Anda di halaman 1dari 6

Simulasi Sistem Dinamis Lateral Pesawat

Terbang Boeing 747

Gambar 6-15 di bawah ini memperlihatkan gerak lateral suatu pesawat terbang, yaitu merupakan
gerak ke arah sisi (menyamping) dan belok.

Gambar 6-15. Gaya clan suclut pads dinamik lateral pesawat terbang.

Untuk gerak dinamis lateral, persamaan keadaan sistem linear dapat ditulis sebagai berikut

di mana vektor keadaan, vektor kendali masukan dan matrik karakteristik sistem diberikan oleh
Sudut sideslip, β Bering digunakan sebagai variabel keadaan, lebih suka dari pads laju sideslip. Dari
persamaan di atas untuk sudut kecil maka

Dan sehingga

285

Yang mana sudut dapat ditulis

di mana

jika sekarang vektor keadaan didefinisikan sebagai

Kemudian persamaan (6-69) diperoleh, tetapi matrik koefisien A dan matrik


kemudi B menjadi
Kolom kelima dari A dalam kedua persamaan (6-72) dan (6-76) tersusun seluruhnya terdiri dari nol. Arti
fisik dari hal ini akan dijelaskan pada Bab berikutnya, tetapi adanya kolom nol demikian wring dihindari
dengan mendefinisikan ulang vektor keadaan, seperti dalam persamaan (6-77) yang mana sekarang
mempunyai empat dimensi, yaitu

Kemudian A menjadi

dan B menjadi

Perlu ditekank-an bahwa dalam terbang mendatar (level) dan lurus (stright) (vaitu bukan
menanjak (climbing) atau menurun (dving)) harga γo nol bernilai. Konsekuensinva untuk
kondisi terbang ini, elemen tersebut yang muncul dalam berbagai bentuk dari A, dan yang mana
tergantung atas γo , akan mengambil suatu nilai nol jika elemen mempunyai bentuk sin γo atau tan
γo atau akan mengambil nilai satu jika elemen memasukkan cos yo atau sec γo . Kadang-kadang ada
kepentingan dalam, percepatan lateral dari pesawat pada beberapa titik x, yang mana adalah jarak x
dari cg (pusat gravitasi-center of gravity ) ( x adalah positif ke depan) dan jarak z lepas dari
sumbu OX ( z adalah positif bila ke bawah dari cg). Karenanya
yang mana secara mudah dapat ditunjuk :

Jika variabel keluaran y diambil sebagai percepatan latera, maka persamaan (6-81)
dapat dinyatakan sebagai:

Dengan menggunakan data pesawat terbang Boeing 747 berikut pada


kondisi terbang dengan ketinggian 2000 ft dan kecepatan o.8 Mach, maka diperoleh
model linear berikut [ 27]:

Di mana
Simulasi persamaan keadaan Sistem linear waktu kontinu tersebut di atas dapat diimplementasi dalam
program C seperti di bawah.

shhhhhhhhhhhhhhhhhhhkrip

Fungsi b 74 71 a t () di panggil sekali dalam modul b 74 7sim.cpp (dibahas pada Bab 4.7). Hasil
simulasi & ditampilkan secara grafts oleh display() dalam modul o g l . cpp (dibahas pada bab 4.5)
dengan laju pengulangan 6oHz (dipanggil berulang-ulang 60 kali tiap detik). Hasil eksekusi (run) dari
program Simulasi di atas dengan masukan rudder doblet ± 1.0 deg dan aileron doblet ± 10.0 deg dapat
di lihat seperti gambar 6-16 di bawah ini

Peneliti: oget_sincan.co.id

http://ogetsincan.blogspot.com