Anda di halaman 1dari 13

Sebuah asteroid ketika berada di perihelium menerima fluks dari

matahari sebesar F0 ketika di aphelium ia menerima sebesar 0,5 F0.


Orbit asteroid mempunyai setengah sumbu pendek b=1,3 SA.
a) Berapakah perode asteroid ini?
b) Ketika di aphelium berapakah kecepatan lepas asteroid ini?
Untuk mengerjakan soal ini, kita perlu meminta bantuan Pak Copernicus dan Pak Newton untuk
rumus-rumus ellips dan gravitasi.
Rumus-rumus ellips yang berguna antara lain:
R aphelium = a(1-e)
R perihelium = a(1+e)
e= [1-b^2/a^2)]^(-2)
rumus kecepatan lepas:

Dengan:
e = eksentrisitas elips
b = setengah sumbu pendek
c = setengah sumbu panjang
d = jarak
dan hukum Keppler III

sedangkan rumus fluks matahari

Dengan kata lain, fluks yang diterima berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.
Tidak usah berpanjang-panjang lagi deh, inilah cara mengerjakan poin a)

setelah tahu berapa eksentrisitasnya...

menggunakan hukum Keppler III, kita dapatkan bahwa P=1,53 tahun


untuk escape velocity...

Rasi bintang & Letaknya


Assalamu'alaikum Wr.Wb di postingan pertama saya, saya akan menshare ilmu saya sedikit
tentang apa itu rasi bintang, dan letaka letaknya. Berhubungan ada 88 rasi bintang yang ada di
langit saya akan menghimpunnya hanya menjadi 8 rasi bintang saja..

Rasi bintang

Suatu rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan
membentuk suatu konfigurasi khusus. Dalam ruang tiga dimensi, kebanyakan bintang yang kita
amati tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok
pada bola langit malam. Manusia memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam mengenali pola
dan sepanjang sejarah telah mengelompokkan bintang-bintang yang tampak berdekatan menjadi
rasi-rasi bintang. Susunan rasi bintang yang tidak resmi, yaitu yang dikenal luas oleh masyarakat
tapi tidak diakui oleh para ahli astronomi atau Himpunan Astronomi Internasional, juga disebut
asterisma. Bintang-bintang pada rasi bintang atau asterisma jarang yang mempunyai hubungan
astrofisika; mereka hanya kebetulan saja tampak berdekatan di langit yang tampak dari Bumi dan
biasanya terpisah sangat jauh.
Pengelompokan bintang-bintang menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan
yang berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda pula, sekalipun beberapa yang sangat
mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius.
Himpunan Astronomi Internasional telah membagi langit menjadi 88 rasi bintang resmi dengan
batas-batas yang jelas, sehingga setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja. Pada
belahan bumi (hemisfer) utara, kebanyakan rasi bintangnya didasarkan pada tradisi Yunani, yang
diwariskan melalui Abad Pertengahan, dan mengandung simbol-simbol Zodiak.
1. Rasi pari/crux
Rasi bintang yang gampang di temukan dan yang bisa di lihat di langit adalah rasi bintang
pari/crux Rasi bintang ini berbentuk pari/layang-layang/salib dan bisa kita lihat pada langit
malam dengan arah agak ke selatan. Salah satu fungsi rasi bintang adalah sebagai petunjuk arah
pada malam hari kalo tiba-tiba kita kehilangan arah. Pada setiap rasi bintang, ada satu bintang
yang paling terang, dan biasanya dalam peta rasi bintang diberi simbol (Seperti gambar)

2. Rasi orion
Rasi bintang kedua yang bisa di temukan sendiri di langit, tentunya setelah liat peta rasi bintang
adalah rasi bintang orion/pemburu. Rasi bintang ini dapat dilihat di langit sebelah barat. Dinamai

Orion, yang artinya adalah pemburu, rasi bintang ini didedikasikan bagi Orion, putera Neptune,
seorang pemburu terbaik di dunia. Orion ini sangat mudah dikenali dengan adanya 3 bintang
kembar yang berjajar membentuk sabuk Orion (Orion Belt). Satu lagi yang menarik bagi saya di
rasi orion ini adalah adanya bintang Bellatrix dan Betelgeuse pada konstelasinya. Bellatrix
adalah tokoh dalam Harry Potter, sedangkan Betelgeuse adalah salah satu judul film anak2 waktu
dulu. Ternyata saya baru tahu kedua nama itu adalah nama bintang, termasuk Sirius, Remus,
Regulus, dan lain-lain yang juga ada dalam dunia perfilman.

3. Rasi biduk
Rasi Bintang ketiga yang mungkin populer dan dapat dikenali, menjadi petunjuk arah utara
adalah rasi bintang Biduk/Beruang besar yang menunjukkan arah utara. Bentuknya seperti

gayung, dan terdiri dari 7 buah bintang, karena itu juga terkadang rasi bintang ini disebut sebagai
konstelasi bintang tujuh. Rasi bintang ini terlihat sepanjang tahun di langit utara.

4. Rasi scorpio
Rasi bintang keempat yang bisa dikenali dan menjadi petunjuk arah adalah rasi bintang scorpio.
Rasi bintang satu ini agak susah dicari, karena jumlah bintang yang membentuk konstelasinya
cukup banyak. Rasi Scorpio ini menjadi petunjuk arah tenggara/timur langit. Dalam mitologi
yunani kuno, Scorpio ini adalah utusan Apollo untuk membunuh sang Pemburu, Orion. Pada
konstelasi ini juga terdapat bintang Antares, salah satu bintang paling terang yang pernah
ditemukan.

5. Rasi Andromeda
Andromeda adalah salah satu rasi bintang yang terletak di belahan langit utara. Rasi bintang ini
berbentuk seperti huruf V dan bisa dilihat paling jelas di musim gugur bila kita tinggal di belahan

bumi utara. Rasi ini terletak di dekat kutub utara, sehingga hanya beberapa tempat di belahan
langit selatan seperti indonesia yang bisa melihat rasi ini dengan cukup jelas.
Salah satu mitos terkenal yang menjelaskan tentang rasi ini adalah mitologi Yunani. Mitologi ini
menjelaskan bahwa ibu Andromeda, Ratu Cassiopea mengatakan bahwa dia lebih cantik dari
bidadari laut. Bidadari laut pun tidak terima dan komplain kepada God of Sea, Poseidon.
Poseidon pun mengirim monster untuk menghancurkan negara Ratu Cassiopea. Untuk
menyelamatkan negara mereka, ratu Cassiopea dan suaminya, Raja Cepheus, harus
mengorbankan anaknya
Mengerti permintaan tersebut, Andromeda pun dirantai di sebuah karang yang terjal. Ketika
monster tersebut (bernama Cetus) hampir menggigit Andromeda, Perseus menyelamatkannya.
Itulah mitos orang Yunani tentang rasi bintang ini. Hal ini didasarkan pada letak Andromeda
yang berdekatan dengan rasi Perseus, Cepheus, Cassiopeia, dan Catus.
Bintang yang paling terang dari rasi ini adalah Alpha and (Alpheratz atau Sirrah), sebuah bintang
ganda yang mempunyai magnitudo 2,06

6. Rasi Antlia
Rasi Antlia adalah salah satu rasi bintang yang terletak di belahan langit selatan. Nama Antlia
berasal dari bahasa Yunani yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebih adalah
pompa, atau lebih tepatnya pompa udara.
Rasi ini ditemukan oleh astronom Perancis Abb Nicolas Louis de Lacaille pada abad 18 . Rasi
ini pada awalnya dinamakan Antlia pneumatica untuk menghargai penemuan pompa udara yang
ditemukan oleh fisikawan Perancis, Denis Papin. Antlia tidak memiliki mitologi secara khusus
karena Lacaille tidak menggunakan tradisi memberi nama berdasar mitologi, tetapi berdasar
nama latin suatu alat.
Rasi bintang ini dikelilingi oleh berbagai rasi yang lain. Mulai dari utara, Antlia
dikelilingi Hydra sang Monster laut, Pyxis yang merupakan sebuah kompas, Vela yang
merupakan layar dan Centaurus.
Bintang yang paling terang di rasi ini adalah Alpha antliae, sebuah bintang oranye raksasa
dengan magnitudo 4,25.

7. Rasi Apus
Apus (cendrawasih) adalah suatu rasi bintang redup di belahan selatan. Pertama kali ditemukan
dalam Uranometria yang ditulis oleh Johann Bayer, tetapi mungkin sudah dipakai untuk navigasi
sebelumnya. Nama lainnya untuk rasi ini adalah :

Apis Indica / Avis Indica


o berasal dari bahasa latin/yunani
o artinya burung dari india

Paradisaeus Ales
o berasal dari bahasa yunani
o artinya burung surga

, E Cho, Yqu
o berasal dari bahasa cina
o artinya Burung eksotik, burung kecil yang menakjubkan

8. Rasi aquarius
Aquarius, atau pembawa air, adalah salah satu dari 88 rasi bintang di langit. Dalam Zodiak,
individu yang memiliki bintang Aquarius, terlahir pada 20 Januari hingga 18 Februari, ketika
matahari ada pada bintang Aquarius.Rasi ini dapat ditemukan di wilayah yang sering disebut
Laut karena dia sekelompok dengan rasi bintang yang berhubungan dengan air seperti Cetus
paus, Pisces ikan, dan Eridanus sungai.

Bintang utama

ada beberapa bintang utama di rasi bintang aquarius yaitu:

Alpha Aquarii (Sadalmelik)

Beta Aquarii (Sadalsuud)

Gamma Aquarii (Sadachbia)

Delta Aquarii (Scheat)

Epsilon Aquarii (Albali)

Zeta Aquarii (Sadaltager)

Theta Aquarii (Ancha)

Sistem Koordinat Ekliptika


14 April 2014 by elZafFa
1. Pengertian Ekliptika dan Lingkaran Ekliptika
Ekliptika adalah jalur yang dilalui oleh suatu benda dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem
koordinat tertentu. Ekliptika pada benda langit merupakan suatu bidang edar berupa garis khayal
yang menjadi jalur lintasan benda-benda langit dalam mengelilingi suatu titik pusat sistem tata
surya. Sebagaimana equator langit yang merupakan garis potong diantara bidang khatulistiwa
dengan bola langit, ekliptika merupakan garis potong diantara bidang tempuhan bumi dengan
bola langit atau lingkaran yang memotong lingkarang equator langit membentuk sudut 2327.
Menurut Slamet Hambali dalam bukunya, pengertian ekliptika ini dibagi menjadi dua hal atau
bagian yaitu bidang ekliptika dan lingkaran ekliptika. Bidang ekliptika adalah bidang yang
dibentuk oleh lintasan bumi mengitari matahari setiap tahun yang berbentuk elips. Sedangkan
lingkaran ekliptika sendiri adalah lingkaran yang dibentuk oleh lintasan semu matahari dalam
mengelilingi bumi selama satu tahun . Titik perpotongan antara lingkaran equator dan ekliptika
itu terjadi dua kali yaitu pada saat matahari bergerak dari langit bagian selatan ke bagian utara
yaitu di titik aries. Dan yang kedua pada saat matahari bergerak dari bagian langit utara ke
bagian selatan yaitu di titik libra. Lingkaran ekliptika ini terbagi menjadi 4 bagian, masingmasing bagian terbagi lagi menjadi 3 bagian, sehingga menjadi 12 bagian. Tiap bagian diberi
nama rasi bintang atau buruj (zodiac) yang besarnya 30.
2. Lingkaran Bujur dan lingkaran lintang Ekliptika
Dalam sistem penentuan posisi benda langit atau dalam sistem koordinat ekliptika, diperlukan
beberapa unsur diantaranya bujur ekliptika, lingkaran bujur ekliptika, lintang ekliptika dan juga
lingkaran lintang ekliptika.
Lingkaran bujur ekliptika Bujur ekliptika (ecliptic longitude) adalah sudut yang dibentuk oleh
garis yang menghubungkan pengamat dengan titik musin semi dan garis yang menghubungkan
pengamat dengan proyeksi benda langit pada lingkaran ekliptika. Bujur ekliptika ini dihitung
mulai dari 0 sampai 360 dan dimulai dari titik menelusuri titik ekliptika ke arah timur.
Disamping itu juga dikenal sudut bujur ekliptika yang merupakan sudut yang dibentuk oleh
lingkaran bujur ekliptika melalui titik aries dengan lingkaran bujur ekliptika yang melalui benda
langit atau jarak yang dihitung dari titik aries ke arah timur melalui lingkaran ekliptika.

Sedangkan pengertian lingkaran bujur ekliptika itu sendiri ialah suatu titik besar yang
menghubungkan antara kutub utara ekliptika dengan kutub selatan ekliptika.
Lingkaran lintang ekliptika
Berikut ini gambar sistem koordinat ekliptika:

Dan berikut gabungan gambar sistem koordinat ekliptika dan koordinat ekuatorial:

= titik aries (vernal equinox) = asensio rekta = bujur ekliptika = deklinasi = lintang
ekliptika
3. Pembagian Sistem Koordinat Ekliptika
Dalam sistem koordinat ekliptika dikenal ada dua pembagian yaitu sistem koordinat heliosentrik
dan sistem koordinat geosentrik. Antara sistem Koordinat Ekliptika Heliosentrik dan Sistem

Koordinat Ekliptika Geosentrik sebenarnya identik. Yang membedakan keduanya hanyalah


manakah yang menjadi pusat koordinat. Pada Sistem Koordinat Ekliptika Heliosentrik, yang
menjadi pusat koordinat adalah matahari (helio = matahari). Sedangkan pada Sistem Koordinat
Ekliptika Geosentrik, yang menjadi pusat koordinat adalah bumi (geo = bumi). Karena itu
keduanya dapat digabungkan menjadi Sistem Koordinat Ekliptika. Pada Sistem Koordinat
Ekliptika, yang menjadi bidang datar sebagai referensi adalah bidang orbit bumi mengitari
matahari (heliosentrik) yang juga sama dengan bidang orbit matahari mengitari bumi
(geosentrik).
a. Sistem koordinat heliosentrik (heliosentric ecliptical coordinate) Pada koordinat ini, matahari
(sun) menjadi pusat koordinat. Benda langit lainnya seperti bumi (earth) dan planet bergerak
mengitari matahari. Bidang datar yang identik dengan bidang xy adalah bidang ekliptika yatu
bidang bumi mengitari matahari.

Pusat koordinat: Matahari (Sun).

Bidang datar referensi: Bidang orbit bumi mengitari matahari (bidang ekliptika) yaitu
bidang xy.

Titik referensi: Vernal Ekuinoks (VE), didefinisikan sebagai sumbu x.

Koordinat:

r = jarak (radius) benda langit ke matahari

l = sudut bujur ekliptika (ecliptical longitude), dihitung dari VE berlawanan arah jarum
jam

b = sudut lintang ekliptika (ecliptical latitude), yaitu sudut antara garis penghubung benda
langit-matahari dengan bidang ekliptika.

b. Sistem koordinat geosentrik (geosentric ecliptical coordinate)


Pada sistem koordinat ini, bumi menjadi pusat koordinat. Matahari dan planet-planet lainnya
nampak bergerak mengitari bumi. Bidang datar xy adalah bidang ekliptika, sama seperti pada
ekliptika heliosentrik.
Sistem Koordinat Ekliptika Geosentrik

Pusat Koordinat: Bumi (Earth)

Bidang datar referensi: Bidang Ekliptika (Bidang orbit bumi mengitari matahari, yang
sama dengan bidang orbit matahari mengitari bumi) yaitu bidang xy.

Titik referensi: Vernal Ekuinoks (VE) yang didefinisikan sebagai sumbu x.

Koordinat:

Delta = Jarak benda langit ke bumi (seringkali diabaikan atau tidak perlu dihitung)

Lambda = Bujur Ekliptika (Ecliptical Longitude) benda langit menurut bumi, dihitung
dari VE.

Beta = Lintang Ekliptika (Ecliptical Latitude) benda langit menurut bumi yaitu sudut
antara garis penghubung benda langit-bumi dengan bidang ekliptika