Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Alokasi Waktu

A. Standar Kompetensi

: SMP Kartika III-1


: Ilmu Pengetahuan Alam
: VIII ( Sembilan ) / 1 ( Satu )
: 6 x 40 menit (tiga kali pertemuan)

1. Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup


B. Kompetensi Dasar :
1.1 Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
1.2 Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia
C. Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik dapat :
Pertemuan 1 :
1. Di lingkungan sekolah Peserta didik melakukan pencarian informasi secara mandiri
melalui studi pustaka dan pengamatan lingkungan( percobaan pertumbuhan dan
perkembangan) tentang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada
makhluk hidup berdasarkan referensi yang dimiliki serta melakukan percobaan sederhana
dengan menggunakan tumbuhan kacang ijo dengan berbagai media tanam dan berbagai
perlakuan terhadap tanaman.(berfikir logis dan tanggung jawab)

2. Setelah melakukan pencarian informasi dan percobaan, peserta didik dapat


mendiskusikan dalam kelompok kecil dan memberikan keterangan hasil dengan sedikit
mungkin meminta bantuan dari guru (mandiri, bertanggung jawab, dan
kedemokratisan)
Pertemuan 2 :
3. Setelah melakukan pencarian informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berdasarkan percobaan sederhana dan
studi pustaka, peserta didik mencari informasi kembali tentang perbedaan dan tahapan
petumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup melalui video yang ditampilkan oleh

guru . (berfikir logis dan ingin tahu)


4. Setelah melakukan pencarian informasi, peserta didik dapat mendiskusikan dengan
kelompok kecil kemudian dapat menyampaikan informasi yang diperoleh tersebut.
(kedemokrasian, kerjasama, berfikir logis, dan kemandirian)
Pertemuan 3 :
5. Peserta didik dapat mencari informasi tentang metamorfosis dan matagenesis pada
hewan dan manusia melalui pengamatan video pembelajaran. (mandiri,teliti dan
berfikir logis).
6. Setelah melakukan pencarian informasi, peserta didik dapat mendiskusikan dengan
kelompok kecil kemudian dapat menyampaikan informasi yang diperoleh tersebut.
(kedemokrasian, kerjasama, berfikir logis, dan kemandirian)
D. Materi Pembelajaran:
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Setiap makhluk hidup
melalukan proses pertumbuhan. Pertumbuhan berjalan seiring dengan proses perkembangan.

A. Pengertian Petumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan :
o
o
o
o

Adalah proses perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup yang
meliputi perubahan ukuran berupa pertambahan tinggi, besar dan berat.
Pertumbuhan bersifat kwantitatif , artinya dapat diukur dan dilihat
langsung.
Alat yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan pada tanaman disebut :
auksanometer ( busur tumbuh )
Pertumbuhan juga bersifat ireversibel, artinya tidak berubah kembali ke
asal, karena makhluk hidup yang sudah mengalami pertumbuhan tidak
akan mengecil kembali.

Perkembangan :
o
o
o
o

Adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih


sempurna pada makhluk hidup.
Perkembangan bersifatkwalitatif , artinya tidak dapat diukur.
Tumbuhan dan hewan dikatakan dewasa apabila sudah dapat berkembang
biak ( bereproduksi ).
Perkembangan lebih dilihat sebagai proses pembentukan jaringan dan
organ sehingga individu mempunyai bentuk morfologi yang khas

B. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan


Indikator pertumbuhan dilihat dari:
a. Tinggi tanaman
b. Total luas permukaan daun
c. Volume akar
d. Berat tanaman
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman
Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup merupakan hasil interaksi antara faktor dari
dalam tubuh makhluk itu sendiri (internal) dan faktor yang berasal dari luar tubuh (eksternal).
Faktor internal,meliputi :
1. Genetik

Adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di dalam


setiap sel makhluk hidup.
2. Hormon ( zat tumbuh )
Senyawa organik (zat kimia) yang terdapat pada makhluk hidup
yang mempengaruhi reproduksi, metabolisme serta
pertumbuhan dan perkembangan.
Faktor eksternal, meliputi :
1. Nutrisi

Pada tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat-zat


hara yang terlarut didalamnya yang dirubah melalui proses
fotosintesis menjadi zat-zat makanan.

2. Lingkungan
Faktor lingkungan yang berperan mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan adalah : suhu udara, cahaya, dan
kelembaban.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dari proses perkecambahan ( semai
muda ). Pertumbuhan pada tanaman dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1.

2.

Pertumbuhan Primer
Yaitu pertumbuhan yang terjadi sebagai akibat pembelahan sel-sel
penyusun jaringan meristem ( jaringan yang sel-sel penyusunnya selalu
aktif membelah ).
Terjadi pada ujung akar dan ujung batang.
Pertumbuhan primer menyebabkan pertumbuhan akar dan batang
memanjang
Jaringan meristem yang tumbuh memanjang disebut meristem apikel.
Kecepatan pertumbuhan akar tidak sama. Bagian akar yang paling cepat
tumbuh adalah pada bagian tepat dibelakang titik tumbuh yang terdapat di
ujung akar. Makin jauh dari ujung akar, pertumbuhannya makin lambat
Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan yang terjadi sebagai akibat aktifitas titik tumbuh sekunder,
yaitu kambium. Jadi pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan
yang memiliki kambium, misalnya pohon yang tergolong tumbuhan dikotil
(mangga, rambutan dsb).
Pertumbuhan sekunder menyebabkan akar dan batang membesar.
Jaringan meristem yang tumbuh membesar disebut meristem lateral.
Kecepatan pertumbuhan sekunder pada akar dan batang lebih cepat pada
musim hujan dari pada musim kemarau. Perbedaan kecepatan
pertumbuhan ini dapat dilihat pada lingkaran tahun.

Pola Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan tidak berlangsung secara seragam pada seluruh bagian tanaman


Pertumbuhan terkonsentrasi pada jaringan.
Organ tanaman mengikuti pola pertumbuhan :

o
o

determinate (terbatas), misalnya pertumbuhan daun,bunga dan buah


inderterminate (tak terbatas), terus tumbuh membesar dan memanjang
meskipun tua, misalnya pertumbuhan akar dan batang.
Pola pertumbuhan tergantung pada letak meristem.

Perbedaan Batang Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Tumbuhan Dikotil
Batang bercabang-cabang
Memiliki kambium, sehingga batang
dapat membesar (pertumbuhan
sekunder)
Pembuluh angkut letaknya teratur
dalam bentuk lingkaran

Tumbuhan Monokotil
Batang lurus, tidak bercabang-cabang
Tidak memiliki kambium, sehingga batang
tidak membesar, tapi bertambah panjang/
tinggi (pertumbuhan primer)
Pembuluh angkut letaknya tersebar

Penampang batang Dikotil dan Monokotil

Struktur Dalam (Anatomi) Batang

Metagenesis / Daur Hidup Pada Tumbuhan

Metagenesis adalah pergiliran daur hidup antara generasi yang bereproduksi


secara seksual (generatif) dan generasi yang bereproduksi secara aseksual
(vegetatif). Biasanya ke 2 generasi ini berbeda bentuk atau morfologinya.
Metagenesis yang dapat dilihat dengan jelas yaitu pada tumbuhan lumut (Bryophyta)
dan tumbuhan paku (Pteridophyta)
Metagenesis tumbuhan lumut dan paku terjadi melalui 2 tahap, yaitu dengan spora dan
dengan sel kelamin.
Tahap perkembangbiakan dengan spora disebutsporofit, sedangkan tahapan
perkembangbiakan dengan sel kelamin disebut gametofit.

a). Metagenesis Pada Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Keterangan gambar :
Lumut mempunyai 2 alat kelamin, yaitu :
o Anteridium (alat kelamin jantan), yang menghasilakan sel kelamin jantan
(spermatozoid)
o Arkegonium (alat kelamin betina), yang menghasilkan sel kelamin betina (sel
telur).
Apabila spermatozoid membuahi sel telur, maka terbentuklah zigot, yang kemudian
tumbuh dan berkembang menjadi sporogonium, yaitu tumbuhan baru berupa tangkai
dengan kotak spora diujungnya.
Sporogonium menghasilkan spora yang yang jika jatuh ditempat yang sesuai akan
berubah menjadi benang-benang halus dan berkuncup yang disebut protonema.

Protonema akan tumbuh dan berkembang menjadi lumut. Dan demikian siklus tersebut
terus berulang.
Tumbuhan baru yang berasal dari spora disebut tumbuhan generasi sporofit.
Sedangkan tumbuhan baru yang tumbuh dan berkembang dari peleburan spermatozoid
dan sel telur disebut generasi gametofit.
Pada tumbuhan lumut, generasi yang dominan adalah gametofit.

Bagan Metagenesis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)


b). Metagenesis / Daur hidup Pada Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Keterangan Gambar :
Spora yang jatuh di tempat yang lembab dan subur akan berubah menjadi protalium, yang
memiliki rhizoid yang berfungsi untuk melekatkan diri pada tanah untuk mengisap air dan
tanamam.
Protalium mempunyai 2 alat kelamin, yaitu :
1. Anteridium (alat kelamin jantan),menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid).
2. Arkegonium ( alat kelamin betina), yang menghasilkan sel kelamin betina (sel telur).
Spermatozoid yang membuahi sel telur menghasilkan zigot, yang kemudian tumbuh dan
berkrmbang menjadi tumbuhan paku muda dan kemudian protalium mati.
Tumbuhan paku muda tumbuh menjadi dewasa yang menghilkan spora, dan demikian
siklus tersebut terus berlangsung.
Pada Pteridophyta, generasi yang dominan adalah sporofit.

Bagan Metagenesis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

SPORA

PROTALIUM ( generasi gametofit)

Anteridium

Arkegonium

Sel telur

Spermatozoid
zigot

Tumb.paku muda

Tumb. Paku Dewasa(generasi sporofit)

SPORA

C. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN


Ada 2 faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh pada hewan
(juga manusia), yaitu faktor hereditas ( genetik atau keturunan) dan faktor makanan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan manusia terdiri atas 2 fase, yaitu :
a. Fase embrionik
: Pertumbuhan dan perkembangan selama masa
embrio, yang diawali dengan pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sperma
sehingga menghasilakn sebuah sel yang disebut zigot.
Tahapan perkembangan fase embrionik :
1. Zigot : - mengalami pembelahan secara mitosis, artinya bertambah
menurut kelipatannya, misalnya 1 sel menjadi 2 sel, 4 sel, 8, 16, dst
- Sel-sel yang membelah terkumpul menjadi 1 yang disebut morula.
- Dalam perkembangan selanjutnya morula membentuk rongga yang
dinamakam blastula. Proses pembentukan morula menjadi blastula
disebut blastulasi
2. Gastrulasi, adalah proses pembentukan 3 lapisan embrionik, yaitu :
- Lapisan luar (ektoderm)
- Lapisan tengah (mesoderm)
- Lapisan dalam (endoderm)
3. Organogenesis, adalah proses perkembangan lebih lanjut ke 3 lapisan
embrionik yang mengalami diferensiasi menjadi organ-organ tubuh yaitu :
- Lapisan ektoderm : menjadi kulit, rambut, sistim saraf dan alatalat
indera.

Lapisan mesoderm : menjadi otot, rangka, alat reproduksi,


peredaran darah, jantung, dan ginjal.
Lapisan endoderm : menjadi kelenjar-kelenjar yang berhubungan
dengan pencernaan dan alat pernapasan

b. Fase pasca embrionik, adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa


embrio
- Pada masa ini biasanya hanya terjadi peningkatan ukuran bagianbagian tubuh, namun tidak semua bagian tubuh mengalami
pertumbuhan dan perkembangan

Metamorfosis Pada hewan


Metamorfosis adalah : Perubahan bentuk tubuh mulai dari zigot sampai dewasa melalui fasefase tertentu, dimana tiap tahap/ fase perubahannya memiliki
perbedaan bentuk morfologis yang jelas.
Metamorfosis, dibedakan menjadi 2 macam :
1. Metamorfosis tidak sempurna : telur
nimfa
imago (dewasa)
Telur
:
o Metamorfosis tidak sempurna diawali dari telur.
o Telur menetas menjadi nimfa
Nimfa
:
o Stadium atau fase antara telur dan dewasa
o Nimfa berbeda dengan bentuk dewasa karena ukurannya lebih
kecil, sayap dan alat perkembangbiakannya belum sempurna.
o Nimfa mengalami proses pertumbuhan dengan cara mengalami
pergantian kulit beberapa kali. Proses pergantian kulit ini disebut
ekdisis. Wujud diantara 2 massa pergantian kulit disebut instar.
Imago
: Tahapan terakhir dari hewan menjadi dewasa yang kemudian
siap bereproduksi.
Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna antara lain kecoak (lipas),
jangkrik dan belalang.
2. Metamorfosis sempurna : telur
larva (ulat)
pupa (kepompong)
imago
Larva pada serangga mempunyai nama yang berbeda-beda. Larva nyamuk
disebut jentik, larva kupu-kupu disebut ulat, larva lalat disebut belatung.
Sebelum kupu-kupu menjadi imago (dewasa), melalui tahapan kepompong
dimana pada tahapan ini kupu-kupu tidak makan dan bergerak, tubuhnya
dilindungi oleh semacam kulit / bungkusan yang disebut kokon.
D. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA MANUSIA
A). Tahap Embrionik

Sel telur
(ovum)

Sperm
a

zigot

embrio

Proses peleburan inti ovum dan inti sperma disebut fertilisasi (pembuahan). Pada
proses pembuahan ini terbentuklah zigot, yang sel-selnya terus berkembang
membelah diri secara mitosis, sehingga menjadi embrio.
Embrio melekat pada dinding uterus ( rahim ibu) dan dilengkapi dengan jaringan yang
disebut plasentauntuk memperoleh makanan serta oksigen melalui peredaran darah.
Sel-sel penyusun embrio terus terus bertambah dan berkembang dan terdeferensiasi/
perubahan bentuk membentuk organ-organ tubuh tertentu.
Setelah berusia 9 bulan, bayi siap dilahirkan.

B). Tahap Pasca Embrionik


1. Masa Balita
2. Masa remaja
3. Masa Dewasa

1. Masa Balita
Merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan dari lahir hingga usia di bawah
lima tahun.
Tahap dari lahir hingga bayi berusia 1minggu dikenal dengan istilah neonatal /
neonatus, yaitu massa yang paling rentan, karena merupakan masa penyesuaian
diri di luar uterus (rahim ibu)
Pertumbuhan sel-sel penyusun tubuh pada masa balita ini paling cepat dibanding
pada massa-massa yang lain.
Volume otak bayi yang baru lahir berkisar antara 300 400 mL.
Perkembangan Kemampuan Balita Sampai Usia 18 Bulan
2. Masa Remaja
Sering disebut masa akil balik atau adolesens
Merupakan masa peralihan dari massa kanak-kanak menjadi dewasa.
Umumnya diawali pada usia 10 12 tahun dan berakhir pada usia 20 tahun.
Ditandai dengan beberapa perubahan fisik
o Anak perempuan :
- Terjadi lonjakan pertumbuhan, dan mulai menurun pada usia 13
tahun.Tinggi mencapai maksimum pada usia sekitar 16 18 tahun
- Terjadinya beberapa perubahan fisik dan peningkatan produksi
kelenjar minyak diwajah
- Mengalami menarche ( menstruasi yang pertama) dan terjadi siklus
menstruasi sekitar 28 hari sekali.
o

Anak lelaki
- Perubahan fisik relatif sama, tapi pola pikir sudah mengalami
perubahan, yaitu mulai berpikir abstrak, lebih logis dan kritis.
- Perkembangan emosi belum stabil dan peka terhadap rangsangan
yang melibatkan emosi.
4. Mulai mencari identitas diri dan mengidolakan tokoh, baik tokoh dalam
khayalan maupun nyata.
3. Masa Dewasa
Dibagi dalam 3 tahap , yaitu :
a. Masa puncak I ( 20 35 tahun ):
o Merupakan puncak reproduksi dan prestasi fisiologis
b. Masa puncak II (35 45 tahun)
o Merupakan masa puncak prestasi psikologis.
o Reproduksi dan fisiologis mulai berkurang
c. Masa peralihan (45 60 tahun)
o Kemampuan organ tubuh mulai berkurang
o Kulit berbintik-bintik hitam dan keriput terlihat dengan sangat jelas.
o Rambut putih, gigi ompong, tulang rapuh, mata rabun dan daya ingat
menurun dst.
d. Masa Manula ( 65 tahun keatas) :
o Masa menjelang tutup usia
o Masa tak berdaya dan kembali seperti balita.

======================================
SEKILAS TENTANG HORMON
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkaln oleh suatu kelenjar di dalam tubuh makhluk hidup dan
berperan penting dalam mengendalikan kerja alat tubuh.
Hormon Pada Manusia dan Hewan

Dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yaitu kelenjar buntu yang langsung masuk ke
pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Hormon yang pengaruhnya cepat pada tubuh manusia disebut hormon adrenalin,
sedangkan hormon yang pengaruhnya memerlukaangka waktu yang lama disebut
hormon hipofisis, misalnya hormon pertumbuhan / growth hormone (GH)

Hormon pertumbuhan (GH) dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Hasil dari kelenjar tiroid
disebut hormon tiroksin.
Seseorang yang kelebihan hormon pertumbuhan, akan mengalami pertumbuhan
yang luar biasa dan kelainan ini disebut gigantisme. Sebaliknya jika kekurangan
hormon ini, dapat menyebabkan tumbuh kerdil. Kekurangan hormon tiroksin pada
masa kanak-kanak mengakibatkan kretinisme, yaitu pertumbuhan yang lambat
dengan keterbelakangan mental.

Hormon Pada Tumbuhan


Hormon yang terdapat pada tumbuhan disebut fitohormon, antara lain :
1. Auksin, hormon yang dihasilkan pada ujung batang dan ujung daun. Auksin berperan dalam :
a. Merangsang pembentukan daun muda, akar, bunga dan buah.
b. Mengembangkan sel-sel tumbuhan sehingga sel menjadi panjang.
c. Menggiatkan kambium untuk membentuk sel-sel baru.
2.

Giberelin, hormon ini pertama kali ditemukan pada jamur Giberella Fujikuroi, menggunakan nama
penemunya Fujikuroi Kurusawa. Giberelin berperan dalam :
a. Merangsang aktifitas kambium dan mempercepat pertumbuhan & perpanjangan sel.
b. Menyebabkan tumbuhan menjadi lebih tinggi dari normal.
c. Merangsang pertumbuhan buah tanpa dibuahi sehingga dihasilkan buah yang tidak
mengandung biji dan berbunga lebih cepat.

3.

Sitokinin, hormon yang dihasilkan oleh akar, embrio dan buah. Sitokinin berperan dalam :
a. Menggiatkan pembelahan sel.
b. Mempengaruhi pertumbuhan tunas, akar dan pelebaran daun.
c. Mengatur pembentukan bunga dan buah.
d. Menghambat proses penuaan dengan menunda pengguran daun, bunga dan buah.

4.

Kalin , hormon pertumbuhan yang fungsinya merangsang pembentukan organ tumbuhan.


Macam-macam hormon kalin :
a. Kaulokalin
: merangsang pembentukan batang.
b. Filokalin
: merangsang pembentukan daun.
c. Rhizokalin
: merangsang pembentukan akar.
d. Anthokalin dan Florigen : merangsang pertumbuhan bunga.
5. Asam Absitat,
Adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman dengan cara mengurangi kecepatan
pembelahan dan pembesaran sel.
Hormon ini berperan aktif pada saat kondisi lingkungan tidak menguntungkan, misalnya pada
saat suhu terlalu dingin atau pada saat persediaan air sedikit di musim kemarau.
Pola pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi oleh interaksi antara hormon auksin dan sitokinin yang
bersifat antagonis. Maksudnya :

Bila konsentrasi sitokinin lebih besar dari auksin, maka sel-sel yang aktif membelah
akan berdeferensiasi menjadi pucuk.

Bila konsentrasi sitokinin lebih kecil daripada auksin, maka akan tumbuh akar.

Bila konsentrasi sitokinin dan auksin seimbang, akan seimbang pula pertumbuhan
akar dan pucuk.
6.

Dormin

Fungsi hormon ini berlawanan dengan sitokinin dan giberelin

Dormin berfungsi mengatur proses gugurnya daun.

7.

Asam traumalin

Disebut juga hormon luka atau kambium luka.

Berfungsi merangsang pembelahan sel tumbuhan dikotil dibagian yang luka sehingga akan
cepat menutup kembali.

Kemampuan tumbuhan untuk memperbaiki bagian tubuhnya yang terluka disebut restitusi /
regenerasi.

E. Model/Metode Pembelajaran:
1. Model
: - Cooperatif learning
2. Pendekatan : - CTL
3. Metode
: - Diskusi kelompok
- Eksperimen
F. Skenario/Langkah langkah Pembelajaran
Pertemuan
Pertama
o

Rincian kegiatan
Kegiatan pendahuluan
Menyampaikan
salam,
mengajak
berdoa/mensyukuri
nikmatNya, menanyakan keadaan peserta didik, mengecek
kehadiran, kebersihan dan kerapian kelas.
o Apersepsi

Waktu
(menit)
7

Guru memberikan pertanyaan kepada Peserta didik:


o Kenapa kalian dari bayi yang kecil bisa menjadi
kondisi yang sekarang ini?
o Apakah saat kalian kecil dengan sekarang sama?
o Kenapa demikian?
o Faktor-faktor apa saja yang membuat kalian seperti
ini?
o Menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai karakter
yang diharapkan dimiliki peserta didik setelah
pembelajaran
20
Kegiatan Inti
Eksplorasi
o Peserta didik duduk berkelompok dengan teman sebangku
dalam tatanan kooperatif, tiap kelompok membaca
mandiri dan berdiskusi pustaka dalam kelompok tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan pada makhluk hidup) (teliti, berfikir logis,
kedemokratisian dan kerjasama)
o Setiap kelompok membuat informasi peta konsep hasil
studi pustaka berdasarkan referensi buku yang mereka
miliki. (teliti dan berfikir logis)
Elaborasi
o Satu atau dua kelompok mempresentasikan hasil 30
kegiatannya (percaya diri)
o Kelompok lain menanggapi dengan menyampaikan
pendapat atau pertanyaan (kedemokratisan dan percaya
diri)
10
Konfirmasi.
o Guru memastikan bahwa seluruh kelompok telah
mengetahui jawaban yang benar.
o Peserta didik berdiskusi secara klasikal dari hasil
eksperimen
kelompok
dengan
bimbingan
guru
(kedemokratisan dan kesantunan)
13
Penutup
o Peserta didik dengan bimbingan guru membuat
kesimpulan/ rangkuman hasil belajar
o Guru memberi penghargaan pada Peserta didik dan
kelompok yang kinerjanya bagus
o Guru memberikan tugas rumah tentang tahapan pertumbuhan
dan perkembangan manusia?

o Guru menyampaikan kelanjutan materi pembelajaran yang


akan datang
Pertemuan
Kedua
o

Rincian kegiatan
Pendahuluan
Menyampaikan
salam,
mengajak
berdoa/mensyukuri
nikmatNya, menanyakan keadaan peserta didik, mengecek
kehadiran, kebersihan dan kerapian kelas.
o Apersepsi
Guru memberikan pertanyaan kepada Peserta didik:
o Pernahkan kalian melihat ibu hamil?
o Apa yang di alami sang bayi dari umur satu bualan
hingga 9 bulan?
o Apakah sifat dan bentuk fisik kalian saat kecil dengan

Waktu
(menit)
5

10

yang sekarang sama?kenapa demikian?


o Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut?
o Menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai karakter
yang harus dikuasai peserta didik setelah pembelajaran
Kegiatan Inti
25
Eksplorasi
o Peserta didik duduk berkelompok dengan teman sebangku
dalam tatanan kooperatif, mengamati video pembelajaran
yang tentang tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada
fase embrionik dan pasca embrionik.(teliti, berfikir logis,
kedemokratisian dan kerjasama)
o Setiap kelompok melakukan diskusi kelompok untuk
membuat informasi peta konsep hasil pengamatan video
dan diskusi studi pustaka berdasarkan referensi buku yang
mereka miliki. (teliti dan berfikir logis)
Elaborasi
o Satu atau dua kelompok mempresentasikan hasil 30
kegiatannya (percaya diri)
o Kelompok lain menanggap dengan menyampaikan
pendapat atau pertanyaan (kedemokratisan dan percaya
diri)
Konfirmasi.
o Guru memastikan bahwa seluruh kelompok telah 10
mengetahui jawaban yang benar.
o Peserta didik berdiskusi secara klasikal dari hasil
eksperimen
kelompok
dengan
bimbingan
guru
(kedemokratisan dan kesantunan)
10
Penutup
o Peserta didik dengan bimbingan guru membuat
kesimpulan/ rangkuman hasil belajar
o Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap materi
yang baru saja dipelajari.
o Guru memberi penghargaan pada Peserta didik dan
kelompok yang kinerjanya bagus
o Guru memberikan tugas untuk menyiapkan alat dan bahan
yang harus dibawa ketika praktikum
o Guru menyampaikan kelanjutan materi pembelajaran yang
akan datang
Pertemuan
Ketiga
o

Rincian kegiatan
Pendahuluan
Menyampaikan
salam,
mengajak
berdoa/mensyukuri
nikmatNya, menanyakan keadaan peserta didik, mengecek
kehadiran, kebersihan dan kerapian kelas.
o Apersepsi
Guru memberikan pertanyaan kepada Peserta didik:
o Bagaimanakan seekor ulat dan berudu bisa menjadi
kupu-kupu dan katak?
o Bagaimanakan tumbuhan paku dan lumut tubuh dan
berkembangan?
o Menyampaikan tujuan pembelajaran dan nilai karakter
yang harus dikuasai peserta didik setelah pembelajaran
Kegiatan Inti
Eksplorasi

Waktu
(menit)
5

25
11

o Peserta didik duduk berkelompok dalam tatanan


kooperatif, tiap kelompok membaca dan melakukan
pengamatan dengan menonton video metamorfosis dan
metagenesis (mandiri dan berkerjasama)
o Peserta didik secara berkelompok melakukan pengamatan
untuk mencari informasi (cinta ilmu, keingintahuan dan
mandiri)
o Setiap peserta didik mengamati dan menuliskan informasi
untuk bahan diskusi pada LKS (kejujuran dan
kecerdasan)
Elaborasi
o Satu atau dua kelompok mempresentasikan hasil 30
kegiatannya (percaya diri)
o Kelompok lain menanggapi dengan menyampaikan
pendapat atau pertanyaan. (kedemokratisan dan percaya
diri)
Konfirmasi
o Guru memastikan bahwa seluruh kelompok telah 10
mengetahui jawaban yang benar
o Peserta didik berdiskusi secara klasikal dari hasil
eksperimen
kelompok
dengan
bimbingan
guru
(menghargai keberagaman, kedemokratisan dan
kesantunan)
10
Penutup
o Peserta didik
dengan bimbingan guru membuat
kesimpulan/ rangkuman hasil belajar
o Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap materi
yang baru saja dipelajari.
o Guru memberi penghargaan pada Peserta didik atau
kelompok yang kinerjanya bagus
o Guru memberikan tugas untuk mempelajari materi sistem
gerak

G. Sumber belajar :
Karim saeful, dkk. 2008. Mari Belajar IPA untuk SMP /MTs kelas VIII (BSE). Jakarta:
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Modul IPA SMP Kartika III-1 Semarang
LKS
Alat percobaan
H. Penilaian :
Penilaian kognitif Hasil Belajar:
Indikator

yang
dan

Tes
tertulis

Penilaian
Bentuk
Instrumen
PG
Isian

Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan


perkembangan pada makhluk hidup

Tes
tertulis

PG
Isian

1,3,4,5,6,7

Membandingkan
metagenesis
1. Tes

Tes
tertulis

PG
Isian

8,9,10

Teknik
Menyebutkan
faktor-faktor
mempengaruhi
pertumbuhan
perkembangan makhluk hidup

metamorfosis

dan

Nomor
Instrumen
2

12

I. Pilihlah salah satu jawaban yang benar di bawah ini dengan menggunakan tanda silang
(x) pada abjad a, b, c atau d di lembar jawab !
1. Pengertian pertumbuhan yang terjadi pada makhluk hidup adalah ... .
a. Penyebaran species yang semakin luas
b. Perubahan bentuk yang terus menerus
c. Penambahan ukuran yang dapat diukur
d. Proses menuju tercapainya kedewasaan
2. Faktor internal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan adalah ... .
a. gen dan suhu
c. hormon dan makanan
b. gen dan hormon
d. cahaya matahari dan makanan
3. Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan terjadi jenis tumbuhan berikut ini, kecuali ... .
a. Mangga
c. kelapa
b. Jambu air
d. melinjo
4. Perkembangan sel telur (ovum) yang telah dibuahi mengalami urutan sebagai berikut ....
a. Zigot, morula, gastrula, dan blastula
b. Zigot, gastrula, morula, dan blastula
c. Zigot, blastula, morula, dan gastrula
d. Zigot, morula, blastula, dan gastrula
5. Fase sporofitpada tumbuhan lumut dijumpai dalam bentuk ....
a. sporogonium
c. protalium
b. protonema
d. tumbuhan lumut
II. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat pada lembar jawabanmu!
1. Jelaskan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia... .
2. Urutan tahap perubahan bentuk metamorfosis tidak sempurna yang terjadi pada kecoa
adalah ... .
3. Sebutkan dan jelaskan 3 hormon yang berperan dalam pertumbuhan tumbuhan ....
4. Pada remaja manusia akan mengalami masa adolesens atau akhil balik(pubertas) ,
sebutkan ciri-ciri yang terjadi pada laki-laki dan perempuan pada masa tersebut...
5. Tuliskan skema pergiliran keturunan tumbuhan paku!
2. Kunci Jawaban
I. Tes PG
1. C
2. B
3. C
4. D
5. A
II. Tes Isian
1. Pertumbuhan merupakan bertambahnya ukuran yang bersifat kuantitatif atau dapat
di ukur sedangkan perkembengan merupakan berkembangnya sifat kedewasaan
atau bersifat kualitatif/ tidak dapat di ukur
2. Telur nimfa imago
3. Giberelin, auksin dan sitokinin
4. Pria : ejakulasi, dada membidang, suara membesar
Wanita : pinggul dan dada membesar dan mengalami menstruasi
5. Di materi
3. Penskoran
I.
PG
Skor tiap-tiap soal
=1
Jumlah skor 5 soal = 5
II.
Isian
Tiap nomor skor 1
Jumlah skor 5 soal = 5
Nilai =

jumlahskoryangdipero leh
X 100
jumlahskor max

Penilaian psikomotorik
Indikator

Teknik

Penilaian
Bentuk
Contoh Instrumen
13

Menyebutkan
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
pertumbuhan
dan
perkembangan
makhluk
hidup
Menyimpulkan
perbedaan
pertumbuhan
dan
perkembangan pada makhluk
hidup
Membandingkan
metamorfosis
dan
perkembangan embrio ikan
menjadi ikan dewasa

Membuat

laporan
hasil
percobaan pertumbuhan pada
macam-macam
tumbuhan
berdasarkan titik tumbuhnya

Tes tertulis

instrumen
Uji
petik Jelaskan faktor-faktor apa saja
yang mempengaruhi pertumbuhan
kerja
berdasarkan hasil pengamatan
percobaan kalian.

Tes tertulis

Uraian

Tes
kerja

Uraian

unjuk

observasi

Jelaskan perbedaan
pertumbuhan dan
perkembangan pada makhluk
hidup!

Tuliskan tahapan fase


yang di alami bayi pada tri
wulan 1!
Lembar
observasi

Lembar penilaian karakter

Lembar Tes Unjuk Kerja


No.
Aktivitas
Skor Max
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan
4
2. Mempersiapkan alat dan bahan yang tepat sesuai tujuan percobaan
4
3. Melakukan percobaan sesuai langkah-langkah dalam prosedur
4
4
Menunjukkan keterampilan dalam menggunakan alat untuk memperoleh
4
data yang akurat
5. Peralatan dan bahan dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan baik
4
Jumlah skor

20

Penilaian Sikap (karakter)


a. Lembar observasi
Aspek Penilaian
Kriteria Aspek
Kedemokratisan
a. Melakukan kinerja dengan teman kelompok dengan baik, sesuai
tugasnya dan mampu menghormati perbedaan pendapat, mau
menerima kritik serta mau memberikan saran.
b. Menunjukkan sikap seperti poin a, tetapi ada satu aspek yang belum
dilaksanakan
c. Tidak menghargai idea tau pendapat orang lain
Berfikir Logis
a. Mengerjakan tugas sesuai keadaan yang nyata tidak sembarang dan
sesuai dengan petunjuk dari guru serta referensi buku yang dipakai
dalam pembelajaran
b. Menunjukkan sikap seperti poin a, tetapi ada satu aspek yang belum
dilaksanakan
c. Tidak berani menyampaikan sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya pada saat diskusi serta ragu-ragu dalam mengerjakan
tugas
Mandiri
a. Bekerja sendiri dengan hasil memuaskan
b. Dapat bekerja sendiri tetapi beberapa kali masih mendapat
bimbingan guru
c. Tidak dapat bekerja sendiri
Teliti
a. Dalam bekerja pengambilan hasil selalu cermat, tepat dan akurat
serta mengulangi kembali untuk memperoleh hasil yang sesuai.
b. Menunjukkan sikap seperti poin a, tetapi ada satu aspek yang belum
dilaksanakan
c. Ceroboh dan sembarang dalam mengambil hasil

Skor
4-5

2-3
1
4-5

2-3
1

4-5
2-3
1
4-5
2-3
1
14

b. Lembar pengamatan internalisasi nilai-nilai karakter siswa


No
Karakter
BT
MT
MB
1 Kerjasama
2 Mandiri
3 Berfikir Logis
4 Teliti
Berilah tanda pada kolom yang sesuai

MK

BT : belum terlihat (peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal karakterdalam


indicator)
MT : mulai terlihat (peserta didik sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda karakter dalam
indicator)
MK : mulai berkembang (peserta didik sudah memperlihatkan berbagaikarakter dalam
indicator)
MB : membudaya (peserta didik terus menerus memperlihatkan karakter dalam indicator)

Mengetahui
Kepala SMP Kartika III-1

Semarang, Juli 2016


Guru Mata Pelajaran

Drs. Bani Rokhmad


NIP. 19641115 199603 1 003

Muchamad Nur Sodiq,S.Pd


NIP. -

15

LEMBAR KEGIATAN SISWA


IPA KELAS VIII SMP KARTIKA III-1 SEMARANG
2016/2017
Pertumbuhan dan Perkembangan
Nama
No Absen
Kelas

:
:
:

Nilai:

Tujuan Pembelajaran :
Memahami fakto-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.
Alat dan Bahan :
- Gelas Plastik 2 buah
- Biji kacang hijau 3-5 buah
- Tanah Gembur/Kandang
Tebel Pegamatan :
Hasil Pengamatan
Pengamatan
Di tempat terang
Ditempat gelap
Hari ke 3

Hari ke 5

Hari ke 7

Hari ke 9

Hari ke 11

Hari ke 13

Kesimpulan :

Semarang,
Guru Mapel:

Orang Tua/Wali

Murid:

16

Metagenesis / Daur hidup Pada Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Metagenesis Pada Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

..

17

Bagan Metagenesis LUMUT


.

..

..

.
..

..
Bagan Metagenesis PAKU

..

..

..
..

18