Anda di halaman 1dari 2

Intangible cost adalah biaya yang tidak teraba sehingga tidak dapat diuangkan secara

langsung. Hal ini dapat menyangkut rasa nyeri, perubahan kondisi pasien, perubahan kualitas
hidup pasien,dll. yang tidak dapat diukur dengan uang dan kadang lebih berarti daripada uang
itu sendiri karena lebih menyangkut masalah kualitas dan peningkatan kondisi pasien.
Intangible cost ini biasa dilihat dari sudut pandang pasien karena peningkatan dan perubahan
kualitas hidup adalah hal yang paling penting bagi pasien melebihi apa pun juga dan hal
tersebut tidak dapat atau sulit diuangkan karena bagi pasien menjadi sembuh atau
mendapatkan kondisi yang lebih baik adalah jauh lebih berharga dibandingkan uang berapa
banyak pun.
Salah satu intangible cost dalam kasus ini adalah penurunan atau hilangnya
produktivitas dari pasien yang menderita ESRD. Pasien ESRD mengalami gangguan
kesehatan yang dapat menurunkan harapan hidup mereka karena dapat menurunkan tingkat
umur dan pekerjaan bagi para penderita. Penderita ESRD menjadi banyak yang tidak bisa
bekerja dan lapangan pekerjaan yang tersedia bagi mereka pun jauh berkurang, bahkan jika
mereka bekerja pun maka akan ada banyak waktu mereka yang tidak bisa digunakan bekerja
akibat infeksi ESRD.
a. Pekerjaan dan harapan hidup yang berkurang karena ESRD
Nilai berkurangnya pekerjaan bagi para penderita ESRD didapat dengan
membandingkan umur spesifik para pekerja ESRD dengan populasi Amerika
Serikat secara umum. Para penderita ESRD yang bekerja mengalami penurunan,
kebanyakan dari mereka menjadi tidak dapat bekerja karena infeksi ESRD dan hal
ini sangat mempengaruhi kehidupan pasien dari segi farmakoekonomi. Karena
tidak dapat bekerja, maka para penderita ESRD tidak mendapatkan penghasilan
yang semestinya mereka dapatkan, juga tidak dapat menjalankan hidup yang
normal seperti yang lain. Hal ini akan berdampak sangat buruk bagi penderita,
selain soal uang atau penghasilan yang tidak didapatkan padahal pengobatan ESR
D membutuhkan biaya yang tidak sedikit, selain itu juga ada keluarga yang
membutuhkan penghidupan yang semuanya akan menjadi kacau ketika penderita
tidak bisa bekerja. Selain itu, mereka akan kehilangan produktivitas hidup mereka,
kehilangan kesempatan untuk bersaing dalam pekerjaan dengan orang lain, dan
dianggap tidak normal, kualitas hidup memburuk. Hal hal tersebut tidak dapat
digantikan dengan uang dan itu juga termasuk harga yang harus dibayar karena
infeksi ESRD. Bagi para penderita sendiri, penderita yang sudah melakukan tran
splantasi harapan untuk pekerjaannya akan meningkat 83% dibanding yang hanya

melakukan dialisis karena yang sudah transplantasi, fungsi ginjalnya jelas sudah
lebih baik daripada yang hanya melakukan dialisis, dari segi produktivitas pun
sama karena pasien dialisis kondisinya sangat rentan. Masalah kualitas hidup yang
buruk ini jauh sangat lebih penting bagi pasien dan tidak dapat dengan mudah
diuangkan, yang terpenting bagi pasien adalah kondisi yang cepat membaik agar
dapat melakukan kehidupan dengan normal kembali.
b. Waktu bekerja yang hilang karena infeksi ESRD
Waktu bekerja yang hilang karena infeksi ESRD didapatkan dari rata rata
jumlah hari yang hilang dari setiap pekerja dan rata rata produktivitas tiap
pekerja menggunakan dua kategori umur, yaitu umur 15 sampai 39 tahun dan
diatas 40 tahun. Survey dilaksanakan dengan menanyakan berapa jumlah hari di
mana pekerja tidak dapat bekerja lebih dari setengah hari karena penyakitnya,
sehingga setiap hari bekerja yang hilang diasumsikan menjadi hari kerja biasa.
Dan dikalkulasikan sampai kira kira $159.88 setiap hari untuk kategori umur 15
39 tahun dan $212.43 untuk pekerja di atas 40 tahun (kurs dolar Amerika Serikat
tahun 2003). Walaupun dari segi ekonomi ini bisa dikalkulasikan dan diuangkan,
tetapi dari segi pasien tetap merupakan intangible cost karena kehilangan
produktivitas hidup dan waktu untuk bekerja dan beraktivitas tidak dapat dengan
mudah digantikan dengan uang karena menyangkut kualitas hidup mereka.