Anda di halaman 1dari 5

STRATEGI

PELAKSANAAN

TINDAKAN

KEPERAWATAN

KOMUNIKASI

TERAPEUTIK (MENGOMPRES HANGAT)


A. PROSES KEPERAWATAN
1. KONDISI KLIEN
a Data Subjektif (DS)
Ibu klien mengatakan badan anaknya panas
Ibu klien mengatakan badan anaknya menggigil
Ibu klien mengatakan anaknya rewel terus-menerus
b Data Objektif (DO)
Pasien tampak lemah
Suhu : 38.5o C
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Hipotermia berhubungan dengan trauma/penyakit
3. TUJUAN KHUSUS
Suhu menjadi normal kembali yaitu 36-37oC
Pasien tidak tampak lemas
4. TINDAKAN KEPERAWATAN
Mengompres hangat

B. STRATEGI

KOMUNIKASI

DALAM

PELAKSANAAN

TINDAKAN

KEPERAWATAN SP.
1. Fase Perkenalan
a Salam terapeutik
P : Selamat pagi Ibu, selamat pagi pak
I : Selamat pagi juga mas
B : iya mas
b Perkenalan diri perawat dan klien
P : Perkenalkan nama saya Perawat Wanda julianingtyas,
ibu bapak bisa memanggil saya Mbak Wanda. Kalau boleh
tau nama anak ibu bapak siapa? Dan berapa usia anak ibu
ini?
I : iya mbak Wanda, nama anak saya Zahra, usianya
berapa ya mas?
B : usianya 6 bulan mbak
c Menyepakati pertemuan P
P : oke, baiklah bu pak.

Bagaimana

kalau

kita

membicarakan kondisi kesehatan adik Zahra di ruang


pemeriksaan.
I : Iya mbak
d Melengkapi identitas

P : baiklah bu, perkenalkan saya adalah mahasiswa


poltekkes keperawatan sidoarjo yang bertugas diruangan
ini. Saya perawat yang akan merawat anak ibu. Hari ini
saya dinas pagi mulai dari jam 07.00-14.00 WIB.
I : berikan pelayanan yang terbaik untuk anak saya mbak
B : iya mbak, karena dia anak pertama kami, kami tidak
mau hal hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak saya
e Menjelaskan peran perawat dan klien
P : disini saya berperan merawat anak ibu, tentu saja saya
mengharapkan peran aktif dari ibu, bapak dan adik untuk
bekerja

sama

dalam

tindakan

yang

saya

lakukan.

Bagaimana bu, pak, apa ibu bersedia?


I : iya mbak saya bersedia atas tindakan yang dilakukan
untuk anak saya
B : iya mbak kami berdua akan mendampingi anak kami,
f

jika rewel saat mbak rawat kami akan menenangkannya


Menjelaskan tanggung jawab perawat dan klien
P : apa ibu bapak ingin anaknya cepat sembuh dan tidak
rewel lagi?
I : iya pasti lah mas, setiap orang tua pasti menginginkan
kesembuhan untuk anaknya.
P : oleh sebab itu semua tindakan yang saya lakukan itu
menjadi tanggung jawab saya. Dan saya berharap ibu
bapak juga bertanggung jawab untuk kesembuhan adik
zahra. Supaya adik zahra dapat sembuh minimal anak ibu
tidak rewel dan suhunya kembali normal.
B : iya mbak, saya ikut bertanggung jawab untuk

kesembuhan anak kami


g Harapan perawat dan klien
P : ibu, disini saya perlu tekankan bahwa apa yang menjadi
harapan ibu bapak juga menjadi harapan saya. Semua hal
yang terjadi pada adik zahra bisa ibu bapak sampaikan
kepada saya
I : iya mbak. Saya berharap tidak terjadi apa apa pada
anak saya
B: iya mbak kami berharap anak kami cepat sembuh
setelah perawatan ini
h Kerahasiaan

P : ibu bapak tidak perlu cemas. Kalau tidak keberatan ibu


bisa sharing dengan saya tentang segala permasalahan
yang dialami adik zahra. insyaAllah kita bersama sama
mencarikan

jalan

keluarnya

dan

saya

tidak

akan

memberitahukannya pada orang yang tidak berhak untuk

tahu akan hal mengenai adik zahra


I : iya mbak, terimakasih.
B : iya tolong ya mbak
Tujuan hubungan
P : Semua tindakan tentu perlu adanya kerja sama yang
baik antara kita. Tujuannya supaya tindakan yang saya
lakukan dapat semaksimal mungkin. Bagaimana bapak
ibu?
B : Iya, apa yang bisa lakukan untuk membantu mbak dan
teman-teman tenaga kesehatan yang lain?
P : Bapak cukup kooperatif dengan kita, lalu bapak
menjaga anak bapak dan mengontrol perubahan yang

mungkin tidak kita ketahui


B : ohh.. iya mbak
Pengkajian keluhan utama
P : Kalau boleh tahu, reaksi apa yang ditunjukan adek
zahra?
B : Dia Cuma menangis saja mbak. Tapi waktu saya cek
badannya, terasa panas.
I : Iya benar mbak
P : Oh seperti itu, sejak berapa lama mengalami seperti
itu?
I : Kurang lebih 2 hari
P : ohh.. saya perhatikan memang adek zahra sedikit rewel

dan panas diakral nya.


>> Kontrak yang akan datang
Topik
P : baiklah bapak ibu, karena adik zahra terasa panas di
akralnya, saya akan kembali lagi untuk mengukur suhu dan
mengompres adik zahra
I : iya mbak, silahkan.
Waktu
P : bapak ibu saya akan lakukan tindakan beberapa menit
lagi, bagaimana bapak ibu?
B : iya mbak secepatnya kesini ya mbak.

P: baik pak.
Tempat
P : bapak ibu maunya tindakan untuk adik zahra dilakukan
dimana? Atau disini saja ya pak, melihat kondisi adik zahra
rewel terus nanti kalau pindah tempat dikhawatirkan
semakin rewel.
I : iya mbak disini saja
Validasi kontrak
P : baiklah kalau begitu bapak ibu saya permisi dulu untuk
mengambil termometer saya akan kembali 5 menit lagi
B : iya mbak
2. Fase orientasi
a. salam teraupetik
P : selamat pagi bapak ibu
I : selamat pagi
b. validasi data
P : bagaimana kondisi adik zahra saat saya tinggal
sebentar tadi ?
B : Masih sama mbak, masih rewel
P : Lalu bagaimana dengan badannya? Apakah masih
panas seperti tadi?
I : Masih mbak, kurang lebih sama
c. Mengingatkan kontrak topik
P : Bagaimana pak buk ini saya

sudah

membawa

peralatannya, apa masih ingat dengan apa yang akan saya


lakukan?
I : Iya mbak
d. Waktu
P : Apakah bapak ingat adek zahra kapan akan saya
kompres?
B : 5 Menit setelah mbak pergi kan?
e. Tempat
P : Apakah ingat juga dimana saya akan melakukan
tindakan?
I : Disini mbak
3. Fase Kerja
a. Persiapan alat :
Baskom berisi air hangat, waslap .
b. Langkah kerja :
1) Cuci tangan
2) Masukkan waslap kedalam baskom berisi air hangat.
3) Peras terlebih dahulu sebelum diletakkan di dahi
pasien.
4) Letakkan waslap tadi di dahi pasien.

P : Pak jika waslap sudah dirasa sedikit kering, nanti


masukkan lagi waslap ke dalam baskom berisi air
hangat lagi ya pak.
B : Iya suster.
5) Jika waslap sudah sedikit kering, masukkan lagi
waslap ke dalam baskom berisi air hangat lagi.
6) Lalu letakkan kembali di dahi pasien.
P : Lakukan hingga 15-20 menit ya pak. Jika air di dalam
baskom

sudah

tidak

hangat

lagi,

bapak

boleh

menggantinya dengan yang baru.


B : Baik suster nanti saya akan melakukannya.
7) Cuci tangan.
4. Fase Terminasi
a Evaluasi hasil (evaluasi subjektif)
P : Bagaimana suhu badan anak bapak setelah saya
kompres? Apakah demamnya sudah mulai turun pak ?
B : Iya sus, suhu badannya sudah mulai turun. Tidak
sepanas suhu badan yang awal tadi.
P : Iya pak, setelah dilakukan kompres dengan air hangat
suhu tubuh anak bapak mulai turun. Sekarang suhunya
37oC. Nanti bapak bisa melakukan mengompres hangat
sendiri untuk anak bapak.
B : Baik suster.
b Rencana tindak lanjut
P : Baik bu, kompres hangat itu dilakukan jika suhu anak
ibu terasa demam kembali.
I : Iya suster, nanti saya akan lakukan jika suhu anak saya
terasa demam kembali.
c Salam terapeutik
P : Baiklah pak bu, tindakan mengompres hangat sudah
selesai. Saya permisi dulu. Terimakasih atas kerja sama ibu
dan bapak. Assalamualaikum.
I : Iya suster sama-sama. Waalaikumsalam.