Anda di halaman 1dari 5

Tap Changer Trafo Tenaga

OLEH MAS BEJO AGUSTUS 1, 2013

Tap Changer Trafo Tenaga

Melengkapi Penjelasan sebelumnya tentang Tap Changer Trafo, Kestabilan tegangan


dalam suatu jaringan merupakan salah satu hal yang dinilai sebagai kualitas tegangan.
Transformator dituntut memiliki nilai tegangan output yang stabil sedangkan besarnya
tegangan input tidak selalu sama. Dengan mengubah banyaknya belitan pada sisi
primer diharapkan dapat merubah ratio antara belitan primer dan sekunder dan dengan
demikian tegangan output/sekunder pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem
berapapun tegangan input/primernya. Penyesuaian ratio belitan ini disebut Tap changer.
Proses perubahan ratio belitan ini dapat dilakukan pada saat trafo sedang berbeban (On
load tap changer) atau saat trafo tidak berbeban (Off load tap changer).
Tap changer terdiri dari :

Selector Switch

Diverter Switch

Tahanan transisi

Dikarenakan aktifitas tap changer lebih dinamis dibanding dengan belitan utama dan
inti

besi,

maka

kompartemen

antara

belitan

utama

dengan

tap

changer

dipisah. Selector switch merupakan rangkaian mekanis yang terdiri dari terminal
terminal

untuk

menentukan

posisi

tap

atau

ratio

belitan

primer. Diverter

switch merupakan rangkaian mekanis yang dirancang untuk melakukan kontak atau

melepaskan

kontak

dengan

kecepatan

yang

tinggi. Tahanan

transisi merupakan

tahanan sementara yang akan dilewati arus primer pada saat perubahan tap.

Keterangan :
1.

Kompartemen Diverter Switch

2.

Selektor Switch

Media pendingin atau pemadam proses switching pada diverter switch yang dikenal
sampai saat ini terdiri dari dua jenis, yaitu media minyak dan media vaccum. Jenis
pemadaman dengan media minyak akan menghasilkan energi arcing yang membuat
minyak terurai menjadi gas C2H2 dan karbon sehingga perlu dilakukan penggantian
minyak pada periode tertentu. Sedangkan dengan metoda pemadam vaccum proses
pemadaman arcing pada waktu switching akan dilokalisir dan tidak merusak minyak.

Pada Gambar diatas merupakan bagian kontak switching pada diverter switch

a. media pemadam arcing menggunakan minyak,


b. media pemadam arcing menggunakan kondisi vaccum

Tap Changer (Perubah Tap) Pada Transformator


00:49 Dunia Listrik 1 comment

Tap changer adalah alat perubah perbandingan transformasi untuk mendapatkan tegangan operasi

sekunder yang lebih baik (diinginkan) dari tegangan jaringan / primer yang berubah-ubah.
Untuk memenuhi kualitas tegangan pelayanan sesuai kebutuhan konsumen (PLN Distribusi), tegangan keluaran
(sekunder) transformator harus dapat dirubah sesuai keinginan. Untuk memenuhi hal tersebut, maka pada salah satu
atau pada kedua sisi belitan transformator dibuat tap (penyadap) untuk merubah perbandingan transformasi (rasio)
trafo.
Ada dua cara kerja tap changer:
1. Mengubah tap dalam keadaan trafo tanpa beban. Tap changer yang hanya bisa beroperasi untuk memindahkan
tap transformator dalam keadaan transformator tidak berbeban, disebut Off Load Tap Changer dan hanya dapat
dioperasikan manual (Gambar 1).

2. Mengubah tap dalam keadaan trafo berbeban. Tap changer yang dapat beroperasi untuk memindahkan tap
transformator, dalam keadaan transformator berbeban, disebut On Load Tap Changer (OLTC) dan dapat
dioperasikan secara manual atau otomatis (Gambar 2).

Transformator yang terpasang di gardu induk pada umumnya menggunakan tap changer yang dapat dioperasikan

dalam keadaan trafo berbeban dan dipasang di sisi primer. Sedangkan transformator penaik tegangan di pembangkit
atau pada trafo kapasitas kecil, umumnya menggunakan tap changer yang dioperasikan hanya pada saat trafo
tenaga tanpa beban.
OLTC terdiri dari :
1. Selector Switch
2. diverter switch
3. transisi resistor
Untuk mengisolasi dari bodi trafo (tanah) dan meredam panas pada saat proses perpindahan tap, maka OLTC
direndam di dalam minyak isolasi yang biasanya terpisah dengan minyak isolasi utama trafo (ada beberapa trafo
yang compartemennya menjadi satu dengan main tank).
Karena pada proses perpindahan hubungan tap di dalam minyak terjadi fenomena elektris, mekanis, kimia dan
panas, maka minyak isolasi OLTC kualitasnya akan cepat menurun. tergantung dari jumlah kerjanya dan adanya
kelainan di dalam OLTC.
Semoga bermanfaat, HaGe.
Kategori: Mesin Listrik,Sistem Transmisi dan Distribusi

Artikel Terkait Lainnya:


Mesin Listrik

Prosedur melakukan HV test (Hi-pot) untuk peralatan elektrikal

Kode IP (International Protection / Ingress Protection)

Unduh Buku-Buku Teknik Elektro Gratis

Animasi Generator DC dan Generator AC

Standarisasi Motor Listrik

Perubahan Reaktansi Mesin Listrik Pada Saat Terjadi Gangguan

Sistem Transmisi dan Distribusi

Gas Insulated Switchgear

cara menguji rugi besi dan rugi tembaga pada trafo

Prosedur melakukan HV test (Hi-pot) untuk peralatan elektrikal

Short circuit calculation using MVA method (manual)

Proses Terjadinya Busur Api Pada Circuit Breaker

Contoh Menentukan Sambungan Trafo Daya