Anda di halaman 1dari 17

Senin, 5 September 2016

Tugas Praktikum ke-1


Perencanaan Dasar Ekowisata

IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN KUALITAS SUPPLY


PADA KAWASAN ALAMI
(Studi Kasus: Curug Pangeran, Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung
Halimun-Salak)

Praktikum 2 / Kelompok 3
Disusun oleh:
Didik Setiyo Budi

J3B114010

Tim Pengajar:
Dr. Ricky Avenzora, M.Sc.F
Bedi Mulyana, S.Hut, M.Par, M.oT
Rini Untari, S.Hut, M.Si
Helianthi Dewi, S.Hut, M.Si
Asisten Dosen:
Alvionita Ritawati,A.Md
Dayah Nasution, A.Md
Maulana Yusuf, A.Md

PROGRAM KEAHLIAN EKOWISATA


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................. 2
I. PENDAHULUAN................................................................................... 3
1.1. Latar Belakang............................................................................3
1.2. Tujuan.......................................................................................... 3
II. TINJAUAN PUSTAKA............................................................................4
2.1. Identifikasi................................................................................... 4
2.2. Pengukuran................................................................................. 4
2.3. Kualitas....................................................................................... 4
2.4. Supply......................................................................................... 5
2.5. Kawasan Alami............................................................................5
III. KONDISI UMUM.................................................................................6
IV. METODE PRAKTIKUM.........................................................................8
4.1. Lokasi dan Waktu........................................................................8
4.2. Alat dan Bahan............................................................................8
V. HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................9
VI. SIMPULAN....................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................17

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kawasan alami merupakan suatu lanskap alami yang memiliki sumberdaya
alam dan pengelolaanya bersifat menjaga, mempertahankan dan meningkatkan
kelestarian kawasan alami tersebut. Kawasan alami dapat dijadikan sebagai objek
kegiatan wisata. Sebagai objek dari kegiatan wisata, tentunya kawasan alami
mempunyai berbagai penawaran yang disuguhkan untuk para pengunjung.
Supply wisata adalah segala sesuatu baik barang ataupun jasa yang
ditawarkan kepada pengunjung pada suatu kawasan wisata. Berbicara mengenai
penawaran wisata meka akan berkaitan dengan apa dan berapa banyak yang
ditawarkan, kepada siapa tawaran itu ditawarkan dan kapan waktu penawaran
tersebut diberikan. Suatu penawaran wisata akan dipengaruhi oleh apa dan berapa
banyak penawaran yang diberikan, kapan penawaran tersebut dapat diberikan dan
kepada siapa saja penawaran tersebut dapat diberikan.
Curug Pangeran sendiri mempunyai potensi wisata alami yang dapat telah
dikembangkan sebagai kawasan wisata. Potensi alami tersebut dapat dikelola
berdasarkan supply untuk menarik pengunjung datang ke Curug Pangeran. Dalam
menghasilkan suatu penawaran wisata yang baik, diperlukan adanya pengukuran
kualitas dari penawaran yang ada, sehingga diharapkan segala sumber daya yang
ditawarkan dapat mengoptimasi kepuasan pengunjung.
1.2. Tujuan
Praktikum Identifikasi dan Pengukuran Kualitas Supply pada Kawasan
Alami memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Mengetahui dan memahami pengertian serta manfaat pengukuran supply
pada kawasan wisata alami.
2. Mengetahui mengenai inventarisasi supply di kawasan wisata alami.
3. Mengetahui penilaian pengunjung terhadap kawasan wisata, daya tarik
wisata dan atraksi wisata, serta fasilitas pada kawasan dan objek wisata.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Identifikasi
Identifikasi adalah proses pengenalan, menempatkan obyek atau individu
dalam suatu kelas sesuai dengan karakteristik tertentu. ( Menurut JP Chaplin yang
diterjemahkan Kartini Kartono yang dikutip oleh Uttoro 2008 : 8). Menurut
Poerwadarminto (1976: 369) Identifikasi adalah penentuan atau penetapan
identitas seseorang atau benda. Menurut ahli psikoanalisis identifikasi adalah
suatu proses yang dilakukan seseorang, secara tidak sadar, seluruhnya atau
sebagian, atas dasar ikatan emosional dengan tokoh tertentu, sehingga ia
berperilaku atau membayangkan dirinya seakan-akan ia adalah tokoh tersebut.
2.2. Pengukuran
Menurut Cangelosi (1995: 21) pengukuran adalah proses pengumpulan data
melalui pengamatan empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi
yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini guru menaksir
prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa,
mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka katakan, dan
menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium,
dan merasakan.
Menurut Zainul dan Nasution (2001) pengukuran memiliki dua karakteristik
utama yaitu: 1) penggunaan angka atau skala tertentu; 2) menurut suatu aturan
atau formula tertentu. Pengukuran merupakan pemberian angka terhadap suatu
atribut atau karakter tertentu yang dimiliki oleh seseorang, atau suatu obyek
tertentu yang mengacu pada aturan dan formulasi yang jelas. Aturan atau
formulasi tersebut harus disepakati secara umum oleh para ahli.
Jadi, Pengukuran (measurement) adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk
menentukan fakta kuantitatif dengan membandingkan sesuatu dengan satuan
ukuran standar yang disesuaikan sesuai dengan objek yang akan diukur.
Pengukuran bukan hanya dapat mengukur hal-hal yang tampak saja namun dapat
juga mengukur benda-benda yang dapat di bayangkan seperti kepercayaan
konsumen, ketidak pastian dll. Pengukuran dalam bidang pendidikan berarti
mengukur atribut atau karakteristik peserta didik tertentu. Dalam hal ini yang
diukur bukan peserta didik tersebut, akan tetapi karakteristik atau atributnya.
2.3. Kualitas
Menurut Goetch dan Davis, Kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang
berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses dan lingkungan yang
memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.

2.4. Supply
Supply wisata adalah segala sesuatu baik barang ataupun jasa yang
ditawarkan kepada pengunjung pada suatu kawasan wisata. Berbicara mengenai
penawaran wisata meka akan berkaitan dengan apa dan berapa banyak yang
ditawarkan, kepada siapa tawaran itu ditawarkan dan kapan waktu penawaran
tersebut diberikan (Avenzora 2008). Sedangkan Damanik Weber (2006)
mengatakan bahwa penawaran wisata dapat dikategorikan menjadi bentuk produk
dan jasa. Produk wisata adalah semua produk yang diperuntukkan bagi seseorang
dalam melakukan kegiatan wisata. Sedangkan, jasa wisata adalah gabungan
produk komposit yang terangkum dalam atraksi transportasi, akomodasi dan
hiburan. Produk dan jasa ini harus sudah siap dikonsumsi oleh wisatawan.
Elemen penawaran meliputi atraksi, aksesibilitas dan amenitas.Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pengertian dari fungsi dan respon psikologis elemen desain
adalah sekelompok aktivitas pada jenis tertentu dan tanggapan atau balasan
mengenai perilaku dan fungsi mental manusia yang berhubungan dengan bagianbagian dasar yang mendasari suatu desain.
2.5. Kawasan Alami
Kawasan alami merupakan suatu lanskap alami yang memiliki sumberdaya
alam dan pengelolaanya bersifat menjaga, mempertahankan dan meningkatkan
kelestarian kawasan alami tersebut

III. KONDISI UMUM


Curug Pangeran merupakan satu dari sekian banyak curug di Bogor yang
berada di kawasan Taman Nasional Gunung Salak. Selain Curug Pangeran, masih
banyak curug lain di Bogor yang lokasinya berada di kawasan Taman Nasional
Gunung Salak. Curug lainnya seperti Curug Ngumpet, Curug Cigamea, Curug
Seribu dan beberapa curug lain yang mungkin masih anonim. Curug Pangeran
sendiri tingginya tidak sampai 10 meter hanya sekitar 6 meter saja. Airnya terlihat
sangat jernih dan bersih, di bawahnya terbentuk sebuah kolam alami dengan
kedalaman sekitar 2 meter. Ukurannya tidak terlalu besar, namun cukup untuk
berenang dan basah-basahan bermain air. Curug inilah salah satu alasan yang
membawa traveler datang ke Curug Pangeran
Sementara di depan curug akan menemukan pemandangan batu-batu alam
yang berukuran cukup besar. Batu-batu tersebut terlihat berserakan di sungai
yang menjadi aliran dari Curug Pangeran. Akses menuju lokasi Curug Pangeran
sendiri tidaklah terlalu sulit. Kita hanya perlu berjalan sekitar 500 meter dari
lokasi parkir untuk sampai ke lokasi air terjun. Track nya juga tidak berat-berat
amat sehingga siapapun bisa datang ke sana.

Gambar 1 Curug Alami


Sumber : Dokumentasi Kelompok 4 (2015)

Kegitan menarik yang bisa dilakukan di Curug Pangeran seperti yang sudah
disinggung di atas, Curug Pangeran tidak menawarkan kemegahan dengan
ketinggian yang dimiliki. Curug ini menawarkan kenyamanan dengan air jernih
dan dingin yang dimilikinya. Berenang atau berendam menjadi aktivitas paling
menarik untuk dilakukan di Curug Pangeran. Keberadaan kolam renang di
bawahnya menjadi alasan kenapa kita harus mengunjungi curug yang satu ini.
Kegiatan lainnya bagi yang suka camping di alam terbuka juga bisa mendirikan
tenda dan bermalam di sekitar Curug Pangeran karna di sana ada spot camping
yang bisa menampung beberapa tenda. Sebenarnya, di sekitar Curug Pangeran
sudah ada beberapa penginapan yang bisa disewa jika ingin bermalam. Namun,
camping sepertinya akan terasa lebih seru jika kamu datang ke Curug Pangeran
bersama teman-teman

IV. METODE PRAKTIKUM

3.1. Lokasi dan Waktu


Observasi lapang praktikum Identifikasi dan Pengukuran Kualitas Supply
pada Kawasan Alami dilaksanakan pada hari Kamis, 8 September 2016 di Curug
Pangeran, Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak pada pukul
16.00-17.00 WIB.
3.2. Alat dan Bahan
Praktikum Identifikasi dan Pengukuran Kualitas Supply pada Kawasan
Alami membutuhkan alat dan bahan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan
pengambilan data. Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut.
Tabel 1. Alat dan Bahan yang digunakan dalam praktikum Identifikasi dan Pengukuran Kualitas
Supply pada Kawasan Alami
No.

Alat dan Bahan

Fungsi

1.

Buku panduan praktikum

Sebagai pedoman pelaksanaan praktikum

2.

Alat Tulis

Sebagai media pencatatan data yang telah diperoleh

2.

Notebook

Sebagai media dalam mengolah data dan membuat laporan

3.

Modem

Sebagai media studi litelatur

4.

Kamera

Sebagai media dalam pengambilan gambar

5.

Flasdisk

Sebagai media penyimpanan data dan laporan

6.

Printer

Sebagai media dalam mencetak laporan

3.3. Pendekatan Metode Praktikum


Pendekatan metode yang dilakukan penulis terbagi menjadi beberpa tahap.
Tahapan pendekatan metode praktikum tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mencari literatur dari berbagai sumber
2. Observasi ke lokasi
3. Menyusun hasil data yang telah dicari
4. Menuliskan dan memindahkan hasil pencarian ke dalam laptop
5. Membuat laporan
6. Membuat power point

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Karakteristik Pengunjung/Wisatawan


a. Jenis Kelamin
Identifikasi jenis kelamin yang pertama yaitu berdasarkan jenis kelamin.
Jenis kelamin merupakan salah satu unsur penting untuk mengidentifikasi
karakteristik pengunjung. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap
20 responden, pengunjung yang mendominasi kunjungan di Curug Pangeran
adalah pengunjung yang berjenis kelamin laki-laki. Pengunjung yang
berjenis kelamin laki-laki sebanyak 60% lebih banyak dibandingkan dengan
pengunjung berjenis kelamin perempuan sebesar 40%. Perbedaan jumlah ini
dipengaruhi oleh objek wisata Curug Pangeran yang memang merupakan
salah satu objek wisata minat khusus. Pengunjung yang datang ke Curug
Pangeran harus menempuh tangga yang cukup jauh dan menantang,
sehingga kondisi ini mengakibatkan tidak banyak perempuan yang tertarik
pada aktivitas yang menguras banyak tenaga seperti ini.

Grafik 1 Jenis Kelamin

b. Status Pernikahan
Berdasarkan status pernikahan, pengunjung yang datang ke Curug
Pangeran rata-rata berstatus single. Alasan yang mendasari pengunjung yang
memiliki status single lebih banyak mengunjungi Curug Pangeran dari pada
pengunjung dengan status menikah, karena seorang yang memiliki status
single lebih bebas dalam berkegiatan dibandingkan orang dengan status
menikah yang masih banyak memiliki kewajiban atas dirinya dan
keluarganya. Selain itu, pengunjung dengan status single biasanya
mengunjungi objek wisata secara rombongan, sehingga jumlahnya menjadi

lebih banyak dibandingkan pengunjung dengan status menikah yang


mengunjungi suatu objek wisata bersama pasangan atau keluarganya.

Grafik 2 Status Pernikahan

c. Umur
Umur menggambarkan range pengunjung yang mendominasi. Dominasi
yang didasari dengan tujuan dan motivasi tertentu. Dari hasil observasi data,
disimpulkan bahwa ada 2 range umur yaitu dari umur 15-20 serta 21-37
tahun. Dalam hal ini pengunjung dengan umur 15-20 tahun lebih
mendominasi kunjungan dengan persentase sebesar 80% atau 16 orang
responden, dengan rincian 6 orang di usia 15 tahun, 3 orang di usia 16 tahun
5 orang di usia 18 tahun dan 2 orang di usia 20 tahun. Sedangkan pada range
umur 20-37 tahun persentase sebesar 20% atau 6 orang responden, dengan
rincian 2 orang di usia 21 tahun, 2 orang di usia 22 tahun, 1 orang di usia 32
tahun dan 1 orang di usia 37 tahun.
Alasan yang mendasari banyaknya pengunjung di umur 15-20 tahun
adalah karena seseorang dengan umur 15-20 tahun masih dalam masa
pencarian jati diri, sehingga masih memiliki keinginan untuk bermain-main
ke tempat-tempat wisata untuk mendapatkan banyak pengalaman.

Grafik 3 Umur

d. Pendidikan
Sama seperti faktor karakteristik pengunjung yang lain, pendidikan juga
memiliki keterkaitan dengan motivasi pengunjung. Rata-rata pendidikan
terakhir responden yang mengunjungi Curug Alami adalah pengunjung
dengan pendidikan terakhir SMP 40% atau 8 orang pengunjung, dan 60%
atau 12 orang dengan pendidikan terakhir SMA.
Hal ini dikarenakan seseorang yang memiliki tingkat pendidikan setara
SMP dan SMA secara otomatis akan menduduki pekerjaan yang rendah,
sehingga lebih banyak memiliki waktu senggang dibandingkan dengan orang
dengan pendidikan tinggi, dengan pekerjaan yang baik dan dengan
kesibukan yang padat.

Grafik 4 Pendidikan Terakhir

e. Pekerjaan
Responden yang mengunjungi Curug Alami didominasi oleh mahasiswa
dengan persentase 45% atau 9 orang, di peringkat kedua adalah siswa
dengan persentase 40% atau 8 orang dan sisanya adalah wiraswasta dengan
persentase 10% atau 2 orang serta tidak bekerja dengan persentase 5% atau 1
orang.
Alasan yang mendasari kunjungan dari mahasiswa berada di jumlah
tertinggi karena banyaknya mahasiswa yang berkunjung untuk mengerjakan
tugas lapang atau berlibur di sela-sela aktivitas padatnya. Sementara alas an
dari siswa dalam berkunjung adalah berekreasi bersama teman-temannya
ketika sedang libur sekolah. Sementara untuk wiraswasta memiliki
persentase yang sedikit karena wiraswasta memiliki jadwal bekerja yang
padat bahkan jarang memiliki libur, sehingga jarang juga untuk mengunjungi
objek-objek wisata karena terlalu lelah bekerja, sehingga lebih memilih
untuk berlibur di rumah saja.

Grafik 5 Pekerjaan

4.2. Penilaian Pengunjung terhadap Kawasan Wisata


Berdasarkan hasil rekapitulasi yang tertera pada grafik 6, dapat disimpulkan
bahwa wisatawan merasa puas dengan kualitas kawasan kering, dibandingkan
dengan kawasan-kawasan lainnya. Hal ini dikarenakan, kawasan kering memiliki
lahan yang nyaman untuk digunakan berpiknik, mengambil gambar, bersantai,
hingga beistirhata setelah melakukan kegiatan tracking. Kawasan kering juga
dinilai memiliki pemandangan yang indah dan menenangkan.
Curug Alami yang menjadi daya tarik utama dari destinasi wisata bernama
sama tersebut, justru memiliki penilaian biasa saja dengan presentase sebesar
40% dan bahkan tidak puas dengan presentase sebesar 35%. Hal ini dikarenakan
persaingan yang cukup ketat dengan curug-curug lainnya yang memiliki debit air

yang lebih deras dibanding dengan debit air Curug Alami. Wisatawan
berpendapat, bahwa debit air di Curug Alami belum mampu bersaing dengan
curug-curug lainnya di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Goa Lumut, sama halnya dengan Curug Alami yang hanya puas mendapat
penlaian tidak puas dan biasa saja. Hal ini dipicu dengan kurang adanya
pengelolaan lebih lanjut terkait dengan keberadaan goa tersebut. Tidak adanya
pengelolaan yang lebih lanjut menanggapi adanya goa tersebut, membuat
wisatawan enggan untuk melangkahkan menujut tempat tersebut.

Grafik 6 Penilaian Pengunjung terhadap Kawasan Wisata

4.3. Penilaian Pengunjung terhadap Daya Tarik dan Atraksi Wisata


Hasil rekapitulasi data menyimpulkan bahwa rata-rata wisatawan tidak puas
dengan daya tarik yang ditawarkan di Curug Alami. Hal ini ditunjukkan pada
grafik 7 yang menyatakan bahwa Air terjun dan Goa lumut memiliki presentase
masing-masing 75% dan 73% tidak puas. Alasan ketidak-puasan para wisatawan
dipicu dengan keadaan Curug Alami yang memiliki debit air yang kecil, bahkan
koam air yang berada dibaah air terjun tersebut sudah mulai mengering. Hal ini
sangat disayangkan mengingat Curug Alami memiliki air yang sangat jernih
bewarna hijau ke-biru-biruan. Goa lumut juga demikan, goa tersebut masih belum
tersentuh pengelolaan secara terstrukur. Oleh karena itu, suatu hal yang lumrah
jika wisatawan juga tidak mau menyentuh goa tersebut.
Meskipun dominasi wisatawan menilai air tejun dan goa lumut kurang
memuaskan, namun wisatawan tetap memberikan angka 35% puas pada daya
tarik berupa pemandangan alam. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
wisatawan merasakan ketenangan dan kenyamanan ketika bersantai di sekeliling

pemandangan hijau nan anggun tersebut. Oleh karena itu, sudah selayaknya
pemandangan alam tersebut terus dijaga kealamaian, keaslian, dan keindahannya.
Karena justru pemandangan alam itulah yang memiliki peran besar dalam
menarik
minat
wisatawan.

Grafik 7 Penilaian Pengunjung Daya Tarik dan Atraksi Wisata

4.4. Penilaian Pengunjung terhadap Fasilitas pada Kawasan atau Objek


Wisata
Kamar mandi, gazebo, dan jalan setapak memiliki penilaian yang
memuaskan bagi dominansi wisatawan yang berwisata di Curug Alami. Mereka
menilai, kamar mandi memiliki keadaan yang bersih dan layak, meskipun tidak
terlalu mewah. Keadaan tersebut membuat para wisatawan memberikan nilai
puas dengan presentase sebesar 75%. Gazebo juga demikian, dengan presentase
sebesar 40%, wisatawan menilai gazebo menjadi salah satu tempat yang dapat
mereka gunakan untuk bersantai secara nyaman. Wisatawan menjadi bisa kembali
rileks hanya dengan bersantai sejenak di gazebo tersebut.

Grafik 8 Penilaian Pengunjung terhadap Fasilitas pada Kawasan atau Objek


Wisata

VI. SIMPULAN

Supply wisata adalah segala sesuatu baik barang ataupun jasa yang
ditawarkan kepada pengunjung pada suatu kawasan wisata. Berbicara mengenai
penawaran wisata meka akan berkaitan dengan apa dan berapa banyak yang
ditawarkan, kepada siapa tawaran itu ditawarkan dan kapan waktu penawaran
tersebut diberikan. Penilaian terhadap kualitas supply bermanfaat sebagai tolak
ukur evaluasi suatu kawasan untuk lebih meningkatkan pelayanannya kepada
pengunjung.
Pada kawasan wisata alami seperti Curug Alami, penawaran yang
ditawarkan hanya berupa daya tarik yaitu Air terjun, Goa lumut, Kawasan kering
serta dan Pemandangan serta fasilitas pendukung seperti toilet, saung untung
beristirahat dan warung.
Pengunjung kebanyakan puas terhadap daya tarik dan fasilitas yang
ditawarkan oleh Curug alami, pasalnya untuk objek wisata berpa air terjun dan
gia lumut jaraknya tidak terlalu jauh dari jalan raya dan tempat parkir, hanya
100m serta fasilitas yang ada di dalam kawasan Curug Alami ini sudah sangat
memadai dan bersih kondisinya.

DAFTAR PUSTAKA

Ramadhan.G. 2012. Wisata dan Ekowisata. Diunduh di http://gibran-deleonardo.blogspot.co.id/2012/09/wisata-dan-ekowisata.html. [5 September


2015].
Anonim.
2012.
Desain
Menurut
Para
Ahli.
Diunduh
di
http://sidongerti.blogspot.co.id/2012/07/makalah-si-unyuk-unsur-unsurseni-rupa.html [Kamis, 5 September 2015]
Rakhman A. 2010. Definisi Pengukuran Dan Penilaian Menurut Para Ahli.
Diunduh
di
https://mahasiswaupiserang.wordpress.com/2010/09/27/definisipengukuran-dan-penilaian-menurut-para-ahli/. [5 September 2015].
Anonim. 13 Desember 2012. Memahami Elemen-Elemen dalam Desain. Diunduh
di
http://duniakaomao.blogspot.com/2012/07/salar-de-uyuni-gurungaram-terbesar-di.html#ixzz3km1mxJDg [Rabu, 5 September 2015]
Damanik.E. 2014. Kumpulan Artikel: Pengertian Kualitas. Diunduh di
http://ariplie.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-kualitas-apa-itukualitas.html. [5 September 2015].
Anonim. Anjungan Provinsi Sumatera Utara TMII. Diunduh di
http://wikimapia.org/16057114/id/Anjungan-Provinsi-Sumatra-Utara
TMII.html [Kamis, 5 September 2015]

http://www.yukpiknik.com/jawa-barat/curug-pangeran/