Anda di halaman 1dari 7

Membuat Model Bawah Permukaan 3D dari Data Geolistrik dengan Menggunakan Voxler

2
Saat ini dengan perkembangan di dunia komputasi yang demikian pesat yang sudah merambah
ke segala aspek dan penerapannya telah diaplikasikan dalam bidang disiplini lmu pengetahuan.
Penerapannya sudah sangat luas bahwa hampir semua disiplin ilmu telah menggunakan aplikasi
dalam bidang komputasi. Salah satu bidang yang sangat memerlukan bantuan komputasi baik
dalam segi pemetaan, perhitungan sebaran dan penggambaran secara visual baik itu secara 2D
maupun 3D adalah geofisika. Proses-proses secara komputasi yang sudah dikemas dalam bentuk
perangkat lunak (Software) memegang peranan yang sangat penting dalam bidang geofisika dan
ilmu-ilmu kebumian lainnya terutama untuk keperluan-keperluan di atas. Untuk seorang
geofisikawan dituntut untuk dapat memiliki keterampilan dalam mengoperasikan perangkatperangkat lunak tersebut.
Saat ini, sudah banyak beredar perangkat-perangkat lunak untuk pemetaan dan pengolahan data
geofisika seperti res2inv, res3inv, IP2win, gravmag, mag2dc, mag3d, grav2dc, surfer 9, Voxler 2,
rockwork dan masih banyak lagi yang lain. Bahkan software tersebut sudah dapat juga di
download secara gratis via internet. Eksistensi software tersebut dengan segala keunggulannya,
menutupi kelemahan software yang lainnya. Patut disadari bahwa tidak ada software yang
sempurna. Software tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Untuk itu,
seorang geofisikawan harus mampu menguasai beberapa software-software geofisika sehingga
dapat mengkolaborasikannya yang mampu menghasilkan suatu model yang akurat.
Salah satu perangkat lunak yang penulis paparkan disini adalah Voxler 2. Voxler 2, sama seperti
Surfer 9 merupakan salah satu perangkat lunak keluaran golden software. Voxler 2 memiliki
kemampuan yang sangat baik dalam menggambarkan model bawah permukaan dan membuat
animasi secara 3D. Bahkan, fasilitas-fasilitas yang ditawarkan tidak kalah hebatnya dengan
perangkat lunak produk golden software lainnya seperti Surfer 9.
Berikut ini kita akan latihan mengolah data geolistrik dengan menggunakan program voxler 2.
Data yang digunakan merupakan data hasil pengukuran di Kab. Barru, Sulawesi Selatan. Jika
teman-teman belum punya programnya, silahkan download di situs www.4shared.com/voxler
atau datang langsung ke tempat mangkalnya mahasiswa Fisika Bumi UNM di Lab. Fisika Bumi
Jurusan Fisika FMIPA UNM, Kampus Parang Tambung.

Sebelum melakukan pengolahan data dengan menggunakan program Voxler 2, maka data hasil
pengukuran lapangan terlebih dahulu di olah dengan program lain seperti res2dinv, Surfer 9, M.s.
Excel, dan Notepad. Untuk memudahkan dalam pengolahan data, data harus terdiri dari lebih
dari satu Lintasan dan lintasan yang satu dan yang lain sebaiknya sejajar. Data yang menjadi
masukan program ini memiliki ekstensi dat (*.dat) dengan nama file Geolistrikbarru.dat
dengan format sebagai berikut :

Untuk mulaimenjalankan program Voxler 2, cukup dengan mendouble klik icon voxler 2 pada
dekstop atau Start/program/golden software voxler 2/Voxler 2 sehingga muncul tampilan sebagai
berikut :

Untukmembuka file masukan (geolistrikbarru.dat) dengancaramengklik :


Menu File/Load Data. Akan munculjendela Load Data, Carialamat file yang akan di input
kemudianklik Open, klik OK padajendela Data Import Option, Laluklik OK padajendela
select Data Columns, maka file akanmunculpadajendela Network Window.
Untukmenampilkansebarantitik-titik data pengukuranlangkah-langkahnyasebagaiberikut :
Klik geolistrikbarru.dat pada Network Window, laluKlik ScatterPlot letaknyadibawah
Graphics Output pada module Library sehinggamuncultampilanberikut:

Untukmenampilkan BoundingBox, langkah-langkahnyasebagaiberikut :


Klik ScatterPlot pada Network Window, laluKlik BoundingBox letaknyajuga di bawah
Graphics Output pada module Library hinggamuncultampilanberikut :

Untukmelakukan proses gridding, langkah-langkahnyasebagaiberikut :


Klik geolistrikbarru.dat pada Network Window, laluKlik Gridder letaknya di bawah
Computational pada module Library, laluklik Begin gridding padajendela Properties
gridder. Tungguhingga proses gridding selesai.
Untukmenampilkan IsoSurface dapatdilakukandenganlangkah-langkahberikutini ;
Klik Gridder pada Network Window, laluKlik IsoSurface letaknya di bawah Graphics
Output pada module library hinggamuncultampilanberikut :

Jika pengguna belum puas dengan hasil yang diperoleh, maka pengguna dapat Menambahkan
objek yang lain yang ada pada kelompok Graphics Output pada module library dan
memanipulasi tampilan yang ada dengan melakukan pengubahan properties tiap-tiap objek yang
ada pada jendela properties Window.