Anda di halaman 1dari 6

[BENTUK BACILLUS BREVIS]

Ketika fenotip bakteri tidak stabil, bisa saja terbentuk koloni baru yang berbeda
secara morfologi. Kejadian ini disebut bacterial dissociation. Bacillus brevis terdiri
atas banyak koloni variasi fenotip, di antaranya variasi fenotip R, RT, RC, RP, SC,
dan SP. Sel vegetatif varian R, SC, dan SP memiliki diameter 1-1,2 mikrometer dan
panjang sel 3-6 mikrometer. Sedangkan varian RC, RP, dan RT berdiameter lebih
kecil (1 mikrometer) dan panjang sel 5-10 mikrometer. Oleh karena itu, dari segi
bentuknya, yang paling mempresentasikan bentuk brevis yang berarti pendek
adalah Bacillus brevis tipe R.

Tabel variasi fenotip dan GS yang diproduksi pada koloni morfologi varian Bacillus
brevis

Gambar: Fenotip murni Bacillus Brevis


Dari gambar fenotip Bacillus Brevis tersebut terdeskripsi morfologinya pada ciri
cirinya yaitu untuk R berwarna abu-abu kekuningan, kasar, buram dan kusam.
Untuk RC berwarna abu-abu kekuningan,sebagian kasar, buram, kusam dan
berukuran 6-8 mm. Untuk RP berwarna abu-abu kekuningan, sebagian kasar,
buram, kusam dan berukuran 7-9 mm. Untuk RT berwarna abu-abu kekuningan
kasar, mengkilap, transparan dan berukuran 10-12 mm. Untuk SC berwarna abuabu keputihan, lembut, mengkilap, buram dan berukuran 10-12 mm serta untuk SP
berwarna abu-abu keputihan, lembut, mengkilap, buram dan berukuran 10-14 mm.

Varian R tergolong unik karena bisa membentuk biofilm ketika ditumbuhkan dalam
media cair tanpa gelombang pada permukaan air. Biofilm adalah kumpulan sel
mikroorganisme, khususnya bakteri, yang melekat di suatu permukaan dan
diselimuti oleh pelekat karbohidrat yang dikeluarkan oleh bakteri.
Bacillus Brevis memiliki 4 varian yang berbeda berdasarkan morfologi, kultur ,
fisiologis, dan biokimia, yaitu R,S.P+, dan P-. Deskripsi R yaitu kasar, kusam, padat,
koloni yang berkerut dengan ukuran 3mm sampai 5 mm, dengan tepi
bergelombang. Deskripsi S halus, berkilau, cembung, lembut, keputihan, 3 sampai 5
mm. Deskripsi P+ yaitu planar, kusam, padat, lembut, dengan tepi bergelombang,
10 sampai 12 mm dan untuk P - yaitu Planar, tembus, kusam, lembut, dengan tepi
bergelombang ).
[HABITAT BACILLUS BREVIS]
RESISTANSI TERHADAP GS EKSTERNAL
Bacillus brevis resisten trhadap GS eksternal sebanyak 40-80 mg/liter. Sedangkan
bakteri gram positif cuma bisa tahan di kadar <2 mg/liter.
Bacillus Brevis varian R bisa tahan di konsentrasi GS eksternal 400 mg/liter.
Berbagai fenotip Bacillus Brevis berbeda-beda dalam resistansi mereka terhadap GS
eksternal.
[KONDISI PRODUKSI ALAMI]
Kemampuan produksi GS bervariasi berdasarkan pada fenotip morfologi koloni
Bacillus brevis. Ada sebuah penelitian yang diadakan untuk melihat hubungan
fenotip dengan kemampuan produksi GS. Dalam penelitian tersebut, digunakan dua
buah media perkembangan, yaitu:
1. Sporulation-promoting medium, yaitu NBYS.
2. Medium kaya AN, yaitu YP . Media ini paling optimal untuk pertumbuhan GS.
Berdasarkan penelitian tersebut, Bacillus brevis varian R paling banyak
menghasilkan GS, sehingga varian ini disebut dengan original producer. Varian RT,
RC, dan RP hanya menghasilkan sedikit GS. Varian yang tidak mnghasilkan GS sama
sekali adalah varian SP dan SC.

Produksi Gramisidin juga tergantung pada variasi fenotipnya yang berupa R,RC, RP,
RT, SC, dan SP. Seperti pada grafik diatas ditunjukkan bahwa Grafik A menunjukkan
pertumbuhan kurva varian fenotipe Bacillus brevis dengan ditunjukkan bentuk R
(lingkaran penuh), RT (lingkaran terbuka), RP (diisi
kotak), RC (kotak terbuka), SC (diisi segitiga), dan SP (segitiga terbuka). Grafik B
dan D menunjukkan Tingkat produksi Gramisidin yang dihasilkan, dengan grafik
tertinggi pada R dilanjutkan RT,RP,RC dan untuk SC dan SP tidak menghasilkan
Gramisidin.

Produksi Bacillus brevis juga dihasilkan berdasarkan strainnya. Berdasarkan


penelitian yang dilakukan oleh National Centre of Type Cultures (London, United
Kingdom), GS bisa dihasilkan oleh B. brevis ATCC 9999 dan menurut Deutsche
Sammlung von Mikroorganismen und Zellkulturen (DSMZ, Braunschweig, Germany)
GS bisa dihasilkan oleh B. brevis DSN 5759 dan B. brevis DSM 5668.

Dari tabel diatas, hanya strain ATCC 9999T dan DSM 5759 yang menghasilkan
Gramisidin sedangkan strain DSM 2895T dan strain DSM 5668 yang menunjukkan
nilai nol pada identifikasi ln NBYS dan ln YP.
Berikut hal-hal yang mempengaruhi produksi GS berdasarkan morfologi Bacillus
brevis:
- Kekasaran (Kasar/halus)
- Warna (krem vs putih)
- Kemampuan untuk tumbuh sebagai biofilm di permukaan media cair yang tenang
(tidak bergelombang)
- Ukuran sel vegetatif (pendek/panjang)
- Distribusi ukuran spora (homogen/heterogen)
Jumlah GS yang dihasilkan meningkat jika bakteri penghasil itu ditumbuhkan dalam
media kaya AN. Untuk varian R, temperatur optimal untuk menghasilkan GS adalah
40-42 derajat Celcius.
Di bawah suhu 32 derajat celcius, varian R berhenti memproduksi gramicidin.

[MEDIA PERTUMBUHAN BACILLUS BREVIS]


Hal yang mempengaruhi perkembangan bakteri adalah temperatur dan komposisi
media perkembangan. Dalam media DSMZ dan ATCC turunan bacillus brevis dapat
tumbuh di suhu 30-37
Turunan original Bacillus Brevis ditumbuhkan dalam media ragi yang mengandung
10 % yeast autolysate (kandungan AN = 500mg/dl) dan 0.5 % glukosa.
Air kaldu bernutrisi (yang disarankan untuk B. Brevis di kebanyakan koleksi kultur)
hanya mengandung 25 mg/dl AN dan tidak optimal untuk GS production. Oleh
karena itu, untuk menghindari atau setidaknya mengurangi disosiasi degeneratif
produser asli, turunan Bacillus Brevis harus tumbuh di bawah kondisi optimal untuk
sintesis GS, dan dalam medium dengan setidaknya 50 sampai 100 mg / dl AN.

KOK BEDA2 yaa medianyaa ga ngertiii !


Sewaktu di media pertumbuhan, tipe R dan RP sering melakukan perpindahan.
Sedangkan varian RT, SC, dan SP hanya sedikit melakukan perpindahan saat waktu
perkembangan.
Sel bakteri juga dapat disimpan dalam keadaan kering, dan bakteri yang telah
membentuk spora bisa langsung dipertahankan sebagai spora kering. Bakteri yang
telah brbentuk spora disimpan dalam bentuk suspensi spora di dalam air. Menurut
penelitian, suspensi spora yang dipertahankan sebagai gliserol 30 % dan diletakkan
dalam suhu 20 derajat celcius, akan stabil setidaknya selama 3 tahun.
Potensi pembentukan spora tiap fenotip di kultur NBYS tergantung pada:
- Total akumulasi biomassa

- Aktifitas pembentukan spora absolut pada sel vegetatif individu


Pertambahan jumlah spora, (yang tidak menyisakan sel vegetatif di fenotip GSnegatif) bisa mencerminkan kebutuhan untuk merekrut GS dalam proses pelepasan
spora.
Tipe R mulai membentuk spora 20 jam setelah ditumbuhkan. Setelah 28 jam,
sebagian besar sel vegetatif telah mengandung endospora.
Sedangkan varian lain, mulai membentuk spora 16 jam setelah ditumbuhkan.
Produksi biomassa varian R 1,5-2 kali lebih banyak daripada varian lain.
Tipe R menghasilkan endospora elipsoidal (1,5 x 2,5 mikrometer) yang terletak
hampir di tengah2 sporangium yang bentuknya gembung.
Tipe RT, RC, dan RP menghasilkan spora yang lebih kecil dan ramping (0,8-1 x 1,21,5 mikrometer) di dekat bagian tengah sporangium yang tidak gembung.
Tipe R menghasilkan spora yang selalu berfase terang.
Tipe RT, RC, dan RP menghasilkan spora yang hampir selalu berfase terang, dan
punya sedikit fase gelap.
Saat pengamatan, hanya tipe R yang semua sel vegetatifnya terlihat berubah
menjadi spora (relatif serempak). Sedangkan pada tipe lainnya, dalam waktu yang
sama teramati campuran sel vegetatif dan spora (sel vegetatif tidak berubah secara
relatif serempak menjadi spora).
[SIFAT/STRUKTUR SENYAWA GRAMISIDIN]
Gramisidin adalah sebuah siklik dekapeptida ([FPVOLFPVOL]cyclo) yang digunakan
sebagai antibiotik yang diaplikasikan lokal sejak 1944. Peptida ini memberikan efek
antimikroba contohnya aktvitas terhadap gram positif dan bakteri gram negatif,
virus, jamur, dan sel tunggal
eukariota patogen.
Karena stabilitas yang tinggi dan struktur yang sederhana, Gramisidin juga biasa
digunakan sebagai senyawa acuan dalam spektrometri massa dan spektroskopi
resonansi magnetik nuklir dan telah disajikan sebagai peptida model untuk
mempelajari mekanisme fungsional peptida membran aktif.
GS adalah peptida antimikroba yang dapat menembus membran sel bakteri. GS
berperan sebagai anti bakteri dan juga berperan dalam mengatur fase istirhat
(dorman stage) B. Brevis.
GS mencegah kekurangan produksi asam dipicolinic selama pembentukan spora.
GS terhubung dengan permukaan endospora dan menambah kestabilan dan kehidropobik-an endospora. Tapi, terhadap spora yang sudah mulai tumbuh, GS dapat
mengganggu fungsi membran seperti proses pernapasan dan transportasi L-alanin.
Selanjutnya, GS memodulasi pertumbuhan spora yang mulai tumbuh dengan
menunda sintesis RNA dan protein.

Ketidakhadiran GS langsung mengakibatkan kecacatan spora, meningkatkan


sensitivitas panas, dan perkembangan yang terlalu dini dari GS-negative mutant.

[KARAKTERISASI BACILLUS BREVIS]


Bacillus Brevis memiliki 4 varian yang berbeda berdasarkan morfologi, kultur ,
fisiologis, dan biokimia, yaitu R,S.P+, dan P-. Deskripsi R yaitu kasar, kusam, padat,
koloni yang berkerut dengan ukuran 3mm sampai 5 mm, dengan tepi
bergelombang. Deskripsi S halus, berkilau, cembung, lembut, keputihan, 3 sampai 5
mm. Deskripsi P+ yaitu planar, kusam, padat, lembut, dengan tepi bergelombang,
10 sampai 12 mm dan untuk P - yaitu Planar, tembus, kusam, lembut, dengan tepi
bergelombang ).