Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

TEKNIK KERJA MESIN DAN LAS


PEMBUATAN ULIR
(ULIR SEGITIGA , PERSEGI , TRAPESIUM , ULIR GANDA
&
GIGI GERGAJI)
D
I
S
U
S
U
N
O L E H:
ARNIUS DAELY

1005012114

Ulir
Ulir adalah alur yang berputar biasanya terdapat pada benda silinder yang memiliki fungsi
untukmenghubungkan satu benda dengan benda lainnya. Fungsi Ulir Dengan adanya sistem
ulir memungkinkan kita untuk menggabungkan atau menyambungbeberapa komponen
menjadi satu unit produk jadi. Berdasarkan hal ini maka fungsi dari ulirsecara umum
dapat dikatakan sebagai berikut :
a) Sebagai alat pemersatu, artinya menyatukan beberapa komponen menjadi satu
unitbarang jadi. Biasanya yang digunakan adalah ulir-ulir segi tiga baik ulir
yangmenggunakan standar ISO, British Standard maupun American Standard.
b) Sebagai penerus daya, artinya sistern ulir digunakan untuk memindahkan
suatu dayamenjadi daya lain misalnya sistern ulir pada dongkrak, sistem ulir pada
poros berulir(transportir) pada mesin-mesin produksi, dan sebagainya. Dengan
adanya sistem ulir inimaka beban yang relatif berat dapat ditahan/diangkat
dengan daya yang relatif ringan.Ulir segi empat banyak digunakan di sini.
c) Sebagai salah satu alat untuk mencegah terjadinya kebocoran, terutama pada sistem
uliryang digunakan pada pipa.
Kebanyakan yang dipakai untuk penyambungan pipa. Ini adalah ulir-ulir
Whitworth.Jenis UlirUlir digolongkan menurut bentuk profil penampangnya sebagai berikut;
a.ulir segitiga,
b.persegi,trapezium,
c.gigi gegaji dan bulat.
Bentuk persegi, trapezium, dan gigi gergaji, pada umumnyadipakai untuk pengerak atau
penerus gaya , sedangkan ulir bulat dipakai untuk menghindarikemacetan karena
kotoran . tetapi bentuk yang paling banyak dipakai adalah ulir segitiga. Ulirsegitiga
diklasifikasikan lagi menurut jarak baginya dalam ukuran metris dan inch, dan
menurutulir kasar dan lembut sebagai berikut :
a.seri ulir kasar metris
b.seri ulir kasar UNG
c.seri ulir lembut simetris
d.seri ulir lembut UNF

Penggunaan Ulir

Penggunaan ulir yang sering kita lihat di bengkel diantaranya :


a.sekrup
b.tutup botol
c.ragum
d.mesin bubut, frais dll
Perhitungan Ulir

PROSES PEMBUATAN ULIR


Proses pembuatan ulir bisa dilakukan pada mesin bubut.Pada mesin bubut
konvensional(manual) proses pembuatan ulir kurang efisien, karena pengulangan
pemotongan harus dikendalikan secara manual, sehingga proses pembubutan lama
dan hasilnya kurang presisi.Dengan mesin bubut yang dikendalikan CNC proses
pembubutan ulir menjadi sangat efisien danefektif, karena sangat memungkinkan membuat ulir
dengan kisar (pitch) yang sangat bervariasidalam waktu relatif cepat dan hasilnya presisi.
Nama-nama bagian ulir segi tiga dapat dilihat padaGambar dibawah.Ulir segi tiga tersebut
bisa berupa ulir tunggal atau ulir ganda.
Pahat yang digunakan untukmembuat ulir segi tiga ini adalah pahat ulir yang sudut ujung
pahatnya sama dengan sudut uliratau setengah sudut ulir. Untuk ulir Metris sudut ulir adalah
60, sedangkan ulir whitwoth sudut ulir 55. Identifikasi ulir biasanya ditentukan berdasarkan
diameter mayor dan kisar ulir (Tabel6.6). Misalnya ulir M5 0,8 berarti ulir metris dengan
diameter mayor 5 mm dan kisar (pitch) 0,8mm.Selain ulir Metris pada mesin bubut bisa juga
dibuat ulir whitworth (sudut ulir 55). Identifikasi ulir ini ditentukan oleh diamater mayor ulir
dan jumlah ulir tiap inchi (Tabel 6.7). Misalnya untukulir Whitwoth 3/8

jumlah ulir tiap inchi adalah 16 (kisarnya Selain ulir Metris pada mesin bubut bisa juga dibuat
ulir whitworth (sudut ulir 55). Identifikasi ulir ini ditentukan oleh diamatermayor ulir dan
jumlah ulir tiap inchi (Tabel 6.7). Misalnya untuk ulir Whitwoth 3/8

jumlah ulir tiap inchi adalah 16 (kisarnya 0,0625

). Ulir ini biasanya digunakan untuk membuat ulir pada pipa(mencegah kebocoran
fluida).

Selain ulir segitiga, pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir segi empat (Gambar dibawah). Ulir
segiempat ini biasanya digunakan untuk ulir daya. Dimensi utama dari ulir segi empat pada
dasarnyasama dengan ulir segi tiga yaitu: diameter mayor, diameter minor, kisar (pitch), dan
sudut helix.

Pahat yang digunakan untuk membuat ulir segi empat adalah pahat yang dibentuk
(diasah)menyesuaikan bentuk alur ulir segi empat dengan pertimbangan sudut helix ulir.
Pahat inibiasanya dibuat dari HSS atau pahat sisipan dari bahan karbida

a.Pahat Ulir
Pada proses pembuatan ulir dengan menggunakan mesin bubut manual pertama-tama
yangharus diperhatikan adalah sudut pahat.
Pada Gambar atas. ditunjukkan bentuk pahat ulir metrisdan alat untuk mengecek
besarnya sudut tersebut (60).

Pahat ulir pada gambar tersebut adalahpahat ulir luar dan pahat ulir dalam. Selain
pahat terbuat dari HSS pahat ulir yang berupa sisi pananda yang terbuat dari bahan
karbida (Gambar bawah).Setelah pahat dipilih, kemudian dilakukan setting posisi pahat
terhadap benda kerja. Setting ini dilakukan terutama untuk mengecek posisi ujung pahat bubut
terhadap sumbu.Setelah itu dicek posisi pahat terhadap permukaan benda kerja,
supaya diperoleh sudut ulir yangsimetris terhadap sumbu yang tegak lurus terhadap sumbu
benda kerja (Gambar dibawah).Gambar dibawah Setting pahat bubut untuk proses pembuatan
ulir luar Gambar diatas
Proses pembuatan ulir luar dengan pahat sisipan
Parameter pemesinan untuk proses bubut ulir berbeda dengan bubut rata. Hal tersebut terjadi
karena pada proses pembuatan ulir harga gerak makan (f) adalah kisar (pitch) ulir tersebut,
sehingga putaran spindel tidak terlalu tinggi (secara kasar sekitarsetengah dari putaran spindel
untuk proses bubut rata).
Perbandingan harga kecepatan potong untuk proses bubut rata (stright turning) dan
prosesbubut ulit (threading) dapat dilihat padaTabel berikut.

Proses pembuatan ulir bisa dilakukan pada mesin bubut. Pada mesin bubut
konvensional (manual) proses pembuatan ulir kurang efisien, karena pengulangan
pemotongan harus dikendalikan secara manual, sehingga proses pembubutan lama
dan hasilnya kurang presisi. Dengan mesin bubut yang dikendalikan CNC proses
pembubutan ulir menjadi sangat efisien dan efektif, karena sangat memungkinkan
membuat ulir dengan kisar (pitch) yang sangat bervariasi dalam waktu relatif cepat
dan hasilnya presisi

Ulir segi tiga tersebut bisa berupa ulir tunggal atau ulir ganda. Pahat yang
digunakan untuk membuat ulir segi tiga ini adalah pahat ulir yang sudut ujung
pahatnya sama dengan sudut ulir atau setengah sudut ulir. Untuk ulir Metris sudut
ulir adalah 60, sedangkan ulir whitwoth sudut ulir 55. Identifikasi ulir biasanya
ditentukan berdasarkan diameter mayor dan kisar ulir (Tabel 6.6). Misalnya ulir
M5 0,8 berarti ulir metris dengan diameter mayor 5 mm dan kisar (pitch) 0,8
mm.

Selain ulir Metris pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir whitworth (sudut ulir
55). Identifikasi ulir ini ditentukan oleh diamater mayor ulir dan jumlah ulir tiap
inchi (Tabel 6.7). Misalnya untuk ulir Whitwoth 3/8 jumlah ulir tiap inchi adalah
16 (kisarnya Selain ulir Metris pada mesin bubut bisa juga dibuat ulir whitworth
(sudut ulir 55). Identifikasi ulir ini ditentukan oleh diamater mayor ulir dan
jumlah ulir tiap inchi (Tabel 6.7). Misalnya untuk ulir Whitwoth 3/8 jumlah ulir
tiap inchi adalah 16 (kisarnya 0,0625). Ulir ini biasanya digunakan untuk
membuat ulir pada pipa (mencegah kebocoran fluida). selain ulir segitiga, pada
mesin bubut bisa juga dibuat ulir segi empat.

Membubut ulir

Gambar 53. Ulir segitiga luar


Mesin bubut dapat dipergunakan untuk membubut ulir luar/baut dan ulir
dalam/mur dan dari sisi bentuk juga dapat membuat ulir segi tiga, segi empat, trapesium
dan lain-lain. Gambar 49 menunjukkan profil dan dimensi ulir segitga luar (baut) dan
gambar 50 menunjukkan profil dan dimensi ulir segitiga dalam (mur) dalam satuan
metris.

Gambar 54. Ulir segitiga dalam


Dari sisi arah uliran jenis ulir ada yang arah ulirnya ke kanan (ulir kanan), dan ada yang
arah ulirnya kekiri (ulir kiri). Arah uliran ini dibuat sesuai kebutuhan ulir tersebut
penggunannya untuk apa dan digunakan Dari sisi arah uliran jenis ulir ada yang arah
ulirnya ke kanan (ulir kanan), dan ada yang arah ulirnya kekiri (ulir kiri).
Arah uliran ini dibuat sesuai kebutuhan ulir tersebut penggunannya untuk apa dan
digunakan dimana, serta salah satu pertimbangan lain yang tidak kalah pentingnya
adalah arah gaya yang diterima ulir tersebut.

Gambar 55. Ulir segitiga kanan

Gambar 56. Ulir segitiga kiri


Untuk mendapatkan data standar ukuran dan profil ulir, baik itu jenis ulir metris,
inchi atau jenis ulir lainnya dapat dilihat pada tabel ulir.

Gambar 57. Standar profil ulir jenis metric

Gambar 58. Standar kedalaman ulir metrik.


Dari data gambar di atas dapat dijadikan acuan bahwa kedalaman ulir luar (baut) adalah
0,61 x Pitch/kisar dan kedalaman ulir dalam (Mur) adalah 0,54 x Pitch/kisar.
Dan untuk memudahkan mur terpasang pada baut, pada umumnya diameter nominal
baut dikurangi sebesar 0.1 x kisar.

Membuat Ulir dalam dan Ulir Luar Dengan Tap dan Sney
Untuk ukuran diameter ulir yang kecil maka kita tidak memerlukan mesin bubut
untuk membuat ulir missal pada baut dan mur. Hanya dengan menggunakan tangan
dengan peralatan Tap dan sney maka kita dapat membuat ulir.
Tap adalah untuk membuat ulir dalam (mur), sedangkan Sney adalah untuk
membuat ulir luar (baut). Pada bagian pertama dari tulisan ini kita akan membahas
cara membuat ulir dalam dengan menggunakan Tap.

Tap ( Membuat ulir dalam )


Alat yang dipakai untuk membuat ulir dalam dengan tangan dimanakan TAP
dalam hal ini disebut saja tap tangan untuk membedakan penggunaannya dengan
yang dipakai mesin. Bahannya terbut dari baja karbon atau baja suat cepat (HSS)
yang dikeraskan.
Tiap satu set, tap terdiri dari 3 buah yaitu tap no.1 (Intermediate tap) mata
potongnya tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal, kemudian dilanjutkan
dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan tap no. 3
(Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian ( Gambar 1)

Gambar 1. Jenis-jenis Tap


Tap memiliki beberapa macam ukuran dan tipe sesuai dengan jenis ulir yang
dihasilkan apakah itu Ulir Metrik ataupun Ulir Withworth. Berikut arti huruf dan
angka yang tertera pada Tap ( hal ini juga berlaku pada Sney).

Contoh penulisan spesifikasi tap dan snei adalah sebagai berikut:


a.Tap/snei M10 x 1,5.
Artinya adalah: M = Jenis ulir metrik
10 = Diameter nominal ulir dalam mm
1,5 = Kisar ulir
b. Tap/snei W 1/4 x 20, W 3/8 x 16
Artinya adalah: W = Jenis ulir Witworth
= Diameter nominal ulir dalam inchi
20 = Jumlah gang ulir sepanjang satu inchi

Alat Bantu yang dipakai untukmenggunakan tap, supaya dalam pemakainannya


lebih mudah. Dibutuhkan kunci pemegang tap atau tangkai tap. Pemegang tap
bentuknya ada 3 macam ( Gambar 2 ), yaitu:
1. tipe batang,
2. tipe penjepit,
3. tipe amerika.

GAmbar 2. Pemegang Tap

Langkah Pengetapan.
Sebelum melakukan pengetapan, benda kerja harus dibor terlebih dahulu dengan
ukuran diameter bor tertentu. Penentuan diameter lubang bor untuk tap ditentukan
dengan rumus:
D = D K
Dimana :
D = Diameter bor, satuan dalam mm/inchi

D = Diameter nominal ulir, satuan dalam mm/inchi


K = Kisar (gang).
Contoh :
a) Diameter lubang bor untuk mur M10 x 1,5 adalah 10 1,5 = 8,5 mm
b) Diameter lubang bor untuk mur W3/8x 16 adalah 3/8 1/16 = 5/16
Setelah dibor, kemudian kedua bibir lubang dicamfer dengan bor persing di mana
kedalamannya mengikuti standar cemper mur.Bentuk standar mur dan baut untuk
bermacam-macan jenis sudah ditentukan secara internasional dan ini dapat
ditemukan dalam buku gambar teknik mesin atau tabel-tabel mur/baut.

Contoh Urutan pengetapan dengan membuat ulir ukuran M10X1,5


1.

Buatlah lubang pada benda kerja dengan diameter 8,5 mm

2.

Pilih dan ambil mata tap M10 X 1,5 serta pasangkan pada tangkainya

3.

Mulailah melakukan pengetapan dengan urutan pertama. yaitu tap no.1


(Intermediate tap) kemudian dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap)
untuk pembentukan ulir,dan terakhir tap no. 3 (Botoming tap)
dipergunakan untuk penyelesaian

Sebelum mengetap berikan sedikit pelumas pada tap, kemudian pastikan bahwa tap
enar-benar tegak lurus terhadap benda kerja. Putar tap secara perlahan searah jarum
jam. Pemutaran tap hendaknya dilakukan 270 o maju searah jarum jam, kemudian
diputar mundur 90o berlawanan arah jarum jamdengan tujuan untuk memotong
tatal, selanjutnya kembalikan pada posisi awal dan putar lagi 270 o maju searah
jarum jam dan mundur lagi 90o berlawanan arah jarum jam, demikian seterusnya
sampai selesai.