Anda di halaman 1dari 191

PERAN CORPORATE GOVERNANCE

DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP


PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT
PADA PERUSAHAAN TERDAFTAR DI BEI
PERIODE 2010-2011

SKRIPSI
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
pada Universitas Negeri Semarang

Oleh :
Idah
NIM 7211409040

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
i

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al
Insyirah: 5).
Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu
memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan
dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. AlBaihaqi).

PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan untuk:
Kedua orang tuaku Bapak H. Slamet dan
Ibu

Hj.

Umriyah

yang

selalu

memberikan kasih sayang, doa dan


semangat.
Kakakku Nur Casiyah, Nur Aeni, Sri
Rahayu dan Adikku Aditya Prakoso
yang selalu

memberikan

doa

dan

semangat
Sahabat-sahabatku Dewi, Beta, Rizka,
Fuji, Henggar, Singgih, Lala, Yolanda,
Lia, dan anak-anak kos Ariesta yang
selalu memberikan semangat.
Dosen serta staf jurusan akuntansi.
Teman-teman Akuntansi A 2009
Almamaterku

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, karena penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Peran
Corporate Governance dan Karakteristik Perusahaan terhadap Pengungkapan
Sustainability Report pada Perusahaan Terdaftar di BEI Periode 2010-2011.
Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini telah mendapatkan bantuan,
dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, maka dengan rasa hormat penulis
menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.

Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, Rektor Universitas Negeri Semarang.

2.

Dr. S. Martono, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri


Semarang.

3.

Drs. Fachrurrozie, M.Si, Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi


Universitas Negeri Semarang.

4.

Drs. Heri Yanto, MBA, PhD, Dosen Pembimbing I yang telah berkenan
memberikan bimbingan, pengarahan dan motivasi dalam penyelesaian
skripsi ini.

5.

Nanik Sri Utaminingsih, SE, M.Si, Akt, Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan, pengarahan dan motivasi dalam penyelesaian
skripsi ini.

6.

Agung Yulianto, S.Pd. M.Si. Dosen Penguji Skripsi yang telah memberikan
masukan sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

vi

SARI
Idah. 2013. Peran Corporate Governance dan Karakteristik Perusahaan
terhadap Pengungkapan Sustainability Report pada Perusahaan Terdaftar di BEI
Periode 2010-2011. Skripsi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Heri Yanto, MBA, PhD., Pembimbing II:
Nanik Sri Utaminingsih, SE. M.Si, Akt.
Kata Kunci: Sustanability Report, Dewan Komisaris, Komite Audit, Dewan
Direksi, Governance Committee, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage,
Aktivitas Perusahaan, Ukuran Perusahaan.
Sustainability report adalah laporan sukarela untuk menyajikan laporan
tanggung jawab perusahaan aspek sosial, ekonomi, lingkungan. Ini adalah
bagian dari pengungkapan perusahaan untuk mendapatkan legitimasi dari para
stakeholder. Teori stakeholder dan legitimasi menjelaskan bahwa pengungkapan
sustainability report merupakan cara perusahaan dalam mendapatkan legitimasi
dari masyarakat sebagai pelaksanaan good corporate governance. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui peran corporate governance (dewan komisaris,
komite audit, dewan direksi, governance committee) dan karakteristik
perusahaan (profitabilitas, likuiditas, leverage, aktivitas perusahaan dan ukuran
perusahaan) terhadap pengungkapan sustainability report.
Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan terdaftar di Bursa Efek
Indonesia 2010-2011. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling.
Sampel yang masuk kriteria sebanyak 61 perusahaan. Unit analisis sampel untuk
tahun 2010-2011 sebanyak 122 annual report. Metode analisis data penelitian
ini yaitu regresi logistik.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel dewan direksi, governance
committee, profitabilitas dan ukuran perusahaan berperan positif terhadap
pengungkapan sustainability report. Dewan komisaris, komite audit, likuiditas,
leverage, dan aktivitas perusahaan tidak berperan terhadap pengungkapan
sustainability report.
Simpulan dari penelitian adalah variabel dewan direksi, governance
committee, profitabilitas dan ukuran perusahaan dapat memberikan peran
penting dalam pengungkapan sustainability report. Saran untuk penelitian
selanjutnya dengan menggunakan pengukuran variabel yang berbeda, dengan
jenis perusahaan yang sama.

viii

ABSTRACT
Idah, 2013. The Role of Corporate Governance and Company Characteristics
on Sustainability Report Disclosure on Company Listed in Indonesia Stock
Exchange Period of 2010-2011. Final Project. Accounting Department. Faculty
of Economics. Semarang State University. Advisor I: Drs. Heri Yanto, MBA,
PhD. Advisor II: Nanik Sri Utaminingsih, SE, M.Si, Akt.
Keywords: Sustainability Report, Board of Commisioners, Audit
Committee, Board of Directors, Governance Committee,
Profitability, Liquidity, Leverage, Company Activity,
Company Size
Sustainability report is a voluntary report to present corporate
responsibility on social, economy, and environment aspects. This report is a part
of corporate disclosures to obtain stakeholders legitimacy. Stakeholder and
legitimacy theories explain that sustainability report is a corporate method in
obtaining legitimacy from public as the implementation of good corporate
governance. The objective of this study is to know the roles of corporate
governance (board of commissioner, board of directors, audit committee,
governance committee) and corporate characteristics (profitability, liquidity,
leverage, company activity, company size) toward sustainability report
disclosure.
The population of the study is all companies listed on Indonesia Stock
Exchange 2010-2011. Using purposive sampling technique, the study collected
data from 61 companies. There are 122 annual reports as unit of analysis in
2010-2011. This study used logistics regression as an analysis method.
The results of regression analysis show that the variable of board of
directors, governance committee, profitability, company size have a positive
effect on sustainability report disclosure. Board of directors, audit committee,
liquidity, leverage and company activity do not impact on sustainability report
disclosure.
The study concludes that variable of board of directors, governance
committee, profitability and company size impact on sustainability report
disclosure. Future research should use a different variable measurement and use
the same type of company.

ix

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................................ ii
PENGESAHAN KELULUSAN ......................................................................... iii
PERNYATAAN.................................................................................................. iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ....................................................................... v
KATA PENGANTAR ........................................................................................ vi
SARI................................................................................................................... viii
ABSTRCT ........................................................................................................... ix
DAFTAR ISI ........................................................................................................ x
DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 9
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................... 10
1.4 Manfaat Penelitian ......................................................................... 11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori .............................................................................. 13
2.1.1 Teori Stakeholder .................................................................. 13
2.1.2 Teori Legitimasi .................................................................... 16

2.1.3 Konsep Pembangunan Berkelanjutan ................................... 20


2.1.3.1 Definisi Keberlanjtan ............................................... 20
2.1.3.2 Pembangunan Berkelanjutan .................................... 21
2.1.4 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan ..................................... 23
2.1.5 Sustainability Report............................................................. 24
2.1.5.1 Definisi Sustainability Report .................................. 24
2.1.5.2 Pengungkapan Sustainability Report........................ 25
2.1.6 Corporate Governance ......................................................... 27
2.1.6.1 Definisi dan Konsep Corporate Governance ........... 27
2.1.6.2 Dewan Komisaris ..................................................... 29
2.1.6.3 Komite Audit ............................................................ 30
2.1.6.4 Dewan Direksi .......................................................... 32
2.1.6.5 Governance Committee ............................................ 33
2.1.7 Karakteristik Perusahaan ...................................................... 34
2.1.7.1 Profitabiltas .............................................................. 34
2.1.7.2 Likuiditas .................................................................. 36
2.1.7.3 Leverage ................................................................... 38
2.1.7.4 Aktivitas ................................................................... 40
2.1.7.5 Ukuran Perusahaan ................................................... 42
2.2 Penelitian Terdahulu ...................................................................... 43
2.3 Kerangka Berfikir dan Perumusan Hipotesis ................................. 46
2.3.1 Kerangka Berfikir ................................................................ 46
2.3.2 Perumusan Hipotesis............................................................. 53

xi

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 Jenis dan Desain Penelitian ............................................................. 55
3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel ....................... 55
3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ................................. 57
3.3.1 Variabel Terikat .................................................................... 57
3.3.2 Variabel Bebas ...................................................................... 58
3.3.2.1 Corporate Governance ............................................. 58
3.3.2.2 Karakteristik Perusahaan .......................................... 59
3.4 Metode Pengumpulan Data ............................................................. 63
3.5 Metode Analisis Data ...................................................................... 63
3.5.1 Statistik Deskriptif ................................................................ 64
3.3.2 Regresi Logistik .................................................................... 64
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ............................................................................... 69
4.1.1 Statistik Deskriptif ................................................................ 69
4.1.2 Hasil Analisis Regresi Logistik ............................................ 77
4.1.3 Overall Model Fit ................................................................. 82
4.1.4 Analisis Uji Kelayakan Model Regresi ................................ 84
4.1.5 Pengujian Hipotesis .............................................................. 85
4.2 Pembahasan..................................................................................... 89
4.2.1 Dewan Komisaris tidak berperan positif terhadap
Pengungkapan SR ................................................................. 89
4.2.2 Komite Audit tidak berperan positif terhadap

xii

Pengungkapan SR ................................................................. 91
4.2.3 Dewan Direksi berperan positif terhadap Pengungkapan
SR.......................................................................................... 92
4.2.4 Governance Committee berperan positif terhadap
Pengungkapan SR ................................................................. 93
4.2.5 Profitabilitas berperan positif terhadap Pengungkapan SR .. 94
4.2.6 Likuiditas tidak berperan positif terhadap
Pengungkapan SR ................................................................. 96
4.2.7Leverage tidak berperan positif terhadap Pengungkapan
SR ........................................................................................... 97
4.2.8 Aktivitas Perusahaan tidak berperan positif terhadap
Pengungkapan SR ................................................................. 98
4.2.9 Ukuran Perusahaan berperan positif terhadap
Pengungkapan SR ................................................................. 99

BAB V PENUTUP
4.1 Simpulan ......................................................................................... 101
4.2 Saran ............................................................................................... 102

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... .104


LAMPIRAN ...................................................................................................... .108

xiii

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1

Ringkasan Penelitian Terdahulu .................................................. 43

Tabel 2.2

Perbedaan dengan Penelitian Terdahulu...................................... 46

Tabel 3.1

Proses Pemilihan Sampel Penelitian ............................................ 56

Tabel 3.2

Definisi Operasional Variabel ..................................................... 61

Tabel 4.1

Hasil Analisis Kelas Frequency Variabel Penungkapan SR ....... 69

Tabel 4.2

Hasil Analisis Deskriptif Dewan Komisaris ................................ 70

Tabel 4.3

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Komite Audit........................ 71

Tabel 4.4

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Dewan Direksi ...................... 72

Tabel 4.5

Hasil Analisis Kelas Frequency Governance Committee ............ 73

Tabel 4.6

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Profitabilitas ......................... 74

Tabel 4.7

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Likuiditas ............................. 74

Tabel 4.8

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Leverage ............................... 75

Tabel 4.9

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Aktivitas Perusahaan ............ 76

Tabel 4.10

Hasil Analisis Deskriptif Variabel Ukuran Perusahaan .............. 77

Tabel 4.11

Regresi Logistik Variables In The Equation ............................... 78

Tabel 4.12

Literation History ........................................................................ 82

Tabel 4.13

Model Summary .......................................................................... 83

Tabel 4.14

Hosmer and Lemeshow Test ....................................................... 84

Tabel 4.15

Variables In The Equation ........................................................... 86

Tabel 4.16

Ringkasan Hasil Uji Hipotesis ..................................................... 88

xiv

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1

Kerangka Berfikir .................................................................... 53

xv

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1

Proses Seleksi Sampel ............................................................. 108

Lampiran 2

Daftar Perusahaan Sampel ....................................................... 124

Lampiran 3

Pengukuran Sustainability Report ............................................ 126

Lampiran 4

Pengukuran Dewan Komisaris ................................................. 128

Lampiran 5

Pengukuran Komite Audit........................................................ 131

Lampiran 6

Pengukuran Dewan Direksi ...................................................... 134

Lampiran 7

Pengukuran Governance Committee ........................................ 137

Lampiran 8

Pengukuran Profitabilitas ......................................................... 139

Lampiran 9

Pengukuran Likuiditas ............................................................. 142

Lampiran 10

Pengukuran Leverage ............................................................... 145

Lampiran 11

Pengukuran Ativitas Perusahaan .............................................. 148

Lampiran 12

Pengukuran Ukuran Perusahaan .............................................. 151

Lampiran 13

Hasil Tabulasi Data Sekunder 2010 ......................................... 154

Lampiran 14

Hasil Pengolahan Data Statistik ............................................... 172

xvi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Keuntungan merupakan salah satu tujuan utama dari suatu perusahaan.
Beberapa

tahun

terakhir,

sebagian

perusahaan

di

Indonesia

mulai

menyeimbangkan antara orientasi keuntungan dan perbaikan lingkungan.


Perusahaan mulai melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk lingkungan
dan sosialnya yang dikenal dengan Triple Bottom Line (3P). Triple Bottom Line,
atau 3P yaitu Profit, People, and Planet. Profit, mengejar keuntungan untuk
kepentingan shareholders, dan memperhatikan kepentingan stakeholders. People,
memenuhi kesejahteraan masyarakat. Planet, berpartisipasi aktif dalam menjaga
kelestarian lingkungan (Utomo, 2010).
Konsep 3P dianggap sebagai pilar utama dalam membangun bisnis
berkelanjutan, serta untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Tujuan dari
pembangunan berkelanjutan adalah untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang
tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi
kebutuhan mereka. Sebagai kekuatan penting dalam masyarakat, organisasi dalam
bentuk apapun memiliki sebuah peran penting dalam pencapaian tujuan ini
(Commission on Environment and Development dalam GRI, 2006).
Pengelolaan sumber daya memerlukan cara tepat agar dapat memenuhi
kebutuhan generasi yang akan datang. Salah satu cara perusahaan dalam
pengelolaan sumber daya adalah dengan mengurangi dampak lingkungan dari

operasional bisnis perusahaan, meminimalkan sumber daya yang digunakan serta


kemunculan limbah (Luthfia, 2012). Banyak hal harus dilakukan untuk dapat
mewujudkan pembangunan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan
berkelanjutan. Salah satu tantangan utama dari pembangunan berkelanjutan adalah
tuntutan adanya pilihan-pilihan dan cara berpikir inovatif. Perkembangan
pengetahuan dan teknologi tidak hanya dituntut memberikan kontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat membantu dalam memecahkan
permasalahan terkait risiko dan ancaman terhadap keberlanjutan dari hubungan
sosial, lingkungan, dan perekonomian (GRI, 2006). Isu lain yang cukup mencolok
adalah soal kerusakan lingkungan dan upaya mengelola sumber energi alternatif
ramah lingkungan (Rahman, 2008).
Sustainability report merupakan bagian dari konsistensi perusahaan dalam
pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungannya yang bersifat
sukarela.

Pengungkapan

sukarela

merupakan

pilihan

bebas

manajemen

perusahaan untuk memberikan informasi akuntansi dan informasi lainnya yang


dipandang relevan untuk keputusan oleh para pemakai laporan keuangan tersebut
(Almilia dan Retrianasari, 2007). Hal ini termasuk laporan keuangan, laporan
CSR ataupun sustainability report sebagai penilaian awal atas kredibilitas suatu
perusahaan. Standar pelaporan sustainability report yang diakui secara
internasional mengacu pada Global Reporting Initiative (GRI).
Sustainability Report merupakan

alat untuk

memenuhi

kewajiban

perusahaan yang melaporkan kinerjanya dalam tiga aspek yaitu sosial, ekonomi,
dan lingkungan (Jalal, 2007). Laporan kinerja bisa disebut sustainability report

(laporan keberlanjutan) apabila kinerja yang dilaporkannya dalam kurun waktu


tertentu sudah menunjukkan kecenderungan membaik menuju dampak positif.
Masyarakat luas bisa melihat aktivitas CSR perusahaan melalui sustainability
report perusahaan itu sendiri.
Pengungkapan

Sustainability

Report

merupakan

bentuk

perusahaan dalam mempublikasikan laporan keberlanjutan.


memberikan

informasi

tentang pertanggungjawaban

komitmen

Laporan ini

perusahaan

terhadap

lingkungan dan sosial. Laporan ini disusun berdasarkan Pedoman Sustainability


Report Global Reporting Initiative (GRI). Sustainability report mempunyai
standar pengungkapan

yang mencerminkan

keseluruhan aktivitas

perusahaan. Dalam hal ini, sustainability report berbeda dengan

sosial
laporan

keuangan. Melalui sustainability report, kinerja perusahaan bisa langsung dinilai


oleh pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan, media massa, khususnya
para investor dan kreditor (bank) karena investor maupun kreditor (bank) tidak
mau menanggung kerugian yang disebabkan oleh adanya kelalaian perusahaan
tersebut terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungannya (Anke, 2009).
Sustainability report atau juga bisa disebut laporan non-finansial disusun
secara paralel dengan laporan keuangan tahunan perusahaan. Sustainability report
merupakan laporan kinerja aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan perusahaan.
Setiap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), laporan non-finansial dilaporkan
oleh manajemen bersamaan dengan laporan keuangan perusahaan. Seluruh
pemangku kepentingan perusahan hadir untuk membaca, menganalisa, dan
mengomentari isi laporan tersebut. Meskipun sifatnya masih sukarela (voluntary),

sustainability report berbeda dengan laporan keuangan yang telah memiliki


sistem dan diamanatkan oleh undang-undang. Laporan ini melaporkan kinerja
aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan adalah hal mutlak bagi perusahaan yang
mengklaim memiliki kinerja CSR tinggi (Ramayana, 2009).
Beberapa dekade ini sering terjadi bencana lingkungan hidup di berbagai
belahan dunia, seperti Three Mile Island, Love Canal, Bhopal (India), Chernobyl
(Uni Sovyet), Times Beach (Missouri) sampai peracunan merkuri di Minamata
(Jepang) (Sobur, 2005). Tragedi lingkungan juga terjadi di Indonesia, seperti
kasus PT. Lapindo Brantas di Sidoarjo, Newmont Minahasa Raya di Buyat, PT.
Freeport di Irian Jaya (Luthfia, 2012).
Kasus Lumpur lapindo brantas terjadi karena faktor ketidakberuntungan
perusahaan dalam melakukan eksplorasi penggalian pada saat pengeboran serta
adanya kesalahan prosedural yang meyebabkan semburan gas. Semburan gas
tersebut menyebabkan pencemaran lingkungan, serta berubahnya kehidupan sosial
dan ekonomi masyarakat sekitar karena lumpur telah meluas ke area pemukiman
warga yang menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal. Masyarakat meminta
perusahaan untuk memperhatikan kasus tersebut, namun selama beberapa tahun
perusahaan belum ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus lain adalah pencemaran lingkungan yang terjadi di Teluk Buyat,
Minahasa Raya. Lingkungan masyarakat tercemar oleh limbah dari PT. Newmont
yang disebabkan oleh kesengajaan perusahaan mengeluarkan limbah ke tepi Teluk
Buyat sebagai lahan bebas pembuangan limbah. Kasus PT. Newmont tengah

diselesaikan melalui pengadilan namun PT. Newmont telah ditetapkan tidak


bersalah atau bebas.
Menurut UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan
harus melakukan tanggung jawab sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban atas
aktivitas perusahaan. Aktivitas tersebut juga perlu dilaporkan melalui laporan
tanggung jawab sosial yang disajikan dalam annual report, atau prusahaan dapat
menyajikan laporan tanggung jawabnya melalui sustainability report sebagai
laporan yang terpisah dari annual report. Sustainability report dapat dijadikan
sebagai bentuk transparansi perusahaan dalam mengungkapkan informasi dampak
aktivitasnya.
Tragedi-tragedi tersebut terjadi karena adanya ketidakpedulian perusahaan
terhadap lingkungan sosial perusahaan. Kejadian tersebut memberikan kesadaran
kepada perusahaan untuk melakukan kegiatan yang bertanggung jawab terhadap
lingkungan maupun sosial atau CSR (Corporate Social Responsibility). Kegiatan
tersebut didukung pemerintah dengan menerbitkan Undang-undang Nomor 40
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) yang mengungkap berbagai
ketentuan tentang pendirian PT. Pasal 74 dalam Undang-Undang ini membahas
tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan tujuan mewujudkan
pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan
lingkungan yang bermanfaat bagi PT itu sendiri, komunitas setempat dan
masyarakat pada umumnya (Anke, 2009).
Dilling (2010), menyatakan bahwa di Eropa semakin banyak negara
mewajibkan laporan keberlanjutan, setidaknya untuk beberapa jenis dan ukuran

perusahaan. Hal ini menunjukkan adanya kepedulian negara-negara di Eropa


untuk membuat peraturan mengenai kewajiban pengungkapan Sustainability
Report.
Pengungkapan Sustainability Report di Indonesia dan beberapa Negara lain
masih bersifat voluntary, artinya tidak ada aturan yang mewajibkan seperti halnya
pada penerbitan financial reporting (Utama dalam Suryono, 2011). Meskipun
demikian, minat dan prioritas perusahaan untuk mempublikasikan sustainability
report tidak berkurang. Hal ini dikarenakan meningkatnya peraturan lingkungan
di banyak negara yang diperkirakan akan semakin ketat. Selain itu, tuntutan
masyarakat akan peran perusahaan semakin meningkat, sehingga mendorong
perusahaan untuk memberikan informasi transparan, akuntabel, serta praktik tata
kelola perusahaan yang baik (Luthfia, 2012). Penelitian mengenai sustainabilty
report juga mulai berkembang, yang menandakan fenomena sustainability report
mulai banyak dilakukan oleh perusahaan. Hal ini menjadi topik yang menarik
untuk

diteliti.

Awal

perkembangan,

penelitian

dilakukan

menggunakan

pendekatan kualitatif, seperti yang dilakukan oleh Akbar (2008), Anke (2009),
dan Purnamasari (2009). Penelitian kuantitatif juga sudah dilakukan, di antaranya
Almilia (2008), Ratnasari (2010), Suryono dan Prastiwi (2011), dan Luthfia
(2012).
Sustainability Report merupakan issue terbaru dalam dunia bisnis di
Indonesia. Beberapa penelitian terdahulu, telah meneliti mengenai beberapa faktor
yang mempengaruhi perusahaan dalam pengungkapan sustainability report (SR).
Dalam

pengujian

beberapa

faktor

yang

mempengaruhi

pengungkapan

sustainability report, ditemukan hasil tidak konsisten antara peneiliti satu dengan
peneliti lain.
Penelitian yang dilakukan oleh Dilling (2010), menguji size (ukuran
perusahaan), profitabilitas, pertumbuhan, struktur modal, corporate governance,
dengan kualitas sustainabilty report. Variabel independen yang diuji, variabel
profitabilitas, governance committee, ukuran perusahaan dan pertumbuhan
perusahaan berhubungan positif dengan kualitas pengungkapan sustainability
report sedangkan jumlah anggota dan rapat anggota komite berhubungan negatif.
Suryono dan Prastiwi (2011) dalam penelitiannya menguji karakteristik
perusahaan

dan

corporate

governance

dengan

praktik

pengungkapan

Sustainability Report menunjukkan bahwa variabel independen profitabilitas,


ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi berpengaruh signifikan
terhadap praktik pengungkapan Sustainability Report. Variabel independen
likuiditas, leverage, aktivitas, dan governance committee tidak berpengaruh
terhadap praktik pengungkapan sustainability report.
Penelitian serupa juga dilakukan oleh Almilia (2008) yang menggunakan
variabel independen profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan serta struktur
modal dengan variabel dependen Internet Financial and Sustainability Reporting.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen profitabilitas, ukuran
perusahaan dan struktur modal berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela
Internet Financial and Sustainability Reporting, sedangkan variabel leverage
tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela Internet Financial and
Sustainability Reporting.

Ratnasari (2010) menguji corporate governance dengan luas pengungkapan


tanggung jawab sosial perusahaan di dalam Sustainability Report dimana size,
leverage, dan profitabilitas sebagai variabel control. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa hanya variabel leverage yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap
luas pengungkapan CSR di dalam Sustainability Report. Variabel profitabilitas,
size, komite audit, dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap luas
pengungkapan CSR di dalam Sustainability Report.
Hasil berbeda juga ditunjukkan oleh hasil penelitian Luthfia (2012), dimana
variabel independen yang digunakan adalah kinerja keuangan, ukuran perusahaan,
struktur modal, dan corporate governance. Variabel kinerja keuangan diproksikan
melalui profitabilitas, likuiditas, leverage, dan aktivitas perusahann. Corporate
governance diproksikan melalui komite audit, dewan direksi dan governance
committee. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variabel independen
leverage, ukuran perusahaan, dewan direksi, dan governance committee
berpengaruh positif terhadap publikasi Sustainability Report dan variabel
independen profitabilitas, likuiditas, aktivitas perusahaan, komite audit dan
struktur modal tidak berpengaruh terhadap publikasi Sustainability Report.
Penelitian-penelitian

selanjutnya

perlu

dilakukan

untuk

mendorong

perkembangan sustainability report, sehingga kontribusi perusahaan kepada pihak


yang berkepentingan (stakeholder) bisa optimal. Hal tersebut dilakukan
perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap perkembangan berkelanjutan
yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan
generasi akan datang dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Melihat adanya hasil yang tidak konsisten di antara beberapa penelitian


tersebut, menjadikan hal menarik untuk diteliti kembali. Penelitian ini dilakukan
dengan merujuk pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Suryono dan
Prastiwi (2011) dengan melihat hasil penelitian-penelitian terdahulu mengenai
pengungkapan Sustainability Report. Penelitian ini mencoba menguji kembali
peran

Corporate

Governance

dan

Karakteristik

Perusahaan

terhadap

Pengungkapan Sustainability Report. Namun, penelitian sebelumnya masih jarang


menggunakan variabel dewan komisaris, maka penulis menambahkan variabel
dewan komisaris dalam corporate governance. Oleh karena itu, penulis tertarik
untuk

mengambil

judul

penelitian

Peran

Corporate

Governance

dan

Karakteristik Perusahaan terhadap Pengungkapan Sustainability Report Pada


Perusahaan Terdaftar di BEI Periode 2010-2011.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat
diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.

Apakah Dewan Komisaris berperan terhadap Pengungkapan Sustainability


Report?

2.

Apakah Komite Audit berperan terhadap Pengungkapan Sustainability


Report?

3.

Apakah Dewan Direksi berperan terhadap Pengungkapan Sustainability


Report?

10

4.

Apakah

Governance

Committee

berperan

terhadap

Pengungkapan

Sustainability Report?
5.

Apakah Profitabilitas berperan terhadap Pengungkapan Sustainability


Report?

6.

Apakah Likuiditas berperan terhadap Pengungkapan Sustainability Report?

7.

Apakah Leverage berperan terhadap Pengungkapan Sustainability Report?

8.

Apakah

Aktivitas

Perusahaan

berperan

terhadap

Pengungkapan

Sustainability Report?
9.

Apakah Ukuran Perusahaan berperan terhadap Pengungkapan Sustainability


Report?

1.3. Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris
mengenai hal-hal sebagai berikut:
1.

Untuk mengetahui peran Dewan Komisaris terhadap Pengungkapan


Sustainability Report.

2.

Untuk

mengetahui

peran

Komite

peran

Dewan

Audit

terhadap

Pengungkapan

Direksi

terhadap

Pengungkapan

Sustainability Report.
3.

Untuk

mengetahui

Sustainability Report.
4.

Untuk mengetahui peran Governance Committee terhadap Pengungkapan


Sustainability Report.

11

5.

Untuk

mengetahui

peran

Profitabilitas

terhadap

Pengungkapan

Sustainability Report.
6.

Untuk mengetahui peran Likuiditas terhadap Pengungkapan Sustainability


Report.

7.

Untuk mengetahui peran Leverage terhadap Pengungkapan Sustainability


Report.

8.

Untuk mengetahui peran Aktivitas Perusahaan terhadap Pengungkapan


Sustainability Report.

9.

Untuk mengetahui peran Ukuran Perusahaan terhadap Pengungkapan


Sustainability Report.

1.4. Manfaat Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian yang dilakukan,
penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat kepada beberapa pihak. Pihak
tersebut antara lain:
1.

Akademisi
Untuk menambah pemahaman serta wawasan mengenai sustainability,
sustainability development, pengembangan teknologi sustainability report
dalam suatu perusahaan. Disamping itu, menjelaskan mengenai peran
corporate governance dan karakteristik perusahaan terhadap Pengungkapan
Sustainability Report perusahaan-perusahaan terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.

12

2.

Perusahaan
Sebagai kontribusi pengetahuan mengenai pengungkapan sustainability
report serta pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui
sustainability report yang dilaporkan secara terpisah dari laporan keuangan
sebagai bentuk keberlanjutan perusahaan dalam mewujudkan sustainable
development.

3.

Investor
Pengungkapan sustainability report merupakan hal penting yang memiliki
kontribusi sebagai pertimbangan investor untuk menilai aktivitas tanggung
jawab sosial perusahaan yang diungkapkan melalui sustainability report
sebagai bentuk sustainable suatu perusahaan terhadap lingkungan sosialnya.

4.

Pemerintah
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi atau wacana bagi
pemerintah untuk menentukan kebijakan pasti mengenai sustainability
report yang lebih baik lagi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

5.

Masyarakat
Sebagai pengontrol perilaku-perilaku perusahaan dan memberikan informasi
akan hak-hak yang dapat diperoleh masyarakat atas aktivitas perusahaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori


2.1.1. Teori Stakeholder
Stakeholder theory mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang
hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat
bagi

stakeholder-nya

(pemegang

saham,

kreditor,

konsumen,

supplier,

pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain). Gray, Kouhy dan Adams (Ghozali
dan Chariri, 2007) mengatakan bahwa kelangsungan hidup perusahaan tergantung
pada dukungan stakeholder dan dukungan tersebut harus dicari sehingga aktivitas
perusahaan adalah untuk mencari dukungan tersebut. Makin powerfull
stakeholder, makin besar usaha perusahaan untuk beradaptasi. Pengungkapan
sosial dianggap sebagai bagian dari dialog antara perusahaan dengan stakeholdernya
Definisi stakeholder telah berubah secara substansial selama empat dekade
terakhir. Pada awalnya, pemegang saham dipandang sebagai satu-satunya
stakeholder perusahaan. Pandangan ini didasarkan pada argumen yang
disampaikan Friedman (Ghozali dan Chariri, 2007), mengatakan bahwa tujuan
utama perusahaan adalah untuk memaksimumkan kemakmuran pemiliknya.
Namun demikian, Freeman (Ghozali dan Chariri, 2007) tidak setuju dengan
pandangan

ini

dan

memperluas

definisi stakeholder dengan

memasukkan

konstituen yang lebih banyak. Termasuk kelompok yang dianggap tidak

13

14

menguntungkan (adversarial group) seperti pihak berkepentingan tertentu dan


regulator (Roberts dalam Ghozali dan Chariri, 2007).
Stakeholder pada dasarnya dapat mengendalikan atau memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi pemakaian sumber-sumber ekonomi yang digunakan
perusahaan. Oleh karena itu, power stakeholder ditentukan oleh besar kecilnya
power yang mereka miliki atas sumber tersebut. Power tersebut dapat berupa
kemampuan untuk membatasi pemakaian sumber ekonomi terbatas (modal dan
tenaga kerja), akses terhadap media berpengaruh, kemampuan untuk mengatur
perusahaan, atau kemampuan untuk mempengaruhi konsumsi atas barang dan jasa
yang dihasilkan perusahaan (Deegan dalam Ghozali dan Chariri, 2007). Ullman
(Ghozali dan Chariri, 2007) mengatakan bahwa organisasi akan memilih
stakeholder yang dipandang penting, dan mengambil tindakan yang dapat
menghasilkan hubungan harmonis antara perusahaan dengan stakeholder-nya.
Atas dasar argumen di atas, stakeholder theory umumnya berkaitan dengan
cara-cara yang digunakan perusahaan untuk memanage stakeholder-nya (Gray et
al dalam Ghozali dan Chariri, 2007). Ullman (Ghozali dan Chariri, 2007)
berpendapat bahwa power stakeholder berhubungan dengan postur strategis
(strategic posture) yang diadopsi oleh perusahaan. Menurutnya, strategic posture
menggambarkan model reaksi yang ditunjukkan oleh pengambil keputusan kunci
perusahaan terhadap tuntutan sosial. Oleh karena itu, stakeholder theory pada
dasarnya melihat dunia luar dari perspektif manajemen (Gray et al dalam Ghozali
dan Chariri, 2007).

15

Menurut Suryono (2011), perusahaan mampu tumbuh dan berkembang


dengan baik kemudian menjadi besar dibutuhkan dukungan dari para
stakeholder-nya. Para stakeholder membutuhkan berbagai informasi terkait
dengan aktivitas perusahaan yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Oleh
karena itu, perusahaan akan berusaha untuk memberikan berbagai informasi yang
dimiliki untuk menarik dan mencari dukungan dari para stakeholder-nya.
Sustainability report merupakan salah satu bentuk pengungkapan sukarela
(voluntary) yang berkembang pada saat ini. Pengungkapan tanggung jawab sosial
dan lingkungan perusahaan melalui sustainability report dapat memberikan
informasi yang berkaitan dengan kegiatan dan pengaruhnya terhadap kondisi
sosial masyarakat dan lingkungan (Ghozali dan Chariri, 2007).
Perusahaan melakukan pengungkapan sustainability report sebagai bukti
bahwa perusahaan memilki komitmen terhadap lingkungan sosialnya dapat dinilai
hasilnya oleh para pihak yang membutuhkan informasi tersebut. Disamping itu,
sustainability report merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan oleh
suatu organisasi baik pemerintah maupun perusahaan dalam berdialog dengan
masyarakat ataupun stakeholder-nya sebagai salah satu upaya penerapan
pendidikan pembangunan berkelanjutan (Luthfia, 2012).
Pengungkapan sustainability report yang bersifat sukarela merupakan
kebijakan suatu perusahaan untuk mengungkapkan informasi lebih transparan
mengenai

aktivitas

perusahaan

terhadap

dampak

sosial,

ekonomi

dan

lingkungannya. Adanya kinerja yang baik dari perusahaan serta besar kecilnya
suatu perusahaan memungkinkan untuk mengungkapkan informasi mengenai

16

dampak sosial, ekonomi dan lingkungannya. Disamping itu, perusahaan dengan


struktur corporate governance yang baik, memilki kemungkinan besar untuk
mengungkapkan laporan-laporan bersifat sukarela. Adanya struktur corporate
governance, meliputi dewan komisaris, komite audit, dewan direksi dan
governance

committee

diharapkan

dapat

memberikan

kontribusi

dalam

pengambilan keputusan perusahaan untuk pengungkapan suatu laporan. Peran


corporate governance dinilai mampu meningkatkan pengungkapan sustainability
report

yang

berdasarkan

pembangunan

berkelanjutan.

Disamping

itu,

pengungkapan sustainability report sebagai salah satu bentuk perwujudan prinsip


good corporate governance yaitu transparan dalam pengungkapan informasi yang
dibutuhkan oleh stakeholder.

2.1.2. Teori Legitimacy


Dowling dan Pfeffer (Ghozali dan Chariri, 2007) menjelaskan bahwa teori
legitimasi sangat bermanfaat dalam menganalisis perilaku organisasi, dan
mengatakan bahwa karena legitimasi adalah hal yang penting bagi organisasi,
batasan-batasan yang ditekankan oleh norma-norma dan nilai-nilai sosial, dan
reaksi terhadap batasan tersebut mendorong pentingnya analisis perilaku
organisasi dengan memperhatikan lingkungan.
Teori legitimasi dilandasi oleh kontrak sosial yang terjadi antara
perusahaan dengan masyarakat dimana perusahaan beroperasi dan menggunakan
sumber ekonomi. Shocker dan Sethi (Ghozali dan Chariri, 2007) memberikan
penjelasan tentang konsep kontrak sosial bahwa semua institusi sosial tidak

17

terkecuali perusahaan beroperasi di masyarakat melalui kontrak sosial baik


eksplisit maupun implisit dimana kelangsungan hidup dan pertumbuhannya
didasarkan pada hasil akhir (output) yang secara sosial dapat diberikan kepada
masyarakat luas dan distribusi manfaat ekonomi, sosial atau politik kepada
kelompok sesuai dengan power yang dimiliki.
Di dalam masyarakat yang dinamis, tidak ada sumber power institusional
dan kebutuhan terhadap pelayanan yang bersifat permanen. Oleh karena itu, suatu
institusi harus lolos uji legitimasi dan relevansi dengan cara menunjukkan bahwa
masyarakat memang memerlukan jasa perusahaan dan kelompok tertentu yang
memperoleh manfaat dari penghargaan (reward) yang diterimanya betul-betul
mendapat persetujuan masyarakat.
Gray, Kouhy dan Lavers (Ghozali dan Chariri, 2007) berpendapat bahwa
teori legitimasi dan teori stakeholder merupakan perspektif teori yang berada
dalam kerangka teori ekonomi politik. Pengaruh masyarakat luas dapat
menentukan alokasi sumber keuangan dan sumber ekonomi lainnya, perusahaan
cenderung menggunakan kinerja berbasis lingkungan dan pengungkapan
informasi lingkungan untuk membenarkan atau melegitimasi aktivitas perusahaan
di mata masyarakat. Berbeda dengan teori stakeholder, menyatakan bahwa
perusahaan dan manajemennya bertindak dan membuat laporan sesuai dengan
keinginan dan kekuatan dari kelompok stakeholder yang berbeda, maka Ullman
(Ghozali dan Chariri, 2007) menyatakan bahwa teori legitimasi memfokuskan
pada interaksi antara perusahaan dengan masyarakat.

18

Dowling dan Pfeffer (Ghozali dan Chariri, 2007), memberikan alasan yang
logis tentang legitimasi organisasi dan mengatakan bahwa organisasi berusaha
menciptakan keselarasan antara nilai-nilai sosial yang melekat pada kegiataannya
dengan norma-norma perilaku yang ada dalam sistem sosial masyarakat dimana
organisasi adalah bagian dari sistem tersebut. Selama kedua sistem nilai tersebut
selaras, kita dapat melihat hal tersebut sebagai legitimasi perusahaan. Ketika
ketidakselarasan aktual atau potensial terjadi diantara kedua sistem nilai tersebut,
maka akan ada ancaman terhadap legitimasi perusahaan.
Legitimasi organisasi dapat dilihat sebagai sesuatu yang diberikan
masyarakat kepada perusahaan, dan diinginkan atau dicari perusahaan dari
masyarakat. Dengan demikian, legitimasi dapat dikatakan sebagai manfaat atau
sumber potensial bagi perusahaan untuk bertahan hidup (Ashforth dan Gibbs;
Dowling dan Pfeffer; ODonovan dalam Ghozali dan Chariri, 2007). Ketika ada
perbedaan antara nilai-nilai yang dianut perusahaan dengan nilai-nilai masyarakat,
legitimasi perusahaan akan berada pada posisi terancam (Lindbolm; Dowling dan
Pfeffer dalam Ghozali dan Chariri, 2007). Perbedaan antara nilai-nilai perusahaan
dengan nilai-nilai sosial masyarakat sering dinamakan legitimacy gap dan dapat
mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melanjutkan kegiatan usahanya
(Dowling dan Pfeffer dalam Ghozali dan Chariri, 2007 ). Menurut Warticl dan
Mahon (Ghozali dan Chariri, 2007) Legitimacy gap dapat terjadi karena tiga
alasan yaitu: (1) Ada perubahan dalam kinerja perusahaan tetapi harapan
masyarakat terhadap kinerja perusahaan tidak berubah; (2) Kinerja perusahaan
tidak berubah tetapi harapan masyarakat terhadap kinerja perusahaan telah

19

berubah; (3) Kinerja perusahaan dan harapan masyarakat terhadap kinerja


perusahaan berubah ke arah yang berbeda, atau ke arah yang sama tetapi
waktunya berbeda.
Perusahaan dengan kinerja baik, berusaha untuk mengungkapkan informasi
lebih. Perusahaan dengan rasio profitabilitas, likuiditas, leverage dan aktivitas
yang baik memiliki kemungkinan untuk mengungkapkan informasi yang bersifat
sukarela. Besar kecilnya suatu perusahaan juga memberikan peran terhadap
pengungkapan yang masih bersifat sukarela. Semakin besar perusahaan, semakin
mungkin untuk mengungkapkan informasi yang bersifat sukarela karena ukuran
perusahaan sering dijadikan sebagai sorotan masyarakat dalam kegiatan ekonomi,
lingkungan dan sosialnya. Adanya informasi lebih mengenai karakteristik
perusahaan,

maka

semakin

mungkin

untuk

melakukan

pengungkapan

sustainability report (Suryono dan Prastiwi, 2011).


Pentingnya informasi mengenai karakteristik perusahaan, maka karakteristik
perusahaan diduga memiliki peran dalam pengungkapan sustainability report.
Perusahaan

yang

mampu

mengungkapkan

sustainability

report

dapat

melegitimasi masyarakat mengenai aktivitas perusahaannya, agar masyarakat


memberikan penilaian yang baik kepada perusahaan mengenai tangggung jawab
ekonomi, sosial dan lingkungannya. Disamping itu, adanya peran corporate
governance yang baik dapat meningkatkan transparansi perusahaan mengenai
informasi aktivitas perusahaan yang disajikan melalui sustainability report.
Melalui sustainability report, perusahaan dapat memberikan informasi mengenai

20

mekanisme corporate governance dalam pencapaian prinsip-prinsip good


corporate governance.
Menurut ODonovan (Ghozali dan Chariri, 2007) menyarankan bahwa
ketika terdapat perbedaan antara nilai-nilai perusahaan dengan nilai-nilai sosial
masyarakat, perusahaan perlu mengevaluasi nilai sosialnya dan menyesuaikannya
dengan nilai-nilai di masyarakat. Perusahaan juga dapat mengubah nilai-nilai
sosial yang ada atau persepsi terhadap perusahaan sebagai taktik legitimasisi.
Perusahaan dapat mengurangi legitimacy gap, dengan mengidentifikasi aktivitas
dalam kendalinya dan mengidentifikasi publik yang memiliki power sehingga
mampu memberikan legitimacy kepada perusahaan (Neu et al. dalam Ghozali dan
Chariri, 2007). Oleh karena itu, pengungkapan sosial dan lingkungan dalam
sustainability report merupakan salah satu cara perusahaan untuk mendapatkan
legitimacy dari masyarakat. Legitimacy dari masyarakat dapat memberikan
penilaian baik terhadap perusahaan.

2.1.3. Konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)


2.1.3.1. Definisi Keberlanjutan (Sustainability)
Awal mula terciptanya konsep sustainability berasal dari pendekatan ilmu
kehutanan. Kata nachhaltigkeit (bahasa Jerman untuk keberlanjutan) berarti upaya
melestarikan sumber daya alam untuk masa depan (Luthfia, 2012). Pengertian
tersebut mengartikan bahwa sustainability lebih luas dari konteks lingkungan.
Menurut Suryono (2011), di dalam sustainability ada prinsip-prinsip yang terkait
dengan hak asasi manusia, standar bagi pekerja seperti penghapusan diskriminasi

21

dalam pekerjaan, hal-hal yang terkait dengan lingkungan seperti pemakaian


prinsip kehati-hatian, tanggung jawab lebih besar pada lingkungan, maupun
mengembangkan teknologi ramah lingkungan.
Keberlanjutan

perusahaan

adalah

suatu

pendekatan

bisnis

dalam

menciptakan nilai pemegang saham secara jangka panjang dengan menggunakan


peluang-peluang yang ada dan mengelola risiko yang diukur dari segi ekonomi,
lingkungan dan pembangunan sosial. Pemimpin perusahaan berkelanjutan
meningkatkan nilai jangka panjang pemegang saham dengan cara menyusun
strategi dan manajemen mereka untuk mengusahakan dengan terus menerus pasar
potensial bagi keberlanjutan produk dan jasa sedangkan dalam waktu yang sama
dengan sukses mengurangi dan menghindari biaya dan risiko berkelanjutan
(Akbar, 2008).
2.1.3.2. Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)
Pembangunan

Berkelanjutan

adalah

pembangunan

yang memenuhi

kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi


mendatang untuk memenuhi kebutuhannya (WCED dalam Sukada dan Jalal,
2008).
Menurut Budimanta, dkk (Akbar, 2008) pembangunan berkelanjutan adalah
suatu gagasan paradigma yang berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan masa
kini tanpa mengurangi kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi
kebutuhannya. Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia (Emil
Salim dalam Jaya, 2004).

22

Pembangunan berkelanjutan pada hekekatnya ditujukan untuk mencari


pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa
mendatang. Menurut Kementrian Lingkungan Hidup (Jaya, 2004), pembangunan
(yang pada dasarnya lebih berorientasi ekonomi) dapat diukur keberlanjutannya
berdasarkan tiga kriteria yaitu : (1) Tidak ada pemborosan penggunaan sumber
daya alam atau depletion of natural resources; (2) Tidak ada polusi dan dampak
lingkungan lainnya; (3) Kegiatannya harus dapat meningkatkan useable resources
ataupun replaceable resource.
Menurut Akbar (2008), konsep dasar pembangunan berkelanjutan ada dua
aspek penting yang menjadi perhatian utama yaitu lingkungan (environment) dan
pembangunan (development). Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan berarti
pembangunan yang baik dari sudut pandang lingkungan. Berwawasan lingkungan
berarti adanya keharmonisan dalam hubungan manusia dan alamnya. Pada sisi
lain, pembangunan merupakan proses perubahan terus menerus ditandai oleh
kegiatan pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi sebagai modal untuk
memenuhi kesejahteraan masyarakat. Dalam konsep pembangunan berkelanjutan,
kedua aspek ini harus berjalan secara harmonis dan terpadu serta memperoleh
perhatian yang sama dalam kebijaksanaan pembangunan (Yakin dalam Akbar,
2008).

23

2.1.4.Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/Corporate Social Responsibility


(CSR)
Secara teoritik, CSR dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral
perusahaan terhadap para stakeholder-nya, terutama komunitas atau masyarakat
disekitar wilayah kerja dan operasinya (Ratnasari, 2010).
Pengungkapan tanggung jawab sosial adalah proses pengkomunikasian
efek-efek sosial dan lingkunganatas tindakan-tindakan ekonomi perusahaan pada
kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat secara keseluruhan (Grey et.al.
dalam Wuryanto, 2010). Pengungkapan informasi mengenai operasi perusahaan
yang berhubungan dengan lingkungan diharapkan bisa mendapatkan kepercayaan
dari masyarakat bahwa perusahaan tidak hanya mengutamakan keuntungan,
melainkan juga memperhatikan lingkungannya. Kegiatan tanggung jawab sosial
merupakan suatu kewajiban perusahaan yang telah ditetapkan dalam UU No. 40
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Di Indonesia, kegiatan CSR umumnya dilaporkan dalam laporan tahunan
(annual report). Laporan tahunan merupakan alat yang digunakan oleh
manajemen untuk melakukan pengungkapan dan pertanggungjawaban kinerja
perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan termasuk masyarakat.
Menurut Darwin (Ratnasari, 2010), saat ini telah berkembang pelaporan
perusahaan mengenai kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berdiri sendiri
dan terpisah dari laporan tahunan perusahaan, yang dikenal dengan Sustainability
Report (SR).

24

2.1.5. Sustainability Report


2.1.5.1 Definisi Sustainability Report
Sustainability Report adalah praktek pengukuran, pengungkapan dan upaya
akuntabilitas dari kinerja organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan
berkelanjutan, dilaporkan kepada para pemangku kepentingan baik internal
maupun eksternal. Sustainability Report merupakan sebuah istilah umum yang
dianggap sinonim dengan istilah lainnya untuk menggambarkan laporan mengenai
dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial (misalnya triple bottom line, laporan
pertanggungjawaban perusahaan, dan lain sebagainya) (Global Reporting
Initiative, 2006).
Sustainability report disusun berdasarkan Kerangka Pelaporan GRI,
mengungkapkan keluaran dan hasil yang terjadi dalam suatu periode laporan
tertentu dalam konteks komitmen organisasi, strategi, dan pendekatan
manajemennya. Laporan dapat digunakan untuk tujuan berikut, di antaranya:
1.

Patok banding dan pengukuran kinerja keberlanjutan yang menghormati


hukum, norma, kode, standar kinerja, dan inisiatif sukarela;

2.

Menunjukkan bagaimana organisasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh


harapannya mengenai pembangunan berkelanjutan; dan

3.

Membandingkan kinerja dalam sebuah organisasi dan di antara berbagai


organisasi dalam waktu tertentu.

25

2.1.5.2. Pengungkapan Sustainability Report


Bagian ini menetapkan isi dasar yang harus muncul dalam sebuah laporan
keberlanjutan. Isi dasar tersebut mengacu pada standar pengungkapan dan harus
dimasukkan dalam sustainability report berdasarkan standar GRI (2006).
Standar

pengungkapan

yang

harus

dimasukkan

dalam

laporan

keberlanjutan:
1.

Strategi dan Profil: Pengungkapan yang membentuk keseluruhan konteks


untuk dapat memahami kinerja organisasi, seperti strategi yang dimiliki,
profil, dan tata kelola.

2.

Pendekatan

Manajemen:

bagaimana

sebuah

Pengungkapan

organisasi

yang

menggunakan

mencakup
topik

mengenai

tertentu

untuk

memberikan konteks dalam memahami kinerja pada sebuah bidang spesifik


tertentu.
3.

Indikator Kinerja : Indikator yang memberikan perbandingan informasi


terkait kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial dari organisasi.
Menurut World Business Council for Sustainable Development (WBCSD)

(Suryono. 2011), manfaat yang didapat dari sustainability report antara lain:
1.

Sustainability report memberikan informasi kepada stakeholder (pemegang


saham, anggota komunitas lokal, pemerintah) dan meningkatkan prospek
perusahaan, serta membantu mewujudkan transparansi.

2.

Sustainabilty report dapat membantu membangun reputasi sebagai alat yang


memberikan kontribusi untuk meningkatkan brand value, market share, dan
loyalitas konsumen jangka panjang.

26

3.

Sustainability report dapat menjadi cerminan bagaimana perusahaan


mengelola risikonya.

4.

Sustainability report dapat digunakan sebagai stimulasi leadership thinking


dan performance yang didukung dengan semangat kompetisi.

5.

Sustainability

report

dapat

mengembangkan

dan

menfasilitasi

pengimplementasian dari sistem manajemen yang lebih baik dalam


mengelola dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial.
6.

Sustainability report cenderung mencerminkan secara langsung kemampuan


dan kesiapan perusahaan untuk memenuhi keinginan pemegang saham
untuk jangka panjang.

7.

Sustainability report membantu membangun ketertarikan para pemegang


saham dengan visi jangka panjang dan membantu mendemonstrasikan
bagaimana meningkatkan nilai perusahaan yang terkait dengan isu sosial
dan lingkungan.
Sustainability Report merupakan sebuah laporan yang tidak hanya berpijak

pada single bottom line, yaitu kondisi keuangan perusahaan saja tetapi berpijak
pada triple bottom line, yaitu selain informasi keuangan juga menyediakan
informasi sosial dan lingkungan.
Menurut Jalal (2010), pembuatan dan penyebaran Sustainability Report
(Laporan Keberlanjutan) memiliki tujuan sebagai berikut:
1.

Meningkatkan reputasi terkait dengan transparansi dan akuntabilitas.

2.

Menjangkau

berbagai

pemangku

kepentingan,

agar

mereka

bisa

mendapatkan informasi yang benar, sehingga perlu disebarluaskan melalui

27

berbagai cara (internet, media cetak, stakeholder convening, dan


sebagainya)
3.

Membantu perusahaan untuk mengambil keputusan manajmen dalam


memperbaiki kinerja pada indikator yang masih lemah.

4.

Membantu investor untuk mengetahui kinerja perusahaan secara lebih


menyeluruh.
Pengungkapan Sustainability Report di Indonesia dan beberapa Negara lain

masih bersifat voluntary, artinya tidak ada aturan yang mewajibkan seperti halnya
pada penerbitan financial reporting (Utama dalam Suryono, 2011). Namun
demikian, ada beberapa perusahaan di Indonesia sudah mulai mengungkapkan
sustainability report sebagai laporan tanggung jawab sosial, ekonomi dan
lingkungan yang disajikan secara terpisah dari annual report. Hal ini dikarenakan
meningkatnya peraturan lingkungan di banyak negara yang diperkirakan akan
semakin ketat Selain itu, tuntutan masyarakat akan peran perusahaan semakin
meningkat, sehingga mendorong perusahaan untuk memberikan informasi
transparan, akuntabel, serta praktik tata kelola perusahaan yang baik (Luthfia,
2012).

2.1.6. Corporate Governance


2.1.6.1. Definisi dan Konsep Corporate Governance
Corporate Governance merupakan proses dan struktur yang digunakan oleh
organ perusahaan untuk menentukan kebijakan dalam rangka meningkatkan
keberhasilan usaha dan akuntabilitas perseroan, sehingga dapat meningkatkan

28

nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan
kepentingan para stakeholder berdasarkan ketentuan anggaran dasar dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Corporate Governance (CG) diperlukan untuk mendorong terciptanya pasar
yang efisien, transparan dan konsisten dengan peraturan perundang-undangan.
Oleh karena itu, penerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang saling
berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha
sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia
usaha.
Untuk meningkatkan keberhasilan usaha, perusahaan perlu menerapkan
prinsip-prinsip corporate governance. Menurut Pedoman Umum Good Corporate
Governance Indonesia yang disusun oleh Komite Nasional Kebijakan Governance
(KNKG) tahun 2006, prinsip-perinsip tersebut meliputi lima aspek, yaitu:
1.

Transparansi (Transparency)
Untuk menjaga obyektivitas dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus
menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah
diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perusahaan harus
mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang
disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang
penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan
pemangku kepentingan lainnya.

29

2.

Akuntabilitas (Accountability)
Perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara
transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar,
terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap
memperhitungkan

kepentingan

pemegang

saham

dan

pemangku

kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk


mencapai kinerja yang berkesinambungan.
3.

Responsibilitas (Responsibility)
Perusahaan

harus

mematuhi

peraturan

perundang-undangan

serta

melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan


sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan
mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.
4.

Independensi (Independency)
Untuk melancarkan pelaksanaan asas GCG, perusahaan harus dikelola
secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling
mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.

5.

Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness)


Dalam

melaksanakan

kegiatannya,

perusahaan

harus

senantiasa

memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan


lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.
2.1.6.2. Dewan Komisaris
Menurut Mulyadi (2002) dewan komisaris merupakan wakil dari para
pemegang saham yang berfungsi mengawasi pengelolaan perusahaan yang

30

dilakukan oleh manajemen dan mencegah pengendalian yang terlalu banyak


di tangan manajemen. Dewan komisaris bertanggung jawab untuk menentukan
apakah

manajemen

telah

memenuhi

tanggung

jawab

mereka

dalam

mengembangkan dan menyelenggarakan pengendalian intern.


Dewan Komisaris sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggung
jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat
kepada direksi serta memastikan bahwa perusahaan melaksanakan GCG. Hal ini
sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007 Pasal
97 yang menjelaskan bahwa komisaris bertugas mengawasi kebijakan direksi
dalam menjalankan perusahaan serta memberikan nasihat kepada direksi
(Ratnasari, 2011).
Variabel dewan komisaris dapat diukur dengan jumlah anggota dewan
komisaris dan jumlah rapat dewan komisaris. Indikator yang digunakan dalam
penelitian ini, variabel dewan komisaris diukur melalui ukuran dewan komisaris
dengan melihat jumlah anggota dewan komisaris suatu perusahaan. Jumlah
anggota dewan komisaris menggambarkan keefektifan dalam pengendalian yang
dilakukan oleh manajemen. Menurut Sembiring (2005), ukuran dewan komisaris
dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ukuran Dewan Komisaris = Jumlah Anggota Dewan Komisaris
2.1.6.3. Komite Audit
Menurut Jati (Suryono, 2011) komite audit merupakan komite yang ditunjuk
oleh perusahaan sebagai penghubung antara dewan direksi dan audit eksternal,
internal auditor serta anggota independen, yang memiliki tugas untuk memberikan

31

pengawasan auditor, memastikan manajemen melakukan tindakan korektif yang


tepat terhadap hukum dan regulasi. Menurut Surat Edaran Bapepam Nomor. SE03/PM/2000 tentang komite audit menjelaskan bahwa tujuan komite audit adalah
membantu dewan komisaris untuk:
1.

Meningkatkan kualitas laporan keuangan;

2.

Menciptakan iklim disiplin dan pengendalian yang dapat mengurangi


kesempatan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan;

3.

Meningkatkan efektivitas fungsi internal audit maupun eksternal audit;

4.

Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian dewan komisaris.


Komite audit bertugas membantu dewan komisaris, bersifat mandiri baik

dalam pelaksanaan tugasnya maupun dalam pelaporan dan bertanggung jawab


kepada dewan komisaris. Menurut Suryono (2011), semakin berkualitas komite
audit, maka akan semakin dapat memahami makna strategis dari pengungkapan
informasi dan apa yang dibutuhkan oleh stakeholder secara luas.
Variabel komite audit dapat diukur dengan melihat jumlah anggota komite
audit dan jumlah rapat komite audit. Indikator yang digunakan dalam penelitian
ini, variabel komite audit diukur dengan melihat jumlah pertemuan atau rapat
yang dilakukan oleh komite audit. Jumlah pertemuan atau rapat komite audit
dapat meninjau akurasi laporan dalam setiap pertemuan yang dilakukan.
Pertemuan komite audit dapat mengkomunikasikan beberapa temuan yang
memerlukan tindak lanjut, serta diharapkan dapat mewujudkan koordinasi dalam
pencapaian good corporate governance. Menurut Suryono dan Prastiwi (2011),
komite audit dapat dirumuskan sebagai berikut:

32

Komite Audit = Jumlah Rapat Komite Audit


2.1.6.4. Dewan Direksi
Menurut UU PT No.1 Tahun 1995, dewan direksi merupakan bagian
perseroan yang bertanggung jawab penuh terhadap kepengurusan perseroan untuk
kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun
di luar pengadilan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Direksi sebagai organ perusahaan bertugas dan bertanggungjawab secara
kolegial dalam mengelola perusahaan. Masing-masing anggota direksi dapat
melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas
dan wewenangnya. Namun, pelaksanaan tugas oleh masing-masing anggota
direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama.
Direksi wajib melakukan tugas dan wewenang sesuai dengan ketentuan
Anggaran Dasar dan peraturan UU PT dengan tetap memperhatikan kepentingan
perseroan dan para pemangku kepentingan dan wajib mempertanggungjawabkan
pelaksanaan tugas yang dimaksud kepada pemegang saham melalui RUPS.
Keefektifan pengawasan dalam aktivitas perusahaan dapat dipengaruhi oleh
bagaimana dewan direksi dibentuk dan diorganisir. Dalam penerapannya,
pelaksanaan GCG sangat bergantung pada fungsi-fungsi dari dewan direksi yang
dipercaya sebagai pihak yang mengurus perusahaan (Suryono, 2011).
Variabel dewan direksi dapat diukr dengan melihat jumlah anggota dewan
direksi dan jumlah pertemuan atau rapat dewan direksi. Indikator yang digunakan
dalam penelitian ini, komite audit diukur dengan melihat jumlah pertemuan atau
rapat komite audit. Pertemuan atau rapat dewan direksi merupakan bentuk

33

keefektifan dewan direksi, dimana suara-suara dari para dewan direksi dapat
mempengaruhi setiap keputusan-keputusan penting yang ingin dicapai. Menurut
Suryono dan Prastiwi (2011), dewan direksi dapat dirumuskan sebagai berikut:
Dewan Direksi = Jumlah Rapat Dewan Direksi
2.1.6.5. Governance Committee
Governance committee adalah komite yang terdiri dari beberapa anggota
dewan direksi (Willey dalam Luthfia, 2012). Komite ini bertugas untuk
mengembangkan dan merekomendasi kepada dewan, pedoman dalam pelaksanaan
dan etika corporate governance. Pembentukan good corporate governance yang
berkesinambungan tidak hanya menjalankan praktik biasa dalam hal pelaksanaan
RUPS, penunjukkan dewan komisaris, penunjukkan dewan direksi, dan
penunjukkan anggota komite audit, melainkan memerlukan pembentukan komitekomite tambahan dari perusahaan. Salah satu komite yang dibentuk untuk
menunjang good corporate governance adalah governance committee.
Menurut Suryono (2011), penciptaan good corporate governance suatu
perusahaan dapat diwujudkan salah satunya melalui pembentukan dan
penunjukkan anggota governance committee yang berkompeten dan berkualitas.
Corporate Governance Committee ini menganut pandangan bahwa dewan
harus memiliki beberapa tingkat kemandirian dari manajemen agar dapat secara
efektif memenuhi tanggung jawab mereka. Komite merekomendasikan bahwa
direktur independen membuat setidaknya sepertiga dari dewan. Anggota direksi
yang independen memainkan peran penting di mana kepentingan manajemen,
perusahaan, dan pemegang saham dapat berbeda, seperti remunerasi eksekutif,

34

perencanaan suksesi, perubahan perusahaan kontrol dan fungsi audit. Selain itu,
mereka mampu mengarah pandangan obyektif untuk evaluasi kinerja dewan dan
manajemen.
Variabel Governance Committee dapat diukur dengan melihat jumlah
anggota governance committee dan melihat apakah perusahaan membentuk
corporate governance atau tidak melalui. Indikator yang digunakan dalam
penelitian ini diukur dengan variabel dummy, yaitu dengan melihat apakah
perusahaan membentuk atau tidak membentuk governance committee (komite
GCG). Pengukuran variabel governance committee dengan variabel dummy,
dikarenakan sebagian besar perusahaan di Indonesia belum membentuk
governance committee karena belum adanya peraturan yang mewajibkan
perusahaan membentuk governance committee. Menurut Luthfia, pengukuran
variabel governance committee dengan memberi skor 1 pada perusahaan yang
membentuk dan skor 0 pada perusahaan yang tidak membentuk.

2.1.7. Karakteristik Perusahaan


2.1.7.1. Profitabilitas
Menurut Mamduh dan Abdul Halim (Almilia, 2007), profitabilitas adalah
rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam
upaya meningkatkan nilai pemegang saham. Profitabilitas biasanya dilihat dari
laporan laba-rugi perusahaan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil
kinerja perusahaan.

35

Suatu perusahaan akan cenderung meningkatkan profitabilitas untuk


menunjukkan bahwa perusahaan meghasilkan laba dengan rasio semakin
meningkat. Menurut Almilia (2008), perusahaan yang memiliki tingkat
profitabilitas tinggi cenderung untuk mengungkapkan informasi lebih banyak
karena ingin menunjukkan kepada publik dan stakeholder bahwa perusahaan
memiliki tingkat profitabilitas tinggi dibandingkan dengan perusahaan lain.
Beberapa pengukuran dalam menghitung rasio profitabilitas:
1.

Laba Bersih atas Penjualan ( Net Profit Margin / NPM)


Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
melalui penjualan. Cara menghitung NPM adalah dengan membandingkan
laba bersih dengan penjualan bersih.

Menurut Kasmir (2002) menyatakan bahwa perusahaan dikatakan baik jika


NPM yang dimiliki oleh perusahaan diatas rata-rata industri pada umumnya
yakni di atas 20%.
2.

Pengembalian Atas Total Aktiva ( Return On total Asset/ ROA)


Pengembalian atas total aktiva dihitung dengan membagi laba bersih
sebelum bunga dan pajak terhadap rata- rata total aktiva. Rasio ini menilai
efektivitas dan intensitas aktiva dalam menghasilkan laba.

36

Menurut Kasmir (2002), rata-rata industry untuk ROA adalah 30%.


Perusahaan dikatakan baik jika mampu mencapai ROA di atas rata-rata
industri.
3.

Pengembalian Atas Total Ekuitas (Return On total Equity/ ROE )


Pengembalian atas total ekuitas dihitung dengan membagi laba bersih
dengan rata-rata ekuitas pemegang saham. Rasio ini digunakan untuk
menunjukkan kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan
yang tersedia bagi pemegang saham.

Menurut Kasmir (2002), perusahaan dikatakan baik jika ROE yang dimiliki
oleh perusahaan diatas rata-rata industri pada umumnya yakni di atas 40%.
Indikator variabel profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Return On Equity, yaitu dengan membagi laba bersih setelah pajak dengan ekuitas
perusahaan. Pemilihan Return on Equity sebagai indicator dalam pengukuran
variabel profitabilitas karena return on equity digunakan sebagai ukuran
efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan
ekuitas yang dimiliki. Menurut Said et al (Ratnasari, 2010), Return On Equity
dapat dirumuskan sebagai berikut:

2.1.7.2. Likuiditas
Menurut Mamduh dan Abdul Halim (Almilia, 2007) likuiditas merupakan
rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam jangka pendek dengan

37

melihat aktiva lancar perusahaan terhadap hutang lancarnya (hutang dalam hal ini
merupakan kewajiban perusahaan). Perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi
berarti menandakan kemampuan besar untuk membayar kewajiban-kewajiban
jangka pendeknya tepat waktu (Suryono, 2011). Rasio likuiditas yang sering
digunakan:
1.

Rasio Lancar (Current Ratio/ CR)


Rasio lancar merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam membayar kewajiban jangka pendek. Dengan kata lain, seberapa
banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka
pendek atau hutang lancarnya.

Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan


dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva
lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan (Kasmir, 2002).
2.

Rasio Cepat (Quick Ratio/Acid Test ratio)


Rasio cepat merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva
lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan (Kasmir, 2002).

Indikator variabel likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah


rasio lancar (current ratio), yaitu dengan membagi aktiva lancar dengan liabilitas
lancar. Pemilihan rasio lancar (current ratio) sebagai indikator pengukuran

38

likuiditas karena dalam current ratio, persediaan termasuk ke dalam aset lancar
berbeda dengan quick ratio yang justru mengurangkan persediaan dari aset
lancarnya. Dalam perusahaan barang konsumsi, persediaan juga sangat memegang
peranan penting, karena dapat digunakan untuk menjamin hutang perusahaan.
Menurut Mamduh dan Abdul Halim (Almilia, 2007), current ratio dapat
dirumuskan sebagai berikut:

2.1.7.3. Leverage
. Leverage merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang jika suatu perusahaan
dilikuidasi (Hadiningsih dalam Suryono dan Prastiwi, 2011). Perusahaan
mempunyai tingkat leverage tinggi berarti sangat tergantung pada pinjaman luar
untuk membiayai asetnya. Sedangkan perusahaan yang mempunyai tingkat
leverage rendah lebih banyak membiayai asetnya dengan modal sendiri. Dengan
demikian, tingkat leverage perusahaan menggambarkan risiko keuangan
perusahaan (Sembiring, 2005).
Menurut Belkoui dan Karpik (1989) dalam Sembiring (2005), keputusan
untuk mengungkapkan informasi sosial, akan diikuti pengeluaran untuk
pengungkapan

yang

dapat

menurunkan

pendapatan.

Artinya,

leverage

memberikan respon yang buruk bagi para stakeholder.


Ada beberapa pengukuran yang digunakan dalam menghitung leverage,
yaitu:

39

1.

Rasio Hutang Terhadap Aktiva ( Debt to Asset Ratio/ DAR)


Rasio hutang terhadap aktiva dihitung dengan membagi total hutang
terhadap total aktiva. Rasio ini mengukur jumlah aktiva yang didanai
dengan hutang.

2.

Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio /DER)


Rasio hutang terhadap ekuitas dihitung dengan membagi total hutang
dengan total ekuitas. Rasio ini menggambarkan kemampuan modal sendiri
dalam menjamin hutang.

3.

Rasio Kelipatan Pembayaran Bunga (Time Interest Earned Ratio)


Rasio kelipatan pembayaran bunga dihitung dengan membagi jumlah laba
sebelum bunga dan pajak dengan beban bunga. Rasio ini digunakan untuk
menunjukkkan kemampuan laba sebelum bunga dan pajak untuk membayar
beban bunga.

Indikator variabel leverage yang digunakan dalam penelitian ini adalah Debt
to Equity Ratio (DER) yaitu dengan membagi total hutang dengan total ekuitas.
Pemilihan indikator diukur dengan Debt Equity Ratio dikarenakan rasio ini
mengukur berapa besar aktiva perusahaan yang dibiayai oleh kreditor, serta rasio
ini sangat diperhatikan oleh kreditor untuk mendapatkan perlindungan jika terjadi

40

risiko. Menurut Hadiningsih dalam Suryono dan Prastiwi (2011), debt equity ratio
dapat dirumuskan sebagai berikut:

2.1.7.4. Aktivitas
Aktivitas perusahaan mengambarkan hubungan antara tingkat operasi
perusahaan (sales) dengan asset yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan
operasi-operasi perusahaan (Hadiningsih dalam Suryono dan Prastiwi, 2011).
Menurut

Setiawan

(2006),

tingginya

rasio

aktivitas

perusahaan

mencerminkan kemampuan dana yang tertanam dalam perputaran seluruh


aktivanya pada suatu periode tertentu. Rasio aktivitas prusahaan digunakan untuk
mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan semua sumber daya yang
ada pada pengendaliannya. Semakin tinggi rasio mencerminkan semakin baik
manajemen mengelola aktivanya, yang berarti semakin efektif perusahaan dalam
penggunaan total aktiva.
Aktivitas perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan bebarapa analisis
rasio, yaitu:
1.

Rasio Perputaran Persediaan (ITO = Inventory Turnover)


Rasio perputaran persediaan atau Inventory turnover ratio mengukur
efisiensi pengelolaan persediaan barang dagangan. Rasio ini merupakan
indikasi yang cukup populer untuk menilai efisiensi operasional, yang
memperlihatkan seberapa baiknya manajemen mengontrol modal yang ada
pada persediaan.

41

2.

Rasio Perputaran Total Aktiva ( TAT = Total Assets Turnover)


Rasio Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover) ini menunjukan
efektivitas

penggunaan

seluruh

harta

perusahaan

dalam

rangka

menghasilkan penjualan atau menggambarkan berapa rupiah penjualan


bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam
bentuk harta perusahaan.

Indikator variabel aktivitas perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini


diukur dengan Inventory Turnover yaitu dengan membagi penjualan dengan
persediaan. Pemilihan indicator diukur dengan Inventory Turnover dikarenakan
rasio ini dapat mengukur efisiensi pengelolaan persediaan barang dagangan dan
menilai efisiensi operasional, yang memperlihatkan seberapa baiknya manajemen
mengontrol modal yang ada pada persediaan. Perputaran persediaan menunjukkan
berapa kali persediaan perusahaan dijual dan diganti selama suatu periode
tertentu. Tingginya perputaran persediaan berarti kegiatan penjualan berjalan
cepat. Menurut Hadiningsih dalam Suryono dan Prastiwi (2011), inventory
turnover dapat dirumuskan sebagai berikut:

42

2.1.7.5. Ukuran Perusahaan


Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang
ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan dan ratarata total aktiva (Ferry dan Jones dalam Andriyanti, 2007).
Menurut Almilia (2008), ukuran perusahaan adalah faktor penentu penting
dalam pengungkapan perusahaan. Beberapa argumentasi yang mendasar
hubungan ukuran perusahaan dengan tingkat pengungkapan. Pertama, perusahaan
besar yang memiliki sistem informasi pelaporan yang lebih baik cenderung
memiliki sumberdaya untuk menghasilkan lebih banyak informasi dan biaya
untuk menghasilkan informasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan
perusahaan yang memiliki keterbatasan dalam sistem informasi pelaporan. Kedua,
perusahaan besar memiliki insentif untuk menyajikan pengungkapan sukarela,
karena perusahaan besar dihadapkan pada biaya dan tekanan politik yang lebih
tinggi dibandingkan perusahaan kecil. Ketiga, perusahaan kecil cenderung untuk
menyembunyikan informasi penting dikarenakan competitive disadvantage.
Indikator variabel ukuran perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah total aset. Pemilihan indikator ukuran perusahaan diukur dengan total aset
dikarenakan dalam mengukur ukuran perusahaan, nilai aset relatif lebih stabil
dibandingkan dengan jumlah penjualan. Menurut Almilia (2008), ukuran
perusahaan dapat diukur dengan nilai Log Total Aset, dapat dirumuskan sebagai
berikut:
Ukuran Perusahaan = Log Total Aset

43

2.2. Penelitian Terdahulu


Penelitian terdahulu yang mendukung penelitian ini, terutama dalam
pengaruh

corporate

governance

dan

karakteristik

perusahaan

terhadap

pengungkapan Sustainability Report telah banyak dilakukan. Terdapat beberapa


perbedaan antara penelitian satu dengan penelitian lain, baik dari segi variabel
yang digunakan, maupun hasil dari penelitiannya. Hasil penelitian yang berbeda
menunjukkan adanya kontra antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Berikut
tabel

ringkasan

yang

menunjukkan

penelitian

terhadap

pengungkapan

sustainability report dari peneliti sebelumnya.


Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu
Nama
Peneliti

Judul

Metode

Variabel

Hasil

Analisis

Luciana
Spica
Almilia
(2008)

Faktor-faktor
Regresi
yang
Linier
Mempengaruhi Berganda
Pengungkapan
Sukarela
Internet
Financial and
Sustainability
Reporting

Profitabilitas,
Leverage,
Size (Ukuran
Perusahaan),
Struktur
Kepemilikan
Modal

Profitabilitas, Size
(Ukuran
Perusahaan), dan
Struktur
Kepemilikan
Modal
berhubungan
positif
dan
berpengaruh
terhadap
pengungkapan
sukarela
IFSR.
Leverage
tidak
berpengaruh
terhadap
pengungkapan
sukarela IFSR.

Petra F.A.
Dilling
(2010)

Sustainability
Logistic
Reporting In A Regression
Global
Content : What
Are
The

Sektor
perusahaan,
Ukuran,
Profitabilitas
dan

Perusahaan yang
memiliki
karakteristik
profitabilitas yang
tinggi, bergerak di

44

Characteristics
of
Corporations
That Provide
High Quality
Sustainability
Reports-An
Empirical
Analysis.

Yunita
Ratnasari
(2010)

Pengaruh
Regresi
Corporate
Berganda
Governance
Terhadap Luas
Pengungkapan
Tanggung
Jawab Sosial
Perusahaan Di
Dalam
Sustainability
Report

Hari
Suryono
dan Andry
Prastiwi
(2011)

Pengaruh
Regresi
Karakteristik
Logistik
Perusahaan
dan Corporate
Governance
Terhadap
Praktik
Pengungkapan
Sustainability
Report

pertumbuhan, sektor
Corporate
pertambangan, dan
governance.
memiliki
pertumbuhan
jangka
panjang
yang kuat
berpengaruh
terhadap
pembuatan
sustainability
report
Ukuran
Karakteristik
Dewan
Corporate
Komisaris,
Governance,
Jumlah Rapat variabel
kontrol
Dewan
size
dan
Komisaris,
profitabilitas tidak
Proporsi
berpengaruh
Dewan
signifikan terhadap
Komisaris
luas pengungkapan
Independen,
tanggung
jawab
Ukuran
sosial perusahaan
Komite
di
dalam
Audit, Jumlah sustainability
Rapat Komite report.
Audit,
Variabel
kontrol
Variabel
leverage
Kontrol:
berpengaruh
Size,
signifikan terhadap
Leverage,
luas pengungkapan
Profitabilitas tanggung
jawab
sosial perusahaan
dalam
sustainability
report.
Profitabilitas,
Likuiditas,
Leverage,
Aktivitas
Perusahaan,
Ukuran
Perusahaan,
Komite
Audit, Dewan
Direksi,

Profitabilitas,
Ukuran
Perusahaan,
Komite Audit, dan
Dewan
Direksi
berpengaruh
terhadap
praktik
pengungkapan
Sustainability
Report.

45

Governance
Committee

Likuiditas,
Leverage,
Aktivitas
Perusahaan
dan
Governance
Committee
tidak
berpengaruh
terhadap
praktik
pengungkapan
Sustainability
Report.
Khaula
Pengaruh
Regresi
Profitabilitas, Leverage, Ukuran
Luthfia
Kinerja
Logistik
Likuiditas,
Perusahaan,
(2012)
Keuangan,
Leverage,
Dewan
Direksi,
Ukuran
Ukuran
Governance
Perusahaan,
Perusahaan,
Committee
Struktur
Struktur
berpengaruh
Modal,
dan
Modal,
terhadap publikasi
Corporate
Komite
Sustainability
Governance
Audit, Dewan Report.
Terhadap
Direksi, dan Profitabilitas,
Publikasi
Governence
Likuiditas,
Sustainability
Committee.
Aktivitas
Report.
Perusahaan,
Komite Audit, dan
Struktur
Modal
tidak berpengaruh
terhadap publikasi
Sustainability
Report.
Sumber: Olahan peneliti dari berbagai jurnal, 2013
Tabel 2.1 menunjukkan adanya perbedaan hasil dari penelitian terdahulu
mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi sustainability report. Penelitian ini
merujuk pada peneltitan terdahulu yang dilakukan oleh suryono dan prastiwi
(2011) dengan menambahkan variabel dewan komisaris dalam corporate
governance dan pengukuran profitabilitas tidak menggunakan ROA, melainkan
menggunakan ROE.

46

Tabel 2.2 Perbedaan dengan Penelitian Terdahulu


No
1

Faktor-Faktor
Tujuan

Perbedaan
Mengetahui peran corporate governance meliputi
dewan komisaris, komite audit, dewan direksi,
governance committe dan karakteristik perusahaan
yang meliputi profitabilitas, likuiditas, leverage,
aktivitas perusahaan, ukuran perusahaan terhadap
pengungkapan sustainability report.
2
Variabel
Menggunakan variabel corporate governance yang
diproksikan melalui dewan komisaris, komite audit,
dewan direksi dan governance committee, serta
variabel karakteristik perusahaan yang diproksikan
melalui profitabilitas, likuiditas, leverage, aktivitas
perusahaan dan ukuran perusahaan.
3
Objek Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan objek perusahaan
yang terdaftar di BEI periode 2010-2011
Pada penelitian terdahulu menggunakan objek
perusahaan terdaftar di BEI periode 2007-2010
Sumber: Data diolah peneliti, 2013

2.3. Kerangka Berfikir dan Pengembangan Hipotesis


2.3.1. Kerangka Berfikir
Pengungkapan Sustainability Report dalam penelitian ini diperlakukan
sebagai variabel dependen yaitu variabel yang menjadi pusat perhatian peneliti,
yang dijelaskan oleh variabel-variabel independen yaitu Corporate Governance
dan Karakteristik Perusaahaan.
Sustainability Report merupakan salah satu proxy yang menggambarkan
mengenai kebijakan perusahaan terkait dengan pengungkapan sukarela.
Sustainability report mencakup pengungkapan kegiatan ekonomi, lingkungan dan
dampak sosial menjadi perhatian utama pelaporan non-keuangan sebagai bentuk
transparansi perusahaan terhadap risiko yang akan dihadapi.

47

Perusahaan melakukan pengungkapan sustainability report sebagai bukti


bahwa perusahaan memiliki komitmen terhadap lingkungan sosialnya dan dapat
dinilai hasilnya oleh para pihak yang membutuhkan informasi tersebut.
Disamping itu, sustainability report merupakan salah satu instrumen yang dapat
digunakan oleh suatu organisasi baik pemerintah maupun perusahaan dalam
berdialog dengan masyarakat ataupun stakeholder-nya sebagai salah satu upaya
penerapan pendidikan pembangunan berkelanjutan (Luthfia, 2012).
Laporan tahunan (annual report) perusahaan merupakan informasi yang
disediakan oleh perusahaan mengenai keuangan dan aktivitas perusahaan.
Informasi keuangan dan aktivitas tersebut dapat digunakan untuk melihat
karakteristik perusahaan dan corporate governance.
Corporate governance diprediksi memiliki peran penting terhadap
pengungkapan sustainability report. Perusahaan dengan struktur good corporate
governance, memiliki kemungkinan besar untuk mengungkapkan laporan-laporan
bersifat voluntary. Adanya struktur corporate governance, meliputi dewan
komisaris, komite audit, dewan direksi dan governance committee diharapkan
mampu memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan perusahaan untuk
pengungkapan suatu laporan. Peran corporate governance dinilai mampu
meningkatkan

pengungkapan

sustainability

report

yang

berdasarkan

pembangunan berkelanjutan sebagai informasi lebih dan nilai tambah perusahaan.


Coller dan Gregory (Sembiring, 2005) menyatakan bahwa semakin besar
jumlah anggota dewan komisaris, maka akan semakin mudah

untuk

mengendalikan CEO dan monitoring yang dilakukan akan semakin efektif.

48

Menurut Sembiring (2005), dikaitkan dengan pengungkapan informasi oleh


perusahaan, kebanyakan penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara
berbagai karakteristik dewan komisaris dengan tingkat pengungkapan informasi
oleh perusahaan. Penelitian Sembiring (2005), dewan komisaris yang diproksi
dengan jumlah anggota dewan komisaris, menunjukkan pengaruh yang positif
dan signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dapat
disimpulkan bahwa dewan komisaris berperan positif terhadap pengungkapan
Sustainability Report.
Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris
dalam rangka membantu melaksanakan tugas dan fungsinya (Handayani, 2011).
Menurut Suryono dan Prastiwi (2011) semakin berkualitas komite audit, maka
mereka akan semakin dapat memahami makna strategis dari pengungkapan
informasi dan apa yang dibutuhkan stakeholder secara luas. Suryono (2011)
menemukan adanya pengaruh secara signifikan komite audit terhadap
pengungkapan Sustainability Report. Keberadaan komite audit membantu dalam
menjamin pengungkapan, baik pengungkapan bersifat wajib maupun sukarela.
Dapat disimpulkan bahwa komite audit berperan positif terhadap pengungkapan
Sustainablity Report.
Keefektifan pengawasan dalam aktivitas perusahaan dapat dipengaruhi oleh
bagaimana dewan direksi dibentuk dan diorganisir. Dalam penerapannya,
pelaksanaan good corporate governance sangat bergantung pada fungsi-fungsi
dari dewan direksi yang dipercaya sebagai pihak yang mengurus perusahaan
(Suryono, 2011). Suryono dan Prastiwi (2011), menemukan bukti empiris bahwa

49

dewan direksi berpengaruh positif sigifikan terhadap pengungkapan sustainability


report. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh
Luthfia (2012) megemukakan bahwa dewan direksi memilki tanggung jawab
dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang dipublikasikan melalui
sustainability report. Dapat disimpulkan bahwa dewan direksi berperan positif
terhadap pengungkapan Sustainability Report.
Governance committee adalah komite yang terdiri dari beberapa anggota
dewan direksi. Penciptaan good corporate governance suatu perusahaan dapat
diwujudkan salah satunya melalui pembentukan dan penunjukkan anggota
governance committee yang berkompeten dan berkualitas. Hasil penelitian yang
dilakukan oleh Dilling (2010), menunjukkan bahwa governance committee
berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Luthfia
(2012) mengemukakan bahwa adanya prinsip responsibilitas dalam pencapaian
good corporate governance, maka governance committee sebagai komite
penunjang pelaksanaan good corporate governance maka komite ini dapat
merekomndasikan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan melalui
sustainability report. Dapat disimpulkan bahwa governance committee berperan
positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.
Karakteristik perusahaan dapat memberikan informasi mengenai kondisi
perusahaan. Oleh karena itu, karakteristik perusahaan diduga memilki peran
penting

dalam

pengungkapan

sustainability

report.

Perusahaan

dengan

kemampuan menghasilkan laba tinggi (profitabilitas), kemampuan memenuhi


kewajiban jangka panjang (likuiditas), kemampuan kewajiban keuangan untuk

50

jangka panjang dan jangka pendek (leverage), kemampuan dalam pengelolaan


aktiva (aktivitas perusahaan), dan ukuran perusahaan yang semakin besar akan
memungkinkan untuk mengungkapakan informasi lebih luas, termasuk informasi
bersifat voluntary. Adanya informasi lebih mengenai karakteristik perusahaan,
maka semakin mungkin untuk melakukan pengungkapan sustainability report
(Suryono dan Prastiwi, 2011).
Menurut Almilia (2008), perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas
tinggi cenderung untuk mengungkapkan lebih banyak informasi karena ingin
menunjukkan kepada publik dan stakeholder bahwa perusahaan memiliki tingkat
profitabilitas tinggi dibandingkan dengan perusahaan lain. Jati (Suryono, 2011)
mengemukakan bahwa pertumbuhan tingkat profitabilitas yang semakin tinggi
dan

berkesinambungan

pengungkapan

akan

yang lebih

pertanggungjawaban

sosial

mendorong

fleksibel
yang

dan

perusahaan
bebas

dilakukan.

dalam

Dapat

akan

melakukan

mengungkapkan

disimpulkan

bahwa

profitabilitas berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.


Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi berarti menandakan
kemampuan besar untuk membayar kewajiban-kewajiban jangka pendeknya tepat
waktu (Suryono, 2011). Hal ini didukung oleh Burton, dkk (Almilia dan Devi,
2007) yang mengatakan tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan kuatnya
kondisi keuangan perusahaan. Kondisi keuangan yang kuat akan mendorong
perusahaan untuk mengungkap lebih banyak informasi sebagai instrument untuk
meyakinkan para stakeholder-nya. Dapat disimpulkan bahwa likuiditas berperan
positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.

51

Menurut Belkoui dan Karpik (Sembiring, 2005) keputusan untuk


mengungkapkan informasi sosial, akan diikuti pengeluaran untuk pengungkapan
yang dapat menurunkan pendapatan. Artinya, leverage memberikan respon yang
buruk bagi para stakeholder. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang
dilakukan oleh Almilia (2008) yang mengemukakan bahwa leverage berpengaruh
negatif terhadap pengungkapan sukarela Internet Sustainability Reporting. Dapat
disimpulkan

bahwa

leverage

berperan

negatif

terhadap

pengungkapan

Sustainability Report.
Tingginya rasio aktivitas perusahaan mencerminkan kemampuan dana yang
tertanam dalam perputaran seluruh aktivanya pada suatu periode tertentu
(Setiawan dalam Suryono, 2011). Rasio aktivitas merupakan kemampuan dana
yang tertananm dalam aktiva untuk kegiatan produksi dalam periode tertentu.
Rasio aktivitas yang tinggi menunjukkan semakin baik manajemen mengelola
aktiva, semakin efektif perusahaan dalam menggunakan aktivanya. Dilling (2010)
menyatakan bahwa hampir tujuh puluh persen penelitian menyebutkan adanya
hubungan positif antara kinerja perusahaan dengan pengungkapan CSR.
Sustainability Report merupakan sarana pengungkapan tanggung jawab sosial
perusahaan. Adanya kinerja perusahaan mengenai aktivitas perusahaannya, maka
memungkinkan perusahaan melakukan pengungkapan sustainability report. Dapat
disimpulkan bahwa aktivitas perusahaan berperan positif terhadap peengungkapan
Sustainability Report.
Secara umum, perusahaan besar akan mengungkapkan informasi laporan
lebih banyak, dibandingkan perusahaan kecil. Menurut

Cowen

et. al.

52

(Sembiring, 2005) secara teoritis perusahaan besar tidak akan lepas dari tekanan,
dan perusahaan yang lebih besar dengan aktivitas operasi dan pengaruh yang lebih
besar terhadap masyarakat mungkin akan memiliki pemegang saham yang
memperhatikan program sosial yang dibuat perusahaan sehingga pengungkapan
tanggung jawab sosial perusahaan akan semakin luas. Semakin besar perusahaan,
maka perusahaan cenderung mengungkapkan informasi lebih banyak, dan
memungkinkan perusahaan tersebut untuk mengungkapkan sustainability report.
Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Almilia (2008) menyatakan bahwa
perusahaan berukuran besar cenderung memilki lingkungan informasi akuntansi
baik, sehingga berdampak perusahaan memiliki sumber daya cukup untuk
mengelola website yang mempublikasikan Sustainability Reporting. Dapat
disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berperan positif terhadap pengungkapan
Sustainability Report.
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, maka model kerangka pemikiran
yang telah diurakan dapat digambarkan sebagai berikut:

53

Variabel Independen
Dewan Komisaris
H1 (+)

Komite Audit

H2 (+)
Dewan Direksi
Governance Committee

Variabel Dependen

H3 (+)
H4 (+)
Pengungkapan
Sustainability
Report

H5 (+)
Profitabilitas
H6 (+)
Likuiditas
Leverage

H7 (-)
H8 (+)
H9 (+)

Aktivitas
Ukuran
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

2.3.2. Perumusan Hipotesis


Pengembangan hipotesis melalui telaah literature diarahkan untuk
menghasilkan perspektif teoritis untuk jawaban masalah atau pertanyaan
penelitian (Indriantoro dan Supomo, 1999). Berdasarkan landasan teori yang telah
dijelaskan, maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut.
H1

:Dewan komisaris berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability


Report.

H2

:Komite audit berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability Report

54

H3

:Dewan Direksi berperan positif terhadap Pengungkapan Sustainability


Report

H4

:Governance

Committee

berperan

positif

terhadap

Pengungkapan

Sustainability Report
H5

:Profitabilitas berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability


Report.

H6

:Likuiditas berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability Report

H7

:Leverage berperan negatif terhadap pengungkapan Sustainability Report

H8

:Aktivitas Perusahaan berperan positif terhadap pengungkapan Sustainabilty


Report

H9

:Ukuran perusahaan berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability


Report

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1

Jenis dan Desain Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan jenis data yang

digunakan adalah sekunder yaitu annual report dan sustainability report


perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2011. Data yang
diperlukan meliputi data pengungkapan Sustainability Report, Annual Report dan
laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh auditor independen untuk
melihat informasi corporate governance dan karakteristik perusahaan. Data
tersebut diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia di http://www.idx.co.id
serta website resmi masing-masing perusahaan.

3.2

Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel


Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia tahun 2010-2011. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang
menerbitkan Annual Report dan Sustainability Report yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia periode 2010-2011 (kecuali banking, credit agencies other than
bank, securities, dan insurance). Pemilihan sampel kecuali banking, credit
agencies other than bank, securities, dan insurance dikarenakan perbedaan dalam
analisis kinerja keuangan yang dilakukan dan dikhawatirkan perusahaanperusahaan tersebut melakukan aktivitas yang cenderung sebagian besar terfokus
pada keuangan, sehingga diindikasikan akan memiliki karakteristik perusahaan

55

56

(kinerja keuangan) yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan sampel lain pada


umumnya. Pemilihan sampel berdasarkan metode purposive sampling dengan
tujuan mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kriteria yang
ditentukan.
Sampel dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu
perusahaan yang mengungkapkan SR dan perusahaan yang tidak mengungkapkan
SR.
Adapun kriteria yang digunakan untuk perusahaan yang mempublikasikan
SR dan tidak mempublikasikan SR adalah:
1.

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2011 kecuali


banking, credit agencies other than bank, securities, dan insurance.

2.

Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dan laporan tahunan (annual


report) tahun 2010-2011.

3.

Perusahaan menampilkan data yang dapat digunakan untuk menganalisis


peran corporate governance dan karakteristik perusahaan terhadap
pengungkapan sustainability report.
Adapun proses pemilihan sampel dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 3.1 Proses Pemilihan Sampel Penelitian


No

Kriteria

Jumlah Perusahaan

Perusahaan terdaftar di BEI tahun 2010-2011 kecuali

321

banking, credit agencies other than bank, securities,


insurance.
2

Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dan annual


report tahun 2010-2011

197

57

No

Kriteria

Jumlah Perusahaan

Peusahaan menampilkan data yang dapat digunakan

61

untuk menganalisis peran corporate governance dan


karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan SR.
Jumlah perusahaan sampel yang digunakan

61

Tahun amatan

Jumlah unit analisis

122

Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013 pada lampiran 1


Sampel yang masuk kriteria menghasilkan sebanyak 61 perusahaan
manufaktur. Dua tahun pengamatan 2010-2011 diperoleh unit analisis sampel
sebanyak 122 annual report. Adapun sampel perusahaan dapat dilihat pada
lampiran 2.
.
3.3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
3.3.1. Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengungkapan
sustainability report (laporan keberlanjutan) suatu perusahaan. Variabel ini
merupakan variabel dummy. Pengukuran dilakukan dengan memberikan nilai 1
untuk perusahaan yang melakukan pengungkapan sustainability report dan 0
untuk perusahaan tidak melakukan pengungkapan sustainability report.

58

3.3.2. Variabel Bebas atau Independent Variable


3.3.2.1.Corporate Governance
Corporate governance suatu perusahaan dalam penelitian ini dilihat dari
dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, dan keberadaan governance
committee yang dimiliki perusahaan.
1.

Dewan Komisaris
Menurut Mulyadi (2002), dewan komisaris merupakan wakil dari para
pemegang saham yang berfungsi mengawasi pengelolaan perusahaan yang
dilakukan oleh manajemen dan mencegah pengendalian yang terlalu banyak
di tangan manajemen. Dewan komisaris bertanggung jawab untuk
menentukan apakah manajemen telah memenuhi tanggung jawab mereka
dalam mengembangkan dan menyelenggarakan pengendalian intern.
Variabel ini diukur dengan menghitung jumlah dewan komisaris dalam
suatu perusahaan yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan.

2.

Komite Audit
Menurut Jati (Suryono, 2011), komite audit merupakan komite yang
ditunjuk oleh perusahaan sebagai penghubung antara dewan direksi dan
audit eksternal, internal auditor serta anggota independen, yang memiliki
tugas untuk memberikan pengawasan auditor, memastikan manajemen
melakukan tindakan korektif yang tepat terhadap hukum dan regulasi.
Variabel ini diukur dengan melihat jumlah rapat antara anggota komite
audit. Jumlah rapat akan mencerminkan keefektifan dalam komunikasi dan

59

koordinasi antara anggota komite audit untuk mewujudkan good corporate


governance.
3.

Dewan Direksi
Menurut UU PT No.1 Tahun 1995, dewan direksi merupakan bagian dari
peseroan yang bertanggung jawab penuh terhadap kepengurusan perseroan
untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di
dalam maupun di lur pengadilan. Dewan Direksi diukur dengan melihat
jumlah rapat selama periode 1 tahun.

4.

Governance Committee
Governance committee adalah komite yang terdiri dari beberapa anggota
dewan direksi (Willey dalam Luthfia, 2012). Komite ini bertugas untuk
mengembangkan dan merekomendasi kepada dewan, pedoman dalam
pelaksanaan dan etika corporate governance. Governance Committee diukur
dengan variabel dummy, yaitu nilai 1 untuk perusahaan yang sudah
membentuk governance committee, dan 0 untuk perusahaan belum
membentuk governance committee.

3.3.2.2.Karakteristik Perusahaan
Karakteristik Perusahaan dalam penelitian ini dilihat dari profitabilitas,
likuiditas, leverage, aktivitas dan ukuran perusahaan.
1.

Profitabilitas
Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba dalam upaya meningkatkan nilai pemegang saham

60

(Mamduh dan Abdul Halim dalam Almilia, 2007). Variabel ini diukur
dengan ROE (Return on Equity)

2.

Likuiditas
Likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam
jangka pendek dengan melihat aktiva lancar perusahaan terhadap hutang
lancarnya (hutang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaan)
(Mamduh dan Abdul Halim dalam Almilia, 2007). Variabel ini diukur
dengan Current Ratio.

3.

Leverage
Leverage merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangannya baik jangka pendek maupun jangka panjang jika suatu
perusahaan dilikuidasi (Hadiningsih dalam Suryono, 2011). Variabel
leverage dalam penelitian ini diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER)

4.

Aktivitas Perusahaan
Aktivitas perusahaan menggambarkan hubungan antara tingkat operasi
perusahaan (sales) dengan asset yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan

61

operasi-operasi perusahaan (Hadiningsih dalam Suryono, 2011). Rasio


aktivitas dalam penelitian ini diukur melalui Inventory Turnover.

5.

Ukuran Perusahaan
Ukuran Perusahaan mengambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang
ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan,
dan rata-rata total aktiva (Ferry dan Jones dalam Andriyanti, 2007). Ukuran
Perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan nilai log of total asset yang
dimiliki oleh masing-masing perusahaan.

Tabel 3.2 Definisi Operasional Variabel


No

1.

2.

Variabel

Definisi

Dependen:
Sustainability Laporan mengenai dampak
Report
ekonomi, lingkungan, dan
sosial yang disajikan terpisah
dari laporan keuangan dan
laporan tahunan.
Independen:
Dewan
Merupakan wakil dari para
Komisaris
pemegang saham yang
berfungsi mengawasi
pengelolaan perusahaan yang
dilakukan oleh manajemen
dan mencegah pengendalian
yang terlalu banyak di tangan
manajemen.

Pengukuran

Skala
Data

Ya=1
Tidak=0

Nominal

Jumlah anggota
dewan komisaris

Rasio

62

No
3.

4.

5.

6.

7.

8.

Variabel

Definisi

Komite Audit komite audit merupakan


komite yang ditunjuk oleh
perusahaan sebagai
penghubung antara dewan
direksi dan audit eksternal,
internal auditor serta anggota
independen, yang memiliki
tugas untuk memberikan
pengawasan auditor,
memastikan manajemen
melakukan tindakan korektif
yang tepat terhadap hukum dan
regulasi
Dewan
Dewan direksi merupakan
Direksi
bagian perseroan yang
bertanggung jawab penuh
terhadap kepengurusan
perseroan untuk kepentingan
dan tujuan perseroan serta
mewakili perseroan baik di
dalam maupun di luar
pengadilan, sesuai dengan
peraturan perundang-undangan
Governance
Komite yang terdiri dari
Committee
beberapa anggota dewan
direksi
Profitabilitas Rasio yang mengukur
kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba dalam
upaya meningkatkan nilai
pemegang saham
Likuiditas
Rasio yang mengukur
kemampuan perusahaan dalam
jangka pendek dengan melihat
aktiva lancar perusahaan
terhadap hutang lancarnya
Leverage
Kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban
keuangannya, baik jangka
pendek maupun jangka
panjang jika perusahaan
dilikuidasi

Pengukuran
Jumlah rapat
komite audit

Skala
Data
Rasio

Jumlah rapat
dewan direksi

Rasio

Ya=1
Tidak=0

Nominal

ROE= Laba
bersih setelah
pajak/Ekuitas

Rasio

Current Ratio=
Aktiva
lancar/Kewajiban
lancar

Rasio

DER= Total
Kewajiban/Total
Ekuitas

Rasio

63

No

Variabel

9.

Aktivitas
Perusahaan

10.

Ukuran
Perusahaan

Definisi
Mengambarkan hubungan
antara tingkat operasi
perusahaan (sales) dengan
asset yang dibutuhkan untuk
menunjang kegiatan operasioperasi perusahaan
Menggambarkan besar
kecilnya suatu perusahaan
yang ditunjukkan oleh total
aktiva, jumlah penjualan, ratarata total penjualan dan ratarata total aktiva

Pengukuran
Inventory
turnover=
Penjualan/
Persediaan

Log Total Aset

Skala
Data
Rasio

Rasio

3.4. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dokumentasi, karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder dalam bentuk
laporan keuangan, laporan tahunan (annual report) dan sustainability report
(laporan kebelanjutan) perusahaan yang dijadikan sebagai subyek penelitian. Data
penelitian berupa data kuantitatif dari laporan keuangan dan laporan tahunan
(annual report) serta data kuantitatif Sustainability Report perusahaan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20102011 (kecuali banking, credit
agencies other than bank, insurance, dan securities)

3.5. Metode Analisis Data


Teknik analisis data yang digunkan dalam penelitian ini adalah model
analisis regresi logistik. Dalam analisis regresi logistik, tidak memerlukan uji
asumsi klasik (Ghozali, 2011). Regresi logistik dipilih karena dalam penelitian ini

64

variabel bebas merupakan campuran antara variable metric dan non-metric, dan
variabel terikat merupakan variable dichotomous.
3.5.1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan memberikan
gambaran tentang distribusi frekuensi variabel-variabel dalam penelitian ini, nilai
maksimum, minimum, rata-rata (mean) dan standar deviasi. jumlah dewan direksi,
jumlah rapat direksi, jumlah rapat komite audit, ROE, current ratio, debt to equity
ratio, inventory turnover, total aset,dapat diketahui nilai maksimum, nilai
minimum, rata-rata (mean) dan standar deviasinya berdasarkan data olahan SPSS.
Governance committee dan sustainability report tidak diikutsertakan dalam
perhitungan descriptive statistics karena variabel-variabel tersebut memiliki skala
nominal. Skala nominal merupakan skala pengukuran kategori atau kelompok.
Angka ini hanya berfungsi sebagai label kategori semata tanpa nilai intrinsic. Oleh
karena itu, tidak tepat apabila menghitung nilai rata-rata (mean) dan standar
deviasi dari variabel tersebut (Ghozali, 2011). Jadi, uji statistik yang sesuai
dengan skala nominal adalah uji statistik yang mendasarkan counting, seperti
modus dan frekuensi.

3.5.2. Regresi Logistik (Logistic Regression)


Alat analisis regresi yang digunakan jika variabel terikat merupakan skala
nominal adalah regresi logistik. Regresi logistik tidak memerlukan uji normalitas,
heteroskedasitas, dan uji asumsi klasik pada variabel dependent-nya (Ghozali,
2011). Regresi logistik dipilih karena penelitian ini memiliki variabel dependent

65

yang dichotomous (Subramaniam dalam Suryono, 2011) dan variabel independent


yang bersifat kombinasi antara metric dan non metric (nominal). Uji ini digunakan
dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana variabel-variabel corporate
governance dan karakteristik perusahaan mampu memberikan peran terhadap
pengungkapan sustainability report suatu perusahaan.
Variabel dependent

yang digunakan dalam model merupakan variabel

dichotomous, karena perusahaan diklasifikasikan sebagai peusahaan yang


mengungkapkan sustainability report atau tidak. Variabel independen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah dewan komisaris, jumlah rapat
antara anggota komite audit, jumlah rapat antara anggota dewan direksi, dan ada
tidaknya pembentukan governance committee yang juga merupakan variabel
dichotomous serta tingkat profitabilitas, likuiditas, leverage, aktivitas, dan ukuran
perusahaan.
Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran teoritis yang telah
ada sebelumnya, maka model yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu :

Penjelasan:
SR

= Variabel dummy, kategori perusahaan apakah mengungkapkan


Sustainability report (nilai 1) atau tidak mengungkapkan (nilai 0)

= Konstanta

DK

= Dewan Komisaris yang diproksikan melalui jumlah dewan

66

komisaris
KA

= Komite audit yang diproksikan melalui jumlah rapat antar


anggota komite audit

DD

= Dewan direksi yang diproksikan melalui jumlah rapat


antar anggota dewan direksi

CG

= Variabel dummy, keberadaan governance committee


(nilai 1 untuk perusahaan yang memiliki dan nilai 0 untuk yang
tidak memiliki governance committee/komite GCG).

ROE

= Profitabilitas yang diproksikan melalui perhitungan ROE.

CR

= Likuiditas yang diproksikan melalui perhitungan Current Ratio.

DER

= Leverage yang diproksikan melalui perhitungan DER.

ITO

= Aktivitas perusahaan yang diproksikan melalui perhitungan


Inventory Turnover

LogTA

= Ukuran perusahaan yang diproksikan melalui total asset


perusahaan.

Selanjutnya, berdasar hasil output SPSS yang diperoleh, akan dilakukan


analisis pengujian model regresi logistik melalui beberapa tahapan, Tahapan tahapan tersebut antara lain :
1.

Menilai model regresi


Regresi logistik merupakan regresi yang telah mengalami modifikasi,

sehingga karakteristik yang ada juga tidak sama lagi dengan model regresi
sederhana atau berganda. Oleh karena itu, penentuan signifikansi juga berbeda
dengan regresi berganda, yaitu kesesuaian model (goodness of fit) dengan dilihat

67

dari R2 ataupun F test. Penilaian model regresi logistik dilihat dengan pengujian
Hosmer and Lemeshows Goodness of Fit Test. Pengujian ini dilakukan untuk
melakukan penilaian mengenai model yang dihipotesiskan agar data empiris
sesuai atau cocok dengan model. Jika nilai Hosmer and Lemeshow Goodness of
Fit Test statistic sama dengan atau kurang dari 0,05, maka hipotesis nol ditolak.
Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara model dengan observasinya.
Dengan demikian, model Goodnes Fit tidak baik, karena model tidak dapat
memprediksi nilai observasinya. Jika nilai statistik

Hosmer and Lemeshow

Goodness of Fit Test lebih besar dari 0,05 maka hipotesis nol tidak dapat ditolak
yang berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan
model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya (Ghozali, 2011).
Hipotesis tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut :
Ho = Model yang dihipotesiskan fit dengan data.
H1 = Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data.
2.

Menilai Overall Model Fit


Menilai keseluruhan model (overall model fit) dengan menggunakan Log

Likehood value (nilai 2LL), yaitu dengan cara membandingkan antara nilai -2LL
pada awal (block number=0), model ini hanya memasukkan konstanta dengan
nilai -2LL. Pada bagian selanjutnya yaitu Block Number=1, model memasukkan
konstanta dan variabel independent. Kesimpulannya bila nilai -2LL

Block

Number=0 > dari pada nilai Block Number=1, maka menunjukkan model regresi
yang baik. Log likehood pada regresi logistik, mirip dengan pengertian Sum of

68

Square Error pada model regresi, hal ini mengindikasikan penurunan nilai log
likehood menunjukkan model yang semakin baik.
3.

Menguji Hipotesis
Pengujian ini dilakukan untuk menguji seberapa jauh semua variabel bebas

yang dimasukkan dalam model mampu memberikan peran variabel terikat.


Menurut Metallia (Suryono, 2011) menyatakan bahwa koefisien regresi
ditentukan sebagai analisis pengujian hipotesis dengan beberapa kriteria, yaitu:
a.

Tingkat signifikansi () yang digunakan sebesar 5%, maka ada peluang


sekitar 95% yakin bahwa keputusannya tepat. Pada tingkat signifikansi ()
sebesar 5 % hipotesis diterima, berarti hipotesis memiliki probabilitas
kesalahan 5% (0,05).

b.

Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis didasarkan pada nilai p-value:


1)

Jika p-value lebih besar daripada () maka hipotesis ditolak, hal


tersebut

berarti

variabel

tersebut

tidak

berperan

terhadap

pengungkapan sustainability report oleh perusahaan.


2)

Jika p-value lebih kecil daripada () maka dapat disimpulkan hipotesis


diterima

yang

berarti

variabel

tersebut

berperan

pengungkapan sustainability report oleh suatu perusahaan.

terhadap

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian


4.1.1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang
terlihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum,
sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi). Variabel penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dan dependen.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah dewan komisaris, komite audit,
dewan direksi, governance committee, profitabilitas, likuiditas, leverage, aktivitas
perusahaan, ukuran perusahaan sedangkan variabel dependennya adalah
pengungkapan sustainability report.
1.

Pengungkapan Sustainability report


Variabel dependen Pengungkapan Sustainability report merupakan variabel

dummy yang bernilai 1 dan 0, sehingga variabel Pengungkapan Sustainability


report tidak dapat ditentukan minimum, maksimum, mean, ataupun standar
deviasinya. Hasil frequency variabel dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Hasil Analisis Kelas Frequency Variabel Pengungkapan SR
Frequency
Valid

Percent Valid Percent Cumulative Percent

96

78.7

78.7

78.7

26

21.3

21.3

100.0

Total
122
100.0
100.0
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013 pada lampiran 3

69

70

Tabel 4.1 menunjukkan perusahaan yang mengungkapakan sustainability


report sebanyak 26 perusahaan atau 21.3%, sedangkan perusahaan tidak
mengungkapkan sustainability report sebanyak 96 perusahaan atau 78.7%. Hal ini
menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan terdaftar di BEI belum melakukan
pengungkapan sustainability report sebagai bentuk laporan sukarela yang
disajikan secara terpisah dari annual report.
2.

Dewan Komisaris
Variabel Dewan Komisaris merupakan variabel independen dalam

penelitian ini. Variabel ini diukur dengan melihat jumlah anggota dewan
komisaris suatu perusahaan. Hasil analisis descriptive statistics variabel dewan
komisaris dengan program SPSS dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Hasil Analisis Deskriptif Dewan Komisaris
N
DK

122

Minimum Maximum
2

Mean

11

5.67

Std. Deviation
2.002

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013 pada lampiran 4
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa jumlah unit analisis dalam penelitian (N)
adalah 122. Variabel dewan komisaris dari sampel perusahaan yang memilki
jumlah dewan komisarsi paling rendah (minimum) adalah PT. Kawasan Industry
Jababeka, Tbk (KIJA) sebanyak 2 anggota dewan direksi, sedangkan paling tinggi
(maximum) adalah PT. Indosat, Tbk (ISAT) dan PT. Astra International, Tbk
(ASII) sebanyak 11 anggota dewan direksi. Variabel dewam komisaris memiliki
nilai rata-rata yang yang diperoleh dari jumlah anggota dewan komisaris sebesar
5,67 lebih besar dari standar deviasi yang hanya sebesar 2,002. Hasil ini

71

menunjukkan bahwa sebaran data untuk variabel dewan komisaris pada


perusahaan sampel tidak jauh beda atau hampir sama.
3.

Komite Audit
Variabel Komite Audit merupakan variabel independen dalam penelitian ini.

Variabel ini diukur dengan melihat jumlah rapat komite audit dalam suatu
perusahaan. Hasil analisis descriptive statistics variabel komite audit dengan
program SPSS dapat dilihat dalam Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Komite Audit
N
KA

122

Minimum Maximum
2

48

Mean
12.63

Std. Deviation
11.176

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013 pada lampiran 5
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa jumlah unit analisis dalam penelitian (N)
adalah 122. Variabel komite audit dari sampel perusahaan yang memiliki jumlah
rapat komite audit paling sedikit (minimum) adalah PT. Suryamas Dutamakmur,
Tbk (SMDM), PT. Enseval Putra Megatrading, Tbk (EPMT), dan PT. Ultra Jaya
Milk, Tbk (ULTJ) yaitu sebanyak 2 kali rapat, sedangkan jumlah rapat komite
audit paling banyak (maksimum) adalah PT. Kimia Farma sebanyak 48 kali rapat.
Nilai rata-rata yang diperoleh dari jumlah rapat anggota komite audit sebesar
12,63 lebih besar dari standar deviasinya yaitu sebesar 11.176. Hasil ini
menunjukkan bahwa sebaran data untuk variabel komite audit pada perusahaan
sampel tidak jauh beda atau hampir sama.

72

4.

Dewan Direksi
Variabel Dewan Direksi merupakan variabel independen dalam penelitian

ini. Variabel ini diukur melalui jumlah rapat dewan direksi suatu perusahaan.
Hasil descriptive statistics variabel dewan direksi dengan program SPSS dapat
dilihat dalam tabel 4.4.
Tabel 4.4 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Dewan Direksi
N
DD

Minimum Maximum

122

56

Mean
19.80

Std. Deviation
14.753

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013 pada lampiran 6
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa jumlah unit analisis dalam penelitian (N)
adalah 122. Variabel dewam direksi sampel perusahaan yang memiliki jumlah
rapat paling sedikit (minimum) adalah PT. Bumi Resources, Tbk (BUMI), PT.
Enseval Putra Megatrading, Tbk (EPMT) dan PT. Semen Gresik, Tbk (SMGR)
sebanyak 2 kali rapat, sedangkan paling banyak (maksimum) adalah PT. Adhi
karya, Tbk (ADHI) sebanyak 56 kali rapat. Nilai rata-rata yang diperoleh dari
jumlah rapat anggota dewan direksi sebesar 19.80 , lebih besar dari standar
deviasi yang hanya sebesar 14.753. Hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data
untuk variabel dewan direksi pada perusahaan sampel tidak jauh beda atau hampir
sama.
5.

Governance Committee
Variabel governance committee merupakan variabel independen dalam

penelitian ini. Variabel ini merupakan variabel dummy yang bernilai 1 dan 0,
sehingga variabel governance committee tidak dapat ditentukan minimum,

73

maksimum, mean ataupun standar deviasinya. Variabel ini diukur dengan melihat
apakah ada atau tidaknya komite good corporate governance, dengan memberi
skor 1 pada perusahaan yang membentuk komite GCG, dan nilai 0 pada
perusahaan tidak membentuk komite GCG. Hasil frequency variabel governance
committee dapat dilihat pada tabel 4.5.
Tabel 4.5 Hasil Analisis Kelas Frequency Governance Committee
Frequency Percent
Valid

Valid Percent Cumulative Percent

88

72.1

72.1

72.1

34

27.9

27.9

100.0

Total
122
100.0
100.0
Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 7
Tabel 4.5 menunjukkan perusahaan yang memiliki Governance Committee
dalam Corporate Governance sebanyak 34 perusahaan atau 27.9% sedangkan
perusahaan yang tidak memiliki Governance Committee sebanyak 88 perusahaan
atau 72.1%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang terdaftar di BEI ratarata belum memilki Governance Committee. Meskipun belum ada peraturan
mengenai pembentukan governance committee, namun ada beberapa perusahaan
yang memiliki kesadaran bahwa pembentukan governance committee dapat
menunjang kebijakan corporate governance (tata kelola perusahaan).
6.

Profitabilitas (Return On Equity)


Variabel Profitabiltas merupakan variabel independen dalam penelitian ini.

Variabel ini diukur melalui Return on Equity (ROE) yaitu dengan membagi laba
bersih setelah pajak dengan jumlah ekuitas perusahaan. Hasil descriptive statistics
variabel profitabilitas dengan program SPSS dapat dilihat dalam tabel 4.6.

74

Tabel 4.6 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Profitabilitas


N
ROE

Minimum Maximum

122

-.18

Mean

.92

.1934

Std. Deviation
.15935

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 8
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa perusahaan yang memilki ROE paling
rendah (minimum) adalah PT. Bakrie Telecom, Tbk (BTEL) sebesar -0,18,
sedangkan paling tinggi (maksimum) adalah perusahaan PT. Unilever, Tbk
(UNVR) sebesar 0,92. Nilai rata-rata yang diperoleh dari Return on Equity adalah
sebesar 0,1934, lebih besar dari standar deviasinya yang hanya sebesar 0,15935.
Hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data untuk variabel profitabilitas pada
perusahaan sampel tidak jauh beda atau hampir sama.
7.

Likuiditas (Current Ratio)


Variabel Likuiditas merupakan variabel independen dalam penelitian ini.

Variabel likuiditas diukur melalui Current Ratio yaitu dengan membagi Aset
Lancar dengan Kewajiban Lancar. Hasil descriptive statistics variabel likuiditas
dengan program SPSS dapat dilihat dalam tabel 4.7.
Tabel 4.7 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Likuiditas
N
CR

122

Minimum Maximum
.32

12.01

Mean
2.0689

Std. Deviation
1.68486

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 9
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki current ratio
paling rendah (minimum) adalah PT. Bakrie Telecom, Tbk (BTEL) sebesar 0.32,

75

sedangkan paling tinggi (maksimum) adalah PT. Suryamas Dutamakmur, Tbk


(SMDM) sebesar 12,01. Nilai rata-rata yang diperoleh dari current ratio adalah
2,0689 lebih besar dari standar deviasinya yaitu sebesar 1,68486. Hasil ini
menunjukkan bahwa sebaran data untuk variabel likuiditas pada perusahaan
sampel tidak jauh beda atau hampir sama.
8.

Leverage (Debt Equity Ratio)


Variabel Leverage merupakan variabel independen dalam penelitian ini.

Variabel ini diukur melalui Debt Equity Ratio yaitu dengan membagi Total
Kewajiban dan Total Ekuitas. Hasil descriptive statistics variabel leverage dengan
program SPSS dapat dilihat dalam tabel 4.8.
Tabel 4.8 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Leverage
N
DER

122

Minimum Maximum
-1.90

5.96

Mean

Std. Deviation

1.2077

1.14133

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder olahan, 2013 pada lampiran 10
Tabel 4.8 menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki Debt Equity Ratio
paling rendah (minimum) adalah PT. Matahari Departement Store, Tbk (LPPF)
sebesar -1,90, sedangkan nilai Debt Equity Ratio paling besar adalah (maksimum)
adalah PT Intraco Penta, Tbk (INTA) sebesar 5,96. Nilai rata-rata yang diperoleh
dari Debt Equity Ratio adalah sebesar 1,2077 lebih besar dari standar deviasinya
yaitu sebesar 1,14133. Hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data untuk variabel
leverage pada perusahaan sampel tidak jauh beda atau hampir sama.

76

9.

Aktivitas Perusahaan (Inventory Turnover)


Variabel Aktivitas Perusahaan merupakan variabel independen dalam

penelitian ini. Variabel ini diukur melalui Inventory Turnover yaitu dengan
membagi Penjualan dengan Persediaan. Hasil descriptive statistics variabel
aktivitas perusahaan dengan program SPSS dapat dilihat dalam tabel 4.9.
Tabel 4.9 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Aktivitas Perusahaan
N
ITO

122

Minimum Maximum
.39

Mean

1653.21 54.3657

Std. Deviation
199.68145

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder olahan, 2013 pada lampiran 11
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki nilai Inventory
Turnover paling rendah (minimum) adalah perusahaan PT. Lippo Cikarang, Tbk
(LPCK) sebesar 0,39, sedangkan paling tinggi (maksimum) adalah PT.
Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGAS) sebesar 1653,21. Nilai rata-rata yang
diperoleh dari Inventory Turnover adalah sebesar 54,3657, lebih kecil dari standar
deviasinya yaitu sebesar 199,68145. Hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data
untuk variabel aktivitas perusahaan berbeda. Hal ini terlihat dari selisih angka
antara mean dan standar deviasi yang jauh berbeda atau terjadi penyimpangan.
10.

Ukuran Perusahaan
Variabel Ukuran Perusahaan merupakan variabel independen dalam

penelitian ini. Variabel ini diukur melalui Log Total Asset. Hasil descriptive
statistics variabel ukuran perusahaan dengan program SPSS dapat dilihat dalam
tabel 4.10.

77

Tabel 4.10 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Ukuran Perusahaan


N
L_TA

122

Minimum Maximum
12.03

Mean

14.19 12.9005

Std. Deviation
.49058

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 12
Tabel 4.10 menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki nilai Log Total
Asset paling rendah (minimum) adalah PT. Selamat Sempurna, Tbk (SMSM)
sebesar 12,03, sedangkan nilai paling besar (maksimum) adalah PT. Astra
International, Tbk (ASII) sebesar 14,19. Nilai rata-rata yang diperoleh dari log
total asset adalah sebesar 12,9005, lebih besar dari standar deviasinya hanya
sebesar 0,49058. Hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data untuk variabel
ukuran perusahaan berbeda. Hal ini terlihat dari selisih antara mean dan standar
deviasi yang jauh berbeda.

4.1.2. Hasil Analisis Regresi Logistik


Pada penelitian ini, hipotesis dikembangkan dengan menggunakan analisis
regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan program SPSS
versi 16 diperoleh output regresi logistik pada tabel 4.11

78

Tabel 4.11 Regresi Logistik Variabel In The Equation


95.0% C.I.for EXP(B)
B

S.E.

Wald df Sig. Exp(B)

Lower

Upper

Step 1a DK

.066

.168

.155

1 .694

1.068

.768

1.486

KA

.003

.025

.014

1 .905

1.003

.955

1.053

DD

.043

.020 4.712

1 .030

1.044

1.004

1.086

GC

2.026

.644 9.908

1 .002

7.587

2.148

26.795

ROE

3.334 1.634 4.162

1 .041 28.044

1.140

689.851

CR

.067

.207

.106

1 .745

1.070

.713

1.606

DER

-.220

.275

.638

1 .424

.802

.468

1.377

ITO

.001

.003

.210

1 .647

1.001

.995

1.007

.743 4.263

1 .039

4.635

1.081

19.874

Constant -24.203 9.294 6.781

1 .009

.000

L_TA

1.534

a. Variable(s) entered on step 1: DK, KA, DD, GC, ROE,


CR, DER, ITO, L_TA.
Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 13
Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui persamaan regresi logistik dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
SR

= -24.203 + 0.066 DK + 0.003 KA + 0.043 DD + 2.026 GC + 3.334


ROE + 0.067 CR - 0.220 DER + 0.001 ITO + 1.534 Log TA

Dari persamaan regresi logistik tersebut, maka dapat dijelaskan sebagai


berikut:
1.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan
dewan komisaris. Jika komite audit (KA), dewan direksi (DD), governance
committee (GC), return on equity (ROE), current ratio (CR), debt equity
ratio (DER), inventory turnover (ITO) dan log total asset (Log TA)

79

dianggap konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report


akan naik menjadi 0.066 untuk setiap kenaikan satu unit dewan komisaris
(DK).
2.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan
komite audit. Jika dewan direksi (DD), governance committee (GC), return
on equity (ROE), current ratio (CR), debt equity ratio (DER), inventory
turnover (ITO), log total asset (Log TA) dan dewan komisaris (DK)
dianggap konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report
akan naik menjadi 0.003 untuk setiap kenaikan satu unit komite audit (KA)

3.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan
dewan direksi. Jika governance committee (GC), return on equity (ROE),
current ratio (CR), debt equity ratio (DER), inventory turnover (ITO), log
total asset (Log TA), dewan komisaris (DK), dan komite audit (KA)
dianggap konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report
akan naik menjadi 0.043 untuk setiap kenaikan satu unit dewan direksi
(DD).

4.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan
governance committee . Jika return on equity (ROE), debt equity ratio
(DER), current ratio (CR), inventory turnover (ITO), log total asset (Log
TA), dewan komisaris (DK), komite audit (KA) dan dewan direksi (DD)

80

dianggap konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report


akan naik menjadi 2.026 untuk setiap kenaikan satu unit governance
committee (GC).
5.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan
return on equity. Jika current ratio (CR), debt equity ratio (DER), inventory
turnover (ITO), log total asset (Log TA), dewam komisaris (DK), komite
audit (KA), dewan direksi (DD), dan governance committee (GC) dianggap
konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report akan naik
menjadi 3.334 untuk setiap kenaikan satu unit return on equity (ROE).

6.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan
current ratio. Jika debt equity ratio (DER), inventory turnover (ITO), Log
total asset (Log TA), dewan komisaris (DK), komite audit (KA), dewan
direksi (DD), governance committee (GC), dan return on equity (ROE)
dianggap konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report
akan naik menjadi 0.067 untuk setiap kenaikan satu unit current ratio (CR).

7.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara negatif berhubungan dengan
debt equity ratio. Jika inventory turnover (ITO), log total asset (Log TA),
dewan komisaris (DK), komite audit (KA), dewan direksi (DD), governance
committee (GC), return on equity (ROE), dan current ratio (CR) dianggap

81

konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report akan turun


menjadi 0.220 untuk setiap kenaikan satu unit debt equity ratio (DER).
8.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan
inventory turnover. Jika log total asset (Log TA), dewan komisaris (DK),
komite audit (KA), dewan direksi (DD), governance committee (GC), return
on equity (ROE), current ratio (CR) dan debt equity ratio (DER) dianggap
konstan, maka log of odds pengungkapan sustainability report akan naik
menjadi 0.001 untuk setiap kenaikan satu unit inventory turnover (ITO).

9.

Dari persamaan di atas, dapat dilihat bahwa log of odds perusahaan akan
mengungkapkan sustainability report secara positif berhubungan dengan log
total asset. Jika dewan komisaris (DK), komite audit (KA), dewan direksi
(DD), governance committee (GC), return on equity (ROE), current ratio
(CR), dan inventory turnover (ITO) dianggap konstan, maka log of odds
pengungkapan sustainability report akan naik menjadi 1.534 untuk setiap
kenaikan satu unit log total asset (Log TA)

10.

Log of odds pengungkapan sustainability report akan berada pada high


investment grade secara positif berhubungan dengan dewan komisaris (DK),
secara positif berhubungan dengan komite audit (KA), secara positif
berhubungan dengan dewan direksi (DD), secara positif berhubungan
dengan governance committee (GC), secara positif berhubungan dengan
return on equity (ROE), secara positif berhubungan dengan current ratio
(CR), secara negatif berhubungan dengan debt equity ratio (DER), secara

82

positif berhubungan dengan inventory turnover (ITO) dan secara positif


berhubungan dengan log total asset (Log TA).

4.1.3. Overall Model Fit


Statistik yang digunakan berdasarkan pada fungsi likelihood. Likelihood L
terdiri dari model adalah probabilitas bahwa model yang dihipotesiskan
menggambarkan data input.
Adanya pengurangan nilai antara -2LogL awal (initial -2LL function)
dengan nilai -2LogL pada langkah berikutnya menunjukkan bahwa model
yang dihipotesiskan fit

dengan

data.

Berikut

hasil

penelitian

dengan

menggunakan program SPSS versi 16 diperoleh output sebagai berikut:

Tabel 4.12 Iteration Historya,b,c


Coefficients
Iteration
Step 0

-2 Log likelihood

Constant

126.936

-1.148

126.406

-1.300

126.405

-1.306

126.405

-1.306

a. Constant is included in the model.


b. Initial -2 Log Likelihood: 126.405
c. Estimation terminated at iteration number 4 because parameter
estimates changed by less than .001.

Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 14


Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat dari nilai statistic -2LogL yaitu tanpa
variabel hanya konstan saja sebesar 126.405 setelah dimasukkan 9 variabel baru

83

yang ditunjukkan tabel 4.13 maka nilai -2LogL turun menjadi 84.478 atau terjadi
penurunan sebesar 41.927. Penurunan ini signifikan atau tidak dapat dibandingkan
dengan df (selisih df dengan konstan saja dan df dengan 9 variabel independen).
Df1 = (n-k) 122 dan df2 = 122-9 = 113, jadi selisih df =122-113=9. Berdasarkan
tabel percentage points of the t distribution dengan df = 9 didapat angka 2.262.
Oleh karena 41.927 lebih besar dari nilai tabel (2.262), maka dapat dikatakan
bahwa selisih penurunan -2LogL signifikan. Hasil ini berarti penambahan variabel
independen dewan komisaris, komite audit, dewan direksi, governance committee,
profitabilitas (return on equity), likuiditas (current ratio), leverage (debt equity
ratio), aktivitas perusahaan (inventory turnover) dan log total asset kedalam
model memperbaiki model.
Tabel 4.13 Model Summary

Step
1

-2 Log
likelihood
84.478a

Cox & Snell Nagelkerke R


R Square
Square
.291

.451

a. Estimation terminated at iteration number 6 because


parameter estimates changed by less than .001.

Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 14


Nagelkarke R Square merupakan modifikasi dari koefisien Cox dan Snell R
Square untuk memastikan bahwa nilaiinya bervariasi dari 0 (nol) sampai 1 (satu).
Hal ini dilakukan dengan cara membagi nilai Cox dan Snell R Square dengan nilai
maksimumnya. Nilai Negelkerke R Square dapat diinterpretasikan seperti nilai R2
pada multiple regression. Dilihat dari output SPSS pada tabel 4.13 menunjukkan
bahwa nilai Cox Snell R Square sebesar 0,291 dan nilai Nagelkerke R 2 adalah

84

0,451. Hasil ini

berarti bahwa variabilitas variabel dependen (sustainability

report) yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen (dewan


komisaris, komite audit, dewan direksi, governance committee, profitabilitas,
likuiditas, leverage, aktivitas perusahaan, dan ukuran perusahaan) sebesar 45,1%.

4.1.4. Analisis Uji Kelayakan Model Regresi


Uji Kelayakan Model Regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer and
Lemeshow Goodness of Fit Test. Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit Test
menguji hipotesis nol bahwa data empiris cocok atau sesuai dengan model (tidak
ada perbedaan antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fit). Jika
nilai Hosmer and Lemeshow Goodnes of Fit Test statistic sama dengan atau
kurang dari 0.05, maka hipotesis nol ditolak yang berarti ada perbedaan signifikan
antara model dengan nilai observasinya sehingga Goodness fit model tidak baik
karena model tidak dapat memprediksi nilai observasinya. Jika nilai statistics
Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit lebih besar dari 0.05, maka hipotesis nol
tidak dapat ditolak dan berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau
dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya.
Berikut adalah hasil penelitian dengan menggunakan program SPSS 16 diperoleh
output tabel 4.14
Tabel 4.14 Hosmer and Lemeshow Test
Step

Chi-square

df

Sig.

1
10.567
8
.227
Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 14

85

Tampilan output SPSS pada tabel 4.14 menunjukkan bahwa besarnya nilai
statistic Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit sebesar 10.567 dengan
probabilitas signifikansi 0.227 diatas 0.05 maka model dikatakan fit dan model
dapat diterima.

4.1.5. Pengujian Hipotesis


Pengujian dalam penelitian ini menggunakan model regresi logistik untuk
mengetahui peran dari masing-masing variabel independen yaitu dewan
komisaris, komite audit, dewan direksi, governance committee, profitabilitas
(return on equity), likuiditas (current ratio), leverage (debt equity ratio), aktivitas
perusahaan (inventory turnover), dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan
sustainability report. Kriteria pengujian dengan tingkat kepercayaan yang
digunakan adalah 95% atau taraf signifikansi 5% ( = 0.05).
Tabel 4.15 menunjukkan hasil output SPSS versi 16 untuk uji hipotesis
dengan regresi logistik.

86

Tabel 4.15 Variables in the Equation


95.0% C.I.for EXP(B)
B

S.E.

Wald df Sig. Exp(B)

Lower

Upper

Step 1a DK

.066

.168

.155

1 .694

1.068

.768

1.486

KA

.003

.025

.014

1 .905

1.003

.955

1.053

DD

.043

.020 4.712

1 .030

1.044

1.004

1.086

GC

2.026

.644 9.908

1 .002

7.587

2.148

26.795

ROE

3.334 1.634 4.162

1 .041 28.044

1.140

689.851

CR

.067

.207

.106

1 .745

1.070

.713

1.606

DER

-.220

.275

.638

1 .424

.802

.468

1.377

ITO

.001

.003

.210

1 .647

1.001

.995

1.007

.743 4.263

1 .039

4.635

1.081

19.874

Constant -24.203 9.294 6.781

1 .009

.000

L_TA

1.534

Variable(s) entered on step 1: DK, KA, DD, GC, ROE, CR,


DER, ITO, L_TA.
Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 14
Berdasarkan hasil output SPSS Versi 16, maka hasil uji hipotesis dalam
penelitian ini adalah sebgaia berikut:
1.

Hasil hipotesis pertama terlihat pada tabel 4.15. Variabel dewan komisaris
yang diukur dengan jumlah anggota dewan komisaris menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0.694 lebih besar dari taraf signifikansi, yaitu 5%
(0,05). Hasil ini berarti variabel independen dewan komisaris yang diukur
dengan jumlah anggota dewan komisaris tidak berperan positif terhadap
pengungkapan sustainability report.

2.

Hasil hipotesis kedua terlihat pada tabel 4.15. Variabel komite audit yang
diukur dengan jumlah rapat komite audit menunjukkan nilai signifikansi
sebesar 0.905 lebih besar dari taraf signifikansi , yaitu 5 % (0.05). Hasil ini

87

berarti variabel independen komite audit tidak berperan positif terhadap


pengungkapan sustainability report.
3.

Hasil hipotesis ketiga terlihat pada tabel 4.15. Variabel dewan direksi yang
diukur dengan jumlah rapat dewan direksi menunjukkan nilai signifikansi
sebesar 0.030 lebih kecil dari taraf signifikansi, yaitu 0.05. Hasil ini berarti
variabel independen dewan direksi berperan positif terhadap pengungkapan
sustainability report.

4.

Hasil hipotesis keempat terlihat pada tabel 4.15. Variabel governance


committee yang diukur dengan variabel dummy menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0.02 lebih kecil dari taraf signifikansi, yaitu 0.05. Hasil
ini berarti variabel governance committee berperan positif terhadap
pengungkapan sustainability report.

5.

Hasil hipotesis kelima terlihat pada tabel 4.15. Variabel profitabilitas yang
diukur dengan return on equity (ROE) menujukkan nilai signifikansi sebesar
0.041 lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0.05. Hasil ini berarti variabel
profitabilitas berperan positif terhadap pengungkapan sustainability report.

6.

Hasil hipotesis keenam terlihat pada tabel 4.15. Variabel likuiditas yang
diukur dengan current ratio menunjukkan hasil signifikansi sebesar 0.745
lebih besar dari taraf signifikansi yaitu 0.05. Hasil ini berarti variabel
likuiditas tidak berperan terhadap pengungkapan sustainability report.

7.

Hasil hipotesis ketujuh terlihat pada tabel 4.15. Variabel leverage yang
diukur dengan debt equity ratio menunjukkan hasil signifikansi sebesar

88

0.424 lebih besar dari taraf signifikansi yaitu 0.05. Hasil ini berarti variabel
leverage tidak berperan terhadap pengungkapan sustainability report.
8.

Hasil hipotesis kedelapan terlihat pada tabel 4.15. Variabel aktivitas


perusahaan yang diukur dengan inventory turnover menunjukkan hasil
signifikansi sebesar 0.647 lebih besar dari taraf signifikansi yaitu 0.05. Hasil
ini

berarti

variabel

aktivitas

perusahaan tidak berperan terhadap

pengungkapan sustainability report.


9.

Hasil hipotesis kesembilan terlihat pada tabel 4.15. Variabel ukuran


perusahaan yang diukur dengan Log total asset menunjukkan hasil
signifikansi sebesar 0.039 lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu 0.05. hasil
ini bararti variabel ukuran perusahaan berperan terhadap pengungkapan
sustainability report.
Hasil output uji hipotesis dengan regresi logistic SPSS versi 16 diringkas

dalam tabel 4.16


Tabel 4.16 Ringkasan Hasil Uji Hipotesis
No

Hipotesis

H1

Keterangan
Dewan

Komisaris

berperan

terhadap pengungkapan SR
2

H2

H3

H4

sig. 0.694>0.05

Dewan

Direksi

sig. 0.905>0.05
berperan

terhadap pengungkapan SR
4

positif Ditolak dengan

Komite Audit berperan positif terhadap Ditolak dengan


pengungkapan SR

Hasil

positif Diterima dengan


sig. 0.030<0.05

Governance Committee berperan positif Diterima dengan


terhadap pengungkapan SR

sig. 0.002<0.05

89

No

Hipotesis

H5

Keterangan

Hasil

Profitabilitas berperan positif terhadap Diterima dengan


pengungkapan SR

H6

sig. 0.041<0.05

Likuiditas berperan positif terhadap Ditolak dengan


pengungkapan SR

H7

sig. 0.745>0.05

Leverage berperan negatif terhadap Ditolak dengan


pengungkapan SR

H8

Aktivitas

berperan

sig. 0.424>0.05
positif

terhadap Ditolak dengan

pengungkapan SR
9

H9

sig. 0.647>0.05

Ukuran Perusahaan berperan positif Diterima dengan


terhadap pengungkapan SR

sig. 0.039<0.05

Sumber: Data sekunder diolah, 2013 pada lampiran 14

4.2. Pembahasan
4.2.1. Dewan Komisaris tidak berperan positif terhadap pengungkapan
Sustainability report
Hasil output SPSS menunjukkan bahwa variabel dewan komisaris yang
diukur dengan jumlah anggota dewan komisaris memiliki signifikansi sebesar
0.694. Angka tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0.05). Berdasarkan
hasil tersebut, maka H0 diterima, dan menolak Ha yang menyatakan bahwa
dewan komisaris yang diukur dengan jumlah anggota dewan komisaris berperan
positif terhadap pengungkapan Sustainability Report. Hasil ini menunjukkan
bahwa angka dewan komisaris tidak memiliki peran terhadap pengungkapan
Sustainability report.
Hasil statistik deskriptif variabel dewan komisaris menunjukkan bahwa nilai
mean 0.1934 dan sebagian besar nilai dari data mencapai 53.3% berada di bawah

90

nilai mean, artinya bahwa sebagian besar perusahaan sampel memiliki jumlah
dewan komisaris sedikit dan besar kecilnya ukuran dewan komisaris tidak dapat
memberikan peran perusahaan dalam pengungkapan sustainability report. Hal
tersebut diindikasikan sebagai salah satu alasan hipotesis ditolak. Disamping itu,
dalam menentukan jumlah dewan komisaris, perlu diperhatikan mengenai
komposisi, kompetensi, dan integritas agar mampu memberikan arahan kepada
manajemen dengan baik untuk mencapai transparansi penyampaian informasi
mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan yang disajkan dalam
sustainability report. Pada dasarnya, dewan komisaris dibentuk untuk
menjalankan fungsinya dengan baik dalam mengawasi/memonitoring manajemen
dalam mengelola perusahaan. Adanya peraturan mengenai pembentukan dewan
komisaris menyebabkan perusahaan membentuk dewan komisaris hanya sekedar
untuk memenuhi peratutan yang berlaku, sehingga fungsi dewan komisaris dalam
mengelola perusahaan kurang efektif.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Ratnasari (2010), menyebutkan bahwa ukuran dewan komisaris tidak
memiliki pengaruh signifikan terhadap luas pengungkapan CSR dalamn
sustainability report. Pengawasan dewan komisaris tidak tergantung pada besar
kecilnya ukuran dewan komisaris. Jumlah dewan komisaris yang terlalu besar
akan membuat proses mencari kesepakatan dan membuat keputusan menjadi sulit
dan panjang, sehingga dewan komisaris tidak dapat menjalankan fungsinya secara
efektif (Muntoro dalam Ratnasari, 2010).

91

4.2.2. Komite

Audit

tidak

berperan

positif

terhadap

pengungkapan

Sustainability report
Hasil output SPSS menunjukkan variabel komite audit yang diukur dengan
jumlah rapat komite audit memiliki signifikansi sebesar 0.905. Angka tersebut
lebih besar dari taraf signifikansi 5% (0.05). Berdasarkan hasil tersebut, maka H0
diterima dan Ha ditolak yang menyatakan bahwa komite audit berperan positif
terhadap pengungkapan Sustainability report. Hasil ini menunjukkan bahwa
angka komite audit tidak memiliki peran positif terhadap pengungkapan
Sustainability report.
Hasil statistik deskriptif variabel komite audit menunjukkan bahwa nilai
mean 12.63 dan sebagian besar nilai data yaitu mencapai 63.9% berada di bawah
nilai mean artinya bahwa sebagian besar perusahaan sampel memiliki jumlah
rapat komite audit sedikit. Hal tersebut diindikasikan sebagai salah satu alasan
hipotesis ditolak, karena frekuensi sebarapa sering pertemuan yang dilakukan oleh
komite audit tidak dapat memberikan peran perusahaan dalam pengungkapaan
sustainability report. Disamping itu, komite audit tidak berperan dalam
pengungkapan sustainability report mengindikasikan bahwa rapat komite audit
dilakukan hanya untuk memenuhi ketentuan perusahaan dalam mewujudkan good
corporate governance.

Disamping itu, komite audit dibentuk dengan tujuan

utama untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan. Oleh karena itu, dalam
setiap pertemuannya komite audit lebih fokus pada kualitas laporan keuangan
daripada sustainability report yang bersifat voluntary.

92

Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian sebelunmnya yang


telah dilakukan oleh Dilling (2010), Ratnasari (2010), dan Luthfia (2012), yang
menyebutkan bahwa rapat komite audit tidak mempunyai pengaruh signifikan
terhadap luas pengungkapan sustainability report. Hal ini terjadi dimungkinkan
karena rapat-rapat yang dilakukan kurang efektif, dikarenakan adanya dominasi
suara anggota komite audit yang mementingkan kepentingan pribadi atau
kelompoknya sehingga mengesampingkan kepentingan perusahaan (Muntoro
dalam Ratnasari, 2010).

4.2.3. Dewan Direksi berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability


report
Hasil output SPSS menunjukkan variabel dewan direksi yang diukur dengan
jumlah rapat dewan direksi memiliki signifikansi sebesar 0.030. Angka tersebut
lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0.05). Berdasarkan hasil tersebut, maka H0
ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa dewan direksi berperan positif
terhadap pengungkapan Sustainability report. Hasil ini menunjukkan bahwa
angka dewan direksi memiliki peran positif terhadap pengungkapan Sustainability
Report.
Hasil penelitian tersebut konsisten dengan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Suryono dan Prastiwi (2011) dan Luthfia (2012) menyatakan tugas
tanggung jawab sosial yang dimiliki dewan direksi menjabarkan bahwa dewan
direksi harus mempunyai perencanaan tertulis yang jelas dan fokus dalam
melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. Realisasi perencanaan tertulis

93

yang jelas mengenai tanggung jawab perusahaan dapat dipublikasikan melalui


sustainability report. Oleh karena itu, tanggung jawab sosial yang diungkapkan
melalui sustainability report menegaskan bahwa perusahaan memperhatikan
stakeholder-nya untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat.
Menurut Suryono dan Prastiwi (2011), kinerja dewan direksi yang baik akan
mampu mewujudkan good corporate governance bagi perusahaan. Dalam
penerapannya, pelaksanaan good corporate governance sangat bergantung pada
fungsi-fungsi dari dewan direksi yang dipercaya sebagai pihak pengurus
perusahaan. Kemampuan dewan direksi dalam proses pengambilan keputusan
mempunyai peranan yang besar bagi perusahaan. Oleh karena itu, frekuensi rapat
antar anggota dewan direksi menyebabkan semakin seringnya komunikasi serta
koordinasi antara anggota sehingga mempermudah dalam mewujudkan good
corporate governance.

4.2.4. Governance Committee berperan positif terhadap pengungkapan


Sustainability report
Hasil output SPSS menunjukkan variabel governance committee yang
diukur dengan variabel dummy memiliki signifikansi sebesar 0.002. Angka ini
lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0.05). Berdasarkan hasil tersebut, maka H0
ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa governance committee
berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability Report. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa angka governance committee memiliki peran positif terhadap
pengungkapan Sustainability report.

94

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Dilling (2010) dan Luthfia
(2012), menyatakan bahwa adanya pengaruh keberadaan governance committee
terhadap publikasi sustainability report. Governance committee merupakan
komite tambahan yang dibentuk oleh dewan komisaris dalam mendukung
pelaksanaan good corporate governance. Salah satu prinsip GCG yaitu
responsibility mengharuskan perusahaan melakukan kegiatan tanggung jawab
sosial perusahaan sabagai bentuk perhatian terhadap stakeholder-nya serta untuk
mendapatkan pencitraan yang baik di mata masyarakat. Governance committee
merekomendasikan pengungkapan tanggung jawab sosial melalui sustainability
report.
Dilling (2010) menyatakan bahwa keberadaan governance committee
memilki hubungan dengan pengungkapan sustainability report suatu perusahaan.
Governance committee dapat memberikan rekomendasi berupa inisiatif untuk
melakukan pengungkapan sosial lingkungan yang lebih dalam mewujudkan salah
satu prinsip good corporate governance yaitu transparancy. Hal tersebut
diwujudkan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial melalui sustainability
report sebagai respon perusahaan akan tekanan dari publik maupun sebagai reaksi
atas permintaan stakeholders.

4.2.5. Profitabilitas berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability


report
Hasil output SPSS menunjukkan variabel profitabilitas yang diukur dengan
return on equity (ROE) memiliki signifikansi sebesar 0.041. Angka ini lebih kecil

95

dari taraf signifikansi 5% (0.05). Berdasakan hasil tersebut, maka H0 ditolak dan
Ha diterima yang menyatakan bahwa profitabilitas berperan positif terhadap
pengungkapan Sustainability report. Hal tersebut menunjukkan bahwa angka
profitabilitas memiliki peran positif taerhadap pengungkapan Sustainability
Report.
Hasil peneilitian ini konsisten dengan penelitian yang sebelumnya dilakukan
oleh Dilling (2010) serta Suryono dan Prastiwi (2011) menyatakan bahwa praktik
pengungkapan sustainability report dipengaruhi oleh profitabilitas perusahaan.
Artinya, profitabilitas mempengaruhi perusahaan untuk melakukan atau tidak
melakukan

praktik

pengungkapan

sustainability

report.

Dilling

(2010)

menyatakan bahwa pelaporan sustainability report memilki hubungan positif


secara signifikan dengan profit margin dan pertumbuhan jangka panjang.
Perusahaan dengan kemampuan kinerja keuangan yang baik, akan memilki
kepercayaan tinggi dalam memberikan informasi kepada stakeholder-nya karena
mampu menunjukkan kepada mereka bahwa perusahaan dapat memenuhi harapan
mereka terutama investor dan kreditor. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas
tinggi akan mendorong para manajer melakukan pengungkapan informasi yang
lebih untuk meyakinkan investor dan kreditor terhadap profitabilitas perusahaan
termasuk pengungkapan sustainability report (Suryono, 2011). Hal ini
dikarenakan profitabilitas merupakan salah satu indikator kinerja yang harus
diungkapkan dalam sustainability report.

96

4.2.6. Likuiditas tidak berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability


report
Hasil output SPSS menunjukkan variabel likuiditas yang diukur dengan
current ratio memiliki signifikansi sebesar 0.745. Angka ini lebih besar dari taraf
signifikansi 5% (0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha
ditolak

yang

pengungkapan

menyatakan
Sustainability

bahwa
report.

likuiditas

berperan

Berdasarkan

angka

positif

terhadap

signifikansinya,

menunjukkan bahwa angka likuiditas tidak memiliki peran positif terhadap


pengungkapan Sustainability report.
Hasil statistik deskriptif variabel likuiditas menunjukkan bahwa nilai mean
2.0689 dan sebagian besar nilai data mencapai 70.5% berada di bawah nilai mean,
artinya sebagian besar perusahaan sampel memiliki likuiditas yang rendah. Hal
tersebut diindikasikan sebagai salah satu alasan hipotesis ditolak, karena tingkat
likuiditas perusahaan tidak memiliki peran dalam pengungkapan sustainability
report . Disamping itu, sebagian besar perusahaan melakukan pengungkapan
sukarela dikarenakan untuk memperoleh image yang baik di mata para
stakeholder-nya. Marwata (Almilia dan Retrianasari, 2007) mengemukakan
bahwa likuiditas tidak memilki hubungan dengan kualitas pengungkapan sukarela
pada perusahaan publik di Indonesia. Pengungkapan sukarela merupakan bentuk
laporan tambahan yang dilakukan oleh perusahaan untuk membentuk image
perusahaan seperti halnya pengungkapan informasi sosial dan lingkungan melalui
sustainability report. Oleh karena itu, likuiditas tidak berperan positif terhadap
pengungkapan sustainability report.

97

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan


oleh Suryono dan Prastiwi (2011) serta Luthfia (2012) menyatakan bahwa
likuiditas adalah gambaran perusahaan untuk melunasi keuangan perusahaan
sebelum memberikan kredit agar tidak terjadi kredit macet. Suryono dan Prastiwi
(2011) menyatakan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap praktik
pengungkapan sustainability report dikarenakan pemberi pinjaman lebih fokus
memperhatikan mengenai kinerja keuangan daripada informasi tambahan
mengenai aktivitas sosial dan lingkungan melalui sustainability report.

4.2.7. Leverage tidak berperan terhadap pengungkapan Sustainability report


Hasil output SPSS menunjukkan variabel likuiditas yang diukur dengan debt
equity ratio (DER) memilki signifikansi sebesar 0.424. Angka ini lebih besar dari
taraf signifikansi 5% (0.05). Berdasarkan hasil tersebut, maka H0 diterima dan
Ha ditolak yang menyatakan bahwa leverage berperan negatif terhadap
pengungkapan Sustainability report. Hal ini menunjukkan bahwa variabel
likuiditas tidak memilki peran terhadap pengungkapan Sustainability report.
Hasil statistik deskriptif variabel leverage menunjukkan bahwa nilai mean
1.2077 dan sebagian besar nilai data yaitu mencapai 61.5% berada di bawah nilai
mean, artinya sebagian besar sampel penelitian memilki tingkat leverage yang
rendah. Hal tersebut diindikasikan sebagai alasan hipotesis ditolak, karena
leverage yang rendah tidak dapat memberikan peran perusahaan dalam
pengungkapan sustainability report.

98

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan


oleh Almilia (2008) dan Suryono (2011) menyatakan bahwa tingkat leverage
tidak memiliki hubungan dengan praktik pengungkapan sustainability report.
Keputusan untuk mengungkapkan informasi sosial akan diikuti pengeluaran untuk
pengungkapan yang dapat menurunkan pendapatan. Oleh karena itu, pihak
manajer berupaya mengurangi biaya-biaya (termasuk pengungkapan sosial dan
lingkungan) agar kinerja keuangan menjadi bagus. Perusahaan dengan leverage
tinggi akan menanggung monitoring cost tinggi pula dalam pengelolaan informasi
penciptaan laporan, sehingga perusahaan akan lebih memilih untuk mengurangi
tingkat

pengungkapan

laporan

terutama

yang bersifat

sukarela

seperti

sustainability report.

4.2.8. Aktivitas perusahaan tidak berperan positif terhadap pengungkapan


Sustainability report
Hasil output SPSS menunjukkan variabel aktivitas perusahaan yang diukur
drngan inventory turnover (ITO) memilki signifikansi sebesar 0.647. Angka ini
lebih besar dari taraf 5% (0.05). Berdasarkan hasil tersebut, maka H0 diterima
dan Ha ditolak yang menyatakan bahwa aktivitas perusahaan memilki peran
positif terhadap pengungkapan Sustainability report. Hal ini berarrti bahwa
variabel aktivitas perusahaan tidak memilki peran positif terhadap pengungkapan
Sustainabulity Report.
Hasil statistik deskriptif variabel aktivitas perusahaan menunjukkan bahwa
nilai mean 54.3657 dan sebagian besar nilai data yaitu mencapai 84.4% berada di

99

bawah nilai mean, artinya sebagian besar sampel penelitian memiliki rasio
inventory turnover yang rendah. Hal tersebut diindikasikan sebagai alasan
hipotesis ditolak karena perusahaan dengan tingkat inventory turnover rendah
tidak dapat memberikan peran terhadap pengungkapan sustainability report.
Disamping itu, tidak adanya peran aktivitas perusahaan terhadap pengungkapan
sustainability report diindikasikan pengambilan sampel yang kurang tepat. Hal ini
disebabkan jenis sampel penelitian yang masih bersifat heterogen, dimana metode
persediaan setiap jenis perusahaan berbeda.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Suryono (2011) dan Luthfia (2012) menyatakan bahwa aktivitas perusahaan
melalui perputaran persediaan tidak ada kaitannya dengan publikasi sustainability
report. Rasio analisis aktivitas lebih cenderung merefleksikan ketepatan
manajemen dalam memilih metode persediaan yang digunakan. Dalam hal ini,
seharusnya menajemen mengungkapkan sustainability report untuk memperluas
informasi kepada para stakeholder, bukan pemilihan metode persediaan untuk
mendapatkan laba sesuai dengan harapan.

4.2.9. Ukuran

Perusahaan

berperan

positif

terhadap

pengungkapan

Sustaianbility Report
Hasil output SPSS menunjukkan variabel ukuran perusahaan yang diukur
dengan Total Asset memiliki signifikansi sebesar 0.039. Angka ini lebih kecil dari
taraf signifikansi 5% (0.05). Berdasarkan hasil tersebut, maka H0 ditolak dan Ha
diterima yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berperan positif terhadap

100

pengungkapan Sustainability report. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran


perusahaan berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability report.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Almilia
(2008), Suryono (2011) dan Luthfia (2012) menyatakan bahwa hubungan size
perusahaan dengan indeks Internet Financial and Sustainability reporting
berbanding searah. Perusahaan size besar memilki lingkungan sistem informasi
akuntansi yang baik, sehingga berdampak bahwa perusahaan memilki sumber
daya yang cukup untuk mengelola website perusahaan dalam menyajikan
informasi keuangan dan non-keuangan perusahaan bagi pengguna informasi
dibandingkan dengan perusahaan size kecil.
Semakin besar suatu perusahaan, maka akan semakin mendapat perhatian
dari para stakeholder. Dalam hal tersebut, perusahaan berupaya untuk
mendapatkan legitimasi dari para stakeholder dengan mengungkapakan informasi
yang lebih, baik bersifat wajib maupun sukarela. Oleh karena itu, semakin besar
perusahaan, semakin memiliki kecenderungan untuk mengungkapkan informasi
lebih banyak, sehingga semakin mungkin untuk melakukan pengungkapan
sustainability report. Perusahaan dengan aktiva besar dimungkinkan akan
melakukan pengungkapan lebih lengkap. Alasannya adalah bahwa perusahaan
dengan total aktiva besar memiliki kemungkinan untuk dijadikan pencairan kredit.
Semakin banyak jumlah aktiva suatu perusahaan, maka pihak manajemen akan
lebih memperhatikan pengungkapan informasi sebagai bentuk akuntabilitas dan
permintaan dari stakeholders.

BAB V
PENUTUP

5.1

Simpulan
Berdasarkan analisis regresi logistik yang telah diuraikan, maka dapat

diambil kesimpulan bahwa:


1.

Hasil pengujian hipotesis pertama, variabel Dewan Komisaris tidak


berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.

2.

Hasil pengujian hipotesis kedua, variabel Komite Audit tidak berperan


positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.

3.

Hasil pengujian hipotesis ketiga, variabel Dewan Direksi berperan positif


terhadap pengungkapan Sustainability Report.

4.

Hasil pengujian hipotesis keempat, variabel Governance Committee


berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.

5.

Hasil pengujian hipotesis kelima, variabel Profitabilitas berperan positif


terhadap pengungkapan Sustainability Report.

6.

Hasil pengujian hipotesis keenam, variabel Likuiditas tidak berperan positif


terhadap pengungkapan Sustainability Report.

7.

Hasil pengujian hipotesis ketujuh, variabel Leverage tidak berperan


terhadap pengungkapan Sustainability Report.

8.

Hasil pengujian hipotesis kedelapan, variabel Aktivitas Perusahaan tidak


berperan positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.

101

102

9.

Hasil pengujian hipotesis kesembilan, variabel Ukuran Perusahaan berperan


positif terhadap pengungkapan Sustainability Report.

5.2

Saran
Saran yang dapat penulis berikan dalam penelitian ini berdasarkan hasil

penelitian dan pembahasan adalah sebagai berikut:


1.

Sampel dari penelitian ini menggunakan semua jenis perusahaan kecuali


perusahaan keuangan sehingga hasilnya bersifat general dan tidak spesifik.
Peneliti selanjutnya diharapkan bisa menggunakan sampel perusahaan
dengan jenis perusahaan yang lebih spesifik, misalnya perusahaan
manufaktur.

2.

Dalam penelitian ini, varaiabel dependen peneliti menggunakan variabel


dummy yang hanya melihat apakah perusahaan mengungkapakan atau tidak,
sehingga diharapkan peneliti selanjutnya dapat memperhatikan luas
pengungkapan serta kualitas dari isi sustainability report dengan melihat
indikator-indikator

pengungkapan

yang

sesuai

dengan

Pedoman

Sustainability Report GRI.


3.

Legitimasi dari masyarakat dapat mengurangi konflik sosial, maka konflik


sosial dapat digunakan sebagai variabel dependen untuk penelitian
selanjutnya dan variabel sustainability report dapat dijadikan sebagai
variabel moderating.

4.

Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan pengukuran variabel


yang berbeda, misalnya untuk variabel dewan komisaris diukur dengan

103

jumlah rapat anggota, untuk komite audit diukur dengan jumlah anggota
komite audit, likuiditas diukur dengan cash ratio, leverage diukur dengan
debt asset ratio, aktivitas perusahaan diukur dengan total asset turnover.

Daftar Pustaka

Akbar, Gita Nuurismaila. 2008. Pengungkapan Sustainability Report Tahun 2006


pada Enam Perusahaan di Industri Pertambangan. Skripsi. Bogor: Fakultas
Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. On line at
repository.ipb.ac.id. Diakses tanggal 7 November 2012.
Almilia, Luciana Spica dan Ikka Retrianasari. 2007. Analisis Pengaruh
Karakteristik Perusahaan terhadap Kelengkapan Pengungkapan dalam
Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ. Dalam
Proceeding Seminar Nasional. Inovasi dalam menghadapi Perubahan
Lingkungan Bisnis. Jakarta. On line at www.almilia.com. Diakses tanggal
20 November 2012
Almilia, Luciana Spica dan Vieka Devi. 2007. Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi pada Perusahaan Manufaktur
yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Proceeding Seminar Nasional
manajemen SMART. Universitas Kristen Maranatha Bandung. 3 Maret
2007. On line at journal.uii.ac.id. Diakses tanggal 20 November 2012
Almilia, Luciana Spica. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan
Sukarela Internet Financial and Sustainability Reporting. Dalam Jurnal
Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol. 12 No. 2 Desember 2008. STIE
Perbanas Surabaya. Surabaya. On line at journal.uii.ac.id. Diakses tanggal
21 Juli 2012.
Andriyanti, Elyana Noor. 2007. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva
Modal Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEJ.
Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
Anke, Fri Medistya. 2009. Analisis Penerapan Sustainability Report berdasarkan
Global Reporting Initiative (GRI) pada PT. Semen Gresik (Persero), Tbk.
Diakses pada tanggal 11 November 2012.
Bapepam. 2000. Surat Edaran Bapepam, No.SE-03/PM/2000. Tentang Komite
Audit.
Dilling, Petra F.A. 2010. Sustainability Reporting In A Global Context : What Are
The Characteristics of Corporations That Provide High Quality
Sustainability Reports-An Empirical Analysis. Dalam International Business
& Economics Research Journal. Vol. 9, No. 1. New York Institute of
Technology. Canada. On line at www.journals.cluteonline.com. Diakses
tanggal 21 Juli 2012.

104

105

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS
19. Edisi 5. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam dan Anis Chariri. 2007. Teori Akuntansi. Edisi 3. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Global Reporting Initiative 2000-2006. 2006. Pedoman Laporan Keberlanjutan.
On line at http://www.globalreporting.org. Diakses tanggal 6 November
2012.
Handayani, Fitri. 2011. Hubungan Antara Karakteristik Corporate Governance
dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris
pada Perusahaan High Profile yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).
Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Indriantoro, Nur. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE
Yogyakarya.
Jalal. 2007. Tentang Laporan Keberlanjutan Perusahaan. Lingkar Studi CSR.
Jakarta. On line at www.csrindonesia.com. Diakses tanggal 2 Desember
2012.
Jalal. 2010. Pelaporan Keberlanjutan dan Standar GRI G3-Sebuah Tinjauan.
Disampaiakan dalam Pelatihan Pelaporan Keberlanjutan Berdasarkan
Standar GRI G3. Bogor 29-30 Sepetember 2010. On line at
www.csrindonesia.com. Diakses tanggal 3 Januari 2013.
Jaya, Askar. 2004. Konsep Pembangunan Berkelanjutan. Institut Pertanian Bogor.
Bogor. Diakses tanggal 20 November 2012.
Kasmir. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Raja Grafindo
Persada
Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). 2006. Pedoman Umum GCG
Indonesia. Jakarta: KNKG. Diakses tanggal 21 November 2012.
Luthfia, Khaula. 2012. Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan,
Struktur Modal, dan Corporate Governance Terhadap Publikasi
Sustainability Report. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas
Diponegoro.
Mulyadi. 2002. Auditing: Buku 1 Edisi Enam. Jakarta: Salemba Empat
Purnamasari, Dewi. 2009. Analisis Penerapan Sustainability Report Berdasarkan
GRI pada Perusahaan Manufaktur Semen Gresik Tbk. Skripsi. Surabaya:
Fakultas Ekonomi Sekolah Tinggi Ekonomi Perbanas.

106

Rahman, Taufik dan Jalal. 2008. CSR di Tahun 2008: Tak Ada Kecenderungan
Menyurut. Lingkar Studi CSR. Jakarta. On line at www.csrindonesia.com.
Diakses tanggal 26 Desember 2012.
Ramayana, Reza. 2009. Ironi tentang Pelaporan Berkelanjutan. Lingkar Studi
CSR. Bogor. On line at www.csrindonesia.com Diakses tanggal 25
Desember 2012.
Ratnasari, Yunita dan Andri Prastiwi. 2010. Pengaruh Corporate Governance
terhadap Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di
Dalam Sustainability Report. Universitas Diponegoro. Semarang. On line at
eprints.undip.ac.id. Diakses tanggal 1 November 2012.
Ratnasari, Yunita. 2011. Pengaruh Corporate Governance terhadap Luas
Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Dalam Sustainability
Report. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Sembiring, E. R. 2005. Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung
Jawab Sosial: Study Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek
Jakarta. Dalam Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo, 1516 September
2005. On line at si.uns.ac.id. Diakses tanggal 25 November 2012.
Setiawan, Maman. 2006. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Karakteristik
Perusahaan dan Karakteristik Tata Kelola Korporasi terhadap Kinerja
Perusahaan. Dalam Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas
Padjajaran. Bogor. On line at pustaka.unpad.ac.id. Diakses tanggal 20
November 2012.
Sobur, Alex. 2005. Peliputan Isu Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Mediator. Vol. 6, No.2. Jakarta. On line at mediator.fikom.unisba.ac.id
Diakses tanggal 25 Desember 2012.
Sukada, Sonny dan Jalal. 2008. Pelaporan Keberlanjutan: Alat Akuntabilitas dan
Manajemen. Dalam Pelatihan CSR: Strategy, Management and Leadership.
Jakarta, 13 Februari 2008. On line at www.csrindonesia.com Diakses
tanggal 25 Desember 2012.
Suryono, Hari. 2011. Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Aktivitas,
Ukuran Perusahaan dan Corporate Governance Terhadap Praktik
Pengungkapan Sustainability Report (Studi pada Perusahaan-Perusahaan
yang Listed (Go Public) di BEI 2007-2009). Skripsi. Semarang: Fakultas
Ekonomi Universitas Diponegoro.

107

Suryono, Hari dan Andri Prastiwi. 2011. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan
Corporate Governnce Terhadap Praktik Pengungkapan Sustainability
Report. Dalam Simposium Nasional Akuntansi XIV. Banda Aceh, 21-22 Juli
2011.
Undang-undang Republik
Perseroan Terbatas.

Indonesia

Nomor

40

Tahun

2007

tentang

Utomo, N. A. dkk. 2010. Peraturan Saja Tidak Cukup. Brief CIFOR. Jakarta. On
line at www.cifor.org. Diakses tanggal 24 Desember 2012.
Waryanto, 2010. Pengaruh Krakteristik Good Corporate Governance (GCG)
Terhadap Luas Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) di
Indonesia. Skripsi tidak dipublikasikan. Semarang: Fakultas Ekonomi
Universitas Diponegoro.

LAMPIRAN 1
Proses Seleksi Sampel Perusahaan Menurut Kriteria

No

Kode

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

AALI
ABBA
ACES
ADES
ADHI
ADMG
ADRO
AIMS
AISA
AKKU
AKPI
AKRA
ALKA
ALMI
AMFG
AMRT
ANTM
APLI
APOL
APLN
ARGO

Nama Perusahaan

PT. Astra Agro Lestari, Tbk


PT Mahaka Media, Tbk
PT Ace Hardware Indonesia, Tbk
PT Akasha Wira International Tbk
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Polychem Indonesia Tbk
PT Adaro Energy Tbk
PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
PT Alam Karya Unggul Tbk
PT Argha Karya Prima Industry Tbk
PT AKR Corporindo Tbk
PT Alakasa Industrindo Tbk
PT Alumindo Light Metal Industry Tbk
PT Asahimas Flat Glass Tbk
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
PT Asiaplast Industries Tbk
PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk
PT Agung Podomoro Land Tbk
PT Argo Pantes Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)

Menerbitkan
Laporan keuangan
dan Annual Report
tahun 2010-2011

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
v
v
v
v
v
v
108

No

Kode

Nama Perusahaan

22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

ARNA
ARTI
ASGR
ASIA
ASII
ASRI
ATPK
AUTO
BAPA
BATA
BAYU
BCIP
BIMA
BIPP
BIPI
BISI
BKDP
BKSL
BLTA
BMSR
BORN

PT Arwana Citramulia Tbk


PT Ratu Prabu Energy Tbk
PT Astra-Graphia Tbk
PT Asia Natural Reseources Tbk
PT Astra International Tbk
PT Alam Sutera Realty Tbk
PT ATPK Resources Tbk
PT Astra Otoparts Tbk
PT Bekasi Asri Pemula Tbk
PT Sepatu Bata Tbk
PT Bayu Buana Tbk
PT Bumi Citra Permai Tbk
PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk
PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk
PT Benakat Petroleum Energy Tbk
PT Bisi International Tbk
PT Bukit Darmo Property Tbk
PT Sentul City Tbk
PT Berlian Laju Tanker Tbk
PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk
PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 20102011 (kecuali
jasa keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
109

No

Kode

43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63

BRAM
BRAU
BRNA
BRPT
BSDE
BTEK
BTEL
BTON
BUDI
BUMI
BWPT
BYAN
CEKA
CENT
CITA
CKRA
CLPI
CMPP
CNKO
CNTX
COWL

Nama Perusahaan

PT Indo Kordsa Tbk


PT Berau Coal Energy Tbk
PT Berlina Tbk
PT Barito Pacific Tbk
PT Bumi Serpong Damai Tbk
PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk
PT Bakrie Telecom Tbk
PT Betonjaya Manunggal Tbk
PT Budi Acid Jaya Tbk
PT Bumi Resources Tbk
PT BW Plantation Tbk
PT Bayan Resources Tbk
PT Cahaya Kalbar Tbk
PT Centrin Online Tbk
PT Cita Mineral Investindo Tbk
PT Citra Kebun Raya Agri Tbk
PT Colorpak Indonesia Tbk
PT Centris Multi Persada Pratama Tbk
PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk
PT Century Textile Industry Tbk
PT Cowell Development Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
v
v
110

No

Kode

64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84

CPDW
CPIN
CPRO
CSAP
CTBN
CTRA
CTRP
CTRS
CTTH
DART
DAVO
DEWA
DGIK
DILD
DKFT
DLTA
DNET
DOID
DPNS
DSFI
DSSA

Nama Perusahaan

PT Cipendawa Tbk
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk
PT Central Proteina Prima Tbk
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk
PT Citra Tubindo Tbk
PT Ciputra Development Tbk
PT Ciputra Property Tbk
PT Ciputra Surya Tbk
PT Citatah Industri Marmer Tbk
PT Duta Anggada Realty Tbk
PT Davomas Abadi Tbk
PT Darma Henwa Tbk
PT Duta Graha Indah Tbk
PT Intiland Development Tbk
PT Central Omega Resources Tbk
PT Delta Djakarta Tbk
PT Dyviacom Intrabumi Tbk
PT Delta Dunia Makmur Tbk
PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk
PT Dharma Samudra Fishing Industries Tbk
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
111

No

Kode

85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105

DUTI
DVLA
EKAD
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
ERTX
ESTI
ETWA
EXCL
FAST
FASW
FISH
FMII
FORU
FPNI
FREN
GDST
GDYR
GEMA

Nama Perusahaan

PT Duta Pertiwi Tbk


PT Darya-Varia Laboratoria Tbk
PT Ekadharma International Tbk
PT Elnusa Tbk
PT Bakrieland Development Tbk
PT Energi Mega Persada Tbk
PT Enseval Putera Megatrading Tbk
PT Eratex Djaja Tbk
PT Ever Shine Textile Industry Tbk
PT Eterindo Wahanatama Tbk
PT XL Axiata Tbk
PT Fast Food Indonesia Tbk
PT Fajar Surya Wisesa Tbk
PT FKS Multi Agro Tbk
PT Fortune Mate Indonesia Tbk
PT Fortune Indonesia Tbk
PT Titan Kimia Nusantara Tbk
PT Smartfren Telecom Tbk
PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk
PT Goodyear Indonesia Tbk
PT Gema Grahasarana Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
v
v
v
v
v
112

No

Kode

Nama Perusahaan

106
107
108
109

GGRM
GJTL
GMCW
GMTD

110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125

GPRA
GTBO
GZCO
HDTX
HERO
HEXA
HITS
HMSP
HOME
IATA
ICON
IDKM
IGAR
IIKP
IKAI
IKBI

PT Gudang Garam Tbk


PT Gajah Tunggal Tbk
PT Grahamas Citrawisata Tbk
PT Gowa Makassar Tourism Development
Tbk
PT Perdana Gapuraprima Tbk
PT Garda Tujuh Buana Tbk
PT Gozco Plantations Tbk
PT Panasia Indosyntec Tbk
PT Hero Supermarket Tbk
PT Hexindo Adiperkasa Tbk
PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk
PT HM Sampoerna Tbk
PT Hotel Mandarine Regency Tbk
PT Indonesia Air Transport Tbk
PT Island Concepts Indonesia Tbk
PT Indosiar Karya Media Tbk
PT Champion Pasific Indonesia Tbk
PT Inti Agri Resources Tbk
PT Intikeramik Alamasri Industry Tbk
PT Sumi Indo Kabel Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
-

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

v
113

No

Kode

126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146

IMAS
INAF
INAI
INCI
INCO
INDF
INDR
INDS
INDX
INDY
INKP
INPP
INRU
INTA
INTD
INTP
INVS
ISAT
ITMA
ITMG
ITTG

Nama Perusahaan

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk


PT Indofarma (Persero) Tbk
PT Indal Aluminium Industry Tbk
PT Intanwijaya Internasional Tbk
PT Vale Indonesia Tbk
PT Indofood Sukses Makmur Tbk
PT Indorama Syntetics Tbk
PT Indospring Tbk
PT Tanah Laut Tbk
PT Indika Energy Tbk
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
PT Indonesian Paradise Property Tbk
PT Toba Pulp Lestari Tbk
PT Intraco Penta Tbk
PT Inter Delta Tbk
PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk
PT Inovisi Infracom Tbk
PT INDOSAT Tbk
PT Sumber Energi Andalan Tbk
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
PT Leo Investments Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
v
v
v
v
114

No

Kode

147
148

JECC
JIHD

149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166

JKON
JKSW
JPFA
JPRS
JRPT
JSMR
JSPT
JTPE
KAEF
KARK
KARW
KBLI
KBLM
KBLV
KBRI
KDSI
KIAS
KICI

Nama Perusahaan

PT Jembo Cable Company Tbk


PT Jakarta International Hotel &
Development Tbk
PT Jaya Kontruksi Manggala Pratama Tbk
PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk
PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
PT Jaya Pari Steel Tbk
PT Jaya Real Property Tbk
PT Jasa Marga (Persero) Tbk
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Dayaindo Resources International Tbk
PT Karwell Indonesia Tbk
PT KMI Wire and Cable Tbk
PT Kabelindo Murni Tbk
PT First Media Tbk
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
PT Kedawung Setia Industrial Tbk
PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk
PT Kedaung Indah Can Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
-

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
115

No

Kode

167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187

KIJA
KKGI
KLBF
KOIN
KONI
KPIG
LAMI
LAPD
LCGP
LION
LMAS
LMPI
LMSH
LPCK
LPIN
LPKR
LPLI
LPPF
LSIP
LTLS
MAIN

Nama Perusahaan

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk


PT Resource Alam Indonesia Tbk
PT Kalbe Farma Tbk
PT Kokoh Inti Arebama Tbk
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk
PT Global Land Development Tbk
PT Lamicitra Nusantara Tbk
PT Leyand International Tbk
PT Laguna Cipta Griya Tbk
PT Lion Metal Works Tbk
PT Limas Centric Indonesia Tbk
PT Langgeng Makmur Industry Tbk
PT Lionmesh Prima Tbk
PT Lippo Cikarang Tbk
PT Multi Prima Sejahtera Tbk
PT Lippo Karawaci Tbk
PT Star Pacific Tbk
PT Matahari Department Store Tbk
PT PP London Sumatra Tbk
PT Lautan Luas Tbk
PT Malindo Feedmill Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
v
v
v
v
116

No

Kode

188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208

MAMI
MAPI
MASA
MBAI
MDLN
MDRN
MEDC
MERK
META
MICE
MIRA
MKPI
MLBI
MLIA
MLPL
MNCN
MPPA
MRAT
MTDL
MTSM
MYOH

Nama Perusahaan

PT Mas Murni Indonesia Tbk


PT Mitra Adiperkasa Tbk
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk
PT Modernland Realty Tbk
PT Modern Internasional Tbk
PT Medco Energi International Tbk
PT Merck Tbk
PT Nusantara Infrastructure Tbk
PT Multi Indocitra Tbk
PT Mitra International Resources Tbk
PT Metropolitan Kentjana Tbk
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
PT Mulia Industrindo Tbk
PT Multipolar Tbk
PT Media Nusantara Citra Tbk
PT Matahari Putra Prima Tbk
PT Mustika Ratu Tbk
PT Metrodata Electronics Tbk
PT Metro Realty Tbk
PT Myoh Technology Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
117

No

Kode

209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229

MYOR
MYRX
MYTX
NIKL
NIPS
OKAS
OMRE
PAFI
PANR
PBRX
PDES
PGAS
PGLI
PICO
PJAA
PKPK
PLAS
PLIN
PNSE
POLY
POOL

Nama Perusahaan

PT Mayora Indah Tbk


PT Hanson International Tbk
PT Apac Citra Centertex Tbk
PT Pelat Timah Nusantara Tbk
PT Nipress Tbk
PT Ancora Indonesia Resources Tbk
PT Indonesia Prima Property Tbk
PT Panasia Filament Inti Tbk
PT Panorama Sentrawisata Tbk
PT Pan Brothers Tex Tbk
PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk
PT Pelangi Indah Canindo Tbk
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk
PT Perdana Karya Perkasa Tbk
PT Polaris Investama Tbk
PT Plaza Indonesia Realty Tbk
PT Pudjiadi & Sons Tbk
PT Asia Pacific Fibers Tbk
PT Pool Advista Indonesia Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 20102011 (kecuali
jasa keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
-

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
118

No

Kode

230
231
232
233
234

PRAS
PSAB
PSDN
PSKT
PTBA

235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247
248
249
250

PTRO
PTSN
PTSP
PDUP
PWON
PWSI
PYFA
RAJA
RALS
RBMS
RDTX
RICY
RIGS
RIMO
RMBA
RODA

Nama Perusahaan

PT Prima Alloy Steel Tbk


PT J Resources Asia Pasifik Tbk
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
PT Pusako Tarinka Tbk
PT Tambang Batu Bara Bukit Asam
(Persero) Tbk
PT Petrosea Tbk
PT Sat Nusapersada Tbk
PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
PT Pudjiadi Prestige Limited Tbk
PT Pakuwon Jati Tbk
PT Panca Wiratama Sakti Tbk
PT Pyridam Farma Tbk
PT Rukun Raharja Tbk
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk
PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk
PT Roda Vivatex Tbk
PT Ricky Putra Globalindo Tbk
PT Rig Tenders Indonesia Tbk
PT Rimo Catur Lestari Tbk
PT Bentoel International Investama Tbk
PT Royal Oak Development Asia Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 20102011 (kecuali
jasa keuangan)
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
119

No

Kode

251
252
253

RUIS
SAFE
SAIP

254
255

SCBD
SCCO

256
257
258

SCMA
SCPI
SDPC

259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269

SGRO
SHID
SIAP
SIMA
SIMM
SIPD
SKLT
SMAR
SMCB
SMDM
SMDR

Nama Perusahaan

Terdaftar di BEI
tahun 20102011 (kecuali
jasa keuangan)
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
-

PT Radiant Utama Interinsco Tbk


PT Steady Safe Tbk
PT Surabaya Agung Industry Pulp & Kertas
Tbk
PT Danayasa Arthatama Tbk
PT Supreme Cable Manufacturing &
Commerce Tbk
PT Surya Citra Media Tbk
PT Schering-Plough Indonesia Tbk
PT Millennium Pharmacon International
Tbk
PT Sampoerna Agro Tbk
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
PT Sekawan Inti Pratama Tbk
PT Siwani Makmur Tbk
PT Surya Intrindo Makmur Tbk
PT Sierad Produce Tbk
PT Sekar Laut Tbk
PT SMART Tbk
PT Holcim Indonesia Tbk
PT Suryamas Dutamakmur Tbk
PT Samudera Indonesia Tbk

v
v

v
v

v
v
v

v
v

v
-

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v
v
v
v
v
-

v
v
v
v
120

No

Kode

270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291

SMGR
SMMT
SMRA
SMSM
SOBI
SONA
SPMA
SQBI
SQMI
SRSN
SSIA
SSTM
SSTP
SUGI
SULI
TBLA
TBMS
TCID
TFCO
TGKA
TINS
TIRA

Nama Perusahaan

PT Semen Gresik (Persero) Tbk


PT Entertainment International Tbk
PT Summarecon Agung Tbk
PT Selamat Sempurna Tbk
PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk
PT Suparma Tbk
PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk
PT Renuka Coalindo Tbk
PT Indo Acidatama Tbk
PT Surya Semesta Internusa Tbk
PT Sunson Textile Manufacture Tbk
PT Siantar Top Tbk
PT Sugih Energy Tbk
PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk
PT Tunas Baru Lampung Tbk
PT Tembaga Mulia Semanan Tbk
PT Mandom Indonesia Tbk
PT Tifico Fiber Indonesia Tbk
PT Tigaraksa Satria Tbk
PT Timah (Persero) Tbk
PT Tira Austenite Tbk

Terdaftar di BEI
tahun 20102011 (kecuali
jasa keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
v
v
121

No

Kode

Nama Perusahaan

Terdaftar di BEI
tahun 20102011 (kecuali
jasa keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
-

292
293
294
295
296
297
298
299
300
301
302
203
304
305
306

TIRT
TKGA
TKIM
TLKM
TMAS
TMPI
TMPO
TOTL
TOTO
TPIA
TRAM
TRIL
TRIO
TRST
TRUB

307
308
309
310
311
312

TSPC
TURI
ULTJ
UNIC
UNSP
UNTR

PT Tirta Mahakam Resources Tbk


PT Toko Gunung Agung Tbk
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk
PT AGIS Tbk
PT Tempo Inti Media Tbk
PT Total Bangun Persada Tbk
PT Surya Toto Indonesia Tbk
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk
PT Trada Maritime Tbk
PT Triwira Insanlestari Tbk
PT Trikomsel Oke Tbk
PT Trias Sentosa Tbk
PT Truba Alam Manunggal Engineering
Tbk
PT Tempo Scan Pacific Tbk
PT Tunas Ridean Tbk
PT Ultra Jaya Milk Tbk
PT Unggul Indah Cahaya Tbk
PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk
PT United Tractor Tbk

v
v
v
v
v
v

v
v
v
v

v
v
v
v
122

No

Kode

313
314
315
316
317
318
319
320
321

UNTX
UNVR
VOKS
WAPO
WEHA
WICO
WIKA
YPAS
ZBRA

Nama Perusahaan

PT Unitex Tbk
PT Unilever Indonesia Tbk
PT Voksel Electric Tbk
PT Wahana Phonix Mandiri Tbk
PT Panorama Transportasi Tbk
PT Wicaksana Overseas International Tbk
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
PT Yanaprima Hastapersada Tbk
PT Zebra Nusantara Tbk
Jumlah

Terdaftar di BEI
tahun 2010-2011
(kecuali jasa
keuangan)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
321

Menerbitkan
Laporan
keuangan dan
Annual Report
tahun 2010-2011
v
v
v
v
v
v
v
197

Menampilkan data yang


dapat digunakan untuk
menganalisis peran
corporate governance dan
karakteristik perusahaan
v
v
61

123

124

LAMPIRAN 2
Daftar Perusahaan Sampel beserta Annual Report dan Sustainability Report
Sustainability
Annual
Report
Report
No Kode
Nama Perusahaan
2010 2011 2010 2011
1 AALI
PT. Astra Agro Lestari, Tbk
v
v
v
v
2 ADHI
PT. Adhi Karya (Persero), Tbk
v
v
v
3 ADRO PT. Adaro Energy, Tbk
v
v
v
4 AISA
PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk
v
v
5 AKRA PT. AKR Corporindo, Tbk
v
v
6 ALMI
PT. Alumindo Light Metal Industry, Tbk
v
v
7 AMFG PT. Asahimas Flat Glass, Tbk
v
v
8 ANTM PT. Aneka Tambang (Persero), Tbk
v
v
v
v
9 ASII
PT. Astra International, Tbk
v
v
v
v
10 AUTO PT. Astra Otoparts, Tbk
v
v
11 BRAM PT. Indo Kordsa, Tbk
v
v
12 BTEL
PT. Bakrie Telecom, Tbk
v
v
13 BUMI
PT. Bumi Resources, Tbk
v
v
14 BYAN PT. Bayan Resources, Tbk
v
v
15 CPIN
PT. Charoen Pokhpand Indonesia, Tbk
v
v
16 ELSA
PT. Elnusa, Tbk
v
v
17 ELTY
PT. Bakrieland Development, Tbk
v
v
v
18 ENRG PT. Energy Mega Persada, Tbk
v
v
19 EPMT
PT. Enseval Putera Megatrading, Tbk
v
v
20 EXCL
PT. XL Axiata, Tbk
v
v
21 FASW PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk
v
v
22 GDYR PT. Goodyear Indonesia, Tbk
v
v
23 GJTL
PT. Gajah Tunggal, Tbk
v
v
24 GZCO PT. Gozco Plantations, Tbk
v
v
25 INCO
PT. Vale Indonesia, Tbk
v
v
v
26 INDF
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
v
v
27 INDY
PT. Indika Energy, Tbk
v
v
v
28 INTA
PT. Intraco Penta, Tbk
v
v
29 INTP
PT. Indocement Tunggal Prakasa, Tbk
v
v
30 ISAT
PT. Indosat, Tbk
v
v
v
31 JPFA
PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk
v
v
32 KAEF
PT. Kimia Farma, Tbk
v
v
33 KIJA
PT. Kawasan Industri Jababeka, Tbk
v
v
34 KLBF
PT. Kalbe Farma, Tbk
v
v
35 LPCK
PT. Lippo Cikarang, Tbk
v
v
36 LPKR
PT. Lippo Karawaci, Tbk
v
v
37 LPPF
PT. Matahari Department Store, Tbk
v
v
38 LSIP
PT. PP London Sumatera, Tbk
v
v
39 MEDC PT. Medco Energy International, Tbk
v
v
v
40 MNCN PT. Media Nusantara Citra, Tbk
v
v

125

No

Kode

41

PGAS

42
43

PLIN
PTBA

44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55

PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM

56
57
58
59
60
61

TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

Nama Perusahaan
PT. Perusahaan Gas Negara (Persero),
Tbk
PT. Plaza Indonesia Realty, Tbk
PT. Tambang Batu Bara Bukit Asam
(Persero), Tbk
PT. Petrosea, Tbk
PT. Bentoel International, Tbk
PT. Surya Citra Media, Tbk
PT. Sampoerna Agro, Tbk
PT. SMART, Tbk
PT. Holcim Indonesia, Tbk
PT. Suryamas Dutamakmur, Tbk
PT. Semen Gresik (Persero), Tbk
PT. Summarecon Agung, Tbk
PT. Selamat Sempurna, Tbk
PT. Timah (Persero), Tbk
PT. Telekomunikasi Indonesia (Perserro),
Tbk
PT. Tunas Ridean, Tbk
PT. Ultra Jaya Milk, Tbk
PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk
PT. United Tractors, Tbk
PT. Unilever Indonesia, Tbk
PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk
Jumlah Sampel

Sustainability
Annual
Report
Report
2010 2011 2010 2011
v
v
v
v
v

v
v

v
v

v
v
v

v
-

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v

v
v
v
v

v
-

v
v
v
v
v
v
61

v
v
v
v
v
v
61
122

126

LAMPIRAN 3
Pengukuran Sustainability Report
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Ya=1
Tidak=0
1
1
1
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Ya=1
Tidak=0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0

127

No

Kode

Tahun

83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102

GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Ya=1
Tidak=0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1

No

Kode

Tahun

103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Ya=1
Tidak=0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0

128

LAMPIRAN 4
Pengukuran Dewan Komisaris
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Jumlah Anggota
Dewan Komisaris
7
5
6
6
3
5
6
4
11
10
7
5
8
5
5
5
6
5
4
7
3
3
8
4
10
10
6
3
7
10
3
5
2
6
6
8
6
9
6
5
5

Keterangan
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

129

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Jumlah Anggota
Dewan Komisaris
4
5
6
4
4
5
8
7
3
6
5
3
6
5
6
3
5
6
4
5
7
5
6
5
3
5
6
6
11
10
7
5
8
6
5
5
5
5
3
9
3
3

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

130

No

Kode

Tahun

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Jumlah Anggota
Dewan Komisaris
8
4
9
9
6
3
7
11
4
5
2
6
5
7
6
9
6
5
5
4
6
7
5
4
5
8
7
3
6
4
3
6
5
5
3
5
6
5
5

Keterangan
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

131

LAMPIRAN 5
Pengukuran Komite Audit
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Jumlah Rapat
Komite Audit
18
19
23
4
8
4
12
20
9
4
3
41
15
18
14
21
9
14
4
6
8
4
4
4
36
8
4
6
4
6
4
5
7
4
4
4
4
16
29
4
20

Keterangan
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata

132

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Jumlah Rapat
Komite Audit
28
37
5
4
15
5
12
5
2
33
4
4
37
30
4
2
3
4
35
27
12
15
13
4
12
4
14
13
8
6
4
13
16
11
37
43
10
7
2
6
8
4

Keterangan
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

133

No

Kode

Tahun

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Jumlah Rapat
Komite Audit
4
4
15
11
10
12
3
40
12
48
34
40
15
17
4
10
18
6
42
4
16
4
4
5
10
4
10
3
12
20
10
15
32
5
2
5
7
6
13

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata

134

LAMPIRAN 6
Pengukuran Dewan Direksi
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Jumlah Rapat
Dewan Direksi
44
50
9
30
43
42
12
42
40
25
5
12
2
11
10
39
25
28
20
40
25
10
12
4
40
9
8
12
3
43
12
11
36
36
17
10
12
11
19
6
34

Keterangan
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

135

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Jumlah Rapat
Dewan Direksi
12
19
6
4
4
9
5
5
2
10
33
12
7
46
20
12
15
33
19
27
40
56
7
9
45
43
12
41
36
30
4
12
4
11
11
40
2
52
2
36
30
10

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata

136

No

Kode

Tahun

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Jumlah Anggota
Dewan Direksi
12
4
17
11
13
12
3
44
12
51
34
41
18
17
5
11
20
6
44
4
18
4
4
6
10
5
12
3
13
20
12
15
52
5
14
35
9
20
28

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata- rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata- rata
Di atas rata- rata
Di atas rata- rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata- rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata- rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata- rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata

137

LAMPIRAN 7

Pengukuran Governance Committee


No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Ya=1
Tidak=0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
1
0
1

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Ya=1
Tidak=0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
1
0
0

138

No

Kode

Tahun

83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102

GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Ya=1
Tidak=0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
1
0
1

No

Kode

Tahun

103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Ya=1
Tidak=0
0
1
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1

139

LAMPIRAN 8
Pengukuran Profitabilitas
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Return On Equity
(ROE)
0,28
0,22
0,12
0,13
0,13
0,09
0,18
0,18
0,29
0,30
0,13
0,00
0,19
0,25
0,50
0,03
0,02
-0,01
0,14
0,25
0,16
0,16
0,24
0,09
0,26
0,15
0,14
0,20
0,25
0,04
0,35
0,12
0,04
0,24
0,12
0,31
0,58
0,23
0,11
0,15
0,45

Keterangan
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata

140

No

Kode

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

Tahun
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Return On Equity
(ROE)
0,23
0,32
0,35
0,10
0,36
0,21
0,22
0,12
0,00
0,07
0,11
0,29
0,23
0,26
0,22
0,08
0,10
0,24
0,84
0,17
0,30
0,18
0,00
0,08
0,69
0,06
0,16
0,18
0,28
0,23
0,06
-0,18
0,19
0,28
0,38
-0,02
0,00
0,01
0,14
0,21
0,07
0,05

Keterangan
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

141

No

Kode

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

Tahun
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Return On Equity
(ROE)
0,15
0,11
0,19
0,10
0,14
0,22
0,23
0,05
0,19
0,14
0,09
0,24
0,31
0,08
-0,17
0,29
0,10
0,16
0,35
0,04
0,38
0,33
0,14
0,61
0,22
0,24
0,14
0,01
0,27
0,16
0,30
0,20
0,23
0,22
0,07
0,08
0,21
0,92
0,17

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata

142

LAMPIRAN 9
Pengukuran Likuiditas
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Current Ratio
(CR)
1,93
1,19
1,76
1,29
1,05
0,86
3,94
3,82
1,26
1,76
2,02
0,82
1,56
0,99
2,93
1,60
2,70
0,61
1,93
0,49
0,84
0,86
1,76
1,64
4,50
2,04
3,65
1,23
5,55
0,52
2,63
2,43
0,46
4,39
3,34
1,82
1,00
2,39
2,04
2,00
3,43

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata

143

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Current Ratio
(CR)
1,72
5,79
1,04
2,50
3,55
1,89
1,53
1,66
12,01
2,92
3,07
2,17
3,24
0,91
1,51
2,00
0,53
1,57
0,85
1,36
1,31
1,11
1,67
1,89
1,36
1,21
4,42
10,64
1,35
1,35
2,79
0,32
1,10
0,65
3.33
1,25
2.44
0,63
1,98
0,39
1,32
0,85

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

144

No

Kode

Tahun

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Current ratio
(CR)
1,75
0,79
1,36
1,91
1,64
0,89
1,99
0,55
1,59
2,75
0,46
3,65
3,66
2,02
0,92
1,83
1,61
4,90
5,50
1,78
4,63
0,94
1,12
1,58
1,59
1,86
1,47
0,41
2,65
2,46
2,72
3,26
0,96
1,57
1,52
0,40
1,72
0,69
1,14

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

145

LAMPIRAN 10

Pengukuran Leverage
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Debt Equity Ratio


(DER)
0,19
4,71
1,18
2,34
2,01
1,97
0,29
0,28
1,10
0,38
0,26
1,38
4,06
1,81
0,46
0,89
0,82
1,00
0,81
1,33
1,48
1,76
1,94
0,49
0,30
1,34
1,09
2,91
0,17
1,94
1,14
0,49
1,00
0,23
1,96
4,66
1,04
0,22
1,86
0,58
1,22

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata

146

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Debt Equity Ratio


(DER)
0,99
0,36
0,84
1,30
0,69
0,34
1,11
0,53
0,24
0,28
1,86
0,96
0,40
0,98
0,73
0,54
1,20
0,84
1,15
2,43
0,21
5,16
1,32
0,96
1,40
2,47
0,25
0,41
1,02
0,51
0,43
1,80
5,26
1,24
0,43
1,30
0,82
1,87
0,79
1,28
1,74
1,77

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata

147

No

Kode

Tahun

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Debt Equity Ratio


(DER)
1,61
0,89
0,37
0,70
1,36
5,96
0,15
1,85
1,35
0,43
0,60
0,28
1,49
1,00
-1,90
0,16
2,05
0,29
0,80
0,84
0,41
1,37
1,82
0,67
0,36
1,01
0,45
0,19
0,35
2,28
0,70
0,43
0,89
0,73
0,55
1,06
0,69
1,85
2,95

Keterangan
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata

148

Pengukuran Aktivitas Perusahaan


No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Inventory
Turnover (ITO)
14,16
91,44
85,51
2,12
8,56
6,90
4,95
7,11
11,99
8,83
6,20
99,47
25,89
14,07
9,70
36,60
0,88
3,51
8,57
288,92
6,74
8,18
9,05
23,87
12,51
6,80
74,64
4,50
8,57
186,96
6,39
8,23
1,19
6,59
0,39
0,44
5,91
13,58
27,24
5,31
1407,18

LAMPIRAN 11
Keterangan
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata

149

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Inventory
Turnover (ITO)
131,40
18,67
33,33
3,59
9,65
10,21
7,50
11,92
120,88
2,00
1,30
5,09
4,63
133,12
14,95
5,26
15,02
5,38
12,51
8,82
13,99
97,65
76,07
5,28
15,04
6,41
4,37
6,13
13,56
7,71
5,42
151,88
25,46
10,18
7,68
43,50
1,11
5,06
7,66
284,12
6,17
8,10

Keterangan
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

150

No

Kode

Tahun

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Inventory
Turnover (ITO)
7,13
24,75
7,61
6,94
51,97
3,92
10,46
271,14
5,92
7,36
2,07
4,60
0,66
0,53
10,17
12,73
26,26
6,03
1653,21
138,21
16,41
31,05
2,83
14,03
9,41
11,16
13,19
180,59
8,16
0,86
5,57
3,58
94,88
13,72
5,71
20,17
7,72
12,95
8,87

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

151

LAMPIRAN 12
Pengukuran ukuran perusahaan
No

Kode

Tahun

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Total Asset
8.791.799.000.000
4.927.696.000.000
40.600.921.000.000
1.936.949.441.138
7.665.590.356.000
1.504.154.332.712
2.372.657.000.000
12.310.732.099.000
112.857.000.000.000
5.585.852.000.000
1.492.727.607.000
12.352.891.387.578
79.704.167.790.000
8.372.079.000.000
6.518.276.000.000
3.678.566.000.000
17.064.195.774.257
11.762.035.570.000
3.254.770.280.292
27.251.281.000.000
4.495.022.404.702
1.169.018.997.225
10.371.567.000.000
2.095.795.869.754
19.712.115.000.000
47.275.955.000.000
11.458.782.987.000
1.634.903.848.219
15.346.145.677.737
52.818.187.000.000
6.981.107.000.000
1.657.291.834.312
3.335.857.281.974
7.032.496.663.288
1.670.033.142.093
16.155.384.919.926
5.413.870.000.000
5.561.433.000.000
20.600.858.300.000
8.196.543.000.000
32.087.430.994.073

Log
TA
12,94
12,69
13,61
12,29
12,88
12,18
12,38
13,09
14,05
12,75
12,17
13,09
13,90
12,92
12,81
12,57
13,23
13,07
12,51
13,44
12,65
12,07
13,02
12,32
13,29
13,67
13,06
12,21
13,19
13,72
12,84
12,22
12,52
12,85
12,22
13,21
12,73
12,75
13,31
12,91
13,51

Keterangan
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata
Di bawah rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata

152

No

Kode

Tahun

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83

PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA
AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL
FASW
GDYR

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Total Asset
4.430.888.110.000
8.722.699.000.000
2.021.521.520.000
4.902.597.000.000
2.515.567.387.000
2.875.847.106.000
12.475.642.000.000
10.437.249.000.000
2.063.047.866.205
15.562.998.946.000
6.139.640.438.000
1.067.103.249.531
5.881.108.000.000
99.758.447.000.000
2.100.154.000.000
2.006.596.762.260
18.502.257.139.000
29.700.914.000.000
8.701.262.000.000
6.286.304.902.000
10.204.495.000.000
6.112.953.591.126
51.496.545.100.000
3.590.309.000.000
8.308.243.768.000
1.791.523.164.727
2.690.595.000.000
15.201.235.077.000
153.521.000.000.000
6.964.227.000.000
1.660.119.065.000
12.213.109.168.767
67.049.907.915.900
14.386.241.000.000
8.848.204.000.000
4.389.950.000.000
17.707.949.598.417
17.354.833.906.000
4.370.747.246.546
31.170.654.000.000
4.936.093.736.569
1.190.301.021.000

Log
TA
12,65
12,94
12,31
12,69
12,40
12,46
13,10
13,02
12,31
13,19
12,79
12,03
12,77
14,00
12,32
12,30
13,27
13,47
12,94
12,80
13,01
12,79
13,71
12,56
12,92
12,25
12,43
13,18
14,19
12,84
12,22
13,09
13,83
13,16
12,95
12,64
13,25
13,24
12,64
13,49
12,69
12,08

Keterangan
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata

153

No

Kode

Tahun

84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122

GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN
PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Total Asset
11.554.143.000.000
2.834.598.202.394
22.034.394.200.000
53.585.933.000.000
18.253.817.000.000
3.737.918.000.000
18.151.331.000.000
52.172.311.000.000
8.266.417.000.000
1.794.242.423.105
5.597.357.750.923
8.274.554.112.840
2.041.958.524.823
18.259.171.414.884
2.442.472.000.000
6.791.859.000.000
23.546.316.876.900
8.798.230.000.000
30.976.445.812.225
4.232.841.288.000
11.507.104.000.000
3.433.411.800.000
6.333.957.000.000
2.511.221.855.000
3.411.026.249.000
14.721.899.000.000
10.950.501.000.000
2.454.961.990.000
19.661.692.767.000
8.099.174.681.000
1.136.857.942.381
6.569.807.000.000
103.054.000.000.000
2.545.309.000.000
2.179.181.979.434
18.702.295.203.000
46.440.062.000.000
10.482.312.000.000
8.322.979.571.000

Log
TA
13,06
12,45
13,34
13,73
13,26
12,57
13,26
13,72
12,92
12,25
12,75
12,92
12,31
13,26
12,39
12,83
13,37
12,94
13,49
12,63
13,06
12,54
12,80
12,40
12,53
13,17
13,04
12,39
13,29
12,91
12,06
12,82
14,01
12,41
12,34
13,27
13,67
13,02
12,92

Keterangan
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di bawah rata-rata
Di bawah rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata
Di atas rata-rata

LAMPIRAN 13
Hasil Tabulasi Data Sekunder 2010
Dewan Komite Dewan Governance
Nama
Komisaris Audit Direksi Committee
No
Tahun
Perusahaan
Jumlah Jumlah Jumlah
Ya=1
Anggota Rapat Rapat
Tidak=0
1 AALI
2010
7
18
44
0
2 ADHI
2010
5
19
50
1
3 ADRO
2010
6
23
9
0
4 AISA
2010
6
4
30
0
5 AKRA
2010
3
8
43
0
6 ALMI
2010
5
4
42
0
7 AMFG
2010
6
12
12
0
8 ANTM
2010
4
20
42
1
9 ASII
2010
11
9
40
0
10 AUTO
2010
10
4
25
0
11 BRAM
2010
7
3
5
0
12 BTEL
2010
5
41
12
0
13 BUMI
2010
8
15
2
0
14 BYAN
2010
5
18
11
1
15 CPIN
2010
5
14
10
0
16 ELSA
2010
5
21
39
0
17 ELTY
2010
6
9
25
1
18 ENRG
2010
5
14
28
0
19 EPMT
2010
4
4
20
1
20 EXCL
2010
7
6
40
0

Profitabilitas
Laba Bersih Setelah
Pajak
2,016,780,000,000
189,484,000,000
2,207,313,000,000
75,234,571,191
310,916,115,000
43,722,582,261
330,973,000,000
1,683,399,992,000
14,366,000,000,000
1,141,179,000,000
134,160,199,000
9,975,729,110
2,827,066,184,000
740,794,000,000
2,210,266,000,000
63,906,000,000
178,704,601,860
(62,318,783,000)
257,415,018,996
2,891,261,000,000

Ekuitas

ROE

7,211,687,000,000
861,113,000,000
18,576,441,000,000
575,762,727,845
2,386,406,965,000
505,798,105,207
1,842,925,000,000
9,580,098,225,000
49,310,000,000,000
3,860,827,000,000
1,072,556,312,000
5,194,830,318,799
14,697,035,040,000
2,939,406,000,000
4,458,432,000,000
1,937,289,000,000
8,021,729,230,442
5,855,082,271,000
1,798,126,068,426
11,715,074,000,000

0.28
0.22
0.12
0.13
0.13
0.09
0.18
0.18
0.29
0.30
0.13
0.00
0.19
0.25
0.50
0.03
0.02
-0.01
0.14
0.25

154

Likuiditas
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Aktiva Lancar

Kewajiban Lancar

2,051,177,000,000
4,056,584,998,645
10,200,290,000,000
666,008,990,671
4,028,177,791,000
842,427,775,351
1,283,712,000,000
7,593,630,426,000
46,843,000,000,000
2,199,725,000,000
364,898,978,000
1,436,140,216,095
29,000,238,680,000
2,911,121,000,000
4,274,636,000,000
2,040,659,000,000
5,831,357,355,000
1,924,741,246,000
2,734,592,131,811
2,228,017,000,000

1,061,852,000,000
3,400,826,338,980
5,793,531,000,000
518,294,102,694
3,844,218,419,000
974,085,193,410
325,854,000,000
1,989,071,312,000
37,124,000,000,000
1,251,731,000,000
180,688,108,000
1,759,605,829,930
18,583,163,560,000
2,945,288,000,000
1,461,341,000,000
1,271,960,000,000
2,159,280,386,000
3,141,048,154,000
1,419,239,896,623
4,563,033,000,000

Leverage
Current
Ratio
1.93
1.19
1.76
1.29
1.05
0.86
3.94
3.82
1.26
1.76
2.02
0.82
1.56
0.99
2.93
1.60
2.70
0.61
1.93
0.49

Kewajiban

Ekuitas

DER

1,344,542,000,000
4,059,941,000,000
21,970,369,000,000
1,346,881,000,000
4,806,757,170,000
998,356,227,505
529,732,000,000
2,709,896,801,000
54,168,000,000,000
1,482,705,000,000
283,850,592,000
7,158,061,068,779
59,604,619,660,000
5,333,856,000,000
2,036,240,000,000
1,728,408,000,000
6,582,727,429,196
5,875,002,790,000
1,455,960,129,836
15,536,207,000,000

7,211,687,000,000
861,113,000,000
18,576,441,000,000
575,762,727,845
2,386,406,965,000
505,798,105,207
1,842,925,000,000
9,580,098,225,000
49,310,000,000,000
3,860,827,000,000
1,072,556,312,000
5,194,830,318,799
14,697,035,040,000
2,939,406,000,000
4,458,432,000,000
1,937,289,000,000
8,021,729,230,442
5,855,082,271,000
1,798,126,068,426
11,715,074,000,000

0.19
4.71
1.18
2.34
2.01
1.97
0.29
0.28
1.10
0.38
0.26
1.38
4.06
1.81
0.46
0.89
0.82
1.00
0.81
1.33

155

Aktivitas Perusahaan
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Sustainability
Report
Ya=1
Log Total
Tidak=0
Asset
12.94
1
12.69
1
13.61
1
12.29
0
12.88
0
12.18
0
12.38
0
13.09
1
14.05
1
12.75
0
12.17
0
13.09
0
13.90
0
12.92
0
12.81
0
12.57
0
13.23
0
13.07
0
12.51
0
13.44
0

Ukuran Perusahaan

Penjualan

Persediaan

ITO

Total Asset

8,843,721,000,000
5,647,980,407,618
24,689,333,000,000
705,219,823,456
12,194,997,466,000
3,019,070,482,536
2,426,138,000,000
8,744,300,219,000
129,991,000,000,000
6,255,109,000,000
1,805,350,612,000
2,765,083,613,989
39,700,731,060,000
8,745,624,000,000
15,077,822,000,000
4,210,786,000,000
1,367,555,681,767
1,249,710,407,000
9,713,882,916,261
17,636,895,000,000

624,694,000,000
61,766,216,479
288,732,000,000
331,899,000,000
1,424,613,886,000
437,350,022,791
490,140,000,000
1,229,283,112,000
10,842,000,000,000
708,322,000,000
291,293,046,000
27,798,487,925
1,533,553,978,000
621,547,000,000
1,554,780,000,000
115,062,000,000
1,557,527,766,718
356,456,381,000
1,132,817,271,706
61,044,000,000

14.16
91.44
85.51
2.12
8.56
6.90
4.95
7.11
11.99
8.83
6.20
99.47
25.89
14.07
9.70
36.60
0.88
3.51
8.57
288.92

8,791,799,000,000
4,927,696,000,000
40,600,921,000,000
1,936,949,441,138
7,665,590,356,000
1,504,154,332,712
2,372,657,000,000
12,310,732,099,000
112,857,000,000,000
5,585,852,000,000
1,492,727,607,000
12,352,891,387,578
79,704,167,790,000
8,372,079,000,000
6,518,276,000,000
3,678,566,000,000
17,064,195,774,257
11,762,035,570,000
3,254,770,280,292
27,251,281,000,000

156

Nama
No
Tahun
Perusahaan
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Dewan
Komisaris
Jumlah
Anggota
3
3
8
4
10
10
6
3
7
10
3
5
2
6
6
8
6
9
6
5
5
4

Komite Dewan Governance


Audit Direksi Committee
Jumlah Jumlah
Ya=1
Rapat Rapat
Tidak=0
8
25
0
4
10
0
4
12
0
4
4
0
36
40
1
8
9
0
4
8
1
6
12
0
4
3
0
6
43
0
4
12
0
5
11
1
7
36
0
4
36
1
4
17
0
4
10
0
4
12
0
16
11
0
29
19
1
4
6
0
20
34
1
28
12
0

Profitabilitas
Laba Bersih Setelah
Pajak
283,001,824,437
67,373,160,780
830,624,000,000
160,797,203,284
3,936,267,000,000
2,592,858,000,000
772,723,177,000
83,081,383,677
3,224,941,884,793
647,174,000,000
1,091,279,000,000
138,716,044,100
62,129,552,046
1,286,330,026,012
65,307,482,748
525,345,786,018
624,537,000,000
1,033,329,000,000
781,389,300,000
730,218,000,000
6,239,361,270,479
503,065,708,000

Ekuitas

ROE

1,810,598,190,951
419,943,949,800
3,526,597,000,000
1,770,779,091,048
15,118,560,000,000
16,784,671,000,000
5,483,332,251,000
412,045,570,300
13,077,390,156,519
17,850,646,000,000
3,074,281,000,000
1,114,028,943,712
1,668,578,487,556
5,373,784,302,200
563,766,489,420
1,709,908,346,666
1,074,537,000,000
4,554,105,000,000
7,108,701,300,000
4,767,037,000,000
13,868,573,016,764
2,223,279,707,000

0.16
0.16
0.24
0.09
0.26
0.15
0.14
0.20
0.25
0.04
0.35
0.12
0.04
0.24
0.12
0.31
0.58
0.23
0.11
0.15
0.45
0.23

157

Likuiditas
No

21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Aktiva Lancar

Kewajiban Lancar

1,210,727,028,895
528,630,121,475
4,489,184,000,000
246,347,717,924
6,405,255,000,000
20,077,994,000,000
4,965,891,730,000
1,065,857,940,370
7,484,807,063,858
6,158,854,000,000
4,435,214,000,000
1,139,548,849,755
664,391,848,600
5,037,269,819,971
1,171,360,858,000
13,030,468,540,000
1,471,328,000,000
1,487,257,000,000
9,240,137,400,000
5,201,103,000,000
13,858,679,369,359
913,827,523,000

1,440,959,280,341
611,709,048,685
2,549,406,000,000
149,769,953,228
1,422,873,000,000
9,859,118,000,000
1,359,525,425,000
869,726,064,066
1,347,705,747,072
11,946,853,000,000
1,686,714,000,000
469,822,675,254
1,446,634,340,000
1,146,489,093,666
351,156,285,900
7,152,929,640,000
1,464,894,000,000
621,593,000,000
4,524,212,900,000
2,604,665,000,000
4,035,777,167,686
529,803,843,000

Leverage
Current
Ratio
0.84
0.86
1.76
1.64
4.50
2.04
3.65
1.23
5.55
0.52
2.63
2.43
0.46
4.39
3.34
1.82
1.00
2.39
2.04
2.00
3.43
1.72

Kewajiban

Ekuitas

DER

2,684,424,213,751
740,075,047,425
6,844,970,000,000
865,629,091,100
4,593,555,000,000
22,423,117,000,000
6,002,888,394,000
1,198,084,207,003
2,245,547,627,000
34,581,701,000,000
3,494,240,000,000
543,257,475,734
1,662,899,616,845
1,260,361,432,719
1,106,267,652,673
7,976,067,598,988
4,339,622,000,000
1,007,328,000,000
13,231,717,600,000
2,760,427,000,000
16,986,476,547,117
2,207,608,403,000

1,810,598,190,951
419,943,949,800
3,526,597,000,000
1,770,779,091,048
15,118,560,000,000
16,784,671,000,000
5,483,332,251,000
412,045,570,300
13,077,390,156,519
17,850,646,000,000
3,074,281,000,000
1,114,028,943,712
1,668,578,487,556
5,373,784,302,200
563,766,489,420
1,709,908,346,666
1,074,537,000,000
4,554,105,000,000
7,108,701,300,000
4,767,037,000,000
13,868,573,016,764
2,223,279,707,000

1.48
1.76
1.94
0.49
0.30
1.34
1.09
2.91
0.17
1.94
1.14
0.49
1.00
0.23
1.96
4.66
4.04
0.22
1.86
0.58
1.22
0.99

158

Aktivitas Perusahaan
No
Penjualan
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

3,385,973,456,418
1,756,778,678,410
9,853,904,000,000
454,523,171,818
11,486,907,000,000
38,403,360,000,000
3,765,466,981,000
1,833,180,690,866
11,137,805,265,505
19,796,515,000,000
13,955,792,000,000
3,183,829,303,909
597,419,779,479
10,226,789,206,223
404,660,239,328
3,125,312,604,025
2,369,344,000,000
3,592,658,000,000
8,409,085,700,000
4,855,907,000,000
19,765,716,397,448
811,316,002,000

Persediaan

Sustainability
Report
Ya=1
Log Total
Tidak=0
Asset
12.65
0
12.07
0
13.02
0
12.32
0
13.29
1
13.67
0
13.06
1
12.21
0
13.19
0
13.72
1
12.84
0
12.22
0
12.52
0
12.85
0
12.22
0
13.21
0
12.73
0
12.75
0
13.31
1
12.91
0
13.51
1
12.65
0

Ukuran Perusahaan
ITO

502,124,039,249
6.74
214,685,254,080
8.18
1,089,211,000,000
9.05
19,038,210,261
23.87
917,874,000,000
12.51
5,644,141,000,000
6.80
50,445,561,000
74.64
407,546,350,562
4.50
1,299,548,786,024
8.57
105,885,000,000 186.96
2,185,129,000,000
6.39
386,659,606,316
8.23
503,760,004,630
1.19
1,550,828,819,836
6.59
1,044,699,723,414
0.39
7,068,539,007,802
0.44
400,784,000,000
5.91
264,473,000,000
13.58
308,713,388,000
27.24
915,310,000,000
5.31
14,046,340,060 1407.18
6,174,368,000 131.40

Total Asset
4,495,022,404,702
1,169,018,997,225
10,371,567,000,000
2,095,795,869,754
19,712,115,000,000
47,275,955,000,000
11,458,782,987,000
1,634,903,848,219
15,346,145,677,737
52,818,187,000,000
6,981,107,000,000
1,657,291,834,312
3,335,857,281,974
7,032,496,663,288
1,670,033,142,093
16,155,384,919,926
5,413,870,000,000
5,561,433,000,000
20,600,858,300,000
8,196,543,000,000
32,087,430,994,073
4,430,888,110,000

159

Nama
No
Tahun
Perusahaan
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010
2010

Dewan Komite Dewan Governance


Komisaris Audit Direksi Committee
Jumlah
Anggota
5
6
4
4
5
8
7
3
6
5
3
6
5
6
3
5
6
4
5

Jumlah Jumlah
Rapat Rapat
37
5
4
15
5
12
5
2
33
4
4
37
30
4
2
3
4
35
27

19
6
4
4
9
5
5
2
10
33
12
7
46
20
12
15
33
19
27

Ya=1
Tidak=0
1
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1

Profitabilitas
Laba Bersih Setelah
Pajak

Ekuitas

2,008,891,000,000
6,366,736,000,000
383,877,590,000
1,096,332,375,500
218,621,000,000
2,129,527,000,000
530,127,428,000
1,486,752,263,000
451,716,811,000
2,132,247,402,000
1,260,513,000,000
5,829,703,000,000
828,422,000,000
6,822,608,000,000
(1,899,846,919) 1,269,905,313,455
810,892,404,000 12,139,752,888,000
233,477,896,000
2,139,886,827,000
150,420,111,988
519,374,643,869
947,936,000,000
4,202,766,000,000
11,536,999,000,000 44,418,742,000,000
269,004,000,000
1,213,453,000,000
107,123,243,835
1,297,952,719,759
805,630,448,000
8,318,408,463,000
3,872,931,000,000 16,136,338,000,000
3,386,970,000,000
4,045,419,000,000
311,241,250,000
1,801,629,781,000

ROE
0.316
0.350
0.103
0.357
0.212
0.216
0.121
-0.001
0.067
0.109
0.290
0.226
0.260
0.222
0.083
0.097
0.240
0.837
0.173

160

Likuiditas
No

43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

Leverage

Aktiva Lancar

Kewajiban Lancar

Current
Ratio

Kewajiban

Ekuitas

DER

6,645,953,000,000
624,521,070,000
3,053,134,000,000
1,516,473,203,000
868,210,441,000
6,267,611,000,000
2,253,237,000,000
1,769,336,422,000
7,343,604,756,000
4,252,659,991,000
661,698,307,933
4,108,890,000,000
18,730,627,000,000
1,037,257,000,000
955,441,890,578
1,788,214,165,000
15,532,762,000,000
3,748,130,000,000
4,954,287,102,000

1,147,728,000,000
602,508,115,000
1,221,291,000,000
427,559,384,000
458,868,755,000
4,105,059,000,000
1,355,830,000,000
147,351,545,000
2,517,518,619,000
1,385,932,114,000
304,354,095,506
1,269,482,000,000
20,472,898,000,000
686,155,000,000
477,557,754,724
3,342,539,716,000
9,919,225,000,000
4,402,940,000,000
3,642,026,776,000

5.79
1.04
2.50
3.55
1.89
1.53
1.66
12.01
2.92
3.07
2.17
3.24
0.91
1.51
2.00
0.53
1.57
0.85
1.36

2,281,451,000,000
925,189,145,000
2,773,070,000,000
1,028,801,124,000
716,581,520,000
6,498,850,000,000
3,611,246,000,000
301,627,718,935
3,423,246,058,000
3,982,107,010,000
498,627,884,127
1,678,033,000,000
43,343,664,000,000
886,701,000,000
705,472,335,900
9,954,999,647,000
13,535,508,000,000
4,652,409,000,000
4,369,536,958,000

6,366,736,000,000
1,096,332,375,500
2,129,527,000,000
1,486,752,263,000
2,132,247,402,000
5,829,703,000,000
6,822,608,000,000
1,269,905,313,455
12,139,752,888,000
2,139,886,827,000
519,374,643,869
4,202,766,000,000
44,418,742,000,000
1,213,453,000,000
1,297,952,719,759
8,318,408,463,000
16,136,338,000,000
4,045,419,000,000
1,801,629,781,000

0.36
0.84
1.30
0.69
0.34
1.11
0.53
0.24
0.28
1.86
0.96
0.40
0.98
0.73
0.54
1.20
0.84
1.15
2.43

161

Aktivitas Perusahaan

Ukuran Perusahaan

No
Penjualan
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

7,909,154,000,000
1,698,431,665,000
8,904,568,000,000
1,928,997,307,000
2,311,749,791,000
20,265,425,000,000
5,960,589,000,000
159,647,745,811
3,246,590,270,000
1,695,443,952,000
1,561,786,956,669
8,339,254,000,000
68,629,181,000,000
6,825,683,000,000
1,880,411,473,916
3,004,453,565,000
37,323,872,000,000
19,690,239,000,000
6,022,921,894,000

Persediaan
423,678,000,000
50,957,765,000
2,483,453,000,000
199,945,610,000
226,434,069,000
2,702,534,000,000
499,926,000,000
1,320,761,768
1,624,219,125,000
1,308,433,357,000
307,043,616,019
1,802,707,000,000
515,536,000,000
456,459,000,000
357,743,682,574
200,073,120,000
6,931,631,000,000
1,574,060,000,000
682,562,751,000

ITO

Total Asset

Log Total
Asset

18.67
33.33
3.59
9.65
10.21
7.50
11.92
120.88
2.00
1.30
5.09
4.63
133.12
14.95
5.26
15.02
5.38
12.51
8.82

8,722,699,000,000
2,021,521,520,000
4,902,597,000,000
2,515,567,387,000
2,875,847,106,000
12,475,642,000,000
10,437,249,000,000
2,063,047,866,205
15,562,998,946,000
6,139,640,438,000
1,067,103,249,531
5,881,108,000,000
99,758,447,000,000
2,100,154,000,000
2,006,596,762,260
18,502,257,139,000
29,700,914,000,000
8,701,262,000,000
6,286,304,902,000

12.94
12.31
12.69
12.40
12.46
13.10
13.02
12.31
13.19
12.79
12.03
12.77
14.00
12.32
12.30
13.27
13.47
12.94
12.80

Sustainability
Report
Ya=1
Tidak=0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
0
0
1
1
1
1

162

Hasil Tabulasi Data Sekunder Tahun 2011

Nama
No
Tahun
Perusahaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

AALI
ADHI
ADRO
AISA
AKRA
ALMI
AMFG
ANTM
ASII
AUTO
BRAM
BTEL
BUMI
BYAN
CPIN
ELSA
ELTY
ENRG
EPMT
EXCL

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Dewan
Komisaris
Jumlah
Anggota
7
5
6
5
3
5
6
6
11
10
7
5
8
6
5
5
5
5
3
9

Komite Dewan Governance


Audit Direksi Committee
Jumlah Jumlah
Ya=1
Rapat Rapat
Tidak=0
12
40
0
15
56
0
13
7
0
4
9
0
12
45
0
4
43
0
14
12
0
13
41
1
8
36
0
6
30
0
4
4
0
13
12
0
16
4
1
11
11
1
37
11
0
43
40
0
10
21
1
7
52
0
2
2
1
6
36
0

Profitabilitas
Laba Bersih Setelah
Pajak
2,498,565,000,000
182,115,978,331
67,312,700,000
149,951,000,000
2,339,137,971,000
32,384,480,744
336,995,000,000
1,924,739,414,000
21,077,000,000,000
1,006,716,000,000
67,489,275,000
(782,699,191,424)
2,006,759,254,500
1,831,725,000,000
2,362,497,000,000
(42,775,000,000)
(19,155,742,667)
68,562,714,000
351,043,367,801
2,830,101,000,000

Ekuitas

ROE

8,426,158,000,000
990,367,790,588
22,224,229,300,000
1,832,817,000,000
3,382,079,885,000
516,616,105,951
2,145,200,000,000
10,772,043,550,000
75,838,000,000,000
4,423,554,000,000
1,073,634,676,000
4,368,754,239,524
10,705,273,451,600
6,431,520,000,000
6,189,470,000,000
1,904,825,000,000
8,346,867,885,237
6,002,436,696,000
2,434,735,997,402
13,682,512,000,000

0.30
0.18
0.00
0.08
0.69
0.06
0.16
0.18
0.28
0.23
0.06
-0.18
0.19
0.28
0.38
-0.02
0.00
0.01
0.14
0.21

163

Likuiditas
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Aktiva Lancar

Kewajiban Lancar

1,886,387,000,000
5,377,659,563,432
11,807,477,500,000
1,726,581,000,000
5,239,360,598,000
1,226,633,244,426
1,473,425,000,000
9,108,619,774,000
65,978,000,000,000
2,564,455,000,000
845,266,650,000
948,354,199,025
23,488,788,013,600
3,667,431,000,000
5,250,245,000,000
2,476,571,000,000
10,474,478,000,000
2,731,197,799,000
3,754,291,166,162
3,387,237,000,000

1,440,351,000,000
4,857,487,799,723
7,090,729,100,000
911,836,000,000
3,860,012,029,000
1,010,834,784,483
333,132,000,000
855,829,583,000
48,978,000,000,000
1,892,818,000,000
303,092,111,000
2,955,755,907,090
21,305,696,685,000
5,606,892,000,000
1,575,552,000,000
1,987,777,000,000
4,285,433,000,000
4,310,652,843,000
1,896,112,184,680
8,728,212,000,000

Leverage
Current
Ratio
1.31
1.11
1.67
1.89
1.36
1.21
4.42
10.64
1.35
1.35
2.79
0.32
1.10
0.65
3.33
1.25
2.44
0.63
1.98
0.39

Kewajiban

Ekuitas

DER

1,778,337,000,000
5,112,585,800,538
29,272,315,800,000
1,757,492,000,000
4,739,539,947,000
1,274,907,058,776
545,395,000,000
4,429,191,527,000
77,683,000,000,000
2,241,333,000,000
458,393,625,000
7,844,354,929,243
56,344,634,464,300
7,954,721,000,000
2,658,734,000,000
2,485,125,000,000
6,805,878,160,103
11,215,084,920,000
1,935,549,140,212
17,478,142,000,000

8,426,158,000,000
990,367,790,588
22,224,229,300,000
1,832,817,000,000
3,382,079,885,000
516,616,105,951
2,145,200,000,000
10,772,043,550,000
75,838,000,000,000
4,423,554,000,000
1,073,634,676,000
4,368,754,239,524
10,705,273,451,600
6,431,520,000,000
6,189,470,000,000
1,904,825,000,000
8,346,867,885,237
6,002,436,696,000
2,434,735,997,402
13,682,512,000,000

0.21
5.16
1.32
0.96
1.40
2.47
0.25
0.41
1.02
0.51
0.43
1.80
5.26
1.24
0.43
1.30
0.82
1.87
0.79
1.28

164

Aktivitas Perusahaan
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Sustainability
Report
Ya=1
Log Total
Tidak=0
Asset
13.01
1
12.79
0
13.71
0
12.56
0
12.92
0
12.25
0
12.43
0
13.18
1
14.19
1
12.84
0
12.22
0
13.09
0
13.83
0
13.16
0
12.95
0
12.64
0
13.25
1
13.24
0
12.64
0
13.49
0

Ukuran Perusahaan

Penjualan

Persediaan

ITO

Total Asset

10,772,582,000,000
6,695,112,327,923
36,285,385,500,000
1,752,802,000,000
18,805,949,649,000
3,609,867,387,594
2,596,271,000,000
10,346,433,404,000
162,564,000,000,000
7,363,659,000,000
1,900,212,056,000
2,591,008,489,135
36,409,631,995,100
13,235,877,000,000
17,957,972,000,000
4,716,771,000,000
2,017,319,021,475
2,122,862,753,000
10,610,084,882,427
18,921,070,000,000

769,903,000,000
68,562,178,399
477,022,000,000
331,899,000,000
1,250,135,461,000
563,237,156,595
594,380,000,000
1,687,897,283,000
11,990,000,000,000
955,369,000,000
350,750,318,000
17,060,093,225
1,430,079,942,000
1,299,844,000,000
2,339,543,000,000
108,422,000,000
1,816,318,578,119
419,823,202,000
1,384,444,567,153
66,595,000,000

13.99
97.65
76.07
5.28
15.04
6.41
4.37
6.13
13.56
7.71
5.42
151.88
25.46
10.18
7.68
43.50
1.11
5.06
7.66
284.12

10,204,495,000,000
6,112,953,591,126
51,496,545,100,000
3,590,309,000,000
8,308,243,768,000
1,791,523,164,727
2,690,595,000,000
15,201,235,077,000
153,521,000,000,000
6,964,227,000,000
1,660,119,065,000
12,213,109,168,767
67,049,907,915,900
14,386,241,000,000
8,848,204,000,000
4,389,950,000,000
17,707,949,598,417
17,354,833,906,000
4,370,747,246,546
31,170,654,000,000

165

Nama
No
Tahun
Perusahaan
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

FASW
GDYR
GJTL
GZCO
INCO
INDF
INDY
INTA
INTP
ISAT
JPFA
KAEF
KIJA
KLBF
LPCK
LPKR
LPPF
LSIP
MEDC
MNCN
PGAS
PLIN

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Dewan
Komisaris
Jumlah
Anggota
3
3
8
4
9
9
6
3
7
11
4
5
2
6
5
7
6
9
6
5
5
4

Komite Dewan Governance


Audit Direksi Committee
Jumlah Jumlah
Ya=1
Rapat Rapat
Tidak=0
8
30
0
4
10
0
4
12
0
4
4
0
15
17
1
11
11
0
10
13
1
12
12
0
3
3
0
40
44
0
12
12
0
48
51
1
34
34
0
40
41
1
15
18
0
17
17
0
4
5
0
10
11
0
18
20
1
6
6
0
42
44
1
4
4
0

Profitabilitas
Laba Bersih Setelah
Pajak
132,338,923,785
19,623,822,400
683,629,000,000
167,140,625,654
3,037,243,300,000
3,077,180,000,000
1,110,756,000,000
120,214,000,000
3,596,918,000,000
834,975,000,000
617,054,000,000
171,765,487,458
326,131,166,919
1,482,236,969,778
257,680,751,130
708,282,328,610
465,648,000,000
1,701,580,000,000
774,171,370,700
1,070,203,000,000
5,933,063,233,665
82,969,374,000

Ekuitas

ROE

1,801,697,453,877
429,297,914,500
4,430,825,000,000
1,492,276,182,287
16,099,437,900,000
31,610,225,000,000
7,729,123,000,000
536,767,000,000
15,733,951,000,000
18,362,431,000,000
3,317,932,000,000
1,252,503,580,586
3,501,702,416,961
6,214,818,130,918
821,447,240,550
8,839,697,199,866
(2,702,413,000,000)
5,839,424,000,000
7,693,642,966,100
6,834,503,000,000
17,184,711,978,515
2,297,539,970,000

0.07
0.05
0.15
0.11
0.19
0.10
0.14
0.22
0.23
0.05
0.19
0.14
0.09
0.24
0.31
0.08
-0.17
0.29
0.10
0.16
0.35
0.04

166

Likuiditas
No
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Aktiva Lancar

Kewajiban Lancar

1,137,863,058,240
595,401,643,200
5,073,477,000,000
231,317,324,490
2,213,296,368,000
24,501,734,000,000
6,346,501,000,000
2,001,160,000,000
2,938,428,030,000
6,579,439,000,000
4,932,300,000,000
1,263,029,723,926
807,897,167,500
5,956,123,240,307
1,499,967,421,000
14,469,520,040,000
1,567,335,000,000
972,326,580,000
11,854,104,052,700
6,018,612,000,000
13,656,295,463,956
653,345,699,000

861,199,320,481
697,677,025,500
2,900,477,000,000
293,848,910,505
1,627,243,800,000
12,831,304,000,000
3,876,137,000,000
2,383,059,000,000
1,476,597,000,000
11,952,171,000,000
3,099,991,000,000
459,694,310,937
1,759,370,359,000
1,630,588,528,518
409,624,032,800
7,159,634,782,000
1,708,305,000,000
531,326,000,000
7,384,810,351,100
1,227,364,000,000
2,483,316,997,394
367,054,154,000

Leverage
Current
Ratio
1.32
0.85
1.75
0.79
1.36
1.91
1.64
0.84
1.99
0.55
1.59
2.75
0.46
3.65
3.66
2.02
0.92
1.83
1.61
4.90
5.50
1.78

Kewajiban
3,134,396,282,692
761,003,106,500
7,123,318,000,000
1,327,475,994,963
5,934,956,300,000
21,975,708,000,000
10,524,694,000,000
3,201,151,000,000
2,417,380,000,000
33,956,338,000,000
4,481,070,000,000
541,736,739,279
2,095,654,333,962
1,758,619,054,414
1,220,511,284,273
8,850,153,220,430
5,124,885,000,000
952,435,000,000
15,761,659,477,200
1,963,727,000,000
13,791,793,833,710
1,936,307,318,000

Ekuitas
1,801,697,453,877
429,297,914,500
4,430,825,000,000
1,492,276,182,287
16,099,437,900,000
31,610,225,000,000
7,729,123,000,000
536,767,000,000
15,733,951,000,000
18,362,431,000,000
3,317,932,000,000
1,252,503,580,586
3,501,702,416,961
6,214,818,130,918
821,447,240,550
8,839,697,199,866
(2,702,413,000,000)
5,839,424,000,000
7,693,642,966,100
6,834,503,000,000
17,184,711,978,515
2,297,539,970,000

DER
1.74
1.77
1.61
0.89
0.37
0.70
1.36
5.96
0.15
1.85
1.35
0.43
0.60
0.28
1.49
1.00
-1.90
0.16
2.05
0.29
0.80
0.84

167

Aktivitas Perusahaan
No
Penjualan
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

4,123,728,086,965
1,886,523,366,000
11,841,336,000,000
492,947,020,000
11,307,250,500,000
45,332,256,000,000
5,209,741,000,000
3,000,323,000,000
13,887,892,000,000
20,576,893,000,000
15,633,068,000,000
3,481,166,331,259
1,148,295,925,007
10,911,860,141,523
902,455,466,998
4,189,580,354,855
4,700,712,000,000
4,686,457,000,000
10,403,980,204,800
5,390,474,000,000
19,567,407,240,330
909,589,677,000

Persediaan

Sustainability
Report
Ya=1
Log Total
Tidak=0
Asset
12.69
0
12.08
0
13.06
0
12.45
0
13.34
0
13.73
0
13.26
0
12.57
0
13.26
0
13.72
0
12.92
0
12.25
0
12.75
0
12.92
0
12.31
0
13.26
0
12.39
0
12.83
0
13.37
0
12.94
0
13.49
1
12.63
0

Ukuran Perusahaan
ITO

668,283,200,651
6.17
233,018,394,700
8.10
1,660,462,000,000
7.13
19,915,547,268
24.75
1,486,766,100,000
7.61
6,536,343,000,000
6.94
100,253,000,000
51.97
765,344,000,000
3.92
1,327,720,000,000
10.46
75,890,000,000 271.14
2,640,526,000,000
5.92
456,068,713,230
7.63
554,015,993,308
2.07
1,705,189,186,310
6.40
1,359,250,346,889
0.66
7,892,170,591,837
0.53
462,013,000,000
10.17
368,244,000,000
12.73
397,715,245,200
26.16
894,311,000,000
6.03
11,836,043,989 1653.21
6,548,370,000 138.90

Total Asset
4,936,093,736,569
1,190,301,021,000
11,554,143,000,000
2,834,598,202,394
22,034,394,200,000
53,585,933,000,000
18,253,817,000,000
3,737,918,000,000
18,151,331,000,000
52,172,311,000,000
8,266,417,000,000
1,794,242,423,105
5,597,357,750,923
8,274,554,112,840
2,041,958,524,823
18,259,171,414,884
2,442,472,000,000
6,791,859,000,000
23,546,316,876,900
8,798,230,000,000
30,976,445,812,225
4,232,841,288,000

168

Nama
No
Tahun
Perusahaan
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

PTBA
PTRO
RMBA
SCMA
SGRO
SMAR
SMCB
SMDM
SMGR
SMRA
SMSM
TINS
TLKM
TURI
ULTJ
UNSP
UNTR
UNVR
WIKA

2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011

Dewan Komite Dewan Governance


Komisaris Audit Direksi Committee
Jumlah
Anggota
6
7
5
4
5
8
7
3
6
4
3
6
5
5
3
5
6
5
5

Jumlah Jumlah
Rapat Rapat
16
18
4
4
4
4
5
6
10
10
4
5
10
12
3
3
12
13
20
20
10
12
15
15
32
52
5
5
2
14
5
35
7
9
6
20
13
28

Ya=1
Tidak=0
1
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
0
1
0
1

Profitabilitas
Laba Bersih Setelah
Pajak
3,088,067,000,000
479,051,300,000
305,997,000,000
912,705,475,000
540,943,434,000
1,784,724,000,000
1,063,170,000,000
28,234,994,000
3,925,441,771,000
392,019,495,000
200,865,266,626
896,780,000,000
10,965,000,000,000
322,298,000,000
101,323,273,593
745,500,653,000
5,900,908,000,000
3,382,442,560,000
354,468,793,000

Ekuitas

ROE

8,165,002,000,000
1,449,011,200,000
2,247,284,000,000
1,503,663,320,000
2,499,510,729,000
7,335,552,000,000
7,527,260,000,000
2,056,059,968,000
14,615,096,979,000
2,464,196,174,000
670,612,341,979
4,597,795,000,000
47,510,000,000,000
1,467,775,000,000
1,402,446,699,852
9,057,562,447,000
27,503,948,000,000
3,676,568,000,000
2,071,560,773,000

0.38
0.33
0.14
0.61
0.22
0.24
0.14
0.01
0.27
0.16
0.30
0.20
0.23
0.22
0.07
0.08
0.21
0.92
0.17

169

Likuiditas
No

43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

Aktiva Lancar

Kewajiban Lancar

8,859,260,000,000
957,128,900,000
4,287,268,000,000
1,534,251,736,000
782,629,549,000
7,962,539,000,000
2,468,172,000,000
147,545,727,000
7,646,144,851,000
4,763,720,093,000
718,940,778,710
4,631,418,000,000
21,258,000,000,000
1,349,747,000,000
924,080,291,058
1,369,517,754,000
25,625,578,000,000
4,446,219,000,000
5,838,851,683,000

1,912,423,000,000
1,023,376,900,000
3,829,144,000,000
971,756,799,000
492,375,212,000
4,270,944,000,000
1,683,172,000,000
361,458,729,000
2,889,137,195,000
1,936,973,287,000
264,727,968,142
1,421,976,000,000
22,189,000,000,000
858,449,000,000
607,594,391,942
3,443,758,819,000
14,930,069,000,000
6,474,594,000,000
5,127,208,872,000

Leverage
Current
Ratio
4.63
0.94
1.12
1.58
1.59
1.86
1.47
0.41
2.65
2.46
2.72
3.26
0.96
1.57
1.52
0.40
1.72
0.69
1.14

Kewajiban

Ekuitas

DER

3,342,102,000,000
1,984,400,600,000
4,086,673,000,000
1,006,950,419,000
911,515,520,000
7,386,347,000,000
3,423,241,000,000
398,908,022,000
5,046,505,788,000
5,622,074,731,000
466,245,600,402
1,972,012,000,000
42,073,000,000,000
1,077,534,000,000
776,735,279,500
9,644,732,756,000
18,936,114,000,000
6,801,375,000,000
6,103,603,695,000

8,165,002,000,000
1,449,011,200,000
2,247,284,000,000
1,503,663,320,000
2,499,510,729,000
7,335,552,000,000
7,527,260,000,000
2,056,059,968,000
14,615,096,979,000
2,464,196,174,000
670,612,341,979
4,597,795,000,000
47,510,000,000,000
1,467,775,000,000
1,402,446,699,852
9,057,562,447,000
27,503,948,000,000
3,676,568,000,000
2,071,560,773,000

0.41
1.37
1.82
0.67
0.36
1.01
0.45
0.19
0.35
2.28
0.70
0.43
0.89
0.73
0.55
1.06
0.69
1.85
2.95

170

Aktivitas Perusahaan

Ukuran Perusahaan

No
Penjualan
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

10,581,570,000,000
2,400,297,900,000
10,070,175,000,000
2,306,734,944,000
3,142,378,850,000
31,676,219,000,000
7,523,964,000,000
269,786,893,000
16,378,793,758,000
2,359,330,713,000
1,807,890,780,238
8,749,617,000,000
71,918,000,000,000
8,297,532,000,000
2,102,383,741,532
4,367,080,851,000
55,052,562,000,000
23,469,218,000,000
7,741,827,272,000

Persediaan
644,833,000,000
77,295,400,000
3,553,159,000,000
164,426,802,000
333,910,510,000
2,839,141,000,000
570,459,000,000
1,493,885,000
2,006,660,281,000
2,741,082,409,000
324,505,617,528
2,447,376,000,000
758,000,000,000
604,956,000,000
368,496,687,848
216,520,805,000
7,129,459,000,000
1,812,821,000,000
872,775,160,000

ITO

Total Asset

16.41
11,507,104,000,000
31.05
3,433,411,800,000
2.83
6,333,957,000,000
14.03
2,511,221,855,000
9.41
3,411,026,249,000
11.16
14,721,899,000,000
13.19
10,950,501,000,000
180.59
2,454,961,990,000
8.16 19,661,692,767,000
0.86
8,099,174,681,000
5.57
1,136,857,942,381
3.58
6,569,807,000,000
94.88 103,054,000,000,000
13.72
2,545,309,000,000
5.71
2,179,181,979,434
20.17 18,702,295,203,000
7.72 46,440,062,000,000
12.95 10,482,312,000,000
8.87
8,322,979,571,000

Log Total
Asset
13.06
12.54
12.80
12.40
12.53
13.17
13.04
12.39
13.29
12.91
12.06
12.82
14.01
12.41
12.34
13.27
13.67
13.02
12.92

Sustainability
Report
Ya=1
Tidak=0
1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0

171

172

LAMPIRAN 14
Hasil Pengolahan Data Statistik
1.

Statistik Deskriptif

1.1 Pengungkapan Sustainability Report


Tabel 4.1 Hasil Analisis Kelas Frequency Variabel Pengungkapan SR
Frequency
Valid

Percent

Cumulative
Percent

Valid Percent

96

78.7

78.7

78.7

26

21.3

21.3

100.0

Total
122
100.0
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013

100.0

1.2 Dewan Komisaris


Tabel 4.2 Hasil Analisis Deskriptif Dewan Komisaris
N
DK

Minimum Maximum

122

Mean

11

Std. Deviation

5.67

2.002

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013
1.3 Komite Audit
Tabel 4.3 Hasil Analisis Deskriptif Komite Audit
N
KA

122

Minimum Maximum
2

48

Mean

Std. Deviation

12.63

11.176

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013
1.4 Dewan Direksi
Tabel 4.4 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Dewan Direksi
N
DD

122

Minimum Maximum
2

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder yang diolah, 2013

56

Mean
19.80

Std. Deviation
14.753

173

1.5 Governance Committee


Tabel 4.5 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Governance Committee
Frequency Percent

Valid Percent Cumulative Percent

Valid 0

88

72.1

72.1

72.1

34

27.9

27.9

100.0

Total
122
100.0
Sumber: Data sekunder diolah, 2013

100.0

1.6 Profitabilitas (Return on Equity)


Tabel 4.6 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Profitabilitas
N
ROE

Minimum Maximum

122

-.18

.92

Mean
.1934

Std. Deviation
.15935

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder diolah, 2013
1.7 Likuiditas (Current Ratio)
Tabel 4.7 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Likuiditas
N
CR

122

Minimum Maximum
.32

12.01

Mean
2.0689

Std. Deviation
1.68486

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder diolah, 2013
1.8 Leverage (Debt Equity Ratio)
Tabel 4.8 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Leverage
N
DER

122

Minimum Maximum
-1.90

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder olahan, 2013

5.96

Mean
1.2077

Std. Deviation
1.14133

174

1.9 Aktivitas Perusahaan (Inventory Turnover)


Tabel 4.9 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Aktivitas Perusahaan
N
ITO

Minimum Maximum

122

.39

Mean

1653.21 54.3657

Std. Deviation
199.68145

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder olahan, 2013
1.10Ukuran Perusahaan (Log TA)
Tabel 4.9 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Ukuran Perusahaan
N
L_TA

Minimum Maximum

122

12.03

Mean

14.19 12.9005

Valid N (listwise)
122
Sumber: Data sekunder diolah, 2013
2.

Regresi Logistik

2.1 Analisis Keseluruhan Model (Overall Model Fit)


Tabel 4.12 Iteration Historya,b,c
Coefficients
Iteration
Step 0

-2 Log likelihood

Constant

126.936

-1.148

126.406

-1.300

126.405

-1.306

126.405

-1.306

a. Constant is included in the model.


b. Initial -2 Log Likelihood: 126.405
c. Estimation terminated at iteration number 4
because parameter estimates changed by less than
.001.

Sumber: Data sekunder diolah, 2013

Std. Deviation
.49058

175

Tabel 4.13Model Summary

Step

-2 Log
likelihood

Cox & Snell Nagelkerke R


R Square
Square

84.478a

.291

.451

a. Estimation terminated at iteration number 6 because


parameter estimates changed by less than .001.

Sumber: Data sekunder diolah, 2013


2.2 Analisis Uji Kelayakan Model Regresi
Tabel 4.14 Hosmer and Lemeshow Test
Step

Chi-square

df

1
10.567
Sumber: Data sekunder diolah, 2013

Sig.
8

.227

2.3 Pengujian Hipotesis


Tabel 4.15 Variables in the Equation
95.0% C.I.for EXP(B)
B

S.E.

Wald df Sig. Exp(B)

Lower

Upper

Step 1a DK

.066

.168

.155

1 .694

1.068

.768

1.486

KA

.003

.025

.014

1 .905

1.003

.955

1.053

DD

.043

.020 4.712

1 .030

1.044

1.004

1.086

GC

2.026

.644 9.908

1 .002

7.587

2.148

26.795

ROE

3.334 1.634 4.162

1 .041 28.044

1.140

689.851

CR

.067

.207

.106

1 .745

1.070

.713

1.606

DER

-.220

.275

.638

1 .424

.802

.468

1.377

ITO

.001

.003

.210

1 .647

1.001

.995

1.007

.743 4.263

1 .039

4.635

1.081

19.874

Constant -24.203 9.294 6.781

1 .009

.000

L_TA

1.534

Variable(s) entered on step 1: DK, KA, DD, GC, ROE, CR,


DER, ITO, L_TA.
Sumber: Data sekunder diolah, 2013