Anda di halaman 1dari 2

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
ISPA

PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit :
Revisi :
Dibuat oleh :
Nama
:
Paraf
:

Diperiksa oleh :
Nama
:
Paraf
:

No. Dokumen :
Halaman : 147
Disetujui oleh :
Nama
:
Paraf
:

1.

Tujuan
Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan ISPA dan mencegah terjadinya
komplikasi.

2.

Ruang lingkup
Semua pasien layanan 24 jam di Puskesmas Sine Kecamatan Sine yang
menderita ISPA

3.

Uraian Umum
ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang mengandung 3 unsur :
Infeksi : masuknya kuman atau mikroorganisme kedalam tubuh manusia dan
berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.
Saluran Pernafasa : Organ yang dimulai dari hidung hngga alveoli beserta
organ adneksanya seperti : sinus sinus, rongga telingga telinga basah,
pleura. Dengan demikian ISPA secara anatomi mencakup saluran pernafasan
bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah.

4.

Prosedur
4.1 Perawat melakukan pengukuran tekanan darah pasien dan menanyakan
umur pasien serta mencatatnya dalam status.
4.2 Dokter menganamnesa pasien : berapa lama telah menderita batuk, batuk
kering atau berdahak, jika berdahak bagaimana kekentalan, warna atau
baunya, dan apakah pilek, bagaimana kekentalan, warna baunya, dan
adakah demam, nyeri atau gatal, tenggorokan, nyeri menelan.
4.3 Dokter melakukan pemeriksaan fisik.Antara lain :
4.3.1 Hitung nafas dalam satu menit, mengukur suhu badan pasien.
4.3.2 Memeriksa bagaimana keadaan faring dan tonsil pasien.
4.3.3 Adakah tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam.
4.3.4 Adakah terdengar wheezing, rhonki pada auskultasi paru.
4.3.5 Lihat apakah kesadaran menurun.
4.4 Dokter melakukan terapi.
4.4.1 Anjuran istirahat dan banyak minum sangat penting.
4.4.2 Pengobatan simtomatis dapat diberikan untuk menghilangkan gejala.
4.4.3 Parasetamol 3 x 500 mg atau asetosal 3 x 300 500 mg untuk
menghilangkan nyeri dan demam.

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
ISPA

PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit :
Revisi :
Dibuat oleh :
Nama
:
Paraf
:

Diperiksa oleh :
Nama
:
Paraf
:

No. Dokumen :
Halaman : 147
Disetujui oleh :
Nama
:
Paraf
:

4.4.4 Efedrin 3 x 10 mg, pseudoefedrin 3 x 30 mg, atau fenilpropanolamin 15


25 mg / kali diperlukan bila terjadi udem dan ingus yang berlebihan.

5.

Catatan mutu
5.1 Form status pasien dalam rekam medik