Anda di halaman 1dari 3

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

KEBIJAKAN PENYUSUNAN PROSEDUR


KLINIS
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 01 / 01 / 2014
Revisi
:Dibuat oleh :
Dewi Rohmatin,Amd

No. Dokumen :
Halaman
: 200
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr.Sri Marniati

Paraf :

Paraf :

Paraf

1. TUJUAN PROSES
Sebagai acuan untuk melakukan penatalaksanaan atau pengobatan terhadap
penyakit tertentu pada poliklinik tertentu
2. RUANG LINGKUP
Semua diagnosa penyakit terbanyak di semua poliklinik
3. TANGGUNG JAWAB
Pimpinan poliklinik
4. KEBIJAKAN OPERASIONAL
4.1 Struktur prosedur klinis
4.1.1 Tujuan
Menjelaskan manfaat disusunnya prosedur klinis
4.1.2

Ruang lingkup
Menjelaskan pemberlakuan prosedur klinis untuk poliklinik tertentu
maupun target/ sasaran individu yang berobat untuk penaykit tertentu,

4.1.3

Uraian umum
Menjelaskan definisi operasional, istilah medis, teori-teori
penatalaksanaan penyakit , dan hal lain yang perlu dijelaskan untuk
penatalaksanaan penyakit tertentu

4.1.4

Prosedur
Menjelaskan tahapan proses penatalaksanaan penyakit mulai dari
penerimaan pasien di poliklinik sampai dengan proses selesai

4.1.5

Catatan mutu

Menjelaskan form dan catatan yang digunakan sebagai bukti


penatalaksanaan penyakit pada pasien di poliklinik
ATAU
4.1.1

Nama Pekerjaan
Menjelaskan nama penatalaksanaan diagnosis penyakit

4.1.2

Tujuan
Menjelaskan alasan prosedur klinis dibuat

4.1.3

Ruang lingkup
Hal-hal yang dicakup dalam prosedur klinis

4.1.4

Ketrampilan petugas
Menjelaskan ketrampilan dan wewenang petugas yang bertanggung
jawab dalam penatalaksanaan penyakit

4.1.5

Peralatan
Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam penatalaksanaan
penyakit tertentu

4.1.6

Instruksi
Penjelasan tahapan proses dari awal sampai selesai penatalaksanaan
penyakit tertntu

4.1.7

Dokuman terkait
Catatan dan format yang digunakan untuk penatalaksanan penayakit

4.1.8

Indikator kinerja
Parameter / target keberhasilan suatu penatalaksanaan penyakit

4.2 Prosedur klinis disusun berdasarkan sumber referensi resmi di bidang ilmu
kedokteran atau kesehatan terkini
4.3 Sumber referensi/rujukan literature yang dijadikan acuan untuk
penatalaksanaan penyakit dicatat dalam daftar dokumen eksternal
4.4 Penjelasan tahapan proses secara lege artis harus jelas, mudah dimengerti dan
diikuti oleh pelaksana
4.5 Setiap prosedur klinis harus dikendalikan dan dijamin selalu ditinjau ulang
agar up todate
4.6 Pelaksana prosedur klinis harus disebutkan personal yang berwenang dan
memiliki ketrampilan untuk penataksanaan penyakit tertentu

5. DOKUMEN TERKAIT
Surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tentang
pemberlakuan prosedur klinis