Anda di halaman 1dari 26

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
PENIMBANGAN BALITA
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 072
Disetujui oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

a.
b.
c.
d.

Paraf

Definisi
Mengukur berat badan balita
Tujuan
Untuk mengetahui pertumbuhan balita tiap bulan
Perlengkapan
Baby scale/timbangan bayi/dacin, treepot, celana timbang/sarung timbang, pasir/beras
Prosedur
# Menggunakan Dacin
Memeriksa, apakah dacin sudah tergantung kuat di tempat yang kuat
Menggantungkan dacin sampai sejajar dengan mata penimbang
Sebelum menimbang meletakkan bandul geser pada angka nol
Memasang sarung timbang yang kosong pada dacin
Menyeimbangkan dacin dengan kantung penyeimbang di batang dacin
Menimbang anak. Menggeser bandul sampai jarum timbang tegak lurus
Membaca BB balita dengan melihat angka di ujung bandul geser
Mencatat hasil penimbangan, mengembalikan bandul geser ke angka nol
Memasukkan ujung batang dacin ke tali pengaman, kemudian menurunkan anak
# Menggunakan Timbangan Injak
Meletakkan timbangan di lantai yang datar sehingga tidak mudah bergerak
Melihat posisi jarum harus menunjuk angka nol
Anak sebaiknya memakai baju sehari-hari yang tipis, tidak memakai alas kaki, jaket, topi, jam tangan,
kalung, dan tidak memegang sesuatu
Anak berdiri di atas timbangan tanpa dipegangi
Melihat jarum timbangan sampai berhenti
Baca angka yang ditunjukkan oleh jarum timbangan
Bila anak bergerak terus, perhatikan gerakan jarum, baca angka di tengah-tengah antara gerakan jarum
ke kanan dan ke kiri

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
PENGUKURAN TINGGI BADAN
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 073
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

a.
b.
c.
d.

Paraf

Definisi
Mengukur tinggi badan seseorang mulai usia balita sampai dewasa tua
Tujuan
Untuk mengetahui pertambahan tinggi badan seseorang
Perlengkapan
Microtoise
Prosedur
Anak/orang yang diukur tidak memakai sandal atau sepatu
Anak/orang yang diukur berdiri tegak menghadap ke depan/ke pengukur
Punggung, pantat dan tumit menempel pada tiang pengukur
Menurunkan batas atas pengukur sampai menempel pada ubun-ubun

Membaca angka pada batas tersebut

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
PENYULUHAN GZI MASYARAKAT
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
N NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 074
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

a.
b.
c.
d.

Paraf

Definisi
Memberikan informasi kepada masyarakat tentang masalah gizi
Tujuan
Masyarakat menjadi paham tentang masalah gizi dan cara mengatasinya
Perlengkapan
Brosur/leaflet, lembar balik, buku materi gizi
Prosedur
Masyarakat dikumpulkan di suatu tempat/sudah biasa berkumpul pada waktu tertentu
Pemberitahuan bahwa akan ada informasi tentang masalah gizi
Salam dan perkenalan pemateri
Penyampaian materi gizi sesuai bahan yang sudah dipersiapkan
Jika ada petanyaan seputar materi, memberikan jawaban/penjelasan ulang tentang bagian materi
tersebut
Penyampaian materi ditutup dengan salam, permintaan maaf jika ada salah dan ucapan terima kasih
serta harapan semoga materi yang disampaikan bermanfaat untuk masyarakat

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
PENATALAKSANAAN DIIT BALITA
GIZI KURANG
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 075
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

a.
b.
c.
d.

Paraf

Definisi
Kegiatan pemulihan balita kurang gizi dengan memberikan aturan pola makan balita yang baik
Tujuan
Memperbaiki pola makan balita hingga status gizi balita meningkat
Perlengkapan
Leaflet diit, food model
Prosedur
Menulis data balita secara lengkap (nama, orang tua, alamat, tanggal lahir, usia, BB, TB,BB lahir)
Mencatat diagnosa penyakit penyerta (jika ada)
Menghitung status gizi balita (BB/U, BB/TB)
Merecall 24 jam kemarin tentang makanan yang dimakan dan jumlahnya sehingga diketahui kebiasaan

makanan jajanannya
Memberikan informasi tentang kondisi gizi balita
Memberikan motivasi kepada ibu balita tentang pola makan yang baik untuk balita
Memberikan leaflet diit balita kurang gizi sebagai panduan di rumah
Memberikan anjuran supaya kontrol kembali

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
PENATALAKSANAAN DIIT DM/RENDAH
PURIN/RENDAH NATRIUM/OBESITAS
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 076
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

a.

b.
c.
d.

Paraf

Definisi
Kegiatan pengelolaan penyakit dengan memberikan aturan pola makan dan jenis makanan yang harus dibatasi
sesuai kondisi pasien
Tujuan
Memperbaiki pola makan pasien sehingga kondisi tubuhnya selalu stabil
Perlengkapan
Leaflet diit, food model
Prosedur
Mencatat data lengkap pasien (nama, alamat, usia)
Mencatat riwayat penyakit dan data dukung (hasil lab, tensi)
Menghitung status gizi pasien
Merecall 24 jam kemarin tentang makanan yang dimakan dan jumlahnya sehingga diketahui kebiasaan

makannya
Memberikan informasi tentang kondisi gizi pasien
Memberikan motivasi kepada pasien tentang pola makan yang baik dan makanan yang harus dibatasi
Memberikan leflet diit sebagai panduan di rumah
Memberikan anjuran supaya kontrol kembali

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI
BARANG GIZI
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 077
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

a.

b.

c.

d.

Paraf

Definisi
Menyimpan barang-barang gizi pada tempat yang sesuai dengan jenisnya serta mendistribusikan kepada sasaran
pada waktu yang sudah ditetapkan
Tujuan
Agar barang-barang gizi tidak rusak dan terjaga kualitasnya sehingga dapat digunakan dengan layak pada waktu
yang sudah ditetapkan
Perlengkapan
Ruangan dengan pencahayaan dan pergantian udara yang cukup
Panggung dengan tinggi 10 cm dari lantai dan berjarak 10 cm dari tembok/ dinding ruangan
Lemari kaca/etalase
Kardus, plastik kresek, plastik klip, spidol, staples
Prosedur
Pengecekan kondisi barang-barang gizi pada saat penerimaan (dari dinas kesehatan/ gudang
obat/pesan)
Untuk bahan makanan (susu/biskuit/obat gizi) diletakkan di atas panggung yang ada di dalam gudang
gizi, sebagian dibuka dan dimasukkan ke dalam etalase bagian atas
Untuk register/blangko-blangko laporan disimpan di dalam etalase bagian bawah
Penghitungan barang-barang gizi sesuai kebutuhan masing-masing desa
Distribusi barang-barang gizi sesuai waktu perencanaan (contoh : vitamin A bulan Februari harus
sampai ke desa bulan Januari)

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
MONITORING GARAM BERYODIUM
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 078
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

a.

Paraf

Definisi :
Memantau kandungan yodium yang ada dalam garam dapur yang digunakan masyarakat dengan sampel SD di
wilayah puskesmas SINE

b.

Tujuan :
Mengetahui seberapa banyak masyarakat yang menggunakan garam beryodium, sehingga diketahui desa dengan
garam beryodium baik dan tidak baik

c.

Alat :
Garam dapur, iodina test, piring kecil, pulpen, blangko laporan

d.

Langkah :
Pemberitahuan kepada pihak sekolah sample supaya memberitahukan kepada murid kelas 4, 5, 6 membawa
garam yang digunakan di rumah masing-masing sebanyak 1 sdm pada saat skrening/penjaringan
kesehatan di SD
Memanggil murid SD satu persatu ke depan sambil membawa garam
Menetesi garam menggunakan iodina test
Jika warna berubah biru/ungu berarti cukup beryodium, jika berubah tetapi kurang jelas warnanya berarti
kurang beryodium, jika tetap putih tidak ada perubahan warnanya berarti garam tidak beryodium
Mencatat dan merekap hasil pemeriksaan pada blangko yang tersedia

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
SOP DIET KURANG ENERGI PROTEIN
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 079
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

1.

Tujuan
Pedoman dalam penatalaksanaan kurang energi protein agar terhindar dari resiko kesehatan / penyakit

2.

Ruang lingkup
Semua pasien poli gizi di Puskesmas Kecamatan Geneng

3.

Uraian umum
3.1 KEP pada anak balita adalah kondisi berat badan anak balita kurang dari berat badan seharusnya.
3.2 Penyebab timbulnya KEP adalah kekurangan makanan yang dimakan sehari hari dalam waktu lama dan
penyakit injeksi
3.3 Tanda tanda
- Badan kurus ( BB pada KMS berada dibawah garis merah (BGM atau daerah pita kuning bagian bawah )
- Lemah, lesu
- Cengeng
- Selera makan kurang
3.4 Akibat KEP pada anak balita yaitu : Gangguan pertumbuhan badan, gangguan perkembangan kecerdasan
anak, mudah terkena penyakit, bila sakit penyembuhan perlu waktu lama, sikap anak kurang tanggap.
3.5 Penatalaksanaan
3.5.1 Diet diberikan secara bertahap dengan bentuk makanan sesuai kondisi kesehatan
3.5.2 Diet porsi kecil dan sering
3.5.3 Tidak menggunakan bumbu merangsang
3.5.4 Bentuk makanan lunak
3.5.5 Makanan mudah dicerna
3.5.6 Asi tetap diteruskan sampai anak usia 2 tahun

4.
Prosedur
4.1 Perawat atau ahli gizi melakukan pengukuran berat badan.
4.2 Perawat atau ahli gizi mencatat BB, umur dalam status
4.3 Ahli gizi menganamnesa pola makanan untu mengetahui perkiraan jumlah, jenis bahan makanan yang biasa
dikonsumsi setiap hari
4.4 Ahli gizi memberikan anjuran
4.4.1 Diet TKTP yang bertujuan

5.

Memberikan makanan lebih banyak daripada keadaan biasa untuk memenuhi kebutuhan energi dan
protein
Menambah BB hingga mencapai normal
Disarankan diet seimbang

Catatan mutu
5.1 Status pasient dalam rekam medik

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
SOP DIABETES MELITUS
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 080
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

1. Tujuan
Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan penyakit DM agar terhindar dari
komplikasinya.

2.

Ruang lingkup
Semua pasien Poli Gizi dan DM di Puskesmas Kecamatan Geneng yang menderita
penyakit DM atau TGT ( Toleransi Glukosa Terganggu )

3.

Uraian Umum
3.1 DM merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup, sehingga yang
berperan dalam pengelolaannya tidak hanya dokter, perawat ,edukator & ahli gizi tapi
lebih penting lagi adalah keikutsertaan pasien dan keluarganya.
3.2 DM atau kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatannya
kadar gula ( glukosa ) dalam darah atau ditemukannya glukosa dalam urine akibat
kurangnya hormon insulin atau fungsi hormon insulin berkurang.
3.3 Keluhan khas DM berupa poliuria, polidipsia, polifagia, lemah dan penurunan berat badan
yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
3.4 Keluhan lain adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impoten, serta pruritus vulvae
3.5 Penentuan diagnosa DM berdasarkan keluhan dan kadar glukosa darah sebagai berikut
( Konsensus 2006 )
Kadar GDS
Plasma Vena
Darah Kapiler
Kadar GDP
Plasma Vena
Darah Kapiler

Bukan DM

Belum Pasti DM

DM

<100
<90

110 199
90 199

200
200

<100
<90

110 125
90 - 99

126
110

3.6 Komplikasi : Kebutaan, gagal ginjal, peny. Jantung, impoten, stroke.


3.7 Pencegahan & Pengelolaan :
3.7.1 Mengatur Pola makanan yang seimbang
3.7.2 Olah raga
3.7.3 Medikamentosa

4.Prosedur
4.1 Perawat / Ahli Gizi membuat pengantar pemeriksaan laboratorium glukosa darah
puasa dan 2 jam sesudah makan
4.2 Perawatt / Ahli Gizi melakukan pengukuran.
4.2.1 Tinggi Badan
4.2.2 Berat Badan
4.2.3 Tekanan Darah
4.3 Perawat / Ahli gizi mencatat hasil pemeriksaan jasmani dan pemeriksaan
laboratorium ( TB, BB, TD, GD ) dalam status.
4.4 Dokter menganamnesa keluhan dan gejala hiperglikemia maupun keluhan dan
gejala komplikasi ( gatal yang tidak sembuh sembuh, kesemutan, poliuni,
polidupsia, polifagia )
4.5 Dokter melakukan pemeriksaan jasmani, misalnya :
4.6 Tanda Neuropati dicari
4.7 Pemeriksaan keadaan kaki, kulit, kuku.
4.8 Pemeriksaan TT 60 ( TB Tolerasi Glukosa ) dilakukan bila perlu.
4.9 Dokter dan Ahli Gizi memberikan anjuran sebagai berikut :
4.10 Penyuluhan kesehatan tentang apa itu DM, Komplikasi yang dapat terjadi dan
penanggulangannya
4.11 Perencaan makan: Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan
komposisi seimbang, jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status
gizi, umur, stress akut, kegiatan jasmani untuk mencapai dan mempertahankan
BB idaman.
4.12 Latihan jasmani, sebagai contoh adalah olah raga ringan berjalan kaki biasa
selama 30 menit.
4.13 Pemberian obat hipoglikemik oral ( OHO ) jika perlu

4. Catatan Mutu
Status pasient dalam rekam medik

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
SOP DIET PURIN
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 081
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

1. Tujuan :
Sebagai pedoman untuk mencapai dan mempertahankan status gizi optimal serta menurunkan
kadar asam urat dalam darah dan urin
2. Ruang lingkup :
Semua pasien Klinik gizi di Puskesmas Kecamatan Geneng
3. Uraian umum :
Asam urat adalah hasil metabolisme protein berupa purin asam urat tidak boleh berlebihan.
Karena dapat menyebabkan penimbunan rasa sakit diberbagai sendi dan dapat menyebabkan
pembentukan batu ginjal
Bagaimana cara agar asam urat tidak berlebihan ? yaitu dengan mengatur konsumsi makanan
dengan cara diet rendah purin
Penatalaksanaan diet rendah purin
Banyak cairan
Lemak sedang
Cukup kalori, protein, vitamin dan mineral
Bahan makanan yang dihindari : ikan sarden, jerohan gantung, hati, ginjal, angsa, burung
dan kaldu, kacang polong, kembang kol, melinjo, makanan yang mengandung ragi,
tempe, oncom.
4. Prosedur
Perawat / ahli gizi melakukan pengukuran
Tinggi badan.
Berat badan
Perawat ahli gizi mencatat Tinggi badan, berat badan, umur, hasil pemeriksaan, lab asam

urat dalam status


Ahli gizi menganamnesa pola makan
Dokter dan ahli gizi memberikan anjuran
Diet
Olah raga teratur
5. Catatan Mutu
Buku register harian BP Gizi
Blangko laboratorium
Form resep BP Gizi
Form, catatan harian poli gizi
Form rekapitulasi triwulan
Leaflet diet rendah purin.

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
DISLIPIDEMI
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI

1.

Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015


Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 082
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

Tujuan
Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan gangguan dislipidemia, agar terhindar dari
komplikasi.

2.

Ruang lingkup
Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan gangguan dislipidemia, agar terhindar dari
komplikasi.

3.

Uraian umum
Kolesterol merupakan lemak yang dipergunakan tubuh untuk memproduksi hormon sel
luar, membentuk vit D, membentuk jaringan serat serat otot serta pembentukan garam
empedu yang membantu usus menyerap lemak.
Kolesterol dapat berasal dari luar tubuh, yakni melalui makanan yang tinggi kandungan
kolesterolnya dan dibuat sendiri oleh organ hati di dalam tubuh.
Kolesterol dalam darah diangkut oleh lipoprotein, yaitu HDL ( Heigh Density Lipoprotein ) yang
baik karena fungsinya mengangkut kolesterol dari jaringan tubuh ke hati untuk dibuang,
sedangkan LDL adalah lipoprotein yang jahat karena fungsinya menyebarkan kolesterol
ke jaringan jaringan tubuh.
3.1 Beberapa faktor resiko yang mempengaruhi peningkatan kadar
darah adalah :
3.1.1 Merokok & Alkohol.
3.1.2 Kelebihan berat badan.
3.1.3 Diabetes Melitus
3.1.4 Stress.
3.1.5 Hipertensi

kolesterol dalam

3.1.6 Genetik.
3.2 Cara mengontrol kadar kolesterol :
3.2.1 Hindari makanan berlemak dan kolesterol tinggi.
3.2.2 Menjaga berat badan agar tetap ideal.
3.2.3 Olah raga rutin dan teratur.
3.3 Komplikasi :
3.3.1 Penyakit Jantung.
3.3.2 Penyempitan Pembuluh Darah

4. Prosedur
Perawat / Ahli Gizi melakukan pengukuran.
4.1.1Tinggi Badan
4.1.2 Berat Badan
4.1.3 Tekanan Darah.
4.2 Perawat / Ahli Gizi mencatat TB, BB, TD, Umur dalam status, serta hasil
pemeriksaan laboratorium, Cholesterol, Trigliserida, HDL & LDL.
4.3 Dokter menganamnesa pola makan dan gaya hidup. Ahli gizi
menganamnesa pola makanan dan recall makanan sehari hari
untuk mengetahui perkiraan jumlah, jenis bahan makanan
4.4 Dokter melakukan pemeriksaan fisik.
4.5 Dokter memberikan terapi / anjuran.
4.5.1 Istirahat.
4.5.2 Edukasi gizi dengan diet rendah cholesterol dan lemak terbatas. Lebih rinci
diberikan oleh Ahli Gizi yaitu dengan pengaturan gaya hidup sehat pedoman
sebagai berikut :
4.5.2.1 Mempertahankan pola makan sehari hari yang sehat dan seimbang,
yaitu :
4.5.2.1.1 Meningkatkan konsumsi sayuran dan buah buahan sebagai sumber
serat, sehingga dapat mengurangi absorpsi lemak di usus halus.
4.5.2.1.2 Membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan KH sederhana.
4.5.2.1.3 Melakukan kegiatan jasmani yang cukup sesuai dengan umur dan
kemampuan.
4.5.2.1.4 Mempertahankan berat badan normal.
4.5.2.1.5 Tidak merokok

Catatan mutu
5.1 Status pasient dalam rekam medik

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
SOP GIZI IBU HAMIL
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 083
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

1. Tujuan
Sebagai pedoman agar terhindar dari resiko kesehatan atau penyakit dan mengembangkan kebiasaan
makan yang sehat
2. Ruang lingkup
Semua pasien poli gizi di Puskesmas Kecamatan Geneng
3. Uraian umum
3.1 Asuhan gizi ibu hamil disebut sempurna bila setiap hari mengkonsumsi makanan yang mengandung.
b. Kalori : Penambahan kalori selama kehamilan 285 kalori / hari
c. Protein : Penambahan protein selama kehamilan 12 gram / hari
d. Asam folat dan seng ( zn ) dianjurkan mengkonsumsikan asam folat sebanyak 800 mcg.
Minimal 12 minggu pertama kehamilan.
e. Zat besi : Penambahan zat besi selama kehamilan 20 mgr / hari bila kekurangan ibu akan
menderita premi dan mengalami kesulitan selama proses kehamilan.
3.2 Makan dalam porsi kecil tapi sering, dan seimbang sesuai kebutuhan.
3.3 Makanan yang harus dihindari : makanan yang mengandung bibit penyakit misalnya produk unggas,
ikan, daging yang diolah setengah matang, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih / dimakan
mentah. Hindari produk olahan pangan yang diawet. Hindari makanan yang mengandung kafein :
teh , kopi, soda
4. Prosedur
4.1 Perawat / ahli gizi melakukan pengukuran
4.1.1 Tinggi badan.
4.1.2 Berat badan
4.1.3 Tekanan darah
4.2 Perawat / ahli gizi mencatat tinggi badan, berat badan, TD, umur dalam status

4.3 Ahli gizi / menganamnesa pola makana


4.4 Ahli gizi memberikan anjuran :
4.4.1 Edukasi gizi dengan diet makanan untuk ibu hamil.
5. Catatan mutu
5.1 Status pasient dalam rekam medik

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
HIPERTENSI
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 084
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

1. Tujuan
Sebagai pedoman dalam penatalaksaan penyakit hipertensi agar terhindar dari komplikasi
2. Ruang Lingkup
Semua pasien Poli Gizi di Puskesmas Kecamatan Geneng yang menderita penyakit
Hipertensi
3. Uraian Umum
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan di mana Tekanan sistolik lebih
besar dari 140 dan tekanan diastoliknya lebih besar dari 90
Penatalaksanaan Hipertensi :
3.1 Edukasi Gizi
3.1.1 Membatasi konsumsi garam yodium
3.1.2 Membatasi konsumsi lemak dan kolesterol
3.1.3 Mempertahankan berat badan ideal
3.2 Olah raga / Gerak badan
3.3 Mengurangi stress
3.4 Melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat sejauh mana perkembangan penyakit
atau komplikasi yang terjadi:
3.5 Laboratorium untuk evaluasi awal dan pengelolaan
3.6 Pemeriksaan EKG
3.7 Pemeriksaan RO Thoraks.
3.8 Obat, bila perlu.
Yang tersedia di Puskesmas diutamakan :
3.8.1 Captopril
3.8.2 Nifedipin

3.8.3 Hct
3.8.4 Reserpin.
4. Prosedur
4.1 Perawat / Ahli gizi melakukan pengukuran.
4.1.1Tinggi Badan
4.1.2 Berat Badan
4.1.3 Tekanan Darah
4.2 Perawat / Ahli Gizi mencatat TB, BB, TD, Umur dalam status .
4.3 Dokter menganamnesa
4.3.1 Adanya kondusi kegembiraan, cemas dan lain lain.
4.3.2 Pendeteksian hipertensi dari skrining tekanan darah.
4.4 Dokter melakukan pemeriksaan fisik.
4.5 Dokter memberikan terapi / anjuran:
4.5.1 Istirahat.
4.5.2 Edukasi gizi, yaitu dengan diet rendah garam, lebih rinci diberikan oleh ahli
gizi yaitu menyarankan pembatasan konsumsi garam yodium. Lemak,
kolesterol dan pengaturan berat badan ideal.
4.5.3 Olah raga / latihan fisik.
4.5.4 Saran mengubah gaya hidup yang memperburuk kondisi hipertensi seperti
merokok, stres, obat
5. Catatan Mutu
5.1 Status pasient dalam rekam medis

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
OBESITAS
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 185
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

1. Tujuan
Pedoman dalam penatalaksanaan Obesitas agar terhindar dari resiko kesehatan /
Penyakit dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat

2. Ruang Lingkup
Semua pasien Poli Gizi di Puskesmas Kecamatan Geneng

3. Uraian Umum
Obesitas didefinisikan sebagai kelebihan berat badan lebih dari 120 % BB, Ideal atau berat
badan yang diinginkan
Ada beberapa cara untuk menentukan apakah ada obesitas .
Perbandingan berat dengan tabel berat badan yang diinginkan menurut ketinggian.
Indeks masa tubuh ( BM lebih besar dari 27,8 untuk laki laki atau 27,3 untuk wanita.
Formula untuk BM adalah Berat ( Kg ) dibagi Tinggi 2 ( dalam M)
Penyebab obesitas adalah multifactor, misalnya genetik, lingkungan, psikologi, & fisiologi,
faktor etiologi primer dari obesitas adalah konsumsi kalori yang berlebihan dari energi yang
dibutuhkan.
Penurunan berat badan dapat dicapai dengan mengkonsumsi kalori lebih sedikit daripada
yang diperlukan, metode untuk mencapai penurunan berat badan meliputi diet, modifikasi,
perilaku, olahraga.
Faktor Resiko Penyakit.
Hipertensi.
Penyakit Jantung.
Dislipedemia.
DM
Kanker

Penyakit Sendi
Batu Empedu
Gangguan Saluran Napas.

4. Prosedur
4.1 Perawat Ahli Gizi melakukan pengukuran.
4.1.1 Tinggi Badan
4.1.2 Berat Badan
4.1.3 Tekanan Darah.
4.2 Perawat Ahli Gizi mencatat TB, BB, TD, Umur dalam status
4.3 Dokter menganemnesa pola makan & gaya hidup.
4.4 Ahli Gizi menganemnesa pola makanan & recall makanan sehari hari untuk
mengetahui perkiraan jumlah, jenis bahan makanan yang biasa di konsumsi setiap
hari.
4.5 Dokter melakukan pemeriksaan fisik.
4.6 Dokter dan Ahli Gizi memberikan anjuran :
4.6.1 Diet : Bertujuan untuk menurunkan berat badan untuk mencapai berat
badan normal / ideal & mempertahankannya. Penurunan berat badan
sebaiknya bertahap yaitu 0,5 kg 1 kg perminggu. Secara teoritis dengan
mengurangi 500 1000 kalori perhari dari kebutuhan. Disarankan diet
seimbang rendah kalori cukup mengandung semua zat gizi dengan
memilih BM sumber KH kompleks atau BM. Berserat yang memberi rasa
kenyang lebih lama serta menghindari lemak atau sumber asam jenuh
seperti : Keju, Susu, Full Cream, Goreng gorengan, makanan bersantan
kental.
4.6.2 Olah raga secara teratur.
4.6.3 Modifikasi perilaku, misalnya jangan makan sewaktu ada aktifitas lain
( seperti nonton televisi ) kunyak makanan secara perlahan lahan,
jangan kepasar atau ke toko makanan pada waktu perut kosong.

5. Catatan Mutu
5.1 Status pasient dalam rekam medik

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
SOP PENATALAKSANAAN ANEMIA
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI

1.
2.
3.

Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015


Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 086
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

Tujuan
Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan anemi agar terhindar dari

komplikasi

Ruang lingkup
Semua pasien poli gizi di Puskesmas Kecamatan Geneng yang menderita anemi
Uraian Umum

Anemi adalah keadaan dimana volume sel sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb)
dalam darah lebih rendah dari nilai normal sebagai akibat kekurangan zat besi (fe), asam
folat, dan vit B12 yang dibutuhkan untuk pembentukan sel sel darah merah, gejala anemi,
lemah, lesu tidak bertenaga, sakit kepala, penglihatan berkunang kunang, mudah
mengantuk serta muka, kuku dan selaput mata pucat. Penatalaksanaan anemi:
Edukasi gizi
Pilih makanan yang banyak mengandung zat besi seperti hati, ikan, daging, sayuran yang
berwarna hijau, serta kacang kacangan
Cukup vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi seperti buah buahan segar
Minum tablet Fe sesuai anjuran
Makanan seimbang dan sesuai kebutuhan

4.

Prosedur
Perawat / ahli gizi melakukan pengukuran
Tinggi Badan
Berat Badan
Perawat / ahli gizi mencatat TB, BB, Umur dan hasil pemeriksaan lab Hb dalam status
Ahli gizi memberikan anjuran, dokter memberikan terapi

Istirahat
Pemberian resep Fe
Edukasi gizi dengan diet anemi lebih rinci diberikan oleh ahli gizi yaitu dengan
pengaturan makan, gaya hidup sehat
Mempertahankan berat badan normal
5. Catatan Mutu
5.1 Status pasient dalam rekam medik

SISTEM MANAJEMEN MUTU ( SMM )

PROSEDUR KLINIS
PERHITUNGAN KALORI
PUSKESMAS SINE
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN NGAWI
Tanggal Terbit : 02/ 11 / 2015
Revisi
:Dibuat oleh :
Jumali, Amd Gz

No. Dokumen :
Halaman
: 087
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh :
Dr. Agung Wahyu Hidayat
Dr. Agung Wahyu Hidayat

Paraf :

Paraf :

Paraf

A. Tujuan
Untuk memastikan memberikan perencanaan diet pasien sesuai dengan perhitungan kebutuhan kalori
dan pola makan pengunjung
B. Ruang lingkup
Intruksi kerja ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan perhitungan kebutuhan kalori dengan
tepat dan teliti setiap individu pasien berdasarkan jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), umur,
aktifitas fisik (pekerjaan), dan kehamilan/laktasi
C. Uraian umum
1. Jenis kelamin adalah laki-laki dan perempuan. Dengan kebutuhan kalori laki-laki : 30 kal/Kg
BBI, perempuan : 25 kal/kg BBI.
2. Umur adalah lamanya hidup dan lahir
Pada bayi (tahun pertama) kebutuhan kalori adalah 112 kal/kg BB
Umur 1 tahun membutuhkan + 1000 kalori
Umur 40 59 tahun kebutuhan kalori harus dikurangi 5%
Umur 60 69 tahun kebutuhan kalori harus dikurangi 10%
Umur > 70 tahun kebutuhan kalori harus dikurangi 20%
3. Aktifitas fisik (pekerjaan) dikelompokan sebagai berikut :
Keadaan istirahat : Kebutuhan kalori basal ditambah 10%
Pekerjaan ringan : pegawai kantor, pegawai took, guru, ahli hokum, ibu rumah tangga, dll
kebutuhan kalori ditambah 20% dari kebutuhan basal

Pekerjaan sedang : pegawai di industri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang,
kebutuhan dinaikkan menjadi 30% dari basal
Pekerjaan berat : petani, buruh, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, kebutuhan
ditambah 40 % dari basal
Penkerjaan sangat berat : tukang becak, tukang gali, pandai besi, kebutuhan harus ditambah
50% dari basal

4. Kehamilan/Laktasi
Pada permulaan kehamilan diperlukan 150 kalori/hari dan pada trimester II dan III tambahan 350
kalori kal/hari. Pada waktu laktasidiperlukan tambahan sebanyak 550 kalori/hari
5. Status Gizi adalah pengkajian antropometri (BB, TB, LILA) berdasarkan standar yang telah
ditentukan (IMT, LILA) dengan cara perhitungan

IMT
< 17,0
17,0 18,5
18,5 25,0
>25,0 27,0
>27,0
LIA (untuk ibu hamil)
LILA
< 23,5
>23,5

KATEGORI
Kurus Tingkat Berat
Kurus Tingkat Ringan
Normal
Gemuk Tingkat Ringan
Gemuk Tingkat Berat

KATEGORI
KEK (Kurang Energi
Kronis)
Normal

D. Referensi
Penuntun Diet Instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien
Indonesias, jakarta 2005
Pedoman Pelaksanaan Pojok Gizi (POZI) di Puskesmas. Depkes RI Dit Bina Gizi masyarakat,
Jakarta 1997
E. Penanggung Jawab
Penanggung jawab pelayanan Klinik konsultasi Gizi
F. Rincian Prosedur
1. Pasien ditimbang dengan menggunakan timbangan injak yang sudah dikaliberasi

2. Pasien diukur tinggi badannya dengan menggunakan mcrotoise


3. Menghitung berat badan ideal = 90% (TB-100)
(wanita < 150 cm, pria < 160 cm, BB ideal = TB 100)
4. Melakukan perhitungan kalori dengan menggunakan rumus sebagai berikut
Hasil perhitungan berat badan ideal.
(a)
Kalori basal sesuai dengan jenis kelamin (laki-laki/perempuan).
(b)
Hitung kebutuhan kalori
- Kalori basal= a x b.
= . Kalori (c)
Koreksi:
- Umur : 40 59 tahun
= -5% x c
= - . kalori
- Umur : 60 69 tahun
= -10% x c
= - . kalori
- Umur : > 70 tahun
= -20% x c
= - . Kalori
Koreksi:
- Aktivitas : Istirahat
Ringan

= + 10% x c
= + 20% x c

Sedang
= + 30% x c
Berat
= + 40% x c
Sangat berat= + 50% x c
Koreksi:\ Kehamilan/laktasi
- Trimester I
- Trimester II/III
- Laktasi
Koreksi
- IMT

: gemuk
Kurus

= + .
= + .
= + .
= + 150
= + 350
= + 550

= -20% x c
= +20% x c
Total kebutuhan

Diet kalori

= +. Kalori
= + .
Kalori
Kalori
Kalori
Kalori
Kalori
Kalori
Kalori

= - . Kalori
= + .
Kalori
___________________
= + .
Kalori