Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan teknologi di berbagai bidang, yang hingga saat ini masih terus
menunjukkan progesivitas yang tinggi, menuntut kita sebagai bagian yang berada
di dalamnya untuk terus kreatif, tidak terkecuali dalam bidang energi khususnya
kelistrikan. Perguruan tinggi, sebagai salah satu penghasil sumber daya manusia
yang nantinya turut berkompetensi di dunia industri, diharapkan dapat
memberikan peran dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetisi profesi
yang tinggi. Tetapi selama menempuh perkuliahan di perguruan tinggi, sebagian
besar ilmu dan pengetahuan yang di peroleh mahasiswa hanya sebagai teori dan
praktik yang terbatas. Hal ini dapat menimbulkan masalah ketika mahasiswa
tersebut memasuki dunia kerja, dimana ilmu pengetahuan yang bersifat teori tidak
lagi mendominasi dalam penyelesaian berbagai permasalahan yang terjadi.
Sehingga diperlukan suatu jenis usaha yang dapat digunakan untuk mengurangi
gap atau selisih antara dunia perkuliahan dengan dunia kerja. Salah satu usaha
terssebut adalah Kerja Praktek yang nantinya dapat menunjang dalam persaingan
mencari pekerjaan
Kerja praktek merupakan mata kuliah wajib untuk Prodi Teknik Mesin
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan. Selain untuk memenuhi
kebutuhan akademik, diharapkan kegiatan Kerja Praktek dapat menjadi jembatan
penghubung antara dunia industri dengan dunia perkuliahan, dan juga dapat
menambah pengetahuan tentang dunia industri sehingga mahasiswa mempunyai
pandangan tentang arah dan tujuan perkembangan teknologi. Kenyataan di
lapangan menunjukkan bahwa kemampuan intelejensi yang bagus dan disertai
dengan pengalaman dan keterampilan yang cukup, akan menghasilkan lulusan
yang berkualitas.
Penulis memilih PT. Mabarfeed Indonesia, karena memiliki dedikasi yang
sangat tinggi dalam bidang yang bergerak di industri pakan ternak

1.2 Tujuan Kerja Praktek


Adapun tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah sebagai berikut:

1) Mendapatkan pengalaman langsung (aplikatif), mengetahui peranan


diploma teknik mesin dalam dunia kerja, dan memahami budaya kerja PT.
Mabarfeed Indonesia
2) Mengetahui secara umum proses pembuatan pakan ternak.
3) Menganalisa proses kerjan dan sistem pemeliharaan pada boiler.
4) Memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan perkuliahan dalam
memperoleh gelar Ahli Madya ( D3).
1.3 Manfaat Kerja Praktek
Manfaat dilakukannya Kerja Praktek ini adalah:
1) Mahasiswa dapat mengenal permasalahan yang dihadapi oleh suatu
perusahaan, industri atau bengkel bengkel. Dengan kemampuan
menganalisa serta mensintesisa, mahasiswa dapat memperoleh
pengalaman kerja terutama yang berhubungan dengan prosedur
penyelesaian permasalahan.
2) Mengasah pola berpikir yang wajar, logis, rasional, serta ketrampilan dan
luwes dalam memahami dan menghadapi permasalahan di tempat kerja.
3) Memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam permasalahan
pembangunan, seperti kegiatan perancangan, pelaksanaan, pembuatan.
Penggunaan, pengolahan, dan pengawasan yang berhubungan dengan
konstuksi, produksi, pembangkit tenaga dan manajemen perusahaan yang
terkait dengan permesinan industri secara umum.
4) Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengetahui lebih spesifik
permasalahan industri yang terkait dengan operasi dan ilmu permesinan,
sehingga dapat di jadikan pilihan untuk mengambil judul kajian tugas
akhir.
1.4 Tempat Dan Waktu Pelaksanaan
Kerja Praktek ini dilaksanakan di PT. Mabarfeed Indonesia yang berlokasi
di jl. Rumah Potong Hewan No.44 medan, Sumatera Utara yang di mulai dari
tanggal 14 Maret s/d 14 Mei 2016.

1.5 Jam Kerja Praktek Lapangan


Jam kerja praktek disesuaikan dengan jam kerja karyawan regular PT.
Mabar feed Indonesia sebagai berikut:

Tabel 1.1 Jam Praktek Kerja Lapangan


No

Hari

Jam Kerja Praktek

Istirahat

Senin s/d Jumat

08.00 s/d 16.00

12.00 s/d 13.00

Sabtu

08.00 s/d 14.00

12.00 s/d 13.30

1.6 Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan dalam pelaksanaan kerja
praktek kerja praktek serta penyusunan laporan kerja praktek ini adalah sebagai
berikut:
a. Studi Literatur
Data-data dikumpulkan dari buku-buku, paper, dan literatur yang diperoleh
dari pembimbing dan perpustakaan, yang mendukung proses pembuatan
laporan ini.
b. Diskusi
Diskusi dilakukan dengan pembimbing (mentor), team leader, staf, dan
karyawan PT. Mabar feed Indonesia, dan diskusi dengan dosen pembimbing
Kerja Praktek.
c. Observasi Lapangan
Data diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan.
d. Analisis Permasalahan
Analisis dilakukan dengan arahan pembimbing (mentor) sehingga analisis
dapat diambil kesimpulan dan saran perbaikan yang sesuai dengan teknik
mesin.

BAB II
GAMBARAN UMUM PT MABARFEED

2.1 Sejarah Berdirinya PT. Mabarfeed


PT. Mabar Feed Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
di bidang industri pakan ternak ayam petelur dan daging. Produk lain yang
dihasilkan oleh PT. Mabar Feed Indonesia berupa pakan ternak udang dan hewan
lainnya. PT. Mabar Feed Indonesia mulanya merupakan bentuk usaha perorangan
yang didirikan oleh Bapak Rachman pada tanggal 15 Maret 1976. Perusahaan ini
didirikan sesuai dengan surat izin dari Kantor Dinas Perindustrian Propinsi
Daerah Tingkat I Sumatera Utara Medan untuk mendirikan dan menjalankan
perusahaan makanan ternak dengan No.14 / PERIND / IV / 76 dengan nomor
kode 3121 / 14 / 2A tertanggal 27 Mei 1976.
Pada awalnya perusahaan ini hanya memproduksi beberapa jenis pakan
ternak untuk ayam potong dan ayam pedaging yang bentuk produk yang
dihasilkan berbentuk pellet. Sejak awal berdirinya perusahaan ini hingga tahun
1980, perusahaan ini menggunakan mesin dan peralatan yang sederhana dalam
proses produksinya.
Sejak tahun 1980, perusahaan ini mulai menggunakan mesin-mesin yang
lebih canggih. Pada tanggal 23 Mei 1985, perusahaan ini berubah nama dari
bentuk usaha perseorangan menjadi bentuk Persekutuan Komenditer (CV) dengan
nama CV Mabar. Seiring dengan kemajuan perusahaan, CV Mabar pun berubah
bentuk menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT. Shrimp Feed Indonesia
dan berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tanggal 6Juli 1988. Pada
tanggal 29 Juli 1988 PT. Shrimp Feed Indonesia akhirnya berubah nama menjadi
PT. Mabar Feed Indonesia.
Perubahan status badan hukum perusahaan pada perusahaan ini telah
mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan dikeluarkannya Surat
Keputusan No. C2-175.HT.1.TH 1990 pada tanggal 19 Januari 1990. Pada tahun
2001, asset (aktiva) perusahaan ini sebesar Rp. 111,72 miliar. Asset (aktiva) per 31
Desember 2005 sebesar 236,40.
Produk yang dihasilkan oleh PT. Mabar Feed Indonesia, dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan yang cukup signifinikan. Hal ini dapat dilihat dari volume
penjualan dari tahun ke tahun. Tahun pertama produksi yang dihasilkan oleh PT.
Mabar Feed Indonesia mencapai 7.200 ton per tahun. Pada tahun 1988, produksi
PT. Mabar Feed Indonesia sebesar 40.000 ton per tahun meningkat 150 % menjadi
100.000 ton per tahun pada tahun 1996, kemudian karena pengaruh krisis moneter
produksi turun menjadi 36.000 ton pada tahun 1998. hal ini disebabkan karena
tingginya harga bahan baku dan rendahnya permintaan. Seiring dengan pulihnya
perekonomian nasional maka volume penjualan juga meningkat menjadi 97.000
ton per tahun. Pada tahun 2001 jumlah produksi yang dihasilkan sebesar 145.000
ton per tahun. Program jangka panjang PT. Mabar Feed Indonesia adalah
meningkatkan volume penjualan hingga mencapai 20.000 ton per-bulan, dengan

melaksanakan diversifikasi produk, penambahan fasilitas produksi dan


laboratorium yang modern serta melakukann aktivitas benchmarking sehingga
kualitas pakan ternak tetap tinggi dan terjaga. Sebagai komitmen terhadap kualitas
produksi maka pada tanggal 11 Desember 2003, perusahaan ini mendapatkan
sertifikat ISO 9001 : 2000 dari Tuvreinahld.
2.2 Struktur Organisasi PT MABARFEED
Organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerja untuk mencapai
satu tujuan yang sama dan diantara mereka diberikan pembagian tugas untuk
pencapaian tujuan tersebut. Struktur organisasi merupakan gambaran skematis
tentang hubungan-hubungan dan kerjasama diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian
yang menggerakkan organisasi untuk mencapai tujuan.
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian,
penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perusahaan yang terdiri dari beberapa
bagian aktivitas yang berbeda-beda harus dikoordinasikan sedemikian rupa
sehingga dapat mencapai target dan sasaran perusahaan. Dalam hal
pengorganisasian dari bagian-bagian yang berbeda diperlukan suatu struktur
organisasi yang dapat mempersatukan sumber daya dengan cara yang teratur.
Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang fleksibel dalam arti
hidup, berkembang, bergerak sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi oleh
perusahaan.
Struktur organisasi bagi suatu perusahaan mempunyai peranan yang penting di
dalam menentukan dan memperlancar jalannya roda perusahaan. Pendistribusian
tugas, wewenang dan tanggung jawab serta keselarasan hubungan satu bagian
dengan bagian yang lain dapat digambarkan dalam suatu struktur organisasi.
Dengan demikian diharapkan adanya suatu kejelasan arah dan koordinasi untuk
mencapai tujuan perusahaan dan masing-masing karyawan dapat mengetahui
dengan jelas darimana perintah itu datang dan kepada siapa harus
dipertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka struktur
organisasi yang digunakan oleh PT. Mabar Feed Indonesia adalah hubungan
campuran yaitu berbentuk hubungan garis dan fungsional. Dalam menjalankan
struktur organisasinya ada pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staff dan
pelaksana dan dalam melakukan pengambilan keputusan lebih mudah dicapai
karena anggota-anggota staff yang ahli dalam bidangnya yang dapat memberi
nasehat dan mengerjakan perencanaan yang teliti, koordinasi dapat dengan mudah
dikerjakan karena sudah ada pembidangan masing-masing.

Struktur organisasi PT. Mabar Feed Indonesia dapat dilihat pada gambar 2.1.

2.3 Gambaran Singkat Inalum Smelter Plant (ISP)


Pabrik peleburan aluminium merupakan bagian utama dari PT INALUM,
dibangun diatas areal 200 Ha berlokasi di Kuala Tanjung, Kecamatan Air Putih,
Kabupaten Batubara yang berjarak lebih kurang 110 Km dari Medan.
Peleburan aluminium INALUM di Kuala Tanjung memproses alumina
menjadi logam aluminium dengan memakai alumina, karbon dan tenaga listrik
2.3 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Organisasi perusahaan merupakan wadah perusahaan yang mendayagunakan


sumber-sumbernya. Wadah ini menetapkan kegiatan yang perlu dilaksanakan
sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya. Dalam menjalankan suatu
organisasi diperlukan personil-personil yang menduduki jabatan tertentu di
dalam organisasi tersebut, dimana masing-masing personil diberi tugas dan
tanggung jawab sesuai dengan jabatannya. Dalam melaksanakan tugasnya,
setiap jabatan diberi gambaran dan batasan tugas serta tanggung jawab pada
masing-masing struktur organisasi.
Pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan dalam struktur
organisasi PT. Mabar Feed Indonesia, diantaranya:

1) Direktur Utama
a) Memimpin direktur-direktur lain dan mengkoordinir pekerjanya dalam
memajukan perusahaan.
b) Merencanakan strategi perusahaan, memimpin aktivitas-aktivitas
pembelian, pemasaran, administrasi, serta pengkoordiniran tugas-tugas
tersebut.
c) Mewakili Dewan Komisaris di dalam dan luar perusahaan, berwenang
untuk mengarahkan serta menjalankan perusahaan dengan manajemen
yang baik.
d) Mengesahkan rencana kerja perusahaan secara keseluruhan.
e) Mengambil keputusan dalam penentuan harga pokok dan upah pekerja.
f) Mengawasi pelaksanaan rencana kerja/operasi perusahaan pada bidang
PPIC.
g) Bertanggung jawab atas perkembangan dan kemajuan perusahaan
2) Sekretaris Direksi
a) Mengurus jadwal pertemuan/kegiatan pimpinan
b) Menerima panggilan sebelum disampaikan kepada pimpinan ataupun
karyawan lainnya
c) Menyusun jadwal pertemuan perusahaan
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Utama
3) Internal Auditor
a) Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama atas implementasi
tentang penerapan ISO 9001-2000
b) Melaksanakan aktivitas untuk memelihara dan meningkatkan standar
ransum mutu.
4) Direktur Operasional
a) Mengadakan perencanaan terhadap pencapaian tujuan perusahaan pada
Departemen Logistik, Teknik, Pengawasan Mutu, Desain Pengembangan
Produk dan Produksi.
b) Mengangkat dan mengganti setiap kepala bagian, staff, pegawai dan
karyawan pada Departemen Logistik, Teknik, Pengawasan Mutu, Desain
Pengembangan Produk dan Produksi.
c) Mengawasi pelaksanaan rencna kerja/operasi perusahaan pada
Departemen Logistik, Teknik, Pengawasan Mutu, Desain Pengembangan
Produk dan Produksi.
d) Meminta dan menilai pertanggungjawaban tiap kepala bagian atas tugas
tugas yang dibebankan kepada Departemen Logistik, Teknik, Pengawasan
Mutu, Desain Pengembangan Produk dan Produksi.
e) Bertanggung jawab atas perkembangan dan kemajuan perusahaan.
f) Bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
5) Direktur Komersial

a) Mengadakan perencanaan terhadap pencapaian tujuan perusahaan pada


Departemen Marketing, Keuangan, Akuntansi dan Umum.
b) Mengangkat dan mengganti setiap kepala bagian, staff, pegawai dan
karyawan pada Departemen Marketing, Keuangan, Akuntansi dan Umum.
c) Mengawasi pelaksanaan rencana kerja/operasi perusahaan pada
Departemen.
d) Meminta dan menilai pertanggung jawaban tiap kepala bagian atas tuga
stugas yang dibebankan kepada Departemen Marketing, Keuangan,
Akuntansi dan Umum.
e) Bertanggung jawab atas perkembangan dan kemajuan perusahaan.
f) Bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
6) Wakil Direktur Operasional
a) Membantu Direktur Operasional untuk mengadakan perencanaan terhadap
pencapaian tujuan perusahaan pada Departemen Logistik, Teknik,
Pengawasan Mutu, Desain Pengembangan Produk dan Produksi.
b) Membantu Direktur Operasional untuk mengangkat dan mengganti setiap
kepala bagian, staff, pegawai dan karyawan pada Departemen Logistik,
Teknik, Pengawasan Mutu, Desain Pengembangan Produk dan Produksi.
c) Membantu Direktur Operassional untuk mengawasi pelaksanaan rencana
kerja/operasi perusahaan pada Departemen Logistik, Teknik, Pengawasan
Mutu, Desain Pengembangan Produk dan Produksi.
d) Membantu Direktur Operasional untuk meminta dan menilai pertanggung
jawaban tiap Kepala Bagian atas tugas-tugas yang dibebankan kepada
Departemen Logistik, Teknik, Pengawasan Mutu, Desain Pengembangan
Produk dan Produksi.
e) Bertanggung jawab atas perkembangan dan kemajuan perusahaan.
f) Bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
7) Manajer Logistik
a) Membuat penjadwalan pemesanan bahan baku.
b) Menentukan jumlah bahan baku yang dipesan.
c) Bertanggung jawab kepada Direktur Komersial.
8) Manajer Teknik
a) Memperhitungkan dan merencanakan kebutuhan suku cadang (spare part)
untuk peralatan produksi.
b) Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan mesin dan peralatan
untuk kegiatan produksi.
c) Menetapkan jadwal perawatan (maintenance) mesin dan peralatan
produksi
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Komersial.
9) Manajer Pengawasan Mutu

a) Memeriksa dan mengawasi kondisi bahan-bahan sebelum diolah, pada saat


proses produksi berlangsung sampai pada produk jadi agar di dapat kan
produk yang memenuhi standar.
b) Memantau dan mengawasi kegiatan laboratorium dan bertanggung jawab
atas pengembangan dan kelangsungan kegiatan laboratorium.
c) Membuat laporan hasil pemeriksaan dan pengujian bahan baku seperti
kadar protein, lemak, air dan debu dan juga produk jadi secara periodik.
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Operasional.
10) Manajer Desain Pengembangan Produk
a) Mengembangkan dan meningkatkan penampilan produk
memperbaiki desain dan warna sesuai dengan selera konsumen.
b) Melakukan diversifikassi produk.
c) Bertanggung jawab kepada Direktur Operasional.

dengan

11) Manajer Produksi


a) Merencanakan dan mengatur kegiatan produksi perusahaan agar sesuai
dengan spesifikasi dan standar mutu yang diberikan.
b) Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan produksi untuk mengetahui
kekurangan dan penyimpangan yang terjadi.
c) Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan produksi sesuai dengan
jadwal produksi.
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Operasional.
12) Manajer PPIC
a) Bertugas dalam mengendalikan proses produksi yang berlebih.
b) Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.

13) Manajer Marketing


a) Menganalisis kegiatan pasar guna mendapatkan tingkat kebutuhan
konsumen dan tingkat persaingan serta melakukan pengembangan
pemasaran dari hasil riset pasar yang telah ditetapkan.
b) Menentukan rencana kebijakan dan bekerja sama dengan distributor dalam
menentukan strategi pemasaran yang mencakup jumlah dan jenis produk
yang akan dipasarkan, melakukan penetapan harga, distribusi dan promosi.
c) Menentukan rencana anggaran biaya pemasaran.
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Komersial.
14) Manajer Keuangan
a) Menyiapkan dan mengelola sumber-sumber keuangan yang ada secara
efektif.
b) Mengelola keuangan perusahaan untuk menjamin provosi atas dana untuk
kebutuhan jangka panjang dan jangka pendek yang ekonomis.

c) Memelihara hubungan kerja yang baik dengan bank atau badan-badan lain
yang berhubungan dengan aspek keuangan perusahaan.
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Komersial.
15) Manajer Akuntansi
a) Merumuskan dan mengevaluasi pelaksanaan rencana keuangan dan
anggaran belanja, pelaporan akuntansi perusahaan, pengolahan dana dan
penaksiran, serta pajak dan asuransi.
b) Menyiapkan data aplikasi untuk kebutuhan kredit.
c) Meminta pertanggungjawaban bagian kas dan pembukuan atas tugas-tugas
yang dilimpahkan dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kas dan
pembukuan.
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Komersial.
16) Manajer Umum
a) Melaksanakan kebijaksanaan perusahaan dalam bidang umum dan
personalia.
b) Menyeleksi dan menempatkan para pegawai sesuai dengan kemampuan
dan kebutuhan perusahaan.
c) Mewakili perusahaan dalam menghadapi masalah perburuhan.
d) Bertanggung jawab kepada Direktur Komersial.
17) Kepala Bagian Gudang Bahan Baku
a) Melakukan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang di gudang.
b) Melakukan perencanaan order pembelian barang yang diketahui oleh
Manajer Logistik dan Pembelian.
c) Bertanggung jawab atas keamanan barang-barang yang ada dalam gudang.
d) Bertanggung jawab langsung kepada Manajer Logistik.
18) Kepala Bagian Gudang Non Bahan Baku
a) Melakukan penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran barang di gudang.
b) Melakukan perencanaan order pembelian barang yang diketahui oleh
Manajer Logistik dan Pembelian.
c) Bertanggung jawab atas keamanan barang-barang yang ada dalam gudang.
d) Bertanggung jawab langsung kepada Manajer Logistik.
19) Kepala Bagian Perakitan dan Pemeliharaan Mesin
a) Mengkoordinir dan menjadwalkan pelaksanaan pemeliharaan mesin-mesin
produksi dan fasilitas lainnya.
b) Bertanggung jawab atas pemeliharaan mesin-mesin dan faslitas lainnya.
c) Bertanggung jawab kepada Manager Teknik.
20) Kepala Bagian Pemeliharaan Otomotif
a) Melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan untuk memelihara
alat alat kendaraan.

10

b) Bertanggung jawab dalam pengurutan, pengangkatan, pemindahan dan


pemberhentian karyawan pada bagiannya.
c) Bertanggung jawab kepada Manajer Operasional.
21) Kepala Bagian Listrik dan Telekomunikasi
a) Merencanakan perawatan dan pemeliharaan berskala terhadap pembangkit
listrik dan power house perusahaan.
b) Memeriksa dan mengawasi pengadaan listrik untuk kelancaran seluruh
kegiatan perusahaan.
c) Melaksanakan kegiatan perbaikan sarana perusahaan.
d) Bertanggung jawab kepada Manager Teknik.
22) Staff Laboratorium
a) Kepala Bagian Laboratorium bertanggung jawab atas segala hasil
penelitian sampel dari produk yang akan dipasarkan sehingga dapat
diketahui apakah produk tersebut sesuai dengan standar mutu yang
diinginkan dan para konsumen nantinya merasa puas.
23) Kepala Bagian Produksi Pakan Udang dan Ikan
a) Melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian
produksi pada produk pakan udang dan ikan.
b) Bertanggung jawab kepada Manajer Produksi.
24) Kepala Bagian Produksi Pakan Ternak
a) Melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian
produksi pada produk pakan ternak.
b) Bertanggung jawab kepada Manajer Produksi.
25) Kepala Bagian Gudang Produk Jadi
a) Melakukan penerimaan, pemeriksaan, penyimpanan dan pengeluaran
barang pada gudang produk jadi.
b) Bertanggung jawab kepada Manajer Produksi.
26) Staff Logistik
a) Menentukan jumlah bahan baku yang dibeli.
b) Merencanakan jumlah order permintaan bahan baku yang disetujui oleh
Manajer Logistik.
c) Bertanggung jawab terhadapa Manajer Logistik.
27) Staff Impor
a) Bertanggung jawab terhadap jumlah bahan yang akan dibeli.
b) Bertanggung jawab terhadapa Manajer Logistik.
28) Staff PPIC
a) Membantu Manajer Produksi dalam mengendalikan proses produksi.
b) Bertanggung jawab terhadap Manajer PPIC.
11

29) Kasir
a) Membantu fungsi tugas Manajer Marketing seperti penerimaan order,
pengiriman barang dan pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan
marketing.
b) Bertanggung jawab kepada Manajer Marketing.
30) Staff Marketing
a) Melakukan hubungan dengan rumah tangga, keamanan dan lingkungan
hidup.
b) Bertanggung jawab terhadap Manajer Umum.
31) Staff Keuangan
a) Membukukan setiap transaksi dan mencatat seluruh penerimaan dan
pengeluaran untuk kegiatan perusahaan dalam catatan harian.
b) Bertanggung jawab terhadap Manajer Keuangan.
32) Kasir
a) Melakukan transaksi pembelian dengan konsumen.
b) Bertanggung jawab terhadapa Manajer Keuangan.
33) Kredit Kontrol
a) Menyiapkan data aplikasi untuk kebutuhan kredit.
b) Bertanggung jawab terhadap Manajer Keuangan.
34) Staff Akuntansi
a) Membantu Manajer Akuntansi dalam mengadakan penerimaan dan
pengeluaran kas serta menutup kas setiap hari.
b) Menyimpan bukti-bukti transaksi dan dokumen-dokumen keuangan
perusahaan.
c) Bertanggung jawab terhadap Manajer Keuangan.
35) Staff Perpajakan
a) Bertanggung jawab dalam menghitung pajak penghasilan perusahaan.
b) Bertanggung jawab langsung kepada Manajer Akuntansi.
36) Kepala Bagian Humas
a) Bertanggung jawab dalam menjalin hubungan baik dengan masyarakat,
rumah tangga dan keamanan perusahaan.
b) Bertanggung jawab kepada Manajer Umum.
37) Kepala Bagian Personalia
a) Bertanggung jawab dalam penerimaan karyawan.
b) Bertanggung jawab dalam melatih dan memberi pendidikan khusus kepada
karyawan.
c) Bertanggung jawab kepada Manajer Umum.

12

38) Bagian Rumah Tangga


a) Bertanggung jawab kepada Manajer Umum
39) Bagian Keamanan
a) Bertugas dalam mengawasi keamanan di kawasan pabrik. Memperhatikan
keluar masuknya truk yang mengangkut pakan ternak serta tamu yang
datang dari luar pabrik.
40) Bagian Lingkungan Hidup
a) Bertanggung jawab terhadap hubungan perusahaan dengan masyarakt
setempat dengan memperhatikan kondisi lingkungan hidup setempat yang
dipengaruhi oleh perusahaan.

BAB III
PROSES PRODUKSI

3.1. Standar Mutu Produk


Produk yang dihasilkan PT. Mabar Feed Indonesia harus mengikuti syarat
yang telah ditetapkan oleh Departemen Pertanian yaitu Standar Ransum
berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar mutu bagi makanan ternak
ayam sesuai SNI dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1. Standar Mutu Bagi Makanan Ternak Ayam Sesuai SNI

13

3.2. Bahan Yang Digunakan


Dalam menghasilkan produk pakan ternak ayam dengan mutu yang baik
digunakan bahan-bahan yang mengandung zat-zat makanan yang diperlukan
untuk memenuhi kebutuhan ternak yang mengkonsumsinya. Untuk menghasilkan
produk tersebut, dibutuhkan bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong.
Bahan baku ialah bahan utama yang digunakan dalam proses produksi dan
berperan dalam penentuan mutu produk. Bahan tambahan adalah bahan yang
ditambahkan untuk meningkatkan kualitas produk dan digunakan sebagai
pelengkap pada produk akhir, biasanya untuk pengemasan produk. Bahan
penolong digunakan untuk mendukung proses produksi agar proses produksi
berjalan lancar, tetapi tidak tampak pada produk akhir.

3.2.1. Bahan Baku


Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi pakanternak di PT.
Mabar Feed Indonesia adalah :
1) Jagung
Jagung merupakan sumber bahan baku utama dalam pakan ternak karena
memberikan energi metabolisme terbesar. Jenis jagung yang dipakai adalah
jagung kuning. Jagung digunakan sekitar 40-50%.
2) Bungkil Kacang Kedelai
Bungkil Kacang Kedelai merupakan hasil ikutan dari proses pengambilan
minyak kacang mengandung sumber protein nabati terbesar bagi hewan.
Bungkil kacanng kedelai yang digunakan sebanyak 18-38%

14

3) Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa adalah hasil ikutan dari proses pengambilan minyak kelapa.
Bungkil Kelapa sebagai bahan baku makanan ternak dapat menghasilkan
energi yang tinggi. Diantara bahan baku, bungkil kelapa yang mempunyai
kadar protein paling rendah dan kandungan serat kasar yang cukup tinggi
sehingga diketahui bahan baku ini sangat potensial untuk meningkatkan
kualitas ayam pedaging. Bungkil kelapa digunakan kurang dari 15%.
4) Dedak Halus
Dedak halus yang dimaksud adalah campuran pecahan kulit gabah/padi dan
sedikit pecahan kulit beras. Dedak halus mengandung kalori yang cukup
tinggi, serat kasar, dan sedikit protein. Dedak halus digunakan sekitar 10-20%.
5) Tepung Ikan
Tepung ikan mengandung protein, lemak, dan kalsium yang sangat tinggi.
Bahan baku ini termasuk bahan baku yang diimpor karena di Indonesia sendiri
masih belum mampu. Tepung ikan digunakan sekitar 4-11%.
6) Tepung Batu Kapur
Tepung batu kapur berfungsi sebagai alat pembantu didalam pencernaan dan
sumber kalsium (Ca) bagi ternak. Bahan baku ini berasal dari kulit kerang
ataubatu batuan gunung. Batu kapur yang dibutuhkan sekitar 2-5%.
7) Dikalsium Fospat (Dicalsium Phospate / DPC)
DCP merupakan bahan untuk melengkapi kebutuhan kalsium dan phosphate
bagi ternak. DCP yang dibutuhkan adalah 1-2%.
8) Corn Gluten Meal
Corn Gluten Meal merupakan hasil fermentasi jagung, dimana kadar
proteinnya sangat tinggi mencapai 61%. Corn Gluten Meal yang digunakan
sekitar 2-4%.
9) CPO (Crude Palm Oil)
CPO digunakan sebagai bahan pembantu untuk menambah kalori bagi ternak.
10) Tepung Bulu
Bulu unggas memiliki kandungan sebagai sumber protein hewani dan kaya
akan asam amino esensial. Bulu unggas yang digunakan dalam peroses
produksi disuplasi dalam bentuk tepung dan siap digunakan.

15

11) Tepung Daging


Tepung daging di gunakan sebagai pengganti tepung ikan karena memiliki
kandungan protein kasar yang sebanding dengan tepung ikan. Tepung daging
juga disuplai dalam bentuk tepung dan siap digunakan.
12) Tepung Sawi
Tepung sawi mengandung protein yang cukup tinggi. Tepung sawi digunakan
sekitar 2-5%.
13) Vitamin dan Mineral
Vitamin ditambahkan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak. Vitamin
yang digunakan yaitu vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D3, E, K, biotin, asam
folat, niasin, asam pantotenat, kolin klorida, metionim, dan 1ysin. Mineral
yang digunakan mangan, besi sulfat, tembaga, magnesium, seng, iodine,
selenium dan kolbalt.
14) Obat-obatan seperti anti oksidan, anti jamur dan toksin serta antibiotik.
3.2.2. Bahan Tambahan
Bahan tambahan yang digunakan dalam proses produksi pakan ternak di
PT. Mabar Feed Indonesia adalah karung plastik untuk membukus produk jadi dan
benang jahit untuk menutup kemasan produk jadi.
3.2.3. Bahan Penolong
Bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi pakan ternak di
PT. Mabar Feed Indonesia adalah air yang dipanaskan menjadi uap panas dan
dialirkan untuk mengepres bahan hasil pencampuran agar padat untuk selanjutnya
dibentuk menjadi pelet.
3.3. Uraian Proses
Urutan proses pembuatan pakan ayam yang terjadi PT. Mabar
FeedIndonesia adalah pengeringan (drying), penggilingan (milling),
pencampuran(mixing),
pembutiran
(pelleting),
pendinginan
(cooling),
penghancuran(crumbling), pengayakan (screening) dan pengemasan (packing).
3.3.1. Pengeringan (Drying)
Dari semua jenis bahan baku yang ada, yang mengalami proses
pengeringan hanya jagung. Bahan baku lain tidak mengalami proses pengeringan
karena dipasok dengan kadar air yang telah sesuai dengan yang dibutuhkan.
Dalam keadaan normal, umumnya jagung memiliki kadar air 17-20 %.

16

Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air jagung 16%. Jagung


berkadar air 16% tidak tahan lama disimpan karena terjadi proses penjamuran.
Untuk jagung memiliki proses yang lain dari jika dibandingkan dengan bahan
baku yang lain sebelum masuk ke dalam penampungan sementara pada proses
produksi di lantai produksi.
Sebelum dikeringkan, terlebih dahulu jagung ditimbang di bagian
penerimaan (receiving), untuk mengetahui berapa jumlah bahan baku jagung yang
masuk dan petugas pengawas mutu (quality control) mengambil sampel yang akan
diperiksa kadar airnya di laboratorium. Selanjutnya jagung diayak di mesin
pengayak jagung basah untuk memisahkan biji jagung dengan sampah-sampah,
seperti tungkul jagung, batu, pasir, tali plastik dan kotoran lainnya. Kemudian
diteruskan ke penampungan jagung basah (chamber) sementara dengan conveyor
dan elevator untuk selanjutnya dikeringkan.
Pengeringan dapat berlangsung karena adanya udara panas yang
disemburkan oleh blower secara merata di dalam mesin pengering PT. Mabar
Feed Indonesia menggunakan mesin pengering yang semi otomatis dan
terkomputerisasi sehingga suhu dan waktu dapat diatur untuk memperoleh kadar
air jagung yang sesuai dengan standar yang ditentukan. Setelah dikeringkan,
jagung dibawa ke silo jagung kering sebagai tempat penyimpanan sementara agar
kadar air tetap terjaga.
3.3.2. Penggilingan (Milling)
Proses penggilingan dilakukan terhadap bahan baku berbentuk butiran,
yaitu jagung, bungkil kelapa dan bungkil kacang kedelai untuk diolah menjadi
tepung halus. Sebelum digiling bahan disaring dengan scanner yang di dalamnya
dipasang magnet untuk memisahkan bahan dari benda-benda logam halus yang
dapat mengakibatkan rusaknya mesin giling.
Bahan-bahan halus hasil penggilingan kemudian disimpan sementara didalam Bin
(chamber) dengan conveyor dan elevator untuk proses selanjutnya.
3.3.3. Pencampuran (Mixing)
Pencampuran bertujuan untuk mencampur semua bahan baku dan bahan
tambahan dengan komposisi tertentu untuk menjadi pakan. Pencampuran
dilakukan berdasarkan formula atau ramuan pakan ternak yang akan diproduksi.
Sebelum dicampur semua bahan ditimbang dengan timbangan otomatis yang
terdapat diatas mesin pencampur dan kemudian dicurahkan ke dalam mesin
pencampur (mixer) untuk dicampur dan diaduk dengan CPO (Crude Palm Oil),
obat-obatan, vitamin dan mineral.
3.3.4. Pembutiran (Pelleting)

17

Pembutiran bertujuan untuk membetuk hasil pencampuran menjadi bentuk


pellet, hasil pencampuran terlebih dahulu dipanaskan dengan uap panas bersuhu
98o yang dialirkan ke dalam chamber pellet sehingga bentuk bahan tersebut
menajadi bubur panas. Bubur panas ini kemudian dialirkan menuju hygieneser
yang suhunya 92o dan bertujuan untuk menghigieniskan pakan, kemudian
dialirkan menuju cetakan berbentuk lingkaran dengan saringan berdiameter 3-5
mm disisinya yang terdapat di ujung mesin pellet dan ditekan/dipress keluar
melalui saringan tersebut. Hasil pengepresan adalah pakan berbentuk bulat
memanjang dengan diameter yang sesuai dengan diameter saringan pellet.
Selanjutnya, pakan dipotong sesuai ukuran oleh pisau-pisau yang bergerak secara
otomatis. Hasil dari proses ini berbentuk butiran-butiran yang disebut pellet. Pellet
kemudian dialirkan melalui pipa ke mesin pendinginan (cooler).

3.3.5. Pendinginan (cooler)


Pendinginan bertujuan untuk mendinginkan pellet dan mengurangi
kelembaban pada pellet akibat dipanaskan dengan uap panas di chamber pellet.
Karena pellet yang masih panas dan mengandung kadar air tinggi akan mudah
terserang jamur sehingga produk tidak tahan lama. Pellet didinginkan di mesin
pendingin (cooler) dengan bantuan dua blower, blower pertama mengalirkan
udara dingin ke pellet, sedangkan blower kedua menghisap dan mengalirkan udara
panas ke udara bebas. Serpihan atau debu halus dari pellet yang telah dingin akan
dihisap oleh suatu alat penghisapdebu (cyclone) yang terdapat pada mesin
pendingin dan dialirkan kembali ke chamber pellet untuk diproses ulang.
3.3.6. Penghancuran (Crumbling)
Proses ini khusus digunakan untuk produk crumble. Penghancuran
bertujuan untuk menghancurkan pellet menjadi butiran-butiran yang lebih kecil
dan halus yang disebut crumble. Selanjutnya crumble dibawa ke mesin pengayak
dengan elevator.
3.3.7. Pengayakan (Screening)
Proses pengayakan untuk memisahkan crumble yang sesuai dengan ukuran
dengan yang melebihi ukuran. Ukuran saringan yang digunakan pada mesin
pengayak adalah 4 dan 6 mesh. Pakan yang sesuai ukurannya langsung
dicurahkan ke penampungan untuk dikemas, sedangkan yang melebihi ukuran
dibawa kembali ke chamber pellet untuk diproses ulang.
3.3.8. Pengemasan (Packing)

18

Produk jadi, baik berupa tepung maupun butiran (pellet), dicurahkan dari
tempat penampungan (bin) masing-masing ke dalam karung plastik sambil
ditimbang di timbangan manual dengan berat 50kg tiap karung. Kemasan produk
jadi kemudian dijahit dengan mesin jahit secara otomatis dan diangkut ke gudang
produk jadi dengan forklift.
Block diagram proses produksi PT. Mabar Feed Indonesia dapat dilihat pada
gambar 3.2.

19

Gambar 3.2. Block Diagram Proses Produksi di PT. Mabar


Feed Indonesia
3.4. Mesin dan Peralatan
3.4.1. Mesin Produksi
Mesin mesin yang digunakan dalam proses produksi adalah :
1. Mesin Pengayak Jagung
a. Fungsi : Memisahkan jagung basah dari sampah-sampah, seperti tungkul
jagung, batu, pasir, tali plastik dan kotoran lain.
b. Spesifikasi Teknik
- Kapasitas

: 15 ton/jam

- Ukuran mesh

: -

c. Spesifikasi Pendukung
- Elektromotor
Daya

: 2 hp

Tegangan

: 380 V AC

Arus

:3A

2. Mesin Pengering
a. Fungsi : Menurunkan kadar air jagung hingga 16%.
b. Spesifikasi Teknik
Merek

: Hitaci

Type

: batch

Kapasitas

: 20 ton/ jam

c. Spesifikasi Pendukung
- Elektromotor
Daya

: 22 kw

Tegangan

: 43 A

Kecepatan

: 1450 rpm
20

Arus

: 380 V AC

Jumlah

: 1 unit

3. Mesin Penggiling
a.Fungsi : Menggiling jagung, bungkil kelapa dan bungkil kacang kedelai
menjadi tepung halus.
b. Spesifikasi teknik
.

- Merek

: Muyang Shuidi King 968

Kecepatan

: 1468 rpm

Kapasitas

: 10 ton/ jam

Jumlah

: 2 unit

- Merek

: Qing Jiang

Kecepatan

: 2970 rpm

Kapasitas

: 10 ton/ jam

Jumlah

: 2 unit

c. Spesifikasi pendukung
- Elektromotor
- Daya

: 132 kw

Arus

: 380 V AC

Tegangan

: 235 A

- Daya

: 75 kw

Arus

: 380 V AC

Tegangan

: 140 A

4. Mesin Pencampur
a.Fungsi : Mencampur/mengaduk semua bahan baku dan tambahan menjadi
pakan.
b. Spesifikasi teknik
Merek

: LOCAL
21

Kapasitas

: 40 ton/ jam

Waktu yang dibutuhkan

: 3 menit

c. Spesifikasi pendukung
- Elektromotor
Daya

: 37 kw

Tegangan

: 380 v AC

Arus

: 56,2 A

Jumlah

: 2 unit

5. Mesin Pembutiran
a. Fungsi : Membentuk hasil pencampuran menjadi pellet.
b. Spesifikasi teknik
Merek

: CPM dan NORVIDAN

Kapasitas

: 10 ton/ jam

Kecepatan

: 1485 rpm

Ukuran saringan

: 3-5 mm

c. Spesifikasi pendukung
- Elektromotor
Daya

: 160 kw

Tegangan

: 380 v AC

Arus

: 296 A

Jumlah

: 3 unit

6. Mesin Pendingin
a. Fungsi : Mendinginkan pellet dan menghilangkan kelembaban pada pellet.
b. Spesifikasi teknik
Merek

:-

Kapasitas

: 40 ton/ jam

22

c. Spesifikasi pendukung
- Elektromotor
Daya

: 2,2 kw

Tegangan

: 220 v AC

Arus

: 4,72 A

Jumlah

: 3 unit

7. Mesin Penghancur
a. Fungsi : Memecahkan pellet menjadi butiran-butiran kecil (crumble).
b. Spesifikasi teknik
- Merek
Kecepatan
- Merek
Kecepatan

: CPM
: 1450 rpm
: Roxwell Engineering
: 1460 rpm

c. Spesifikasi pendukung
-Elektromotor
- Daya

: 15 kw

Arus

: 380 V AC

Tegangan

: 29 A

- Daya

: 18,5 kw

Arus

: 380 V AC

Tegangan

: 35,9 A

Jumlah : 3 unit
8. Mesin Pengayak
a. Fungsi : Mengayak hasil penghancuran dan menyeragamkan bentuk dan
ukuran crumble.
b. Spesifikasi teknik

23

Merek

: ROTEX dan CPm

Kapasitas

: 15 ton/ jam

Kecepatan

: 955 rpm

Dimensi

: 90 x 80 x 110

Mesh

: 4 dan 6

c. Spesifikasi pendukung
Elektromotor
Daya

: 1,5 kw

Tegangan

: 380 v AC

Arus

: 4,04 A

Jumlah

: 3 unit

9. Mesin Jahit
a. Fungsi : Menjahit kemasan produk jadi.
b. Spesifikasi teknik
Merek

: MUYANG

c. Spesifikasi pendukung
Elektromotor
Daya

: 3 kw

Arus

: 0,52 A

Tegangan

: 220 v AC

3.4.2. Peralatan Produksi


Peralatan yang digunakan dalam proses produksi adalah :
1. Buccket Elevator
a. Fungsi : digunakan untuk memindahkan bahan dalam arah/aliran vertikal.
b. Spesifikasi

24

Merek

: LOCAL

Kapasitas

: 40 ton/ jam.

Jumlah

: 13 unit

2. Conveyor
a. Fungsi : digunakan untuk memindahkan bahan dalam arah/aliran horizontal
dengan sedikit atau tanpa kemiringan.
b. Spesifikasi
Merek

: LOCAL

Kapasitas

: 40 ton/jam.

Jumlah

: 13 unit

3. Forklift
Forklift digunakan untuk memindahkan produk jadi yang telah dikemas dari
gudang bahan jadi ke atas truk dan memindahkan bahan baku dari truk ke gudang
bahan baku.
4. Hygineser
a. Fungsi : untuk menghieniskan pakan.
b. Spesifikasi
Type

: 36LLJ3ST

Jumlah

: 3 unit

5. Silo Penyimpanan
Silo penyimpanan sebagai tempat penyimpanan sementara jagung yang akan
dikeringkan dan yang telah dikeringkan.
6. Bin
digunakan untuk menampung sementara bahan baku dan bahan tambahan
sebelum diolah.
Jumlah 49 unit
7. Blower
a. Fungsi : sebagai sumber udara saat pengeringan

25

b. Spesifikasi
Merek

: NANFANG VENTILATOR

Type

: 4-72 NO.8

Total tekanan

: 3143-3032 pa

Kapasitas

: 19646-25240 m3/h

Jumlah

: 3 unit

8. Timbangan
PT.Mabar Feed Indonesia menggunakan 2 jenis timbangan, yaitu :
a. Timbangan truk (30 ton)
Timbangan ini berjumlah 1 unit dan digunakan untuk menimbang truk yang
mengangkut bahan baku maupun produk jadi.
b. Timbangan manual (50 ton)
Timbangan ini berjumlah 4 unit dan digunakan untuk menimbang produk
jadi sesuai dengan massa yang telah ditetapkan untuk tiap karung. Dan
kecepatan sebesar 200 karung/jam.

3.5. Utilitas (Utility)


Untuk membantu kelancaran proses produksi dan kerja perusahaan, digunakan
unit- unit pendukung antara lain :
1. Sumber Air
Untuk kebutuhan air, penyediannya diperoleh dari PAM Tirtanadi Medan dan
sumur bor.
2. Bengkel
Bengkel adalah tempat melakukan perbaikan terhadap mesin atau peralatan yang
dapat dipindahkan.
3. Pembangkit Tenaga Listrik
Sebagai sumber energi listrik diperoleh dari PLN dan bila aliran listrik PLN
terputus digunakan generator dengan daya 590 KW.
4. Boiler
26

Boiler digunakan untuk menghasilkan uap panas yang digunakan dalam proses
pemanasan bahan pada proses produksi.
3.6. Safety and Fire Protection
Keselamatan kerja merupakan salah satu bagian yang penting untuk diperhatikan
setiap perusahaan. Perusahaan bertanggung jawab menyediakan
fasilitas untuk menunjang tingkat keselamatan kerja dan perlindungan bahaya
kebakaran. PT. Mabar Feed Indonesia telah memperhatikan kesehatan, keamanan
dan keselamatan kerja serta perlindungan terhadap bahaya kebakaran melalui
beberapa langkah berikut :
1) Setiap orang, baik pekerja maupun bukan pekerja harus mengenakan masker
penutup mulut dan hidung selama berada di dalam pabrik.
2) Melakukan perawatan mesin berupa :
a) Perawatan rutin yaitu memeriksa dan membersihkan mesin setiap hari
setengah jam sebelum dioperasikan.
b) Perawatan periodik terdiri dari :
i) Perawatan mingguan yaitu memeriksa mesin setiap hari minggu dan
hari libur, seperti memeriksa spare part, oli dan bahan bakar.
ii) Perawatan tahunan yaitu memeriksa mesin pada dua minggu terakhir
bulan Desember selama lima hari berturut-turut.
c) Perawatan korektif yaitu memeriksa dan memperbaiki mesin jika mesin
tibatiba rusak pada saat proses produksi berlangsung.
3) Memasang hydrant air di tempat yang rawan kebakaran.
4) Memasang pengaman pada tangga-tangga curam dan tinggi.
5) Melakukan pelatihan bagi satpam setiap dua bulan.
6) Memasang pagar pengaman bagi mesin dan sarana pendukung yang rawan
bahaya seperti generator, ruang boiler, dryer dan gardu listrik.
3.7. Waste Treatment
Limbah yang dihasilkan PT. Mabar Feed Indonesia dan cara penanggulangannya
adalah :
1) Limbah Padat
Limbah padat berwujud kayu, kertas, potongan benang dan karung plastic
dikumpulkan pada temapat yang telah ditetapkan dan ditumpuk pada bak sampah.
Bak sampah tersebut diangkut ke tempat pembuangan sementara di lokasi pabrik
dan diangkut oleh Dinas Kebersihan setempat dengan membayar retribusi.
27

Limbah padat dari bahan baku pakan ternak yang masih bisa diolah digunakan
lagi sebagai campuran bahan baku.
2) Limbah Udara
Pemeliharaan mesin-mesin penghasil limbah (gas buang) secara rutin termasuk
perangkat pembantu seperti cerobong asap dipertahankan di ketinggian 12 meter.
Dengan cerobong tersebut, udara diharapkan dapat terdispersi ke udara. Limbah
bau yang dihasilkan pada saat pembongkaran bahan baku dan proses produksi
pencampuran bahan baku seperti tepung ikan dan tepung daging yang tercium
pada ruangan produksi.
Untuk penanggulangan limbah bau tersebut, pihak pabrik mengusahakan
kedisiplinan para pekerja yang bekerja di ruangan produksi untuk memakai
masker dan agar mengurangi bau tersebut sampai ke luar lokasi pabrik, pihak
pabrik menanam pepohanan di sekitar lokasi pabrik.
3) Limbah Debu
Pengolahan terhadap cemaran partikel debu adalah dengan meningkatkan
pemeliharaan dust collector dan cyclone pada proses suplai bahan baku, proses
pencamuran dan pengemasan. Selain itu, pihak pabrik mengusahakan kedisiplinan
para pekerja yang bekerja di ruangan produksi untuk memakai masker.
4) Kebisingan
Suara bising berasal dari genset, boiler, dryer dan mesin-mesin di lantai produksi.
Upaya upaya yang dilakukan oleh pihak pabrik untuk mengurangi kebisingan
adalah:
i) Menyediakan ruang tersendiri dan tertutup untuk genset, boiler dan
dryer.
ii) Melakukan perawatan dan pemeliharaan genset, boiler, dryer dan
mesin mesin
produksi dan bengkel.
iii) Selalu mengontrol efesiensi alat peredam suara dari genset, boiler,
dryer, mesin-mesin produksi dan bengkel.
iv) Mewajibkan siapa saja yang berada di lokasi sumber kebisingan untuk
mengenakan pelindung telinga.
v) Pemanfaatan ruang dan halaman sekeliling pabrik yang terbuka
sebagai lahan penghijauan yang diharapkan dapat mengurangi tingkat
kebisingan terhadap lingkungan sekitar.

28