Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Virus adalah kata Latin untuk racun. Sebelum berkembangnya ilmu

pengetahuan, segala penyebab penyakit yang misterius pada manusia disebut


virus. Sejarah penemuan virus dimulai pada tahun 1883 oleh A. Mayer, seorang
ilmuwan Jerman. Ia melakukan penelitian tentang penyebab penyakit mosaik pada
tembakau. Penyakit mosaik ini menyebabkan pertumbuhan tembakau menjadi
terhambat (kerdil) dan daunnya berwarna belang-belang. Mayer menemukan
bahwa penyakit mosaik tersebut menular ke tanaman tembakau lain ketika ia
menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang berpenyakit ke tanaman tembakau
yang sehat.
Virus memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan kelompok
makhluk hidup lain. Dalam klasifikasi makhluk hidup, virus dipisahkan menjadi
kelompok tersendiri. Tubuh virus hanya terdiri dari selubung protein dan isi yang
terdiri dari DNA saja atau RNA saja. Ketika virus dikristalkan, virus mirip benda
tak hidup. Namun, jika dimasukkan ke dalam lingkungan yang cocok, virus akan
hidup kembali. Sebagai parasit sejati, virus menginfeksi tumbuhan, hewan, dan
manusia. Penyakit AIDS, cacar, polio, hepatitis, herpes merupakan contoh
penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang manusia. Ilmu yang
mempelajari virus disebut virologi. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai ciri
dan peran virus dalam kehidupan manusia maka penulis akan membahasnya
dalam paper ini.
1.2

Rumusan Masalah

1.2.1 Apa pengertian virus ?


1.2.2 Bagaimana struktur virus ?
1.2.3 Bagaimana cara infeksi virus ?
1.2.4 Bagaimana mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus ?
1

1.2.5 Bagaimana pemberantasan virus ?


1.2.6 Bagaimana pemeriksaan laboratorium virus ?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui apa pengertian virus ?
1.2.2 Mengetahui bagaimana struktur virus ?
1.2.3 Mengetahui bagaimana cara infeksi virus ?
1.2.4 Mengetahui bagaimana mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus ?
1.2.5 Mengetahui bagaimana cara pemberantasan virus ?
1.2.6 Mengetahui btttagaimana pemeriksaan laboratorium virus ?

BAB II

PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Virus
Kata virus berasal dari bahasa latin yaitu venom yang berarti racun.

Diartikan demikian karena hampir semua jenis virus adalah penyebab penyakit,
baik pada tumbuhan, hewan maupun manusia. Virus hanya dapat bereplikasi di
dalam sel/jaringan hidup sehingga disebut parasit obligat intraseluler.
Virus memiliki sifat yang unik yaitu apabila di dalam sel makhluk hidup
(intraseluler) virus dapat bereplikasi seperti makhluk hidup, sebaliknya apabila
virus berada di luar sel makhluk hidup (ekstraseluler) virus merupakan benda mati
sehingga sering disebut sebagai partikel. Dalam kondisi ekstraseluler ini, partikel
virus dikenal dengan nama virion. Virion tidak melakukan aktivitas biosintesis
atau respirasi. Pada saat genom virus memasuki sel baru, kondisi intraseluler
dimulai. Dalam kondisi intraseluler terjadi reproduksi virus, genom virus
dihasilkan dan komponen-komponen pembentuk mantel virus disintesis. Proses
pada saat genom virus memasuki sel dan bereproduksi dinamakan infeksi. Sel
yang dapat diinfeksi oleh virus dan virus tersebut dapat bereproduksi di dalamnya
dinamakan sebagai inang. Virus tersebut kemudian mengambil alih mesin dan
fungsi metabolik inang untuk menghasilkan komponen-komponen pembentuk
virus.
Virus dapat bertindak sebagai agen penyakit dan agen pewaris sifat.
Sebagai agen penyakit, virus memasuki sel dan menyebabkan perubahanperubahn yang membahayakan bagi sel, yang akhirnya dapat merusak atau bahkan
menyebbkan kematian pada sel yang diinfekinya. Sebagai agen pewaris sifat,
virus memasuki sel dan tinggal di dalam sel tersebut secara permanen. Perubahan
yang diakibatkannya tidak membahayakan bagi sel atau bahkan bersifat
menguntungkan. Dalam beberapa kasus, virus dapat bertindak sebagai agen
penyakit atau sebagai agen pewaris sifat tergantung dari sel-sel inangnya dan
kondisi lingkungan.
2.2

Struktur Virus

Ukuran virus bervariasi, mulai yang terkecil, eg: poliovirus 30 nm sampai


yang terbesar, eg: vaccinia virus 400 nm. Partikel virus atau virion ada yang hanya
berbentuk nucleocapsid, tetapi banyak juga yang berbentuk nucleocapsid yang
dikelilingi oleh membrane atau outer enveloped. Tubuh virus terdiri atas:
kepala, kulit (selubang atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
1.

Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.

2.

Kapsid
Kapsid adalah selubang yang berupa protein. Kapsid terdiri atas bagianbagian yang disebut kapsomer. Kapsomer adalah subunit-subunit protein
dengan jumlah jenis protein yang biasanya sedikit, kapsomer akan
bergabung membentuk kapsid, misalnya virus mozaik tembakau yang
memiliki kapsid heliks (batang) yang kaku dan tersusun dari seribu
kapsomer, namun dari satu jenis protein saja. Kapsid pada TMV(Tobacco
Mozaik Virus) dapat terdiri atas satu rantai pelipeptida yang tersusun atas
2.100 kapsomer. Kapsid juga terdiri atas protein monomer protein-protein
monomer yang identik, yang masing-masing terdiri dari rantai peptida.
Kapsid merupakan lapisan pembungkus DNA atau RNA, kapsid dapat
berbentuk heliks (batang), misalnya pada virus mozaik, ada yang
berbentuk polihedral pada virus adenovirus, ataupun bentuk yang lebih
kompleks lainnya. Kapsid yang paling kompleks ditemukan pada virus
Bbakteriofaga (faga). Faga yang pertama kali dipelajari mencakup tujuh
faga yang menginfeksi bakteri Escherichia coli, ketujuh faga ini diberi
nama tipe 1 (T1), tipe 2 (T2), tipe 3 (T3) dan seterusnya sesuai dengan
urutan ditemukannya.

3.

Isi tubuh
Isi tubuh yang sering disebut virion. Adalah bahan genetik yakni asam
nukleat (DNA atau RNA), contoh adalah sebagai berikut.
a. Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara
lain, polyomyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan virus influenza.

b. Virus yang isi tubuhnya RNA, protein, lipida, dan polisakarida,


contohnya paramixovirus.
c. Virus yang isi tubuhnya terdiri atas RNA, protein, dan banyak lipida,
contohnya virus cacar.
Tubuh virus tersusun atas senyawa-senyawa berikut:
1) Asam nukleat, asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat
(RNA) sebagai bagian inti. Asam nukleat pada virus diselubangi kapsid
sehingga disebut nukleokapsid. Ada dua macam nukleokapsid yaitu:
a) Nukleokapsid telanjang, misalnya pada TMV, adenovirus dan
warzervirus (virus kulit).
b) Nukleokapsid yang masih diselubangi membran pembungkus misalnya
viorus influenza dan virus hespes.
2) Protein, merupakan komponen utama yang menyusun bagian terbesar
dari kapsid.
3) Lipid, terdapat pada virus dalam bentuk fosfolipid, gikolipid, asam
nukleat, kolesterol dan lemak-lemak alami.
4) Karbohidrat, terdapat dalam bentuk ribose atau deoksirebose dalam
asam nukleat.
4.

Ekor
Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya.
Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang di lengkapi benang / serabut.
Virus berselubung
Virus berselubung ditandai dengan nukleokapsid yang diselubungi oleh
suatu membran pembungkus, misalnya pada
virus

influenza,virus

herpes

dan

HIV

Sumber:http://doctorology.net/wp-content/uploads/2009/hiv.jpg

Bakteriofage

Untuk mempermudah dan memahami struktur


virus, kita pelajari struktur bakteriofage. Struktur
bakteriofage terdiri dari kepala, ekor dan serabut
kaki. Kepala terdiri dari asam nukleat yang
diselubungi kapsid berbentuk polihedral. Bagian
ekor

menancap

ke

kepala.

Kaki

serabut

merupakan perpanjangan ekor yang berfungsi


untuk menempel pada permukaan sel bakteri.

2.3

Infeksi Virus
Banyak virus dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kita dan

bisa menyebabkan beragam gangguan bergantung pada jenis virus itu sendiri,
Pertahanan

tubuh

manusia

dan

lingkungan

internal

yang

mendukung

perkembangan virus merupakan salah satu penyebabnya.


Infeksi virus di awali dengan terjadinya invasi setempat pada permukaan
epitel lalu masuk ke dalam sirkulasi darah dan

menimbulkan fase viraemia

sampai akhrnya invasi sampai di sel sasaran, seperti : kulit, SSP dsb.
Tubuh memerangi virus yg memp berbagai fase infeksi melalui bermacammacam cara. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan akibat infeksi virus,
antara lain :
a. AIDS
HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune
Deficiency Syndrome), suatu penyakit yang menyerang sistem kekebalan
tubuh. HIV merupakan golongan virus yang jarang terdapat pada manusia,
6

yaitu retrovirus. Retrovirus merupakan virus RNA yang dapat membuat


DNA melalui proses transkripsi balik. Oleh karenanya, virus ini
melengkapi diri dengan enzim spesifik reverse transcriptase. HIV
menyerang limfosit T4 yang mempunyai peranan penting dalam mengatur
imunitas. Seseorang yang mengidap HIV jumlah limfosit T akan menurun.
Sekali terinfeksi HIV maka seumur hidup orang tersebut akan membawa
virus HIV. Virus HIV terdapat pada darah, cairan sperma, cairan yang
dihasilkan vagina dan cairan tubuh lainnya dari penderita AIDS.
b. Hepatitis B
Hepatitis B, virus ini berkembang di dalam jaringan hati sehingga dapat
mengakibatkan terjadinya kerusakan sel-sel hati. Tanda dan gejala hepatitis
B pada keadaan akut adalah nafsu makan berkurang, mual, lesu, muntah
dan demam, nyeri sendi, setelah 3-10 hari air seni berwarna gelap (coklat)
seperti teh, kulit dan bagian putih mata berwarna kuning. Penyakit ini
dapat dicegah dengan vaksinasi, diharapkan terbentuk kekebalan terhadap
penyakit hepatitis B dengan daya lindung kurang lebih lima tahun,
kemudian usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan mengkonsumsi
makanan yang tinggi kalori dan proteinnya, istirahat cukup, tidak
mengkonsumsi makanan dan minuman yang beralkohol, mengkonsumsi
obat dan vitamin yang berfungsi memperbaiki fungsi hati.
c. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti
menunjukkan gejala panas tinggi mendadak dan terus menerus selama 2-7
hari, nafsu makan dan minum turun, lemah, mual, muntah, sakit kepala,
sakit perut, nyeri ulu hati, bintik merah di kulit, pendarahan di gusi dan
hidung, berak darah, muntah darah.
d. Influenza
Influenza disebabkan oleh infeksi virus Orthoneovirus, ditularkan lewat
udara dan masuk ke alat-alat pernafasan. Tanda dan gejalanya adalah
demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, nyeri otot, biasanya akan
sembuh sendiri dalam 3-7 hari. Pencegahan dengan jalan menjaga daya
tahan tubuh serta menghindari interaksi dengan penderita.

e. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau sindrom


pernafasan akut.
Disebabkan oleh virus baru yang bermutasi dari virus Corona. Virus ini
menyerang sistem pernafasan.
1) Gejala awal demam lebih dari 38 0C tubuh, menggigil.
2) Masa inkubasi 2 sampai 10 hari.
3) Lemah, letih dan lesu.
4) Batuk kering dan sesak nafas karena kekurangan oksigen.
f. Polio
Virus polio memiliki capsid dengan bentuk icosahendral, virionnya tidak
berselubung, sferis dan berukuran 20-30 nm, termasuk RNA virus.
Manusia merupakan satu-satunya inang alami virus polio. Virus ini
menyerang sel-sel yang membatasi saluran pencernaan dan selsel susunan
saraf pusat, masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman atau
pernafasan. Gejala klinik infeksi virus polio adalah demam, malaise, sakit
tenggorokan, sakit kepala, meningitis aseptic, poliomyelitis paralitik
(lumpuh). Pencegahannya dilakukan dengan vaksinasi secara oral.
g. Smallpox (cacar)
Virus cacar (virus variola, smallpox virus) merupakan virus DNA dengan
ukuran 250 - 400 nm. Manusia merupakan satusatunya inang alami virus
ini, meskipun dapat pula menyerang kera Infeksi awal virus variola pada
manusia terjadi pada membran mukosa saluran pernafasan bagian atas.
Virus ini memperbanyak diri dalam mukosa dan jaringan limfa sehingga
terjadi

verimia

pertama.

Veremia

sekunder

terjadi

setelah

perkembangbiakan virus dalam organ-organ yang mengakibatkan erupsi


pada kulit dan membran mukosa.
Dan masih banyak lagi.

2.4

Mekanisme Pertahanan Tubuh


Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem pertahanan manusia

sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan

organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga
berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang
terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang teraberasi menjadi tumor.
Kemampuan sistem kekebalan untuk membedakan komponen sel tubuh
dari komponen patogen asing akan menopang amanat yang diembannya guna
merespon infeksi patogen baik yang berkembang biak di dalam sel tubuh
(intraselular) seperti misalnya virus, maupun yang berkembang biak di luar sel
tubuh (ekstraselular) sebelum berkembang menjadi penyakit. Meskipun demikian,
sistem kekebalan mempunyai sisi yang kurang menguntungkan. Pada proses
peradangan, penderita dapat merasa tidak nyaman oleh karena efek samping yang
dapat ditimbulkan sifat toksik senyawa organik yang dikeluarkan sepanjang
proses perlawanan berlangsung. Ada beberapa respon imun dalam mekanisme
pertahanan tubuh manusia, antara lain :
a. Respons imun nonspesifik terhadap infeksi virus
Infeksi virus secara langsung yang akan merangsang produksi IFN
oleh sel-sel terinfeksi; IFN berfungsi menghambat replikasi virus. Sel
NK mampu membunuh virus yang berada di dalam sel, walaupun virus
menghambat presentasi antigen dan ekspresi MHC klas I. IFN tipe I
akan meningkatkan kemampuan sel NK untuk memusnahkan virus
yang berada di dalam sel. Selain itu, aktivasi komplemen dan
fagositosis akan menghilangkan virus yang datang dari ekstraseluler
dan sirkulasi.
b. Respons imun spesifik terhadap infeksi virus
Menetralkan antigen virus dengan berbagai cara antara lain
menghambat perlekatan virus pada reseptor yang terdapat pada
permukaan sel sehingga virus tidak dapat menembus membran sel, dan
dengan cara mengaktifkan komplemen yang menyebabkan agregasi
virus sehingga mudah difagositosis. Melawan virus sitopatik yang
dilepaskan dari sel yang lisis.
9

Molekul antibodi dapat menetralisasi virus melalui berbagai cara. Antibodi


dapat menghambat kombinasi virus dengan reseptor pada sel, sehingga mencegah
penetrasi dan multiplikasi intraseluler, seperti pada virus influenza. Antibodi juga
dapat menghancurkan partikel virus bebas melalui aktivasi jalur klasik
komplemen atau produksi agregasi , meningkatkan fagositosis dan kematian
intraseluler.
Kadar konsentrasi antibodi yang relatif rendah juga dapat bermanfaat
khususnya pada infeksi virus yang mempunyai masa inkubasi lama, dengan
melewati aliran darah terlebih dahulu sebelum sampai ke organ target, seperti
virus poliomielitis yang masuk melalui saluran cerna, melalui aliran darah menuju
ke sel otak. Di dalam darah, virus akan dinetralisasi oleh antibodi spesifik dengan
kadar yang rendah, memberikan waktu tubuh untuk membentuk resposn imun
sekunder sebelum virus mencapai organ target.
2.5

Pemberantasan Virus
Pemberantasan terhadap virus dapat dilakukan dengan berbagai cara,

antara lain:
a. Menjaga kebersihan lingkungan baik di dalam maupun di luar rumah:
- Bersih dari kotoran dan sampah.
- Tidak membiarkan air tergenang agar tidak menjadi tempat bertelur
nyamuk.
b. Memutuskan daur hidup sumber virus :
- Abatisasi yaitu memasukkan zat abate ke dalam air, agar jentik-jentik
nyamuk mati.
- Pemberantasan nyamuk secara kimia dengan insektisida, dan secara
biologis dengan hewan lain (misalnya: cecak).

10

c. Memberikan pengobatan:
- Segera memberi obat merah (mercurochrom) pada luka ringan, agar
tidak terjadi infeksi.
- Menggunakan tablet atau suntikan, sebaiknya dengan petunjuk
dokter, terutama untuk obat antibiotika. Antibiotika adalah obat yang
mampu melawan hampir semua jenis virus dan bakteri. Pertama
ditemukan oleh Alexander Fleming dari Inggris. Antibiotika berbedabeda

kemampuannya

dalam

memerangi

virus,

sehingga

bila

takarannya tidak tepat, tidak akan berhasil dengan baik. Selain itu
dapat, menimbulkan akibat sampingan yang bisa menyebabkan
kematian.
2.6

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk menegakkan diagnosis

penyakit, dasar pengobatan, pemantauan perjalanan penyakit, pemantauan terapi,


dan penentuan diagnosis.
Contoh pemeriksaan laboratorium pada HIV :
Metode yang paling sering digunakan :
-

Antibodi terbentuk 3 - 6 Minggu bisa sampai 3 - 6 bulan

Antibodi HIV positif terinfeksi HIV

Paling efisien dan luas pemakaiannya

Tujuan
-

Mengetahui adanya infeksi HIV

Skrining darah

Ada beberapa macam :

11

Uji Elisa

Uji sederhana / cepat (rapid test)

Uji Western Blot

Pemeriksaan lab. untuk diagnosis infeksi HIV :


-

Biakan virus

Deteksi antigen : p24

Deteksi materi genetik : DNA provirus / RNA

Deteksi antibodi : penyaring & konfirmasi

Strategi pemeriksaan laboratorium :


Penderita

Curiga terinfeksi HIV

Konseling pre-tes

Informed consent

Tes darah

Konseling pasca-tes hasil positif / negative

12

Harus rahasia

BAB III
PENUTUP
3.1

Simpulan

Virus memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan kelompok


makhluk hidup lain. Dalam klasifikasi makhluk hidup, virus dipisahkan menjadi
kelompok tersendiri. Tubuh virus hanya terdiri dari selubung protein dan isi yang
terdiri dari DNA saja atau RNA saja. Ukuran virus bervariasi, mulai yang terkecil,
eg: poliovirus 30 nm sampai yang terbesar, eg: vaccinia virus 400 nm. Partikel
virus atau virion ada yang hanya berbentuk nucleocapsid, tetapi banyak juga yang
berbentuk nucleocapsid yang dikelilingi oleh membrane atau outer enveloped.
Tubuh virus terdiri atas: kepala, kulit (selubang atau kapsid), isi tubuh, dan
serabut ekor. Infeksi virus di awali dengan terjadinya invasi setempat pada
permukaan epitel lalu masuk ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan fase
viraemia sampai akhrnya invasi sampai di sel sasaran, seperti : kulit, SSP dsb.
Ada beberapa respon imun dalam mekanisme pertahanan tubuh
manusia, antara lain : Respons imun nonspesifik terhadap infeksi virus
dan Respons imun spesifik terhadap infeksi virus. Pemberantasan

terhadap virus dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: Menjaga
kebersihan lingkungan baik di dalam maupun di luar rumah, Memutuskan daur
hidup sumber virus, Memberikan pengobatan. Pemeriksaan laboratorium
bertujuan untuk menegakkan diagnosis penyakit, dasar pengobatan, pemantauan
perjalanan penyakit, pemantauan terapi, dan penentuan diagnosis.
3.2

Saran
Diharapkan setelah membaca makalah ini para pembaca disarankan

mampu untuk tahu tentang virus dan cara pemberantasannya.


13

14