Anda di halaman 1dari 9

Diskusi Kasus

Nama Peserta: dr. Mia Trisna Dewi


Nama Wahana: RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun
Topik: HIV (Human Immunodefi ciency Virus)
Tanggal (kasus):
15Juli2016
Nama Pasien: An.

Nama Pendamping: dr. Juliana

Linda
Tanggal Presentasi:
2016

Nama Pembimbing: dr. Diah, Sp. A

Tempat Presentasi: RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun


Obyektif Presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Diagnostik

Penyegaran

Manajemen

Masalah
Lansia

Neonatus Bayi

Anak

Tinjauan Pustaka
Istimewa
Bumil

Remaj Dewas

Deskripsi: Perempuan, 8tahun, muntah darah, berat badan tidak naik selama 2 tahun.
Tujuan: mengurangi keluhan, mencari penyebab dan menanganinya, mencegah komplikasi.

Bahan
bahasan:

Tinjauan
Pustaka

Cara
membahas: Diskusi
Data
pasien:

Audit

Riset Ka
sus
Presentasi

An. L, 8 th

Email

Pos

Nomor Registrasi: 631366

Nama RS: RSUD


Telp:
Terdaftar sejak:
Sultan Imanuddin
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/ Gambaran Klinis:

2. Riwayat Pengobatan:

3.
-

Riwayat kesehatan/Penyakit:
Pasien pernah menderita pnemonia pada tahun 2012

4. Riwayat keluarga:
Pasien merupakan anak angkat yang mulai diangkat menjadi anak saat usia 3 tahun. Tidak ada anggota keluarga angkat yang
menderita penyakit serupa, tidak ada yang memiliki riwayat alergi obat dan makanan, tidak ada riwayat asma.
5. Riwayat persalinan dan kehamilan, riwayat pemeliharaan prenatal,postnatal, riwayat imunisasi :
Tidak dapat di gali dari orang tua angkat karena orang tua kandung pasien tidak pernah menjelaskan secara rinci.

6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (RUMAH, LINGKUNGAN):


Kepemilikan rumah milik kedua orang tua angkat pasien, dinding rumah tembok, terdiri dari 2 kamar, tiap kamat terdapat
jendela dan ventilasi, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, dan 1 dapur. Jarak antar rumah kurang lebih 2 meter.
7. Lain-lain:
Penegakkan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis, klinis pasien dan pemeriksaan penunjang.
Daftar Pustaka:

1.

Hasil Pembelajaran:
1 Penegakan diagnosis HIV
2 Klasifi kasi HIV

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. SUBYEKTIF:
Alloanamnesis dengan ibu angkat pasien:

Keluhan Utama
Keluhan Tambahan

: pasien batuk darah


: mual,muntah dan berat badan yang tidak bertambah selama 2 tahun terakhir

6 hari SMRS ibu angkat pasien mengeluh pasien selalu memuntahkan makanan dan minuman yang diberikan orang tua
angkat. Selama 6 hari SMRS nafsu makan pasien menurun, dan pasien hanya bisa makan biskuit dan jajanan ringan. Orang tua
angkat pasien membawa pasien ke puskesmas, ibu angkat pasien mengatakan di puskesmas pasien di infus dan diperbolehkan
pulang. Pasien sudah mau makan namun nnafsu makannya menurun.
1 hari SMRS ibu angkat pasien mengeluh anaknya batuk berdarah. Batuk berdarah tersebut dalam sehari sekitar 4x, darah
yang dikeluarkan berwarna merah segar, tidak berbau, pasien tidak demam, BAB dan BAK normal.
Pada tanggal 14 Juli orang tua angkat pasien membawa anaknya ke RSSI untuk diperiksakan karena ibu angkat pasien
khawatir akan keadaan pasien yang semakin lemas dan susah makan. Kemudian pasien di rawat inap d bangsal anak di RSSI.

2. OBJEKTIF :
Status Generalis
Keadaan Umum
Kesadaran
Tanda-Tanda Vital
Nadi
Suhu
RR
Kepala
Mata

: Tampak sakit ringan


: Compos Mentis
:
:
:
:
:

89x/menit
36,7 oC
22 x/mnt
Normochepali, rambut hitam kemerahan tipis, mudah dicabut.
CA +/+, SI -/- edema palpebra (-/-)
5

THT
Leher
Cor
Pulmo
Mammae
Abdomen
Ekstremitas

:
:
:
:
:
:
:

Faring Hiperemis (-), Tonsil T1 T1


KGB tidak teraba membesar, kelenjar tiroid tidak membesar.
S1-S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
Suara nafas vesikuler, Rh-/-, Wh-/Simetris, hiperpigmentasi pada areola, benjolan (-), retraksi puting (-).
Supel, nyeri tekan (-), H/L tidak teraba, BU (+)
Akral hangat, Edema -/-

Status Gzi
Pemeriksaan Laboratorium
PEMERIKSAA
HASIL
N
Hb
10,9
Lekosit
6300
Trombosit
203.000
HT
34,1
LED
81
Diff Count
Basofil
Eosinofil
5
Stab
4
Segmen
62
Limfosit
24
Monosit
5
MCV
74
MCH
23,6
MCHC
32

NILAI
RUJUKAN

3. ASSESSMENT (Penalaran Klinis) :


6

Infeksi HIV pada anak merupakan masalah kesehatan yang sangat besar di dunia, dan berkembang dengan
kecepatan yang sangat berbahaya. Perjalanan alami, beratnya, dan frekuensi penyakit pada anak yang menderita AIDS
berbeda dengan anak yang mempunyai sistem imun normal.1 Sebagian besar kasus mendapat penularan dari ibu
terinfeksi HIV pada saat hamil, melahirkan, atau pada saat menyusui.2,3 Dari hasil pemeriksaan antibodi ternyata 98%
ibu-ibu dari anak terinfeksi HIV adalah seropositif.4,5 Karena sebagian besar anak terinfeksi melalui penularan vertikal
dari ibu ke anak, maka bertambahnya jumlah anak terinfeksi HIV yang didapat saat perinatal sebanding dengan
peningkatan jumlah penularan secara heteroseksual dan jumlah ibu usia produktif terinfeksi HIV. Angka penularan
vertikal berkisar antara 14-39% dan malahan risiko penularan pada anak diperkirakan 29-47%.6,7 Perkembangan
kelainan sistem imun dan munculnya gejala penyakit pada anak terinfeksi HIV lebih cepat dibandingkan orang dewasa.
Insidens AIDS yang tertinggi terjadi pada tahun pertama kehidupan dan hampir seluruh kasus infeksi terjadi pada saat
perinatal, dan gejala kliniks akan muncul dalam sepuluh tahun pertama kehidupan. Munculnya penyakit pnemonia
pneumocystis carinii, pnemonia interstisial limfoid, infeksi bakteri berulang, dan kurang gizi merupakan gejala yang
sangat sering ditemukan pada penderita AIDS. Penyakit lain yang juga merupakan tanda spesifik AIDS pada anak adalah
tuberkulosis milier, diare persisten, dan otitis media.
Munculnya gejala klinis pada anak terinfeksi HIV sebagian tergantung adanya infeksi penyakit lain, dan tersedianya
fasilitas perawatan dan pengobatan di wilayah tempat tinggal penderita. Gejala klinis yang muncul pertama pada anak
adalah penyakit infeksi bakteri berulang dan biasanya muncul pada bayi berusia 4 bulan dengan batas usia berkisar 1-42
bulan. Tanda lain yang juga muncul adalah limfadenopati (40%) pada usia 7 bulan, splenomegali (31%) pada usia 3
bulan, dan hepatomegali (29%) pada usia 3 bulan.13 Gejala klinis yang lain adalah batuk dan atau sesak napas (58%),
diare (53%) dan sekitar 24% darinya merupakan diare perssiten, dan diare kronis yang ditemukan sekitar 35%. Biasanya
gejala yang ditemukan pada saat baru masuk rumah sakit adalah hepatomegali (54%), demam (>37,5oC) sekitar 50%,
gejala gangguan saluran napas (47%), kelainan kulit (46%), limfadenopati generalisata (42%), dan splenomegali (29%).
7

Penderita dengan penyakit herpes zoster sekitar 14%.1 Jika dilihat dari status gizi ternyata hanya 6,9% penderita dengan
status gizi normal. Tipe malnutrisi yang paling sering ditemukan adalah marasmus yaitu sekitar 56,9%. Sebagian besar
(96,6%) anak berusia 5 tahun atau lebih mempunyai berat badan dibawah normal, 93,8% stunted, dan 79,5% wasted.
Wasting yang berat sekitar 33,3%.1 Oleh karena itu, bila menemukan anak dengan status gizi buruk dan sangat sulit
memberi respons terhadap terapi nutrisi yang intensif maka patut dicurigai anak menderita HIV.14 Pnemonia sering
ditemukan pada anak terinfeksi HIV, terutama mereka yang mempunyai status gizi buruk. Penyebab pnemonia yang
sering ditemukan adalah Pneumocystis carinii (PCV), cytomegalovirus, lymphoid interstitial pnemonitis (LIP), dan
tuberkulosis. Pneumonia yang terjadi pada anak menderita HIV sangat sulit diobati dan sering berulang.11,15-19
Kelainan neurologik umumnya terjadi pada anak dengan infeksi HIV simtomatik. Kelainan yang ditemukan berupa
gangguan kognitif, kelainan bahasa, kelainan motoris, dan kelainan mikrosefali.1,56 Anemia umumnya terjadi pada
sekitar 20-70% AIDS. Anemia dapat disebabkan oleh infeksi kronis, kurang gizi dan fenomena penyakit autoimun.
Penderita umumnya mempunyai hematokrit kurang atau sama dengan 30%.1,11 Hitung CD4+ pada anak yang berusia
lebih dari 5 tahun adalah <200/mm3 disertai dengan imunosupresi yang berat, sedangkan anak yang berusia 1-5 tahun
adalah <500/mm3. Namun para ahli tidak setuju menggunakan perhitungan CD4+ sebagai indikator imunosupresi
terutama di negara yang sedang berkembang karena fasilitas pemeriksaan tidak ada.1,20 Diagnosis pada saat masuk
rumah sakit umumnya adalah tuberkulosis, diare, pnemonia, kandidiasis oral, infeksi telinga kronis, herpes zooster,
Moluskum kontagiosum, PCP, kardiomiopati, kejang, parotitis, dan riketsia.
4. PLAN :
Diagnosis
Gizi buruk tipe marasmus+ Pnemonia ec HIV
Pengobatan
Edukasi
8

Konsultasi
Pasien ini harus kontrol dan konsultasi mengenai penyakitnya ke dokter spesialis anak dan tim VCT agar dapat dicegah
komplikasi yang membahayakan pasien.

Pangkalan Bun, 2016


Presenter

(dr. Mia Trisna Dewi)

Pendamping

(dr. Juliana)

Pembimbing

(dr. Diah, Sp. A.)