Anda di halaman 1dari 12

Sejarah derivatif dimulai pada paruh pertama abad 19 dengan dioperasikannya

Chicago Board of Trade pada tahun 1848. Transaksi derivatif yang pada awalnya
masih terbatas pada futures komoditi pertanian kemudian berkembang pada
berbagai asset finansial. Pada perkembangan selanjutnya, instrumen options ikut
meramaikan transaksi derivatif semenjak dioperasikannya Chicago Board Options
Exchange (CBOE) pada tahun 1973.
Kini, lebih dari 400 saham menjadi underlying asset transaksi options di Chicago
Board Options Exchange, Philadelpia Stock Exchange, New York Stock Exchange,
American Stock Exchange dan Pacific Stock Exchange dengan jumlah rata-rata
penutupan kontrak per hari masing-masing sebesar 523.098, 89.540, 12.687,
169.822 dan 57.025 selama periode Januari sampai dengan Agustus 1990
(European Options Exchange Bulletin, Sept.1990).
Meski bisa dipergunakan sebagai sarana hedging, produk derivatif tidak lepas dari
kritikan-kritikan yang bernada menyudutkan. Hal ini bisa dimaklumi mengingat
transaksi derivatif merupakan permainan yang sangat berisiko di mana peran para
spekulan juga banyak mempengaruhi transaksi yang terjadi.
Ambruknya Baring Brothers Bank PLC dan Daiwa Bank cabang New York memberi
sedikit bukti bahwa transaksi ini sangat berisiko. Chrash-nya Wall Street pada 19
Oktober 1987 juga dimungkinkan oleh jenis transaksi ini. Di Indonesia, hal itu bisa
dilihat dari kebangkrutan yang pernah dialami oleh Bank Duta.
Hal itulah barangkali yang membuat orang kemudian bersikap negatif terhadap
keberadaan produk derivatif, meski banyak juga yang setuju dengan anggapan
bahwa instrumen keuangan ini akan mengurangi risiko dan membuat pasar menjadi
efisien.
Tulisan sederhana ini ditulis untuk mencoba melihat apakah produk dasar derivatif
(options, futures) merupakan zero sum game, suatu permainan yang menghasilkan
nilai nihil di mana keuntungan (kerugian) suatu pihak menjadi kerugian (keuntungan)
bagi yang lain, dengan metode dan sudut pandang yang juga sederhana.

PRODUK DERIVATIF
Derivatif, adalah instrumen keuangan yang imbal hasilnya merupakan derivikasi dari
kinerja aset lain yang menjadi dasarnya (underlying asset). Underlying asset
tersebut terdiri dari commodity related dan financial related. Produk derivatif dapat
dikelompokkan menjadi options, futures, forwards dan swaps
Options
Options (opsi) adalah produk derivatif yang memberikan hak (rights) bukan
kewajiban -- kepada pemiliknya untuk membeli (call) atau menjual (put) suatu
underlying asset pada harga tertentu yang ditetapkan sebelumnya (strike /exercise
price) untuk diserahkan pada waktu yang akan datang (expiration date). Oleh
pembelinya, hak ini boleh dipergunakan, boleh juga tidak bergantung pada situasi
di masa depan. Bila pemegang hak memutuskan untuk menggunakan haknya, pihak
penjual wajib menyerahkan atau membeli aset dari si pemegang hak.
Bagi pemegang call option, hak beli tersebut akan dipergunakan dengan melakukan
exercise apabila harga underlying asset melebihi strike price. Saat melakukan
exercise, ia hanya akan dibebebani call options premium. Sedangkan bagi
pemegang put option, hak jual akan dilaksanakan apabila harga underlying asset
lebih rendah daripada strike price.
Sebagai misal, sebuah perusahaan mengikuti tender untuk memasok barang dari
Amerika ke Indonesia. Tender akan membayar kepada pemenangnya dalam rupiah,
sementara biaya yang harus dibayarkan dalam US dollar. Dikarenakan belum tentu
menang tender, perusahaan kemudian membeli call option yang memberikan hak
membeli US$ dengan kurs tertentu terhadap rupiah yang masa jatuh temponya
disesuaikan dengan masa pengumuman tender. Bila perusahaan kemudian menang
tender dan nilai US$ menguat terhadap rupiah, perusahaan dapat mempergunakan
haknya membeli US$ dengan harga yang lebih rendah dibanding harga pasar saat
itu.
Contoh diatas memperlihatkan salah satu ciri options, yaitu adanya fleksibilitas bagi
pembeli hak (call). Dengan kata lain, terdapat hubungan asimetris antara penjual
(put) dengan pembeli (call) options. Terdapat hubungan di mana salah satu pihak

harus menanggung kerugian sementara pihak yang lain diuntungkan.


Sebagai misal, seorang investor membeli call option atas Indeks Nikei 225 pada 20
Januari 1997 dengan expiration date pada 20 Juli 1997. Nilai contract size sebesar
200 kali indeks dengan strike price sebesar $ 500 (Sp) dan option premium sebesar
$10 (Op). Pada tanggal 15 April 1997, indeks Nikei naik sebesar 100 poin dari 500
yang menaikkan nilai kontrak menjadi sebesar $600 (Ep) pada 20 Januari 1997.
Dikarenakan indeks naik, investor tersebut kemudian melakukan exercise atas opsi
yang dimiliki pada saat itu juga.
Laba yang diperoleh investor tersebut adalah ($600-($500+$10)) x 200 = $18000,
sedangkan kerugian yang dialami oleh si penjual sebesar -($600-($500+$10) x 200
= $ 18000. Jika nilai indeks turun lebih rendah dibanding strike price, investor dapat
membatalkan kontrak tersebut hanya dengan membayar sejumlah call options
premium kepada si penjual call. Artinya, kerugian maksimum yang mungkin diderita
oleh pembeli call hanyalah sebesar nilai options premium (Oc) apabila nilai indeks
turun lebih kecil dibandingkan strike price. Dengan kata lain, keuntungan maksimal
yang dapat diperoleh penjual call hanyalah sebesar nilai call options premium.
Sedangkan dalam kasus pembeli put, pembeli akan memperoleh keuntungan
apabila harga underlying asset pada saat di-exercise turun lebih rendah dibanding
exercise price atau (Ep-Sp), sementara kerugian yang dapat ia derita hanyalah
sebesar nilai options premium (-Op). Sedangkan kerugian yang diderita penjual put
adalah sebesar nilai exercise price (Ep) dikurangi options premium (Op) dengan
keuntungan maksimal hanya sebesar options premium.
Jika diringkas, payoff dari pembeli dan penjual call & put optons akan
memperlihatkan bahwa kentungan (kerugian) bagi penjual (pembeli) adalah kerugian
(keuntungan) bagi pembeli (penjual).
Futures
Futures adalah sebuah kontrak yang mengikat kedua belah pihak untuk menjual
(short) atau membeli (long) suatu underlying asset yang penyerahannya akan
dilakukan pada waktu yang akan datang (expiration date) dengan harga (initial

futures price) yang ditetapkan sekarang. Berbeda dengan options yang merupakan
bukti kepemilikan hak (rights), futures mewajibkan pemegangnya untuk
melaksanakan haknya.
Sebagai misal, seorang investor membeli future contract atas suatu komoditi pada
20 Januari 1997 selama enam bulan dengan initial future price sebesar $100. Saat
jatuh tempo, nilai kontrak futures tersebut bernilai sudah bernilai $500. Pembeli
(penjual) kontrak akan mendapatkan keuntungan (kerugian) sebesar $400. Disini
terjadi hubungan simetris di mana keuntungan (kerugian) satu pihak menjadi
kerugian (keuntungan) bagi yang lain dalam jumlah yang sama.
KESIMPULAN
Catatan kecil yang barangkali dapat di simpulkan dari tulisan diatas adalah bahwa
instrumen derivatif adalah sebuah permainan berjumlah nihil (zero sum game).
Kerugian disatu pihak merupakan keuntungan bagi yang lain.
Meski demikian, kita tidak harus bersikap negatif terhadap keberadaan instrumen ini
(masih ada produk derivatif yang dapat memberikan win-win solution, yaitu swap). Ia
masih bisa memberikan hal yang positif, seperti pasar yang lebih efisien dan
transparan, bergantung pada bagaimana kita akan menggunakannya.
Sebuah usulan menarik pernah dikemukakan Sjahril Madjidi, Direktur PT. Bursa Efek
Surabaya (BES), yang mengusulkan adanya bursa yang khusus
mengakomodasikan instrumen hedging (Bisnis Indonesia, 9 Oktober 1997). Jika
transaksi diakomodasikan melalui bursa, maka perdagangan forward yang selama
ini bersifat less regulated akan lebih terkontrol. Selain itu, pemerintah dan swasta
dapat mempergunakan bursa tersebut sebagai referensi guna menekan gejolak kurs
karena semua transaksi yang terjadi dapat diketahui.

Prospektus adalah gabungan antara profil perusahaan dan laporan tahunan yang
menjadikannya sebuah dokumen resmi yang digunakan oleh suatu lembaga/
perusahaan untuk memberikan gambaran mengenai saham yang ditawarkannya
untuk dijual kepada publik.
Suatu prospektus umumnya berisikan informasi material tentang reksadana, saham,
obligasi dan investasi lainnya seperti misalnya penjelasan tentang bidang usaha
perseroan, laporan keuangan, biografi dari dewan komisaris dan dewan direksi,
informasi terinci mengenai kompensasi mereka, perkara-perkara yang sedang
dihadapi perseroan, daftar aset perseroan, dan lain-lain informasi yang bersifat
material.
Suatu prospektus harus mencakup semua rincian dan informasi atau fakta material
mengenai penawaran umum dari emiten[1] atau perusahaan publik, yang dapat
memengaruhi keputusan investor. Dalam hal penawaran saham publik seperti pada
penawaran umum perdana atau biasa dikenal dengan istilah IPO (initial public
offering) maka prospektus mengenai IPO ini akan didistribusikan oleh penjamin
emisi atau pialang saham kepada investor potensial.
Dalam pasar finansial, initial public offering (IPO) (bahasa Indonesia: penawaran
umum perdana) adalah penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan
kepada investor umum. Perusahaan tersebut akan menerbitkan hanya sahamsaham pertama, namun bisa juga menawarkan saham kedua. Biasanya perusahaan
tersebut akan merekrut seorang bankir investasi untuk menjamin penawaran
tersebut dan seorang pengacara korporat untuk membantu menulis prospektus.
Penjualan saham diatur oleh pihak berwajib dalam pengaturan finansial dan jika
relevan, sebuah bursa saham. Biasanya menjadi sebuah persyaratan untuk
mengungkapkan kondisi keuangan dan prospek sebuah perusahaan kepada para
investor.

Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum


dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. [1] Pasar
Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif investasi
lainnya, seperti : menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan bangunan,
dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung. Pasar Modal
bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun
institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti
obligasi, saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lliyd,
1976), adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang
dengan "kriteria pasarnya" secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil
ekonomi secara keseluruhan.[2]

Dalam teori akuntansi dan organisasi, pengendalian intern atau kontrol intern
didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia
dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi
mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu
cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi.
Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan
melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan)
maupun tidak (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).
Adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat
menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik
atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder)
lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem tersebut dapat
digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi
perusahaan. Lebih rinci lagi, kebijakan dan prosedur yang digunakan secara
langsung dimaksudkan untuk mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan
laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan
peraturan, hal ini disebut Pengendalian Intern, atau dengan kata lain bahwa
pengendalian intern terdiri atas kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam
operasi perusahaan untuk menyediakan informasi keuangan yang handal serta
menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.
Pada tingkatan organisasi, tujuan pengendalian inteberkaitan dengan keandalan
laporan keuangan, umpan balik yang tepat waktu terhadap pencapaian tujuan-tujuan
operasional dan strategis, serta kepatuhan pada hukum dan regulasi. Pada
tingkatan transaksi spesifik, pengendalian intern merujuk pada aksi yang dilakukan
untuk mencapai suatu tujuan tertentu (mis. memastikan pembayaran terhadap pihak
ketiga dilakukan terhadap suatu layanan yang benar-benar dilakukan). Prosedur
pengedalian intern mengurangi variasi proses dan pada gilirannya memberikan hasil
yang lebih dapat diperkirakan. Pengendalian intern merupakan unsur kunci pada
Foreign Corrupt Practices Act (FCPA) tahun 1977 dan Sarbanes-Oxley tahun 2002
yang mengharuskan peningkatan pengendalian intern pada perusahaan-perusahaan
publik Amerika Serikat.

Akuntansi manajemen
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Akurasi

Terperiksa

Langsung ke: navigasi, cari


Akuntansi

Konsep dasar
Akuntan Pembukuan Neraca percobaan
Buku besar Debit dan kredit Harga pokok
Pembukuan berpasangan Standar praktik
Basis kas dan akrual PABU / IFRS
Bidang akuntansi
Biaya Dana Forensik Keuangan
Manajemen Pajak
Laporan keuangan
Neraca Laba rugi Perubahan ekuitas Arus
kas Catatan
Audit
Audit keuangan GAAS Audit internal
Sarbanes-Oxley Empat Besar
Kotak ini: lihat bicara sunting

Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang


berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer
atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada
manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen
akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.
Berbeda dengan Informasi Akuntansi keuangan, Informasi Akuntansi manajemen
adalah:

Dirancang dan dimaksukan untuk digunakan oleh pihak manajemen dalam


organisasi sedangkan informasi Akuntansi keuangan dimaksudkan dan
dirancang untuk pihak eksternal seperti kreditur dan para pemegang saham;

Biasanya rahasia dan digunakan oleh pihak manajemen dan bukan untuk
laporan publik;

memandang ke depan, bukan sejarah;

Dihitung dengan mengacu pada kebutuhan manajer, sering menggunakan


sistem informasi manajemen, bukan mengacu pada standar akuntansi
keuangan.

Hal ini disebabkan karena penekanan yang berbeda: informasi akuntansi


manajemen digunakan dalam sebuah organisasi, biasanya untuk pengambilan
keputusan.
[sunting] Definisi
Menurut Chartered Institute of Management Accountants (CIMA), Akuntansi
manajemen adalah adalah "proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis,
penyusunan, interpretasi dan komunikasi informasi yang digunakan oleh manajemen
untuk merencanakan, mengevaluasi dan pengendalian dalam suatu entitas dan
untuk memastikan sesuai dan akuntabilitas penggunaan sumber daya tersebut.
Akuntansi manajemen juga meliputi penyusunan laporan keuangan untuk kelompok

non-manajemen seperti pemegang saham, kreditur, badan pengatur dan otoritas


pajak "(Istilah resmi CIMA).
The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) menyatakan bahwa
akuntansi manajemen sebagai praktek meluas ke tiga bidang berikut:

Manajemen Strategi - Memajukan peran akuntan manajemen sebagai mitra


strategis dalam organisasi.

Manajemen Kinerja - Mengembangkan praktek pengambilan keputusan bisnis


dan mengelola kinerja organisasi.

Manajemen Risiko - Berkontribusi untuk membuat kerangka kerja dan praktek


untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelola dan melaporkan risiko untuk
mencapai tujuan organisasi.

Kegunaan derivatif
[sunting] Asuransi dan lindung nilai
Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko.
Contohnya, petani dapat menjual kontrak berjangka atas hasil panenan kepada
spekulator sebelum panen dilakukan. Si petani melakukan lindung nilai atas risiko
naik atau turunnya harga panenan dan si spekulator menerima pengalihan risiko ini
dengan harapan imbalan yang besar. Sipetani mengetahui secara pasti nilai jual
hasil panen yang akan diperolehnya kelak dan si spekulator akan memperoleh
keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual
mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian.
[sunting] Spekulasi dan arbitrasi

Arbitrasi atau juga dikenal dengan istilah asing "arbitrage" ini bisa diartikan sebagai
suatu tindakan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara
satu aset acuan dan aset acuan lainnya misalnya dengan memanfaatkan perbedaan
antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta ( spot market ) dan nilai
ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya ( futures market ), jadi selain mengambil
posisi di BES, juga harus mengambil posisi di BEJ sehingga secara simultan
mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES. [3]
spekulator dapat bertransaksi dengan spekulator lainnya juga dengan orang yang
membutuhkan lindung nilai (hedger). Pada umumnya transaksi pasar pasar derivatif
lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai
dalam artian yang sesungguhnya.
[sunting] Jenis kontrak derivatif
Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar
yaitu :

Derivatif yang ditransasikan di luar bursa


atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah
merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan di
luar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara
para pihak). Beberapa produk seperti swap, kontrak serah nilai tukar, dan opsi
eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga
menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan, misalnya
opsi vanila[4] ) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC).

Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali.

Derivatif yang diperdagangkan di bursa


atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen
derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif
(bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan
perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal

(initial margin) dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai
jaminan.