Anda di halaman 1dari 16

R.

SOEDRADJAD

Lektor Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


Fakultas Pertanian Universitas Jember
Semester Genap Tahun Akademik 2013/2014

adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang


keragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu.
cabang keilmuan ini bertujuan untuk
mengungkapkan mengenai kehidupan suatu
organisme dan apa yang mempengaruhinya.
ilmu biogeografi tidak hanya mempertanyakan
species apa ?, dan dimana ?; tetapi juga
mempertanyakan mengapa ?, dan kadangkadang mengapa tidak ?,
G. papuanum

Contohnya Anggrek Macan (Grammatophyllum


papuanum, yang tersebar di Papua, kemudian
menyebar ke Kalimantan dan Sumatera)

Interaksi biotik mengakibatkan suatu jenis tanaman


dapat mendominasi dalam suatu wilayah
Teori ini dipopulerkan oleh:

Nikolai Ivanovich Vavilov

(Lahir di Moskow, 24-11-1887 & Wafat di Saratov, 26-1-1943)

Ahli botani dan genetika Rusia terkemuka yang terkenal


karena koleksi tanaman budidayanya

muncul teori centres of origin of cultivated plants.


Nikolai juga mempelajari dan mengembangkan gandum,
jagung dan serealia lain untuk keberlanjutan populasi
global.

Center of Origin
Apel
Aprikot/Plum
Barley
(Malus domestica) (Prunus armeniaca)
(Hordeum vulgare)
Juwawut/Millet
(Panicum spp)

Gandum
(Triticum spp)

Jagung
(Zea mays)
Cabai (Acapsicum
tropika Annum)
Kacang Tanah (Arachis
hypogaea)
Kentang (Solanum
tuberosum)
Kacang Mentega
(Phaseolus lunatus)

Kedelai
(Glycine max)

Bit Gula
(Beta vulgaris)

Tebu
(Saccharum
officinarum)

Zaitun/Olive
(Olea europeae)

Kubis
(Brasicca oleracea)

Buncis/Chickpea
(Phaseolus vulgaris)

Kopi
(Coffea sp)

Padi
(Oriza sativa)

Terong/Eggplant
(Solanum melongena)

Mengapa species-species tersebut tumbuh di lokasi tertentu dan


kemudian dapat tumbuh di tempat lain ?

Alfred Russel Wallace (8-01-1823 s.d. 7-11-1913)

adalah seorang ahli antropologi dan ahli biologi dari


Inggris, membagi species flora Indonesia menjadi dua
bagian besar, berikut:
Garis Wallace

berhubungan dengan species Asia

berhubungan dengan species Australia

Garis Wallace adalah sebuah garis hipotesis yang memisahkan wilayah


geografi species flora Asia dan Australasia (mencakup Australia, Selandia
Baru & Pulau-Pulau di sekitar Samudra Pasifik).

kemudian Max Carl Wilhelm Weber (5-12-1852 s.d. 7-2-1937),


seorang ahli biogeografi berkebangsaan Jerman-Belanda
membagi species flora Indonesia menjadi 3 bagian besar,
berikut:

Indonesia Barat

Flora Zona Barat di dominasi


famili Dipterocarpaceae

Indonesia
Tengah

Indonesia Timur

Flora Zona
Timur di
dominasi famili
Araucariaceae
& Myrtaceae

Flora Zona peralihan


di dominasi famili
Araucariaceae, Myrtaceae
& Vebenaceae
Garis Wallace
Garis Weber

Indonesia selain topografinya bergelombang,


jenis tanah dan iklimnya juga beragam,
maka Wilayah INDONESIA dibagi menjadi TUJUH daerah BIOGEOGRAFI
(berdasarkan tipe EKOSISTEM & CIRI SPECIES) berikut:

5. Sulawesi &
Pulau Lepas
Pantai
3. Kalimantan
1. Sumatera & Pulau
Lepas Pantai

6. Maluku

2. Jawa & Bali


4. Nusa Tenggara

7. Papua

Topografinya mencakup pegunungan tinggi, pegunungan


berapi, daratan endapan, danau, rawa, dan pesisir pantai yang
dangkal.
a

a, ...., k = pusat
keragaman

d
e

c
f

h
i

Sumatera, yang berukuran


panjang 1.800 kilometer
dan lebar 400 kilometer,
merupakan fokus untuk
pengembangan sistem
pertanian berkelanjutan,
karena kawasan memiliki
tingkat keragaman hayati
tertinggi namun tingkat
ancaman paling tinggi.

b
a

c d

f
e
g
h

k
j

m
l

a, ...., m= pusat keragaman

Pulau Jawa
dengan jumlah
penduduk
terpadat
memang terus
mengalami
penurunan
kualitas
ekosistem.

Jumlah penduduk yang demikian besar dengan tingkat


kesejahteraan yang disinyalir kian mengalami penurunan dari
tahun ke tahun, telah menyebabkan tekanan terhadap
kebutuhan sumber daya alam yang semakin meningkat.
Akibatnya, perubahan ekosistem Pulau Jawa mengarah pada
penurunan kualitas tidak mungkin terhindarkan.

a
h

g
a, ...., h= pusat keragaman

Kalimantan, merupakan
pulau terbesar ketiga di
dunia, dulunya dipenuhi
oleh hutan hujan yang
lebat, dengan daerah
pesisir rawa-rawa yang
dibatasi oleh hutan bakau
dan daerah
bergununggunung.
Sebagian besar wilayah
sebetulnya tidak mungkin
dieksplorasi.

Peta ini dihasilkan dari


proses overlay antara
jenis tanah, lereng dan
iklim sehingga
menghasilkan suatu
tipe ekoregion Pulau
Kalimantan ada 8
klasifikasi ekoregion
pulau.
Ekoregion, wilayahnya
lebih kecil daripada
Bioregion.

P. Lombok

P. Flores

P. Sumba

d
b

a, ...., e= pusat keragaman

1. Kedalaman tanah di Propinsi Nusa Tenggara didominasi oleh


lahan yang memiliki kedalaman tanah < 60 cm (65,55 %). Kondisi
iklim, topografi dan tanah menyebabkan vegetasi yang dapat
tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara relatif terbatas,
memunculkan ekosistem yang unik yang serupa dengan
ekosistem di lingkungan semi-arid atau ekosistem lahan kering.
2. Kondisi ekosistem ini pula yang menyebabkan propinsi NTT
memiliki budaya nafkah (tani ladang & ternak gembala) yang
unik, sebagai bentuk adaptasi penduduknya terhadap
lingkungan.

a, ...., h= pusat keragaman


a
b
c
d

e
g
h

1. Low land (dataran rendah), daerah ini


mempunyai ciri permukaan relative
datar, berstektur tanah sedang
sampai berat (clay), drainase
terhambat (buruk), solum tanah
sedang sampai dalam, dan reaksi
tanah agak masam (pH 5.0 5.5).
2. Up Land (dataran tinggi) dicirikan
dengan bentuk permukaan
bergelombang, tekstur tanah ringan
sampai sedang, reaksi tanah
mendekati netral (pH 5.6 6.2).

Curah hujan tahunan berkisar antara 1.333 4.021 mm rata - rata


2.624 mm dan hari hujan rata - rata 158 hari dengan periode
bulan kering 2 3 bulan.

Tanah di Maluku terbentuk dari


bahan endapan marin, endapan
aluvium sungai, batuan sedimen,
batuan volkan tua, dan batuan
terobosan.
a

Penampang tanah umumnya


dalam, tekstur halus sampai
sedang, reaksi tanah (pH) agak
masam sampai netral, dan
drainase baik, kecuali di dataran
aluvial dan marin berdrainase
jelek.

Tanah dari batuan volkan tua


dan batu terobosan mempunyai
a, ...., b= pusat keragaman
kedalaman sedang sampai
dalam, tekstur agak kasar
sampai halus, berwarna
Sistem Pertanian apa yang cocok ? kecoklatan, dan bereaksi agak
masam sampai netral.

a
b
a, ...., c= pusat keragaman

1. Zona 1: lahan dengan kelerengan sangat


tajam dan curah hujan sangat tinggi
sehingga sangat rawan terhadap erosi
yang dapat berakibat degradasi lahan
dan kerusakan lingkungan.
2. Zona 2: ketinggian < 1.250 m dpl,
kelerengan 16-40%, dengan jenis tanah
latosol aluvial, podsolik dan latosol
untuk tanaman perkebunan atau
tahunan dengan sistem pertanian
konservasi.

3. Zona 3: daaran rendah sampai 750 m dpl, kelerengan 8-15%, jenis tanah
didominasi aluvial dan podsolik untuk lahan Agroforestry.
4. Zona 4: ketinggian < 500 m dpl, kelerengan < 8%, jenis tanah didominasi
latosol, aluvial, dan podsolik pertanian tanaman pangan.
5. Zona 5: kelerengan < 3%, berupa rawa atau lahan gambut dengan
ketebalan > 1,5 m sistem pertanian lahan basah.

JANGAN LUPA !!!!


TEMA TUGAS MINGGU DEPAN,
SENIN, 3 Maret 2014 adalah:
Kendala Pengembangan Pertanian di
Wilayah Tropika
Persenter: Kelompok 1 & 6