Anda di halaman 1dari 18

PENGGUNAAN TEORI UTAUT GUNA MEMAHAMI PENERIMAAN

DAN PENGIMPLEMENTASIAN IDEA SEBAGAI LEARNING


MANAGEMENT SYSTEM TELKOM UNIVERSITY

DOKUMEN LAPORAN PENELITIAN


TUGAS AKHIR S1 TEKNIK INFORMATIKA

Oleh:
Seto Adi Prakasa
1103110147

Program Studi Sarjana Teknik Informatika


Fakultas Informatika
Universitas Telkom
2016

Penggunaan Teori UTAUT Guna Memahami Penerimaan dan


Pengimplementasian IDEA Sebagai Learning Management System Telkom
University
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Dengan menggunakan Learning Management System, mahasiswa dan
dosen dapat berinteraksi satu sama lain kapan saja dan dimana saja [1]. Dengan
menggunakan LMS, proses pembelajaran dan interaksi antar mahasiswa dan
dosen akan jauh lebih mudah dan bermanfaat. Karena Deskripsi dasar dari
Learning Management System (LMS) itu sendiri adalah sebuah aplikasi perangkat
lunak yang mengotomasi administrasi, dokumentasi, pelacakan, dan pelaporan
kegiatan-kegiatan pelatihan [2]. Banyak Universitas yang menyediakan elearning mengalami kesulitan dalam mencapai kesuksesan implementasi elearning, kesulitan itu antara lain penyampaian e-learning, keefektifan e-learning
dan penerimaan e-learning [3]. Masalah lainnya yaitu mahasiswa dapat
mengalami frustasi dalam pembelajaran online [3]. Dengan pesatnya
perkembangan teknologi pada dunia pendidikan, melakukan identifikasi terhadap
faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna teknologi masih menjadi topik
yang penting [3].
IDEA merupakan Learning Management System Telkom University yang
dirilis pada bulan Desember 2014 dan dikelola oleh SISFO Telkom University.
Tetapi sampai sekarang ini pengimplementasian Learning Management System di
Telkom University masih dirasa kurang optimal, Universitas Telkom masih
mengalami banyak hambatan untuk mengkombinasikan pembelajaran tradisional
dengan IDEA. Berdasarkan wawancara singkat, 15 dari 20 mahasiswa
mengatakan bahwa mereka jarang menggunakan IDEA dengan berbagai alasan
yang terkait dengan niat mereka. Ditambah lagi User Acceptance Test yang
dilakukan oleh pihak SISFO hanya sebatas pengetesan terhadap tiap skenario
usecase
IDEA. Belum dilakukan pengujian penerimaan terhadap minat
mahasiswa untuk menggunakan IDEA.
Dengan permasalahan penerimaan suatu LMS, beberapa jurnal internasional
menggunakan model UTAUT untuk menganalisis penerimaan LMS seperti yang
dilakukan oleh Kallaya Jairak, Prassong Praneeetpolgrang, Kittima
mekhabunchakij. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology menjadi
salah satu pemodelan yang dapat mengukur keterhubungan aspek Acceptance
penggunaan IDEA. UTAUT menggabungkan fitur-fitur yang berhasil dari delapan
teori penerimaan teknologi terkemuka menjadi satu teori. Kedelapan teori
terkemuka yang disatukan di dalam UTAUT adalah Theory of Reasoned
Action(TRA), Technology Acceptance Model(TAM), Motivational Model(MM),
Theory of Planned Behavior(TPB), Combined TAM and TPB, Model of PC
Utilization(MPTU), Innovation Diffusion Theory(IDT), dan Social Cognitive
Theory(SCT). UTAUT terbukti lebih berhasil dibandingkan kedelapan teori yang
lain dalam menjelaskan hingga 70 persen varian pengguna [4]. Aspek-aspek
pengukuran terhadap penerimaannya untuk terus menggunakan aplikasi ini dapat
dimanfaatkan untuk mengangkat popularitas IDEA sendiri. Dengan melakukan
pengujian pada aspek performance expectancy, effort expectancy, social influence
dan attitude towards behavioral akan didapatkan tingkat behavior intentions yang

nantinya akan menjadi variabel yang diuji pada hipotesa Theory of Acceptance
and Use of Technology.
1.2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam pengerjaan Tugas Akhir ini adalah
sebagai berikut :
1. Memperoleh hasil pemahaman terhadap penerimaan dan penggunaan LMS
(IDEA) oleh mahasiswa Universitas Telkom.
2. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan dan
penerapan sebuah Learning Management System (IDEA).
3. Menghasilkan rekomendasi sistem berupa prototype berdasarkan hasil
analisa penerimaan IDEA.
2. Landasan Teori
The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology atau yang
disingkat UTAUT merupakan model penerimaan teknologi terkini yang
dikembangkan oleh Venkatesh, dkk. [3]. UTAUT mensintesis elemen-elemen
pada delapan model penerimaan teknologi terkemuka untuk memperoleh kesatuan
pandangan mengenai penerimaan pengguna. Kedelapan teori terkemuka yang
disatukan di dalam UTAUT adalah theory of reasoned action (TRA), technology
acceptance model (TAM), motivational model (MM), theory of planned behavior
(TPB), combined TAM and TPB, model of PC utilization (MPTU), innovation
diffusion theory (IDT) dan social cognitive theory (SCT). UTAUT terbukti lebih
berhasil dibandingkan kedelapan teori yang lain dalam menjelaskan hingga 70
persen varian niat (intention) [3].

Gambar 2.1 Model UTAUT [3]


Model UTAUT memiliki empat konstruk yang memainkan peran penting
sebagai determinan langsung dari behavioral intention dan use behavior yaitu,
performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating
conditions. Disamping itu terdapat pula empat moderator: gender, age,
voluntariness, dan experience yang diposisikan untuk memoderasi dampak dari
konstruk-konstruk pada behavioral intention dan use behavior [3]. Akan tetapi,
3

berdasarkan penelitian [3] [6] [4], menemukan bahwa gender, age, voluntariness,
dan experience mempunyai pengaruh yang sangat kecil jika diterapkan dalam
penelitian tentang technology acceptance dalam lingkup pembelajaran. Maka dari
itu keempat moderator ini tidak digunakan dalam penelitian ini.
Mengacu pada penelitian [3] [4] [6], penelitian ini hanya berfokus pada
pengaruh terhadap behavioral intention karena perhatian utama dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor-faktor niat mahasiswa untuk menggunakan IDEA
dan bukan berarti pengujian dari seluruh model UTAUT itu sendiri. Keputusan
tersebut didasari dari hasil asli penelitian Venkatesh [3] dimana behavioral
intention merupakan determinan utama yang sangat berpengaruh dalam
mengetahui tingkat acceptance seseorang. Beberapa contoh penelitian Bock,
Zmud, Kim, dan Lee (2005) [7] juga menyebutkan bahwa behavioral intention
merupakan final dependent variable, bukan use behavior. Dibawah ini merupakan
gambaran model penelitian yang digunakan.

Gambar 2.2 Model Penelitian


Berikut merupakan definisi dari determinan yang akan digunakan dalam
penelitian :
Tabel 2-1 Definisi Determinan
Determinan
Performance
Expectancy
Effort

Definisi
Tingkat kepercayaan seorang individu pada
sejauh mana pengguna system akan menolong
untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan
kinerja dalam pekerjaan.
Tingkat kemudahan terkait dengan penggunaan
4

Expectancy
Social
Influence
Facilitating
Condition
Attitude
Towards
Behaviour
Behavioral
Intention

system
Tingkat dimana seorang individu merasa bahwa
orang-orang yang penting baginya percaya
sebaiknya dia menggunakan system yang baru.
Tingkat kepercayaan seorang individu terhadap
ketersediaan
infrastruktur
teknik
dan
organisasional untuk mendukung penggunaan
sistem.
Sikap seseorang dalam mengunakan teknologi
yang mana didefinisikan sebagai reaksi dalam
menggunakan sistem
Ukuran kekuatan niat seseorang untuk
melakukan perilaku tertentu.

UTAUT juga merupakan suatu teknik statistik yang digunakan untuk


menguji hubungan antara beberapa variabel yang terbentuk dari variabel
independen atau variabel dependen. Data yang terkumpul kemudian ditabulasi
lalu dianalisis dengan menggunakan partial least square (PLS) dengan bantuan
perangkat lunak SmartPLS versi 2.0.
3. Metedologi Penelitian
Populasi dan sample pada penelitian ini merupakan mahasiswa aktif
Telkom University karena pada penelitian sebelumnya [5] [6] menyebutkan
bahwa pengambilan populasi dan sampel difokuskan kepada mahasiswa untuk
mendapatkan digunakan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi [5].
Menurut data Badan Administrasi Akademik, jumlah mahasiswa aktif Telkom
University pada tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 22.057 orang. Responden dari
kuesioner dipilih secara acak yang terdiri dari pria dan wanita dengan jumlah 200
responden disesuaikan dengan model analisis yang digunakan yaitu Partial Least
Square (PLS) yaitu antara 30-200 sampel. Selain itu, penentuan jumlah sampel
juga menggunakan model Charlez Gervitz yang disesuaikan dengan model
analisis PLS. Metode Charles Gervitz menyatakan apabila populasi lebih dari
10.000 orang maka sampel untuk respondennya 200 500 orang [12].
Penentuan jumlah sample juga sesusai menurut Roscoe dalam Sugiyono
[16], yaitu :
1. Ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 500.
2. Bila sampel dibagi dalam kategori (misal: pria-wanita; PNS-Swasta dsb) maka
jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.
3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate
(mis.korelasi, regresi ganda) maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali
dari jumlah variabel yang diteliti. Mis. Variabel penelitiannya ada 5
(independen+dependen) maka jumlah anggota sampel = 10 X 5 = 50.

4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana yang menggunakan kelompok


eksperimen dan kelompok kontrol, maka jumlah anggota sampel masingmasing antara 10 -20.
Selain itu juga terdapat rumus perhitungan sampel menggunakan teori
Slovin dengan menggunakan tingkat error 10% yang menghasilkan jumlah
sampel 99,54 yang dapat dibulatkan menjadi 100 sample. Berikut adalah rumus
penghitungan sampel menggunakan teori Slovin [23]:
n=

N
N . d 2+1

dimana:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
d = galat pendugaan
Populasi dan sampel pada penelitian ini haruslah memenuhi beberapa jenis
latar belakang calon responden yaitu mahasiswa Telkom Univeristy dan telah
menggunakan aplikasi IDEA. Berdasarkan kriteria tersebut, maka dipilihlah
populasi sebagai berikut :

Semua Jurusan dan Fakultas di Telkom University.

Pria dan wanita.

Usia 18-23 tahun.

Sampel yang dipilih pada penelitian ini adalah mahasiswa Telkom


University dari 7 fakultas dan diambil secara merata berdasarkan populasi tiap
fakultas yang terdiri dari :
No.
1
2
3
4
5
6
7

Fakultas
Fakultas Teknik Elektro
Fakultas Informatika
Fakultas Rekayasa Industri
Fakultas Ilmu Terapan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Fakultas Komunikasi dan Bisnis
Fakultas Industri Kreatif

Populasi
4000
2562
2720
3277
3092
2613
3283

Persentase
18,13%
11,61%
12,33%
14,85%
14,01%
11,84%
14,88%

Sampel
37
24
26
30
28
25
30

Satu-satunya instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah


kuesioner. Pengukuran variabel dilakukan dengan skala Likert, yaitu skala yang
digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan presepsi seseorang dengan
member skor kepada masing-masing alternatif jawaban [16].
Responden diminta untuk menyatakan pendapatnya mengenai konstruk
penerimaan user dalam mengakses aplikasi IDEA sesuai dengan persepsi
responden. Pilihan jawaban yang disediakan terdiri dari 5 pilihan, yaitu : Sangat

Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Netral (N), Setuju (S), Sangat Setuju (SS)
[16]. .
Berikut ini adalah tabel pemberian nilai terhadap jawaban responden :
Tabel 3-1 Nilai terhadap jawaban responden
Jawaban
Sangat Setuju
Setuju
Netral
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju

Singkatan
SS
S
N
TS
STS

Nilai
5
4
3
2
1

Variabel merupakan semua karakteristik umum yang dapat diukur dan


dapat berubah dalam keluasan, intensitas, atau keduanya [15]. Nilai tersebut
dapat berbeda untuk waktu yang berbeda meskipun ditujukan pada objek/ subjek
yang sama. Sesuai dengan model analisis yang digunakan dalam penelitian ini,
UTAUT, maka variabel yang digunakan meliputi variabel independen dan
variabel dependen [3].
Tabel 3-2 Item Variabel Pertanyaan Kuesioner [3]
No
1
2
3
4
No
1
2
3
No
1
2
3
No
1
2
3
4
No
1
2

Pertanyaan: Variabel Performance Expectancy


Menurut saya IDEA secara keseluruhan berguna dalam studi saya.
Menggunakan IDEA memungkinkan saya untuk menyelesaikan tugas lebih
cepat.
Menggunakan IDEA akan meningkatkan kinerja saya dalam pembelajaran
online.
Menggunakan IDEA akan meningkatkan produktivitas saya dalam
pembelajaran online.
Pertanyaan: Variabel Effort Expectancy
Menurut saya IDEA mudah digunakan.
Mudah menemukan dan menggunakan menu dalam IDEA.
Mudah mempelajari pengoperasian IDEA.
Pertanyaan: Variabel Social influence
Teman saya berfikir bahwa saya harus menggunakan IDEA.
Dosen saya berpikir saya harus menggunakan IDEA.
Dosen Universitas saya telah mendorong saya untuk menggunakan IDEA.
Pertanyaan: Variabel Facilitating Condition
Secara umum, Universitas mendukung penggunaan IDEA (misal: dengan
menyediakan computer dan akses internet).
Saya mempunyai fasilitas yang cukup untuk menggunakan IDEA.
Saya mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menggunakan IDEA.
Tersedia admin yang bersedia membantu saya saat saya kesulitan
menggunakan IDEA.
Pertanyaan: Variabel Attitude Towards Behavior
Menggunakan IDEA merupakan ide yang bagus.
Saya suka menggunakan dengan IDEA.
7

3
No
1
2
3

Bekerja dengan IDEA menyenangkan.


Pertanyaan: Variabel Behavioral Intention
Saya sungguh berniat menggunakan IDEA.
Saya memperkirakan bahwa saya akan menggunakan.
Saya berencana menggunakan IDEA.

4. Pengolahan Data dan Analisis


4.1. Evaluasi Model Pengukuran
Tabel 4-1 Outer Loading Factor
Variabel
Performance
Expectancy

Effort Expectancy

Social Influence

Facilitating Conditions
Attitude Toward
Behavior
Behavioral Intention

Kode
PE1
PE2
PE3
PE4

Outer Loading
0,779625
0,825287
0,834798
0,793151

EE1

0,845307

EE2
EE3
SI1
SI2
SI3
FC1
FC2
FC3
FC4
AT1
AT2
AT3
BI1
BI2
BI3

0,885621
0,847919
0,852071
0,826558
0,802636
0,743138
0,684940
0,654666
0,765772
0,677980
0,880885
0,882735
0,858055
0,871574
0,838843

Tabel 4-2 Cross Loading Value


PE1
PE2
PE3
PE4
EE1
EE2
EE3
SI1
SI2
SI3

PE
0,77963
0,82529
0,8348
0,79315
0,25113
0,32611
0,29384
0,49985
0,47036
0,46617

EE
0,28318
0,26626
0,28028
0,26632
0,84531
0,88562
0,84792
0,42275
0,31096
0,38131

SI
0,4805
9
0,4862
9
0,4448
3
0,4648
1
0,3547
5
0,4327
0,3778
0,8520
7
0,8265
6
0,8026
4

FC
0,37243
0,38897
0,39807
0,38808
0,29365
0,28083
0,32733
0,54852
0,42424
0,42546

AT
0,39777
0,43827
0,42218
0,36814
0,36198
0,39199
0,42554
0,53468
0,40337
0,37197

BI
0,44214
0,49221
0,4939
0,42165
0,35149
0,37078
0,29771
0,56803
0,46223
0,4015
8

FC1
FC2
FC3
FC4
AT1
AT2
AT3
BI1
BI2
BI3

0,41386
0,23772
0,30611
0,36923
0,40063
0,44677
0,40012
0,51409
0,45421
0,49969

0,12262
0,29228
0,38666
0,25244
0,2662
0,40411
0,43462
0,43252
0,27295
0,28511

0,5106
0,3609
1
0,3680
1
0,3750
4
0,3278
8
0,5158
3
0,4629
7
0,5646
9
0,4629
0,4644
8

0,74314
0,68494
0,65467
0,76577
0,4363
0,47756
0,44915
0,56808
0,46042
0,44009

0,43379
0,24367
0,35864
0,4844
0,67798
0,88089
0,88274
0,66782
0,4749
0,45355

0,49927
0,33695
0,34325
0,43942
0,38065
0,54587
0,60951
0,85806
0,87157
0,83884

Tabel 4-3 Ave Value


PE
EE
SI
FC
AT
BI

AVE Value
0,653723
0,739279
0,684482
0,509097
0,671612
0,733186

Tabel 4-4 Overview Quality Criteria


AVE
PE
EE
SI
FC
AT
BI

0,65372
3
0,73927
9
0,68448
2
0,50909
7
0,67161
2
0,73318
6

Composite
Reliability

Cronbachs
Alpha

0,882980

0,823440

0,894766

0,823438

0,866743

0,773209

0,805152

0,683621

0,858180

0,749775

0,891795

0,819963

4.2. Evaluasi Model Struktural


9

Tabel 4-5 R Square

AT
BI

R Square
0,445350
0,547020

Tabel 4-6 Path Coefficients (Mean, STDEV, T-Values)

H1

H2

H3

H4

H5

H6
H7

Hipotesis
Performance
Expectancy
-> Attitude
Toward
Behavior
Effort
Expectancy
-> Attitude
Toward
Behavior
Social
Influence ->
Attitude
Toward
Behavior
Facilitating
Conditions ->
Attitude
Toward
Behavior
Performance
Expectancy
->
Behavioral
Intention
Effort
Expectancy
->
Behavioral
Intention
Social
Influence ->
Behavioral

Original
Sample (O)

Standard
Deviation
(STDEV)

T Statistics (|
O/STERR|)

Tingkat
Signifikansi
(1,97)

Keterangan

0,20056

0,10681

1,87773

Tidak
Signifikan

Positif

0,21642

0,08158

2,65267

Signifikan

Positif

0,15965

0,12740

1,25316

Tidak
Signifikan

Positif

0,28863

0,09983

2,89112

Signifikan

Positif

0,21331

0,101594

2,09964

Signifikan

Positif

0,036549

0,09573

0,381769

Tidak
Signifikan

Positif

0,16626

0,11391

1,45951

Tidak
Signifikan

Positif

10

Intention

H8

H9

Facilitating
Conditions ->
Behavioral
Intention
Attitude
Toward
Behavior ->
Behavioral
Intention

0,19759

0,09841

2,00775

Signifikan

Positif

0,31190

0,10321

3,02184

Signifikan

Positif

4.3. Pengujian Hipotetsis


H1: Performance expectancy (PE) mempunyai pengaruh positif yang
tidak signifikan terhadap attitude towards behavior (AT) penerimaan IDEA.
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan ekspektasi kinerja
(Performance Expectancy) IDEA tidak akan mempengaruhi sikap (Attitude
Toward Behavior) mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, tingkat
kepercayaan pengguna (Perceived Usefulness), kemampuan sistem (Job-fit) dan
inovasi IDEA (Relative Adventage) tidak dapat dijadikan landasan untuk
memperbaiki sikap mahasiswa dalam menggunakan IDEA.
H2: Effort expectancy (EE) mempunyai pengaruh positif yang
signifikan terhadap attitude towards behavior (AT) penerimaan IDEA. Hasil
uji hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan ekspektasi usaha (Effort
Expectancy) penggunaan IDEA akan mempengaruhi sikap (Attitude Toward
Behavior) mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, persepsi
kemudahan penggunaan IDEA (Perceived Ease of Use), kompleksitas
(Complexity) dan kemudahan IDEA (Ease of Use) dapat dijadikan landasan untuk
memperbaiki sikap mahasiswa dalam menggunakan IDEA.
H3: Social influence (SI) mempunyai pengaruh positif yang tidak
signifikan terhadap attitude towards behavior (AT) penerimaan IDEA. Hasil
uji hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan pengaruh sosial (Social
Influence) IDEA tidak akan mempengaruhi sikap (Attitude Toward Behavior)
mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, norma subjektif
(Subjective Norm), faktor social (Social Factor) dan kepribadian (Image)
mahasiswa tidak dapat dijadikan landasan untuk memperbaiki sikap mahasiswa
dalam menggunakan IDEA.
H4: Facilitating conditions (FC) mempunyai pengaruh positif yang
signifikan terhadap attitude towards behavior (AT) penerimaan IDEA. Hasil
uji hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kondisi fasilitas
(Facilitating Conditions) kampus akan mempengaruhi sikap (Attitude Toward
Behavior) mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, persepsi control
perilaku penggunaan IDEA (Perceived Behavioral Control), kondisi fasilitas
(Facilitating Conditions) dan kesesuaian IDEA (Compability) dapat dijadikan
landasan untuk memperbaiki sikap mahasiswa dalam menggunakan IDEA.
11

H5: Performance expectancy (PE) mempunyai pengaruh positif yang


signifikan terhadap behavioral intention (BI) penerimaan IDEA. Hasil uji
hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan ekspektasi kinerja
(Performance Expectancy) IDEA akan mempengaruhi minat (Behavioral
Intention) mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, tingkat
kepercayaan pengguna (Perceived Usefulness), kemampuan sistem (Job-fit) dan
inovasi IDEA (Relative Adventage) dapat dijadikan landasan untuk memperbaiki
minat mahasiswa dalam menggunakan IDEA.
H6: Effort expectancy (EE) mempunyai pengaruh positif yang tidak
signifikan terhadap behavioral intention (BI) penerimaan IDEA. Hasil uji
hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan ekspektasi usaha (Effort
Expectancy) penggunaan IDEA tidak akan mempengaruhi minat (Behavioral
Intention) mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, persepsi
kemudahan penggunaan IDEA (Perceived Ease of Use), kompleksitas
(Complexity) dan kemudahan IDEA (Ease of Use) tidak dapat dijadikan landasan
untuk memperbaiki minat mahasiswa dalam menggunakan IDEA.
H7: Social influence (SI) mempunyai pengaruh positif yang tidak
signifikan terhadap behavioral intention (BI) penerimaan IDEA. Hasil uji
hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan pengaruh sosial (Social
Influence) IDEA tidak akan mempengaruhi minat (Behavioral Intention)
mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, norma subjektif
(Subjective Norm), faktor social (Social Factor) dan kepribadian (Image)
mahasiswa tidak dapat dijadikan landasan untuk memperbaiki minat mahasiswa
dalam menggunakan IDEA.
H8: Facilitating conditions (FC) mempunyai pengaruh positif yang
signifikan terhadap behavioral intention (BI) penerimaan IDEA. Hasil uji
hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kondisi fasilitas
(Facilitating Conditions) kampus akan mempengaruhi minat (Behavioral
Intention) mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, persepsi control
perilaku penggunaan IDEA (Perceived Behavioral Control), kondisi fasilitas
(Facilitating Conditions) dan kesesuaian IDEA (Compability) dapat dijadikan
landasan untuk memperbaiki minat mahasiswa dalam menggunakan IDEA.
H9: Attitude towards behaviour (AT) mempunyai pengaruh positif
yang signifikan terhadap behavioral intention (BI) penerimaan IDEA. Hasil
uji hipotesis menunjukkan bahwa dengan meningkatkan sikap (Attitude Towards
Behaviour) mahasiswa akan mempengaruhi minat (Behavioral Intention)
mahasiswa untuk menggunakan IDEA. Dengan begitu, minat mahasiswa (Attitude
Towards Behaviour), motivasi instrinsik (Instrinsic Motivation) dan pengaruh
penggunaan IDEA (Affect Toward Use) dapat dijadikan landasan untuk
memperbaiki minat mahasiswa dalam menggunakan IDEA.
4.4. Rekomendasi Sistem

12

IDEA Telkom University adalah sebuah Learning Management System


(LMS) yang dikembangkan untuk Telkom University. LMS ini berguna untuk
membantu civitas akademik menyelenggarakan pembelajaran melalui internet.
Mahasiswa dapat mengunduh bahan perkuliahan, berdiskusi dan mengerjakan
tugas-tugas dari dosen.
Pada temuan hasil analisis kuisioner didapat bahwa berdasarkan hipotesa
ke 2, 4, 5, 8 dan ke 9 menyatakan bahwa mempunyai pengaruh signifikan dan
positif terhadap penerimaan IDEA oleh mahasiswa Telkom University. Maka dari
itu perlu adanya rekomendasi perbaikan pada IDEA mengenai faktor-faktor
dependen yang berpengaruh signifikan terhadap faktor independen yang didapat
dalam penelitian sehingga dapat meningkatkan penerimaan IDEA dalam
pengembangan selanjutnya. Faktor-faktor dependen tersebut meliputi
performance expectancy, effort expectancy dan facilitating conditions. Faktor
dependen social influence tidak dijadikan acuan untuk rekomendasi sistem karena
dalam penelitian faktor tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap faktor dependen sebagai niatan penggunaan IDEA itu sendiri.
Faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan tersebut akan
diturunkan menurut atributnya masing-masing sehingga dapat dijadikan acuan
yang lebih spesifik untuk pembutan protoype rekomendasi sistem IDEA. Tabel 4.2
merupakan turunan dari setiap faktor yang akan dijadikan acuan pembuatan
rekomendasi sistem IDEA.
Pembuatan rekomendasi dilakukan dengan menggunakan moodle karena
pada moodle terdapat fitur yang lengkap untuk menjadi bahan perbaikan dari
IDEA dan terbukti telah banyak digunakan oleh banyak Universitas ternama
dunia. Bahkan penelitian penerimaan terhadap moodle dengan menggunakan
model UTAUT mendapatkan hasil 80% positif dan signifikan terhadap
hipostesisnya [27]. Tabel 4.12 merupakan kajian dari rekomendasi sistem IDEA:
Tabel 4.1 Kajian Rekomendasi Sistem IDEA
Variabel

Atribut

Performanc
e
Expectancy

Perceived
Usefulness
(Davis
1989; Davis
et al. 1989)

Job-fit
(Thompson
et al. 1991)

Rekomndasi
Sistem
Tingkat
dimana Belum terdapat Penambahan
suatu orang percaya Upcoming
Upcoming
bahwa menggunakan Event.
Event.
sistem tertentu akan
meningkatkan atau
kinerja
pekerjaannya.
Bagaimana
Belum terdapat Ditambahkan
kemampuan
dari kalender yang kalender yang
sistem meningkatkan otomatis.
otomatis.
kinerja
individual
dalam berkerja.
Definisi

IDEA

13

Relative
Advantage
(Moore and
Benbasat
1991)

Perceived
Ease of Use
(Davis
1989; Davis
et al. 1989)

Effort
Expectancy

Facilitating
Conditions

Complexity
(Thompson
et al. 1991)

Tingkat
dimana
menggunakan
sebuah
inovasi
dianggap
sebagai
lebih baik daripada
menggunakan
prekursor.
Tingkat
dimana
suatu orang percaya
bahwa menggunakan
sistem
akan
mengecilkan upaya.

Tingkat
dimana
suatu
sistem
dirasakan relatif sulit
dipahami
dan
digunakan.
Ease of Use Sejauh
mana
(Moore and menggunakan suatu
Benbasat
inovasi
dianggap
1991)
sebagai sulit untuk
digunakan.
Perceived
Mencerminkan
Behavioral
persepsi internal dan
Control
eksternal
pada
(Ajzen
perilaku
dan
1991;
meliputi
kondisi
Taylor and
fasilitasi
sumber
Todd 1995a, daya dan teknologi.
1995b)
Facilitating Faktor-faktor
Conditions
objektif
dalam
(Thompson lingkungan
yang
et al. 1991) dipercaya
oleh
peneliti
sebagai
tindakan
yang
mudah
dilakukan,
yaitu
termasuk
dukungan komputer.

Belum terdapat Penambahan


course
course
overview.
overview.

Download
materi
tidak
dapat
dilakukan
dengan sekali
klik.
Kuis
online
tidak
dapat
dilakukan
dengan mudah.

Dipermudah
untuk download
materi dengan
sekali klik.

Mempermudah
mahasiswa
menggunkan
menu
kuis
online.
Forum diskusi Mempermudah
online sangat penggunaan
sulit
forum diskusi
digunakan.
online.
Akses internet Akses internet
yang sulit dan dipermudah dan
lambat.
dipercepat.

Tidak tersedia
computer
untuk
mengakses
IDEA
di
kawasan
kampus.

Menyediakan
computer untuk
mengakses
IDEA
di
lingkungan
kampus.

14

4.4.1

Perbandingan IDEA Telkom University dan IDEA Hasil


Rekomendasi

Gambar 4.1 Tampilan IDEA Sekarang

Gambar 4.4 merupakan tampilan IDEA saat ini, berikut adalah


rekomendasi sitem IDEA berdasarkan penelitian menggunakan metode UTAUT
dan memperbaiki sistem menggunakan atribut dari faktor-faktor yang
berpengaruh positif dan signifikan dengan menggunaan moodle:

Gambar 4.2 Tampilan Rekomendasi Sistem IDEA berbasis Moodle

Performance Expectancy :
Gambar 4.4 adalah penambahan fitur IDEA berdasarkan dari atribut dari
variabel Performance Expectancy :
15

Gambar 4.3 Rekomendasi Sistem IDEA menurut atribut dari Performance


Expectancy

1. Perceived Usefulness
Ditambahkannya kolom Upcoming Events untuk meningkatkan kinerja
pengguna IDEA.
2. Job-fit
Ditambahkan kalender yang akan secara otomatis menandai event yang
akan datang sebagai inovasi untuk mempermudah kinerja.
3. Relative Advantage
Menampilkan Course Overview untuk meningkatkan kinerja pengguna
IDEA.
Effort Expectancy:
1. Complexity
Mempermudah pengguna untuk melakukan kuis.
Gambar 4.5 merupakan tampilan saat pengguna akan melakukan kuis pada
rekomendasi sitem IDEA :

Gambar 4.4 Kuis pada Rekomendasi Sistem IDEA

16

2. Perceived Ease of Use


Mempermudah pengguna untuk mendownload materi.
Gambar 4.6 merupakan forum diskusi pada rekomendasi sistem IDEA:

Gambar 4.5 Download Materi pada Rekomendasi Sistem IDEA

3. Ease of Use
Mempermudah pengguna untuk melakukan diskusi pada forum.
Gambar 4.7 merupakan forum diskusi pada rekomendasi sistem IDEA:

Gambar 4.6 Forum Diskusi pada Rekomendasi Sistem IDEA

Facilitating Conditions :
1. Perceived Behavioral Control
Ketersediaannya akses internet yang cepat dan mudah dapat menimbulkan
perilaku positif atas pemakaian IDEA.
2. Facilitating Conditions

17

Infrastuktur yang mamadai seperti penyediaan komputer untuk mengakses


IDEA di kawasan kampus dapat membuat pengguna IDEA merasa
nyaman.
5. Penutup
5.1. Kesimpulan
1. Pemanfaatan e-learning IDEA oleh mahasiswa di lingkungan Telkom
University belum sepenuhnya digunakan atau dirasakan untuk menjadikan
e-learning ini sebagai media pembelajaran berdasarkan penerimaannya
karena terdapat 4 dari 9 hipotesis yang tidak terpenuhi dengan
menggunakan metode analisis UTAUT.
2. Variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan
IDEA adalah sebagai berikut:
1. Effort Expectancy terhadap Attidue Toward Behavior.
2. Facilitating Conditions terhadap Attidue Toward Behavior.
3. Performance Expectancy terhadap Behavioral Intention.
4. Facilitating Conditions terhadap Behavioral Intention.
5. Attidue Toward Behavior terhadap Behavioral Intention.
Variabel
yang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
penerimaan IDEA adalah sebagai berikut:
1. Performance Expectancy terhadap Attidue Toward Behavior.
2. Social Influence terhadap Attidue Toward Behavior.
3. Effort Expectancy terhadap Behavioral Intention.
4. Social Influence terhadap Behavioral Intention.
3. Rekomendasi berupa prototype IDEA dibuat dengan dasar meningkatkan
variabel yang berpengaruh signifikan dan positif berdasarkan tiap
atributnya sehingga untuk pengembangan IDEA selanjutnya akan
mendapatkan hasil yang baik.
5.2. Saran
1. Memperluas populasi dan sampel penelitian yaitu dengan menambahkan
dosen sebagai pengguna lain IDEA sehingga mendapatkan hasil yang jauh
lebih baik.
2. Menggunakan teori statistik selain Theory of Acceptance and Use of The
Technology (UTAUT) agar didapat hasil yang berbeda.
Membuat prototype rekomendasi sistem yang sudah dapat diuji hasilnya
dalam bentuk website secara keseluruhan berkaitan dengan hasil analisis.

18