Anda di halaman 1dari 1

88.

Seorang anggota tim assurance dapat kehilangan independensinya apabila:


a. Anggota Keluarganya mempunya kepentingan keuangan tidak langsung yang
nilainya material pada klien assurance
b. Anggota tersebut terlibat dengan suatu usaha patungan dengan klien
assurance tetapi hubungan tersebut tidak signifikan
c. Anggota tersebut membeli mobil dari klien assurance sesuai dengan
prosedur, kondisi dan persyaratan yang lazim
d. Semua kondisi di atas tidak akan menyebabkan anggota tim assurance
tersebut kehilangan independensinya
Jawaban: A
Standard Auditing (SA) Seksi 290 Independensi Dalam Perikatan Assurance
menyebutkan bahwa dalam melaksanakan perikatan assurance, Kode Etik ini
mewajibkan anggota tim assurance, KAP, dan jika relevan, Jaringan KAP, untuk
bersikap independen terhadap klien assurance sehubungan dengan kapasitas
mereka untuk melindungi kepentingan publik.
Independensi yang diatur dalam Kode Etik ini mewajibkan setiap Praktisi untuk
bersikap sebagai berikut:
a. Independensi dalam pemikiran.
Independensi dalam pemikiran merupakan sikap mental yang memungkinkan
pernyataan pemikiran yang tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang dapat mengganggu
pertimbangan profesional, yang memungkinkan seorang individu untuk memiliki
integritas dan bertindak secara objektif, serta menerapkan skeptisisme profesional.
b. Independensi dalam penampilan.
Independensi dalam penampilan merupakan sikap yang menghindari tindakan atau
situasi yang dapat menyebabkan pihak ketiga (pihak yang rasional dan memiliki
pengetahuan mengenai semua informasi yang relevan, termasuk pencegahan yang
diterapkan) meragukan integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari
anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan KAP.
Penggunaan kata independensi yang berdiri sendiri dapat menimbulkan
kesalahpahaman, yang dapat menyebabkan pengamat beranggapan bahwa
seseorang yang menggunakan pertimbangan profesional harus bebas dari semua
pengaruh hubungan ekonomi, hubungan keuangan, maupun hubungan lainnya.
Namun demikian, kondisi seperti itu mustahil terjadi, karena setiap anggota
masyarakat memiliki hubungan satu dengan lainnya. Oleh karena itu, signifikansi
setiap hubungan ekonomi, hubungan keuangan, maupun hubungan lainnya harus
dievaluasi, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang dapat menyebabkan pihak
ketiga yang rasional dan memiliki pengetahuan mengenai semua informasi yang
relevan menyimpulkan tidak dapat diterimanya hubungan tersebut.
Jadi dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa jawaba yang tepat adalah jawaban
A, dengan pertimbangan signifikansi yaitu adanya kepentingan keuangan dari
anggota keluarganya yang nilainya material .