Anda di halaman 1dari 9

Khantsa Nur Aisya

XII D/ 15

ADIL
Pengertian Adil - Perilaku Terpuji
Secara bahasa adil mempunyai arti meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak
memihak ke salah satu pihak, bersikap prorporsional, dan memihak kepada yang benar.
Kemudian secara istilah, pengertian dari perilaku terpuji adil yaitu menetakpkan suatu
kebenaran terhadap dua masalah atau beberapa masalah untuk dipecahkan sesuai
dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama. Dengan demikian perbuatan
adil adalah suatu tindakan yang berdasar kepada kebenaran, bukan mengikuti
kehendak hawa nafsu pribadi. Allah swt berfirman dalam Q.S. Al-Maidah ayat 8 yang
artinya :
5:8. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak
adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada
Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sebagai umat Islam yang beriman, kita dituntut untuk selalu menegakan kebenaran
karena Allah, bila kita menjadi saksi maka kita harus menjadi saksi yang sebenarbenarnya, dan sejujur-jujurnya. Kita tidak boleh berbohong atau memihak pada salah
satu pihak, karena itu termasuk perbuatan yang tidak adil. Kemudian yang selanjutnya,
adalah nasihat bagi para pemimpin dan kita semua. Dimana sebagai seorang pemimpin
harus adil kepada seluruh rakyatnya dan tidak tekecuali kepada musuhnya atau rakyat
yang tidak memihak kepadanya.
Contoh yang paling baik untuk berperilaku adil adalah pada diri Rasulullah saw. Nabi
Muhammad saw selalu berbuat adil dan menegakkan keadilan kepada seluruh umatnya,
dalam haditnya beliau bersabda yang artinya :
Jika sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya. H.R.
Bukhari

Dari hadits ini dapat kita ambil kesimpulan bawa Nabi Muhammad tidak membedabedakan, walaupun anaknya sendiri apabila Fatimah tertangkap mencuri Nabi
Muhammad saw akan tetap memberikan sanksi yang tegas yaitu akan memotong
tangannya.

Macam-macam perilaku adil


1. Berlaku adil kepada Allah swt,
Maksud dari berlaku adil kepada Allah adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya
Tuhan yang berhak disembah. Allah swt berfirman dalam Q.S. Ads-Dzariaat ayat 56
yang artinya :
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.

Kita harus yakin bahwa nikmat yang kita terima selama hidup di dunia ini adalah
pemberian dari Allah swt. Maka berbuat adil dalam arti berlaku proporsional kepada
Allah adalah dengan memenuhi hak-Nya. Dalam hadit qudsi Allah swt berfirman, yant
artinya :
Aku tidak akan memerhatikan hak hamba-Ku, sebelum menunaikan ak-Ku. HR.
Thabrani

Hak Allah swt adalah disembah, dan kewajiban kita adalah menyembahnya. Ini bisa
dilakukan dengan menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala laranganNya.
2. Berlaku adil kepada diri sendiri
Maksud dari perilaku adil terhadap diri sendiri adalah meletakkan diri pribadi pada
tempat yang bak dan juga tempat yang benar. Dimana kita harus memenuhi kebutuhan
baik jasmani maupun rohani sesuai dengan norma-norma syariat. Contoh berlaku adil
terhadap diri sendiri, makan makanan yang halal dan baik. Istirahat yang cukup, tidak
menyiksa diri sendiri seperti mentato, minum alkohol, narkoba, dan lain sebagainya.
3. Berlaku adil kepada orang lain

Maksud dari berlaku adil kepada orang lain artinya adalah meletakkan orang lain pada
tempat yang seharusnya. Berperilaku adil kepada orang lain harus kita lakukan, dan itu
kita lakukan kepada semuanya tidak terkecuali bahkan kepada musuh atau orang yang
kita benci sesuai dengan Q.S. Al-Maidah ayat 8 yang sudah saya bahas di atas tadi.
Contoh berlaku adil kepada orang lain yaitu, tidak menghukum orang lain dengan
berlebihan (tidak sesuai dengan besar kesalahannya), tidak mengejek dan menghina
karena kita pasti juga tidak mau bila di ejek atau dihina oleh orang lain.
4. Berlaku adil kepada makhluk hidup yang lain (hewan dan tumbuhan) serta
lingkungan
Maksud dari berlaku adil yang ke empat ini adalah kita harus menyayangin dan merawat
hewan atau tumbuhan serta lingkungan yang ada disekitar kita. Terlebih lagi apabila kita
memelihara hewan seperti burung, kelinci, kucing atau yang lainnya maka kita harus
berbuat adil, diantaranya dengan merawatnya dengan sebaik-baiknya, memberikan
makan dan minum setiap hari, tidak menyiksanya dan lain sebagainya.

Membiasakan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari


Perilaku adil adalah perilaku yang terpuji, kita dapat membiasakan dalam kehidupan
sehari-hari dengan cara yang sederhana berikut ini :

Menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa saja yang telah di larang
oleh Allah swt

Memberikan rasa keadilan kepada orang lain, dari mulai keluarga, teman,
tetangga dan lain sebagainya.

Selalu mengargai dan menghormati orang lain, tanpa adanya sikap diskriminasi
(membeda-bedakan)

Memberikan hak-hak orang lain, misal : tidak merokok di samping orang yang
tidak merokok

Menghormati orang yang sedang berbicara dengan cara mendengarkannya

Tidak menyakiti diri sendiri, tidak merokok, mabuk-mabukan, narkoba dan lain
sebagainya

Tidak suka menyiksa hewan, tidak mengadu hewan, dll

Selalu merawat hewan dan tumbuhan dengan sebaik-baiknya, juga tidak


merusak lingkungan sekitar.

Pengertian, Macam, dah Hikmah Perilaku Adil

Hikmah berperilaku adil


Berperilaku adil pasti ada hikmahnya, dan berikut ini beberapa hikmah yang akan kita
dapatkan apabila kita berbuat adil yaitu :

Menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, karena adil lebih
dekat dengan taqwa (Q.S. Al-Maidah ayat 8)

Menjadi pemimpin dan teladan sekaligus pengayom bagi orang lain

Disegani dan dipercaya oleh masyarakat sekitar

Menumbuhkan rasa kepuasan, aman dan nyaman bagi orang lain

Menciptakan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat

Mempererat tali persaudaraan dan pesatuan

Doanya

cepat

dikabulkan

oleh

Allah

swt,

dan

juga

mendapatkan

perlindungan/pertolongan (naungan) dari Allah swt ketika di akhirat nanti, jika kita
menjadi pemimpin yang adil.
Nabi bersabda yang artinya:tiga orang yang tidak ditolak doanya: orang yang sedang
berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya, Allah
mengangkat doa mereka ke atas awand an dibuka untuk doa itu segala pintu langit.
Seraya Allah SWT berfirman: Demi kebesaran-Ku sesungguhnya Aku akan menolong
engkau walau pertolongan-Ku Aku berikan pada masa kelak. (HR. Ahmad)

IKHLAS
Ikhlas adalah sikap perbuatan yang timbul karena adanya keinginan sendiri, bukan
karena perintah atau paksaan orang lain. Jika mengerjakan sesuatu karena mengharap
imbalan dari suatu pihak tertentu maka belum termasuk ikhlas. Misalnya, mengerjakan
salat karena ingin dipuji oleh orang tua, orang lain, atau pacar dan mengharap pujian
yang lain berarti ibadah salat tersebut tidak ikhlas, bahkan tidak mendapatkan pahala
karena termasuk perbuatan "riya".
Sikap ikhlas sangat penting dimiliki oleh setiap muslim, sebab hidup ini akan terasa
berat bagi orang yang tidak ikhlas. Namun sebaliknya akan terasa ringan bagi mereka
yang berhati ikhlas dan tulus. Selain itu, perilaku ikhlas juga dapat mendatangkan
berbagai keuntungan bagi pelakunya.
Manfaat Ikhlas

Pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan, sebab dilakukan dengan senang


hati dan sepenuh hati.

Bekerja tanpa beban dan paksaan karena yang memerintah hati nuraninya,
bukan orang lain atau hawa nafsunya.

Semakin banyak berbuat kebaikan, semakin senang hatinya karena telah mampu
menolong banyak orang atau pihak.

Mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Bebas dari harapan untuk dipuji orang atau disanjung oleh pihak lain.

Melakukannya dengan penuh pengabdian.

Allah SWT. menyeru kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, khususnya dalam
beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana dalil alam firman-Nya:
.
Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad)
dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama
kepada-Nya. Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik) ...." (Q.S. AzZumar: 2-3)
Bentuk Dan Contoh Perilaku Ikhlas
Ikhlas artinya bersih dan tulus dalam melakukan sesuatu, tanpa adanya harapan untuk
mendapatkan imbalan dan balasan dari apa yang dikerjakannya itu, selain
mengharapkan rida Allah SWT. semata. Ikhlas atau tidaknya seseorang dalam
melakukan suatu perbuatan sangat tergantung pada niatnya. Adapun niat itu tempatnya
di dalam hati, sehingga keikhlasan seseorang sukar untuk diketahui. Namun demikian,
dapat dilihat dari sikap perilaku, ucapan dan tindakannya. Bentuk perilaku ikhlas ada
dua, yaitu sebagai berikut.

Ikhlas dalam ucapan

Maksudnya ucapan yang disampaikan dengan tulus, tidak mengandung unsur dusta,
tidak bermaksud membuat orang lain celaka, dan tidak karena terpaksa, melainkan atas
dasar sukarela. Contoh orang yang ikhlas dalam ucapan antara lain ucapan guru yang
sedang mengajarkan ilmu kepada murid- muridnya, ticapan orang tua ketika sedang
menasihati anaknya, dan ucapan suami yang sedang membimbing istrinya.
Ikhlas dalam perbuatan
Maksudnya perbuatan yang dilakukan dengan tulus, tanpa pamrih dan sepenuh hati.
Orang yang ikhlas dalam beramal dan berbuat sesuatu, tidak akan merasa terbebani
atau terpaksa atas perbuatannya itu. Melainkan ia merasa senang dan gembira telah
dapat beramal atau berbuat demikian. Contohnya, memberikan bantuan berupa barang
atau jasa pekerjaan kepada orang lain, meskipun terasa berat waktu mengerjakannya,
namun tetap dilaksanakannya dengan sukacita, karena senang melakukannya. Selain
itu juga, tidak membicarakan perihal bantuannya itu kepada orang lain, apalagi
mengungkit- ungkitnya di kemudian hari.
Contoh dan perumpamaan yang nyata bagi perilaku ikhlas dalam perbuatan, ialah ketika
kita mau buang air besar. Kita menjalankannya dengan senang hati. Mulai dari
berangkat menuju WC, duduk menungguinya sampai tuntas, membersihkannya dengan
air, dan meninggalkan apa yang telah kita buang itu tanpa ada rasa penyesalan, dan
tidak
mengungkit-ungkitnya
di
kemudian
hari.
Demikian juga dengan perilaku ikhlas yang mesti dimiliki oleh setiap muslim.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Qur'an al karim.

Artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin,
anak yatim, dan orang yang ditawan (sambil berkata), Sesungguhnya kami memberi
makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak
mengharap balasan dan terima kasih dari kamu. (Q.S. Al-Insan: 8-9)
Nilai-nilai positif dari perilaku ikhlas
Ikhlas dan tulus atas apa yang dilakukan dan diucapkan merupakan sikap terpuji, dan
mengandung nilai-nilai yang sangat luhur dan mulia. Nilai-nilai luhur berakhlak ikhlas
dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

Tidak mengharapkan imbalan suatu apa pun, kecuali rida Allah SWT. semata.

Mengerjakan sesuatu atas kesadaran sendiri, tidak karena adanya paksaan atau
tekanan dari pihak lain.

Mengerjakan segala sesuatu dengan sepenuh hati, tanpa ada rasa sungkan dan
malas apalagi meremehkan atas pekerjaannya tersebut.

Tidak girang ketika dipuji, dan tidak benci ketika dicela dan dicaci.

Bersedia menerima masukan, saran, dan kritik dari orang/pihak lain dengan
senang hati.

Cara membiasakan diri berperilaku terpuji ikhlas


Bersikap perilaku ikhlas merupakan suatu perbuatan yang amat terpuji dan harus
dipegang teguh oleh setiap muslim. Oleh sebab itu, hendaknya kita mulai membiasakan
diri berperilaku ikhlas dalam setiap ucapan dan perbuatan Berperilaku ikhlas
sesungguhnya tidak sulit, jika terasa berat itu hanyalah bisikan setan yang selalu
menggoda manusia agar tidak melakukan perbuatan baik. Jadi hendaknya kita berlatih
sejak saat ini, agar kelak menjadi terbiasi berakhlak ikhlas.
Dalam upaya membiasakan diri berakhlak ikhlas, ada baiknya diperhatikan beberapa hal
sebagai berikut ini.

Tanamkan kesadaran dalam hati bahwa apa pun yang kita miliki hakikatnya
hanya titipan dari Allah.

Hendaknya meluruskan niat pada setiap melakukan suatu amal perbuatan,


semata-mata hanya ingin mendapatkan rida Allah SWT.

Dalam beramal jangan pilih kasih, melainkan semua orang harus dipandang
sama.

Lupakan setiap amal kebaikan yang telah dilakukan, agar tidak memiliki rasa
angkuh dan sombong.

Berdoalah kepada Allah SWT. agar diberi kekuatan dalam berakhlak ikhlas.

PENGERTIAN DAN JENIS JENIS AMAL SALEH


Pengertian Amal Saleh
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, amal diartikan sebagai perbuatan (baik atau
buruk). Secara istilah, amal saleh berarti perbuatan sungguh- sungguh dalam
menjalankan ibadah ataupun menunaikan kewajiban agama yang dilakukan dalam
bentuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau sesama manusia.contoh
mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang
jompo dan anak yatim piatu.
Dalam al-Quran banyak dijumpai perkataan amal dengan berbagai bentuknya yaitu
amila, amala, tamalun, yamalun, amilun, amalus-salihat, dan amalus-syyariat.
Karakteristik Amal Saleh
Orang yang hidup pada zaman pra-islam mempunyai anggapan bahwa kekayaan,
keturunan, kedudukan, dan bermacam-macam kelebihanduniawi lainnya menjadi factor
yang akan menentukan keadaan seseorang.
Agama islam membawa satu ajaran (dokrin) bahwa keturunan, pangkat, kedudukan
yang tinggi, dan kekayaan yang bayak , semua itu tidak mendatangkan keuntungan,
terutama untuk kehidupan di akhirat kelak. Satu-satunya yang memberikan faedah ialah
amal saleh, yakni perbuatan baik.
Secara umum, pengelompokan amal itu terbagi dua, yaitu amal saleh (amal yang baik)
dan amalus sayyiah (amal yang buruk). Amal saleh ialah segala perbuatan kebbijakan
yang mendatangkan manfaat untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan manusia
seluruhnya, baik berupa perbuatan, ucapan, maupun sikap.bahkan melakukan suatu
perbuatan yang dilarang Alloh, itu pun termasuk amal saleh.
. Nilai Positif Amal Saleh
Dalam Al-Quran, banyak diuraikan hasil (buah) dari amal saleh, baik didunia maupun
diakhirat, yaitu:
a. rezeki yang baik (al-Hajj/22:50);
b. derajat yang tinggi (Taha/20:75);
c. keberuntungan (al-Qasas/28:67);
d. keadilan (Yunus/10:4);
e. keluar dari kegelapan (at-Talaq/65:11);
f. rahmat dan cinta (al-Jasiyah/45:30);
g. hilang perasaan takut (Taha/20:112);
h. pahala yang cukup (Alli Imran/3:57);
i. ampunanIlahi (Fatir/3:57);
J. kehidupan di surga (al-Muminun/23:40).
Membiasakan Amal Saleh
Setiap amal saleh, harus didasari niat yang suci dan ikhlas. Jangan sampai seorang
yang beramal memiliki niat yang salah, ada udang dibalik madu. Misasal, mengharap
kedudukan,pujian, atau keuntungan yang lain-lain.

Berusaha atau beramal, pada umumnya tidak memandang ruang dan waktu serta
tidak hanya pada saat yang lapang. Dalam situasi apa pun, kita tidak menyianyiakan
untuk beramal atau berusaha. Walaupun hasil amal itu belum tampak sekarang, hal itu
tidak boleh menjadikan kita malas beramal.