Anda di halaman 1dari 2

PENGERTIAN TEMPAT SUCI

Tempat suci merupakan salah satu alat upakara untuk mengadakan kontak
atau hubungan kehadapan Tuhan yang dipujanya, dan merupakan salah satu
persyaratan suatu agama untuk mendapatkan pengakuan dari negara secara sah.
Tempat suci agama hindu disebut
dengan nama PURA. Pura adalah tempat
untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi
Wasa dan segala prabhawaNya serta
atma Siddha Dewata (Roh suci leluhur).
Tempat suci agama hindu, selain
disebut dengan Pura, juga disebut
dengan
nama
Kahyangan
atau
Parhyangan
dan
Sanggah
atau
Merajan.
Pura sebagai tempat suci umat hindu,
diperkirakan sudah ada sejak zaman
Dalem berkuasa di Bali. Sebelum dikenal
dengan istilah Pura, tempat suci umat
hindu pada awalnya disebut kahyangan
atau hyang . Pada zaman Bali Kuno, pura diistilahkan dengan Ulon. Ulon adalah
tempat suci yang digunakan untuk mengadakan hubungan dengan Ida Sang Hyang
Widhi. (hal ini termuat dan dijelaskan dalam prasasti Sukawana AI Tahun
882M).
Tokoh Agama Hindu yang sangat berjasa dalam mengajarkan umat Hindu
membuat Kahyangan Dewa (PURA) adalah Mpu Kuturan. Mpu Kuturan berasal dari
Jawa, beliau datang ke bali pada masa pemerintahan Raja Marakata dan Anak
Wungsu, Putra Raja Udayana. Mpu kuturan mengajarkan tata cara membuat Sad
Kahyangan Jagat, Kahyangan Catur Lokapala,Kahyangan Rwabhineda,
Pelinggih, Meru, Gedong, dan Kahyangan Tiga di setiap desa adat, seta
Memperbesar Pura Besakih. Beliau juga mengajarkan membuat bangunan
secara spiritual, seperti berbagai jenis upacara, pedagingan pelinggih.
(dijelaskan dalam lontar Dewa Tattwa).
Sebutan Istana kerajaan sebelum Dinasti Dalem memerintah adalah
KERATON, namun setelah kerajaan Dalem mulai memerintah di Bali, nama Keraton
diganti menjadi PURA. Setelah Dinasti Dalem pindah ke Klungkung, istilah PURA
mulai dipergunakan sebagai nama sebutan tempat suci, sedangakan nama
kerajaan diganti menjadi PURI.

Demikianlah, istilah pura menjadi istilah untuk menyebutkan nama tempat


suci bagi umat Hindu di Indonesia samapai searang.