Anda di halaman 1dari 3

NAMA

: NURMARIFAH. S

NIM

: 10542017310

LAPORAN KASUS : GANGGUAN OBSESI KOMPULSIF (F. 42)

I.

IDENTITAS PASIEN

Nama Pasien

: Tn. Y

Usia

: 42 thn

Sex

: Pria

Agama

: Islam

Pendidikan

: Pegawai Negeri Sipil

Suku

: Bugis

Tempat/ Tanggal lahir : Pekkae, 03/12/1973


Alamat

: JL. Manunggal Selimau I Kalimantan Timur

Pendidikan

: Sarjana S1

Status

: Menikah

Diagnosis Sementara : Gangguan obsesi compulsif (F.42)


Tanggal Kunjungan

: 26/03/2016

ALLOANAMNESE
DIPEROLEH

: Tn. A

PENDIDIKAN

: S2

PEKERJAAN

: PNS

ALAMAT

: BARRU

HUB. PASIEN

: KAKAK KANDUNG

II.

RIWAYAT PSIKIATRI

Keluhan utama

: Rasa ingin tahu yang besar, rasa cemas, gelisah

Riwayat Gangguan Sekarang


-

Keluhan dan Gejala


Pasien sejak 5 bulan terakhir ini mulai timbul pikiran- pikaran berulang yang
membuat pasien merasa cemas dan tegang yaitu pikiran mengenai nama orang, warna,
atau peristiwa- peristiwa yang ingin diingatnya, tetapi bila tidak dapat diingatnya pasien
akan merasa cemas, keringat dingin. Pasien selalu mengingat hal-hal kecil dan merasa
terbebani bila tidak dapat mengingatnya. Pasien merasa membaik apabila rasa ingin
tahunya terpenuhi melalui jawaban keluarganya. Pasien juga ada beberapa hal yang harus
dikerjakan secara berulang- ulang, misalnya mengecek pintu, mandi, dan lain lain. Nafsu
makan dan tidur berkurang, sehingga dengan kondisi sekarang pasien cuti mengajar dan
pasien merasa putus asa, merasa ingin mati saja.
Sebelumnya pasien sudah mengalami perubahan sejak kegagalan pernikahan
pertama pada tahun 2001, pada saat itu pasien sudah sering mengurung diri dan harus
ditemani saat keluar rumah, pada tahun 2012 pasien sudah tidak ingin keluar dari rumah
lagi dan memilih untuk mengurung dirinya saja. Sebelum sakit pasien memiliki pribadi
yang pendiam namun tetap ramah pada orang- orang yang dikenalnya.
Riwayat berobat sebelumnya didokter psikiatri saat di Kalimantan Utara dan
saat di Sulawesui Selatan. Obat yang pernah diminum adalah alkana, ciprax, astatin, dan

alprazolam.
Keasadaran : Baik, GCS 15
Verbal
: Spontan, intonasi biasa.
Afek
: Normotimia, cemas
Gangguan isi pikiran : Preokupasi
Insign
: Pasien sadar dirinya sakit dan butuh pengobatan. (Derajat 6)
Diagnosis
: Gangguan Obsesi Kompulsif (F.42)

Terapi

a. Psikofarmaka :

Haloperidol 1,5 mg 3x1

Clorpromazin 100 mg 0-0-1

b. Psikoterapi
- Ventilasi : Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menceritakan keluhan dan
isi hati serta perasaan sehingga pasien merasa lega.
- Konseling : Memberikan penjelasan dan pengertian kepada pasien agar memahami
penyakitnya dan bagaimana cara menghadapinya.
c. Sosioterapi : Memberikan penjelasan kepada pasien, keluarga pasien dan orang-orang
di sekitarnya. Sehingga dapat menerima dan menciptakan suasana lingkungan yang
membantu.
-

Prognosis

: Dubia et bonam