Anda di halaman 1dari 13

IAS 7 LAPORAN ARUS KAS

Pendahuluan
Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah
bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi
yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan. Informasi ini
penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas
masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu,
kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan pendanaan.
Laporan Arus Kas merupakan penerimaan kas dan pembayaran kas (pengeluaran kas).
Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas dan pengeluaran kas yang digolongkan sesuai
dengan kegiatan utama entitas : operasi,investasi, dan pembelanjaan. Laporan tersebut
melaporkan arus masuk kas bersih atau keluar kas bersih dari setiap kegiatan dan untuk
semua kegiatan usaha.
Arus kas adalah kas aktual yang keluar masuk dari dan ke dalam suatu perusahaan
(Weston dan righam, 1990 : 55). Arus kas masuk (cash inflows) merupakan penerimaan kas
yang berasal dari kegiatan rutin perusahaan, misalnya penjualan tunai, penerimaan piutang
maupun penerimaan kas yang bersifat tidak rutin misalnya penyertaan modal, penjualan
saham, penjualan aktiva perusahaan. Arus kas keluar (cash out flows) adalah pengeluaran
yang bersifat kontinyu, seperti pembayaran bunga, dividen dan pembayaran pajak. Arus kas
berlangsung terus menerus selama perusahaan menjalankan kegiatannya. Agar kas ini mudah
dibaca dan dipahami, maka informasi arus kas tersebut dibuat dalam bentuk laporan yang
disebut Laporan Arus Kas (statement of cash flows), sehingga dapat memenuhi kebutuhan
informasi para investor dan kreditur dalam menganalisa arus kas.
Aktivitas yang membagi laporan arus kas adalah kegiatan operasi, kegiatan investasi,
dan kegiatan pendanaan. Ketiga aktivitas ini memberikan informasi yang
memungkinkan para pengguna laporan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap
keuangan perusahaan serta terhadap jumlah kas. Manfaat utama laporan arus kas adalah
untuk menyediakan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas
perusahaan selama satu periode, serta untuk membantu investor, kreditur dan pihak lain yang
berkepentingan dalam menganalisa kas (Kieso dan Wey Grandt, 1995 : 247).
IAS 7 adalah salah satu laporan utama dari laporan keuangan, selain laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif dan laporan perubahan ekuitas. Laporan arus kas
1

menyajikan arus masuk dan arus keluar dari kas dan setara kas dengan kategori (aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan) selama suatu periode waktu tertentu. Laporan tersebut
memberikan kepada pengguna suatu dasar untuk menilai kemampuan entitas untuk
menghasilkan dan memanfaatkan uang tunainya.

Tujuan
Dalam menilai kelangsungan usaha entitas, khususnya posisi solvabilitas dan likuiditas,
pengguna laporan keuangan memerlukan informasi sehubungan dengan sumber kas dari
entitas, kemampuan entitas untuk mengendalikan kas, dan penggunaan kas oleh entitas.
Tujuan Pernyataan ini adalah memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara
kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas
berdasarkan aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan (financing) selama suatu periode
akuntansi. Laporan arus kas juga relevan untuk mengidentifikasi:

Perubahan saldo kas untuk suatu periode


Masalah waktu dan kepastian dari arus kas
Kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas
Memprediksi arus kas masa depan (berguna untuk model penilaian)

Manfaat
Manfaat laporan arus kas (statement of cash flow) adalah melaporkan penerimaan kas,
pembayaran kas, dan perubahaan bersih pada kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi,
pendanaan selama satu periode. Informasi dalam laporan arus kas dapat membantu paa
investor, kreditor, dan pihak lainnya menilai hal-hal berikut :
1. Kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas di masa depan. Tujuan utama
dari pelaporan keuangan adalah memberikn informasi yang akan memungkinkan
untuk memprediksi jumlah, wkatu, dan ketidakpastian arus kas di masa depan.
Dengan memeriksa hubungan antara pos-pos seperti penjualan dan arus kas bersih
dari kegiatan operasi, atau arus kas bersih dari kegiatan operasi serta kenaikan atau
penurunan kas, maka dimungkinkan untuk membuat prediksi yang lebih baik atas
jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas di masa depan, dibandingkan dengan jika
menggunakan data dasar akrual.
2. Kemampuan

entitas

untuk

membayar

dividen

dan

memenuhi

kewajibannya. Secara sederhana, kas adalah hal yang penting. Jika perusahaan tidak
mempunyai kas yang cukup, maka gaji karyawan tidak dapat dibayar, hutang tidak
2

dapat dilunasi, dividen tidak dapat dibayar, dan peralatan tidak dapat dibeli. Laporan
arus kas menunjukkan agaimana kas digunakan dan dari mana kas itu berasal.
Karyawan, kreditor, pemegang saham, dan pelanggan memiliki kepentingan dengan
laporan ini karena menunjukkan arus kas yang terjadi dalam perusahaan.
3. Penyebab perbedaan antara laba besih dan arus kas bersih dari kegiatan
operasi. Angka laba bersih merupakan hal yang penting, karena memberikan
informasi tenteng keberhasilan atau kegagalan sebuah perusahaan bisnis dari suatu
periode ke periode lainnya. Namun beberapa orang telah menyatakan kritik atas laba
bersih menurut dasar akrual karena harus membuat estimasi untuk mendapatkn angka
laba bersih sering diragukan. Hal ini tidak akan terjadi dengan kas. Jadi, seperti
digambarkan dalam cerita pembuka, para pembaca laporan keuangan akan
mendapatkan manfaat dengan mengetahui penyebab perbedaan antara laba bersih dan
arus kas bersih dari kegiatan operasi. Kemudian mereka dapat menilai reliabilitas
angka laba itu.
4. Transaksi investasi dan pembiayaan yang melibatkan kas dan nonkas selama
satu periode. Dengan memeriksa kegiatan investasi perusahaan(pembelian dan
penjualan aktiva selain dari produknya) dan kegiatan pembiayaan (peminjaman dan
pelunasan pinjaman, investasi oleh pemilik, dan distribusi kepada pemilik), seorang
pembaca laporan keuangan dapat memahami dengan baik mengapa aktiva dab
kewajiban bertambah atau berkurang selama satu periode.
Jadi informasi yang disajikan dalam laporan arus kas berguna bagi para pemakai laporan
keuangan, baik bagi pihak manajemen, investor, kreditor maupun pihak-pihak yang
berkepentingan lainnya, sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan untuk
menggunakan arus kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan
arus kas tersebut.

Istilah Penting
Sebuah entitas harus menyajikan laporan arus kas yang melaporkan arus kas selama suatu
periode tertentu, dan dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, aktivitas investasi dan
aktivitas pendanaan.
Arus kas terdiri dari arus masuk dan arus keluar dari kas dan setara kas.
3

Kas terdiri dari:

Kas di tangan, dan


Tabungan (tabungan setelah dikurangi bank overdraft neto)

Setara kas adalah investasi jangka pendek, sangat likuid (seperti: surat berharga utang jangka
pendek) yang siap dikonversikan menjadi kas dan memiliki risiko perubahan nilai yang
sangat tidak signifikan.
Kas (cash). Jumlah kas yang ada di tangan dan rekening giro pada bank.
Setara kas (cash equivalent). Investasi yang sifatnya jangka pendek sangat likuid, dan yang
dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu, tanpa menghadapi risiko perubahan
nilai yang signifikan.
Arus kas (cash flows). Arus kas masuk dan arus kas keluar atau arus masuk dan arus keluar
dari setara kas.
Aktivitas operasi (operating activities). Aktivitas-aktvitas penghasil pendapatan utama
perusahaan (principal revenue producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan
aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
Aktivitas investasi (investing activities). Perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta
investasi lain yang lain yang tidak termasuk dalam setara kas.
Aktivitas pendanaan (fiancing activities). Aktivitas yang mengaktibatkan perubahan dalam
jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan.
Definisi dari setara kas menandakan bahwa dimiliki untuk memenuhi komitmen jangka
pendek, dan bukan untuk tujuan investasi. Untuk memenuhi persyaratan ssetara kas, investasi
harus bersifat jangka pendek, harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah yang telah
diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Biasanya, jangka pendek
adalah suatu periode tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.
Contoh
1. Suatu deposito berjangka dengan bank di mana jatuh tempo aslinya adalah enam
bulan tidak dapat dikelompokkan sebagai setara kas.
2. Suatu investasi dilakukan dalam ekuitas saham biasanya juga tidak memenuhi
kualifikasi sebagai setara kas karena tunduk kepada suatu risiko perubahan nilai yang
dapat menjadi signifikan.
3. Suatu investasi yang dibuat dalam saham preferen yang tidak dapat ditebus di dalam
suatu periode pendek dari jatuh temponya dan dengan suatu tanggal penebusan yang
memenuhi kualifikasi sebagai suatu setara kas.

Jumlah yang jatuh tempo pada pinjaman bank biasanya dianggap sebagai bagian dari
aktivitas pendanaan (financing activities). Namun, dalam beberapa negara, di mana bank
overdraft dapat dilunasi sesuai dengan permintaan, dan membentuk suatu bagian yang
integrasi dari sistem manajemen kas entitas yang dikelompokkan sebagai suatu komponen
setara kas. Suatu faktor yang penting untuk saldo bank overdraft semacam ini dianggap
sebagai setara kas, yaitu bahwa saldo bank berfluktuasi dari positif hingga kelebihan tarik
selama periode, untuk sebuah laporan arus kas yang disusun.

Ruang Lingkup Standar


Seluruh entitas diminta menyajikan laporan arus kas untuk melaporkan arus kas selama suatu
periode pelaporan.

Perlakuan Akuntansi
Arus kas dari aktivitas operasi dilaporkan dengan menggunakan metode langsung ataupun
metode tidak langsung.
Metode langsung mengungkapkan kelompok utama dari penerima kas dan pembayaran kas
(contoh: penjualan, beban pokok penjualan, pembelian dan manfaat pensiun).
Metode tidak langsung menyesuaikan laba dan rugi periode berjalan dengan:

Pengaruh dari transaksi nonkas,


Pendapatan dan beban yang masih harus diterima, serta pendapatan dan beban

diterima di muka, dan


Arus kas dari investasi dan pendanaan.

Entitas didorong untuk menggunakan metode langsung karena memberikan tambahan


informasi yang dapat berguna untuk mengestimasi arus kas mendatang.
Arus kas dari aktivitas investasi dilaporkan sebagai berikut:

Kelompok utama penerimaan kas dan pengeluaran kas bruto dilaporkan secara

terpisah.
Agregat arus kas dari akuisisi atau pelepasan anak perusahaan dan unit usaha lain

diklasifikasikan sebagai investasi.


Arus kas dari aktivitas pendanaan dilaporkan dengan cara membagi list kelompok
utama penerimaan kas dan pembayaran kas bruto.

Arus kas dapat dilaporkan secara neto dengan cara sebagai berikut:

Penerimaan dan pembayaran kas yang berasal dari konsumen.

Penerimaan dan pembayaran kas untuk hal-hal yang membuthkan perputaran yang
cepat, jumlah yang besar, dan jangka waktunya pendek (sebagai contoh: pembelian

dan penjualan investasi).


Bunga dan dividen yang dibayarkan harus diperlakukan secara konsisten dalam
kegiatan opersi ataupun kegiatan pendanaan. Bunga dan dividen yang diterima harus
diperlakukan sebagai kegiatan investasi. Kecuali, dalam kasus lembaga keuangan,
bunga yang dibayarkan dan dividen yang diterima biasanya diklasifikasikan sebagai

arus operasi.
Arus kas dari pajak atas penghasilan biasanya akan dikelompokkan sebagai kegiatan
operasi (kecuali secara khusus berhubungan dengan aktivitas investasi dan

pendanaan).
Transaksi dengan mata uang asing dicatat dengan menggunakan mata uang fungsional

dengan menggunakan nilai tukar pada tanggal laporan arus kas.


Arus kas yang berasal dari operasi di luar negeri ditranslasikan terhadap nilai tukar
pada tanggal laporan arus kas (nilai tukar yang memperkirakan nilai aktual dapat juga

digunakan, sebagai contoh nilai rata-rata tertimbang dalam suatu periode).


Ketika entitas memiliki ekuitas atau biaya yang harus dipertanggungjawabkan (contoh
dividen yang diterima), hanya arus kas aktual yang ditunjukkan dalam laporan arus

kas.
Arus kas yang berasal dari ventura bersama dikonsolidasi secara proporsional dalam
laporan arus kas.

Penyajian Laporan Arus Kas


Laporan arus kas mengkategorikan informasi yang terkait dengan penerimaan kas dan
pembayaran kas menurut judul berikut:
1. Aktivitas operasi;
2. Aktivitas investasi; dan
3. Aktivitas pendanaan.
Entitas harus memastikan bahwa terdapat konsistensi di dalam klasifikasi arus kas. klasifikasi
tersebut menurut aktifitas, membantu pengguna memahami dampak aktivitas tersebut pada
posisi keuangan dari entitas dan pada jumlah kas dan setara kas. Dalam beberapa hal, suatu
transaksi kas tunggal meliputi komponen yang harus diklasifikasi secara terpisah.
Contoh
Dalam pelunasan kas dari suatu jumlah pinjaman meliputi pokok pinjaman dan bunga,
pelunasan yang dilakukan mengarah pada jumlah pokok pinjaman yang diklasifikasikan
6

sebagai aktivitas pendanaan (financing activity) dan dibayarkan mengarah ke bunga, harus
diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi (operating activity). Untuk menyusun laporan arus
kas, maka pergerakan di dalam atau antara pos-pos dari setara kas tidak dipertimbangkan,
karena merupakan bagian dari aktivita manajemen entitas.
Contoh
Apabila deposito satu bulan ditutup untuk membeli saham preferen yang dapat ditebus yang
jatuh tempo dalam tiga bulan ke depan, maka aliran kas keluar tidak dipertimbangkan untuk
tujuan penyusunan laporan arus kas, karena kedua aktivitas tersebut merupakan bagian dari
manajemen entitas dan meliputi pergerakan antara komponen setara kas.
Aktivitas Operasi
Jumlah arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan batasan kas yang dihasilkan dari operasi
untuk melunasi pinjaman, membayar dividen, melakukan investasi, dan mempertahankan
kapabilitas operasional dari entitas tanpa memperoleh dana apapun dari sumber eksternalnya.
Informasi historis ini merupakan salah satu dari komponen penting yang membantu dalam
meramalkan aktivitas arus kas operasi masa datang.
Arus kas dari aktivitas operasi adalah terutama terkait dengan aktivitas menghasilkan
pendapatan dari entitas. Oleh karena itu, arus kas dari penjualan dan pembelian surat berharga
yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan oleh suatu perusahaan investasi, diklasifikasikan
sebagai aktivitas operasi; seharusnya arus kas dari penjualan dan pembelian surat berharga
yang dimiliki untuk tujuan investasi oleh suatu perusahaan pabrikasi, diklasifikasikan sebagai
aktivitas investasi.
Contoh arus kas dari aktivitas operasi:
1. Penagihan kas dari penjualan barang dan penyerahan jasa.
2. Royalty, iuran, komisi, dan pendapatan lainnya yang diterima secara tunai.
3. Penggantian pajak penghasilan yang diterima, jika tidak dapat diidentifikasi secara
khusus dengan aktivitas pendanaan atau aktivitas investasi.
4. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.
5. Pembayaran kas kepada dan atas nama karyawan.
6. Pembayaran pajak penghasilan, pembayaran dapat diidentifikasi secara khusus
dengan aktivitas pendanaan atau aktivitas investasi.

Arus kas dari aktivitas operasi dapat dilaporkan dengan metode langsung (direct method), di
mana kelompok utama dari penerimaan kas dan pembayaran kas kotor diungkapkan, atau
dengan metode tidak langsung (indirect method), di mana laba atau rugi disesuaikan untuk
dampak transaksi yang bersifat non-kas, penerimaan atau pembayaran kas dari operasi masa
depan yang ditangguhkan atau masih belum diterima, dan pos-pos pendapatan atau beban
yang berhubungan dengan arus kas investasi atau pendanaan. IAS 7 mendorong penggunaan
metode langsung, akan tetapi di dalam prakteknya, kebanyakan entitas menggunakan metode
tidak langsung (indirect method).
Contoh
Metode langsung (Direct Method)
Dalam dolar AS
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerima kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok
Pembayaran kas kepada karyawan
Kas yang dihasilkan dari operasi
Bungan yang dibayarkan
Pajak penghasilan yang dibayarkan
Kas dari aktivitas operasi
Metode Tidak Langsung (Indirect Method)
Dalam dolar AS
Arus kas dari aktivitas operasi
Laba sebelum pajak
Penyesuain atas:
Depresiasi
Penghasilan dari investasi
Beban bunga

2008
$1,000,000
(700,000)
(100,000)
200,000
(30,000)
(20,000)
$150,000

2008
$1,000,000
60,000
30,000
(40,000)

Penerunan dalam piutang dagang dan lain-lain


Kenaikan dalam persediaan
Penuruan dalam hutang dagang dan hutang lain-

$1,050,000
100,000
(200,000)
(150,000)

lain
Kas dari aktivitas operasi

$ 800,000

Aktivitas investasi
Arus kas yang timbul dari aktivitas investasi mewakili pengeluaran yang telah dibuat dan
sumber yang dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan masa datang dan arus kas.
Contoh
Arus kas masuk:
8

Hasil dari penjualan properti, pabrik dan peralatan


Hasil dari penjualan investasi
Pelunasan uang muka kas

Arus kas keluar:

Pembelian properti, pabrik dan peralatan


Pembelian investasi
Uang muka kas yang dilakukan kepada pihak ketiga

Aktivitas Pendanaan
Arus kas dari aktivitas pendanaan meliputi dana yang disediakan oleh dan dibayarkan kepada
pemilik dan pihak ketiga.
Contoh
Arus kas masuk:

Penerimaan kas dari emisi saham


Penerimaan kas dari pinjaman bank

Arus kas keluar:

Pembayaran dividen kepada pemegang saham


Pelunasan pinjaman bank

Transaksi Non-Kas
Bilamana penyusunan laporan arus kas dilakukan, maka transaksi yang tidak memerlukan
penggunaan kas atau setara kas harus dikeluarkan. Informasi yang diperlukan mengenai
transaksi seperti ini, harus diungkapkan sedemikian rupa di dalam laporan keuangan.
Contoh
Peneribitan saham terhadap pembelian aset
Konversi hutang yang ada menjadi ekuitas
Arus Kas Mata Uang Asing
Dalam kaitannya dengan transaksi dalam satuan mata uang asing, arus kas harus dicatat
dalam mata uang fungsional dan untuk tujuan itu, kurs mata uang fungsional dan mata uang
asing pada tanggal arus kas harus diterapkan pada jumlah mata uang asing yang terkait.
Pelaporan Arus Kas pada Basis Neto
Institusi non-keuangan biasanya mempertimbangkan aru kas masuk dan arus kas keluar kotor
untuk pelaporan arus kas. Dalam hal ini, arus kas masuk (penerimaan pinjaman) dan arus kas
keluar (pelunasan pinjaman) dianggap terpisah. Namun, dalam hal berikut ini, aru kas dapat
dilaporkan atas basis neto:

1. Penerimaan dan pembayaran kas atas nama pelanggan mencerminkan aktivitas


pelanggan bukannya yang berkaitan dengan entitas
2. Penerimaan dan pembayaran untuk pos di mana perputarannya cepat, maka jumlah
adalah besar dan periode jatuh tempo adalah pendek.
Lagipula, institusi keuangan juga diizinkan melaporkan arus kas dari aktivitas atas basis neto
dalam kondisi sebagai berikut:
1. Penerimaan dan pembayaran atas penerimaan dan pelunasan deposito dengan tanggal
jatuh tempo tetap
2. Menempatkan deposito pada institusi keuangan lainnya dan menariknya selama
periode pelaporan
3. Uang muka kas yang dilakukan oleh institusi keuangan kepada pelanggannya dan
pelunasan uang muka tersebut.

Penyajian dan Pengungkapan


Bunga dan Dividen. Penerimaan dan pembayaran Arus Kas dari bunga dan dividen harus
diungkapkan secara terpisah. Klasifikasi penerimaan dan pembayaran menurut masingmasing aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan harus secara konsisten diikuti. Dalam hal
institusi keuangan,bunga yang dibayar dan bunga yang diterima biasanya diklasifikasi
sebagai arus kas operasi. Namun, dalam hal entitas selain dari institusi keuangan, tidak ada
konsensus atas klasifikasi dari arus kas tersebut sebagaimana IAS 7 tidak menyatakan suatu
klasifikasi tertentu. Dividen biasanya diklasifikasi sebagai aktivitas pendanaan karena
merupakan suatu biaya perolehan sumber keuangan.
Berikut adalah hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Komponen kas dan setara kas dalam laporan arus kas dan rekonsiliasi atas hal-hal
yang sama dalam laporan posisi keuangan;
2. Rincian transaksi kegiatan investasi dan pendanaan nonkas (seperti: konversi utang
menjadi ekuitas); dan
3. Jumlah kas dan setara kas yang tidak dapat digunakan oleh grup.
Berikut ini adalah hal-hal yang dianjurkan untuk diungkapkan:
1. Jumlah fasilitas pinjaman untuk kegiatan masa depan yang tidak digunakan dan
komitmen atas modal yang membatasi penggunaan modal;
2. Total jumlah arus kas yang berasal dari tiga aktivitas (operasi, investasi dan
pendanaan) terkait hak entitas pada perusahaan ventura bersama;
3. Jumlah arus kas yang meningkat dari setiap tiga aktivitas terkait dengan segmen usaha
dan segmen geografis;

10

4. Perbedaan antara arus kas yang menunjukkan kenaikan dari kapasitas produksi dan
yang menunjukkan perawatan kapasitas produksi.
Berikut adalah yang harus ditunjukkan secara agregat baik untuk pembelian atau penjualan
perusahaan anak atau suatu unt bisnis:
1.
2.
3.
4.

Pertimbangan atas total pembelian dan pelepasan;


Pertimbangan pembelian atau pelepasan yang melibatkan kas dan setara kas;
Jumlah kas dan setara kas pada entitas yang diperoleh atau dilepas; dan
Jumlah aset dan liabilitas selain kas dan setara kas pada entitas yang diperoleh atau
dilepas.

Pengungkapan kegiatan non-kas


Berdasarkan IAS 7, investasi dan pendanaan non-kas diungkapkan dalam catatan kaki atas
laporan keuangan. Berdasarkan US Prinsip Akuntansi Berlaku Umum (GAAP), kegiatan nonkas dapat diungkapkan dalam catatan kaki atau di dalam laporan arus kas itu sendiri. aktivitas
pendanaan yang tidak mempengaruhi kas dapat meliputi :
Leasing untuk membeli aset
Konversi hutang terhadap ekuitas
Pertukaran aktiva non-kas atau kewajiban untuk aset non-kas lain atau kewajiban
Mengeluarkan saham dalam pertukaran untuk aset.
PAJAK ATAS PENGHASILAN
Transaksi yang menghasilkan penghasilan yang dikenakan pajak, diklasifikasikan sebagai
aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan. Arus Kas yang diakibatkan karena pajak atas
penghasilan harus diungkapkan secara terpisah dan jika tidak, pajak dapat diidentifikasi
secara spesifik dengan aktivitas pendanaan dan investasi, harus diklasifikasikan sebagai arus
kas dari aktivitas operasi.
KAS & SETARA KAS
Komponen dari kas dan setara kas harus diungkapkan dan suatu rekonsiliasi mengenai jumlah
di dalam laporan arus kas dengan pos kas dan pos setara kas yang dilaporkan di dalam
laporan posisi keuangan yang disajikan. Manajemen juga harus mengungkapkan jumlah saldo
kas dan setara kas yang signifikan yang dimiliki oleh entitas yang tidak tersedia untuk
penggunaan oleh kelompok.
Contoh
Expres Inc.,
Ikhtisar Pos Kas
11

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008


Dalam dolar AS
Saldo pada 1/1/20X2

$50,000 Pembayaran kepada pemasok

Penerbitan saham ekuitas

300.000 Pembelian Properti, pabrik dan

$2,000,000
200,000

Peralatan
Penerimaan dari pelanggan
Penjualan Properti, pabrik dan

2,800,000 Beban Overhead

200,000

100,000 Upah dan Gaji

100,000

Peralatan
Pajak

250,000

Dividen

50,000

Pelunasan Pinjaman Bank

300,000

Saldo pada 31/12/20X2

150,000

$3,250,000

$3,250,000

Atas dasar informasi ini, laporan arus kas disusun sesuai dengan IAS 7 menurut metode langsung
adalah sebagai berikut:
Laporan Arus Kas
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008
Metode langsung (Direct Method)
Dalam dolar AS
Penerima kas dari pelanggan

$2,800,000

Pembayaran kas kepada pemasok

(2,000,000)

Pembayaran kas kepada karyawan

(100,000)

Pembayaran kas untuk overhead

(200,000)

Kas yang dihasilkan dari operasi

500,000

Pajak penghasilan yang dibayarkan

(250,000)

Arus Kas bersih dari aktivitas operasi

$250,000

Arus kas dari aktivitas investasi

12

Pembelian property, pabrik dan peralatan


Hasil dari penjualan property, pabrik dan peralatan

(200,000)
100,000

Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas investasi

(100,000)

Arus kas dari aktivitas Pendanaan


Hasil dari penerbitan modal saham
Pelunasan pinjaman Bank
Pemabayaran Dividen

300,000
(300,000)
(50,000)

Arus Kas bersih dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

(50,000)

Kenaikan bersih kas

100,000

Kas pada awal tahun

50,000

Kas pada akhir tahun

$150,000

13