Anda di halaman 1dari 10

BED SIDE TEACHING

DIARE AKUT NON DISENTRI

Presentan:
Desyani Aviciena A. P.
12100115058
Partisipan :
Natasha Annisa Putri
Melvina Afika
M. Ris Lubis
Galuh Prasetiyo
Ridha Diastari
Rangga Satria P.
Faiz Moch. Silmy

12100115105
12100115064
12100115032
12100115005
12100115017
12100115152
12100115145

Preseptor:
Yani Dewi Suryani, dr., SpA., M.Kes

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNISBA
SMF ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD AL IHSAN BANDUNG
2016
KASUS
1.1

Identitas Pasien
Nama
Jenis Kelamin
Tempat, tgl lahir
Umur
Alamat
Tgl masuk
Tgl pemeriksaan

: An. F
: Perempuan
: Bandung, 20 Januari 2016
: 7 bulan
: Ds Sumbersari Ciparay
: 17 Agustus 2016
: 19 Agustus 2016

1.2

Identitas Orang tua Pasien


Nama ayah : Tn D
Umur
: 28 Tahun
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: wiraswasta

Nama ibu
Umur
Pendidikan
Pekerjaan

1.3
1.3.1

: Ny E
: 27 Tahun
: SMA
: Ibu Rumah Tangga

Anamnesis (Aloanamnesis)
Keluhan Utama
Mencret

1.3.2

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien dibawa orangtuanya ke IGD RS Al-Ihsan dengan
mengeluhkan anaknya mencret sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit.
Keluhan mencret muncul tiba-tiba. Dalam sehari mencretnya sebanyak 5-7
kali. Dalam sekali mencret sebanyak kurang lebih setengah gelas
belimbing. Mencretnya cair, tidak berlendir, tidak berdarah dan tidak
berbau amis. Berwarna kuning-kehijauan. Keluhan tersebut sudah diobati,
namun tidak membaik.
Keluhan mencret disertai dengan demam yang muncul bersamaan
dengan mencret, namun demam tidak terlalu tinggi. Demam terus
menerus, mereda jika diberi obat dan masih terdapat keluhan demam
hingga masuk ke IGD RS Al-ihsan. Keluhan juga disertai muntah pada
hari ke 2 mencret dan demam hingga saat masuk ke IGD RS Al-Ihsan,
awal muntah muncul sekitar lebih dari 10 kali sehari, namun berkurang
hingga 3 kali sebelum masuk IGD RS Al Ihsan. Dalam sekali muntah,
yang dikeluaran sebanyak 4-5 sendok makan, cair, dan berwarna putih. Ibu
pasien juga mengeluhkan bahwa berat badan pasien menurun 1 kg.
Ibu pasien mengaku anaknya rewel sejak 2 hari SMRS. Pasien
masih mau minum ASI, namun terkadang 15 menit setelah minum ASI
pasien muntah, keluhan juga disertai bibir pecah-pecah. Ibu pasien tidak
menyadari perubahan BAK yang dialami anaknya apakah menjadi lebih
sedikit atau tidak. Ibu pasien menyangkal adanya batuk, pilek, mata merah
2

dan berair ataupun timbul ruam-ruam dibadannya. Ibunya juga mengaku


tidak ada kehilangan kesadaran pada anaknya, ataupun kejang.
Saat ini pasien sudah dirawat di ruang perawatan anak selama
sehari. Ibu pasien mengaku anaknya hanya diberikan ASI, dan 1 minggu
sebelumnya ditambah makanan lain yaitu bubur bayi cepat saji namun
selama mengkonsumsi bubur bayi cepat saji tidak ada keluhan pada
anaknya. Pasien juga tidak diberikan susu tambahan berupa susu formula.
Ibu mengaku terkadang lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah
memegang anak terutama sebelum menyusui. Sumber air yang digunakan
untuk memasak ataupun minum adalah air ledeng.
1.3.3

Riwayat Penyakit Dahulu


Ibu pasien mengaku ini adalah kejadian yang pertama kali yang
dialami oleh pasien, dan belum pernah dirawat di Rumah Sakit

1.3.4

1.3.5

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada keluarga yang mengeluhkan kejadian yang sama dengan
pasien.
Riwayat Kehamilan dan Persalinan
Bayi dilahirkan dari ibu P1A0. Pasien lahir dibidan secara normal
dengan presentasi kepala pada usia kandungan 38-39 minggu, air ketuban
jernih, anak langsung menangis saat dilahirkan, lahir dengan berat badan

1.3.6

1.3.7

lahir 3000 gr dan panjang badan lahir 48 cm.


Anamnesis Makanan
0 6 bulan

: ASI

6 bulan sekarang

: ASI + MPASI

Riwayat Imunisasi
Pada usia 7 bulan ini, pasien telah mendapatkan imunisasi :

Hepatitis B usia 0 hari


BCG, polio 1 usia 1 bulan
DPT-HB+polio 2 usia 2 bulan
DPT-HB+polio 3 usia 3 bulan
DPT-HB+polio 4 usia 4 bulan

1.3.8

Riwayat Tumbuh Kembang


Berguling
Tengkurap
Duduk

1.4

: 3 bulan
: 4 bulan
: 6 bulan

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran
Keadaan umum
Tanda vital :
- Nadi
- Respirasi
- Suhu

:compos mentis
: tampat sakit sedang
: 140 kali / menit, reguler, equal, isi cukup
: 40 kali / menit, reguler, tipe abdominotorakal
: 37.4O C

Antropometri:
- BB
: 8.6 kg
- TB
: 69 cm
- LK
: 43 cm
Status gizi

- BB / U
- TB / U
-BB/ TB
- LK/U
- Kesan

: Gizi Baik
: Normal
: Normal
: Normal
: Gizi baik

Kepala
Bentuk : normosefal
Wajah : simetris, edema (-), deformitas (-)
Rambut
: hitam halus, tidak mudah rontok
Mata
: edema palpebrae (-), konjungtiva anemis -/-, sclera icteric
-/-, pupil bulat isokor, reflex cahaya +/+, injeksi konjungtiva (-/-)
Telinga
: lokasi normal, simetris, bentuk normal, sekret (-)
Hidung
: lokasi normal, deviasi septum (-), sekret (-/-), epistaksis
(-/-), pch (-).
Mulut :
Bibir
: kering, perioral sianosis (-)
Gigi
: sulit dinilai
Gusi
: sulit dinilai
Mukosa
: tidak ada kelainan, kering
Lidah
: tidak ada kelainan, kering
faring
: sulit dinilai
Tonsil
: sulit dinilai
Leher
JVP
: tidak meningkat
Kel. Tiroid
: tidak ada pembesaran
KGB
: tidak teraba pembesaran KGB

Thoraks
Inspeksi

: bentuk normal, pergerakan simetris, retraksi

intercostal (-)
Palpasi
: sulit dinilai
Auskultasi :
Bunyi paru anterior :VBS kanan=kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-),
slam (-/-)
Bunyi paru posterior : VBS kanan=kiri, ronkhi (-/-), wheezing (-/-),

slam (-/-)
Bunyi jantung S1, S2 murni regular, murmur (-) gallop (-)
Abdomen
Auskultasi
Inspeksi
Palpasi

: bising usus (+), frekuensi 22x


: datar
: lembut, liver dan lien tidak terdapat pembesaran, turgor

kembali lambat,
Perkusi
: timpani
Genital
: tidak dilakukan
Ekstremitas
Bentuk normal, deformitas (-)
Sianosis perifer (-), petechiae(-) clubbing finger (-)
Akral hangat
CRT < 2 detik
Penilaian Derajat Dehidrasi (paska rehidrasi)
Gejala &Tanda
Kesadaran*

A
Baik, sadar

B
Gelisah, Rewel

C
Letargik,
kesadaran

Mata
Air mata
Mulut/Lidah
Rasa Haus*

Normal
Basah
Basah
Minum

Kulit*

tidak haus
Turgor

Derajat

kembali
Tanpa Dehidrasi

Dehidrasi

Cekung
Kering
Kering
normal, Tampak kehausan
cepat Turgor

menurun
Sangat cekung
Sangat kering
Sangat Kering
Sulit, tidak dapat

minum
kembali Turgor

kembali

lambat
sangat lambat
Dehidrasi Ringan Dehidrasi Berat
- Sedang

Neurologis:
Tanda rangsang meningens:
Kaku kuduk (-)
Burdzinski I, II, III : (-)
7

Kernigs Sign : (-)


Refleks :
Babinski
Moro
Palmar
Plantar
1.5

: -/:+
: -/: -/-

Resume
Pasien anak perempuan 7 bulan datang dibawa ibunya dengan
keluhan mencret sejak 3 hari SMRS, keluhannya tidak berlendir, dan tidak
berdarah. Sehari keluhannya dirasakan 5-7 kali. Keluhan disertai demam
yang tidak terlalu tinggi dan muntah sebanyak 10 kali di hari pertama
mencret dan menurun menjadi 3 kali pada saat SMRS. Ibu pasien
mnegaku anaknya rewel sejak 2 hari SMRS, masih dapat minum, bibir
sangat sangat kering. Pasien hanya dierikan ASI dan 1 minggu lalu baru
diberikan makanan lain berupa bubur bayi instan, ibu pasien mnegaku
terkadang lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan
aktivitas terhadap bayi. Batuk, pilek, ruam merah pada badan tidak ada.

1.6

Diagnosis Banding
1. Diare akut non disentri e.c Rotavirus dengan dehidrasi derajat ringan
sedang
2. Diare akut non disentri e.c Shigella dengan dehidrasi derajat ringan
sedang
3. Diare akut non disentri e.c Enterotoxigenic Eschericia Coli dengan
dehidrasi derajat ringan sedang

1.7

Usulan Pemeriksaan
1. Darah rutin (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit)
2. Hitung Jenis Leukosit
3. Pemeriksaan Feses Rutin :
Makro (warna, konsistensi, lendir, darah)
Mikro (leukosit, eritrosit, bakteri, amuba, telur)
4. Kultur Feses

1.8

Diagnosis Kerja
Diare akut non disentri e.c Rotavirus dengan dehidrasi derajat ringan
sedang

1.9

Penatalaksanaan
Umum
1. Rawat inap
2. Tirah baring
3. Tetap diberikan ASI
Khusus
1. Rehidrasi Berikan cairan oralit, untuk 3 jam pertama = 75 ml x kgBB
75 ml x 8.6 kg = 645 ml
a. Berikan 1 sdt tiap 1-2 menit
b. Bila anak muntah tunggu 10 menit teruskan pemberian
oralit (lebih lambat 1 sendok tiap 2-3 menit)
c. Nilai kembali derajat dehidrasi
100 x 8.6 = 860ml/hari, status hidrasi evaluasi berkala
2. Zink 20 mg perhari selama 10-14 hari
3. Probiotik 2x1 selama 5 hari
Edukasi
1. Jika pasien dipulangkan dalam keadaan masih diare, orang tua
diminta kembali membawa anaknya ke RS bila ditemukan demam,
tinja berdarah, makan dan minum sedikit, sangat haus, diare makin
sering, tidak membaik dalam 3 hari
2. Menjaga kebersihan perseorangan, cuci tangan menggunakan
sabun sebelum makan

3. Kebersihan lingkungan, BAB dijamban


4. Penyediaan air minum yang bersih
5. Selalu memasak makanan dengan benar

1.10

Prognosis
Quo ad vitam
Quo ad functionam
Quo ad sanationam

: ad bonam
: ad bonam
: ad bonam

10