Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH MAKROMOLEKUL

(KARBOHIDRAT)

Dikarang oleh :
Anindya Amelia K. (09)
Bayu Aji B. (11)
Cindy Maylisa E. (12)
Irma Mukti N. (19)

SMK Putra Indonesia Malang


Tahun Ajaran 2016/2017

BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Polimer atau Makromolekul di bedakan menjadi polimer organik dan
anorganik. Dan di makalah ini kami akan membahas tentang Polimer alam/Organik.
Polimer yang terjadi secara alami ini memiliki aplikasi penting dalam kehidupan
sehari-sehari. Dan salah satunya adalah Karbohidrat.
Dalam makalah yang kami buat ini, kami akan menjelaskan tentang
Karbohidrat, mulai dari pengertian, macam, sampai fungsi.

Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
Membantu siswa lebih memahami tentang Polimer
Meningkatkan pengetahuan para siswa

Manfaat

Memberikan siswa pengetahuan baru tentang makromolekul


Memberikan keterampilan pada siswa
Memberikan refrensi pada para guru

BAB 2
ISI
A. PENGERTIAN KARBOHIDRAT
Karbohidat merupakan salah satu senyawa organik yang melimpah di
bumi dapat disebut juga hidrat arang, terbentuk dari 3 unsur yaitu Karbon(C),
Oksigen (O) dan Hidrogen (H). Unsur-unsur tersebut membentuk karbohidrat
dengan rumus tertentu tergantung pada jenis karbohidratnya. Karbohidrat
sendiri terdri dari karbon, hidrogen serta oksigen.
Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil serta banyak juga
yang mengandung gugus hidroksil istilah karbohidrat pada awalnya
digunakan pada golongan senyawa yang memiliki rumus umum karbohidrat
yaitu

H 2 O m
C n , sedangkan yang paling banyak kita kenal yaitu glukosa :

C6 H 12 O6

, sukrosa :

C12 H 22 O11

, sellulosa :

C6 H 10 O 5 n

Karbohidrat identik dengan gula. Karena itu molekul karbohidrat sering


juga di sebut molekul gula. Karbohidrat banyak terdapat pada tumbuhan dan
binatang yang berperan struktural & metabolik. Banyak sekali makanan yang
kita makan sehari hari adalah suber karbohidrat seperti: nasi/beras, singkong,
umbi-umbian, gandum, sagu, jagung, kentang, dan beberapa buah-buahan
lainnya, dll.
B. MACAM-MACAM KARBOHIDRAT
a) Monosakarida
Merupakan sakarida yang paling sederhana. Suatu monosakarida tidak
hanya dibedakan berdasarkan gugus fungsinya, tetapi juga dapat
dibedakan dari jumlah atom karbonnya. Monosakrida yang
mengandung gugus aldehid disebut aldosa, sedangkan monosakarida
yang mempunyai gugus keton disebut ketosa. Berdasarkan jumlah
atom, monosakrida digolongkan kedalam : tri- , tetra- , penta- , dan
heksa-.

a. Glukosa (C 6 H 12 O 6 )
Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau
pati (amilum). Di alam glukosa terdapat dalam buah-buahan dan

madu lebah. Dalam alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara


karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan
klorofil dalam daun. Sedangkan dalam dunia medis, glukosa
sering disebut gula darah sebab glukosa dalam darah cukup
banyak.

Sifat:
Dapat mereduksi larutan fehling dan membuat larutan
merah bata
Dapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol)
dengan reaksi sebagai berikut:
C6H12O6 ==> 2C2H5OH + 2CO2
Dapat mengalami mutarotasi

b. Fruktosa
Fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau
sukrosa. Disebut juga sebagai levulosa/gula buah, dperoleh dari
hidrolisis sukrosa. Mengandung gugus keton. Ditemukan
menyatu dengan glukosa dalam bentuk disakarida.

Sifat:
Dapat mereuksi larutan fehling dan membentuk
endapan merah bata
Dapat difermentasi

c. Galaktosa
Berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang
terdapat dalam susu. Pada proses oksidasi oleh asam nitrat
pekat dan dalam keadaan panas galaktosa menghasilkan asam
musat yang kurang larut dalam air bila dibandingkan dengan
asam sakarat yang dihasilkan oleh oksidasi glukosa. Dapat
diperoleh dari hidrolisis gula susu (laktosa).

Sifat:
Dapat mereduksi larutan fehling membentuk endapan
merah bata
Tidak dapat difermentasi

b) Disakarida
Disakarida atau biosa merupakan senyawa karbohidrat yang terbentuk
ketika dua monosakarida melalui ikatan glidosik. Seperti
monosakarida, disakarida membentuk larutan dalam air. Tiga senyawa
disakarida paling umum adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa.

a. Laktosa
Laktosa adalah disakarida pereduksi. Selama proses
pencernaan, laktosa mengalami proses hidrolisis enzimatik
oleh laktase. Merupakan gula utama dalam ASI dan susu sapi.

sifat
Hidrolisis laktosa menghasilkan molekul glukosa dan
galaktosa
Hanya terdapat pada binatang mamalia dan manusia
Dapat dperoleh dari hasil samping pembuatan keju
Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict,
dan tollens

b. Maltosa
Maltose adalah disakarida yang diperoleh melalui hidrolisis
persial pati.disebut juga gula malt. Disentesis dari proses
hidrolisis amilum. Digunakan dalam produk minuman bir, wiski
malt, dan makanan bayi.

Sifat
Hidrolisis maltosa menghasilkan 2 molekul glukosa
Digunakan dalam makanan bayi dan susu bubuk beragi

(malted milk)
Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict,
dan tollens

c. Sukrosa
Sukrosa atau gula tebu adalah disakarida dari glukosa dan fruktosa.
Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman. Sukrosa bereaksi negatif
terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens. Terdapat dalam
semua tumbuhan fotosintetik, yang berfungsi sebagai sumber energi.

c) Polisakarida
Polisakarida adalah karbohidrat berupa polimer yang terbentuk
dari banyak monomer-monomer monosakarida atau dapat dikatakan
sebagai senyawa yang terdiri dari gabungan molekul- molekul
monosakarida yang banyak jumlahnya. Terdiri dari banyak gugus
gula,dan rata-rata terdiri dari lebih 10 gugus gula.
Senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul
monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri
dari lebih 6 monosakarida dengan rantai lurus/cabang. Polisakarida
mempunyai rumus umum

C6 H 10 O 5 n
, n adalah bilangan positif

Pada umumnya polisakarida tidak berasa atau pahit,dan


sifatnya sukar larut dalam air.Contohnya dari polisakarida adalah
amilum dan selulosa,pektin,lignin,serta kitin yang tersusun dari ratusan
bahkan ribuan gugus gula dengan tambahan senyawa lainnya.
Sering kali bersifat heterogen.memiliki sifat yang berbeda dari
para penyusunnya. Beberapa juga polisakarida tidak larut dalam air.

Amilum (Pati)
Pati atau amilum adalah polisakarida cadangan dalam
tumbuhan. Monomer-monomer glukosa penyusunnya.
Pati tidak larut dalam air tetapi mudah dipecah oleh
sistem pencernaan hewan.. Digunakan oleh hewan
sebagai penyimpanan energi jangka pendek.Merupakan
bahan makanan pokok di sebagian besar manusia
Sumber makanan yang paling umum untuk polisakarida
ini adalah jagung, kentang, roti, beras, dll.

Amilosa adalah bentuk rantai lurus dan terdiri dari


ratusan molekul glukosa terkait. Bentuk bercabang pati
disebut amilopektin.

Glikogen
Glikogen adalah salah satu jenis polisakarida simpanan
dalam tubuh hewan. Pada manusia dan vertebrata lain,
glikogen disimpan terutama
dalam sel hati dan otot. Glikogen terdiri atas
subunit glukosa. Merupakan energi primer yang disimpan
di jarigan adipose. Dibuat dan disimpan pada hati dan
otot.

Selulosa
Merupakan komponen struktural utama dinding
sel dari tanaman hijau. Selulosa tidak larut dalam air. Jika
dihidrolisis akan menghasilkan glukosa. Memiliki ikatan
hidrogen lebih antara setiap unit glukosa. Hal ini
membuat ikatan jauh lebih kuat dibandingkan dengan
glikogen atau pati. Bertindak sebagai sumber serat
makanan dalam tubuh kita, dan membantu menjaga
proses pencernaan. Hal ini ditemukan biasanya dalam
segala macam buah-buahan, sayuran, dan kacangkacangan.

C. UJI KARBOHIDRAT
a. Uji Fehling
Uji ini dilakukan untuk menentukan karbohidrat sebagai gula pereduksi
atau bukan/ Fehling dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu
senyawa mengandung karbonil aldehid atau keton. Pada uji ini,
reaksinya ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah bata.
Larutan Fehling dibuat dari campuran CuSO4 (Fehling A) dan Na-Ktartrat (Fehling B).
Prosedur Kerja Uji Fehling :
1) Langkah pertama, siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2) Kemudian beri kertas label pada masing masing tabung
reaksi.
3) Pada tabung reaksi A beri lima tetes fruktosa ke dalam tabung
reaksi. Kemudian pada Tabung reaksi B beri lima tetes glukosa

ke dalam tabung reaksi. Dan pada tabung reaksi C beri lima


tetes fehling A dan lima tetes fehling B ke dalam tabung reaksi.
4) Setelah itu tambahkan campuran fehling ke dalam tabung reaksi
A dan tabung reaksi B.
5) Selanjutnya isi gelas kimia dengan air sebanyak 250 ml dan
memanaskannya di atas kompor listrik hingga air mendidih.
6) Setelah air mendidih, masukkan tabung reaksi A dan B ke dalam
gelas kimia dan amati perubahan yang terjadi serta catat hasil
pengamatan
b. Uji Tollens
Pada karbohidrat, reaksinya akan membentuk endapan perak atau
biasa disebut dengan cermin perak.
c. Uji Barfoed
Pereaksi Barfoed merupakan larutan tembaga asetat dalam air yang
ditambahkan asam asetat atau asam laktat. Pereaksi ini digunakan
untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan cara
mengontrol kondisi percobaan, seperti pH dan waktu pemanasan.
Pada uji barfoed untuk mendeteksi karbohidrat yang tergolong
monosakarida. Endapan berwarna merah orange menunjukkan adanya
monosakarida.
Prosedur Kerja Uji Barfoed :
1) Sediakan 7 buah tabung reaksi, masing-masing tabung
diisIdengan 0,5 ml pereksi Barfoed.
2) Tambahkan 0,5 ml larutan sampel (larutan dedak, jagung, amilum,
glukosa, fruktosa, maltose dan sukrosa).
3) Panaskan langsung diatas api sampai mendidih.
4) Dinginkan dalam air mengalir (kran) selama 2 menit.
5) Tambahkan pada setiap tabung 0,5 ml pereaksi warna
phospomolibdat, kemudian campurkan dengan baik.
6) Perubahan warna dari hijau kekuning-kuningan menjadi biru tua
dan terdapat endapan merah menunjukkan reaksi positif (adanya
monosakarida).
7) Catat dan simpulkan hasilnya.
D. FUNGSI KARBOHIDRAT
Berikut beberapa fungsi karbohidrat :

1. Sebagai sumber energi utama. Sumber energi


yang diperlukan adalah glukosa serta tidak dapat
digantikan oleh sumber energi yang lainnya.
2.
Berperan dalam proses metanbolisme, menjaga keseimbangan antara asam
dan basa yang terdapat dalam tubuh, serta sebagai pembentuk struktur sel,
jaringan, dan organ tubuh.
3. Karbohidrat memiliki peran penting dalam membantu proses pencernaan
makanan.
4. Fungsi karbohidrat dapat membantu dalam penyerapan kalsium.
5. Karbohidrat merupakan pembentuk senyawa yang lainnya.
6. Sebagai komponen penyusun gen yang terdapat dalam inti sel yang
sangat penting dalam pewarisan sifat.
7. Merupakan senyawa yang dapat membantu dalam berlangsungnya
proses buang air besar. Selulosa merupakan salah satu polisakarida yang
sulit untuk dicerna, tetapi keberadaannya yang terdapat dalam sisa
pencernaan dapat bermanfaat untuk mencegah konstipasi atau sembelit

BAB 3
PENUTUP
a) Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah yang telah kami susun adalah :
1) Karbohidat merupakan salah satu senyawa organik yang melimpah di
bumi dapat disebut juga hidrat arang, terbentuk dari 3 unsur yaitu
Karbon(C), Oksigen (O) dan Hidrogen (H).
2) Macam-macam karbohidrat dibagi menjadi : Monosakarida, Disakarida,
dan Polisakarida.
3) Uji karbohidrat digunakan untuk menentukan karbohidrat sebagai gula
pereduksi atau bukan.
4) Berikut beberapa fungsi karbohidrat : Sebagai sumber energi utama,
Berperan dalam proses metanbolisme, membantu proses pencernaan
makanan, dll.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat
http://www.softilmu.com/2013/07/fungsi-metabolisme-karbohidrat.html
http://habibana.staff.ub.ac.id/2014/06/30/pengertian-karbohidrat-klasifikasikarbohidrat-dan-metabolisme-karbohidrat/
http://www.g-excess.com/karbohidrat-adalah-pengertian-dan-definisi.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Polisakarida
http://www.ilmukimia.org/2015/03/polisakarida.html
http://biologi.budisma.net/contoh-polisakarida-dan-fungsinya.html
http://ilmualam.net/pengertian-polisakarida.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Glikogen
https://id.wikipedia.org/wiki/Selulosa
http://kimiadasar.com/uji-karbohidrat/
https://www.academia.edu/9502097/LAPORAN_PRAKTIKUM_UJI_KARBOHIDRAT
http://ispengetahuanalamkita.blogspot.co.id/2014/12/uji-fehling.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Disakarida
http://www.ilmukimia.org/2015/03/disakarida.html