Anda di halaman 1dari 5

Makalah Seminar Kerja Praktik

PROSES PURIFIKASI MINYAK TRANSFORMATOR DENGAN MENGGUNAKAN


OIL TREATMENT PLANT
PT BANYU BENING
1

Dhika Arya Nugraha.1, Karnoto, ST MT.2


Mahasiswa dan 2Dosen Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia
Email : dhe2_dhika@yahoo.com

PT. Banyu Bening merupakan Perseroan Terbatas yang bergerak di bidang General Kontraktor dan Supplier.
PT Banyu Bening terdiri dari beberapa tempat diantaranya Kantor pusat dan gudang peralatan.
Dalam rangka pemeliharaan minyak transformator PT Banyu Bening memperluas jasanya dengan membuka
jasa pemurnian minyak transformator atau yang sering disebut purifikasi minyak trafo. Alat yang digunakan untuk
memurnikan minyak transformator ini terdiri dari beberapa bagian diantaranya dua buah filter yang ditempatkan pada
masukkan dan keluaran dari alat dimana filter ini berfungsi sebagai penyaring kontaminan yang terdapat dalam
minyak transformator. Selain itu terdapat juga motor induksi 3 fasa yang berfungsi mensirkulasikan minyak trafo dari
trafo, keluar menuju mesin purifikasi dan kembali masuk ke trafo. Mesin ini juga menggunakan sistem tabung vacum
yang didalamnya dilengkapi dengan pemanas atau hitter. Alat ini berfungsi untuk memisahkan minyak dengan zat jenis
lain seperti air. Peralatan yang terakhir yaitu panel kontrol yang berfungsi mengatur dan mengendalikan mesin
purifikasi ini.
Dalam laporan ini akan dibahas mengenai bagian bagian dari alat purifikasi secara detail dan proses
pemurnian minyak trafo. Laporan ini juga akan membahas mengenai hasil dari minyak trafo setelah dipurifikasi dan
sebelum dipurifikasi yang dilihat dari segi tegangan tembus minyak tersebut.
Kata kunci : Purifikasi Minyak Transformator

PENDAHULUAN
Latar Belakang
PT Banyu Bening merupakan perusahaan
yang bergerak di bidang General Kontraktor dan
Supplier. Perkembangan di PT Banyu Bening
diarahkan pada usaha untuk meningkatkan
efisiensi dan kualitas pelayanan, memperluas
jenis jasa dari pemurnian minyak trafo (Purifing
Oil Transformer) hingga jasa pemasangan
jaringan distribusi. Penelitian dan pengembangan
yang dilakukan tidak terbatas pada kegiatan
laboratorium di dalam perusahaan tetapi juga
meluas hingga bentuk kerjasama di area produksi
pelanggan.
Berdasarkan jasanya maka di dalam PT
Banyu Bening terdiri dari beberapa tempat
diantaranya kantor pusat dan gudang peralatan.
Dalam Kerja Praktik yang penulis
jalankan adalah mengikuti kegiatan Purifikasi
Minyak Trafo. Penulis akan mencoba membahas
tentang bagaimana sistem dari pemurnian
kembali minyak trafo. Kerja praktik ini dilakukan
agar
mahasiswa
dapat
melakukan
penyeimbangan antara teori yang diterima di
bangku perkuliahan dengan dunia kerja, sehingga
ada sinkronisasi diantara keduanya.

1. Mengetahui prinsip kerja alat purifikasi


minyak transformator.
2. Mengamati dan mengoperasikan secara
langsung alat purifikasi minyak trafo.

I.
1.

1.2

Maksud dan Tujuan


Hal hal yang menjadi tujuan penulisan
laporan kerja praktik ini adalah :

1.3

Pembatasan Masalah
Dalam penulisan laporan ini penulis
membatasi masalah yang dibahas pada :
a.
Pembahasan tentang Purifing Oil
Transformer.
b.
Tidak membahas prinsip kerja secara
spesifik motor yang digunakan untuk
menyedot maupun memompa minyak.
c.
Tidak membahas prinsip kerja secara
spesifik mesin vacum yang digunakan.
II.
2.1

DASAR TEORI
Transformator
Transformator merupakan suatu alat yang
sudah tidak lazim didengar di bidang kelistrikan.
Kegunaan dari Transformator secara umum
merupakan suatu alat listrik yang mengubah
tegangan arus bolak - balik dari satu tingkat ke
tingkat yang lain melalui suatu gandengan
magnet dan berdasarkan prinsip induksielektromagnet.
Prinsip kerja dari trafo yaitu Arus listrik
bolak-balik yang mengalir mengelilingi suatu inti
besi akan berubah menjadi magnit dan apabila
magnit tersebut dikelilingi oleh suatu belitan
maka pada kedua ujung belitan tersebut akan
1

keadaannya memuaskan (jangan


sampai ada rembesan mnyak
misalnya pada sambungan seperti
sambungan las, sambungan pipa
dengan pipa).
Memeriksa sambungan - sambungan
tegangan tinggi dengan pentanahan.
Memeriksa dan teliti silicagel dan
konsevator.
b. Pengukuran Tingkat Isolasi Minyak
(Tegangan Tembus)
Pengukuran ini dilakukan setiap
satu tahun sekali. Yaitu dengan
mengambil sampel minyak dari trafo
tersebut kemudian mengetes tegangan
tembus minyak tersebut apakah masih
dalam batas standar. Jika kurang dari
batas standar dapat dilakukan purifikasi
atau penggantian minyak.
c. Pembersihan
Yaitu dengan membersihkan bagian
bhusing, sirip trafo.

terjadi beda tegangan. Akibatnya pada sisi primer


terjadi induksi. Sisi sekunder menerima garis
gaya magnet dari sisi primer yang jumlahnya
berubah-ubah pula. Maka di sisi sekunder juga
timbul induksi, akibatnya antara dua ujung
terdapat beda tegangan.
2.2

Isolator Zat Cair


Ada beberapa bahan isolator cair,
diantaranya :
a. Minyak Organik
Kelompok minyak organik meliputi minyak
sayur, minyak damar dan ester.
b. Minyak Mineral
Minyak mineral diketahui berisi berbagai
jenis molekul dan secara luas dapat
digilongkan
ke dalam jenis yang
mengandung malam (parafin) dengan rumus
kimianya CnH2n+2 napthenic (CnH2n),
aromatis (CnHn).
c. Minyak Sintetis
merupakan hasil pengembangan bidang
industri kimia. Contoh minyak jenis sintetis
adalah askarel dan minyak silicon
2.3

Fungsi Minyak Trafo


Jika kita ketahui bahwa minyak trafo
memegang peranan yang sangat penting. Adapun
peranan dari minyak trafo tersebut antara lain :
1. Sebagai Insulator
Berfungsi sebagai
bahan untuk
mengisolasi antara kumparan yang terdapat
di dalam transformator. Hal ini bertujuan
agar tidak terjadi percikan api listrik (Spark
Over) akibat tegangan yang sangat tinggi.
2. Sebagai Pendingin
Minyak transformator juga dapat
digunakan sebagai pendingin yaitu dengan
menyerap
panas
tersebut
kemudian
melepaskan melalui saluran udara.
3. Sebagai Pelindung Komponen - Komponen
di dalam Trafo
Minyak transformator juga dapat
berperan sebagai pelumas untuk melindungi
komponen-komponen yang berada di dalam
transformator.
Untuk
transformator
distribusi
menggunakan minyak jenis Diala-B
2.3 Pemeliharaan Trafo
1. Pemeliharaan transformator dapat dilakukan
Secara Berkala ( 1 tahun ), antara lain:
a. Pemeliharaan Bagian Luar
Memeriksa sambungan ulir, baut,
keling, pres dan las apakah

III.
3.1

PROSES PURIFIKASI
Spesifikasi Alat
Oil Treatment Plant adalah alat yang
dirancang
khusus
untuk
treatment
oil
transformer. Purifying atau treatment merupakan
proses pemurnian kembali minyak transformator
dengan menggunakan alat yang disebut High
Vacum Oil Purifier dengan jalan sirkulasi.
Berikut peralatan yang digunakan dalam
mesin purifikasi beserta spesifikasinya.

Gambar 3.1 Oil Treatment Plant

Spesifikasi Peralatan
Nama Alat : Oil Treatment Plant
Merk
: EOK ex Assembly Indonesia
Kapasitas : 1000 liter/jam
Sistem
: offline dan online
Source
: Grearing pump motor (2kw)
 Filter
Mesin ini menggunakan 2 buah filter
yang ditempatkan di masukkan dan keluaran
mesin purifikasi.

a. Filter Awal
- Ukuran fisik:
berbentuk tabung
dengan diameter 10
inchi dan tinggi 55 cm.
- Bahan Cover: Plat
Stainless Stel.
- Bahan Filter : Spon
berbahan
hygroscopicity
- Besar Pori-pori: 10
mikron

Sensor ketinggian
minyak
diletakkan
pada tabung vacum.
Sensor
ini
menggunakan
infra
red

Gambar 3.6 Sensor


Ketinggian minyak

 Motor 3 Fasa
- Nama : Motor
Induksi 3 Fasa.
- Daya : 2 KW
- Tegangan Sumber :
380 V.
- Frekuensi : 50 Hz

Gambar 3.2 Filter Awal dan Spesifikasinya

b. Filter Akhir
- Ukuran fisik:
berbentuk tabung
dengan diameter 13
inchi dan tinggi 70 cm.
- Bahan Cover: Plat
Stainless Stel.
- Bahan Filter : Spon
berbahan
hgroscopicity
- Besar Pori-pori: 5
mikron

Gambar 3.7 Motor Induksi 3 Fasa

 Mesin Vacum
-

Nama : Mesin Vacum


Daya
: 20 HP
Tegangan Sumber : 380 V

Gambar 3.3 Filter Akhir dan Spesifikasinya

 Tabung Vacum

Gambar 3.8 Mesin Vacum

 Panel Indikator
Gambar 3.4 Tabung Vacum

- Ukuran fisik
: berbentuk tabung
berongga dengan diameter 75 cm dan
panjang 175 cm.
- Bahan Cover : Plat Stainless Stel.

Panel kontrol berisi


kontrol
frekuensi
putaran motor dan
derajat panas heater.

 Heater (Pemanas)
- Ukuran fisik:
Heater yang dilapisi plat
tabung
- Bahan Cover:
Plat Stainless Stel.

Gambar 3.9 Panel Indikator

Gambar 3.5 Heater

 Sensor Ketinggian minyak

3.2

Prinsip Kerja
Ada 2 proses penting dalam proses
purifikasi minyak trafo, antara lain :
1. Heating
Minyak dipanaskan hingga titik didih
air. Air yang ada dalam minyak akan
menguap karena titik didih minyak lebih
tinggi dari pada titik didih air. Pemanasan
dilakuan dalam ruang vacum. Penggunaan
ruang vacum ini bertujuan agar air mendidih
pada suhu rendah sehingga air menguap
lebih cepat. Dengan suhu rendah diharabkan
minyak tidak menua dengan cepat.
2. Penyaringan ( filter press )
Setelah minyak trpisah dari uap air dan
asam, minyak trafo tersebut disaring oleh
filter yang berbahan higroscopicity sehingga
pengotor dapat tersaring.
3.3 Metodologi Pemurnian
Purifikasi minyak transformator dilakukan
dalam kondisi transformator tersebut sedang
bekerja (on line). Secara sederhana, prinsip kerja
purifikasi ini yaitu mensirkulasikan minyak
transformator yang akan dipurifikasi. Minyak
disedot masuk ke dalam alat purifikasi untuk
dimurnikan, kemudian dipompa kembali
dimasukkan ke dalam transformator (gambar
3.10).

Gambar 3.10 Diagram Alir Sederhana Sistem


Purifikasi Minyak Transformator

Secara detail, proses purifikasi minyak


transformator dapat dilihat pada diagram alir di
bawah ini.

Gambar 3.11 Diagram Alir Purifikasi Minyak Trafo


Secara detail

Tahap proses purifikasi:


 Minyak yang ada di dalam trafo dialirkan
keluar menuju filter pertama dengan bantuan
daya hisap motor 3 fasa yang dipasang
setelah filter pertama, sehingga minyak
masuk ke dalam filter pertama. Di dalam
filter ini butiran-butiran pengotor seperti sisa
korosi peralatan maupun arang yang
besarnya lebih dari 10 mikron akan tersaring.
 Setelah itu minyak dialirkan menuju ke rung
boiler vacum. Ruang ini terdapat dua heater
yang disusun secara vertikal. Heater ini
berfungsi memanasi minyak. Selain itu juga
dipasang indikator ketinggian permukaan
minyak dalam tabung vacum. Indikator ini
berupa sensor infra merah. Ketika sinar infra
merah terhalang oleh minyak maka motor
yang befungsi menghisap minyak dari filter
akan berhenti. Di dalam ruang ini minyak
dipanaskan hingga 70C. Dalam ruang
vacum, air akan menguap dibawah titik didih
air (titik didih air = 100C). Uap air yang
berasal dari pemanasan disedot keluar
melalui mesin vacum. Dengan metode
vacum, minyak tidak tercampur oleh udara
luar.
 Setelah minyak terpisah dari kandungan air,
selanjutnya dialirkan menuju filter kedua.
Pori-pori filter ini berukuran 5 mikron.
Butiran pengotor yang tidak tersaring pada
filter pertama akan tersaring pada filetr ini.
Diharapkan minyak yang melewati filter ini
benar benar sudah bersih (tidak
mengandung butiran pengotor).
Tahap proses di atas tersebut akan diulang
ulang atau minyak disirkulasikan secara
berulang ulang. Menurut standar PLN (Manual
Book Produk Trafo) untuk minyak lama
dibutuhkan 4-6 sirkulasi sedangkan minyak baru
membutuhkan 2-3 sirkulasi. Akan tetapi pada
dasarnya yang menjadi patokan untuk
menentukan jumlah sirkulasi adalah kualitas dari
minyak trafo ketika sebelum dipurifikasi.
Semakin rendah kualitas dari minyak trafo maka
semakian banyak pula jumlah sirkulasi.
Mesin yang digunakan pada waktu Kerja
Praktik mampu mensirkulasikan 1000 liter
minyak dalam waktu 1 jam dengan kecapatan
putar motor untuk mensirkulasikan adalah 19
rpm. Berarti dapat diambil kesimpulan bahwa 1
liter minyak mampu disirkulasikan dalam waktu
7 detik. Dengan lama waktu tersebut
diharapkan proses penyaringan dan pemanasan
minyak dapat optimal.

IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. dalam proses pemurnian minyak trafo ada
dua hal utama, yaitu :
a. Filter Press (Penyaringan)
Memisahkan Minyak trafo dengan
butiran butiran pengotor.
b. Heating
Memisahkan minyak trafo dengan
butiran butiran air.
2. Mesin purifikasi yang digunakan mampu
mensirkulasikan 1000 liter minyak dalam
waktu 1 jam dengan kecapatan putar
motor 19 rpm dan derajat pemanasan
sebesar 70.

DHIKA ARYA NUGRAHA


Lahir di Kota Ungaran pada
tanggal 17 Mei 1988. Penulis
mengawali pendidikannya di
bangku sekolah dasar di SD
Negeri Ungaran 06 selama 6
tahun.
Setelah
itu
melanjutkan ke SMP Negeri
2 Ungaran. 3 tahun berikutnya penulis
melanjutkan studinya di SMA Negeri 1 Ungaran.
Dan sekarang penulis masih melanjutkan studi di
Fakultas Teknik Elektro Universitas Diponegoro
dengan mengambil konsentrasi Ketenaga
Listrikan.

DAFTAR PUSTAKA
[1]

Tobing, Bonggas L. 2003. Peralatan


Tegangan Tinggi, Jakarta : Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama
[2] Naidu, M.S. 1983. High Voltage
Engineering, Tata Mc Graw Hill
Publishing
[3]
Fizgerald, Kingsley Umans. 1997. Mesin Mesin Listrik, Jakarta: Erlangga
[4] Sumanto, MA. 1993. Motor Listrik Arus
Bolak-Balik. Yogyakarta: Endi Offset
[5] Syamsir, Abdul. 2003. Teori Kegagalan
Isolasi. Universitas Trisakti
[6] Arismunandar, A. 1983. Teknik Tegangan
Tinggi Suplemen. Jakarta : Ghalia
Indonesia
[7] Arismunandar, A. 2001. Teknik Tegangan
Tinggi. Jakarta : Pradnya Paramita
[8] Dedy, K S. 2004. Studi Pengaruh
Temperatur Terhadap Karakteristik
Dielektrik Minyak Transformator Jenis
Shell Diala B. Bandung : ITB
[9] Djulil, Amri Fali Okilas. 2003. Kekuatan
dan Rugi Rugi Dielektrik Minyak
Transformator yang Dipengaruhi Oleh
Kontaminasi
Air
dan
Kenaikkan
Temperatur. Semnas Teknik Elektro
[10] Danikas M.G : "Breakdown of Transformer
Oil"; IEEE Electtrical Insulation Magazines
Vol.6 No.5, September/October 1990
[11] www.google.com

BIODATA PENULIS
5