Anda di halaman 1dari 3

DINAS KESEHATAN

KAB KUBU RAYA

No

SOP ANTE NATAL CARE /


PEMERIKSAAN KEHAMILAN
No Revisi
Dokumen

Tanggal Terbit

Halaman

Ditetapkan
Kepala Dinas Kesehatan Kab Kubu Raya

PROSEDUR TETAP
Dr. Berli Hamdani,GS.MPPM
Nip : 19661020 199803 1 003

A. Pengertian
Memberikan pertolongan pada perdarahan per vaginam setelah melahirkan lebih dari
500 cc atau perdarahan disertai dengan gejala dan tanda-tanda syok
B. Tujuan
Stabilisasi kondisi korban segera dirujuk ke rumah sakit
C. Indikasi

Atonia uteri

Robekan jalan lahir

Retensi plasenta

D. Persiapan

Alat
o Alat pelindung diri (masker, kacamata safety, handscoen, scort)
o Obat emergency
o Obat-obatan anti perdarahan
o Cairan infuse
o Tampon
o VC set
o Hecting set

Pasien

lingkungan

E. Pelaksanaan

Segera setelah plasenta dan selaput ketuban dilahirkan, lakukan massage uterus
supaya berkontraksi (selama maksimal 15 detik) untuk mengeluarkan gumpalan

darah. Sambil melakukan massase fundus uteri, periksa plasenta dan selaput
ketuban untuk memastikan plasenta utuh dan lengkap.

Jika perdarahan terus terjadi dan uterus teraba berkontraksi baik, berikan 10 unit
oksitosin IM

Jika kandung kemih ibu bisa dipalpasi, pasang kateter ke dalam kantung kemih

Periksa laserasi pada perineum, vagina dan serviks dengan seksama menggunakan
lampu yang terang. Jika sumber perdarahan sudah diidentifikasi, klem dengan
forcep arteri dan jahit laserasi dengan menggunakan anastesi local (lidokain I %)

Jika uterus mengalami atoni atau perdarahan terus terjadi. Berikan masases uterus
untuk mengeluarkan gumpalan darah.

Periksa lagi apakah plasenta utuh, usap vagina dan ostium serviks untuk
menghilangkan jaringan plasenta atau selaput ketuban yang tertinggal.

Jika kandung kemih ibu bisa dipalpasi, pasang kateter ke dalam kandung kemih.

Lakukan kompresi bimanual internal maksimal lima menit atau hingga


perdarahan bisa dikendalikan dan uterus berkontraksi dengan baik

Anjurkan keluarga untuk memulai mempersiapkan kemungkinan rujukan

Jika perdarahan dapat dikendalikan dan uterus berkontraksi dengan baik :


o Teruskan kompresi bimanual selama 1-2 menit atau lebih
o Keluarkan tangan dari vagina dengan hati-hati
o Pantau kala empat persalinan dengan seksama, termasuk sering melakukan
massase uterus untuk memeriksa atoni, mengamati perdarahan dari vagina,
tenakan darah dan nadi.

Jika perdarahan tidak terkendali dan uterus tidak berkontraksi dalam waktu lima
menit setelah dimulainya kompresi bimanual pada uterus maka keluarkan tangan
dari vagina dengan hati-hati.

Jika tidak ada hipertensi pada ibu, berikan metergin 0,2 mg IM

Mulai IV ringer laktat 500 cc + 20 unit oksitosin menggunakan jarum berlubang


besar (16 atau 18 G) dengan teknik aseptik. Berikan 500 cc pertama secepat
mungkin, dan teruskan dengan IV ringer laktat + 20 unit oksitosin yang kedua.

Jika uterus tetap atoni dan atau perdarahan terus berlangsung

Ulangi kompresi bimanual internal

Jika uterus berkontraksi, lepaskan tangan anda perlahan-lahan dan pantau kala
empat persalinan dengan cermat.

Jika uterus tidak berkontraksi, rujuk segera ke tempat dimana operasi bisa
dilakukan

Bila perdarahan tetap berlangsung dan kontraksi uterus tetap tidak ada, maka
kemungkinan terjadi rupture uteri, (syok cepat terjadi tidak sebanding dengan
darah yang nampak keluar, abdomen teraba keras dan fundus mulai baik), lakukan
kolaborasi dengan OBSGYN)

Bila kompresi bimanual tidak berhasil, cobalah kompresi aurta. Cara ini dilakukan
pada keadaan darurat sementara penyebab perdarahan sedang dicari.

Perkirakan jumlah darah yang keluar dan cek dengan teratur denyut nadi,
pernafasan dan tekanan darah

Buat catatan yang saksama tentang semua penilaian tindakan yang dilakukan dan
pengobatan yang dilakukan