Untuk itu, diperlukan prosedur untuk meningkatkan sifat mekanik Al 6061. Dalam rangka mencapai
sifat mekanik maksimum, dibutuhkan prosedur perlakuan panas yang cocok. Salah satu metode
yang efektif adalah dengan proses canai dingin dan aging.
Dalam penelitian ini, heat treatment yang digunakan adalah canai dingin dan aging. Proses canai
dingin menyebabkan deformasi pada material yang ditandai dengan berkurangnya ketebalan
material. Ketika proses deformasi, terjadi pergerakan dislokasi pada internal material. Konsentrasi
dislokasi menjadi semakin tinggi, maka sifat mekanik akan meningkat. Berbeda dengan proses
canai dingin, penguatan material melalui proses aging, dihasilkan melalui penguatan presipitasi.
Mg2si adalah presipitat yang terbentuk pada Al 6061 setelah aging. Presipitat ini berperan dalam
menghalangi pergerakan dislokasi, sehingga akan meningkatkan sifat mekaniknya. Ketika canai
dingin dikombinasikan dengan aging, keduanya akan saling melengkapi satu sama lain.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses canai dingin dan aging
terhadap mikrostruktur dan sifat mekanik Al 6061. Meskipun proses canai dingin dan aging pada Al
6061 telah banyak diteliti sebelumnya, pemahaman tentang kedua proses ini masih belum lengkap
karena komposisi, proses dan parameter yang digunakan berpengaruh terhadap hasil yang
didapatkan.
Metodologi
Material yang digunakan (as received) adalah Al 6061 komersil berbentuk lembaran dengan
dimensi p x l x t = 50 mm x 15 mm x 10 mm. Tabel 1. Menunjukkan komposisi kimia Al 6061 as
received.
Tabel1.KomposisikimiaAluminium6061
Si
Mg
Fe
Cu
Cr
0,63

0,98

0,19

0,18

0,05

Zn

Ti

Unsurlain

0,10

0,08

0,15

Al
Balanc
e

Karakterisasi dilakukan dengan pengamatan metalografi, uji kekerasan dan ketahanan aus.
Pengamatan metalografi dilakukan dengan mikroskop optik tipe Olympus BX51M. Sebelum
dilakukan pengamatan, dilakukan preparasi material dengan tahapan grinding, polishing dan
etching (etsa). Grinding dilakukan dengan mesin grinding dan kertas ampelas (Silicon carbide)
dimulai dengan 320 grit, 500 grit, 600 grit, 800 grit, 1000 grit, dan 1200 grit dengan kecepatan
grinding 240 rpm selama 1-2 menit. Tahap selanjutnya adalah polishing, dilakukan dengan mesin
polishing menggunakan diamond spray 1 mikron. Tahap terakhir adalah etsa, dilakukan
menggunakan etsa Keller Reagent dengan komposisi larutan terdiri dari 25 ml akuades, 5 ml HF,
7,5 ml HCl dan 12,5 HNO3. Material dicelupkan selama 50-60 detik. Uji kekerasan Brinell
dilakukan menggunakan indentor bola baja berdiameter 2,5 mm dan beban 62,5 kg. Waktu yang
dibutuhkan untuk pengujian setiap titik adalah 1 menit 17 detik. Uji ketahanan aus dengan mesin uji
Ogoshi Tokyo Wear Testing Machine dengan mengacu pada standar ASTM G99. Kemudian sampel
dilakukan solution treatment selama 3600 detik pada temperatur 5300C dan dilakukan quenching air
es. Setelah dilakukan solution treatment, sampel harus disimpan dalam freezer untuk membuatnya
tetap dingin sehingga mencegah terjadinya natural aging. Setelah itu, sampel dilakukan canai dingin
dengan reduksi ketebalan 50%, 60% dan 70% dengan mesin canai skala laboratorium. Sampel hasil
proses canai dilakukan proses aging di dalam muffle furnace pada temperatur 2000C dengan waktu
1800, 3600, 5400 dan 10.800 detik, kemudian didinginkan diudara.
Hasil dan Pembahasan
1.

Hasil Pengamatan Metalografi


Gambar 1. Menunjukkan mikrostruktur Al 6061: (a) as received, (b) setelah canai dingin, (c)
setelah canai dingin dan aging. Mikrostruktur Al 6061 berbentuk equaxial pada kondisi as-received,
kemudian berubah menjadi pipih setelah proses canai dingin dan kembali menjadi equaxial setelah
proses aging. Pada dasarnya, tidak terjadi penghalusan ukuran butir. Butir hasil canai dingin hanya
terelongasi menjadi bentuk yang lebih pipih dan memanjang ke arah proses canai dan setelah proses
aging, butir berubah bentuk menjadi equaxial.
Gambar 2. Menunjukkan mikrostruktur Al 6061 setelah canai dingin untuk reduksi ketebalan:
(a) 50%, (b) 60%, dan (c) 70%. Butir hasil proses canai menunjukkan elongated grain dan paling
pipih pada reduksi ketebalan 70%. Berubahnya bentuk butir setelah canai dingin ini akibat
deformasi yang hebat sehingga mengubah bentuk butiran material dan secara kasat mata terlihat

berkurangnya ketebalan material. Butiran semakin pipih dengan kenaikan % reduksi. Hal ini juga
akan berdampak pada sifat mekanik yang dihasilkan.

Gambar 1. Mikrostruktur paduan Al-6061 pada kondisi (a) as received, (b) setelah canai, (c)
setelah aging

Gambar 2. Mikrostruktur Al-6061 setelah proses canai (a) reduksi 50%, (b) reduksi 60%, (c)
reduksi 70%
2. Hasil Uji Kekerasan
Gambar 3 menunjukkan grafik nilai kekerasan untuk Al 6061: (a) as received, as solution
treatment, dan as rolled (setelah canai dingin); (b) setelah canai dingin dan aging. Grafik pada
Gambar 3a menunjukkan terjadi kenaikan yang konsisten dari sampel Al 6061 as received, as
solution dan as rolled. Nilai kekerasan untuk Al 6061 as received, as solution treatment dan as
rolled (setelah canai) berturut-turut yaitu 65 HBN, 76 HBN dan 115 HBN. Meningkatnya nilai
kekerasan setelah canai dingin, menyebabkan terjadinya distorsi kisi[3, ]. Selain itu, juga terjadi
penumpukan dislokasi, dengan tingginya penumpukan dislokasi, maka dibutuhkan tegangan luar
yang lebih besar lagi untuk mendeformasi Al selanjutnya. Hal-hal tersebut yang menyebabkan
terjadinya peningkatan sifat mekanik Al 6061 setelah canai dingin. Hal ini juga dinyatakan oleh
penelitian-penelitian yang sebelumnya dilakukan pada Al 5083[ ], Al 6061[ ] dan komposit
AA1050/AA6061[ ].
(

Result of XRD (X-Ray Diffraction) Testing

Conclusions and Suggestions


Conclusions
1. The broader the defect, the smaller the disbondment area or the narrower the defect the broader
the disbondment area. The width of disbondment area depends on current density.
2. The smaller the voltage (volt), the broader the disbondment area.
3. Corrosion product produced is Magnetite (Fe3O4).
Suggestions
1. Further study is necessary to be performed by using different types of anode to identify
disbondment rate taking place.
2. Further study is necessary to be performed by providing various temperatures to identify the
effect toward disbondment.
References
[1].http://www.researchgate.net. Retrieved on June 22th 2015
[2].Goffar, Abdoel. 2011. Calculation of basic design Anode Cathodic Protection Using Victim
On Oil Platform Steel Structures in Sea Water Environment. Jakarta: Institute Publication
Lemigas.
[3]. www.elcometer.com, Accessed on April 20th 2015
[4].Roberge, Pierre R. 1999. Corrosion Engineering Principle and Practice. McGraw: Hill Inc.

[5].http://www.bppp-tegal.com/v1/index.php?
option=com_content&view=article&id=164:perkapalan-laut&catid=44:artikel&Itemid=85
accessed on May 11th 2015
[6].Trethewey, Kenneth, R, B.Sc, Ph.D., C.Chem, MRSC, MCORR.ST, John Chamberlain. 1991.
Corrosion For Students Science and Engineering, Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.
[7].http://www.maritimeworld.web.id/2014/04/bagian-bagian-pada-kapal-lengkap-dengangambar.html accessed on January 10th 2015
[8].Jones, Denny A. 1996. Principle and Prevention Of Corrosion. Nevada: Prentice Hall.Inc.
[9].Benjamin D. Craig, 2006. Corrosion Prevention and Control: A Program Management Guide
for Selecting Materials by: Advanced Materials, Manufacturing, and Testing Information
Analysis Center (AMMTIAC).
[10]. Fontana, Mars G. 1987. Corrosion Engineering. Columbus: McGraw-Hill.
[11]. Holmberg, K. and Matthews, A. 2010. Coating Tribology-Properties, Mechanism,
Techniques and Aplications in Surface Engineering. Second Edition. UK: The University of
Sheffield.
[12]. Forsgren, Amy. 2006. Corrosion Control Coatings throughs. USA: Taylor and Francis
Group.
[13]. Schweitzer, Philip A. 2006. Paint and Coatings (Applications and Corrosion Resistance).
New York: Taylor and Francis Group.
[14]. Subekti, Norman. 2011. Effect of Voltage Protection and Surface Preparation Against
Nature Epoxy Paint Adhesion Tests In Cathodic disbondment. Depok: University of
Indonesia.
[15]. American Bureau of Shipping. 2007. Guidance Note on The Inspection, Maintenance and
Application of Marine Coating System, 3th Edition. USA: ABS.
[16]. ASM Metals Handbook Volume 13A - Corrosion Fundamentals.
[17]. Love, Corey T. 2008. With Reactive Cathodic disbondment resistance Ethylene terpolymer
Blends And Composite Coating. UC San Diego: University Of California.
[18]. Kurniawati, Astika. 2008. Evaluation of Glass Flake Coating With A Difference In Carbon
Steel Surface Preparation and Mixing Ratio Between Base and Activator. Depok: University
of Indonesia.
[19]. http://www.kraiburg-tpe.com/assets/files/uploads/2k_haftung_engl_146.pdf accessed on July
11, 2015.
[20]. Marcus, Philippe. 2002. Corrosion Mechanism in Theory and Practice. New York: Marcel
Dekker, Inc. things: 695
[21]. http://wearplate.my.id/plat-kapal-shipbuilding/ accessed on July 11, 2015.
[22]. http://ardra.biz/sain-teknologi/metalurgi/besi-baja-iron-steel/diagram-sistem-besi-besikarbida/ accessed on July 12th 2015.
[23]. Hamzah, et al. Effect of Strong Currents and Voltage Hard Anodizing Against Layer
Thickness and Surface Hardness 6061 Aluminum with Titanium Cathode. Malang: UB.
[24].

Your Paper's Title Starts Here: Please Center


use Helvetica (Arial) 14
FULL First Author1, a *, FULL Second Author2,b and FULL Last Author3,c
1
Full address of first author, including country
2
Full address of second author, including country
3
List all distinct addresses in the same way
a
email, bemail, cemail
* please mark the corresponding author with an asterisk
Keywords: List the keywords covered in your paper. These keywords will also be
used by the publisher to produce a keyword index.
For the rest of the paper, please use Times Roman (Times New Roman) 12

Abstract. This template explains and demonstrates how to prepare your cameraready paper for Trans Tech Publications. The best is to read these instructions
and follow the outline of this text.
Please make the page settings of your word processor to A4 format (21 x 29,7 cm
or 8 x 11 inches); with the margins: bottom 1.5 cm (0.59 in) and top 2.5 cm
(0.98 in), right/left margins must be 2 cm (0.78 in).
We shall be able to publish your paper in electronic form on our web page
http://www.scientific.net, if the paper format and the margins are correct.
Your manuscript will be reduced by approximately 20% by the publisher. Please
keep this in mind when designing your figures and tables etc.
Introduction
All manuscripts must be in English, also the table and figure texts, otherwise
we cannot publish your paper.
Please keep a second copy of your manuscript in your office. When receiving the
paper, we assume that the corresponding authors grant us the copyright to use
the paper for the book or journal in question. Should authors use tables or
figures from other Publications, they must ask the corresponding publishers to
grant them the right to publish this material in their paper.
Use italic for emphasizing a word or phrase. Do not use boldface typing or
capital letters except for section headings (cf. remarks on section headings,
below).
Organization of the Text
Section Headings. The section headings are in boldface capital and lowercase
letters. Second level headings are typed as part of the succeeding paragraph
(like the subsection heading of this paragraph).
Page Numbers. Do not number your paper:
Tables. Tables (refer with: Table 1, Table 2, ...) should be presented as part
of the text, but in such a way as to avoid confusion with the text. A
descriptive title should be placed above each table. Units in tables should be
given in square brackets [meV]. If square brackets are not available, use curly
{meV} or standard brackets (meV).
Special Signs. for example , () {11 2 0} should always be
written in with the fonts Times New Roman or Arial, especially also in the
figures and tables.
Macros. Do not use any macros for the figures and tables. (We will not be able
to convert such papers into our system)
Language. All text, figures and tables must be in English.
Figures. Figures (refer with: Fig. 1, Fig. 2, ...) also should be presented as
part of the text, leaving enough space so that the caption will not be confused
with the text. The caption should be self-contained and placed below or beside
the figure. Generally, only original drawings or photographic reproductions are
acceptable. Only very good photocopies are acceptable. Utmost care must be taken
to insert the figures in correct alignment with the text. Half-tone pictures
should be in the form of glossy prints. If possible, please include your figures
as graphic images in the electronic version. For best quality the pictures
should have a resolution of 300 dpi(dots per inch).
Color figures are welcome for the online version of the journal. Generally,
these figures will be reduced to black and white for the print version. The
author should indicate on the checklist if he wishes to have them printed in
full color and make the necessary payments in advance.
Equations. Equations (refer with: Eq. 1, Eq. 2, ...) should be indented 5 mm
(0.2"). There should be one line of space above the equation and one line of
space below it before the text continues. The equations have to be numbered
sequentially, and the number put in parentheses at the right-hand edge of the
text. Equations should be punctuated as if they were an ordinary part of the
text. Punctuation appears after the equation but before the equation number. The
use of Microsoft Equation is allowed.
c2 = a2 + b2.
(1)
Literature References
References are cited in the text just by square brackets [1]. (If square
brackets are not available, slashes may be used instead, e.g. /2/.) Two or more

references at a time may be put in one set of brackets [3,4]. The references are
to be numbered in the order in which they are cited in the text and are to be
listed at the end of the contribution under a heading References, see our
example below.
Summary
If you follow the checklist your paper will conform to the requirements of the
publisher and facilitate a problem-free publication process.
References
[1]
J. van der Geer, J.A.J. Hanraads, R.A. Lupton, The art of writing a
scientific article, J. Sci. Commun. 163 (2000) 51-59.
Reference to a book:
[2]
W. Strunk Jr., E.B. White, The Elements of Style, third ed., Macmillan,
New York, 1979.
Reference to a chapter in an edited book:
[3]
G.R. Mettam, L.B. Adams, How to prepare an electronic version of your
article, in: B.S. Jones, R.Z. Smith (Eds.), Introduction to the Electronic Age,
E-Publishing Inc., New York, 1999, pp. 281-304.
[4]
R.J. Ong, J.T. Dawley and P.G. Clem: submitted to Journal of Materials
Research (2003)
[5]
P.G. Clem, M. Rodriguez, J.A. Voigt and C.S. Ashley, U.S. Patent
6,231,666. (2001)

[6]

Information on http://www.weld.labs.gov.cn

i[]H.Demir,S.Gunduz,Theeffectsofagingonmachinabilityof6061aluminiumalloy,Materials&Design.30.5
(2009)14801483.
ii[]G.Mrwka,Nowotnik,Influenceofchemicalcompositionvariationandheattreatmentonmicrostructureand
mechanicalpropertiesof6xxxalloys,Archivesofmaterialsscienceandengineering.46.2(2010)98107.