Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Gawat nafas pada neonates adalah keadaan darurat yang sering ditemui
pada 30-40% kasus periode neonatal. Diagnosis harus dibuat dalam beberapa
menit pertama. Gawat nafas didiagnosis ketika ditemukan satu atau lebih tanda
berikut; takipnea, retraksi (interkosta, subkosta, sternal, dan suprasternal),
merintih (grunting), pernapasan cuping hidung, apnea, sianosis, stridor atau
wheezing. Gawat nafas paling sering disebabkan oleh takipnea sementara pada
neonatus, sindrom gawat nafas, sindrom aspirasi mekonium.1,2
B. Etiologi
Penyebab dari gawat nafas pada neonates terbagi menjadi 3:1,3,6
1. Fetal
a. Prematur
b. Oligohidramnion
c. Kehamilan Ganda
2. Persalinan
a. Perdarahan Antepartum
b. Hipoksia Maternal
c. Asfiksi aneonatorum
d. Aspirasi mekonium
3. Neonatal
a. Hyaline Membrane Disease (HMD)
b. Transient Tachypnoe of the newborn ( TTN)
c. Apnea
d. Pneumonia
e. Sindrom kebocoran udara
C. Epidemiologi
Gawat nafas pada neonates terjadi pada sekitar 15% bayi cukup bulan dan
29% pada bayi prematur. Pada penelitian epidemioogi di Amerika Serikat,
insidensi gawat napas pada bayi baru lahirdari 20000-30000 kelahiran 50% terjadi
gawat nafas pada usia kehamilan 28 minggu, dan 30% pada usia kehamilan 30-31
minggu.2,4
3

Di Indonesia, sepertiga dari kematian bayi terjadi pada bulan pertama setelah
kelahiran, dan 80% diantaranya terjadi pada minggu pertama dengan penyebab
utama kematian diantaranya adalah infeksi pernafasan akut dan komplikasi
perinatal. Pada suatu studi kematian neonatal di daerah Cirebon tahun 2006
disebutkan pola penyakit kematian neonatal 50% disebabkan oleh gangguan
pernapasan meliputi asfiksia bayi baru lahir (38%), respiratory distress 4%, dan
aspirasi 8%.5
D. Diagnosis
Gawat nafas didiagnosis ketika ditemukan satu atau lebih tanda berikut.3
1.
Takipnea
2.
Retraksi (interkosta, subkosta, sternal, dan suprasternal),
3.
Merintih (grunting),
4.
Pernapasan cuping hidung,
5.
Apnea
6.
Sianosis
7.
Stridor atau wheezing
Menilai tingkat keparahan gawat nafas.1
Tabel 2.1 Skor Down
Scor
e
0
1
2

Respiratoy
rate

Cyanosis

Air
Entry

Grunt

Retraction

< 60x/min
60-80x/min

Nil
In room air

Normal
Mild

Nil
Mild

>80x/min

In >40%

Marked

None
Ause
wit
stethoscope
Audible
with naked
ear

Moderate

Sumber :MathaiSurgCdr SS, Raju Col U, Kanitkar Col M. Management of Respiratory


Distress in the Newborn. MJAFI 2007; 63: 269-172.

Keterangan:
0-4

: Distress Napas Ringan; membutuhkan O2 nasal atau headbox

4- 7

: Distsres Napas Sedang; membutuhkan Nasal CPAP

>7

: Distres Napas Berat; Ancaman Gagal Napas; membutuhkan Intubasi

(perlu diperiksa Analisa Gas Darah/AGD)

Tabel 2.2 Skor Silverman Anderson.1


SCORE
FEATURE
0

Chest Movement

Equal

Respiratory Lag

Seesaw
Respiration

Intercostal
Retraction

None

Minimal

Marked

Xiphoid Retraction

None

Minimal

Marked

Nasal Flaring

None

Minimal

Marked

Expiratory Grunt

None

Audible w/
stethoscope

Audible

Sumber :MathaiSurgCdr SS, Raju Col U, Kanitkar Col M. Management of Respiratory


Distress in the Newborn. MJAFI 2007; 63: 269-172.

Keterangan:
>6

: Distres Napas Berat; Ancaman Gagal Napas; membutuhkan Intubasi

(perlu diperiksa Analisa Gas Darah /AGD)

E. Tatalaksana
Tabel 2.1 Aspek dalam Penanganan Gawat Nafas pada Neonatus.7
Oksigenasi

Berikan oksigenasi untuk mempertahankan saturasi oksigen

Cairan

Kultur darah

Antibiotik

Rontgen dada

Glukosa darah
Gas darah
Perawatan suportif

92 - 96
- Jika kebutuhan oksigen 30% atau lebih
Monitor pemberian konsentrasi oksigen secara kontinyu
Monitor saturasi oksigen secara kontinyu, dengan
pemeriksaan di tungkai kanan
Monitor respirasi dan denyut jantung secara kontinyu jika
peralatan tersedia
Infus dengan D10% dengan dosis 60 cc/kg/hari
Pertimbangan infus tali pusat jika infus perifer sulit (infuse
perifer dicoba tiga kali)
Mulai trophical feed kecil (2 cc/kg tiap 3 jam) pada neonatus
yang stabil dengan gawat nafas ringan hingga sedang
Ambil darah untuk dilakukan kultur darah dan pemeriksaan
darah lengkap
Jika hasil darah kurang dari 24 jam, maka evaluasi kembali;
jika negatif dan gawat nafas dapat tertangani dengan tanpa
tanda dari infeksi, berikan dosis anibiotik 24 jam dan
tingkatkan kemudian. Jika ada penundaan sampel dari
kultur darah. Berikan antibiotic selama 48 jam
Lakukan kultur darah 48 jam kemudian
Jika kultur darah positif, konsultasi dengan pelayan kesehatan
yang lebih tinggi untuk mendiskusikan antibiotic
Berikan antibiotic dalam 30 menit setelah teridentifikasi
gawat nafas
Berikan antibiotic lini pertama: Penisilin 60 mg/kg/kali tiap
12 jam atau Ampisilin 50 mg/kg/kali tiap 12 jam dan
Gentamisin 2,5 mg/kg.
- jika usia lebih dari 29 minggu, beri gentamisin perhari
- jika usia kurangdari 30 minggu beri gentamisin per 36
Jam
Untuk
mengidentifikasi
kelainan
khusus
seperti
pneumothorax, hernia diaframatika kongenital, massa dada
atau kardiomegali
Atur glukosa darah di atas 2.6 mmol/L (46,84 mg/dl) dan cek
ulang 4-6 jam kemudian selama 24 jam hingga stabil
Analisa gas darah jarang dilakukan
Observasi neonates dalam keadaan tanpa pakaian di dalam
incubator ketika memungkinkan.
Pertahankan suhu normal axial 36,8 37,2oC dan kulit 3636,2oC
Ganggu neonatus hanya ketika diperlukan